Anda di halaman 1dari 22

PAPER TEKNIK EKSPLOITASI GAS BUMI

SIFAT-SIFAT FISIK GAS BUMI

Disusun oleh:
Dimas Andhio S.

(071.11.103)

Fadil Anandawarman

(071.11. 124)

M. Bagir

(071.11.209)

M. Ramadhan Wibisono

(071.11.236)

M. Adnil

(071.11.242)

PAPER
TEKNIK PERMINYAKAN
FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
JAKARTA
2015

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................................................. i


DAFTAR GAMBAR .................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL ........................................................................................................ iii
1

LATAR BELAKANG ........................................................................................... 1

TEORI DASAR ..................................................................................................... 2


2.1

SG Gas ............................................................................................................ 2

2.2

Densitas Gas ................................................................................................... 2

2.3

Faktor Kompresibilitas ................................................................................... 3

2.4

Faktor Volume Formasi Gas () .................................................................. 7

2.5

Kompresibilitas Gas ....................................................................................... 8

2.6

Viskositas Gas .............................................................................................. 10

Contoh soal .......................................................................................................... 12

Kesimpulan .......................................................................................................... 18

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Chart Standing & Katz .............................................................................. 7
Gambar 2.2 Variasi Harga Cpr Tpr vs Ppr, Tpr (1.4 3.0: 15.0) ........ 9
Gambar 2.3 Grafik g vs Berat Molekul atau SG gas untuk Gas pada P1atm .......... 11
Gambar 2.4 Grafik / 1 vs Ppr dan Tpr (After Carr, et al.) ..................................... 12
Gambar 3.1 Hasil Plot Pada Chart standing ................................................................ 16
Gambar 3.2 Chart A .................................................................................................... 17
Gambar 3.3 Chart B .................................................................................................... 18

ii

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Sifat fisik gas pada keadaan standard ....................................................................... 4
Tabel 4.1 Komposisi fluida reservoir lapangan x ................................................................... 12
Tabel 4.2 Data perhitungan untuk mencari parameter J dan K ............................................... 14

iii

LATAR BELAKANG
Sifat fisik gas bumi merupakan factor fundamental dalam dunia migas karena

dengan mengetahuinya banyak manfaat yang bisa diperoleh. Salah satunya adalah
cadangan gas suatu reservoir. Hal ini dikarenakan untuk menghitung cadangan gas
diperlukan nilai factor volume formasi gas. Selain itu, nilai CGR ( Condensate Gas
Ratio ) dari suatu lapangan gas yang belum terproduksi dapat diestimasi jika
mengetahui salah satu sifat fisik gas bumi yaitu Specific Gravity Gas.
Pada paper ini, sifat fisik gas bumi yang dibahas meliputi:
o Z Faktor
o Faktor Volume formasi (Bg)
o Viskositas gas
o Faktor ekspansi gas
o Densitas gas
o Spesifik gravity
o Koef. Kompresibilitas gas ishotermal
o Berat molekul Gas
o Volume Spesifik Gas
Kemudian, penulis juga menambahkan contoh soal sehingga memudahkan pembaca
untuk mengerti mengenai sifat fisik gas bumi

2
2.1

TEORI DASAR
SG Gas
SG Gas adalah perbandingan antara berat molekul gas tersebut terhadap berat

molekul udara kering pada tekanan dan temperatur yang sama. Ada dua hukum
tentang specific gravity gas, yaitu hukum efusi/difusi dari Graham dan hukum
Avogadro.
Hukum efusi/difusi menyatakan bahwa laju efusi dan difusi dua gas pada
temperatur dan tekanan yang sama berbanding terbalik dengan akar kuadrat massa
jenisnya. Adapun persamaannya adalah :

Dimana :
v = kecepatan efusi/difusi gas
d = densitas gas.
Hukum Avogadro mengatakan bahwa kondisi tekanan, temperatur dan volume
tertentu, massa jenis gas berbanding lurus dengan berat molekulnya, atau secara
matematis dinyatakan sebagai berikut :

