Anda di halaman 1dari 15

GOUT

AGUNG PURUHITA, M.SC

Definisi (Almatsier,
2004)
- Salah satu penyakit arhtritis (radang
sendi) disebabkan oleh metabolisme
abnormal
purin,
ditandai
dengan
meningkatnya kadar asam urat dalam
darah (hiperurisemia), diikuti dengan
terbentuknya timbunan kristal berupa
garam asam urat (tophi) di persendian
yang menyebabkan peradangan sendi
pada lutut dan/atau jari.

Tophi dapat terbentuk pada:


- Sendi kaki dan tangan
- pergelangan kaki - tangan
- Lutut
- Jari kaki tangan
- Tepi daun telinga (kronis)
- Ginjal batu ginjal asam urat
Gejala:
- Nyeri akut di persendian
- Radang, merah, bengkak
Etiologi:
- Gout primer : gangg. Met purin defisien enzim
HGPRT produksi PRPP meningkat
- Gout Sekunder : obesitas, DM, gangg. Ginjal,
obat2-an

- Cenderung lebih banyak kejadian pada laki laki


dan Lansia, pada wanita terjadi setelah
menopause
- Heriditary factors
- Fase: - asimtomatik tanpa gejala
- Akut nyeri sendi
- Fase interval antara 2 serangan
- Kronis pembentukan tophi
- asam urat katabolisme purin (asam nukleat
nukleoprotein) 85% pembentukan asam urat
endogen, 15% eksogen (dietary purin)
- pembatasan BM sumber purin mengurangi kadar
asam urat, membantu mengurangi stress metabolik,
mengurangi penggunaan obat obatan.

Faktor Resiko :
- Asupan BM sumber purin pada fase akut
- Konsumsi cairan kurang ekskresi as. Urat di
ginjal berkurang resiko batu ginjal
- High fat diet meningkatkan frek. Serangan akut,
hambat ekskresi melalui urin
- Alkohol akumulasi as. Laktat hambat ekskresi
as. Urat oleh ginjal as. Urat meningkat
- Puasa pada fase akut tdk dianjurkan
- Obesitas
- Stress

Tujuan Diet
- Menurunkan kadar as.urat darah dan urin
- Mencapai / mempertahankan status gizi normal
- Mencegah komplikasi (ginjal, hipertensi, stroke)
Asesment:
- BB, TB, BBI, IMT,
- Radang/inflamasi, bengkak merah pada sendi,
suhu
- As.urat, Kol, TG, albumin, BUN, K
- Asupan Na, alkohol, sumber purin, protein,
lemak/kol/TG, cairan
- Olah raga, obat-obatan

Jenis Diet (Almatsier, 2004) pasien gout & batu


ginjal as.urat, as.urat > 7,5 mg/dl
1. Diet Purin Rendah I (1500 kkal)
2. Diet Purin Rendah II (1700 kkal)
Diberikan sampai kadar as.urat dan BB normal

Syarat Diet (Almatsier, 2004):


1. E sesuai kebutuhan, overweight/obesitas
kurangi 500 1000 kkal dari kebutuhan secara
bertahap
2. P cukup, yaitu 1,0 1,2 g/KgBB, atau 10 15%
3. Hindari BM sumber purin > 150 mg/100 gram
4. L sedang, yaitu 10 20 %
5. KH tinggi, yaitu 65 75 % (KH kompleks)
6. Vit & Min sesuai kebutuhan
7. Cairan minimal 3 L (krause, 2000)
8. Intake as.omega 3 bermanfaat secara empiris
9. Hindari alkohol

Edukasi :
- Jenis BM sumber prot dan purin
- Konsumsi alkohol
- Hindari stress
- Puasa
- Inflamasi akut
- Efek samping obat

Studi Kasus 1
Ny X. dirujuk ke poli gizi puskesmas dengan diagnosa Asam
urat. Dari data rujukan diketahui umur 50 thn; pekerjaan PNS;
kadar As Urat = 7,8 mg/dL; BB = 68 Kg; TB = 140 Cm; tensi
130/90, kol total = 230 mg/dL, LDL = 210 mg/dL, HDL = 30
mg/dL
Dari hasil kajian ahli gizi diketahui terdapat keluhan sakit dan
nyeri pada jari kaki dan tangan. Sendi berwarna merah dan
bengkak. Nyeri dialami selama kurang lebih 2 minggu ini dan
terjadi setelah makan. Selama satu bulan sebelumnya kontrol
ke poli penyakit dalam karena gejala hipertensi, mendapatkan
obat obatan yang menyebabkan sering BAK. Sehari-hari
bekerja dari jam 08.00 16.00, olah raga senam aorobik setiap
selasa, kamis, dan sabtu malam. Orang tua Ny x memiliki
keluhan yang sama. Saat ini Ny X sudah mengalami
menopause
Kebiasaan makan di rumah 3x sehari, dengan 3-4x selingan.
Makanan favorit adalah, nasi goreng babat, jerohan dan sate
kambing, bala-bala, dalam 1 minggu 2-3x. Konsumsi sayur dan
buah setiap hari. Hasil recall menunjukkan asupan energi 2340
kkal, protein 46 gr, Lemak 120% kebutuhan, KH 68%

