Anda di halaman 1dari 6

DISASTER PLAN

Disusun oleh : RICKY JULIANTO


NIM

: 030.10.236

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
10 AGUSTUS 2015 17 OKTOBER 2015

1. Skenario Kasus
Ratusan Rumah Rusak, Bogor Tetapkan Status Bencana Puting Beliung
By Bima Firmansyah on 26 Okt 2014 at 23:29 WIB

Liputan6.com, Bogor - Hujan disertai angin kencang menghantam kawasan Bogor Sabtu 25
Oktober petang kemarin. Sejauh ini, tak ada korban jiwa, namun sebanyak 5 orang dilaporkan
luka-luka. Ratusan rumah pun rusak. Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor menetapkan status
bencana puting beliung di Kecamatan Ciomas. Selanjutnya Pemda segera memberikan bantuan
guna rehab bangunan pasca bencana. Wakil Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, berdasarkan
hasil pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sekitar
254 rumah di 5 wilayah rusak akibat bencana puting beliung. "Kami masih tengah mendata
jumlah riil bangunan yang rusak akibat bencana puting beliung. Data sementara, ada 254 rumah
di 5 wilayah yang rusak," ungkapnya. Dari jumlah 254 tersebut, sebanyak 154 rumah dalam
ketegori rusak ringan, 69 rumah rusak sedang dan 31 rumah rusak berat. Rumah tersebut dihuni
oleh 273 keluarga, 524 jiwa di empat desa (Sukamakmur, Ciomas Rahayu, Pegelaran, Laladon)
dan satu kelurahan (Padasuka). "Untuk jumlah korban luka ada dua orang yang masih dalam
perawatan dan untuk biaya perawatan ditanggung Pemda," papar Nurhayanti.

2. Letak Geografis

= Lokasi Puskesmas
Sindang Barang

Gambar 1. Peta Bogor Barat

= Lokasi Puskesmas
Sindang Barang

Gambar 2. Peta Bencana Bogor Barat


Secara geografis Kota Bogor terletak di antara 106 48 BT dan 6 26 LS, kedudukan
geografis Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya sangat dekat
dengan Ibukota Negara, merupakan potensi yang strategis bagi perkembangan dan pertumbuhan
ekonomi dan jasa, pusat kegiatan nasional untuk industri, perdagangan, transportasi, komunikasi,
dan pariwisata.

Kota Bogor mempunyai rata-rata ketinggian minimum 190 m dan maksimum 330 m dari
permukaan laut. Kondisi iklim di Kota Bogor suhu rata-rata tiap bulan 26 C dengan suhu
terendah 21,8 C dengan suhu tertinggi 30,4 C. Kelembaban udara 70 %, Curah hujan rata-rata
setiap tahun sekitar 3.500 4000 mm dengan curah hujan terbesar pada bulan Desember dan
Januari.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Bogor 23 kecamatan dari 40 kecamatan rentan terhadap banjir, puting beliung dan longsor.
Akibat banyaknya tanah yang berubah fungsi untuk dijadikan lahan usaha, menyebabkan
penebangan pohon-pohon yang sudah tua usianya dan berkurangnya penghijauan. Akibat adanya
fenomena udara panas seperti yang biasa terjadi pada akhir-akhir ini, distribusi panas menjadi
tidak merata akibat perubahan cuaca mendadak yang akan mengganggu sistem pola tekanan
udara di atmosfir. Kondisi ini dapat memicu peluang terjadinya hujan deras yang diikuti angin
puting beliung, akibat adanya massa udara yang cukup besar yang turun dari awan
cumulusnimbus (down draft) saat hujan turun.
Pada kasus ini, Puskesmas Sindang Barang Kecamatan Bogor Barat yang diambil sebagai
lokasi untuk dilakukan pencegahan terhadap bencana angin puting beliung.
3. Kerentanan
a. Fisik
b. Sosial & Ekonomi
c. Pendidikan
d. Teknologi
e. Penyakit
f. Pemerintah

: Lokasi yang rentan, bangunan, infrastruktur, banyaknya jumlah


lansia dan ibu hamil, serta balita.
: Tingkat pengetahuan masyarakat yang masih tergolong rendah.
: Tingkat pendidikan masyarakat pada umumnya masuk dalam
golongan menengah (SMP-SMA sederajat).
: Teknologi yang masih terbatas untuk pemantauan dini bahaya.
: Trauma / luka akibat benda tumpul maupun tajam.
: Tersedia BPBD Kabupaten Bogor

4. Kapasitas
Kapasitas yang dimiliki oleh institusi dan masyarakat yang tinggal di daerah Kecamatan
Bogor Barat dalam menghadapi ancaman bencana puting beliung antara lain :
a. Masyarakat sudah diberikan sosialisasi mengenai ancaman dan akibat yang mungkin

ditimbulkan dari bencana puting beliung.


b. Tenaga kesehatan, institusi pemerintah, dan tokoh masyarakat sudah diberikan

pengetahuan untuk menghadapi bencana puting beliung.


c. Daerah tempat pengungsian bagi para penduduk dan korban yang dievakuasi telah

disediakan.
d. Fasilitas kesehatan untuk merujuk pasien yang butuh penanganan segera.

e. Kerja sama dengan pemerintah dan badan kesehatan di beberapa daerah sekitar Bogor

Barat dalam menghadapi bencana puting beliung.