Dimana :
M = berat molekul gas
2.2

Densitas Gas
Densitas gas (g) didefinisikan sebagai massa gas per satuan volume. Dari

definisi ini kita dapat menggunakan persamaan keadaan untuk menghitung densitas
gas pada berbagai P dan T tertentu, yaitu:
dimana :

m = berat gas, lb
V = volume gas, cuft
M = berat molekul gas, lb/lb mole
P = tekanan reservoir, psia
T

= temperatur, oR

R =

2.3

konstanta gas = 10.73 psia cuft/lbmole oR

Faktor Kompresibilitas
Factor kompresibilitas atau biasa disebut dengan parameter Z yang

merupakan definisi dari :


=

Faktor kompresibilitas tersebut memiliki komponen pseudocritical dihitung


berdasarkan metode Stewart et al Mixing Rules disebabkan menurut John Lee dan
Robert Wattenbarger metode tersebut terbukti lebih akurat dibandingkan Metoda Kay
Mixing Rules untuk menghitung tekanan dan temperature pseudokritikal. Dibawah
ini jelaskan tahapan pengerjaan metoda tersebut:
1. Hitunglah Boiling Temperature dari fraksi Heptane-plus dengan rumus :
0.15178 0.15427 3
TbC7+ =(4.5579 7+
7+ )

Dimana untuk perhitungan c7+ berasal dari rumus API gravity yang sedikit di
modifikasi yaitu :

c7+ =

141.5

(7+
+131,5)

2. Hitunglah Tekanan Pseudocritical dari fraksi C7+

Ppcc7+=exp(8.3634
3.648

(1.4685 + 7+ +

0.0566
7+

(0.24244 +

0.47227 7+2
7+2

107

2.2898
7+

0.11857 7+
7+2

1000

1.6977 7

(0.42019 + 7+2 ) 1010 )

3. Hitunglah Temperatur Pseudocritical dari fraksi C7+


TpcC7+

(341.7

811c7+)

(0.4244+0.1174C7+)TbC7++(0.4669-

10^5

3.2623c7+)7+
4. Hitunglah factor Fj, Ej, dan Ek untuk komponen dengan MW yang besar
berdasarkan metoda Sutton
1

2 2

Fj = 3 ( ) 7 + + 3 (

) 7 +

2
= 0.6081Fj + 1.1325Fj^2 14.004Fj Yc7+ + 64.434 Fj7+

= (

)7 + (0.31297 + 4.81567 +2 + 27.3751 7 +3 )

5. Dapatkan nilai temperature kritis dan tekanan kritis komponen penyusun


yang lainnya (C1-C6) melalui tabel yang tersedia dibawah ini

Tabel 2.1 Sifat fisik gas pada keadaan standard


Physical Properties of Gases at 14.7 Psia and 60F
Component
MW
Pci (Psia)
Tci (Rankine)
Carbon dioxide
44.01
1071
547.58
Nitrogen
28.013
493.1
227.16
Methane
16.043
666.4
343
Ethane
30.07
706.5
549.59
Propane
44.097
616
665.73
i-Butane
58.123
527.9
734.13
n-Butane
58.123
550.6
765.29
i-Pentane
72.15
490.4
828.77
n-Pentane
72.15
488.6
845.47
n-Hexane
86.177
436.9
913.27

6. Hitunglah parameter J dan K

J = 1/3
=1 ( ) + 3 (=1( ) )^2

K=
=1 (

7. Lakukan koreksi terhadap parameter J dan K akibat fraksi heptane-plus


J=J-j
K=K-k
8. Hitunglah Temperatur dan Tekanan Pseudokritikal
Tpc = K2/J
Ppc = Tpc / J

