Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH

SISTEM TRANSPORTASI UMUM KOTA SEOUL


KOREA SELATAN

Oleh:

KELOMPOK 5
Muhammad Ali
Sugiarto
Muh. Syahrir
Ilham Fahmi Simin
Syam Erwin

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2015

Daftar Isi
KATA PENGANTAR....................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................4
1.1 Latar Belakang.................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................5
1.3 Maksud danTujuan Penelitian........................................................6
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................7
2.1 Jaringan Transportasi Umum Seoul Korea Selatan dan Sistem
Operasionalnya................................................................................7
2.2 Tarif dan Sitem Pembayaran........................................................17
2.3 Kelebihan dan kekurangan Sistem Transportasi Umum di
Seoul Korea Selatan......................................................................20
2.4 Perbandingan Sistem Transportasi Umum di Seoul Korea
Selatan dan di Jakarta Indonesia................................................26
BAB III PENUTUP....................................................................................30
3.1 Kesimpulan....................................................................................30
3.2 Saran...............................................................................................30
Daftar Pustaka.........................................................................................31

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat dan RahimNya sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan
salah satu tugas mata kuliah Sistem Transportasi pada Prodi Teknik Sipil
Universitas Muslim Indonesia. Adapun judul makalah ini yaitu
SISTEM TRANSPORTASI UMUM SEOUL KOREA SELATAN

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini sangat jauh dari


kesempurnaan. Oleh karena itu, besar harapan penulis kepada para
pembaca yang budiman untuk mengoreksi kekurangan makalah ini demi
menuju kesempurnaan.
Keberhasilan penulis dalam merampungkan makalah ini, tidak
hanya jerih payah kami sebagai penulis semata-mata tetapi dari itu berkat
dorongan, arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, sepantasnyalah
pada kesempatan ini penulis dengan kerendahan hati menghaturkan
1. Rani Bastari Alkam, ST. MT, selaku dosen mata kuliah Sistem
Transportasi.
2. Rekan-rekan yang telah memberikan masukan untuk makalah ini.
Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat.
Makassar, 21 Desember 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di setiap negara maju, transportasi umum menjadi sesuatu yang
wajib di berikan oleh pemerintah kepada setiap warganya. Karena salah
satu ciri negara maju adalah tersedianya transportasi umum di beberapa
kota besar di suatu negara. Transportasi umum menjadi tumpuan utama
untuk menggerakkan manusia dari satu tempat ke tempat lain dan juga
transportasi umum dapat menggerakkan ekonomi suatu tempat menjadi
berkembang. Contoh kota dengan transportasi umum yang baik adalah
Tokyo (Jepang), London (Inggris), Seoul (Korea Selatan) dan masih
banyak negara di dunia ini yang sedang membangun transportasi umum
secara besar-besaran seperti di cina. Kita akan membahas transportasi
umum di Seoul korea selatan.
Seoul adalah wilayah metropolitan yang terletak di barat laut
Korea

Selatan.

Disebut

sebagai

Sudogwon

(Pengucapan

Korea: [sudokk wn]) dalam bahasa Korea, wilayah ini berisi tiga distrik
administratif yang berbeda; Seoul, Incheon, dan Gyeonggi-do.
Daerah Ibu Kota Nasional Seoul berpopulasi sekitar 25,6 juta jiwa
(per 2012) dan mendapat peringkat sebagai wilayah metropolitan terbesar
kedua di dunia. Daerah ini membentuk pusat budaya, komersial,
keuangan, industri, dan perumahan di Korea Selatan. Kota terbesarnya
adalah Seoul, dengan penduduk sekitar 10.490.000 jiwa, diikuti oleh
Incheon, dengan 2,8 juta jiwa.

