Anda di halaman 1dari 227

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN

KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA


PADA MATERI POKOK ASAM BASA

skripsi
disajikan sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Kimia

oleh
Nunung Fika Amalia
4301410045

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


2014

ii

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN


Motto:
 Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. ArRahman: 16)
 Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (QS. Ar-Rahman: 60)
 Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah: 5-6)
 Apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: Jadilah!
maka terjadilah ia (QS. Yasin: 82)
 Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarrah, niscaya ia akan
melihat balasan(Nya) (QS. Az-Zalzalah:7)
 Be useful for others
Persembahan:
Skripsi ini saya persembahkan untuk:
1. Bapak dan Ibu tercinta yang senantiasa
memanjatkan doa dan mencurahkan kasih
sayang yang tulus;
2. Kakakku Mas Falah;
3. Keluarga Besar bani H. Bintoro Abbas;
4. My Bestie (Cuil, Maprezt, Dundun dan
Cyuduz), thanks for everything & miss you
so much dan New Geng (Mba Wid & Bu
Des),

makasih

untuk

doa

dan

semangatnya.
5. Frendsium Gengster, terima kasih atas
persahabatan tulus dan indah yang selama
ini kalian berikan;
6. Teman-teman RoTi Pia 10
7. Kawan - kawan seperjuangan Pendidikan
Kimia 10

iv

PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan
ridho, berkah dan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi ini.
Dengan penuh kerendahan hati, Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini
tidak akan dapat terselesaikan tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak.
Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah
memberikan pengarahan, bimbingan dan bantuan dalam bentuk apapun yang
sangat besar artinya bagi penulis. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:
1. Rektor Universitas Negeri Semarang.
2. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang.
3. Ketua Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang.
4. Dr. Endang Susilaningsih, MS selaku dosen pembimbing, terima kasih untuk
waktu, tenaga, pikiran, ilmu, semangat, perhatian dan motivasi yang senantiasa
diberikan selama penyusunan skripsi ini. Teriring doa semoga Allah
membalas dengan kebaikan yang lebih.
5. Drs. Ersanghono Kusumo, M.S selaku dosen penguji I dan Dr. Edy Cahyono,
M.Si selaku dosen penguji II, terima kasih atas masukan, arahan dan
bimbingannya dalam penyusunan skripsi ini.
6. Kepala Sekolah SMA N 1 Ambarawa yang telah memberikan izin dan
kemudahan saat melakukan penelitian.
7. Drs. Meibiyanto dan Dwi Hartati, S.Pd, guru bidang studi kimia SMA Negeri 1
Ambarawa atas waktu dan bimbingannya dalam membantu penulis
melaksanakan penelitian.
8. Seluruh guru dan pegawai SMA Negeri 1 Ambarawa yang telah bersedia
bekerja sama dalam penelitian skripsi ini.
9. Siswa-siswi SMA Negeri 1 Ambarawa yang telah bersedia bekerja sama dalam
penelitian skripsi ini.
10. Bapak, Ibu dan Mas Falah atas doa, kasih sayang, perhatian, pengorbanan
dan bantuannya baik moril maupun materiil.
11. Keluarga besar Bani H. Bintoro Abbas atas support, doa dan semangatnya.
v

12. Sahabat-sahabatku FRENDSIUM Maprezt, Cuil, Dunnu, Cyuduz, Ersa,


Nino, Krisnha, Waridi, Mastoni, Mas Wah atas bantuan, dukungan, support,
kebersamaan, warna serta pembelajaran hidup yang sangat berarti. We are
best friends forever.
13. Kos Lumintu 22, Maprezt, Mbahe dan Erin, atas kebersamaannya dan
pengertiannya selama 2 tahun, semoga bisa berlanjut sampai nanti.
14. Teman-teman PPL SMANEGA, Luthfi dan Ersa, atas doa, bantuan dan
semangatnya.
15. Teman-teman KKN Kelurahan Jomblang 13, Ima, Cendul, Kak Didi, Make,
Farid, Bu Dian, 10 Juli, Eka dan Yuwono atas doa, kebersamaan, pengertian,
dan bantuannya selama ini. We are Keluarga Kecil Ngangenin.
16. Teman-teman seperjuangan di RoTi PiA 10.
17. Teman-teman pendidikan Kimia angkatan 2010.
18. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.
Sebagai manusia biasa, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi
ini masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan, bahasa dan isi. Oleh karena
itu masukan berupa saran, pendapat dan kritikan yang bersifat membangun sangat
penulis harapkan guna penyempurnaan di masa yang akan datang. Hanya ucapan
terima kasih dan doa, semoga apa yang telah diberikan tercatat sebagai amal baik
dan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi dalam
kemajuan dunia pendidikan dan secara umum kepada semua pihak
Semarang, Juni 2014

Penulis

vi

ABSTRAK
Amalia, Nunung, Fika. 2014. Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan
Berpikir Kritis Siswa SMA pada Materi Asam Basa. Skripsi, Jurusan Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing Utama Dr. Endang Susilaningsih, M. S.
Kata kunci: Instrumen penilaian, keterampilan berpikir kritis, asam basa.
Penelitian pendahuluan yang dilakukan menemukan bahwa, instrumen penilaian
yang digunakan di sekolah SMA Negeri 1 Ambarawa belum berorientasi pada
keterampilan berpikir kritis. Berdasarkan studi literatur, ditinjau dari hakikat
kimia, tujuan pendidikan nasional dan perkembangan jaman menuntut
keterampilan berpikir kritis. Siswa dipersiapkan tidak hanya untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga menyelesaikan tantangan dan
masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk memperoleh inovasi instrumen penilaian asam basa,
dan memperoleh instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis siswa yang
memenuhi kriteria valid dan reliabel. Jenis penelitian ini adalah Research and
Development. Prosedur pengembangan produk melalui tahap penelitian
pendahuluan dan pengembangan. Pada tahap pendahuluan terbagi menjadi dua,
yaitu studi lapangan dan studi literatur. Tahap pengembangan, melalui beberapa
bagian, yaitu 1) menyusun jenis instrumen, 2) validasi ke pakar, 3) uji coba skala
terbatas 4) uji coba skala luas dan 5) implementasi produk. Hasil dari penelitian
ini adalah jenis instrumen yang digunakan di sekolah memiliki tingkatan
taksonomi kognitif C1 sampai C2, kadang digunakan C3. Instrumen penilaian
yang dikembangkan adalah tes esai analisis, lembar aktivitas siswa, dan tes
problem solving yang berorientasi pada keterampilan berpikir kritis siswa.
Instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Instrumen tersebut dapat mengukur
rerata hasil belajar siswa, mengukur proporsi ketuntasan dan mengukur aktivitas
siswa.

vii

DAFTAR ISI
Halaman
PRAKATA............................................................................................

ABSTRAK............................................................................................

vii

DAFTAR ISI.........................................................................................

viii

DAFTAR TABEL.................................................................................

DAFTAR GAMBAR.............................................................................

xi

DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................

xii

BAB
1. PENDAHULUAN ...........................................................................

1.1 Latar Belakang Masalah.............................................................

1.2 Rumusan Masalah......................................................................


1.3 Batasan Masalah.........................................................................

6
6

1.4 Tujuan.........................................................................................

1.5 Manfaat Penelitian......................................................................

2. TINJAUAN PUSTAKA...................................................................
2.1 Keterampilan Berpikir Kritis.....................................................

2.2 Indikator Keterampilan Berpikir Kritis.....................................

10

2.3 Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis.....................................

11

2.4 Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis....................

12

2.5 Validitas dan Reliabilitas...........................................................

14

2.6 Asam Basa.................................................................................

17

2.7 Kerangka Berpikir.....................................................................

25

3. METODE PENELITIAN.................................................................

26

3.1 Desain Penelitian.......................................................................

26

3.2 Objek Penelitian.........................................................................

29

3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian.....................................................

29

3.4 Pengambilan Data......................................................................

29

3.5 Analisis Data..............................................................................

32

3.6 Keefektifan Instrumen...............................................................

39

4. HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................

41

viii

4.1 Hasil Penelitian Tahap Awal.....................................................

41

4.2 Analisis Data Awal Penelitian...................................................

44

4.3 Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir


Kritis..........................................................................................

48

4.4 Hasil Penelitian Tahap Pengembangan.....................................

52

4.5 Uji Keefektifan Instrumen.........................................................

74

4.6 Kepraktisan Produk...................................................................

84

4.7 Pembahasan Produk Akhir........................................................

86

5 SIMPULAN DAN SARAN..............................................................

93

5.1 Simpulan.....................................................................................

93

5.2 Saran...........................................................................................

94

DAFTAR PUSTAKA............................................................................

95

LAMPIRAN..........................................................................................

98

ix

DAFTAR TABEL
Tabel

Halaman

1.1 Rata-rata Nilai dan Proporsi Ketuntasan Hasil Ulangan Harian


Tahun Ajaran 2012/2013.............................................................

2.1 Perubahan Kertas Lakmus...........................................................

21

2.2 Nilai Derajat Keasaman..............................................................

22

2.3 Trayek Perubahan Warna dari Berbagai Indikator......................

23

3.1 Interpretasi Reliabilitas Soal.......................................................

34

4.1 Jenis Imstrumen di SMA Negeri 1 Ambarawa...........................

41

4.2 Data Alasan Pengembangan Instrumen Penilaian.......................

43

4.3 Hasil Normalitas..........................................................................

47

4.4 Penilaian Aktivitas Siswa............................................................

64

4.5 Petunjuk Skoring Aktivitas Siswa...............................................

65

4.6 Indikator Aktivitas Siswa............................................................

66

4.7 Skor Validator Tes Esai Analisis................................................

67

4.8 Kriteria Instrumen Tes Esai Analisis..........................................

68

4.9 Skor Validator Tes Problem Solving..........................................

68

4.10 Kriteria Instrumen Tes Problem Solving..................................

69

4.11 Skor Validator Angket Respon Siswa.......................................

69

4.12 Kriteria Instrumen Angket Respon Siswa.................................

70

4.13 Skor Validator Lembar Aktivitas Siswa....................................

70

4.14 Kriteria Instrumen Lembar Aktivitas Siswa..............................

71

4.15 Proporsi Ketuntasan Belajar......................................................

82

4.16 Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran......................................

83

4.17 Respon Siswa Terhadap Instrumen Penilaian Keterampilan


Berpikir Kritis Siswa.................................................................

84

4.18 Respon Guru..............................................................................

85

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

2.1 Kerangka Berpikir Pengembangan Instrumen Penilaian.............................

25

3.1 Desain Pengembangan Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis..................

28

4.1 Soal Ulangan Harian Kimia Materi Asam Basa di SMA Negeri 1
Ambarawa...................................................................................................

45

4.2 Soal Ulangan Tengah Semester 2 di SMA Negeri 1 Ambarawa.................

46

xi

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

Halaman

Bagian
1.

HASIL OBSERVASI
1.1 Daftar nilai ulangan asam basa kelas XI IPA 3 tahun ajaran
2012/2013...........................................................................

2.

3.

4.

5.

98

1.2 Uji normalitas data awal.........................................................

99

1.3 Soal ulangan pilihan ganda.....................................................

100

1.4 Soal isian singkat....................................................................

102

1.5 Gambar sarana dan prasarana.................................................

103

1.6 Indikator keterampilan Berpikir Kritis Ennis 1985 ................

104

TES ESAI ANALISIS


2.1 Kisi kisi soal tes esai analisis...............................................

107

2.2 Instrumen penilaian tes esai analisis.......................................

110

2.3 Panduan penilaian tes esai analisis..........................................

115

2.4 Rubrik validasi tes esai analisis..............................................

122

2.5 Lembar validasi tes esai analisis.............................................

125

TES PROBLEM SOLVING


3.1 Kisi-kisi soal tes problem solving...........................................

133

3.2 Instrumen penilaian tes problem solving................................

135

3.3 Panduan penilaian tes problem solving...................................

139

3.4 Rubrik validasi tes problem solving........................................

144

3.5 Lembar validasi tes problem solving......................................

148

LEMBAR AKTIVITAS SISWA


4.1 Indikator lembar aktivitas siswa.............................................

156

4.2 Lembar aktivitas siswa............................................................

157

4.3 Petunjuk skoring lembar aktivitas siswa.................................

159

4.4 Rubrik validasi lembar aktivitas siswa....................................

161

4.5 Lembar validasi aktivitas siswa..............................................

163

ANGKET RESPON
5.1 Indikator angket respon siswa.................................................

xii

165

6.

7.

8.

9.