5. Strategi Penanggulangan Bencana
Panduan untuk mengurangi risiko bencana angin puting beliung,
a. Bila peringatan akan datang angin topan/puting beliung, siapkan persediaan makanan
untuk keperluan minimal tiga hari dan barang yang diperlukan (lilin, lampu, senter, dan
baterainya).
b. Menutup jendela dengan papan untuk menahan angin sehingga bangunan dapat bertahan.
c. Mendengarkan radio untuk memantau kondisi darurat dari Badan Meteorologi dan
Geofisika (BMG).
d. Saat angin topan menerjang, tetaplah berada dalam rumah, kecuali bila dianjurkan untuk
mengungsi. Meski belum ada seruan mengungsi, pastikan diri/keluarga siap mengungsi.
e. Bila dianjurkan untuk tinggal maka :
Kebutuhan makanan dan perlengkapan telah siap.
Berada di ruangan yang paling aman di rumah.
Mematikan sumber api, aliran listrik, dan alat eletktronik.
Memonitor situasi dan kondisi melalui radio/televisi.
f. Saat pusat angin topan lewat, meski keadaan tenang, tetap berada dalam rumah hingga
badai benar-benar reda.
g. Setelah angin topan

berlalu,

usahakan

untuk

tidak

segera

memasuki

rumah/kawasan/daerah tinggal, sampai dinyatakan aman.


h. Untuk memperlancar proses pembenahan kawasan terlanda angin topan, pihak yang tidak
berkepentingan dilarang masuk.
Pencegahan (prevention)
I.
Sebelum datangnya angin,
Mengadakan penghijauan.
Kenali bulan-bulan pancaroba di wilayah tempat tinggal.
Dengar dan simaklah siaran radio atau televisi menyangkut prakiraan terkini

cuaca setempat.
Waspada terhadap perubahan cuaca.
Waspada terhadap tanda-tanda bahaya sebagai berikut :
Udara panas.
Di langit tampak ada pertumbuhan awan cumulus (awan putih
bergerombol berlapis-lapis).
Awan tiba-tiba berubah warna putih menjadi hitam pekat (awan
Cumulonimbus).

Ranting pohon dan daun-daun bergoyang cepat karena tertiup angin yang
terasa sangat dingin.
Jika fenomena ini terjadi, kemungkinan besar hujan disertai angin kencang

II.

akan datang.
Bersiap untuk ke tempat perlindungan (bunker) bila ada angin puting beliung

mendekat.
Saat datangnya angin,
Bila dalam keadaan bahaya segera ke tempat perlindungan (bunker).
Jika berada dalam bangunan seperti rumah, gedung perkantoran, sekolah,
rumah sakit, pabrik, pusat perbelanjaan, gedung pencakar langit, maka yang
harus dilakukan adalah segera menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan
untuk menghadapi keadaan tersebut seperti sebuah ruangan yang dianggap
paling aman, basement, ruangan anti badai, atau di tingkat lantai yang paling
bawah. Bila tidak terdapat basement, segera ke tengah tengah ruangan pada
lantai terbawah, jauhilah sudut sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding
terluar bangunan. Semakin banyak sekat dinding antara tubuh dengan dinding
terluar gedung semakin aman. Berlindung dibawah meja gunakan lengan

untuk melindungi kepala dan leher. Jangan pernah membuka jendela.


Jika berada didalam kendaraan, segeralah hentikan dan tinggalkan kendaraan

serta cari tempat perlindungan yang terdekat.


Jika berada diluar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan, maka yang
harus dilakukan adalah sebagai berikut :
Mengambil posisi tiarap pada tempat yang serendah mungkin, saluran air
terdekat atau sejenisnya sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan
menggunakan lengan.
Jangan berlindung dibawah jembatan, jalan layang, atau sejenisnya. Akan
lebih aman tiarap pada tempat yang datar dan rendah.
Jangan pernah melarikan diri dari angin puting beliung dengan
menggunakan kendaraan bila di daerah yang berpenduduk padat atau yang
bangunannya banyak. Segera tinggalkan kendaraan untuk mencari tempat
perlindungan terdekat.
Hati hati terhadap benda benda yang diterbangkan angin puting beliung.

Hal ini dapat menyebabkan kematian dan cedera serius.


Kesiap-siagaan (preparedness)

Memperkirakan kebutuhan-kebutuhan dalam keadaan darurat misalnya sumber makanan,


obat-obatan, pakaian, tempat mengungsi.
Penanganan darurat
Menyelamatkan jiwa dan melindungi harta serta menangani gangguan kerusakan dan
dampak lain suatu bencana.
Pemulihan (recovery)
Rehabilitasi : Membuat tempat pengungsian sementara selama rumah penduduk

belum aman dari angin puting beliung.


Rekonstruksi : Pembangunan kembali bangunan atau infrastruktur yang rusak

akibat angin puting beliung.


Mitigasi (mitigation)
Penataan lahan kembali.
6. Penanggulangan Kesehatan Bencana di Pukesmas
a. Memastikan puskesmas aman sebagai sentral pelayanan kesehatan pasca bencana.
b. Menentukan tempat yang aman untuk pengungsian, misalnya balai desa, sekolah, dan
masjid.
c. Meminta bantuan dari dokter-dokter yang berpraktek mandiri, bidan, serta mantri untuk
membantu puskesmas.
d. Membuat jalur dan lokasi evakuasi bencana.
e. Mengumpulkan obat-obatan dan alat-alat medis.
f. Meminta bantuan dinas kesehatan setempat atau apotek swasta setempat bila ada obatobatan atau alat penunjang yang kurang.
g. Bekerjasama dengan Tim SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),
mahasiswa kedokteran, tim medis, warga, maupun relawan untuk mengevakuasi korbankorban bencana.
h. Menentukan triase, memilah-milah korban berdasarkan tingkat keparahan atau
kegawatdaruratannya.
i. Membagi ruangan/tempat khusus di puskesmas untuk pasien berdasarkan triase tersebut.
j. Membuat papan informasi di depan puskesmas berisi tentang data korban yang berada di
puskesmas sebagai sumber informasi untuk keluarga/masyarakat.

Anda mungkin juga menyukai