Seoul menempati area tanah luas yang relatif datar di sekitar


lembah Sungai Han. Luas wilayah hanya sekitar 605.21 km dengan
sungai han yang membelah kota menjadi dua bagian dengan penduduk
sekitar 10 juta jiwa di tambah dengan jutaan kendaraan mobil dan
kendaraan umum yang selalu melintas di ibu kota. Dengan mobilitas yang
sangat tinggi tidak membuat seoul bebas dari kemacetan (tidak separah
jakarta).
Pemerintah kota sangat memperhatikan soal transportasi umum di
antaranya dengan membangun sistem transportasi yang terintegrasi di
antaranya subway, bus, kereta, taksi dan jalanan ibu kota di buat lebar.
Dari uraian tersebut di atas, penulis tertarik mengangkat sebuah
topik mengenai, Sistem Transportasi Umum Seoul Korea Selatan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana sistem transportasi umum di Seoul Korea Selatan ?
2. Bagaimana perbandingan sistem transportasi umum di Seoul
Korea Selatan dengan Sistem transportasi umum di Jakarta
Indonesia ?

1.3 Maksud danTujuan Penelitian


Adapun maksud dan tujuan yang diinginkan pada makalah
ini antara lain sebagai berikut :
1. Menganalisis sistem transportasi umum di Seoul Korea Selatan.

2. Mengetahui perbandingan sistem transportasi umum di Seoul


Korea Selatan dengan Sistem transportasi umum di Jakarta
Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Jaringan Transportasi Umum Seoul Korea Selatan dan Sistem
Operasionalnya
Transportasi umum yang ada di Seoul di antaranya adalah sistem
transportasi yang terintegrasi di antaranya subway, bus, kereta, taksi dan
jalanan ibu kota di buat lebar.
1. SUBWAY (Kereta Bawah Tanah)
Kereta api bawah tanah di Seoul atau lebih dikenal dengan istilah
Seoul Metropolitan Subway adalah sistem perkeretaapian bawah tanah
yang beroperasi di 5 kota besar di Korea Selatan yaitu Seoul, Busan,
Daegu, Gwangju, dan Daejon. Seoul Metropolitan Subway sudah
beroperasi sejak tahun 1974.
6

Subway di Seoul melayani 18 jalur, dengan 9 jalur utama dan


jalur-jalur tambahan yang tersebar di seluruh kota dengan beberapa
operator seperti Seoul Metro, Seoul Metropolitan Rapid Transit
Corporation, Korail, Incheon Transit Corporation, dan operator swasta
lainnya. Masing-masing operator mengelola rute yang berbeda dan
ditandai dengan warna khusus. Beberapa jalur ada yang saling
berpotongan. Penumpang dapat berpindah jalur di stasiun-stasiun tempat
perpotongan jalur tersebut. Kereta mulai beroperasi pukul 5.30 sampai
23.00 setiap harinya.
Berikut ini adalah contoh gambar Subway :

Berikut ini adalah peta rute Seoul Metropolitan Subway :

2. KTX (Korea Train eXpress)


KTX

adalah

kereta

supercepat

di

Korea

Selatan

yang

dioperasikan oleh Korea Railroad Corporation (Korail). Kereta ini melayani


rute

jarak

jauh,

yaitu

Seoul-Mokpo

dan

Seoul-Busan.

Dengan

kecepatannya yang mencapai 420 km/jam, KTX dapat memotong waktu


perjalanan hingga separuhnya. Perjalanan dari Seoul menuju Busan yang
semula harus ditempuh dalam waktu hampir 5 jam pun kini dapat
ditempuh hanya dalam waktu 2 jam.
Berikut ini adalah rute KTX :

a. Gyeongbu Line: Seoul (Yongsan) => Gwangmyeong =>


Cheonan, Asan => Daejeon => East Daegu => Milyang =>
Gupo => Busan
b. Honam Line: Seoul (Yongsan) => Gwangmyeong => Cheonan,
Asan => West Daejeon => Nonsan -=> Iksan => Gimje =>
Jeongeup => Jangseong => Songjeongli => Naju => Mokpo
=> Gwangju.
Berikut ini adalah contoh gambar KTX :

3. AREX
AREX adalah kereta commuter di Korea Selatan yang khusus
menghubungkan Seoul dengan Bandara Internasional Gimpo dan
Bandara Internasional Incheon. Jalur operasi AREX tergabung dalam jalur
operasi Seoul Metropolitan Subway.
Berikut ini adalah contoh gambar AREX :