5.2 Angket respon siswa...............................................................

166

5.3 Rubrik validasi angket respon siswa.......................................

169

5.4 Lembar validasi angket respon siswa......................................

171

5.5 Angket respon guru.................................................................

173

PRA UJI COBA


6.1 Data nilai hasil pra uji coba....................................................

175

6.2 Perhitungan reliabilitas tes esai analisis..................................

176

6.3 Perhitungan reliabilitas tes problem solving...........................

178

UJI COBA SKALA TERBATAS


7.1 Data nilai hasil uji coba skala kecil.........................................

179

7.2 Perhitungan reliabilitas tes esai analisis..................................

180

7.3 Perhitungan reliabilitas tes problem solving...........................

181

7.4 Perhitungan reliabilitas lembar aktivitas siswa.......................

182

7.5 Perhitungan analisis per aspek lembar aktivitas siswa............

183

7.6 Perhitungan reliabilitas angket respon siswa..........................

184

UJI COBA SKALA LUAS


8.1 Data nilai hasil uji coba skala luas..........................................

185

8.2 Perhitungan reliabilitas tes esai analisis..................................

186

8.3 Perhitungan reliabilitas tes problem solving...........................

188

8.4 Perhitungan reliabilitas lembar aktivitas siswa.......................

189

8.5 Perhitungan reliabilitas angket respon siswa..........................

190

IMPLEMENTASI
9.1 Data nilai hasil tahap implementasi........................................

191

9.2 Data nilai kelas XI IPA 3........................................................

192

9.3 Uji normalitas data hasil tes esai analisis................................

193

9.4 Uji normalitas data hasil tes problem solving.........................

194

9.5 Uji normalitas data hasil TEA dan TPS..................................

195

9.6 Uji normalitas data hasil ulangan harian.................................

196

9.7 Uji normalitas data hasil mid semester...................................

197

9.8 Perhitungan reliabilitas tes esai analisis..................................

198

9.9 Perhitungan reliabilitas tes problem solving...........................

200

9.10 Perhitungan reliabilitas hasil ulangan harian........................

201

xiii

10.

9.11 Perhitungan reliabilitas nilai hasil mid semester...................

202

9.12 Perhitungan reliabilitas lembar aktivitas siswa.....................

203

9.13 Perhitungan analisis per aspek lembar aktivitas siswa..........

206

9.14 Perhitungan reliabilitas angket respon siswa........................

209

Surat ijin penelitian Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten


Semarang......................................................................................

210

11.

Surat keterangan telah melaksanakan penelitian..........................

211

12.

Dokumentasi penelitian.................................................................

212

xiv

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Penilaian

hasil

belajar

oleh

pendidik

dilakukan

secara

berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar


siswa serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran. Penilaian
hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian
kompetensi siswa pada semua mata pelajaran. Penilaian hasil belajar oleh
pemerintah dilakukan dalam bentuk ujian nasional. Bertujuan untuk menilai
pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu
dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi (Saptorini,
2012: 34).
Berdasarkan studi

pendahuluan

yang dilakukan oleh peneliti,

didapatkan data teruji pada Tabel 1.1


Tabel 1.1 Rata-rata Nilai dan Proporsi Ketuntasan Hasil
Ulangan Harian Tahun Ajaran 2012/2013
Kelas
XI IPA 3
Proporsi
Ketuntasan
XI IPA 4
Proporsi
Ketuntasan

68,22

Larutan
Penyangga
62,08

72,65

70,57

Asam Basa
16
36
19
35

Hidrolisis

Ksp

67,91

67,5

3
36

15
36

16
36

14
35

11
35

13
36

69,14

63,71

Tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai ulangan harian pada materi


asam basa dari kedua kelas terlihat paling tinggi yaitu kelas XI IPA 3 sebesar
68,22 dengan proporsi ketuntasan 16 dari 36 siswa, sedangkan pada kelas XI
IPA 4 yaitu sebesar 72,65 dengan proporsi ketuntasan sebesar 19 dari 35 siswa.
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata ulangan
harian materi asam basa menunjukkan rata-rata paling tinggi dengan proporsi
ketuntasan paling tinggi dibandingkan dengan materi yang lain. Penjelasan dari
data tersebut menginspirasi peniliti untuk mengembangkan instrumen penilaian
keterampilan berpikir kritis dengan materi asam basa.
Berdasarkan analisis soal asam basa yang digunakan untuk penilaian
adalah sebagai berikut: (1) soal tidak mengalami perubahan yang berarti dari
tahun ke tahun, (2) soal yang digunakan hanya berkisar pada jenjang C1-C3,
yang hanya mengukur hafalan dan pemahaman konsep saja, dan (3) soal
kurang inovatif, sehingga belum bisa mengukur keterampilan berpikir kritis.
Hasil penelitian Reta (2012:4) menyatakan bahwa Pendidikan berpikir
di sekolah saat ini khususnya di SMA belum ditangani dengan baik. Guru
hanya berupaya meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Akibatnya
kecakapan berpikir lulusan SMA masih relatif rendah. Menurut Rofiudin,
sebagaimana dikutip oleh Reta (2012:4), bahwa terjadi keluhan tentang
rendahnya keterampilan berpikir kritis kreatif lulusan sekolah dasar sampai
perguruan tinggi di Indonesia, karena pendidikan berpikir belum ditangani
dengan baik.

Pada kondisi masyarakat yang selalu berubah, pendidikan hendaknya


melihat jauh ke depan dan memikirkan apa yang akan dihadapi peserta didik di
masa yang akan datang. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak
hanya mempersiapkan para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi, tetapi juga untuk menyelesaikan tantangan dan masalahmasalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan dan
permasalahan inilah yang akan memerlukan keterampilan berpikir kritis agar
siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.
SMA merupakan bagian dari pendidikan dasar yang berfungsi
membekali para siswa dengan pengetahuan sains. Ciri pembekalan
pengetahuan sains dalam kerangka tersebut adalah pengetahuan sains untuk
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pencapaian tersebut
pembelajaran sains bukan ditekankan pada pemahaman konsep sains semata,
melainkan lebih diarahkan pada efek iringan pembelajaran yang salah satunya
adalah

keterampilan

berpikir.

Keterampilan

tersebut

sangat

penting

dikembangkan, karena akan mengarahkan pola bertindak setiap individu dalam


masyarakatnya kelak.
Hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Redhana & Liliasari
(2008: 106) menyatakan bahwa, pembelajaran berpikir kritis yang merupakan
pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi memberikan peluang kepada
siswa melatihkan sejumlah keterampilan berpikir, terutama keterampilan
berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis sangat penting dilatihkan karena
keterampilan berpikir ini tidak dibawa sejak lahir. Di samping itu, tujuan

melatihkan keterampilan berpikir kritis adalah untuk menyiapkan siswa


menjadi seorang pemikir kritis (critical thinker), mampu memecahkan masalah
(problem solver), dan menjadi pemikir independen (independent thinker)
sehingga mereka dapat menghadapi kehidupan, menghindarkan dirinya dari
indokrinasi, penipuan, pencucian otak, mengatasi setiap permasalahan yang
dihadapi, dan membuat keputusan dengan tepat dan bertanggung jawab.
Instrumen penilaian merupakan bagian integral dari suatu proses
penilaian dalam pembelajaran, apa yang hendak diukur dalam pembelajaran
terkait dengan ketersediaan alat ukur yang dikembangkan. Demikian juga, apa
yang akan diukur dalam pembelajaran juga menentukan kualitas pembelajaran.
Pencapaian tujuan pembelajaran kimia yang sebenarnya membutuhkan
penggunaan instrumen penilaian yang tidak hanya mencakup hafalan dan
pemahaman tetapi juga dibutuhkan suatu penilaian yang melatihkan
keterampilan berpikir kritis sehingga siswa dapat cakap, kritis dan mandiri saat
dihadapkan pada suatu masalah. Selain itu, menghadapi perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dibutuhkan kemampuan dalam
menyeleksi informasi, kemampuan memutuskan suatu tindakan, kemampuan
memecahkan masalah, kemampuan menyimpulkan dan kemampuan lain yang
terkait dalam keterampilan berpikir kritis. Oleh karena itu pengembangan
instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis penting dilakukan.
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Prasasti et al. (2012: 2)
menyatakan bahwa Instrumen penilaian meliputi tes dan sistem penilaian.
Instrumen penilaian dirancang untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta

didik setelah mempelajari suatu kompetensi. Oleh karena itu, instrumen


penilaian yang dirancang dengan baik dan sesuai dengan tingkatan kemampuan
berpikir dapat meningkatkan daya berpikir siswa. Berkaitan dengan pentingnya
keterampilan berpikir khususnya berpikir kritis, pengembangan instrumen
penilaian digunakan sebagai alat untuk mengungkap kemampuan berpikir kritis
siswa. Instrumen penilaian berpikir kritis merupakan suatu alat penilaian yang
digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa yang diwujudkan
dalam bentuk tes yang memperhatikan tingkatan keterampilan berpikir kritis.
Penelitian pengembangan instrumen penilaian keterampilan berpikir
kritis menghasilkan suatu produk yang berbeda dengan instrumen penilaian
umum yang guru gunakan. Siswa merupakan target utama dari penelitian ini
karena siswa bukan hanya membutuhkan kemampuan kognitif hafalan dan
pemahaman saja tetapi analisis, sintesis dan aplikasi juga dibutuhkan dalam
menyelesaikan masalah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu model
instrumen penilaian bagi guru untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa.
Instrumen penilaian yang dimodifikasi dengan keterampilan berpikir kritis
pada suatu sekolah dapat menjadi daya tarik dan ciri khas sekolah di mata
masyarakat, sehingga dapat meningkatkan nilai jual sekolah.
Instrumen

tes

yang

dikembangkan

mengacu

pada

indikator

keterampilan berpikir kritis yang dikemukakan oleh Ennis (1985) karena


kerincian teorinya. Sedangkan materi pokok pada tahun 2012 menyatakan
bahwa yang dipilih sebagai konten ialah materi asam basa yang belum banyak
diteliti. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Purwaningtyas et al.

(2012: 46) menyatakan bahwa, Salah satu pokok bahasan kimia di Sekolah
Menengah Atas adalah materi asam basa. Materi ini merupakan materi yang
sarat dengan konsep dan berkaitan untuk materi selanjutnya yaitu Hidrolisis,
Buffer, Ksp, sehingga perlu penanaman konsep yang utuh dan benar karena
materi ini penting sebagai awal dari konsep siswa untuk memahami konsep
kimia pada materi berikutnya.Selain itu, materi pokok ini dipilih karena
berdasarkan rincian indikator yang terdapat dalam silabus kimia KTSP (2006)
materi asam basa dapat memenuhi kesebelas indikator keterampilan berpikir
kritis yang akan dikembangkan.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perlu dilakukan
penelitian tentang pengembangan keterampilan berpikir kritis pada materi
pokok asam basa bagi siswa kimia.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah pengembangan instrumen penilaian keterampilan berpikir
kritis siswa?
2. Instrumen penilaian berpikir kritis yang seperti apakah yang dapat
mengukur keterampilan berpikir kritis siswa?
3. Apakah instrumen penilaian berpikir kritis yang dikembangkan telah
memenuhi kriteria valid dan reliabel?

1.3 Batasan Masalah


Supaya masalah yang diteliti tidak terlalu luas dan arah penelitian
menjadi jelas, maka peneliti membatasi penelitian ini dengan batasan masalah
sebagai berikut:

1. Bahan kajian yang dijadikan bahan penelitian adalah asam basa yang
dipelajari di kelas XI semester 2.
2. Jenis

instrumen

yang

dikembangkan

adalah

instrumen

penilaian

keterampilan berpikir kritis pada materi pokok asam basa.


3. Indikator keterampilan berpikir kritis menurut Ennis (1985) yang
dikembangkan terfokus pada kelompok: memfokuskan pertanyaan, bertanya
dan menjawab pertanyaan, mengidentifikasi asumsi-asumsi, menganalisis
argumen, mengidentifikasi istilah dan mempertimbangkan suatu definisi,
mempertimbangkan sumber apakah dapat dipercaya atau tidak, membuat
dan

menentukan

hasil

pertimbangan,

mengobservasi

dan

mempertimbangkan laporan observasi, menentukan suatu tindakan,


menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi, dan berinteraksi dengan
orang lain.

1.4 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk:
1. Mengkaji proses pengembangan instrumen penilaian keterampilan berpikir
kritis.
2. Memperoleh inovasi instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis yang
baru yang dapat mengukur keterampilan berpikir kritis siswa.
3. Memperoleh instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis yang dapat
mengukur keterampilan berpikir kritis siswa yang memenuhi kriteria valid
dan reliabel.

