Anda di halaman 1dari 4

Kelompok 4

1.
2.
3.
4.
5.
6.
I.

Dian kartika sari


Fairus afra
Iis sugiarti
Nastiti rahayu
Oktanio sigit prawoko
Susmita zaen
JUDUL

: Pengambilan Minyak Atsiri dari Kenanga dengan Metode


Enfleurasi

II.

TUJUAN

: 1. Mengetahui cara pengambilan minyak atsiri dari


bunga kenanga dengan metode enfleurasi.
2. Mengetahui alat dan bahan yang digunakan pada ekstraksi minyak
Atsiri kenanga dengan metode enfleurasi.

III.

TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman kenagan (Canangium odoratum) termasuk keluarga Anonaceae
(kenanga-kenangaan). Pada umumnya berbatang besar sampai diameter 70 cm dengan
tinggi mencapai 25 meter lebih. Meski begitu, juga bisa diusahakan sebagai tanaman
hias dalam pot, dengan ketinggian maksimal 3 meter dan bertajuk lebar. Daunnya
tunggal setangkai, berbentuk bulat telur atau bulat telur memanjang, dengan pangkal
daun mirip jantung dan ujung daun runcing. Panjang daun mencapai 10 23 cm, dan
lebar 4,5 14 cm.
Penampilannya memang menarik. Bunganya berbentuk bintang majemuk,
pendek, menggantung dan berwarna hijau ketika masih muda, dan menjadi kuning
setelah masak. Bunganya memancarkan aroma harum. Bunga itu muncul pada batang
pohon atau ranting bagian atas pohon, dengan susunan yang khas. Mahkota bunga
umumnya berjumlah 6, namun terkadang berjumlah 8 atau 9, berdaging, terlepas satu
sama lainnya, dan tersusun dalam 2 lingkaran yang masing-masing biasanya
berjumlah 3. Benang sarinya banyak, dan ruang tempat sari berhubungan terdapat di
ujung tangkai sari, berbentuk memanjang dan tertutup, berwarna cokelat muda.
Jumlah bakal buah sekitar 7 15. Kepala putik berbentuk tombol.

Buah berbentuk bulat telur terbalik, panjang dua cm, berdaging tebal,
berwarna hijau ketika masih muda, dan menjadi hitam setelah tua. Lazimnya, buah
mengelompok sekitar 6 10 buah pada satu tangkai utama. Biji kenanga sekitar 8
12 per buah tersusun dalam dua baris, berbentuk bundar, pipih, berkulit keras dan
warnanya cokelat.
Sampai hari ini, di negara kita dikenal dua jenis kenanga, yakni Cananga
latifolia, yang memiliki daun berbulu halus pada permukaan bawahnya, dan Cananga
odorate yang umumnya memiliki daun yang tidak berbulu. Cananga odorate ini
memiliki 2 forma, yakni forma macrophylla, dan forma genuina.
1. Cananga Latifolia
Bentuk pohon bisa tinggi atau berbentuk perdu, tergantung kebutuhan. Berbunga
musim, daunnya berbentuk bulat telur, pada pangkalnya bundar, tidak berbulu pada
permukaan bawahnya.
2. Cananga odorata
Kekhasan forma macrophylla antara lain daunnya agak membundar, ukuran 20 x 20
cm. Tajuk pohon berbentuk kerucut, cabang-cabangnya berdekatan, dan pada pangkal
batang terdapat lekukan-lekukan.
Kekhasan forma genuina antara lain daunnya agak meruncing, ukuran 15 x 7 cm.
Tajuk pohon berbentuk kerucut langsing, cabang-cabang tidak berdekatan, dan pada
pangkal batang justru tampak tonjolan-tonjolan.
Metode enfleurasi digunakan khusus untuk mengekstraksi minyak bungabungaan, dalam rangka mendapatkan mutu dan rendemen minyak yang tinggi. Pada
umumnya bunga setelah dipetik akan tetap hidup secara fisiologis. Daun bunga terus
menjalankan proses hidupnya dan tetap memproduksi minyak atsiri dan minyak yang
terbentuk dalam bunga akan menguap dalam waktu singkat. Kegiatan bunga dalam
memproduksi minyak akan terhenti dan mati jika kena panas, kontak atau terendam
dalam pelarut organik, sedangkan minyak atsiri yang terbentuk sebelumnya sebagian
besar telah menguap. Untuk itu ekstraksi dengan pelarut mudah menguap
menghasilkan rendemen minyak yang rendah.
Untuk mendapatkan rendemen minyak yang lebih tinggi dan bermutu baik,
proses fisiologi dalam bunga selama proses ekstraksi berlangsung perlu dijaga agar

tetap berlangsung dalam waktu selama mungkin sehingga bunga tetap dapat
memproduksi minyak atsiri. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan lemak
hewani atau nabati.
Sama halnya dengan ekstraksi menggunakan pelarut menguap, ekstraksi
minyak atsiri dengan metode lemak dingin memerlukan evaporator untuk
memisahkan minyak atsiri dari lilin dan alkohol pelarutnya. Selain itu, dibutuhkan
lempeng kaca dan rak tertutup pada proses absorbsi minyak atsiri dari bunga. Sedang
bahan penunjang yang digunakan yaitu lemak dan alkohol. Lemak berfungsi sebagai
adsorben atau penyerap minyak atsiri dari bunga. Sementara alkohol digunakan untuk
memisahkan minyak atsiri dari lemak.
IV.

V.

ALAT DAN BAHAN


Alat
1. Beaker glass
2. Batang pengaduk
3. Cutter
4. Timbangan analitik
5. Freezer
6. Wadah mentega ( baki )
7. sokhlet
8. Labu alas bulat
9. Hot plate
10. Kertas saring
Bahan
1. Bunga kenanga.
2. Mentega putih.
3. Etanol 96%.
CARA KERJA
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Timbang mentega putih sebanyak 40 gr.
3. Oleskan mentega diatas baki yang sudah dibersihkan.
4. Timbang bunga kenanga sebanyak 100 gram dan bunga yang sudah ditimbang
ditaburkan diatas baki yang sudah diolesi mentega putih.
5. Wadah kemudian ditutup dan dibiarkan pada suhu ruang.
6. Wadah dibuka dan bunga kenanga dikeluarkan dan diganti 2 hari sekali
dengan 10 kali pergantian.
7. Selanjutnya dilakukan pengambilan lemak dari baki dan ditimbang beratnya
8. Lemak hasil enfleurasi disebut dengan pomade. Pomade dilarutkan dalam 200
ml etanol teknis 96%
9. Mendinginkan pomade dan etanol dalam lemari pendingin atau freezer pada
suhu -15oC.

10. Pomade dipisahkan dari etanol menggunakan kertas saring dan hasilnya
merupakan ekstrait(mengandung minyak melati).
11. Ekstrait kemudian dievaporasi dengan menggunakan pendingin tegak pada
suhu 70C.
12. Pindahkan minyak yang diperoleh kedalam wadah bersih.

Anda mungkin juga menyukai