4. Bus
Di Seoul, bus termasuk moda transportasi favorit karena beberapa
alasan. Jaringan bus di Seoul sudah sangat baik dan menjangkau daerahdaerah yang tidak terjangkau oleh subway, biayanya cukup murah, jumlah
armada dan haltenya banyak, dan jadwalnya teratur. Tak heran jika bus di
Seoul dianggap sebagai moda transportasi yang paling
Jenis bus dibedakan berdasarkan warna. Jadi warna sama sekali
tidak menentukan rute bus (tidak seperti dalam peta subway). Untuk lebih
jelasnya, berikut ragam jenis bus dan warnanya :
a.
Blue Bus (main line)
Bus warna biru ini berfungsi untuk menghubungkan kota
Seoul dengan area suburban (pinggiran kota), bergerak di jalur-jalur
arteri, dan melayani lebih dari 2 distrik. Nomor bus ini terdiri dari 3
digit yang ditampilkan di sisi kanan atas bagian depan bus.

b.

Green Bus (branch line)


Bus hijau ini menghubungkan aneka stasiun subway dengan
kawasan perumahan, maupun dengan jalur yang dilalui oleh Blue

c.

Bus. Bus ini memiliki nomor yang terdiri dari 4 digit.


Red Bus (wide area line)
Bus merah ini melayani rute antara pusat kota Seoul dengan
daerah suburban. Bedanya dengan Blue Bus, bus ini tipe rapid, yaitu

10

lebih sedikit berhenti di berbagai halte dibanding Blue Bus. Nomor


bus terdiri dari 4 digit.
d.

Yellow Bus (circular line)


Bus kuning ini memiliki rute yang melingkar dan bergerak di
dalam kota. Nomor bus terdiri dari 2 digit.
Berikut ini adalah contoh gambar beberapa bus di Kseoul,
Korea Selatan :

5. Taksi
Taksi di Korea ada berbagai macam, antara lain: standard taxi,
deluxe taxi, dan jumbo taxi. Berikut adalah info taksi sekaligus tarifnya.
.

Standart Taxi
Taksi ini biasanya berwarna silver, atau putih, atau oranye (di
wilayah Seoul, yang baru diperkenalkan pada Mei 2009 sebagai icon
kota Seoul). Taksi ini dibagi dua jenis: taksi yang dimiliki pribadi dan
taksi yang dimiliki perusahaan pengelola jasa taksi.
Perbedaannya

adalah

untuk

memiliki

taksi

sendiri,

atau sopirnya harus mempunyai pengalaman minimal 5 tahun


bekerja sebagai sopir taksi dan bebas kecelakaan (accident-free)
selama menjadi sopir taksi di . Dengan alasan ini, dianggap lebih

11

aman daripada . Untuk , karena dimiliki oleh perusahaan, maka ada


yang menyebut call taxi. Kita bisa memesan taksi dengan menelepon
perusahaan mengelola jasa taksi.
Berikut adalah contoh gambar Standart Taxi :

Deluxe Taxi
Taksi ini berwarna hitam dengan strip kuning. Bedanya
adalah taksi ini menawarkan kenyamanan yang lebih daripada taksi
standar (lebih luas dan lebih adem) dan dianggap paling aman,
karena sopirnya harus mempunya accideng-free experience selama
minimal 10 tahun sebagai sopir standard taxi. Tentu saja tarifnya
lebih mahal dari taksi standar. Untuk wilayah Seoul, Incheon, dan
Gyeonggi tarif awal (untuk tiga kilometer pertama) adalan 5.000
Won; Busan 4.500; Jeollanam-do 4.200; Daegu, Chungcheongbukdo,

Gyeongsangbuk-do

3.800; Chungcheongnam-do

4.000;

Jeollabuk-do

& Gyeongsangnam-do

&

Jeju-do

3.500;

dan

Gwangju 3.200 Won. Tarif akan bertambah 200 Won setiap 150-170

12

meter (dalam keadaan berjalan) atau 30-40 detik (dalam keadaan


berhenti) dan tidak ada biaya tambahan yang dikenakan.
Berikut adalah contoh gambar Deluxe Taxi :