1.5 Manfaat Penelitian


Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Instrumen evaluasi yang dikembangkan dapat dijadikan satu alternatif
contoh alat evaluasi untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa pada
pembelajaran asam basa.
2. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang dapat memandu guru
untuk menggunakan dan mengembangkan sendiri instrumen evaluasi
penilaian khususnya dalam pembelajaran kimia materi pokok asam basa.
3. Segala persoalan yang dikembangkan dalam tes evaluasi ini, diharapkan
dapat lebih memotivasi dan menantang siswa sehingga dapat meningkatkan
keterampilan berpikir.
4. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar masukan bagi peneliti lain
untuk mengembangkan instrumen tes keterampilan berpikir kritis pada
penelitian selanjutnya.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Keterampilan Berpikir Kritis


Berpikir kritis adalah aktivitas terampil yang bisa dilakukan dengan

lebih baik atau sebaliknya, dan pemikiran kritis yang baik akan memenuhi
beragam standar intelektual, seperti kejelasan, relevansi, kecukupan, koherensi,
dan lain-lain (Fisher, 2009:13)
Berpikir secara umum dianggap sebagai proses kognitif, tindakan
mental untuk memperoleh pengetahuan. Penekanan dalam ketrampilan berpikir
menegaskan penalaran (reasoning) sebagai fokus utama kognitif. Berpikir
kritis adalah cara berpikir seseorang mengenai suatu masalah dimana pemikir
meningkatkan kualitas pemikirannya dengan menangani secara terampil
struktur-struktur yang melekat dalam pemikiran dan menerapkan standarstandar intelektual padanya (Nitko, A.J & Brookhart, 2007). Dengan kata lain,
berpikir kritis merupakan proses mental yang terorganisasi dengan baik dan
berperan dalam proses mengambil keputusan untuk memecahkan masalah
dengan menganalisis dan menginterpretasi data dalam kegiatan inkuiri ilmiah.
Ennis mengungkapkan bahwa berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal
dan reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang mesti dipercaya atau
dilakukan (Fisher, 2009: 4). Selain itu, Fisher & Scriven mengungkapkan pula
bahwa berpikir kritis dapat diartikan sebagai interprestasi dan evaluasi yang

10

terampil dan aktif terhadap observasi dan komunikasi, informasi dan


argumentasi (Fisher & Scriven, 1997: 21).
Dalam kegiatan pendidikan, proses berpikir kritis dapat mempersiapkan
peserta didik menuju pemenuhan sendiri akan kebutuhan intelektualnya.
Selanjutnya dalam pembelajaran, pengembangan keterampilan berpikir kritis
melibatkan peserta didik sebagai pemikir ketimbang seseorang yang belajar
secara verbalistik. Agar keterampilan berpikir kritis dapat dikembangkan, maka
diperlukan perpaduan antara penalaran logis dan pengalaman empiris. Salah
satu cara mengembangkan keterampilan berpikir kritis adalah dengan
melakukan penilaian berbasis keterampilan berpikir kritis. Tes keterampilan
berpikir

kritis

dapat

dikembangkan

berdasarkan

indikator-indikator

keterampilan berpikir kritis.

2.2

Indikator Keterampilan Berpikir Kritis


Ennis (1985: 55-56) mengklasifikasikan keterampilan berpikir kritis

menjadi lima kelompok yang diturunkan menjadi dua belas indikator. Lebih
jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 1 Bagian 6 Halaman 104.
Teori yang diungkapkan Ennis di atas tampak sangat rinci dan lengkap,
namun dalam pelaksanaannya untuk melakukan penelitian pengembangan
instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan semua
indikator itu tidaklah mudah, tentunya banyak kendala yang dihadapi, selain itu
indikator-indikator tersebut tidak selalu cocok untuk setiap materi dan model
pembelajaran, oleh karena itu penulis mengambil beberapa indikator yang
dianggap mewakili indikator-indikator lainnya. Begitu pula dengan instrumen

11

tes yang digunakan yang dianggap dapat mewakili indikator-indikator tes


keterampilan berpikir kritis adalah tes tertulis. Adapun indikator yang
dikembangkan pada penelitian pengembangan instrumen penilaian ini adalah
sebagai berikut:
1.

Memfokuskan pertanyaan

2.

Menganalisis argumen

3.

Bertanya dan menjawab pertanyaan

4.

Mempertimbangkan sumber apakah dapat dipercaya atau tidak

5.

Mengobservasi dan mempertimbangkan laporan observasi

6.

Mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan suatu definisi

7.

Menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi

8.

Membuat dan menentukan hasil pertimbangan

9.

Mengidentifikasi asumsi-asumsi

10. Menentukan suatu tindakan


11. Berinteraksi dengan orang lain

2.3

Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis


Berpikir kritis tidak hanya dikembangkan dalam pembelajaran saja,

tetapi juga harus didukung dengan adanya evaluasi yang menyatu dengan
pembelajaran di kelas. Tolok ukur pendidikan dapat diketahui dengan adanya
evaluasi. Artinya jika siswa diharapkan memiliki ketermpilan berpikir kritis,
maka jenis-jenis evaluasi yang diberikan juga harus mampu melatih
keterampilan berpikir kritis sesuai yang diperoleh siswa selama pembelajaran
berlangsung.

12

Instrumen penilaian yang dikembangkan dalam mengukur kemampuan


berpikir kritis dapat berbentuk tes pilihan ganda, chekboxes dan juga essay
(www.csuchico.edu/phil/cc/ct-assess.htm). Tes dapat dipilah-pilah ke dalam
berbagai kelompok. Bila dilihat konstruksinya maka tes dapat diklasifikan
sebagai berikut: (a) Menurut bentuknya, secara umum ada dua bentuk tes, yaitu
butir tes bentuk uraian (essay test) dan butir tes bentuk objektif (objective test).
Dua bentuk tes ini dapat dipilah lagi ke dalam berbagai tipe, (b) Menurut
bentuknya, butir tes uraian dapat diklasifikasikan ke dalam dua tipe yaitu tes
uraian terbatas (restricted essay) dan tes uraian bebas (extended essay).
Untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa, maka perlu
dilakukan pengembangan instrumen penilaian keterampilan kritis, sesuai
dengan pernyataan berikut yaitu tes esai berpikir kritis, lebih komprehensif
daripada tes yang lain. Selain itu, butuh waktu yang lebih banyak atau biaya
yang lebih dibandingkan dengan tes pilihan ganda untuk mencapai tujuan
tersebut. Masalahnya harus serius dalam pengerjaan tes. Sampai saat ini belum
ada tes yang menguji keterampilan berpikir kritis yang mudah dan murah.
Penelitian dan pengembangan yang dibutuhkan di sini. (Ennis, 1993: 184)

2.4

Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis


Instrumen penilaian yang digunakan di sekolah SMA Negeri sebagian

besar belum berorientasi pada keterampilan berpikir kritis. Hakikat dari kimia,
tujuan pendidikan nasional dan perkembangan jaman menuntut keterampilan
berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis instrumen
penilaian di sekolah, mengembangkan instrumen penilaian untuk mengukur

13

keterampilan berpikir kritis dan menguji efektivitas serta kepraktisan


instrumen.
Ada empat cara dalam menilai alat ukur yaitu: (1) meneliti secara jujur
soal-soal yang sudah di susun, kadang-kadang dapat diperoleh jawaban tentang
ketidakjelasan perintah atau bahasa, taraf kesukaran, dan lain-lain keadaan soal
tersebut, (2) dengan mengadakan analisis soal (item analysis). Analisis soal
adalah suatu prosedur yang sistematis, yang akan memberikan informasiinformasi yang sangat khusus terhadap butir tes yang kita susun, (3)
mengadakan checking validitas. Validitas yang paling penting dari tes buatan
guru adalah validitas kurikuler (content validity), (4) dengan mengadakan
checking reliabilitas. Salah satu indikator untuk tes yang mempunyai
reliabilitas yang tinggi adalah bahwa kebanyakan dari soal-soal tes itu
mempunyai daya pembeda yang tinggi. (Suharsimi, 2007: 205-206).
Mardapi (2008) menyatakan bahwa terdapat sembilan langkah yang
perlu ditempuh dalam mengembangkan tes hasil atau prestasi belajar, yaitu: (1)
menyusun spesifikasi tes meliputi: konstruk atau definisi teoritis, definisi
opersional, menyususn kisi-kisi tes yang terdiri atas standar kompetensi,
kompetensi dasar, indikator, jumlah butir, lama tes, menentukan tujuan tes,
menentukan bentuk tes, dan menentukan panjang tes, (2) menulis soal tes, (3)
menelaah soal tes, (4) melakukan uji coba tes, (5) menganalisis butir soal, (6)
memperbaiki tes, (7) merakit tes, (8) melaksanakan tes, dan (9) menafsirkan
hasil tes.

14

2.5

Validitas dan Reliabilitas

2.5.1

Validitas
Validitas atau kesahihan menunjuk pada derajat bukti dan teori

mendukung penafsiran skor tes sebagai tujuan penggunaan tes (Standard,


1999:9). Apabila tujuan tes untuk mengukur kemampuan matematika, maka
penafsiran hasil tes harus berdasarkan teori yang digunakan, yaitu definisi
tentang kemampuan matematika. Proses validasi merupakan pengumpulan
bukti-bukti untuk memberi dasar saintifik penafsiran skor tes. Jadi, validitas
merupakan hal penting dalam pengembangan instrumen baik tes maupun
nontes. (Mardapi, 2012: 37)
Koefisien validitas hanya punya makna apabila mempunyai harga yang
positif. Walaupun semakin tinggi mendekati angka 1,00 berarti suatu tes
semakin valid hasil ukurnya namun pada kenyataannya suatu koefisien
validitas tidak pernah mencapai 1,00. Koefisien validitas yang tinggi lebih sulit
dicapai daripada koefisien reliabilitas yang tinggi. Sebutan validitas tes
diartikan sebagai validitas hasil pengukuran yang diperoleh tes tersebut.
Cronbach (1971) menekankan bahwa proses validasi sebenarnya tidak
bertujuan untuk melakukan validasi tes akan tetapi melakukan validasi
terhadap interpretasi data yang diperoleh dalam prosedur tertentu. Ketepatan
interpretasi atau penafsiran hasil suatu tes berdasarkan buktu-bukti yang
mendukung. (Mardapi, 2012: 39)
Estimasi validitas dilakukan dengan menggunakan teknik analisis
korelasional. Namun tidak semua pendekatan validitas memerlukan analisis

15

statistika. Tipe validitas yang berbeda menghendaki cara analisis yang berbeda
pula. Berdasarkan cara estimasinya yang disesuaikan dengan sifat dan fungsi
setiap tes, tipe validitas pada umumnya digolongkan dalam tiga kategori, yaitu
content validity (validitas isi), construct validity (validitas konstrak), dan
criterion-related validity (validitas berdasar kriteria). Namun, dalam hal ini
hanya digunakan content validity (validitas isi).
2.5.1.1 Validits Isi (Content validity)
Validitas isi berkaitan dengan pertanyaan sejauh mana item tes
mencakup keseluruhan materi atau bahan yang ingin diukur. Sejauhmana
suatu tes memiliki bukti valditas ini ditetapkan menurut analisis rasional
terhadap isi tes, yang penilaiannya didasarkan atas pertimbangan subjektif
individual. Walaupun subjektif, namun yang terlibat adalah beberapa pakar
pada bidang yang diukur dalam suatu forum diskusi sehingga hasilnya dapat
dipertanggungjawabkan (Mardapi, 2008:18). Hasil panel pakar ini merupakan
bukti untuk menunjukkan bahwa isi tes sesuai dengan materi yang ingin diukur
atau diujikan.
Salah satu cara yang praktis untuk melihat apakah validitas isi telah
terpenuhi adalah dengan melihat item-item dalam tes telah ditulis sesuai
dengan spesifikasi tes yang telah sesuai dengan batasan domain ukur yang
telah ditetapkan semula dan memeriksa apakah masing-masing item telah
sesuai dengan indikator perilaku yang hendak diungkapkannya.

16

Validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi, untuk


memperoleh validitas instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis
menggunakan validasi pakar (expert judgement).
2.5.2

Reliabilitas
Reliabilitas atau keandalan merupakan koefisien yang menunjukkan

tingkat keajegan atau konsistensi hasil pengukuran suatu tes. Konsisten hasil
pengukuran dengan menggunakan alat ukur yang sama untuk orang yang
berbeda atau pada waktu yang berbeda tetapi kondisi yang sama. Konsistensi
berkaitan dengan tingkat kesalahan hasil suatu tes yang berupa skor. Tes yang
digunakan di berbagai tempat dengan tujuan yang sama, seperti tes hasil
belajar, hasilnya yang berupa skor harus dapat dibandingkan antartempat. Hasil
tes ini juga harus dapat dibandingkan antarwaktu untuk mengetahui
perkembangan hasil belajar yang dicapai. (Mardapi, 2012: 51)
Gronlund (1985) mengemukakan ada empat faktor yang dapat
mempengaruhi reliabilitas, yaitu panjang tes, sebaran skor, tingkat kesukaran,
dan objektivitas.
Panjang tes (length of test) menunjukkan banyaknya soal tes. Terdapat
kecenderungan, semakin panjang suatu tes akan lebih tinggi tingkat reliabilitas
suatu tes, karena semakin banyak soal, maka akan semakin banyak sampel
yang diukur dan proporsi jawaban yang benar semakin banyak, sehingga faktor
tebakan (guessing) akan semakin rendah.
Sebaran Skor (spread of scores). Besarnya sebaran skor akan
membuat reliabilitas menjadi lebih tinggi, karena koefisien reliabilitas yang

17

lebih besar diperoleh ketika peserta didik tetap pada posisi yang relatif sama
dalam satu kelompok pengujian ke pengujian berikutnya. Dengan kata lain,
peluang selisih dan perubahan posisi dalam kelompok dapat memperbesar
koefisisen reliabilitas.
Tingkat Kesukaran (difficulty indeks). Tingkat kesukaran soal yang
ideal untuk meningkatkan koefisien reliabilitas adalah soal yang menghasilkan
sebaran skor berbentuk kurva normal.
Objektifitas (Objectifity), menunjukkan skor tes kemampuan yang
sama antara peserta didik yang satu dengan peserta didik lainnya. Objektivitas
prosedur tes yang tinggi akan memperoleh reliabilitas hasil tes yang tidak
dipengaruhi oleh prosedur penskoran. Tes yang reliabel adalah apabila
koefisien reliabilitasnya tinggi dan kesalahan baku pengukurannya (standard
error of measurement) rendah.
Reliabilitas instrumen penilaian dalam penelitian ini menggunakan
formula Cronbach Alpha, karena instrumen penelitian berupa lembar angket,
tes esai analisis, tes problem solving, dan lembar aktivitas berpikir siswa.

