Anda di halaman 1dari 17

NCP Diabetes Mellitus Tipe

2
Kasus 1
Kelompok 3
Anggota :
Wida Robiatul A
Yusni Zaniar N

Kasus 1
Ny. Y menjalani rawat jalan dan dirujuk ke poli Gizi sebuah Rs dengan
diagnosa DM tipe 2. dari rujukan diketahui Ny. Y saat ini berumur 49
tahun, sehari-hari bekerja sebagai manajer supermarket. Hasil
pemeriksaan Lab menunjukan GDP = 185 mg/dl, GD 2 jam PP = 365
mg/dl dan GDS = 390 mg/dl. BB= 62 kg, TB= 155 cm. Dari hasil
kajian terdapat keluhan gatal-gatal pada punggung dan lipatan paha.
Sering BAK 5-6 kali di malam hari, sering terasa sangat haus dan
sering ingin makan. Badan terasa mudah lelah dan penglihatan
terasa agak kabur. Hasil pemeriksaan 3 bulan lalu diketahui BB=70
kg. Hasil recall menunjukan asupan energi dirumah mencapai 2150
kalori, protein 40 gram, lemak 65 gram, karbohidrat 70%. Kebiasaan
dirumah 3 kali sehari, selingan 3-4 kali sehari. Ditempat kerja sering
ngemil kue-kue manis, dan dirumah sering konsumsi gorengan.
Konsumsi sayur dan buah seminggu 2 kali. Untuk makan siang selalu
memesan fast food, burger, fried chiken, dan beef Isteak yang ada di
vendor food court. Sebagai manajer, Ny.Y bekerja dari jam 07.30 s.d
16.30 setiap harinya. Aktivitas lebih banyak melakukan pengawasan
vendor dan administrasi. Menurut Ny.Y orang tua tidak menderita DM
tetapi adiknya saat ini juga menderita DM.

DATA UMUM PASIEN


Nama : Ny. Y
Umur : 49 thn
Bb
: 62 kg
Tb
: 155 cm
Pekerjaan : Manajer Supermarket

1. ASSESMENT/PENGKAJIAN DATA

a. Riwayat Makan/ Gizi


Hasil recall menunjukan asupan energi
dirumah mencapai 2150 kalori, protein 40
gram, lemak 65 gram, karbohidrat 70%.
Kebiasaan dirumah 3 kali sehari, selingan 34 kali sehari.
Ditempat kerja sering ngemil kue-kue manis,
dan dirumah sering konsumsi gorengan.
Konsumsi sayur dan buah seminggu 2 kali.
Untuk makan siang selalu memesan fast
food, burger, fried chiken, dan beef steak.

b. Data Biokimia/Laboratorium
Pemeriksaan

Hasil

Nilai normal

Kategori

GDP

185 mg/dl

< 110 mg/dl

Tinggi

GD 2 jam PP

365 mg/dl

< 145 mg/dl

Tinggi

GDS

390 mg/dl

< 200 mg/dl

Tinggi

c. Data Antropometri
BB = 62 kg
TB = 155 cm
BBI = (Tb-100)-10% (Tb-100)
= (155-100)-10%(155-100)
= 55 5,5
= 49, 5 kg
IMT=
tk ringan )

Gemuk ( Kelebihan BB

Kategori Ambang Batas IMT :


Kurus

Kategori

IMT

Kekurangan BB tk
berat

< 17

Kekurangan BB tk
ringan

17-18,5

Normal
Gemuk

18,5-25
Kelebihan BB tk
ringan

25-27

d. Pemeriksaan Fisik dan Klinis


Pemeriksaan Fisik:
Sering BAK 5-6 kali di malam hari
Gatal-gatal pada puggung dan lipatan paha
Badan terasa mudah lelah dan penglihatan
terasa agak kabur
Sering terasa haus
Selalu ingin makan
Pemeriksaan Klinis :
Hasil pemeriksaan 3 bulan yang lalu
diketahui BB 70 kg

e. Riwayat Personal Pasien


Ny. Y bekerja sebagai manajer
supermarket
Menderita penyakit DM tipe 2
Orang tua tidak menderita DM
tetapi adiknya menderita DM
Bekerja dari jam 07.30 sampai
dengan 16.30 setiap harinya.
Aktivitas lebih banyak melakukan
pengawasan
vendor
dan
administrasi