Jumbo Taxi
Taksi jumbo ini mampu memuat delapan penumpang (dua
taksi di atas hanya bisa memuat 4 penumpang, kalau kita
memaksakan 5, maka biasanya sopir g akan ngasih). Tarifnya sama
dengan deluxe taxi. Kalau kita berada dalam jumlah besar, jumbo
taxi dianggap lebih murah daripada memesan dua taksi standar.
Hati-hati jangan sampai salah antara jumbo taxi dengan call
vans, dikarenakan bentuknya yang mirip. Call vans tarifnya tidak
berdasarkan argo (meter) namun berdasarkan jumlah penumpang
dan jumlah barang bawaan, selain itu juga ada proses tawarmenawar dengan sopirnya mengenai tarifnya, dan ini cenderung
lebih mahal daripada taksi jumbo. Call van dengan jelas ada tulisan
VAN, atau CALL VAN, atau , atau di bagian atas

13

mobil. Perbedaannya lagi adalah untuk Jumbo Taxi plat nomornya


dimulai dengan 3 (misal 35 5847), sedang call van dimulai
dengan 8 (misal 84 4567).
Berikut adalah contoh gambar Standart Taxi :

International Taxi
Pada tanggal 1 Mei 2009, Korea meluncurkan taksi
internasional, di mana sopirnya mampu berbahasa Inggris atau
Jepang dan dibekali kemampuan untuk menjadi guide, seperti bisa
menceritakan sejarah korea, memperkenalkan spot-spot khusus
ketika

sedang

dilewati,

dan

lain-sebagainya.

Tarif

taksi

ini

berdasarkan argo atau waktu (misalnya kita bisa menyewa taksi


selama 3 jam dengan biaya 50.000 Won atau sehari dengan 120.000

14

Won). Taksi ini juga ada bermacam-macam, sama seperti di atas,


ada standard international taxi (orange), deluxe international taxi,
dan jumbo international taxi (hitam). Biasanya taksi ini ada di
bandara dan tentu saja tarifnya lebih mahal dari biasanya.
Berikut adalah contoh gambar International Taxi :

2.2 Tarif dan Sitem Pembayaran


Selain memiliki jenis transportasi umum yang canggih dan modern,
di korea selatan juga mempunyai sebuah sistem pembayaran yang
praktis, mudah dan itu semua sudah menjadi satu paket sistem di dalam
transportasi umum di korea selatan. Sistem pembayaran transportasi
umum di korea selatan menggunakan T-MONEY, sebelum kita membahas
penerapan nya maka kita akan bahas sedikit tentang T - MONEY.
T-MONEY adalah transit card yang bisa digunakan untuk
membayar biaya perjalanan menggunakan bus, subway, maupun taksi di

15

Korea Selatan. T pada T-money berarti travel, touch, traffic, and


technology. Sistem pembayaran dengan saldo yang akan berkurang
setiap kali digunakan. Saldo dapat diisi ulang jika diinginkan, atau di
refund saat tidak akan digunakan lagi.
T-money terdiri dari 2 jenis yaitu kartu standar dan gantungan
telepon. Untuk kartu standar harganya mulai dari 2500 won. Sedangkan Tmoney berbentuk gantungan telepon harganya antara 5000-8000 won.
Ada bentuk mulai dari gantungan biasa, MP3 player, USB, dan lain-lain. Tmoney dapat di beli di beberapa tempat umum seperti minimarket, bank,
stasiun subway dan banyak tempat yang menyediakan. Sistem T-money
seperti puT-money dapat di beli di beberapa tempat umum seperti
minimarket, bank, stasiun subway dan banyak tempat yang menyediakan.
Sistem t-money seperti pulsa yang di indonesia, T-money akan berkurang
jika di gunakan dan jika habis tinggal di isi lagi.
Banyak keuntungan jika membeli t-money di antaranya diskon
perjalanan dan tidak perlu bingung jika tidak punya uang receh. T-money
sangat cocok bagi mereka yang suka bepergian dengan transportasi
umum.

