Anda di halaman 1dari 7

kulit

Posted on | July 18, 2011 | No Comments


Kulit merupakan lapisan tipis yang menutup seluruh permukaan tubuh. Kulit merupakan
pelindung tubuh paling luar.
bagian-bagian kulit
Kulit yang tipis tersebut sebenarnya terdiri dari tiga lapis, yaitu kulit ari (epidermis), kulit jangat
(dermis) dan jaringan ikat bawah kulit (lihat Gambar dibawah).

penampang kulit
a. Kulit air (epidermis),
Bagian ini terdiri dari dua lapisan lagi, yaitu:
1. Lapisan tanduk, merupakan lapisan terluar yang tersusun atas sel-sel mati dan dapat
mengelupas setiap saat. Lapisan ini tidak m.en.gandung pembuluh darah dan saraf,
sehingga kalau mengelupas tidak mengeluarkan darah.
2. Lapisan Malpighi, yaitu lapisan yang terletak di bawah lapisan tanduk. Lapisan ini
merupakan lapisan hidup, yang mendapatkan makanan dari darah pada kapiler-kapiler
darah di bawahnya. Lapisan Malpighi banyak mengandung pigmen, yang menyebabkan
kulit menjadi berwarna. Warna ini sangat penting untak melindungi kulit dari sengatan
sinar matahari yang berlebihan.
Pada permukaan kulit terdapat pori-pori yang merupakan tempat bermuaranya kelenjar keringat.
Di camping itu pada kulit air terdapat batang rambut yang menembusnya, sehingga kulit kita
tampak seperti diliputi pleb rambut.

b. Kulit jangat atau dermis.


Pada kulit jangat terdapat kelenjar keringat, pembuluh/kapiler darah, kandung rambut, serta
ujung-ujung sartaf dari alat indera.
1. Kelenjar keringat, rnenghasilkan keringat. Dari kelenjar ini, keringat diangkut melalui
saluran keringat ke permukaan kulit. Di sinilah terdapat pori-pori yang merupakan muara
dari saluran keringat tersebut.
2. Saraf indera, di camping sebagai pelindung, dan alat ekskusi, kulit ,juga merupakan
indera peraba. Hal ini dimungkinkan karena pada kulit terdapat ujung-ujung saraf indera
peraba dan perasa yang meliputi: peraba, perasa panas, perasa dingin, perasa nyeri dan
lain sebagainya.
3. Kandung rambut, di dalamnya terdapat akar rambut dan batang rambut. Di dekat akar
rambut terdapat otot polos yang merupakan ()tot penegak rambut dan terdapat pula ujung
saraf indera perasa nyeri. Bila kita kedinginan atau rnerasa takut, maka otot penegak
rambut akan berkontraksi sehingga rambut akan berdiri. Bila rambut dicabut akan terasa
nyeri. Untuk menjaga agar rambut tidak kering, di sekitar rambut terdapat kelenjar
minyak. Akar rambut mendapatkan makanan dart kapiler-kapiler darah, sehingga
memungkinkan rambut dapat tumbuh terus.
c. Jaringan pengikat bawah kulit
Batas antara bagian ini dengan kulit jangat tidak begitu jelas. Pada lapisan ini banyak terdapat
cadangan lemak yang me-rupakan bantalan-bantalan lemak. Lemak ini berfungsi sebagai
pelindung tubuh dari benturan benda keras, sekaligus pelindung tubuh dari kehilangan panas
tubuh.
Antara ginjal dan kulit terdapat kerja sama yang haik dalam pengaturan pengeluaran air. Pada
saat udara panas, kulit banyak mengeluarkan keringat. Sedang ginjal sedikit mengeluarkan urine.
Sebaliknya pada musim dingin, kulit sedikit mengeluarkan keringat, tetapi ginjal banyak
mengeluarkan air berupa urine.
Fungsi Kulit
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kulit berfungsi sebagai:
1. Alat pengeluaran, yaitu mengeluarkan kerngat beserta zat yang terlarut di dalamnya.
Sekaligus kulit sebagai pengatur suhu tubuh.
2. Pelindung bagian tubuh yang terdapat di sebelah dalanya ter-hadap gangguan yang
berasal dari luar tubuh.
3. Alat peraba halus, kasar, bulat, pipih lonjong dan lain-lainnya.
4. Indera perasa dingin, panas, nyeri, pedih dan lain-lainnya.