Studi Kasus 2
Tn y. dirujuk ke poli gizi dengan diagnosa Asam urat. Dari data
rujukan diketahui umur 45 thn; pekerjaan penjahit; kadar As
Urat = 10 mg/dL; BB = 63 Kg; TB = 155 Cm
Dari hasil kajian ahli gizi diketahui terdapat keluhan sakit dan
nyeri pada jari kaki dan tangan. Sendi berwarna merah dan
bengkak. Terdapat benjolan yang juga sakit dan bengkak di
lengan kanan. 3 bulan yang lalu pernah berobat jalan karena
keluhan serupa, dan sembuh setelah diberi obat. Sehari-hari
duduk bekerja menjahit baju sampai jam 17.00. Olahraga
semingggu sekali di hari minggu.
Kebiasaan makan di rumah 3x sehari, dengan 3-4x selingan.
Konsumsi teh pahit dan kopi kental 5-6x sehari, suka konsumsi
gorengan singkong dan tempe, konsumsi sayur dan buah 2x
seminggu, setiap makan siang di warung padang menu
bersantan kuah dan daging, daun singkong dan daun + buah
melinjo.
Hasil recall menunjukkan asupan energi 110% kebutuhan,
protein 80% kebutuhan, Lemak 120% kebutuhan, KH 98%
kebutuhan.
Susun asesmen, diagnosa gizi, intervensi, dan rencana

Studi Kasus 3
Tn C. Umur 38 tahun dirujuk ke poli gizi dengan diagnosa Asam
urat. Dari data rujukan diketahui asam urat 8,3 mg/dL, albumin
1,0; LDL 230 mg/dL; HDL 34 mg/dL, tensi 140/90, hasil ronsen
menunjukkan ada batu ginjal. Sehari hari Tn C bekerja
sebagai
Dari hasil kajian ahli gizi diketahui terdapat keluhan nyeri
pinggang, nyeri dan bengkak pada persendian kaki dan
tangan, keluhan diderita sejak 3 bulan yang lalu.
Kebiasaan makan 3x sehari, selingan 3 hari sekali. Suka
mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, dan gorenggorengan, makan pagi dan siang di Warteg, jarang konsumsi
buah & sayur. Dahulu pernah menderita sirosis hepatitis,
memiliki rowayat konsumsi alkohol dan energy drink. Recall
asupan Sebelum masuk RS menunjukkan energi 95%
kebutuhan, protein 89% kebutuhan, Lemak 150%, dan KH 90%.
Susun asesmen, diagnosa gizi, intervensi, dan rencana
monev!!

Studi Kasus 4
Tn P. dirujuk ke poli gizi sebuah RS dengan diagnosa Asam
urat. Dari data rujukan diketahui umur 65 thn; pekerjaan
pensiunan PNS; kadar As Urat = 7,8 mg/dL; BB = 56 Kg; TB =
145 Cm; tensi 120/80.
Dari hasil kajian ahli gizi diketahui terdapat keluhan sakit dan
nyeri pada jari kaki dan tangan. Sendi berwarna merah dan
bengkak. Nyeri dialami selama kurang lebih 2 minggu ini dan
terjadi setelah makan. Sehari-hari bekerja merawat bunga di
kebun, olah raga senam pernapasan setiap selasa, kamis, dan
sabtu malam. Istri Tn P sudah meninggal, sehari hari tinggal
bersama anaknya, untuk asupan lebih banyak bubur dan
makanan lunak karena ompong, sering konsumsi frecnh fries
dan soto makasar, serta roti isi coklat, konsumsi kopi 3-4x
sehari, teteh manis 3x sehari
Kebiasaan makan di rumah 2x sehari, dengan 3-4x selingan.
Hasil recall menunjukkan asupan energi 1980 kkal, protein 46
gr, Lemak 120% kebutuhan, KH 68% kebutuhan.
Susun asesmen, diagnosa gizi, intervensi, dan rencana
monev!!

Studi Kasus 5
Tn O. dirujuk ke poli gizi sebuah RS dengan diagnosa Asam
urat. Dari data rujukan diketahui umur 32 thn; pekerjaan
Supervisor QC; kadar As Urat = 8,4 mg/dL; BB = 60 Kg; TB =
160 Cm; tensi 120/80. Saat ini belum menikah.
Dari hasil kajian ahli gizi diketahui terdapat keluhan sakit dan
nyeri pada jari kaki. Sendi berwarna merah dan bengkak.
Keluhan dirasakan selama 1 bulan terakhir. Sehari-hari bekerja
jam 15.00 21.00, di pabrik spatu. Aktivitas olahraga fitnes 3x
seminggu, dan jogging di hari sabtu -minggu
Kebiasaan makan 3x sehari, 3x selingan. Makan pagi dan
makan siang di warung padang, suka konsumsi makanan
berlamak dan bersantan. Makan malam di kantin pabrik, lebih
banyak disajikan fast food dan kopi, serta snack gorengan,
jarang konsumsi buah dan sayur. Hasil recall menunjukkan
asupan energi 2100 kkal, protein 70 gr, Lemak 120%
kebutuhan, KH 90% kebutuhan.
Susun asesmen, diagnosa gizi, intervensi, dan rencana
monev!!