16

Ada dua cara menggunakan T-Money :


a. Menempelkan Kartu T-Money
Cara menggunakan T-Money dengan cara menempelkan
kartu di tempat yang telah disediakan. Jika di dalam bus maka ada
di samping pintu masuk, jika di subway ada di sebelum masuk area
dalam kereta. Jika sudah di tempel kan maka otomatis saldo akan
berkurang sesuai dengan biaya perjalanan.

b. Bayar langsung dengan uang tunai


Opsi ini cocok untuk perjalanan singkat yang cuma tinggal
beberapa hari di sana atau yang jarang bepergian keluar rumah.
Tidak perlu membeli t-money, dalam opsi ini hanya perlu membayar
lebih mahal sedikit dibanding mereka para pengguna T-money
tetapi selisih hanya sedikit dan repot.

17

Karena

Jika

dengan

bus,

maka

pengguna

harus

mempunyai uang pecahan 1000 won ke bawah (500 atau 100


won), jika membayar dengan uang besar seperti 5000 atau 10000
won maka akan di tolak oleh sopir kecuali kalau dengan orang
banyak.
Jika dengan subway, maka harus membeli karcis di depan
mesin otomatis dengan pecahan yang sama seperti di atas dan
khusus di stasiun subway di sediakan beberapa mesin penukar
uang otomatis 1000 won. Hanya memasukan uang 5000 atau
10000 won maka akan keluar pecahan 1000 sebanyak 5 atau 10
lembar.

Berikut adalah gambar di dalam bus umum, satu tempat


untuk t-money dan kotak besar untuk uang cash :

18

2.3 Kelebihan dan kekurangan Sistem Transportasi Umum di Seoul


Korea Selatan
Seoul memiliki sistem transportasi yang aman, nyaman, dan
teratur.

Orang-orang

berpergian

menggunakan

bus

dan

subway.

Semuanya terintegrasi dengan baik dan menjangkau setiap pelosok kota.


Seoul subway memiliki 9 line, yang di oprasikan oleh beberapa
perusahaan yang berbeda. Setiap harinya melayani Sembilan juta orang
yang pulang-pergi.
Untuk jarak jauh, baik jarak antara kota dan provinsi di layani oleh
korail. Misalnya dari Seoul menuju Busan, kota nomor dua terbesar, orang
dapat menumpang Korail atau bullet train yang di beri nama KTX (Korea
Train Express). Perjalanan yang biasanya memakan waktu 5-6 jam
dipercepat menjadi 3 jam. Hal ini mempermudah dan mempercepat
transportasi antara dua kota besar itu atau dengan kota-kota lainnya.

19

Korea Selatan adalah Negara kecil yang luasnya sedikit lebih kecil
dari Pulau Jawa. Areanya meliputi 100.210 Km, bandingkan dengan
pulau jawa yang berukuran 138.744 Km. sementara Seoul berukuran
605,25 Km, bandingkan dengan Jakarta yang luasnya 740,28 Km.
dengan cara demikian tidak sulit untuk menjangkau seluruh penjuru
negeri, terutama bagi mereka yang memang hobi traveling dan tertarik
pada Korea. Seoul termasuk salah satu megacity yang memiliki
transportasi umum yang paling baik dan nyaman di dunia. Busan, sebagi
kota pelabuhan dan kota nomor dua terbesar juga memiliki subway dan
transportasi yang tidak kurang nyamannya.
Di Seoul, penggunaan transportasi umum memiliki banyak
keuntungan. Pertama mereka tidak harus membayar biaya pemilikan
seperti gas, pajak, asuransi, dan parkir. Kedua, mereka bisa menghindari
macet terutama pada saat pulang-pergi kantor. Dengan subway waktu
tempuh perjalanan lebih akurat dan bisa diprediksi. Ketiga, mereka
meningkatkan aktivitas fisik. Karena kebanyakan orang kota terlalu sibuk
dan tidak punya waktu untuk berolahraga, berjalan kaki adalah sarana
untuk membakar kalori. Keempat, sambil berjalan kaki kita bisa menikmati
banyak pemandangan, jualan kaki lima, atau pertokoan bawah tanah yang
biasanya ada setiap stasiun kereta.
Bagaimana