2.6

Asam Basa

2.6.1

Teori Asam dan Basa


Teori mengenai laruatan asam basa telah dikemukakan oleh berbagai

ahli kimia sejak jaman dahulu. Salah satunya adalah teori Svante Arrhenius
(1884) yang menyatakan bahwa asam adalah zat yang dapat meningkatkan
konsentrasi ion hidrogen, H+ dalam air, sedangkan basa dalah zat yang dalam

18

air dapat meningkatkan konsentrasi ion hidroksida, OH-. Secara umum,


reaksinya sebagai berikut :
HA (aq)

Asam
BOH (aq)
Basa

H+(aq) + A-(aq)
ion hidrogen

B+(aq) + OH-(aq)
ion hidroksida

Teori yang diungkapkan oleh Arrhenius masih memiliki keterbatasan


yaitu hanya memandang aspek reaksi asam basa di dalam pelarut air dan jika
suatu reaksi tidak membentuk OH- atau H+ tidak dapat dikatakan sebagai basa.
Oleh karena itu, Johanes Bronsted dan Thomas-Lowry mengungkapkan sebuah
teori yang menyatakan bahwa asam adalah pemberi/donor proton (H+) dan basa
adalah penerima/akseptor proton (H+). Teori ini dikenal dengan nama teori
asam basa Bronsted-Lowry. Teori ini mampu menjelaskan reaksi asam basa
dengan pelarut bukan air.
Jika suatu asam memberi proton, maka sisa asam tersebut mempunyai
kemampuan untuk menerima proton atau bertindak sebagai basa. Sisa asam
tersebut dinamakan basa konjugasi dari asam semula. Demikian pula, jika
suatu basa menerima proton, maka basa yang terbentuk mempunyai
kemampuan untuk melepas proton tersebut atau bertindak sebagai asam. Asam
yang terbentuk ini disebut sebagai asam konjugasi dari basa semula. Pasangan
asam dengan basa konjugasinya masing-masing disebut juga pasangan asam
basa konjugasi.

19

Berikut adalah contoh reaksi asam basa:


NH4+

+ NH2-

Asam (1)

Basa (2)

NH3 + NH3
Asam (2)

Basa (1)

Asam (1) kehilangan proton dan menjadi basa (1). Basa (2) mendapat
proton dan menjadi asam (2). Basa (1) disebut sebagai basa konjugat dari asam
(1), sedangkan asam (2) adalah asam konjugat dari basa (2). NH3(pelarut)
adalah basa konjugat dari asam NH4+ dan juga merupakan asam konjugat dari
basa NH2-.
Kelemahan utama teori Bronsted-Lowry adalah bahwa untuk pelarut
yang tidak mengandung proton tidak dapat digunakan. Selain itu, sifat suatu zat
tidak pasti, sangat bergantung pada pasangan reaksinya. Misalnya air bersifat
basa jika bereaksi dengan CH3COOH dan bersifat asam jika bereaksi dengan
NH3.
Menurut Lewis, asam adalah partikel (ion atau molekul) yang dapat
bertindak sebagai penerima (akseptor) pasangan elektron, sedangkan basa
adalah partikel (ion atau molekul) yang dapat bertindak sebagai pemberi
(donor) pasangan elektron. Reaksi asam-basa menurut teori Lewis berkaitan
dengan transfer pasangan elektron yang terjadi pada ikatan kovalen koordinasi.
Perhatikan reaksi berikut.

H
H N + H+
H
Basa

H
H N H
H
Asam

20

Berdasarkan reaksi tersebut, NH3 bertindak sebagai basa dan NH4+


bertindak sebagai asam. Perhatikan reaksi antara NH3 dan BF3 berikut ini.

Pada reaksi antara NH3 dan BF3, BF3 bertindak sebagai asam, sedangkan
NH3 bertindak sebagai basa.
Ikatan koordinasi terjadi karena adanya pasangan elektron dari satu
atom yang berikatan. Contohnya pada pembentukan ion kompleks, antara ion
logam transisi (penerima pasangan elektron) dan ion nonlogam (pemberi
pasangan elektron).
Perhatikan reaksi berikut ini.
Fe3+ + 6CN- [Fe(CN)6]3Ion Fe3+ memiliki orbital kosong yang menerima pasangan elektron
dari ion CN- . Jadi, ion Fe3+ bertindak sebagai asam, sedangkan ion CN- sebagai
basa.
2.6.2

Sifat Asam dan Basa


Untuk menentukan suatu larutan bersifat asam atau basa dapat

dilakukan dengan menggunakan indikator asam basa. Indikator dapat berasal


dari bahan alami dan berupa buatan (indikator sintesis). Indikator asam basa
alami dapat dijumpai pada berbagai tumbuhan diantaranya adalah bunga
hydrangea, bunga mawar, kol merah, daun teh (air teh), dan spesies lumut

21

kerak (lichen). Spesies lumut kerak yang berbentuk kertas dan larutan
dinamakan lakmus. Bentuk kertas lebih banyak digunakan karena sukar
teroksidasi, tahan lama, dan memberikan perubahan warna yang cukup jelas.
Tabel 2.1 Perubahan Kertas Lakmus
Kertas Lakmus

Kertas lakmus merah

Kertas lakmus biru

Asam

Tidak berubah (merah)

Merah

Basa

Biru

Tidak berubah (biru)

2.6.3 Kekuatan Asam dan basa


Kekuatan asam basa dinyatakan oleh tetapan kesetimbangannya, yakni
tetapan ionisasi asam (Ka) dan tetapan ionisasi basa (Kb). Kekuatan asam basa
ini ditentukan oleh banyak sedikitnya ion H+ dan OH- yang dilepaskan
tergantung nilai derajat ionisasi/disosiasi ().
2.6.3.1 Tetapan ionisasi asam (Ka)
HA (aq)

H+ (aq) + A- (aq)

Tetapan ionisasi asam Ka dirumuskan sebagai berikut:

Ka =

   


Untuk asam kuat ( =1), hampir semua asam terurai menjadi ion-ionnya.
Dengan demikian, nilai Ka sangat besar.
2.6.3.2 Tetapan ionisasi basa (Kb)
B(aq)

+ H2O(l)

BH+(aq)

+ OH-(aq)

22

Tetapan ionisasi basa Kb dapat dirumuskan sebagai berikut:

Kb =

     


Untuk basa kuat dengan = 1, hampir semua basa terurai menjadi ion-ionnya.
Dengan demikian, nilai Kb sangat besar.
2.6.4

Konsep pH
Pada tahun 1909 ahli kimia bernama S. P. L. Sorenson mengusulkan

suatu konsep pH yang menyatakan derajat keasaman larutan sebagai fungsi


konsentrasi ion H  untuk mempraktiskan penulisannya dengan rumus:
pH = - log [H  ]

Kw = [H  ] OH  

[H  ] OH   = 1,0 10

pKw = pH + pOH
pH + pOH = 14
Tabel 2.2 Nilai Derajat Keasaman
Jenis Larutan
Larutan asam
Larutan netral
Larutan basa

[H  ]> 1,0 10 M

Derajat keasaman,
pH
pH < 7

[H  ]< 1,0 10 M

pH > 7

Konsentrasi ion H+

[H  ]= 1,0 10 M

pH = 7

Indikator adalah zat-zat yang menunjukkan indikasi berbeda dalam


larutan asam, basa, dan netral. Suatu senyawa bersifat asam, basa, atau netral
dapat diketahui dengan menggunakan indikator universal berupa kertas lakmus
dan larutan, pH meter, serta larutan indikator.

23

Tabel 2.3 Trayek Perubahan Warna dari Berbagai Indikator


Indikator
Metil hijau

Trayek perubahan warna


0,2 1,8

Perubahan Warna
Kuning Biru

Timol hijau

1,2 2,8

Kuning Biru

Metil jingga

3,2 4,4

Merah Kuning

Metil merah

4,0 5,8

Tidak berwarna Merah

Metil ungu

4,8 5,4

Ungu Hijau

Bromkresol ungu

5,2 6,8

Kuning Ungu

Bromotimol biru

6,0 7,6

Kuning Biru

Lakmus

4,7 8,3

Merah Biru

Kresol merah

7,0 8,8

Kuning Merah

Timol biru

8,0 9,6

Kuning Biru

Fenolftalein

8,2 - 10,0

Tidak berwarna Merah jambu

Timolftalein

9,4 10,6

Tidak berwarna Biru

Alizarin kuning R

10,3 12,0

Kuning Merah

Klayton kuning

12,2 13,2

Kuning Kuning gading

Sumber: Chemistry (Brady), 2000


Seiring dengan kemajuan teknologi maka tingkat pencemaran pun
meningkat. Salah satunya adalah pencemaran udara, yaitu masuknya atau
dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain sehingga
kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu. Hal ini menyebabkan udara
menjadi kurang dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran
udara terjadi karena adanya bentuk sampingan seperti aktivitas vulkanik,
pembusukan sampah, kebakaran dan kegiatan manusia sehari-hari. Salah satu
kegiatan manusia yang dapat menyebabkan pencemaran adalah penggunaan
kendaraan bermotor yang akan menghasilkan gas sampingan yang merupakan

24

hasil pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar. Gas-gas ini adalah Sox dan
Nox dilepas ke udara sehingga menimbulkan polusi. Gas-gas tersebut juga
larut dalam titik-titik air di awan sehingga membentuk larutan asam sulfat dan
asam nitrat. Ketika terjadi hujan, larutan-larutan ini bercampur dan turun
bersama hujan. Inilah yang dinamakan dengan hujan asam yang dapat
merugikan manusia dan lingkungan. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan
oleh hujan asam:
a. Hujan asam dapat menyebabkan matinya tumbuhan dan ikan. Asam yang
terdapat dalam air hujan dapat bereaksi dengan mineral dalam tanah.
Tumbuhan menjadi kekurangan mineral sehingga mati atau tidak tumbuh
dengan baik. Hujan asam juga dapat melarutkan aluminium dari mineral
dalam tanah dan bebatuan, kemudian menghanyutkannya ke sungai
sehingga dapat meracuni ikan dan mahluk air lainnya.
b. Mobil, kapal laut, dan rangka bangunan akan lebih cepat berkarat jika
terkena hujan asam dalam waktu yang lama karena bahan penyusun
logamnya bereaksi dengan asam dari hujan asam yang bersifat korosif.
c. Hujan asam juga dapat merusak bangunan (gedung/rumah) yang terbuat dari
batu kapur yang ditandai dengan melapuknya batu kapur.

25

2.7

Kerangka Berfikir
Penggambaran alur pemikiran dalam penelitian pengembangan

instrumen penilaian keterampilan berfikir kritis ini dijelaskan melalui Gambar


2.1
Analisis instrumen penilaian
konvensional pada materi asam
basa

Perumusan masalah tentang


pengembangan instrumen
penilaian

Analisis kesulitan guru dalam


menyusun instrumen penilaian
berpikir kritis

Perumusan desain instrumen


penilaian keterampilan berpikir
kritis

Analisis kondisi sekolah, seperti


lokasi, sarana dan prasarana

Validasi pakar, ujicoba terbatas


dan revisi desain instrumen
penilaian

Analisis kondisi pembelajaran


seperti penggunaan media, bahan
ajar dan metode pembelajaran

Analisis tujuan pendidikan


nasional dan orientasi pendidikan
modern

Instrumen penilaian keterampilan


berpikir kritis yang
disempurnakan dan teruji

Validasi pakar, ujicoba skala luas


dan revisi desain instrumen
penilaian

Implementasi desain instrumen


penilaian keterampilan berpikir
kritis di SMA Negeri 1
Ambarawa

Revisi instrumen penilaian


keterampilan berpikir kritis

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Pengembangan Instrumen Penilaian

BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1

Desain Penelitian
Desain penelitian dimulai dengan studi pendahuluan yang terbagi

menjadi studi literatur dan studi lapangan, dilanjutkan dengan penyusunan


pengembangan instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis dan uji coba
instrumen. Berikut penjelasan desain penelitian yang akan dilakukan:
3.1.1

Pendefinisian
Pendefinisian dengan melakukan studi pendahuluan, terbagi menjadi

dua yaitu studi lapangan dan studi literatur. Pada studi lapangan dilakukan
analisis tentang kondisi sekolah, jenis penilaian yang biasa dilakukan di SMA
Negeri 1 Ambarawa dan proses pembelajaran kimia. Data dari studi lapangan
dikumpulkan dengan menggunakan studi dokumentasi dan observasi. Data
tentang kondisi sekolah tepatnya sarana dan prasarana sekolah dikumpulkan
untuk menjadi dasar penggunaan SMA Negeri 1 Ambarawa menjadi tempat
penelitian dan data instrumen baku sekolah dan proses pembelajaran kimia
yang

konvensional

digunakan

untuk

menjadi

data

awal

kebutuhan

pengembangan. Studi literatur artinya kajian teoritis, dilakukan analisis pada


instrumen penilaian baku di sekolah dengan keterampilan berpikir yang
digunakan, kajian hakikat kimia, kajian tuntutan pendidikan, tantangan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kajian penelitian
terdahulu yang terkait dan relevan.

