Anda di halaman 1dari 2

RESULT

Demografi dan temuan klinis dari kelompok pasien dan kelompok kontrol dapat dilihat pada
tabel 1. Dua kelompok tersebut ditentukan berdasarkan umur, jenis kelamin, dan IQ
premorbid.
Structural imaging
Semua kelompok pasien dan kelompok kontrol diikutsertakan dalam analisis ini.
Kelompok pasien memiliki tekanan intrakranial rata-rata yang rendah dan seluruh volume
substansia grasia, tetapi perbedaan yang ada tidak bermakna secara signifikan secara statistik
(volume intrakranial 1.076.590 1.084.373 mm3, penurunan 0,7% (t = 0,27; p = 0,8); volume
substansi grasia (560.063 568.926 mm3, penurunan 1,6% (t = 0,68; p = 0,5)).
Analisis dari pencitraan yang belum termodulasi menunjukkan adanya penurunan dari
substansi grasia korteks dari lobus frontal medial atau korteks singularis anterior, dan insula
bilateral atau gyrus temporalis medial. Terdapat juga penurunan pada kelompok kecil dengan
distribusi yang jarang (tabel 2 dan gambar 2).
Analisis dari pencitraan termodulasi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan
antara pasien dengan kelompok kontrol. Sesuai dengan yang dibahas di metode, hal ini bisa
menjadi konsekuensi dari suatu fakta bahwa pengambilan gambar secara non-linear dapat
menggambarkan secara kasar variasi makroskopik otak seperti abnormalitas bentuk otak,
tetapi tidak lebih terinci seperti perbedaan mesoscopic seperti penebalan korteks. Untuk
menguji hipotesa ini peneliti mengaplikasikan surface-based morphometry dari data stuktur
dasar ROIs dimana tidak adanya perbedaan modulasi antara pasien dengan studi kontrol. Ini
sudah dilakukan dengan menggunakan free surfer software packages. Yang menghasilkan
pengukuran dari ketebalan, area, mean curvature , volume di dalam pemilihan ROIs. Bagian
Temporal VBM sudah mendekati dengan pembagian rata rata Bagian Medial Temporal,
Superior Temproal dan Supra marginal ROIs, dan frontal VBM didapatkan dari rata rata nilai
Mediofrontal, Rostral Antreior cingluate dan Superior Frontal Rios. Telah ditemukan
penurunan ketebalan kortikal dari semua perbandingan ditemukan dengan hasil yang sangat
signifikan (penurunan bagian kanan temporal 3.9% , p= 0.002 ; penurunan bagian kiri
4.3% ,p <0.001; penurunan bagian mediofrontal 3.5% , p=0.003) tetapi tidak didapatkan
penurunan di bagian kiri mediofrontal (penurunan 1.4%, p=0.4). Tidak ada perubahan yang
terlihat pada bagian kortikal lain kecuali peningkatan mean curvature di bagian temporal
kanan (meningkat 3.0% , p= 0.01). Baik penelitian dalam unmodulated dan modulated VBM
tidak memiliki perubahan ketika dianalisa ulang.
Cognitive task fMRI
Empat orang dari kelompok pasien dan enam dari kelompok kontrol dikeluarkan dari
analisa, hal ini dikarenakan pergerakan kepala berlebih. Delapan belas pasien tersisa dan 38
orang dari kelompok kontrol dilanjutkan untuk pengelompokan usia (47,2 ( s.d. = 11.6) v.
45.5 (s.d. 12.0) t: 0.50 p: 0.62), gender ( 44,4% v 47.4% laki laki X 2 : 0.00, p: 1.00 ) dan IQ
premorbid (95.8 (s.d. 11.3) v 99.3 (s.d. 11.2) t: 1.08: p: 0.29 ). Tidak ada perbandingan yang
signifikan antara kelompok pasien dan kontrol yang terdeteksi pada stimulus correlated
motion (p : 0.12). dimana pada kedua kelompok terdapat perbedaan yang sangat kecil dan
bahkan tidak terlihat pada keduanya. Hasil dari pasien menunjukan angka yang cukup buruk

dari kontrolnya baik pada 1-back (d 1 : 3.40 (s.d. : 0.97) v 4.30 (s.d. 0.84) t: 3.28 : p : 0.003);
2-back (d 1 : 2.26 (s.d. : 1.07) v 2.29 (s.d. 1.09) t: 2.35 : p : 0.02) macam macam versi dari
tugas.
1-back lawan base line kontras tidak membuktikan adanya perbedaan yang signifikan
didalam aktifasi dan deaktifasi dari kedua grup. Bagaimanapun pada 2 back vs baseline
kontras, pasien menunjukan kegagalan yang signifikan dari deaktifasi bagian mediofrontal
atau anterior cinguated. Hasil rata rata ekstaksi menunjukan bahwa ini adalah bagian
deaktifasi kedua grup. Arti BOLD Response adalah 23.6 (s.d. 19.3) pada kelompok kontrol
dan -7.2 (s.d. : 15.4) pada kelompok pasien.
Tidak ada kolerasi antara derajat dari deaktifasi mediofrontal dan performa (d 1), disisi
lain pada kombinasi sampel dari pasien dan kontrol (r; -0.08 p: 0.56) atau ketika masing
masing grup di perhitungkan secara terpisah ( kontrol : r : 0.03 , p : 0.87 ; pasien : r : 0.09 ; P:
071).
Tidak ditemukan perubahan ketika dilakukan pengulangan analisa setelah
mengeluarkan satu pasien yang terkait atau penambahan dari salah satu hasil ko variate.
Resting-state connectivity
Empat orang dari kelompok pasien dan empat orang dari kelompok kontrol harus
dikeluarkan dari analisa ini dikarenakan karena masalh teknis selama akuisi berlangsung.
Terutama pada pergerakan kepala dan sisanya 18 pasien dan 40 kontrol dilanjutkan untuk
pengelompokan usia (4.65 (s.d.: 11.3) v 45.3 (s.d. 1.2) ; t : 0.37 ; P: 0.71 ), gender (44% v
50% laki laki, X2 :0.016 , p : 0.91), dan IQ premorbid (96.1 (s.d. 11.2) v 88.5 (s.d. 10.9); t :
1.08 ; p : 0.28 ).
Dibandingkan dengan kelompok kontrol, pasien dengan gangguan delusional
menunjukan adanya penurunan yang konektivitas saat istirahat pada bilateral insula.
Pengulangan analisa setelah dikeluarkan satu dari pasien terkait dan tidak berefek apapun
dalam penelitian ini.