seandainya

jika

ingin

berpergian

jauh

dan

memerlukan kendaraan? Ada tempat penyewaan kendaraan yang

20

menyediakan berbagai macam kendaraan. Ongkosnya 50 ribu 25 ribu


per 24 jam. Jika hanya untuk waktu yang singkat dan tujuan pendek, taksi
bisa menjadi pilihan.Transportasi umum bukan hanya memberikan
kenyamanan tetapi juga meningkatkan efisiensi dan aktivitas warga.
Korea mengalami pertumbuhan pembangunan yang sangat cepat dalam
jangka waktu empat dekade terakhir. Bangunan tinggi dan apartemen
berdiri seakan-akan mereka tumbuh dari tanah, dan sekarang meenuhi
penjuru kota Seoul.
Penduduk Seoul di perkiran kan sepuluh juta, ditambah dengan
area sekitarnya seperti Incheon dan Gyeonggi-do bisa di sebut Seoul
Metropolitan, jumlahnya menjadi 25 juta. Berarti 50% dari total populasi
Korea ada di Seoul dan sekitarnya. Populasi Seoul tidak berbeda jauh
dengan Jakarta yang juga sepuluh juta, serta Jabodetabek berjumlah 28
juta penduduk.
Salah satu stasiun subway yang paling padat adalah Sindorim.
Sepuluh tahun sebelumnya kompleks apartemen terbaru saat itu adalah
Tae Young Apt yang kelihatan megah dan mewah. Tahun 2000, salah satu
apartemen berkamar tiga harganya 600 juta won. Sekarang, Sindorim
menjadi distrik yang di penuhi oleh gedung pencakar langit, apartemen,
kondominium, perkantoran, hotel, dan mal modern. Kompleks Tae Young
sudah kelihatan ketinggalan zaman. Tumbuhnya gedung-gedung tinggi
seperti jamur ini tidak disertai dengan hiruk-pikuk, semerawut, atau

21

kekotoran jika ada konstruksi besar. Semuanya berlangsung tenang,


dalam hitungan bulan satu gedung baru tiba-tiba berdiri didepan mata.
Di stasiun Sindorim terdapat dua pintu keluar, yang pertama
menuju ke D-Cube dan kedua ke Technomart, dua mal terbaru dan paling
modern. D-Cube yang selesai di bangun tahun 2010 dan merupakan
bagian dari kompleks Sheraton hotel dan apartemen, adalah mal yang
dilengkapi design dan teknologi terkini. Di dalam mal, bisa di katakan alam
terpadu dengan modernisasi. Ada lobi tempat pelanggan duduk santai
sambil menikmati desiran air mancur yang dilengkapi dengan tata cahaya
yang memberi keteduhan. Beberapa wahan yang bisa ditemui adalah
tempat permainan anak-anak, restoran yang berkonsep alami, pusat seni
dan kebudayaan, serta toko-toko yang menjual produk mewah. Di luar mal
ini terdapat outdoor theater yang berkapasitas 300 orang ditambah
dengan beberapa kursi malas, juga untuk pelanggan yang ingin
beristirahat atau penumpang kereta yang kebetulan melintas tempat
tersebut. Pada waktu-waktu tertentu ada pertunjukan panggung dan snack
gratis.
Technomart tidak kalah populer, tapi karena di bangun pada tahun
2007, dengan desain yang lebih sederhana, maka ini bukanlah tempat
santai keluarga. Para penduduk sekitar dan pengunjung dari distrik lain
berkunjung untuk berbelanja. Pusat belanja bawah tanah, supermarket (E-

22

Mart), food court, pusat elektronik, dan playground bagi anak-anak


semuanya menawarkan harga yang lebih murah dari mal tetangganya.
Diapit oleh dua mal besar dan sebagai pertemuan dua line utama
(Line1 dan 2 ), stasiun Sindorim adalah salah satu stasiun yang paling
ramai di Seoul. Saat jam kantor, lautan manusia melewati jalur ini . kereta
selalu penuh dan berdesak-desakkan. Bisa jadi karena Line1 dan 2
melewati

titik-titik

penting

sperti

kantor

pemerintah

dan

swasta,

universitas, atraksi wisata, dan pusa perbelanjaan. Tempat-tempat


terkenal seperti Dongdaemun, Sinchon, City Hall, Gangnam, dan Jamsil
melewati jalur ini. juga beberapa universitas terkenal seperti Seoul
National University, Ewha University, Hongik University (Hongdae), dan
Konkuk University ada di jalur yang sama.
Di City Hall, stasiun terdekat untuk mencapai Gwangnaru Square
dan Seoul Plaza adalah tempat diadakannya evan-evan besar tingkat
nasional. Hi-Seoul biasanya diadkan setiap tahun.