Selain itu, fluida reservoir pada Lapangan Wibsky ini memiliki kandungan
CO2 serta N2. Sehingga dibutuhkan persamaan yang mengoreksi Temperatur dan
Tekanan Pseudokritikal yang dihasilkan dari metoda Steward agar Z factor yang
dihasilkan tidak menyimpang. Persamaan tersebut adalah:
1. Wichert dan Aziz
Persamaan ini mengoreksi adanya kehadiran impurities dengan jenis
Hiogen Sulfida dan Karbondioksida dalam kandungan suatu komposisi
gas reservoir. Tetapi, pada data komposisi fluida yang diteliti tidak
menunjukan adanya kandungan hyogen sulfide. Persamaan yang
dimaksud adalah sebagai berikut:
E = 120 [A0.9 - A1.6] + 15 (B0.5 - B4.0)
Tpc = Tpc -E
Ppc Tpc

Ppc = + (1)

Keterangan
Tpc = pseudo-critical temperature, R

Ppc = pseudo-critical pressure, psia


Tpc = corrected pseudo-critical temperature, R
Ppc = corrected pseudo-critical pressure, psia
B = Fraksi mol Hiogen Sulfida
E = Faktor koreksi terhadap fraksi H2S dan CO2
A = Penjumlahan dari fraksi mol hyogen sulfide dan karbondioksida
pada komposisi gas
2. J. Casey
Persamaan ini mengoreksi adanya kandungan Nitrogen dan Kandungan
Water pada komposisi gas campuran. Berikut persamaan yang dimaksud:
Tpc, cor 1 = -246.1 yN2 + 400 y H2O
Ppc , cor 1 = -162 yN2 + 1270 y H2O
Tpc, cor 2 (Tpc) =

(227.2)2 (1165) 2

Ppc, cor 2 (Ppc) =

(493.1)2 (3200) 2

(122)

(122)

+ Tpc, cor1
+ , 1

Keterangan:
Tpc, cor 1 = Temperatur pseudocritical yang dikoreksi pada tahap pertama
Ppc, cor 1= Tekanan pseudocritical yang dikoreksi pada tahap pertama
Tpc, cor 2= Temperatur pseudocritical yang dikoreksi pada tahap kedua
Ppc, cor 2= Tekanan pseudocritical yang dikoreksi pada tahap kedua
Tpc = Temperatur pseudocritical yang hasil koreksi dari persamaan
Wichert dan Aziz
Ppc = Tekanan pseudocritical yang hasil koreksi dari persamaan Wichert
dan Aziz
Setelah mendapatkan nilai Tpc, cor 2 dan Ppc, cor2 maka tahapan selanjutnya adalah
mencari Tekanan Pseudo dan Temperatur Pseudo yang tereduksi (Pr, Tr) dengan
Rumus yaitu :

Ppr =
Tpr =

()
,2
()
,2

Kemudian kedua parameter tersebut diplot pada chart factor kompresibilitas yang
dibuat oleh Standing dan katz. Berikut Gambar dari Chart tersebut:

Gambar 2.1 Chart Standing & Katz


2.4

Faktor Volume Formasi Gas ()


Faktor volume formasi gas () didefinisikan sebagai besarnya perbandingan

volume gas pada kondisi tekanan dan temperatur rreservoir dengan volume gas pada
kondisi standar (60F ; 14,7 psia). Pada faktor volume formasi berlaku hukum BoyleGay Lussac. Bila satu standar cubic feet ditempatkan dalam reservoir dengan tekanan

Pr dan temperatur Tr, maka rumus-rumus gas dapat digunakan untuk mendapatkan
hubungan antara kedua keadaan dari gas tersebut, yaitu :
Bg=

0.0283

cuft/scf

Dalam satuan bbl/scf, harga dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan


berikut ini :
Bg=

2.5

0.00504

bbl/scf

Kompresibilitas Gas
Kompresibilitas gas didefinisikan sebagai perubahan volume gas yang

disebabkan oleh adanya perubahan tekanan. Kompresibilitas didapat dari perhitungan


atau korelasi Mattar, Brar, dan Aziz. Kompresibilitas gas didapatkan menggunakan
rumus yaitu:

Cg =
Dimana :
Cg = Compressibility gas (psia-1)
Cpr = Compressibility pseudoreduced (psia-1)
Ppc = Pseudocritical pressure (psia)
Tpr = Pseudoreduce temperature (R)
Ppr = Pseudoreduce pressure (psia)

Gambar 2.2 Variasi Harga Cpr Tpr vs Ppr, Tpr (1.4 3.0: 15.0)
Langkah langkah mancari Cg :
1. Tentukan nilai CprTpr

2. Hitung nilai Cpr dengan membagi CprTpr dengan Tpr

3. Hitung nilai Cg dengan membagi Cpr dengan Ppc

2.6

Viskositas Gas
Viskositas merupakan ukuran tahanan gas terhadap aliran. Viskositas gas

hidrokarbon umumnya lebih rendah daripada viskositas gas non hidrokarbon.


Viskositas gas akan berbanding lurus dengan temperatur dan berbanding terbalik
dengan berat molekul. Maka berat molekul bertambah besar jika viskositasnya
mengecil, dan bila temperatur naik, viskositas akan membesar.
Naiknya temperatur mengakibatkan kecepatan molekul gas bertambah besar,
sehingga tumbjukan antarmolekul bertambah banyak. Hal tersebut mengakibatkan
gesekan antar molekul juga bertambah. Dalam viskositas sifat-sifat gas akan
berlawanan dengan cairan. Untuk gas sempurna, viskostasnya tidak tergantung pada
tekanan. Bila tekanannya dinaikkan, maka gas sempurna akan berubah menjadi gas
tidak sempurna dan sifat-sifatnya akan mendekati sifat-sifat cairan. Ada beberapa
korelasi dalam analisa viskositas gas, antara lain Carr Kobayashi Burrows

Dimana :
1g = viskositas gas campuran pada tekanan 1 atm, cp
gi = viskositas komponen ke-i, cp
Yi = fraksi mol komponen ke-i
Mi = berat molekul komponen ke-i

10

Harga viskositas gas campuran pada tekanan 1 atm dapat ditentukan dari grafik yang
telihat di bawah ini dengan terlebih dahulu mengetahui berat molekul atau spesific
gravity gas campurannya. Koreksi perlu dilakukan jika terdapat impurities (misalnya
CO2 dan H2S) dalam campuran gas tersebut.

Gambar 2.3 Grafik g vs Berat Molekul atau SG gas untuk Gas pada P1atm (After
Carr, etal.)

Harga g pada kondisi reservoir, dapat ditentukan dari grafik seperti terlihat pada Gambar
2.4. Perkalian antara harga g pada tekanan satu atm (1) dengan perbandingan harga (/
1) akan menghasilkan harga g pada kondisi reservoir, jika terdapat gas pengotor maka
Ppr dan Tpr gas alam perlu dikoreksi. Berikut ini grafik untuk mendapatkan harga g, yaitu
plot antara Ppr dan Tpr vs viscosity ratio (/ 1).

11

Gambar 2.4 Grafik / 1 vs Ppr dan Tpr (After Carr, et al.)


3 Contoh soal
Diketahui Fluida reservoir dengan kondisi dan komposisi sebagai berikut:
Tabel 3.1 Komposisi fluida reservoir lapangan x

1. Pres: 5037.77 Psia


2. Tres: 597.53 Rankine

12

3. MW C7+ = 122

4. 7+
= 48

Ditanya: Ma ; SG ; Density Gas ; Vol Spesifik Gas ; Z Faktor ; Bg ; Eg ; Cg ;


Viskositas Gas
Maka untuk menjawab pertanyaan tersebut, langkah pengerjaannya adalah
sebagai berikut:
1. Perhitungan Boiling Temperature dari fraksi Heptane-plus

