Anda di halaman 1dari 18

PHARMACOLOGY

OBAT PENGHAMBAT
-ADENERGIC

Sistem Saraf Otonom


Dibagi

dua defisi = simpatis dan


parasimpatis
Bekerja berlawanan (persarafan ganda)
----memungkinkan adanya kontrol yang
akurat terhadap aktifitas organ
Setiap organ ada yang dipersarafi oleh satu
persarafan ex; kel. Keringat
Pembuluh darah (sbgn besar simpatis)

Klasifikasi Reseptor Adrenergic


Reseptor

alfa () dan beta ()


Reseptor beta : 1,2,3

Obat-obat Beta Bloker


Propranolol
Asebutolol
Atenolol
Metoprolol
Butoxamine
ritodrine
dll.

Beta

bloker bekerja dengan menghambat


secara kompetitif obat efek adrenergic
baik endogen maupun eksogen (obat2an
dr luar)
Setiap obat2an mempunyai afinitas yang
berbeda disetiap reseptor (1, 2, 3)
Ex; asebutolol, metoporolol, dan
atenolol ----kardioselektif beta bloker
(afinitasx tggi thdp resptor beta- 1)

Efek dr Pemberian -bloker ke


Organ Efektor
Kardiovskuler
Saluran

nafas
Efek metabolik
Tremor
dll.

Kardiovaskuler
Mengurangi

denyut jantung dan


kontraktilitas myokard --- tampak pada
saat exercise, OR,
Bergna untuk PJK --- dengan pengurangan
kebtuhan O2 --- mengurani kepayahan
jantung --- infark myocard

Saluran Nafas
warning pemberian terhadap penderita
asma (PPOM) karena sebagian besar
saluran pernafasan ditempati oleh reseptor
beta -2 ---- so broncokontriksi.
NB; pd orang normal sedikit berpengaruh.

Efek Metabolik
Met.

Karbohidrat
Ex; propranolol menghambat
glikogenolisis disel hati dan rangka ---kadar gula darah hipoglikemia
Berguna untuk penyakit diabetes daripada
penggunaan insulin (tidak mengganggu
pelepasan insulin).

Met Lemak
Menghambat

aktivasi enzim lipase dalam


sel lemak ---- hipolipidemia
Hormon---- menghambat sekresi renin dr
ginjal

Efek Samping
Gagal

jantung
Bradiaritmia
Gejala putus obat (supersensitivitas) /
ketagihan ex; pd PJK ---- harus continou
Hipoglikemia

Interaksi Obat
Inducer

ex; merokok, fenitoin rimfampin,


phenobarbital