2. DIAGNOSA GIZI
a. Domain Intake
. NI.1.3
Kelebihan asupan energi berkaitan dengan kebiasaan makan ditandai
dengan asupan energi pada hasil recall lebih 176 % dari kebutuhan.
. NI.5.6.2
Kelebihan asupan lemak berkaitan dengan sering mengkonsumsi
gorengan fast food, burger,fried chicken dan beef steak ditandai dengan
asupan lemak pada hasil recall lebih 233% dari kebutuhan.
. NI.5.7.1
Asupan protein inadekuat berkaitan dengan kebiasaan makan ditandai
dengan hasil recall protein kurang 65% dari kebutuhan.
. NI.5.8.2
Kelebihan asupan karbohidrat berkaitan dengan kebiasaan makan
selingan 3-4 kali sehari, dan ditempat kerja sering ngemil kue-kue manis
ditandai dengan hasil recall karbohidrat lebih 205%dari kebutuhan.
. NI.5.8.5
Asupan serat inadekuat berkaitan dengan kurangnya makanan berserat
ditandai dengan konsumsi sayur dan buah seminggu 2 kali.

b. Domain klinis
NC.2.2
Perubahan nilai lab terkait gizi (GDP, GD 2 jam PP,
GDS) berkaitan dengan kurangnya sekresi insulin
ditandai dengan nilai GDP 185 mg/dl (tinggi), GD 2
jam PP 365 mg/dl (tinggi), GDS 390 mg/dl (tinggi).
NC.3.2
Penurunan BB yang tidak diharapkan berkaitan
dengan perombakan cadangan energi tubuh
ditandai dengan penurunan BB sebesar 8 kg selama
3 bulan.
c. Domain Behaviour
NB.1.7
Pemilihan makanan yang salah berkatan dengan
kurangnya pengetahuan tentang izi ditandai
dengan sering makan fast food, gorengan dan kue
yang manis-manis.

3. INTERVENSI GIZI
a. Tujuan Intervensi
. Menurunkan BB dan mencapai status gizi normal
. Menormalkan nilai laboratorium GDP,GD 2 jam PP,
GDS.
. Memberikan asupan energi cukup
. Memperbaiki pola dan kebiasaan makan
. Mengurangi asupan lemak dan karbohidrat
. Meningkatkan asupan serat ( sayur dan buah )
. Meningkatkan pengetahuan tentang gizi terkait
pemilihan makanan yang benar untuk penderita
DM
. Mencegah komplikasi penyakit

b. Preskripsi Diet
Prinsip Diet :
Energi cukup
Protein sebesar 10-20% dari total asupan energi
Lemak dianjurkan sekitar 20-25% kebutuhan kalori.
Karbohidrat 45-65% total energi
Serat 25 gr/hari
Syarat Diet :
Energi cukup yaitu sebesar 1223 kkal
Protein sebesar 20% dari kebutuhan kalori
Lemak sebesar 20% dari kebutuhan kalori
Karbohidrat sebesar 60% dari kebutuhan kalori
Lemak jenuh kurang 7% kebutuhan kalori
Lemak tidak jenuh ganda kurang 10%
Konsumsi kolesterol kurang 200 mg/hari
Konsumsi serat 25 gram/hari

Penggunaan gula murni dalam minuman dan


makanan
tidak
diperbolehkan
kecuali
jumlahnya sedikit sebagai bumbu
Sumber karbohidrat kompleks
Sukrosa tidak boleh lebih dari 5% total energi
Bentuk makanan biasa
Frekuensi makan 3X makan utama dan 2X
makan selingan
Jenis diet yang diberikan yaitu diet penyakit
DM tanpa komplikasi
Rute: oral

Perhitungan Kebutuhan Gizi


Kebutuhan energi
Energi basal 25 kalori/kg BBI = 25 X
49,5 = 1237,5
koreksi umur = dikurangi 5% dari keb=
5% X 1237,5 = 61,875

Makanan yang dianjurkan dan tidak


dianjurkan:
Sumber makanan

Dianjurkan

Tidak dianjurkan

Sumber karbohidrat

Sumber karbohidrat
kompleks seperti nasi,
roti, mie,kentang,
singkong, ubi, dan
sagu.

Sumber karbohidrat
sederhana seperti gula
pasir, gula jawa, cake,
biskuit, crekers, kuekue manis, dodol, jam,
jelly

Sumber protein

Protein rendah lemak


seperti ikan, ayam
tanpa kulit, tempe,
tahu, kacang-kacangan

Daging dan ikan yang


di awetkan seperti ikan
asin, dendeng, sarden
dan corned, beef.

Sumber lemak

Makanan yang mudah


dicerna terutama
diolah dengan cara
dipanggang, dikukus,
di setup, direbus,
dibakar

Makanan yang diolah


dengan santan kental