Anda di halaman 1dari 4

Muara Bulian, 27 Juni 2013

Perihal : Replik

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Majelis Hakim
Perkara No.
03/pdt.6/2013/PN.BLN
Di
Muara Bulian

Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama
Umur
Agama
Perkerjaan
Alamat

:
:
:
:
:

SUKARDI ALIAS TUKIMIN BIN SANMULYO


54 Tahun
Islam
Wiraswasta
RT. 09 Sungai Deras Desa Sungai Buluh Kec. Muara Bulian
Kabupaten Batang Hari

Dalam hal ini mengajukan Replik atas Eksepsi dan jawaban serta gugatan balas dari
para tergugat.

DALAM EKSEPSI
Bahwa tidaklah dapat diterima dan ditolak serta dikesampingkan adanya eksepsi
Error in Personal dan Abscuur Libel (kabur dan tidak jelas), oleh karena gugatan
penggugat sudah memenuhi ketentuan hokum yang berlaku sesuai dengan hokum
secara perdata pasal 142 RBG/Pasal 118 HIR, maka menurut hokum gugatan
penggugat sudah benar, telah memenuhi syarat-syarat formil, jelas, terang dan tidak
kabur.

DALAM POKOK PERKARA


1. Bahwa penggugat menolak dengan keras dan tegas apa yang telah diuraikan
dalam jawaban para tergugat.
2. Bahwa apa yang telah diuraikan oleh para tergugat dalam pokok perkara poin 3
adalah keterangan yang tidak benar dan dibuat-buat saja, hanya karena TIDAK
PERNAH MERASA MENJUAL dan sesuai dengan fakta hokum, sudah terjadi
jual beli antara Penggugat dan Tergugat I. Tanggal 13 Mei 1991, sebagai ahli
waris dari orang tuanya TURUR, kerena pada waktu itu pengakuan dari
TErgugat II (Suami Tergugat I), bahwa tanah tersebut sudah menjadi hak milik
Tergugat I sedangkan saudara perempuan KASIO PAIRAH mendapatkan
warisan lainnya dan bukan merupakan objek sengketa.
3. Bahwa tidak benar Tergugat I tidak pernah menanda tangani Surat Jual Beli
seperti apa yang telah disampaikan pada poin 5. Dalam jawaban tergugat-

tergugat, bahwa Tanda Tangan Tergugat I sudah ada ketika Tergugat II


menyerahkan Surat Jual Beli Tanah antara Penggugat dan Tergugat I, Tanggal
13 Mei 1991, bahwa laporan tergugat-tergugat ke Pihak Kepolisian atas
pemalsuan tanda tangan sampai saat ini Penggugat tidak pernah dipanggil apa
lagi diperiksa oleh Pihak Kepolisian.
4. Bahwa penggugat menyangkal atas jawaban para Tergugat pada poin 6, 7 dalam
jawabannya.
Kenyataan yang sebenarnya bahwa Penggugat semenjak membeli tanah dari
Tergugat I, sejak tanggal 13 Mei 1991, sejak saat itu penggugat mendirikan
bangunan rumah semi permanen sampai saat ini masih ditempati oleh
Penggugat, dan pada waktu Penggugat mendirikan bangunan atas tanah tersebut
baik Tergugat I, Tergugat II, maupun dari saudar perempuan dari Tergugat I
yaitu KASIO PAIRAH tidak pernah melarang atau menghentikan dan menegur
Penggugat mendirikan bangunan.
Patut dicurigai bahwa ada niat tidak baik dari para tergugat untuk menguasai
kembali tanah yang pernah dijual Tergugat I kepada Penggugat, padahal rumah
tempat tinggal para tergugat berdekatan dengan objek perkara, dan dapat dilihat
setiap saat atau setiap hari apabila ada kegiatan diatas tanah sengketa tersebut.
Para tergugat ingin menguasai tanah tersebut, karena pada saat ini harga tanah
tersebut cukup tinggi/mahal karena sesuai kemajuan pembangunan, sehingga
para tergugat bermimpi untuk mendapatkan uang yang banyak.
Karena niat tidak baik dari para Tergugat untuk menguasai kembali tanah
tersebut, sesuai dengan AZAZ HUKUM PERDATA, apabila salah satu pihak
sudah berniat tidak baik maka wajib untuk dikalahkan.
5. Bahwa terhadap pembuatan batu bata yang tanahnya diambil dan diolah diatas
tanah penggugat, maka tidak ada kerugian material para tergugat, bahwa tanah
yang menjadi sengketa sekarang adalah sebagian tanah yang dijual oleh
Tergugat I, kepada Tergugat dimana Tergugat I dan Tergugat II mengklaim tanah
dengan cara memagar dan memasang patok tanpa sepengetahuan Pihak
Penggugat sebagaimana dalam gugatan Penggugat, yaitu Panjang + 130 Meter,
Lebar + 25 Meter, Luas + 3.250 M2, artinya para Tergugat secara tidak
langsung sudah mengakui bahwa tanah warisannya telah dijual keapda Pihak
Penggugat, hanya KESERAKAHAN dan KETAMAKAN para tergugat untuk
menguasai kembali tanah sengketa tersebut.
6. Bahwa ada niat tidak bik/buruk dari Tergugat-Tergugat untuk mengaburkan
gugatan Penggugat, dimana KASIO PAIRAH di ikutkan sebagai ahli waris
TUTUT, pada waktu itu Tergugat I, mengakui dan menerangkan kepada
Penggugat bahwa tanah tersebut sudah menjadi hak waris dari orang tuanya
TUTUR dan tidak pernah menyinggung dan mengatakan saudara perempuan
yang bernama KASIO PAIRAH.

DALAM REKONVENSI
1. Bahwa Penggugat/Tergugat konvensi menolah semua dalil-dalil gugatan
Rekonvensi
2. Bahwa Penggugat/Tergugat konvensi tidak merugikan Penggugat Rekonvensi
baikkerugaian materil maupun moril, alasan-alasan yang disampaikan oleh

Penggugat Rekonversi alasan yang tidak masuk akal, tidak mempunyai fakta
hokum, sehingga harus dikesampingkan dan ditolak.

Dalam Replik yang telah disampaikan mohon kepada majelis Hakim memutuskan:
I.

DALAM EKSEPSI
-

II.

DALAM POKOK PERKARA


-

III.

Menolak Eksepsi Tergugat I dan Tergugat II untuk keseluruhannya.


Memerintahkan Pihak-Pihak melanjutkan pemeriksaan perkaran ini sampai
putusan akhir

Menolak dalil-dalil jawaban Tergugat I dan Tergugat II


Mengabulkan gugatan penggugat sebagaimana permintaan dalam Surat Gugatan
Penggugat Tanggal 14 Mei 2013
Menghukum para tergugat membayar semua biaya perkara.

DALAM REKONVENSI
- Menolak gugat balas penggugat rekonvensi untuk seluruhnya.
- Menghukum penggugat Rekonvensi membayar semua biaya perkara.
Demikian Replik Penggugat/Tergugat Konvensi, atas pertimbangan Majelis Hakim,
saya ucapkan terima kasih.

Hormat Penggugat/Tergugat Konvensi

Sukardi Alias Tukimin Bin Sanmulyo