Anda di halaman 1dari 7

RHINITIS ATROFI

Penyakit infeksi hidung kronik yang ditandai atrofi mukosa hidung dan
tulang disertai pembentukan sekret yang kental dan tebal yang cepat
mengering membentuk krusta.
Faktor resiko: lebih banyak pada wanita terutama usia pubertas
Etiologi :
o Infeksi kuman spesifik ( klebsiella, stefilokokus, streptokokus dan
pseudomonas aeuriginosa)
o Defisiensi fe
o Defisiensi vitamin A
o Sinusitis kronik
o Kelainan hormonal, termasuk penggunaan pil kb
o Autoimun
o Herediter
o Primary
Primary: History of prior sinus surgery, radiation, granulomatous disease,
or nasal trauma are exclusions.
Secondary:
Complication of sinus surgery (89%)
Complication of radiation (2.5%)
Following nasal trauma (1%)
Sequela of granulomatous diseases (1%)
Sarcoid
Leprosy
Rhinoscleroma
Sequlae of other infectious processes
Tuberculosis
Syphilis
PATOFISIOLOGI

Beberapa penulis menyatakan adanya metaplasi epitel kolumnar bersilia


menjadi epitel skuamous atau atrofik, dan fibrosis dari tunika propia.
Terdapat pengurangan kelenjar alveolar baik dalam jumlah dan ukuran
dan adanya endarteritis dan periarteritis pada arteriole terminal. Oleh
karena itu secara patologi, rinitis atrofi dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Tipe I : adanya endarteritis dan periarteritis pada arteriole terminal
akibat infeksi kronik yang akan membaik dengan efek vasodilator
dari terapi estrogen
2. Tipe II : terdapat vasodilatasi kapiler, yang bertambah jelek dengan
terapi estrogen
Sebagian besar kasus adalah tipe I. Endarteritis arteriole akan
menyebabkan berkurangnya aliran darah ke mukosa. Juga akan ditemui
infiltrasi sel bulat di submukosa.
Atrofi epitel bersilia dan kelenjar seromusius pembentukan krusta yang
tebal dan melekat.
Atrofi konka saluran nafas jadi lapang.
Dobbie mendeteksi adanya defisiensi surfaktan protein
menyebabkan penurunan resistensi hidung terhadap infeksi.

yang

Fungsi surfaktan abnormal pengurangan efisiensi mucus clearance dan


mempunyai pengaruh kurang baik terhadap frekuensi gerakan silia
bertumpuknya lendir dan juga diperberat dengan keringnya mukosa
hidung dan hilangnya silia mukus akan mengering bersamaan
dengan terkelupasnya sel epitel, membentuk kruta merupakan
medium yang baik untuk pertumbuhan kuman.

Perubahan histopatologi pada rhinitis atrof :

Mukosa hidung berubah menjadi tipis

Silia akan menghilang

Terjadi perubahan metaplasia dari epitel torak bersilia menjadi epitel


kubik/ epitel gepeng berlapis

Kelenjar hidung mengalami degenerasi, atrofi dan jumlahnya


berkurang

Gejala :

Anosmia/ tidak bisa membau

Ingus kental berwarna hijau. Biasanya discharge berbau, bilateral,


terdapat crustae kuning kehijau-hijauan

Nafas bau karna ada krusta/kerak

Sakit kepala

Merasa hidung tersumbat

Epistaksis

Hidung terasa kering

Pemeriksaan
Anam

Lokasi : hanya salah satu bagian hidung atau dua-duanya

Kualitas : apakah penciummannya benar benar tidak bisa menghidu


sama sekali, ato msh bisa menghidu bau tertentu

Kuantitas : ingusnya keluar terus menerus/tidak, seberapa banyak?,


warna apa? Kental/ cair, bau/tidak

RPS: pake KB? Jenisnya apa? Sudah berapa lama?

Fisik
Rinoskopi anterior : mukosa (merah dan rongga hidung sangat lapang),
konka ( konka inferior dan media atrofi), sekret ( sekret purulen
berwarna hijau dan krusta berwarna hijau)
Meskipun jalan napas jelas menjadi semakin lebar, pasien merasakan
sumbatan yang makin progresif saat bernapas lewat hidung, terutama
karena katup udara yang mengatur perubahan tekanan hidung dan
menghantarkan impuls sensorik dari mukosa hidung ke sistem saraf
pusat telah bergerak semakin jauh dari gambaran.
Jika krusta diangkat terlihat rongga hidung sangat lapang, atrofi
konka (konka nasi media dan konka nasi inferior mengalami hipotrofi
atau atrofi), sekret purulen dan berwarna hijau, mukosa hidung tipis
dan kering. Bisa juga ditemui ulat/ telur larva (karena bau busuk yang
timbul).
Penunjang

Transiluminasi

Foto rontgen sinus paranasalis

Pemeriksaan mikrobiologi dan uji resistensi kuman

Pemeriksaan fe serum

Pemeriksaan histopatologi

Penatalaksanaan
Pengobatan konservatif ozaena meliputi:
- pemberian antibiotic
- obat cuci hidung
- simptomatik
1) Antibiotik spektrum luas sesuai uji resistensi kuman, dengan dosis
adekuat sampaitanda-tanda infeksi hilang. Qizilbash dan Darf melaporkan
hasil yang baik pada pengobatan dengan Rifampicin oral 600 mg 1 x
sehari selama 12 minggu.
2) Obat cuci hidung, untuk membersihkan rongga hidung dari krusta dan
sekret dan menghilangkan bau. Antara lain :
a. Betadin solution dalam 100 ml air hangat atau

b. Campuran :
NaCl
NH4Cl
NaHCO3aaa 9
Aqua ad 300 cc 1 sendok makan dicampur 9 sendok makan air hangatc.
Larutan garam dapur d. Campuran :
Na bikarbonat 28,4 g
Na diborat 28,4 g
NaCl 56,7 g dicampur 280 ml air hangatLarutan dihirup ke dalam rongga
hidung dan dikeluarkan lagi denganmenghembuskan kuat-kuat, air yang
masuk ke nasofaring dikeluarkan melalui mulut,dilakukan dua kali sehari.
Pemberian obat simptomatik pada rinitis atrofi (Ozaena) biasanya dengan
pemberian preparat Fe.
3) Obat tetes hidung , setelah krusta diangkat, diberi antara lain : glukosa
25% dalam gliserin untuk membasahi mukosa, oestradiol dalam minyak
Arachis 10.000 U / ml, kemisetin anti ozaena solution dan streptomisin 1 g
+ NaCl 30 ml. diberikan tiga kali sehari masing-masing tiga tetes.
4) Vitamin A 3 x 10.000 U selama 2 minggu.
5) Preparat Fe
6) Selain itu bila ada sinusitis, diobati sampai tuntas.

Operasi :
Tujuan operasi pada rhinitis atrofi (ozaena) antara lain untuk :
Menyempitkan rongga hidung yang lapang
Mengurangi pengeringan dan pembentukan krusta

Mengistirahatkan mukosa sehingga memungkinkan terjadinya


regenerasi.
Teknik bedah dibedakan menjadi dua kategori utama :

Implan dengan pendekatan intra atau ekstra nasal dan

Operasi, seperti penyempitan lobulus hidung atau fraktur tulang


hidung ke arah dalam

Beberapa teknik operasi yang dilakukan antara lain :


Young's operation
Modified Young's operation
Lautenschlager operation
Implantasi submukosa dengan tulang rawan, tulang, dermofit,
bahan sintetis seperti Teflon, campuran Triosite dan Fibrin Glue.
Transplantasi duktus parotis ke dalam sinus maksila (Wittmack's
operation)
dengan
tujuan
membasahi
mukosa
hidung.
.....................DIAGNOSIS BANDING
N Diagnosis
o

Lokasi sekret

Krusta Orang lain ygAnosmiaHiposmi Jenis


mencium bau
a
kelamin
busuk

Rhinitis
Atrofi

Bilateral

Wanita
>
Pria
terutama
sekitar usia
pubertas

Sinusitis

Bilateral/unilater
al

Anak2
&
org dewasa

Nasofaring
Kronis

Bilateral

wanita
pria