Anda di halaman 1dari 7

Tugas Mata Blok 29

Nama: Muhammad Hasa Narej


NIM: 102011450
Kelompok: D
Penyakit
Glaukoma Akut

Riwayat Klinis
Penurunan

Pemeriksaan Mata
Visus: <6/60

Diagnosis
Anamnesis dan

visus

pemeriksaan mata

mendadak,

Segmen anterior: konjungtiva hiperemis,

mata merah & injeksi silier, edema epitel kornea, kornea

Diagnosis Banding
Iritis akut
Konjungtivitis

Terapi
Tatalaksana awal:

Pasien

supine
Asetazolamid 500 mg IV (TIO

akut

diposisikan

secara

berair, fotofobia, keruh, pupil terdilatasi, oval vertikal, tidak

>50 mmHg) atau per oral (TIO

tampak

<50 mmHg)
Apraclonidine 1% / timolol

halo reaktif

apabila melihat
sumber cahaya, Gonioskopi:
nyeri

mata

0,5%,

kontralateral

dekksametason

hebat, menunjukkan sudut COA dangkal

mual, muntah
Tonometri: peningkatan TIO 50 mm Hg

prednisolon

1%

0,1% pada

mata yang terkena serangan


Pilokarpin 2-4% gtt 1 pada
mata yang terkena serangan,
diulang setelah 30 menit, dan
pilokarpin 1% gtt 1 pada mata
kontralateral

profilaksis
Analgesik, antiemetik

sebagai

Tatalaksana lanjutan:

Pilokarpin 2% qid pada mata


yang terkena serangan dan 1%

qid pada mata kontralateral


Steroid topikal (prednisolon
1%/deksametason 0,1%) qid
apabila

mata

mengalami

perdangan akut
Timolol 0,5% bid, apraclonidine
1% tid dan/atau asetazolamid
250 mg qid sesuai respons

Ulkus Kornea

Mata merah,

Pemeriksaan visus, tonometri, slit lamp Anamnesis,

berair, nyeri

untuk segmen anterior, sensibilitas kornea, pemeriksaan mata,

hebat, sensasi

fluoresens, fistula, dan oftalmoskopi untuk dan penunjang

benda asing,

segmen posterior

sekret, palpebra
bengkak, nyeri
apabila melihat
cahaya terang,
infiltrat

endoftalmitis
keratitis
glaukoma akut
uveitis anterior

terapi
Iridotomi
Pertama kali berdasarkan

hasil

pemeriksaan Gram & KOH 10%. Hasil


kultur untuk dasar terapi selanjutnya.
Antibiotik lokal:

Empirik: fluorokuinolon 0,3%


Kokus Gram positif: cefuroksim

0,3%, vankomisin 5%
Batang
Gram
negatif:

tergantung

gentamisin

kedalaman lesi

fluorokuinolon 0,3%, seftazidim

dan etiologi

keratitis

5%
Kokus

1,5%,

Gram

fluorokuinolon

negatif:
0,3%,

seftriakson 5%
Mikobakterium: amikacin 2%,
klaritromisin 1%, trimetoprimsulfametoksazol 1,6% : 8%

Antifungi lokal:

Candida: amfoterisin B 0,15%,

natamycin 5%, fluconazole 2%


Kapang:
natamycin
5%,
amfoterisin

0,15%,

miconazole 1%
Antiviral lokal:

Herpes

asiklovir 3%
Varicella-zoster: asiklovir oral

simpleks:

salep

800 mg/hari selama 7-10 hari


Endoftalmitis

Penurunan

Segmen anterior:

Anamnesis (riwayat

ulkus kornea

Endoftalmitis pasca-operasi & pasca-

visus,

mata

pembengkakan

palpebra
konjungtiva

merah, floaters,
fotofobia, nyeri

dan

spasme operasi & trauma

Trauma Tembus Bola Mata

glaukoma akut

sebelumnya,

(injeksi penyakit sistemik


konjungtiva dan silier), khemosis, yang mendasari),
edema kornea
pemeriksaan fisik
COA sel (+), flare (+), fibrin,
mata, dan
hipopion
pemeriksaan

kekeruhan vitreus
nekrosis retina

penunjang (biakan
kuman dari vitreus

Tes visual, slit lamp, inspeksi permukaan

tiba-tiba setelah

kornea, defek pupil, oftalmoskop direk dan

motilitas okular dan

trauma, mata

indirek, tonometri

sensibilitas

pada

berair,

periorbital,

permukaan

perdarahan,

fluorescein

mata

penglihatan,
sensasi benda
asing

Injeksi antimikroba intravitreal,

tergantung etiologi
Vitrektomi

Antimikroba

tergantung etiologi
Vitrektomi
Antimikroba intravitreal

Antibiotik spektrum luas


NSAID topikal
Suntikan anti tetanus

sistemik,

dan/atau aqueous

Onset nyeri

penurunan

Endoftalmitis endogen:

humor)
Palpasi orbital, tes

fotofobia,

trauma:

hiperemis

Segmen posterior:

Aberasi kornea
Benda asing

Sekiranya terdapat perforasi/ruptur


bola mata:

Tutup bagian mata dengan

segera
Hentikan pemeriksaan
selanjutnya

Trauma Kimia (Asam dan

Tersiram cairan, Pemeriksaan segmen anterior, Pemeriksaan anamnesis, gejala

Basa)

tersemprot gas pH bola mata dengan kertas lakmus, klinis, pemeriksaan


pada

mata, tonometri, funduskopi

pandangan
kabur, epifora,
blefarospasme,

Konjungtivitis
Konjungtivitis

akut
Keratokonjungt

ivitis sicca
Ulkus kornea

Irigasi dengan normal saline,


anestesi topikal larutan natrium

bikarbonat 3%, antbiotik


Double eversion kelopak mata
Debridement
Verband mata
Artificial tear
Steroid: Prednisolon 0,1% ED
dan Dexamethasone 0,1% ED

berat,

penurunan
visus
mendadak
( trauma asam),
penurunan
penglihatan
progresif
(trauma basa)

Hifema

Konsul ke bagian bedah mata

hemoragik

fisik dan penunjang

nyeri, lakrimasi,

nyeri

q2h
Sikloplegik: Atropin 1% ED /

Scopolamin 0,25% bid


Natrium askorbat 10% topikal

q2h
Asetazolamid 500 mg
Doksisiklin 100 mg
Natrium sitrat 10% topikal q2h

10 hari
Pembedahan

Nyeri, epifora,

Pemeriksaan visus, lapang pandang,

USG, CT-scan,

blefarospasme,

gerakan bola mata anterior posterior,

pemeriksaan darah

sickle cell

ditinggikan 30o, diberi

penglihatan

tonometri

untuk melihat adanya

disease

koagulasi, mata

Manifestasi

Tidur dengan kepala

sangat

sickle cell disease

menurun

Keratitis
herpes
simpleks

dibebat
Asetazolamid bila

terjadi glaukoma
Parasentesis bila
terlihat tanda-tanda
imbibisi kornea,
glaukoma sekunder,
hifema penuh dan
berwarna hitam atau
tidak membaik setelah

Pemeriksaan visus, oftalmoskopi


Korpus Alienum

Adanya benda

Konjungtiva dan Kornea

asing pada
mata, iritasi,

Fluorescein

CT-scan

Konjungtivitis

5 hari
Mengeluarkan benda asing
Antibiotik
NSAID
Asetaminofen

orbital

tidak
dapat melokalisi

r sensasi, mata

X-ray orbital

merah, injeksi
Trauma Radiasi Sinar Las

konjungtiva
Keluhan 4-8
jam setelah
trauma, mata

Segmen anterior: pupil miosis


Visus: menurun
Uji fluorescein positif

Anamnesis dan

Sindrom mata

kering
Trauma mata

uji fluoresein
positif

Sikloplegia
Antibiotik lokal
Analgetik
Mata dibebat 2-3 hari

sangat sakit,

Bendasing

fotofobia,

bawah kelopak

blefarospasme,

mata

konjungtiva
Ablasio

Regmatogenesa

retina

Eksudatif

khemosis
Gangguan

Pemeriksaan visus, oftalmoskopi indirek,

USG mata, angiografi

penglihatan

funduskopi (terlihat retina yang terangkat

fluoresensi,

seperti melihat

berwarna pucat dengan pembuluh darah di

elektroretinogram

tabir yang

atasnya dan terlihat adanya robekan retina

menutup,

berwarna merah)

Retinoschisis
Ablation retina

retina yang lepas

non
regmatogen

fotopsia
Penglihatan

Ablation retina

Ablasi dapat hilang atau menetap

berkurang dari

regmatogen

bertahun-tahun setelah penyebabnya

ringan sampai
Traksi

Diatermi: melekatkan kembali bagian

berkurang/hilang

berat
Disebabkan

Ablation retina

retinopati

regmatogen

diabetes
proliferative,
retinopati pada
prematuritas,
trauma mata

Vitrektomi