Diketahui: MW C7+ = 122 ; 7+


= 48
141.5

c7+ = (48+131,5) = 0.7878

Sehingga TbC7+ = (4.5579 x 1220.15178 x 0.78780.15427)3 = 755.7419628


Rankine

2. Perhitungan Tekanan Pseudocritical dari fraksi C7+


Diketahui: c7+= 0.7878 ; TbC7+ = 755.74 Rankine
0.0566

2.2898

Maka,Ppcc7+=exp(8.3634 0.7878 (0.24244 + 0.7878 +


0.11857 755.7419
0.78782
1.6977
0.78782

1000

3.648

0.47227 755.742

+ (1.4685 + 0.7878 + 0.78782 )

107

(0.42019 +

755.7419
1010

) = 412.8633166

3. Perhitungan Temperatur Pseudocritical dari fraksi C7+


Diketahui: c7+= 0.7878 ; TbC7+ = 755.74 Rankine
TpcC7+ = (341.7 + 811 x 0.7878) + (0.4244 + 0.1174 x 0.7878)755.741 +
10^5

(0.4669-3.2623 x 0.7878)755.7419 = 1092.980421 Rankine


4. Perhitungan factor Fj, j, dan k
Diketahui: yc7+ = 1.21 ; Tpc = 1092.980421 Rankine ; Ppc =
412.8633166 Psia

13

1 1.21 1092.9
)
412.86

Fj = 3 (

2 1.212 1092.98
)=
412.86

+ 3(

0.010935911

j = 0.6081 x 0.010935911 + 1.1325 0.010935911^2 14.004 x 0.010935911 x


1.21 + 64.434 x 0.010935911 x 1.212 = 0.005035662
1092.980421
) (0.3129
412.8633166

k = (

1.21 + 4.8156 1.212 + 27.3751 1.213 )

= 0.203000832
5. Membuat Tabel Perhitungan yang mengkaitkan Yi, Tci, Pci pada
komposisi fluida reservoir yang diinginkan untuk mencari nilai pada
parameter J dan K

Tabel 3.2 Data perhitungan untuk mencari parameter J dan K


Component
CO2
N2
C1
C2
C3
i-C4
n-C4
i-C5
n-C5
C6
C7+
Total

Yi
0.03
0.00
0.88
0.04
0.02
0.00
0.01
0.00
0.00
0.00
0.01
1

Mi
44.01
28.01
16.04
30.07
44.10
58.12
58.12
72.15
72.15
86.18
122.00

YiMi
1.263
0.022
14.095
1.218
0.983
0.244
0.366
0.159
0.137
0.207
1.476
20.17

Pci(Psia)
1071.000
493.100
666.400
706.500
616.000
527.900
550.600
490.400
488.600
436.900
412.863

Tci(Rankine)
547.580
227.160
343.000
549.590
665.730
734.130
765.290
828.770
845.470
913.270
1092.980

YiTci/Pci
0.015
0.000
0.452
0.032
0.024
0.006
0.009
0.004
0.003
0.005
0.032
0.5815

yi(Tci/Pci)^0.5 YiTci/(Pci)^0.5
0.021
0.480
0.001
0.008
0.630
11.674
0.036
0.837
0.023
0.598
0.005
0.134
0.007
0.205
0.003
0.082
0.002
0.073
0.003
0.105
0.020
0.651
0.7512
14.8483

Berdasarkan Tabel diatas,

Diketahui :
=1 ( ) = 0.5815 ; (=1( ) ) = 0.7511 ;