5. Tempat penyimpanan kelebihan lemak.


6. Tempat pembentukan vitamin D dengan bantuan sinar matahari.
Pengaturan Suhu Tubuh
Dalam keadaan normal, suhu tubuh kita berkisat antara 36-37C. Tetapi suhu tubuh tersebut
dapat berubah karena berbagai faktor, misalnya olahraga, berjemur, melawan penyakit dan lainlainnya. Bila suhu tubuh kita naik, maka pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar dan
banyak melepaskan air clan garam ke kelenjar keringat. Sehingga dari kulit kita banyak keluar
keringat. Keringat tersebut segera divapkan oleh panas tubuh yang berlebihan tadi. Dengan
demikian panas yang berlebihan akan hilang, dan suhu tubuh menjadi normal kembali.
Bila suhu udara di sekitar kita dingin, maka hati dan otot akan bekerja lebih giat untuk
menghasilkan panas. (Coba ingat, dalam suhu dingin kalian akan mengigil, apa
maksudnya).Nebaliknya kapiler darah kulit akan menyempit, untuk mengurangi keluarnya
keringat. Sehingga panas tubuh tidak banyak yang hilang. Dengan cara sepdrti tersebut di atas,
maka suhu tubuh manusia akan selalu panas dan tetap, sehingga manusia termasuk makhluk
berdarah panas.

Susunan kulit manusia

Kulit manusia tersusun atas dua lapisan, yaitu epidermis dan dermis. Epidermis dan dermis dapat
terikat satu sama lain akibat adanya papilare dermis dan rabung epidermis.
1. Epidermis merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki tebal
yang berbeda-beda: 400-600 m untuk kulit tebal (kulit pada telapak tangan
dan kaki) dan 75-150 m untuk kulit tipis (kulit selain telapak tangan dan
kaki, memiliki rambut). Selain sel-sel epitel, epidermis juga tersusun atas
lapisan:

Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses


melanogenesis.

Sel Langerhans, yaitu sel yang merupakan makrofag turunan sumsum tulang,
yang merangsang sel Limfosit T, mengikat, mengolah, dan
merepresentasikan antigen kepada sel Limfosit T. Dengan demikian, sel
Langerhans berperan penting dalam imunologi kulit.

Sel Merkel, yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanoreseptor sensoris dan
berhubungan fungsi dengan sistem neuroendokrin difus.

Keratinosit, yang secara bersusun dari lapisan paling luar hingga paling
dalam sebagai berikut:

1. Stratum Korneum, terdiri atas 15-20 lapis sel gepeng, tanpa inti dengan
sitoplasma yang dipenuhi keratin.
2. Stratum Lucidum, terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang
sangat gepeng, dan sitoplasma terdri atas keratin padat. Antar sel terdapat
desmosom.
3. Stratum Granulosum, terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang
sitoplasmanya berisikan granul keratohialin. Pada membran sel terdapat
granula lamela yang mengeluarkan materi perekat antar sel, yang bekerja
sebagai penyaring selektif terhadap masuknya materi asing, serta
menyediakan efek pelindung pada kulit.
4. Stratum Spinosum, terdiri atas sel-sel kuboid. Sel-sel spinosum saling terikat
dengan filamen; filamen ini memiliki fungsi untuk mempertahankan
kohesivitas (kerekatan) antar sel dan melawan efek abrasi. Dengan demikian,
sel-sel spinosum ini banyak terdapat di daerah yang berpotensi mengalami
gesekan seperti telapak kaki.
5. Stratum Basal/Germinativum, merupakan lapisan paling bawah pada
epidermis, terdiri atas selapis sel kuboid. Pada stratum basal terjadi aktivitas
mitosis, sehingga stratum ini bertanggung jawab dalam proses pembaharuan
sel-sel epidermis secara berkesinambungan.
6. Dermis, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis, memiliki ketebalan yang
bervariasi bergantung pada daerah tubuh dan mencapai maksimum 4 mm di

daerah punggung. Dermis terdiri atas dua lapisan dengan batas yang tidak
nyata, yaitu stratum papilare dan stratum reticular.