26

27

3.1.2

Desain
Desain meliputi perencanaan dan penyusunan instrumen penilaian

keterampilan berpikir kritis, menggunakan indikator menurut Ennis (1985).


Setelah itu, diuji validasi isi dengan judgement validasi oleh pakar pendidikan,
penilaian, dan kimia.
3.1.3

Pengembangan
Pengembangan meliputi uji coba instrumen penilaian keterampilan

berpikir kritis dilakukan dengan dua tahap yaitu uji coba skala terbatas dengan
uji coba skala luas. Uji coba skala terbatas dilakukan pada 9 anggota
ekstrakurikuler olimpiade kimia SMA Negeri 1 Ambarawa pada bulan Januari.
Uji coba skala luas dilakukan pada 40 siswa kelas XI IPA 4.
3.1.4

Implementasi
Desain ini dilakukan pada kelas XI IPA 3. Revisi merupakan perbaikan

penggunaan bahasa pada instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis yang


merupakan hasil uji coba skala luas.

28

PENDEFINISIAN

STUDI
PENDAHULUAN

STUDI LAPANGAN
a. Menganalisis instrumen penilaian
kimia konvensional di SMAN 1
Ambarawa
b. Mengkaji sarana prasarana
sekolah, dan proses pembelajaran

MASALAH
(Hasil kajian
pustaka dan
studi)
lapangan

STUDI LITERATUR
a. Tujuan pendidikan nasional
b. Teori tentang berpikir kritis
c. Penelitian terdahulu yang
terkait

DESAIN
a.

Desaian awal
instrumen penilaian
keterampilan berpikir
kritis

b.
c.
d.

DESAIN AWAL
Mengidentifikasi penilaian
konvensional dari materi asam basa
Mengkaji materi asam basa
Menentukan jenis penilaian dan
indikator keterampilan berpikir kritis
Mengembangkan instrumen penilaian
keterampilan berpikir kritis

VALIDASI DESAIN
Validasi desain ke pakar penelitian
pendidikan, keterampilan berpikir
kritis, dan kimia

PENGEMBANGAN

UJI COBA
DESAIN
AWAL

a.

b.

a.

b.

Publikasi

SKALA TERBATAS
Implementasi instrumen penilaian
keterampilan berpikir kritis dari
validasi pakar di SMA Negeri 1
Ambarawa
Evaluasi dan revisi instrumen
penilaian
SKALA LUAS
Implementasi instrumen penilaian
keterampilan berpikir kritis dari uji
coba terbatas di SMA Negeri 1
Ambarawa
Evaluasi dan revisi instrumen
penilaian

Model Produk

PERENCANAAN DAN
PENYUSUNAN
INSTRUMEN
PENILAIAN
KETERAMPILAN
BERPIKIR
KRITIS

Desain
instrumen
yang telah
diuji coba

Revisi

IMPLEMENTASI

Gambar 3.1 Desain Pengembangan Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis

29

3.2

Objek Penelitian
Objek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI IPA 3

dan XI IPA 4 SMA Negeri 1 Ambarawa, tahun akademik 2013/2014. Alasan


penulis memilih SMA Negeri 1 Ambarawa sebagai objek penelitian adalah
untuk kemajuan berpikir tingkat tinggi bagi siswa siswinya, karena
sebagaimana yang dipaparkan pada latar belakang penelitian adalah produk ini
ditujukan bagi siswa kelas XI SMA yang sudah mempelajari materi asam basa.
Yang mana siswa siswi SMA merupakan pembelajar yang tepat untuk
mengembangkan keterampilan berpikir kritis.

3.3

Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ambarawa. Waktu

penelitian dilakukan selama tiga bulan terhitung sejak bulan Januari sampai
dengan bulan Maret 2014. Dalam waktu tersebut sudah mencakup penelitian
dari tahap awal penelitian yaitu konsep pembuatan produk sampai dengan
tahap akhir penelitian yaitu penulisan laporan.
Konsep rancangan dan produk serta penulisan laporan dilaksanakan
dari bulan November sampai dengan bulan Maret 2014. Uji coba skala kecil,
uji coba skala besar, dan implementasi produk beserta angket yang berupa
kuesioner dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2014.

3.4

Pengambilan Data
Tujuan penelitian ini, yaitu memperoleh data yang sesuai, maka

dibutuhkan alat pengumpulan data yang disebut instrumen penelitian.


Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti

30

dalam pengumpulan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan


dipermudah.
Teknik pengumpulan data dalam suatu penelitian sangat diperlukan
karena data yang diambil oleh peneliti tidak hanya terfokus pada satu sumber
sebagai acuan, namun terdiri dari beberapa sumber. Berdasarkan pertimbangan
kebutuhan data yang harus diperoleh dalam penelitian ini, penulis
mengumpulkan informasi dan data dengan menggunakan cara yaitu:
3.4.1

Angket
Angket

digunakan

pada

tahap

pengembangan

produk

untuk

mendapatkan data keterbacaan dan kepraktisan penggunaan instrumen


penilaian keterampilan berpikir kritis. Pemberian angket dilakukan pada guru
kimia, objek uji coba skala terbatas dan uji coba skala luas. Jenis angket yang
digunakan adalah jenis angket tertutup dengan 12 pertanyaan. Pemberian
angket dilakukan pada akhir tahapan uji coba dan implementasi.
3.4.2

Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi dilakukan pada tahap studi pendahuluan baik pada

studi lapangan maupun studi literatur. Instrumen yang digunakan dalam studi
dokumentasi adalah lembar cheklist. Data yang didapatkan dari studi
dokumentasi adalah jenis instrumen penilaian yang digunakan di sekolah dan
kondisi sekolah. Pengambilan data langsung dilakukan oleh peneliti di SMAN
1 Ambarawa.

31

3.4.3

Observasi Aktivitas Siswa


Observasi dilakukan pada tahap uji coba skala terbatas, skala luas dan

tahap implementasi instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis. Tujuan


observasi adalah memonitoring aktivitas

siswa yang terjadi selama

pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan masing-masing 1 kali untuk


uji coba skala terbatas dan uji coba skala luas, sedangkan untuk tahap
implementasi observasi dilakukan sebanyak 3 kali. Instrumen yang digunakan
dengan menggunakan lembar observasi skala. Observer yang digunakan
melibatkan 3 orang pengmat yaitu mahasiswa kimia, guru kimia dan peneliti.
Kerja dari masing-masing observer memberi cheklist pada lembar observasi
skala apabila siswa melakukan aktivitas yang tertera pada lembar observasi
tersebut.
3.4.4

Tes Esai Analisis dan Tes Problem Solving


Bentuk tes dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu tes esai analisis dan

tes problem solving. Tes esai merupakan tes dengan pertanyaan terbuka yang
digunakan untuk pengambilan data keterampilan berpikir kritis siswa. Tes ini
dilakukan selama satu kali, yaitu setelah pembelajaran. Tes kedua yaitu tes
problem solving yang digunakan untuk melatih kecakapan siswa dalam
menyelesaikan masalah. Sama halnya dengan tes esai analisis tes ini juga
dilakukan satu kali yaitu setelah pembelajaran, bentuk tes problem solving
adalah penyajian kasus-kasus yang dikaitkan dengan materi penelitian. Kedua
tes tersebut diuji cobakan pada skala terbatas dan skala luas, serta
diimplementasikan pada tahap implementasi.

32

3.4.5

Validasi Pakar
Validasi pakar atau ahli ini dilakukan untuk menilai dan meningkatkan

validitas isi dari instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis, dan


instrumen penelitian seperti angket, dan lembar observasi. Instrumen yang
digunakan adalah lembar validasi dengan menggunakan lembar skala
penilaian. Pakar atau ahli yang dilibatkan dalam validasi ini adalah ahli
penilaian, pendidikan dan kimia.

3.5

Analisis Data
Data penelitian yang terkumpul, kemudian diolah dengan pengkajian

secara mendalam dengan melihat jenis data penelitian. Teknik analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini secara kualitatif dan kuantitatif, yaitu: (a)
analisis

kualitatif dilakukan secara deskriptif sesuai dengan hasil angket,

dokumentasi, dan observasi. Pada uji coba terbatas dan uji coba luas analisis
data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dalam rangka evaluasi terhadap
desain materi untuk mengkaji kelemahan dan kekurangan sebagai bentuk revisi
untuk memperbaiki desain materi dan mengkaji ketercapaian implementasi
desain penilaian keterampilan berpikir kritis. (b) analisis kuantitatif digunakan
untuk mengetahui pengaruh penerapan instrumen penilaian terhadap hasil
belajar dan respon positif dari siswa dan guru terhadap instrumen penilaian
keterampilan berpikir kritis.
Pengujian mutu instrumen dilakukan pada angket, lembar observasi, tes
aktivitas berpikir siswa, tes esai analisis maupun tes problem solving.

33

Pengujian tersebut berupa validitas dan reliabilitas. Berikut dijelaskan


pengujian mutu instrumen dan analisis data penelitian yang dilakukan.
3.5.1

Analisis Instrumen Penelitian

3.5.1.1

Tes Esai Analisis dan Tes Probem Solving


Instrumen tes esai analisis dan problem solving sebelum digunakan

dalam penelitian, terlebih dahulu dilakukan analisis reliabilitas dan validitas.


3.5.1.1.1 Validitas Isi
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat
kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen (Suharsimi, 2002:144). Uji
validitas yang dilakukan terbagi menjadi dua, yaitu validitas pakar dan
validitas isi. Validasi pakar digunakan untuk menguji validitas logis atau isi
dan konstruk. Tujuan validasi pakar adalah untuk menguji instrumen penilaian
dalam hal kesesuaian antara standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator
keterampilan berpikir kritis, taksonomi kognitif dan materi yang digunakan
dengan soal. Selain itu juga divalidasi bahasa dan penulisan serta keterbacaan
soal.
Validasi isi digunakan untuk menguji validitas isi, sehingga apabila
didapatkan koefisien korelasi dengan kriteria cukup sampai sangat tinggi maka
soal dapat dinyatakan mampu mengukur keterampilan berpikir kritis.
3.5.1.1.2 Reliabilitas Instrumen Penelitian
Reliabilitas adalah ketepatan atau keajegan suatu alat ukur dalam
mengukur apa yang diukur. Artinya kapanpun alat ukur tersebut digunakan
akan memberikan hasil ukur yang sama (Sudjana, 2001:120).

34

Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen


cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena
instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi, 2002:254)
Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan rumus Alpha Cronbach
(Suharsimi, 2002:171):

! = [

"

(")

 1

'()
'*)

dimana :
r11= reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan
+,- = jumlah varians butir

+.- = varians total

Menurut Suharsimi (2007), interpretasi reliabilitasnya dapat ditentukan


dengan melihat tabel 3.1.
Tabel 3.1. Interpretasi Reliabilitas Soal
Rentang
0,80 1,00
0,6 0,79
0,4 0,59
0,2 0,39
0,0 0,19

Kriteria Realiabilitas
Sangat tinggi
Tinggi
Cukup
Rendah
Sangat Rendah

3.5.1.2 Lembar Angket


Lembar angket sebelum digunakan dalam penelitian, terlebih dahulu
dilakukan analisis validitas, berikut pemaparan analisisnya:

35

3.5.1.2.1 Validitas
Uji validitas lembar angket dilakukan dengan menggunakan cara
validitas isi. Uji validitas tersebut dilakukan oleh pakar untuk menganalisis
hubungan antara indikator yang dicapai, aspek penilaian, serta rubrik penilaian
dengan butir pertanyaan.
3.5.1.2.2 Reliabilitas
Analisis reliabilitas pada instrumen non tes lembar angket digunakan
dengan rumus Alpha Cronbach. Teknik uji coba untuk instrumen nontes
menggunakan satu kali pengujian yaitu pada akhir tahap uji coba baik skala
terbatas maupun skala luas untuk angket. Angket dinyatakan reliabel apabila
nilai Alpha Cronbach > 0,70.