Maka, nilai J = 1/3 x 0.5815 + 2/3 0.75112 = 0.570039977

Diketahui :
=1 (

= 14.848

Sehingga K = 14.848

14

6. Perhitungan koreksi terhadap parameter J dan K akibat heptane-plus


Diketahui: j = 0.005035662 ; k = 0.203000832
Maka J = 0.570039977 - 0.005035662 = 0.565004314
K = 14.848 - 0.203000832 = 14.64531825
7. Perhitungan Temperatur dan Tekanan psudoritikal
Diketahui : J = 0.565004314 ; K = 14.64531825
Maka, Tpc = 14.645318252 / 0.565004314 = 379.6171837 Rankine
Ppc = 379.6171837 / 0.565004314 = 671.8836903
8. Koreksi terhadap Ppc dan Tpc terhadap 2 dan 2 serta plot pada chart
standing&katz
Diketahui A = 0.0287 ; B = 0 ; Tpc = 379.6171837 ; Ppc = 671.8836903
Maka , = 120 [0.02870.9 0.02871.6] + 15 (00.5 - 04.0) = 4.5
Tpc = 379.6171837 4.5 = 375.114061
Ppc = (671.8836903 x 375.114061) / (379.617) = 663.9136225
Lalu koreksi terhadap kandungan N2 adalah :
Tpc, cor 1 = -246.1 x 0.0008 = -0.19688
Ppc, cor 1 = -162 x 0.0008 = -0.1296
Tpc, cor 2 =
Ppc, cor 2 =

375.114061 (227.2).0008 (1165) 0


(10.00080)
663.9 (493.1)0.0008 (3200) 0
(10.00080)

+ -0.19688 = 375.03560

+ 0.1296 = 663.9207828

Kemudian mencari nilai Ppr dan Tpr


5037.763333

Ppr = 663.9207828 = 7.587898231; Tpr =

15

597.5366667
375.03560

= 1.593279826

Lalu plot Ppr dan Tpr pada Chart Standing

Gambar 3.1 Hasil Plot Pada Chart standing


9. Menghitung Densitas Gas dan Vol Specific Gas
Diketahui :
Pres = 5037.77 Psia ; Ma = 20.17 ; Z = 0.96 ; Tres = 597.53 Rankine
Maka Densitas Gas:

= =
Vol Specific Gas =

5037.77 20.17
.3
0.96 10.73
.

597.53

= 0.060574
16.508

= 16.508 3

10. Menghitung Koefisien Gas Isothermal


Diketahui: Z = 0.96 ; Slope @ Tpr 1.59 = -0.04 ; Ppr = 7.5878 Psia
Ppc = 663.92 Psia

16

Maka Cg =

1
]

1
1

(0.04)
7.5878 0.96

663.92

= 2.6126 x 104 1

11. Menghitung Bg dan Eg


Diketahui: Pres = 5037.77 Psia ; Ma = 20.17 ; Z = 0.96 ; Tres = 597.53
Rankine
Maka:
Bg = 0.02823*Z*Tres/Pres = 0.02823*0.96*597.53 / 5037.77 = 3.2144
*10^-3 ft^3/scf
Eg = 1 /Bg = 1 / (3.2144 * 10^-3) = 311.097 scf/ft^3
12. Menghitung Viskositas Gas
Diketahui: Pres = 5037.77 Psia ; Ma = 20.17 ; Z = 0.96 ; Tres = 597.53
Rankine
Maka Viskositas Gas =
1. Tentukan Viskositas Gas Pada 1 atm & 137.53F melalui Chart A =
0.1123 cp

Gambar 3.2 Chart A

17

2. Tentukan 1 mell Chart B = 2.38 cp

Gambar 3.3 Chart B

3. g = 1 = 0.1123 2.38 = 0.2672


4

Kesimpulan
Sifat fisik gas bumi yang meliputi: Z Faktor, Faktor Volume formasi
Viskositas gas,Faktor ekspansi gas, Densitas gas, Spesifik gravity, Koef.
Kompresibilitas gas ishotermal , Berat molekul Gas, Volume Spesifik Gas
merupakan faktor fundamental yang harus dihitung dengan rumus dan cara yang
telah ditentukan oleh ilmuwan yang meneliti nya sehingga menghasilkan hasil
yang akurat.

18