Stratum papilare, yang merupakan bagian utama dari papila dermis, terdiri
atas jaringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast, sel mast,
makrofag, dan leukosit yang keluar dari pembuluh (ekstravasasi).

Stratum retikulare, yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun atas
jaringan ikat padat tak teratur (terutama kolagen tipe I)

Selain kedua stratum di atas, dermis juga mengandung beberapa turunan epidermis, yaitu folikel
rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebacea

Rambut, merupakan struktur berkeratin panjang yang berasal dari invaginasi


epitel epidermis, yaitu folikel rambut. Pada folikel ini terdapat pelebaran
terminal yang berbentuk benjolan pada sebuah papilla dermis. Papila dermis
tersebut mengandung kapiler dan ditutupi oleh sel-sel yang akan membentuk
korteks rambut, kutikula rambut, dan sarung akar rambut.

Kelenjar keringat, yang terdiri atas kelenjar keringat merokrin dan kelenjar
keringat apokrin

1. Kelenjar keringat merokrin, berupa kelenjar tubular sipleks bergelung dengan


saluran bermuara di permukaan kulit. Salurannya tidak bercabang dan
memiliki diameter lebih kecil dari bagian sekresinya 0,4 mm. Terdapat dua
macam sel mioepitel yang mengelilingi bagian sekresinya, yaitu sel gelap
yang mengandung granula sekretoris dan sel terang yang tidak mengandung
granula sekretoris.
2. Kelenjar keringat apokrin, memiliki ukuran lebih besar (3-5 mm) dari kelenjar
keringat merokrin. Kelenjar ini terbenam di bagian dermis dan hipodermis,
dan duktusnya bermuara ke dalam folikel rambut. Terdapat di daerah ketiak
dan anus.

Kelenjar sebacea, yang merupakan kelenjar holokrin, terbenam di bagian


dermis dengan jumlah bervariasi mulai dari seratus hingga sembilan ratus
per centimeter persegi. Sekret dari kelenjar sebacea adalah sebum, yang
tersusun atas campuran lipid meliputi trigliserida, lilin, squalene, dan
kolesterol beserta esternya.

Pada bagian bawah dermis, terdapat suatu jaringan ikat longgar yang disebut jaringan subkutan
dan mengandung sel lemak yang bervariasi. Jaringan ini disebut juga fasia superficial, atau
panikulus adiposus. Jaringan ini mengandung jalinan yang kaya akan pembuluh darah dan
pembuluh limfe. Arteri yang terdapat membentuk dua plexus, satu di antara stratum papilare dan
retikulare, satu lagi di antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang-cabang plexus tersebut
mendarahi papila dermis. Sedangkan vena membentuk tiga plexus, dua berlokasi seperti arteri,

satu lagi di pertengahan dermis. Adapun pembuluh limfe memiliki lokasi sama dengan pembuluh
arteri.
Untuk mendukung fungsi kulit sebagai penerima stimulus, maka terdapat banyak ujung saraf,
antara lain di epidermis, folikel rambut, kelenjar kutan, jaringan dermis dan subkutis, serta papila
dermis. Ujung saraf ini tanggap terhadap stimulus seperti rabaan-tekanan, sensasi taktil, suhu
tinggi/rendah, nyeri, gatal, dan sensasi lainnya. Ujung saraf ini meliputi ujung Ruffini,
Vaterpacini, Meissner, dan Krause.
Selain itu turunan kulit yang lain adalah kuku. Kuku merupakan lempeng sel epitel berkeratin
pada permukaan dorsal setiap falang distal. Lempeng kuku terletak pada stratum korneum,
sedangkan dasar kuku terletak pada stratum basal dan spinosum.
Untuk mengetahui bagaimana fungsi kulit manusia dalam menunjang homeostasis, lihat
juga Fisiologi Kulit