! = [

"

(")

 1

'()
'*)

dimana :
r11= reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan
+,- = jumlah varians butir

+.- = varians total

Menurut Suharsimi (2007), interpretasi reliabilitasnya dapat ditentukan


dengan melihat tabel 3.1.
Tabel 3.1. Interpretasi Reliabilitas Soal
Rentang
Kriteria Realiabilitas
0,80 1,00
Sangat tinggi
0,6 0,79
Tinggi
0,4 0,59
Cukup
0,2 0,39
Rendah
0,0 0,19
Sangat Rendah

36

3.5.1.3

Lembar Aktivitas Siswa


Lembar aktivitas siswa sebelum digunakan dalam penelitian, terlebih

dahulu dilakukan analisis validitas, berikut pemaparan analisisnya:


3.5.1.3.1 Validitas
Uji validitas lembar aktivitas berpikir siswa dilakukan dengan
menggunakan cara validitas isi. Uji validitas tersebut dilakukan oleh pakar
untuk menganalisis hubungan antara indikator yang dicapai, aspek penilaian,
serta rubrik penilaian dengan butir pertanyaan.
3.5.1.3.2 Reliabilitas
Analisis reliabilitas pada instrumen non tes yaitu lembar aktivitas
berpikir siswa, digunakan dengan rumus Alpha Cronbach. Teknik uji coba
untuk instrumen nontes menggunakan satu kali dalam setiap materi untuk
lembar aktivitas berpikir siswa. Lembar aktivitas berpikir siswa dinyatakan
reliabel apabila nilai Alpha Cronbach > 0,70.

! =

/0/1

/0(")/1

dimana :
r11= reliabilitas instrumen
k = jumlah observer
Vp = Varians person
Ve = Varians eror
Menurut Suharsimi (2007), interpretasi reliabilitasnya dapat ditentukan
dengan melihat Tabel 3.1.

37

Tabel 3.1. Interpretasi Reliabilitas Soal


Rentang
Kriteria Realiabilitas
0,80 1,00
Sangat tinggi
0,6 0,79
Tinggi
0,4 0,59
Cukup
0,2 0,39
Rendah
0,0 0,19
Sangat Rendah

3.5.2

Analisis Data Penelitian

3.5.2.1

Data dari Lembar Aktivitas Berpikir Siswa

1) Mengkategorikan data dari lembar aktivitas berpikir siswa.


2) Memberi skor pada setiap lembar aktivitas berpikir siswa.
3) Menganalisis reason siswa dan guru tentang penerapan instrumen
penilaian keterampilan berpikir kritis dengan melihat reliabilitasnya

! =

/0/1

/0(")/1

dimana :
r11= reliabilitas instrumen
k = jumlah observer
Vp = Varians person
45= varians eror
3.5.2.2

Data dari Angket

1) Mengkategorikan data dari lembar aktivitas berpikir siswa dan angket.


2) Memberi skor pada setiap soal lembar aktivitas berpikir siswa dan lembar
angket.
3) Menganalisis reason siswa dan guru tentang penerapan instrumen penilaian
keterampilan berpikir kritis dengan melihat reliabilitasnya

38

! = [

"

(")

 1

'()
'*)

dimana :
r11= reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan
+,- = jumlah varians butir

+.- = varians total

Menurut Suharsimi (2007), interpretasi reliabilitasnya dapat ditentukan


dengan melihat Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Interpretasi Reliabilitas Soal
Rentang
0,80 1,00
0,6 0,79
0,4 0,59
0,2 0,39
0,0 0,19

3.5.2.3

Kriteria Realiabilitas
Sangat tinggi
Tinggi
Cukup
Rendah
Sangat Rendah

Data dari Tes Esai Analisis dan Tes Problem Solving

1) Mengkategorikan data dari tes esai analisis dan problem solving.


2) Memberi skor pada setiap butir soal dalam tes esai analisis dan tes problem
solving.
3) Menghitung reliabilitasnya, apabila Alpha Cronbach < 0,70, maka harus
dilakukan revisi terlebih dahulu.
Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan rumus Alpha Cronbach
(Suharsimi, 2002:171):

! = [

"

(")

 1

'()
'*)

39

dimana :
r11= reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan
+,- = jumlah varians butir

+.- = varians total

Menurut Suharsimi (2007), interpretasi reliabilitasnya dapat ditentukan


dengan melihat Tabel 3.1.
Tabel 3.1. Interpretasi Reliabilitas Soal
Rentang
Kriteria Realiabilitas
0,80 1,00
Sangat tinggi
0,6 0,79
Tinggi
0,4 0,59
Cukup
0,2 0,39
Rendah
0,0 0,19
Sangat Rendah

3.6

Keefektifan Instrumen
Berdasarkan kriteria keberhasilan pengembangan instrumen penilaian

keterampilan berpikir kritis dikatakan efektif apabila mampu mengukur rerata


hasil belajar siswa, mengukur proporsi ketuntasan dan mengukur aktivitas
siswa.
3.6.1

Rerata Hasil Belajar Materi Asam Basa


Penelitian ini diperlukan perbandingan antara dua keadaan, yaitu

dengan membandingkan dua rerata hasil belajar siswa pada materi asam basa
dengan

instrumen penilaian yang berbeda. Untuk keperluan ini akan

digunakan dasar distribusi sampling mengenai selisih statistik, misalnya selisih


rata-rata (Sudjana, 2005: 238).

40

Jika kedua simpangan baku tidak sama tetapi populasi berdistribusi


normal, hingga sekarang belum ada statistik yang dapat digunakan. Pendekatan
yang cukup memuaskan adalah dengan menggunakan statistik t sebagai
berikut: (Sudjana, 2005: 240)

t =

3.6.2

67  6)

97)
9))
8 :7  :)

(Sudjana, 2005: 241)

Proporsi Ketuntasan Siswa


Proporsi ketuntasan siswa, dihitung dengan membandingkan jumlah

siswa yang tuntas dengan jumlah keseluruhan siswa dalam satu kelas. Proporsi
ini untuk mengetahui banyaknya siswa yang tuntas. Dalam hal ini, proporsi
ketuntasan instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis siswa dibandingkan
dengan proporsi ketuntasan instrumen penilaian yang biasa digunakan oleh
guru kimia.
3.6.3

Aktivitas Siswa
Aktivitas siswa merupakan salah satu penilaian proses, yang dinilai

menggunakan lembar observasi penilaian aktivitas siswa. Penilaian ini


dilakukan dengan cara diamati. Keefektifan dalam penilaian ini dilihat dari
meningkatnya aktivitas siswa, dari peretemuan ke pertemuan berikutnya.
Dihitung dengan menggolongkan kategori yang telah dicapai siswa.

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1

Hasil Penelitian Tahap Awal


Pada saat penelitian tahap awal didapatkan beberapa data kualitatif

terkait dengan instrumen penelitian di SMA Negeri 1 Ambarawa diantaranya


adalah sebagai berikut:
4.1.1

Jenis Instrumen Penilaian di SMA Negeri 1 Ambarawa


Instrumen atau soal yang digunakan oleh guru-guru di sekolah dapat

dijelaskan pada Tabel 4.1


Tabel 4.1 Jenis Instrumen di SMA Negeri 1 Ambarawa
No
1

Jenis Instrumen
Pilihan
ganda
sederhana

Jumlah
15-40 soal

a.
b.
c.

Isian singkat

5-8 soal

d.
a.
b.
c.

Esai tertutup

2-5 soal

a.
b.
c.

41

Spesifikasi
Mengukur aspek hafalan dan
pemahaman
Menggunakan 4 distrakter
Beberapa
soal
sudah
menggunakan aspek aplikasi dan
kontekstual terlihat dari perintah
soal diantaranya membandingkan,
menganalisis gambar dan tabel
Digunakan pada ujian semester.
Mengukur aspek hafalan dan
pemahaman
Jawaban merupakan konsep
singkat
Digunakan pada ulangan harian
dan mid semester
Mengukur aspek hafalan dan
pemahaman
Jawaban merupakan konsep
sesuai referensi
Digunakan pada ulangan harian,
mid semester dan ujian semester.

42

Tabel 4.1 menjelaskan jenis instrumen penilaian yang digunakan guru


kimia diantaranya adalah soal pilihan ganda dengan empat distraktor, isian
singkat dan tes esai tertutup. Ranah kognitif Bloom yang dapat dilihat dari soal
tersebut adalah tingkat C1, C2 pada setiap jenis soal dan C3 pada beberapa
soal. Hal tersebut sesuai berdasarkan hasil studi dokumentasi di SMA Negeri 1
Ambarawa. Jenis instrumen pada materi asam basa adalah pilihan ganda
sederhana, isian singkat dan esai tertutup, spesifkasi instrumen sama seperti
yang tertera pada Tabel 4. 1
Keterampilan berpikir kritis membutuhkan keterampilan yang lebih dari
hafalan, pemahaman dan aplikasi. Mengembangkan keterampilan berpikir
dibutuhkan latihan atau mengerjakan instrumen yang berorientasi pada
keterampilan berpikir kritis dengan rutin.
4.1.2

Alasan Pengembangan Instrumen


Pengembangan instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis

memiliki alasan pengembangan yang berdasarkan data studi pendahuluan baik


dari tahap studi lapangan maupun studi literatur. Berikut penjelasan data
penelitian tersebut dicantumkan pada Tabel 4.2.

43

Tabel 4.2 Data Alasan Pengembangan Instrumen Penilaian


Alasan
Pengembangan
Jenis instrumen

Instrumen berupa tes pilihan ganda dengan 4

penilaian di sekolah

distrakter yang berjumlah 15-40 soal, isian

Studi Lapangan

singkat dengan jumlah 5-8 soal dan esai tertutup


dengan jumlah 3-5 soal. Aspek yang diukur
hafalan dan pemahaman konsep. Data ini
berdasarkan studi dokumentasi yang tercantum
dalam Lampiran 1 Bagian 3 dan 4 Halaman 100.
Sarana dan prasarana

Berdasarkan

sekolah

Ambarawa memiliki ruang kelas dengan media


LCD,

ICT,

observasi

SMA

laboratorium,

dan

Negeri

mini

lab

(Lampiran 1 Bagian 5 Halaman 103).


Proses pembelajaran

Berdasarkan studi dokumentasi, kegiatan diskusi

kimia

yang dilakukan di kelas kurang kondusif,


pendekatan yang digunakan bersifat konseptual .

Alasan Pengembangan
Kimia

Studi Literatur
Ilmu tentang susunan, sifat dan reaksi suatu unsur
atau zat ( KBBI).

Tujuan

pendidikan Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan

nasional

potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman


dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab ( UU No. 20 Tahun 2003)

Teori

keterampilan Tes esai analisis dan tes problem solving

berpikir kritis

menggunakan indikator Ennis (1985).

44

Berdasarkan Tabel 4.2 digambarkan alasan pengembangan instrumen


penilaian keterampilan berpikir kritis, yaitu (1) Jenis instrumen penilaian
sekolah yang belum melatih keterampilan berpikir kritis, (2) Kondisi sekolah
yang meliputi sarana dan prasarana serta proses pembelajaran yang mendukung
siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, (3) Data studi
literatur menyebutkan kimia itu adalah ilmu tentang susunan, sifat dan reaksi
suatu unsur atau zat (KBBI). Pengertian tersebut dengan bentuk penilaian,
menggunakan ranah kognitif C1-C2 belum sesuai dengan pengertian, (4)
Pemerintah melalui tujuan pendidikan nasional, salah satunya menghasilkan
generasi yang mandiri, cakap dan kritis, (5) Kajian teori tentang instrumen
penilaian keterampilan berpikir kritis untuk dikembangkannya instrumen
penilaian keterampilan berpikir kritis di SMA Negeri 1 Ambarawa.

4.2

Analisis Data Awal Penelitian

4.2.1

Analisis Soal Ulangan Harian yang Digunakan


Instrumen penilaian yang digunakan di SMA Negeri 1 Ambarawa yaitu

soal isian singkat yang berjumlah 6-8 soal, dengan mengedepankan aspek
hafalan dan pemahaman konsep. Soal yang digunakan mengikuti ranah kognitif
Bloom yaitu baru meliputi C1 C3. Instrumen yang digunakan di SMA Negeri
1 Ambarawa adalah sebagai berikut:

45

Gambar 4.1 Soal Ulangan Harian Kimia Materi Asam Basa di SMA Negeri 1
Ambarawa
Analisis soal ulangan harian 1, dapat dijelaskan sebagai berikut:
 Ranah kognitif Bloom meliputi C1 C3:
C1 : 1, 2 dan 7
C2 : 3, 4, 5 dan 6
C3 : 8
 Reliabilitas ( - Cronbach ) = 0,671
 Rata-rata (; ) = 72
 Nilai terendah = 50
 Nilai tertinggi = 100

46

 Proporsi Ketuntasan = 14 dari 40 siswa

Gambar 4.2 Soal Ulangan Tengah Semester 2 di SMA Negeri 1 Ambarawa

47

Analisis soal ulangan tengah semester 2, dapat dijelaskan sebagai


berikut:
 Ranah kognitif Bloom meliputi C1 C3:
C1 : 1
C2 : 2 dan 5
C3 : 3, 4 dan 6
 Reliabilitas ( - Cronbach ) = 0,58
 Rata-rata (; ) = 71,54
 Nilai terendah = 38
 Nilai tertinggi = 100
 Proporsi Ketuntasan = 15 dari 40 siswa
4.2.2

Hasil Uji Syarat Parametrik


Pengujian normalitas dilakukan pada kelas implementasi yang

digunakan. Uji normalitas menggunakan rumus Chi kuadrat (Sudjana, 2005:


147), hal itu dilakukan karena sampel yang digunakan lebih dari 30 siswa.
Berikut data hasil normalitas dijelaskan pada Tabel 4.3
Tabel 4.3 Hasil Normalitas

2 hitung

Tes Esai
Analisis
7,44

Tes Problem
Solving
7,02

Hasil
Belajar
2,62

2 tabel

7,81

7,81

7,81

Normal

Normal

Normal

Statistik

Keterangan

Berdasarkan Tabel 4.3 dinyatakan bahwa kelas implementasi yang


digunakan memiliki distribusi data normal karena memiliki nilai 2 hitung lebih

48

kecil dari 2 tabel. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 9 Bagian 3
dan 4 Halaman 193. Data yang telah berdistribusi normal dapat dilanjutkan
pada perhitungan parametrik.

4.3

Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan


Berpikir Kritis
Langkah-langkah pengembangan instrumen penilaian keterampilan

berpikir kritis adalah sebagai berikut:


4.3.1

Pendefinisian
Pendefinisian melakukan studi pendahuluan. Studi pendahuluan yaitu

meliputi studi lapangan dan studi literatur.


4.3.1.1

Studi Lapangan
Penelitian ini diawali dengan studi lapangan, pada tahap awal ini,

peneliti menganalisis instrumen penilaian kimia konvensional di SMA N 1


Ambarawa dan hasil belajar siswa pada materi asam basa. Selain itu, mengkaji
sarana prasarana sekolah, dan proses pembelajaran kimia. Penelitian dapat
berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang
bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. (Sugiyono, 2010: 409). Dalam
hal ini, potensi yang dimiliki yaitu siswa yang tertarik pada pelajaran kimia dan
mempunyai rata-rata nilai ulangan materi

asam basa yang lebih tinggi

dibandingkan dengan nilai ulangan pada materi kimia yang lain. Masalah,
seperti telah dikemukakan adalah penyimpangan antara yang diharapkan
dengan yang terjadi. (Sugiyono, 2010: 410). Dari hasil analisis instrumen
penilaian kimia materi asam basa di SMA N 1 Ambarawa, didapatkan soal
yang hanya mengukur hafalan dan pemahaman konsep, berkisar pada tingkatan

49

C1-C3 saja, dari tahun ke tahun soal yang digunakan hampir sama dan tak ada
perubahan yang berarti.
4.3.1.2

Studi Literatur
Studi literatur, setelah potensi dan masalah dapat ditunjukkan secara

faktual dan uptodate, maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi


yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang
dapat mengatasi masalah tersebut. (Sugiyono, 2010: 411). Pada studi literatur
ini peneliti akan mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan tujuan
pendidikan nasional, teori tentang berpikir kritis, serta penelitian terdahulu
yang terkait. Selain itu, peneliti juga mencari referensi mengenai kriteria
pengembangan

keterampilan

berpikir

kritis

serta

indikator-indikator

keterampilan berpikir kritis. Indikator keterampilan berpikir kritis yang


digunakan yaitu menurut Ennis (1985) ada 11 indikator yang digunakan.
4.3.2

Desain produk
Desain produk ini diawali dengan langkah-langkah sebagai berikut:

4.3.2.1

Menyusun Kisi-kisi Soal


Menyusun kisi-kisi soal pengembangan keterampilan berpikir kritis.

Kisi-kisi soal memuat indikator keterampilan berpikir kritis dan indikator


kurikulum KTSP. Dalam hal ini terdapat dua model soal yaitu model tes esai
analisis (TEA) dan tes problem solving (TPS) sehingga terdapat dua kisi-kisi
yang berbeda. Selain soal, terdapat lembar pengamatan aktivitas siswa yang
berkenaan
berlangsung.

dengan

keterampilan

berpikir

kritis

selama

pembelajaran

50

4.3.2.2

Menyusun Soal
Menyusun soal untuk mengembangkan instrumen penialaian yang

mengacu pada keterampilan berpikir kritis. Ada dua model soal yaitu tes esai
analisis (TEA) yang terdiri dari 8 soal uraian dan tes problem solving (TPS)
terdiri dari 4 soal uraian. Pada lembar aktivitas siswa terdapat 10 aspek yang
disusun berdasarkan indikator keterampilan berpikir kritis.
4.3.2.3

Menyusun Kunci Jawaban


Menyusun kunci jawaban disertai penyekoran tiap nomor. Kunci

jawaban dan penskoran disesuaikan dengan tiap nomor soalnya. Lembar


aktivitas siswa setiap aspek memiliki skor tertinggi sama dengan 3.
4.3.2.4

Validasi Desain
Validasi desain, dilakukan oleh pakar penelitian pendidikan, pakar

keterampilan berpikir kritis, pakar kimia, dan praktisis lapangan. Instrumen


penilaian yang telah divalidasi oleh pakar dan dinyatakan valid, maka
instrumen penilaian dapat diuji cobakan.
4.3.3

Pengembangan
Pengembangan terdiri atas beberapa tahapan, diantaranya yaitu:

4.3.3.1

Tahap Pra Uji Coba


Uji coba tahap awal dilakukan dengan simulasi pengerjaan soal oleh

siswa yang telah mendapat materi asam basa sebelumnya, dalam hal ini diuji
cobakan pada kelas XII sebanyak 36 siswa. Kemudian dianalisis, dan diperoleh
reliabilitas sebesar 0,705 untuk TEA dan 0,71 untuk TPS. Instrumen penilaian

51
dikatakan reliabel apabila memiliki Alpha Croncach 0,70, sehingga
instrumen penilaian dapat digunakan pada tahap uji coba skala terbatas.
4.3.3.2

Uji Coba Skala Terbatas


Uji coba skala terbatas, bertujuan untuk mendapatkan informasi

mengenai instrumen penilaian yang telah dikembangkan. Uji coba skala


terbatas ini dilakukan pada siswa kelas XI kelompok ekstrakurikuler olimpiade
sebanyak 9 siswa, dan diperoleh reliabilitas sebesar 0,734 untuk TEA, 0,817
untuk TPS dan 0,88 untuk reliabilitas lembar aktivitas siswa. Pada uji coba
skala terbatas ini, terdapat revisi pada soal tes esai analisis, yaitu bagian soal
yang kurang lengkap dan kata-kata yang masih janggal.
4.3.3.3

Uji Coba Skala Luas


Uji coba skala luas dilakukan di kelas XI IPA 4 dengan jumlah 40

siswa. Pada uji coba skala luas reliabilitas untuk TEA adalah sebesar 0,858,
TPS sebesar 0,863, dan lembar aktivitas siswa memiliki reliabilitas sebesar
0,925. Pada tahap uji coba skala luas terdapat revisi soal problem solving pada
nomor 4.
4.3.4

Implementasi
Implementasi

merupakan

tahapan

terakhir

sebelum

produk

pengembangan dipublikasikan. Kelas XI IPA 3 merupakan kelas yang


digunakan untuk tahapan implementasi ini. Pengujian dilakukan dengan tujuan
untuk mendapatkan informasi yang lebih efektif dan efisien dibandingkan
instrumen penilaian yang lain. Untuk itu pengujian dapat dilakukan dengan
eksperimen, yaitu membandingkan efektivitas hasil belajar instrumen penilaian

52

lama dengan yang dikembangkan. Indikatornya efektivitas instrumen penilaian


yang dikembangkan yaitu dapat mengukur rerata nilai, mengukur proporsi
ketuntasan, dan dapat mengukur aktivitas siswa yang berkenaan dengan
keterampilan berpikir kritis.
4.3.5

Produk Jadi
Setelah dilakukan implementasi, diuji keefektifan, efisien dan sudah

direvisi, maka produk siap untuk diproduksi massal dan dipublikasikan.

4.4

Hasil Penelitian Tahap Pengembangan


Tahap pengembangan dimulai setelah ditemukan kebutuhan untuk

mengembangkan jenis instrumen yang melatih keterampilan berpikir kritis.


Berikut penjelasan produk yang dikembangkan dengan tahap pengembangan
beserta hasilnya.
4.4.1

Hasil Pengembangan Instrumen


Instrumen penilaian yang dikembangkan adalah instrumen penilaian

keterampilan berpikir kritis yang dibatasi pada tes esai analisis dan tes problem
solving dengan mengacu pada indikator Ennis (1985).
Indikator keterampilan berpiki kritis menurut Ennis (1985) yang
dikembangkan meliputi:
A1. Memfokuskan Pertanyaan
A2. Bertanya dan Menjawab Pertanyaan
A3. Mengidentifikasi Asumsi asumsi
A4. Menganalisis Argumen
A5. Mendefinisikan Istilah dan Mempertimbangkan Suatu Definisi

53

A6. Mempertimbangkan Sumber Apakah Dapat Dipercaya atau Tidak


A7. Membuat dan Menentukan Hasil Pertimbangan
A8. Mengobservasi dan Mempertimbangkan Laporan Observasi
A9. Menentukan Suatu Tindakan
A10. Menginduksi dan Mempertimbangkan Hasil Induksi
A11. Berinteraksi dengan Orang Lain
Indikator mata pelajaran Kimia pada kurikulum KTSP diberi kode B yang
meliputi:
B1. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius
B2. Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator
B3. Menjelaskan pengertian asam basa menurut Bronsted-Lowry
B4. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan
Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya
B5. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis
B6. Menghitung pH larutan asam atau basa yang diketahui konsentrasinya
B7. Menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan hasil
pengukuran pH dari

beberapa larutan asam dan basa

yang

konsentrasinya sama
B8. Menghubungkan kekuatan asam atau basa dengan derajat pengion (>)
dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb)
B9. Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan

54

B10. Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal


berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai
indikator asam dan basa
B11. Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan
Spesifikasi instrumen penilaian tes esai analisis dalam penelitian
pengembangan ini adalah sebagai berikut:
a. Instrumen mengacu pada indikator keterampilan berpikir kritis menurut
Ennis (1985).
b. Tujuan penilaian untuk mengukur berpikir kritis.
c. Waktu pengerjaan 55 menit.
d. Menggunakan taksonomi kognitif dari C3 sampai C7.
e. Soal merupakan tes esai terbuka
f. Soal dikerjakan mandiri dan close book.
Berikut ini adalah instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis
siswa, yang terdiri dari 8 soal pada materi asam basa, kelas XI SMA.

55

SOAL TES ESAI ANALISIS (TEA)


1. A1, B1
Pada saat makan bakso, kita sering menjumpai botol cuka. Biasanya
tertulis, asam cuka 25%. Cuka dihasilkan oleh berbagai bakteria
penghasil asam asetat
asetat. Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah
senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan
aroma dalam makanan. Asam etanoat bereaksi dengan air untuk
menghasilkan ion hidroksonium dan ion etanoat,
tetapi reaksi kebalikannya lebih baik
dibandingkan dengan reaksi ke arah depan
(dapat terionisasi tetapi tidak sempurna).
sempurna) Ion
bereaksi dengan sangat mudah untuk
membentuk kembali asam dan air. Berdasar
pengamatan, asam asetat memiliki daya hantar
listrik yang lemah. Molekul-molekul
molekul asam cuka
hanya melepaskan sedikit ion--ion H+, sehingga
nyala lampu redup dan gelembung udara yang
dihasilkan sangat sedikit. Asam asetat
merupakan salah satu asam karboksilat paling
sederhana, setelah asam format.
format Berikut harga
Ka beberapa asam lemah.
Nama
Asam asetat
Asam florida
Asam format
Asam nitrit

Ka
1,8 10?
7,2 10
1,8 10
4,5 10

Dari pernyataan
pernyataan-pernyataan
pernyataan di atas, permasalahan apa saja yang Anda
dapatkan? Identifikasikan dengan mempertimbangkan kemungkinan
jawaban yang benar!

56

2. A2, B1
Arrhenius adalah seorang kimiawan asal Swedia dan salah seorang penemu
dalam ilmu Fisika dan Kimia. Salah satu teori mengenai asam basa yang banyak
digunakan adalah teori asam basa Arrhenius. Secara umum, reaksinya sebagai
berikut :
HA (aq)

Asam
BOH (aq)

H+(aq) +

A-(aq)

ion hidrogen

B+(aq) +

Basa

OH-(aq)
ion hidroksida

Berikan penjelasan sederhana dengan bahasamu sendiri mengenai teori asam


basa Arrhenius. Ionisasi adalah proses fisik mengubah molekul menjadi ion
positif dan ion negatif. Di bawah ini ada beberapa contoh larutan, tuliskan reaksi
ionisasi dari larutan-larutan tersebut!
H2S, NH4OH, LiOH, HCOOH, C2H5COOH, Ba(OH)2, KOH, dan HClO3.
Setelah itu, golongkan larutan tersebut sesuai dengan sifat asam basa Arrhenius.