23

Hanya dengan berjalan kaki, akan menjumpai Cheonggychon


atau dalam bahasa Korea berarti Sungai Cheonggye. Tempat ini sangat
indah terutama di malam hari dan ada even khusus. Sungai kecil tersebut
dialiri sungai yang jernih, sementara koridor ditepinya menjadi tempat
orang berjalan kaki, dan banyak juga pasangan muda-mudi yang
berpacaran di situ. Dulunya Chenggyechon memang sungai kecil tapi
selama lima puluh tahun, ketika pembangunan kota Seoul membutuhkan
jalan, sungai itu ditimbun dan dijadikan jalan raya. Di masa Lee Myun Bak
menjadi walikota di Seoul ia mengembalikan Chenggyechon menjadi
sungai. Kebijakannya banyak dikecam karena dianggap pemborosan dan
ia di tuduh pemimpin yang terobsesi dengan air. Tapi saat ini
Chenggyechon menjadi objek wisata penduduk Seoul dan wisatawan
asing; itu membuktikan bahwa kebijakan Lee Myun Bak membawa

24

keuntungan. Setelah menjadi walikota Seoul, Lee Myun Bak menjadi


Presiden Korea untuk periode 2008-2013.
2.4 Perbandingan Sistem Transportasi Umum di Seoul Korea Selatan
dan di Jakarta Indonesia
Kelebihan-kelebihan transportasi umum di Seoul yang telah
dituliskan di atas merupakan sebuah pencapaian yang sangat maju. Bisa
di katakan di Seoul tercipta keseimbangan antara pemerintah dan
masyarakat, tradisi dan moderenisasi, alam dan teknologi. Semuanya
untuk memberikan kenyamanan bagi penduduknya yang memiliki tingkat
mobilitas tinggi, juga bagi pengunjung yang ingin menikmati kompleksnya
sebuah kota metropolitan.
Di sisi lain sangat berbeda dengan kondisi transportasi umum di
Jakarta, Indonesia beserta pelayanannya sudah sangat memprihatinkan,
padahal Jakarta adalah Ibu Kota negara, seharusnya bisa menjadi contoh
yang bagi kota-kota lainnya di Indonesia, karna merupakan cermin bagi
suatu

bangsa.

Sebenarnya

dimanakah

kesulitan

serta

hambatan

pemerintah, khususnya Pemda DKI Jakarta dalam menangggulangi serta


mengatasi masalah Publik Transportasi, karna sampai detik ini masalah
tersebut masih belum juga ada solusinya, bahkan semakin complicated.
Padahal pemerintah kota bisa saja menggunakan tenaga para ahli
maupun pakar-pakar dibidangnya, untuk membantu menangani masalah
ini.

25

Bila ditinjau dari berbagai sudut, Publik transportasi di Indonesia


khususnya di Jakarta sudah amat sangat tidak layak dan memadai, serta
memprihatinkan,

dan

tidak

nyaman

bagi

penggunanya,

padahal

transportasi umum tersebut berada di ibu kota negara, dimana semua


mata tertuju padanya. Bagaimana bentuk serta kondisi transportasi umum
yang banyak kita temui di Ibu Kota Jakarta ini, khususnya yang paling
sering lihat yaitu bus-bus, metro mini serta angkutan kota atau yang lebih
dikenal dengan istilah angkot, dan kereta listrik dalam kota, selain
kondisinya banyak yang sudah tidak layak pakai serta tidak nyaman untuk
mengangkut penumpang, asap knalpotnya yang hitam pun sangat
menganggu pernafasan, serta pandangan mata, dan menyebabkan
pencemaran udara yang merupakan salah satu penyebab percepatan
terjadinya global warming.
Selain itu kebersihannya pun sangat-sangat memprihatinkan,
Walaupun mungkin masih ada sebagian bus AC yang lumayan baik dan
bersih, namun tidak sedikit juga yang katanya ber AC namun
kenyataannya AC nya tidak dingin sedangkan kodisi bus tertutup rapat
dan dipenuhi penumpang sehingga membuat pusing para penumpang
yang

berada

didalamnya,

sehingga

sangat

membahayakan

bagi

kesehatan.
Selain itu juga angkutan umum seperti bus, metro mini serta
kereta dalam kota yang dipenuhi oleh penumpang yang berdesak-

26

desakan melebihi kapasistas yang ada, bahkan banyak penumpang


kereta yang sampai duduk diatas kereta, sungguh amat berbahaya dan
menyeramkan. Sehingga membuat kita terkadang merasa tidak nyaman,
aman serta ketakutan bila berpergian menggunakan transportasi umum.
Selain dari itu yang juga menakutkan dan membahayakan adalah,
angkutan-angkutan umum tersebut seolah-olah berkuasa di jalanan, dan
bisa berbuat semau-maunya tanpa mematuhi aturan yang berlaku, seperti
berhenti tiba-tiba, padahal ada tanda dilarang stop atau berhenti, sehingga
menyebabkan kemacetan yang panjang.
Belum

lagi

permasalahan

menaikan

serta

menurunkan

penumpang tidak pada tempatnya, padahal telah disediakan terminal,


serta halte-halte tempat pemberhentian bus atau angkot. Selain itupula
tidak jarang melanggar lalu lintas, seperti menyerobot lampu merah,
kebut-kebutan, dan berjalan bukan dijalur yang telah ditentukan, sehingga
sangat membahayakan para penumpang, serta para pejalan kaki, dan
kendaraan-kendaraan lain disekitarnya seperti motor dan mobil.
Dan jika diperiksa, mungkin hanya sebagian dari para supir bis
atau angkot yang benar-benar memiliki SIM atau surat ijin mengemudi,
sedangkan sebagian besar lainnya bisa dengan bebas mengendarai
angkutan umum dan mengangkut penumpang tanpa memiliki SIM.
Bahkan tidak jarang pula yang baru belajar mengemudi dan masih
dibawah umur, sudah berani membawa angkutan umum, dan yang lebih

27

memprihatinkan adalah supir-supir angkutan umum yang mengemudikan


kendaraannya dalam keadaan mabuk, hal ini sangat membahayakan jiwa
manusia, dan kalau sampai terjadi apa-apa siapa yang akan bertanggung
jawab?
Belum lagi keamanan penumpang yang menggunakan angkutan
umum sangat tidak terjamin dan tidak ada yang melindungi, sehingga
tidak jarang para menumpang angkutan umum dengan mudah menjadi
korban pencopetan, pencurian maupun penodongan.
Demikian sekilas mengenai perbandingan Transportasi umum di
Seoul, Korea Selatan dengan di Jakarta, Indonesia

28

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sistem transportasi umum di Seoul tercipta keseimbangan antara
pemerintah dan masyarakat, tradisi dan moderenisasi, alam dan teknologi.
Semuanya untuk memberikan kenyamanan bagi penduduknya yang
memiliki tingkat mobilitas tinggi, juga bagi pengunjung yang ingin
menikmati

kompleksnya

sebuah

kota

metropolitan.

Sementara

di

Indonesia penuh dengan permasalahan transportasi umum yang jauh


sangat tertinggal di Banding di Seoul, Korea Selatan.
3.2 Saran
Dari kesimpulan yang telah dituliskan di atas, maka dapat
diberikan saran antara lain :
1. Perlu ada upaya serius bagi Indonesia untuk belajar banyak dari
Pemerintah Korea Selatan untuk menata sistem jaringan transportasi
yang ada di Indonesia.
2. Perlu adanya kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat
untuk menciptakan kenyamanan, keamanan, serta ketertiban sistem
transportasi umum yang ada di Indonesia.

Daftar Pustaka

29

http://sidenye.blogspot.co.id
http://konsultanpendidikan.com
http://contohmakalahdocx.blogspot.com
http://hengkikristiantoateng.blogspot.com
http://www.exaranda.com
http://dakocanpunya.blogspot.co.id
http://www.kompasiana.com

30