Anda di halaman 1dari 3

PENDAHULUAN

Telur mempunyai unsur yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Disamping


mengandung protein, telur juga kaya dengan sumber nutrisi lain seperti kalori,
vitamin dan mineral. Dengan kandungan nutrisi seperti itu maka ahli gizi
menyarankan agar telur banyak dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang tumbuh.
Telur juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil maupun menyusui
bahkan telur juga dianjurkan diberikan kepada orang yang sakit untuk
mempercepat proses kesembuhan. Pada sebutir telur, kadar protein yang
diperlukan tubuh adalah sebanyak 10,8% pada putih telur dan 16,3% pada kuning
telur (Sudaryani, 2003).
Ada banyak cara orang mengkonsumsi telur, seperti dijadikan lauk-pauk,
campuran adonan makanan atau dikonsumsi secara mentah dan ada yang
dimanfaatkan sebagai obat-obat tradisional. Sebenarnya terdapat beberapa
masalah jika mengkonsumsi telur mentah ini, diantaranya beberapa ahli
menyatakan kalau telur mentah lebih sulit dicerna oleh tubuh daripada telur
matang. Selain itu, produk pangan asal ternak (termasuk telur) berisiko tinggi
terhadap cemaran mikroba yang berbahaya bagi kesehatan (Sugitha, 1995).
Cemaran bskteri pada telur dapat berasal dari kotoran ayam dalam kloaka
atau dalam kandang. Infeksi bakteri tersebut dapat menimbulkan wabah penyakit,
misalnya tifus oleh Salmonella typhi, paratifus oleh Salmonella paratyphi.
Melihat dan mengamati bakteri dalam keadaan hidup sangat sulit, kerena
selain bakteri itu tidak berwarna juga transparan dan sangat kecil. Untuk mengatasi
hal tersebut maka dikembangkan suatu teknik pewarnaan sel bekteri, sehingga sel
dapat terlihat jelas dan mudah diamati. Olek karena itu teknik pewarnaan sel
bakteri ini merupakan salahsatu cara yang paling utama dalam penelitian-penelitian
mikrobiologi.

METODE PENELITIAN
Diambil akuades diteteskan pada kaca objek ditambahkan 1 ose biakan
sampel, lalu difiksasi di atas api. Tetesi pewarnaan kristal violet dan biarkan selama
1 menit, cuci dengan air mengalir, kemudian tetesi lugol biarkan selama satu menit
dan kembali dicuci dengan air mengalir. Selanjutnya tetesi alkohol 96% biarkan
selama 10-20 detik, cuci dengan air mengalir dan tambahkan safranin biarkan
selama 20-30 detik kemudian cuci lagi dengan air mengalir. Tahap selanjutnya
keringkan dengan menggunakan kertas serap dan tambahkan minyak emersi dan
amati di bawah mikroskop. Bila hasil pewarnaan diperoleh bakteri berwarna merah
maka bakteri tersebut adalah bakteri gram negatif, sedangkan bila diperoleh bakteri
berwarna ungu maka bakteri tersebut adalah gram positif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

AK 1

AK 2

AN 1

AK 1
Pengamatan pewarnaan gram bakteri pada telur ayam kampung 1 (AK
1) menunjukan hasil bahwa bakteri tersebut merupakan bakteri gram negatif
karena bakteri berwarna merah dan memiliki bentuk sel seperti bola (coccus)
AK 2
Pengamatan pewarnaan gram bakteri pada telur ayam kampung 2 (AK
2) menunjukan hasil bahwa bakteri tersebut merupakan bakteri gram negatif
karena bakteri berwarna merah dan memiliki bentuk sel seperti batang
(bacillus)
AK 1

Pengamatan pewarnaan gram bakteri pada telur ayam negeri 1 (AN 1)


menunjukan hasil bahwa bakteri tersebut merupakan bakteri gram positif
karena bakteri berwarna ungu dan memiliki bentuk sel seperti silindris
Menurut Rostinawati (2008) pewarnaan Gram digunakan untuk mengetahui
morfologi sel bakteri serta untuk membedakan bakteri gram positif dan gram
negatif. Lay (1994) menyatakan bahwa bakteri gram positif pada pewarnaan Gram
berwarna ungu disebabkan kompleks zat warna kristal violet-yodium tetap
dipertahankan meskipun diberi larutan pemucat aseton alkohol, sedangkan bakteri
gram negatif berwarna merah sebab kompleks tersebut larut pada saat pemberian
larutan pemucat aseton alkohol sehingga mengambil warna merah safranin.
Perbedaan warna pada bakteri gram positif dan gram negatif menunjukkan
bahwa adanya perbedaan struktur dinding sel antara kedua jenis bakteri tersebut.
Bakteri gram positif memiliki struktur dinding sel dengan kandungan peptidoglikan
yang tebal sedangkan bakteri gram negatif memiliki struktur dinding sel dengan
kandungan lipid yang tinggi.

KESIMPULAN
Pengamatan pewarnaan gram bakteri pada telur ayam kampung 1 (AK
1) merupakan bakteri gram negatif dengan bentuk sel seperti batang
(bacillus). Pengamatan pewarnaan gram bakteri pada telur ayam kampung 2
(AK 2) merupakan bakteri gram negatif dengan bentuk sel seperti batang
(bacillus). Pengamatan pewarnaan gram bakteri pada telur ayam negeri 1
(AN 1) merupakan bakteri gram positif dengan bentuk sel seperti silindris

DAFTAR PUSTAKA
Sudaryani. 2003. Kualitas Telur. Penerbit Swadaya, Jakarta.
Sugitha, I Made. 1995. Teknologi Hasil Ternak. Fakultas Peternakan Universitas
Andalas Padang. Padang.
Rostinawati, T. 2008. Skrining dan Identifikasi Bakteri Penghasil Enzim Kitinase Dari
Air Laut di Perairan Pantai Pondok Bali. Penelitian Mandiri. Fakultas Farmasi
Universitas Padjadjaran Jatinangor.
Lay, W. B. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta