Anda di halaman 1dari 16

MESIN SINKRON

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok


Mata Kuliah :Teknik listrik & elektronika
Dosen Pembimbing : Markus,ST

Di Susun Oleh :
1. Safryan Eko P.
2. Agung Sahputra Dwi C.
3. Muhammad Dhofir
4. Badari
5. Kahar S.
Kelompok : 5(Lima)
Jurusan : Teknik Mesin 3

Kampus A : Jl. Cut mutia Grand Center Blok D. No. 24 27 Bekasi Telp. (021) 8811250
Fax. (021) 8822842
Kampus B : Jl. Raya Cibarusah Gedung Centra Kuning Blok B. No. 13 14 Cikarang Bekasi
Telp. (021) 89901853
E-mail : pgi@politeknikgunakarya.ac.id Website : www.politeknikgunakarya.ac.id

KATA PENGANTAR

Assalamuaalaikum Wr,WB,
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Ucapan terimakasih yang pertama kami sampaikan kepada dosen pembimbing
matakuliah teknik kelistrikan dan elektronika yaitu bapak Markus,ST yang telah membimbing
kami selama dalam pembelajaran perkuliahan teknik kelistrikan dan elektronika selama satu
semester. Kedua kami ucapkan terima kasih kepada bapak ibu kami yang telah membiayai
selama perkuliahan kami .selanjutnya kepada teman-teman yang telah membantu kami dalam
penyusunan makalah baik tenaga, fikiran, dan motifasi dalam pembuatan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan-kekurangan dalam bentuk
kata-kata maupun dalam penyusunan kalimat. Kritik dan saran dari pebaca kami terima untuk
memperbaiki laporan agar lebih sempurna. Semoga makalah ini dapat menambah wawasan
dan ilmu pengetahuan bagi pembaca.
Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamuaalaikum Wr,WB,

Cikarang, 29-10 2014


Penulis

Kelompok 5 (Lima)
i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI..

ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang.

iii

1.2 Batas masalah.

iii

1.3 Rumusan masalah..

iv

1.4 Tujuan.

iv

1.5 Manfaat

iv

1.6 Metode penyusunan

iv

BAB 2 PEMBAHASAN
2.1 Kajian Teoritis .

2.2.1 Pengenalan Motor Sinkron

2.2.2

Alternator

tanpa

beban ............................................................

. 2
2.2.3 Alternator Berbeban .. ..

2.2.4 Rangkaian Ekuivalen Generator Sinkron . ...

2.2.5 Konstruksi Motor sinkron............................................

2.2.6 Karakteristik Motor Sinkron................................................................

2.2.7 Prinsip Kerja Motor Sikron.

2.2.8 Keuntungan Dari Motor Sinkron

BAB III PENUTUP


1. Kesimpulan..

10

2. Saran

10

DAFTAR PUSTAKA.

ii

11

BAB 1
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang Masalah


Motor arus bolak-balik ( motor AC ) adalah suatu mesin yang berfungsi untuk
mengubah energi listrik arus bolak-balik menjadi energi gerak atau mekanik berupa putaran
rotor. Salah satu jenis motor arus bolak-balik adalah motor sinkron/serempak tiga fasa. Dan
dikatakan motor sinkron karena putaran medan stator ( medan putar ) dan putaran rotor
serempak/sinkron.
Motor sinkron pada pengoperasiannya tidak dapat melakukan start awal

( self

starting ), oleh karena itu motor sinkron tiga fasa membutuhkan penggerakan awal ( prime
over ) untuk memutar medan pada stator sampai pada kecepatan putar medan putar stator.
Pada motor sinkron, perubahan beban tidak mempengaruhi kecepatan putar motor ketika
motor masih bekerja maka rotor akan selalu terikat atau kopel secara magnetis dengan medan
putar dan dipaksa untuk berputar dengan kecepatan sinkronnya. Karena dengan demikian,
motor sinkron biasanya digunakan pada sistem operasi yang membutuhkan kecepatan
konstan dengan beban beruba-ubah. Contohnya Rolling Mills, mesin penghacur ( Crusher ),
pulp Grinders, Reciprocating pump dan lain-lain.
Dengan demikian kita perlu mempelajari konsep dari motor sinkron, dimana motor
sinkron ini dapat menjadi suatu pilihan yang tepat untuk sistem operasi yang membutuhkan
kecepatan yang konstan dengan beban yang berubah-ubah.
1.2 Batas Masalah
Makalah ini penulis batasi, adapun batasan masalahnya adalah :
1)

Pengenalan motor Sinkron.

2)

Kontruksi pada motor sinkron.

2)

Prinsip kerja pada motor Sinkron.

3)

Keuntungan dari motor sinkron.


iii

1.3 Rumusan Masalah


Makalah ini penulis batasi, adapun batasan rumusan masalahnya adalah :
1)

Bagaimana pengertian motor sinkron ?

2)

Bagaimana kontruksi motor sinkron?

3)

Bagaimana prinsip kerja motor sinkron ?

4)

Bagaimana keuntungan dari motor sinkron?

1.4 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuat makalah ini adalah :
1)

Menjelaskan pengertian motor sinkron.

2)

Menjelaskan kontruksi pada motor sinkron.

3)

Memberikan gambaran tentang prinsip kerja dari motor sinkron.

4)

Mengetahui keuntungan dari pemakaian motor sinkron.

1.5 Manfaat
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis
maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep
tentang motor sinkron . Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1)

Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khusunya

tentang konsep motor sinkron .


2)

Pembaca, sebagai media informasi tentang konsep Motor Sinkron baik secara teoritis

maupun secara praktis.


1.6 Metode penyusunan.
Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang
disunakan adalah deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan
yang dibahas secara jelas dan konprehensif. Data teoretis dalam makalah ini dikumpulkan
dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan
membaca berbagai literatur yang relevan dengan tema makalah. Data tersebut diolah dengan
teknik analisis isi melalui kegiatan mengeksposisikan data serta mengaplikasikan data
tersebut dalam konteks tema makalah.

iv

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Kajian Teoritis
Motor sinkron adalah suatu motor AC tiga-fasa yang kecepatannya sinkron dengan

ketentuan Kecepatan rotor harus kurang atau terlambat dari perputaran fluks stator supaya
arus diinduksikan ke rotor sehigga menghasilkan kecepatan putaran yang sinkron dan tanpa
slip.
Yon Rijono ( 1997 : 275 ) menyatakan motor sinkron adalah saling berinteraksinya kedua
flux magnit yang mengakibatkan rotor berputar dengan kecepatan putar rotor sinkron dengan
kecepatan stator.
Inu Hardi Kusumah ( 2008 : 163 ) menyatakan motor sinkron adalah motor yang
dipergunakan untuk memutar atau menggerakan mesin-mesin produksi di pabrik atau industri
yang menghendaki putaran tetap.
Berdasarkan beberapa pengertian diatas disimpulkan bahwa motor sinkron adalah motor AC
tiga-fasa yang dijalankan pada kecepatan sinkron,tanpa slip. Yang secara umum penggunaan
motor sinkron difungsikan sebagai generator dan industri yang membutuhkan ketelitian
putaran dan putaran konstan.
2.2

Pembahasan

2.2.1 Pengenalan Motor Sinkron


Motor sinkron adalah motor AC tiga-fasa yang dijalankan pada kecepatan
sinkron,tanpa slip. Motor sinkron merupakan motor arus bolak-balik (AC) yang
penggunaanya tidak seluas motor sinkron. Secara umum penggunaan motor sinkron
difungsikan sebagi generator, akan tetapi motor sinkron tetap digunakan oleh industri yang
membutuhkan ketelitian putaran dan putaran konstan.
Sebuah motor sinkron selalu beroperasi pada kecepatan konstan, pada kondisi tidak
berbeban. Tetapi apabila motor diberi beban, maka motor akan selalu akan berusaha untuk
1

tetap pada putaran konstan. Dan motor akan melepaskan kondisi sinkronnya apabila beban
yang ditanggung terlalu besar ( Torsi pull-out ).
Motor sinkron memiliki kekurangan didalam melakukan start dengan sendirinya. Karena
tidak memiliki torsi start awal, oleh karena itu motor itu motor sinkron memerlukan beberapa
alat bantu untuk membantu didalam start awal sehingga masuk didalam kondisi sinkron.
Pada sebuah induksi motor, motor harus memiliki slip. Kecepatan rotor harus kurang
atau terlambat dari perputaran fluks stator supaya arus diinduksikan ke rotor. Jika induksi
rotor motor tersebut itu bertujuan untuk mencapai kecepatan sinkron, maka tidak ada garis
gaya yang memotong melalui rotor, sehigga tidak ada arus yang akan diinduksikan ke rotor
dan tidak ada torsi yang akan dikembangkan.
motor sinkron memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Sebuah satator tiga fasa sama dengan motor induksi. Stator yang memilki
tegangan menengah sering digunakan.
b. Sebuah rotor yang bersinggungan ( bidang yang berputar ) yang memiliki
jumlah kutub yang sma sebagai statornya dan dipasok oleh sumber eksternal
arus DC. Tipe brush dan brushless exciters digunakan untuk memasok medan
arus DC ke rotor. Arus pada rotor membentuk suatu hubungan kutub magnetik
utara-selatan pada kutub-kutub rotor, yang memungkinkan rotor untuk
mengunci dengan fluks stator yang berputar.
c. Dimulai sebagi sebuah motor induksi. Rotor motor sinkron juga mempunyai
sebuah squirrel-cage winding yang dikenal sebagai Amortisseur winding, yaitu
berfungsi menghasilkan torsi untuk menyalakan motor.
d. Synchronous motor akan dijalankan pada kecepatan sinkron sesuai dengan
rumus:
Synchronous RPM = 120 x Frekuensi
Banyak Kutub
Contoh: kecepatan dari suatu synchronous motor yang memiliki 24 kutub
dan bekerja pada frekuensi 60Hz adalah:

120 x 60 / 24 = 7200 / 24 = 300 RPM


2.2.2 Alternator tanpa beban
Dengan memutar alternator pada kecepatan sinkron dan rotor diberi arus medan (IF),
maka tegangan (Ea ) akan terinduksi pada kumparan jangkar stator. Bentuk hubungannya
diperlihatkan pada persamaan berikut.
Ea = c.n. (1.2)
yang mana:
c = konstanta mesin
2

n = putaran sinkron
= fluks yang dihasilkan oleh IF
Dalam keadaan tanpa beban arus jangkar tidak mengalir pada stator, karenanya tidak
terdapat pengaruh reaksi jangkar. Fluks hanya dihasilkan oleh arus medan (IF).
2.2.3 Alternator Berbeban
Dalam keadaan berbeban arus jangkar akan mengalir dan mengakibatkan terjadinya
reaksi jangkar. Reaksi jangkar besifat reaktif karena itu dinyatakan sebagai reaktansi, dan disebut
reaktansi magnetisasi (Xm ). Reaktansi pemagnet (Xm ) ini bersama-sama dengan reaktansi fluks
bocor (Xa ) dikenal sebagai reaktansi sinkron (Xs) . Persamaan tegangan pada generator adalah:
Ea = V + I.Ra + j I.Xs (1.3)
Xs = Xm + Xa (1.4)
yang mana:
Ea = tegangan induksi pada jangkar
V = tegangan terminal output
Ra = resistansi jangkar
Xs = reaktansi sinkron
2.2.4 Rangkaian Ekuivalen Generator Sinkron
Tegangan induksi Ea dibangkitkan pada fasa generator sinkron. Tegangan ini biasanya
tidak sama dengan tegangan yang muncul pada terminal generator. Tegangan induksi sama
dengan tegangan output terminal hanya ketika tidak ada arus jangkar yang mengalir pada mesin.
Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan antara tegangan induksi dengan tegangan terminal
adalah:
1. Distorsi medan magnet pada celah udara oleh mengalirnya arus pada stator, disebut reaksi
jangkar.
2. Induktansi sendiri kumparan jangkar.
3. Resistansi kumparan jangkar.
4. Efek permukaan rotor kutub sepatu.

2.2.5 Konstruksi Motor sinkron


Motor sinkron adalah motor AC yang memiliki kecepatan konstan, namun kecepatan
dapat diatur karena kecepatannya berbanding lurus dengan frekuensi. Motor sinkron secara
khusus sangat baik digunakan untuk kecepatan rendah. Kelebihan dari motor sinkron ini
antara lain, dapat dioperasikan pada faktor daya lagging maupun leading, tidak ada slip yang
dapat mengakibatkan adanya rugi-rugi daya sehingga motor ini memiliki efisiensi tinggi.
Sedangkan kelemahan dari motor sinkron adalah tidak mempunyai torka mula,
sehingga untuk starting diperlukan cara-cara tertentu. Bila metode starting telah dapat
dikembangkan kemudian hari, maka motor ini akan lebih unggul dibandingkan motor listrik
yang lain.
Motor sinkron juga memilki dua bagian penting yaitu bagian stator yang merupakan
bagian komponen diam, dan bagian yang berfungsi sebagi komponen berputar , stator terdiri
dari inti besi dari bahan ferromagnet yang dibeliti dengan lilitan 3 fasa, lilitan 3 fasa ini sama
dengan lilitan 3 fasa pada rotor induksi.

Gambar Rotor (a) Salient (b) Non-Salient/Cylindrical Structures


Rotor pada motor ada dua tipe yaitu salient pole ( menonjol ) dan salient pole ( tidak
menonjol ) dan terdiri dari dua kutub yang menonjol yang juga di beliti dengan lilitan untuk
eksitasi Dc dari luar. Kumparan dari lilitan excitasi ini dihubungkan dengan sumber eksitasi
Dc dari luar.
Motor sinkron selalu memerlukan arus eksitasi agar selalu dapat berjalan dengan
sinkron, arus eksitasi dapat digolongkan menjadi 3 jenis diantaranya :

Eksitasi Dynamic, merupakan jenis eksitasi yang konvensional, dimana arus eksitasi

diperoleh dari sebuah generator DC yang dihubungkan ke rotor motor sinkron. Jenis eksitasi
ini memiliki kekurangan, yaitu bahwa generator DC merupakan beban tambahan bagi motor.
Kemudian sikat arang sebagai penghubung eksitasi menekan slip ring yang menimbulkan
rugi-rugi.

Gambar 2.3 Eksitasi Dynamic


4

Eksitasi Statis, merupakan perkembangan dari eksitasi dinamis. Dimana alat ini

menggunakan penyearah elektronik ( Rectifier ), penyearah ini memerlukan sumber


tengangan input AC yang diambil dari sumber tegangan jala-jala. Karena exciter yang
digunakan tidak berputar seperti pada gambar eksitasi konvensional maka eksitasi dapat
dikatakan statis.

Gambar 2.4 Eksitasi Statis

Eksitasi Brusless, pada prinsipnya brusless ini menggunakan generator AC kecil

sebagai ekciter. Pertama, arus DC diberikan pada stator, kemudian rotor pada exciter akan
menghasilkan arus AC yang kemudian diserahkan oleh rectifier yang juga ikut berputar pada
poros rotor motor sinkron.
Motor sinkron yang modern umumnya tidak menggunakan sikat untuk eksitasi luar
tetapi eksitasi diambil dari sebuah penyearah yang ikut berputar dan sebuah generator AC
yang kecil dihubungkan langsung pada poros dari motor sinkron tersebut. Prinsip ini sama
dengan yang digunakan pada generator modern yang menggunakan sistem eksitasi sendiri
( Brusless excitation ).
Rotor dan stator pada motor sinkron selalu mempunyai jumlah kutub yang sama dan
seperti
pada motor induksi maka jumlah dari kutub ini menentukan kecepatan dari motor sinkron
yang hubungannya dapat dirumuskan dengan :
Dimana :

Ns = Kecepatan Motor ( r/min)


F = frekuensi sumber
P = jumlah kutub
2.2.6 Karakteristik Motor Sinkron
Terdapat beberapa sifat penting dari motor sinkron diantaranya adalah :
1. Motor sinkron dapat bekerja pada power factor yang berbeda-beda baik power factor
terlambat ( lagging ) atau power factor mendahului ( leading ) bila arus eksitasi
dirubah.
2. Motor sinkron tidak dapat start dengan sendirinya. Untuk start motor sinkron ini
memerlukan bantuan peralatan tambahan yang dapat membantu berputar hingga
mencapai kecepatan sinkron atau mendekati kecepatan sinkron hingga motor dapat
bekerja normal.
Rotasi dari Synchronous motor dibentuk oleh rangkaian fase dari tiga fasa AC yang
diterapkan ke stator motor. Seperti dengan tiga fase motor induksi, rotasi synchronous
motor dapat berubah dengan membalik tiap dua stator penunjuk. Polaritas rotor tidak
berpengaruh pada rotasi.
Synchronous motor seringkali langsung digabungkan ke beban dan dapat berbagi
sebuah poros bersama dan bantalan dengan beban.
Synchronous motor yang besar biasanya dimulai sebagai across the line. Kadangkadang,
metode mengurangi tegangan, seperti autotransformer atau bagian yang
berliku dapat digunakan.
Kutub yang ditampilkan di bagian kanan adalah tipe rotor brush yang menggunakan
cincin slip untuk aplikasi arus medan DC.
Tegangan rendah DC digunakan untuk memutar bidang. Tipe tegangan yang tipikal
digunakan adalah 120 VDC dan 250 VDC.
Polaritas cincin slip tidaklah kritikal dan harus secara berkala dibalik untuk
menyamakan pada pemakaian cincin slip. Cincin polaritas negatif akan memperlama
pemakaian dibandingkan cincin positif karena faktor elektrolisis.
Cincin slip biasanya terbuat dari baja untuk umur pemakaian yang lama.
2.2.7

Prinsip Kerja Motor Sikron


Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan

stator yang menghsilkan medan putar. Tidak seperti motor induksi, motor sinkron dieksitasi
oleh sebuah sumber tegangan DC di luar mesin dan karenanya membutuhkan slip ring dan
sikat ( brush ) untuk memberikan arus kepada rotor. Pada motor sinkron, rotor terkunci
dengan medan putar dan berputar dengan kecepatan sinkron.
Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya
dengan medan putar, maka tidak ada torque yang dihasilkan, dan motor sinkron bukanlah
6
self-starting motor karena torque hanya akan muncul ketika motor bekerja pada
kecepatan

sinkron; karenanya motor memerlukan peralatan untuk membawanya kepada


kecepatan sinkron.
Motor sinkron menggunakan rotor belitan . jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan
pada slot rotor. Slip ring untuk mensuplai arus kepada rotor.

Penyalaan Motor Sinkron


Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor DC pada satu sumbu.

Ketika motor mencapai kecepatan sinkron, arus AC diberikan kepada belitan stator. Motor
DC saat ini berfungsi sebagi generator DC dan memeberikan eksitasi medan DC kepada
rotor. Beban sekarang boleh diberikan kepada motor sinkron. Motor sinkron sering kalai
dinyalakan dengan menggunakan belitan sangkar tupai ( squirrel-cage ) yang dipasang
dihadapan kutub rotor/ Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga
mencapai -95% kecepatan sinkron, saat mana arus searah diberikan, dan motor mencapai
sinkronisasi. Torque yang diperlukan untuk menarik motor higga mencapai sinkronisasi pullin torque.
Seperti diketahui, rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan arus terus
beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. Selama kondisi tanpa beban
( non-load ), garis tengah kutub medan putar dan kutub medan DC dalam satu garis (gambar
dibawah bagian a). Seiring dengan pembebanan,ada pergeseran kutub rotor ke belakang.
Relative terhadap kutub stator. Tidak ada perubahan kecepatan sudut antara kutub rotor dan
stator disebut sudut torque .

Prinsip kerja dari motor sinkron sebagai berikut :

Amortisseur pada rotor menghasilkan memulai torsi dan mempercepat torsi untuk
motor sinkron.

Ketika kecepatan motor motor mencapai sekitar 97% dari papan RPM, medan DC
diterapkan ke rotor untuk menghasilkan torsi tarikan dan rotor akan menarik langkah dan
mensinkronisasi dengan medan fluks yang berputar didlam stator. Motor akan dijalankan
pada kecepatan sibkron dan menghasilkan torsi yang sinkron atau synchronous Torque.

Setelah sinkronisasi,dorongan torsi tidak dapat ditingkatan lagi atau motor akan
menjadi diluar kendali. Kadang-kadang, jika kelebihan bebabn sesaat,motor akan slip dan
sinkronisasi ulang. Pelindungan saat dorongan harus disediakan, jika tidak motor akan
berjalan sebagai sebuah motor induksi arus tinggi dan memungkinkan kerusakan motor yang
parah.

8
2.2.8

Keuntungan Dari Motor Sinkron


Biaya awal dari sebuah motor sinkron lebih besar dibandingkan motor induksi AC

biasa, kerena ada biaya untuk kerusakan rotor dan sinkronisasi sirkuit. Biaya ini biasanya
karena fakto-faktor berikut:

Pengaturan ketepatan kecepatan membuat motor sinkron sebagi pilihan ideal untuk

proses industri tertentu dan sebagai pennggerak utama generator.

Motor sinkron memiliki kecepatan atau karakterisik torsi yang cocok untuk
penggerak langsung dari mesin bertenaga kuda yang besar, beban RPM rendah seperti
kompresor maju-mundur.

Motor sinkron beroperasi pada faktor daya yang ditingkatkan, dengan demikian dapat
meningkatkan faktor daya sistem secara keseluruhan dan menghilangkan atau mengurangi
utilitas faktor daya. Peningkatan faktor daya juga menggurangi dropnya tegangan sistem dan
dropnya tegangan pada terminal motor.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian bab sebelumnya penulis dapat mengemukakan simpulan sebagai
berikut.
1.

Motor sinkron adalah motor AC tiga-fasa yang dijalankan pada kecapatan sinkron, tanpa

slip.
2. Motor sinkron ini memerlukan arus DC untuk pembangkitan daya dan memiliki torsi awal
yang rendah.
3. Motor sinkron mampu memperbaiki faktor daya sistem sehingga sering digunakan pada
sistem yang menggunakan banyak listrik.
3.2 Saran
Sejalan dengan simpulan diatas, penulis merumuskan saran sebagai berikut.
1.

Penulis mengharapkan pembaca untuk bisa membuat sebuah penelitian tentang motor

2.

sinkron.
Perlu ada penelitian tentang analisis karakteristik torsi-putaran pada motor sinkron tiga fasa
yang diperlukan untuk menunjukan bahwa motor sinkron tiga fasa adalah pilihan yang tepat
untuk sistem operasi yang membutuhkan kecepatan yang konstan dengan beban yang
berubah-ubah.

10

DAFTAR PUSTAKA
Rijono, Y ( 1997 ). Dasar Teknik Tenaga listrik. Yogyakarta : Andi.
Kusumah,I.H.( 2008 ). Diktat ( Bahan Ajar ) Teknik Listrik dan Elektronika.
Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Hasibuan, Rusli. Menanam Jengkol di Bukit Kapur.

11