3. A3, B2
Perhatikan trayek perubahan warna beberapa indikator berikut!

Indikator
Kuning Alizarin
Fenolftalein
Bromtimol Biru
Metil Merah
Metil Jingga

Trayek pH
10,1 12,0
8,3 - 10
6,0 - 7,6
4,4 6,2
3,1 4,4

Perubahan Warna
Kuning - merah
Tak berwarna - merah
Kuning - biru
Merah kuning
Merah - kuning

Seorang siswa sedang melakukan percobaan pengenalan asam basa. Dia


ditugaskan menguji sifat larutan yang belum diketahui pH-nya, ke dalam
larutan tersebut diuji menggunakan indikator asam-basa berikut.
Indikator yang
Ditambahkan
Bromtimol biru
fenolftalein
Metil merah
Kuning alizarin

Warna
Biru
Tidak berwarna
Kuning
Kuning

Berdasarkan data tersebut, berapakah pH larutan? Bagaimanakah


sifatnya? Jelaskan alasan anda!

57

4. A4, B3 & B4
Pada pembahasan sebelumnya, Anda telah mempelajari teori asam-basa Arrhenius.
Teori asam basa ini hanya terbatas untuk senyawa asam basa dalam pelarut air.
Teori asam basa yang lebih luas dan tak terbatas hanya pada senyawa asam basa
dalam pelarut air adalah teori asam basa yang dikemukakan oleh Johanes N.
Bronsted dan Thomas M. Lowry. Berdasarkan teori asam basa Bronsted-Lowry,
bahwa jika terdapat zat yang bersifat asam, harus terdapat zat yang bersifat basa,
demikian pula sebaliknya. Berikut ini adalah contoh reaksi asam basa:
NH4+

+ NH2-

Asam

Basa

NH3
Basa Konj

+ NH3
Asam Konj

Bagaimana teori asam basa Bronsted-Lowry menurut pemahamanmu? Kemudian,


identifikasi reaksi-reaksi dibawah ini serta tunjukkan pasangan asam basa konjugasi
dan basa asam konjugasinya pada reaksi berikut :
a)
b)
c)
d)

NaH2PO4(aq) + NaOH(aq) Na2HPO4(aq) +H2O(l)


Ca(OH)2(aq) + 2H2CO3(aq) Ca(HCO3)2(aq) + 2H2O(l)
CH3COONa(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + NaOH(aq)
NaOH(aq) + H2S(aq) NaHS(aq) + H2O(l)

5. A5, B5
Reaksi asam basa menurut teori Lewis berkaitan dengan pembentukan ikatan
kovalen koordinasi. Ikatan koordinasi terjadi karena adanya pasangan elektron
dari satu atom yang berikatan. Keunggulan teori asam basa Lewis adalah dapat
menggambarkan asam-basa yang tidak dapat digambarkan oleh Arrhenius dan
Bronsted-Lowry. Teori asam basa Lewis memperluas pengertian asam-basa.
Perhatikan reaksi antara NH3 dan BF3 berikut ini.

Pada reaksi antara NH3 dan BF3, BF3 bertindak sebagai asam, sedangkan NH3
bertindak sebagai basa. Bagaimana teori asam basa Lewis menurut pendapatmu?
Gunakan struktur Lewis untuk meramalkan produk reaksi asam basa berikut :
(a) NaOCH3(aq) + HCl(aq)
(b) NaNH2(aq) + H2O(l)

58

6. A6, B6
Aspirin merupakan asam asetil salisilat, asam monoprotik. Aspirin, obat
penghilang sakit kepala, suatu asam lemah yang mempunyai pKa = 3,5 dan
Ka = 3,16 10 .

Obat ini diserap ke dalam darah melalui sel-sel yang melapisi perut dan
usus kecil. Karena pH cairan lambung di dalam perut kira-kira 1 dan pH di
dalam usus kecil kira-kira 6. Berapa Kb-nya?? Dibagian manakah lebih
banyak aspirin yang terserap ke dalam aliran darah, perut atau usus kecil?
Berikan alasan Anda dengan jelas.

7. A5, B7
Seorang siswa sedang melakukan praktikum di laboratorium Kimia. Dia
mereaksikan asam monoprotik (asam berbasa satu) dan basa monohidroksida (basa
berasam satu). Jika 100 mL asam monoprotik dengan konsentarasi 0,1 M dan 100
mL larutan basa monohidroksida 0,1 M dicampurkan. Tentukan pH masingmasing larutan, bagaimana kekuatan asam-basanya, berapa pH campuran kedua
larutan tersebut dan jumlah garam (Mr = 58,5) yang terbentuk.

8. A7, B8
Senyawa asam lemah merupakan elektrolit lemah sehingga di dalam air
dapat terionisasi, tetapi tidak sempurna. Saat menggigit, semut merah
mengeluarkan cairan yang mengandung asam format, suatu asam lemah.
Asam format HCOOH digunakan untuk membuat etil format
(pengharum buatan), berapa pH larutan 0,12 M asam format? tersebut?
Ka = 1,8 10-4.

59

Spesifikasi instrumen penilaian tes problem solving dalam penelitian


pengembangan ini adalah sebagai berikut:
a. Instrumen mengacu pada indikator keterampilan berpikir kritis menurut
Ennis (1985).
b. Tujuan penilaian untuk mengukur keterampilan memecahkan masalah.
c. Waktu pengerjaan 35 menit.
d. Menggunakan taksonomi kognitif dari C5 sampai C6.
e. Soal berupa penyajian kasus kontekstual terkait konsep.
f. Soal dikerjakan mandiri dan close book.
Berikut ini adalah instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis
siswa soal tes problem solving, yang terdiri dari 4 kasus terkait materi asam
basa, kelas XI SMA.

SOAL TES PROBLEM SOLVING (TPS)


1. A8, B6
Seorang laboran melakukan percobaan dengan mereaksikan larutan. Dia
memiliki 100 mL larutan dengan pH = 2. Dari percobaannya tersebut,
ternyata laboran membutuhkan larutan dengan pH = 4. Kemudian dia
menambahkan sejumlah padatan NaOH ke dalam larutan tersebut. Setelah
penambahan padatan NaOH, laboran mengukur volume larutan tersebut dan
ternyata volumenya tidak berubah (tetap).
(Ar Na = 23; Ar O = 16; Ar H = 1)
a. Tuliskan masalah tersebut dalam bentuk pertanyaan!
b. Tuliskan data yang anda butuhkan!
c. Buatlah langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut, berapa
gram NaOH yang harus ditambahkan!
d. Tulislah kesimpulan anda!

60

2. A9, B9

Pak Bani merupakan seorang petani lahan gambut. Sifat kimia dan fisika
tanah gambut merupakan sifat-sifat tanah gambut yang penting diperhatikan
dalam pengelolaan lahan gambut. Sifat kimia seperti pH, kadar abu, kadar N,
P, K, kejenuhan basa (KB), dan hara mikro merupakan informasi yang perlu
diperhatikan dalam pemupukan di tanah gambut. Suatu hari, pak Bani
mengambil sampel tanah untuk diukur pH-nya. Pak Bani menggunakan
kertas lakmus dan ternyata kertas lakmus tersebut berwarna merah. Agar
dapat ditanami dengan baik, maka pak Bani menambahkan kapur. Berbeda
dengan lahan pak Bani, lahan pak Suryo yang diuji dengan kertas lakmus
menunjukkan warna biru. Kondisi tanah ini menunjukkan nilai derajat
keasaman (pH > 7) unsur P (fosfor) akan banyak terikat oleh Ca (kalsium).
Pak Suryo mendapat saran dari tetangga agar menambahkan pupuk ZA ke
dalam tanah garapannya, dan pak Suryo mengikuti saran tetangga.
a. Tuliskan masalah yang diahadapi oleh pak Bani dan Pak Suryo!
b. Menurut anda, apakah sudah tepat perlakuan yang diberikan oleh pak
Bani dan pak Suryo terhadap lahan garapannya?
c. Bagaimana solusi anda untuk menangani masalah diatas? Jelasakan secara
logis!
d. Tuliskan kesimpulan anda!
3. A10, B10
Sekelompok siswa melakukan pengujian terhadap air mineral yang mempunyai
konsentrasi [H+] = 10-7 M pada suhu 25C dan tekanan 1 atm, dari berbagai ukuran
kemasan, diantaranya yaitu:
a) Gelas plastik: 240 mL
b) Botol besar : 1500 mL
c) Botol sedang: 600 mL
d) Botol kecil : 330 mL
e) Galon : 19 Liter

61

Mereka melakukan pengujian menggunakan kertas lakmus untuk mengukur


derajat keasaman dari berbagai kemasan yang telah disediakan.

Berikut data pengujian air mineral menggunakan kertas lakmus:


Volume
Wadah
240 mL
1500 mL
600 mL
330 mL
19 Liter

Kertas
Lakmus
Merah
Biru
Merah
Merah
Biru

Perubahan
Warna
Merah
Biru
Merah
Merah
Biru

Diantara kelima kemasan yang telah disediakan, bagaimanakah derajat


keasaman dari masing-masing kemasan? Berbeda atau samakah? Mengapa?
Jelaskan secara logis dan jelas!

4. A11, B11

Air sadah adalah air dengan kandungan mineral-mineral tertentu di dalam


air, ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam
bikarbonat. Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar
mineral yang tinggi. Metode yang paling sederhana untuk mengetahui
kesadahan air adalah dengan sabun. Pada air sadah, sabun tidak akan
menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit sekali busa.

62

Air sadah tidak terlalu berbahaya jika diminum, akan tetapi dapat
menyebabkan beberapa masalah, sebutkan 2 masalah yang timbul akibat
adanya air sadah!
Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi dengan ketat untuk
mencegah kerugian. Untuk menghilangkan kesadahan biasanya digunakan
berbagai zat kimia, ataupun dengan menggunakan resin penukar ion.
Senyawa yang terlarut boleh jadi berupa kalsium klorida atau magnesium
nitrat. Zat-zat kimia yang biasanya dipakai larutan karbonat, yaitu Na2CO3
(aq) atau K2CO3 (aq). Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk
mengendapkan ion Ca2+ dan atau Mg2+. Tuliskan persamaan reaksi kimia
setelah penambahan larutan karbonat!

63

Spesifikasi lembar aktivitas siswa terkait keterampilan berpikir kritis


adalah sebagai berikut:
a. Instrumen mengacu pada indikator keterampilan berpikir kritis menurut
Ennis (1985).
b. Menggunakan penilaian berskala dari 1 sampai 3.
c. Tujuan untuk mengobservasi aktivitas siswa terakit berpikir kritis .
d. Pernyataan berisi aktivitas saat pembelajaran.
e. Waktu Observasi selama 90 menit.

Indikator atau aspek yang dinilai pada keterampilan berpikir kritis siswa
yang digunakan dalam pengamatan lembar aktivitas siswa yaitu sebagai
berikut:
1) Merumuskan pertanyaan
2) Mengidentifikasi kriteria untuk mempertimbangkan jawaban
3) Berpendapat sesuai dengan sumber yang tepat
4) Mampu memberikan alasan yang tepat dalam menyanggah
5) Menjawab pertanyaan klarifikasi dan pertanyaan yang menantang
6) Menyimpulkan materi yang dibahas
7) Mendefinisikan masalah
8) Memutuskan hal-hal yang akan dilakukan
9) Mampu berstrategi logika
10) Mampu bekerja sama dengan siswa lain

64

Tabel 4.4 Penilaian Aktivitas Siswa


ASPEK YANG DINILAI
kode

No

10

1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33

65

Tabel 4.5 Petunjuk Skoring Aktivitas Siswa


No

Aspek yang dinilai

Deskripsi dan Skor

1.

Merumuskan pertanyaan

(3) Pertanyaan yang diajukan berada pada kisaran


taksonomi bloom C3-C6 faktual.
(2) Pertanyaan yang diajukan berada pada kisaran
taksonomi bloom C3-C6 konseptual.
(1) Pertanyaan yang diajukan berada pada kisaran
taksonomi bloom C3-C6.

Mengidentifikasi kriteria untuk


mempertimbangkan jawaban

Berpendapat sesuai dengan


sumber yang tepat

Mampu memberikan alasan yang


tepat dalam menyanggah

Menjawab pertanyaan klarifikasi


dan pertanyaan yang menantang

(3) Membuat kriteria jawaban lebih dari atau sama


dengan tiga.
(2) Membuat dua kriteria jawaban.
(1) Membuat satu kriteria jawaban.
(3) Sumber yang digunakan sudah diakui oleh nasional.
(2) Sumber yang digunakan dari buku pelajaran.
(1) Sumber yang digunakan dari pernyataan lisan guru.
(3) Alasan berdasarkan sumber lebih dari satu.
(2) Alasan bedasarkan satu sumber.
(1) Alasan berdasarkan pendapat pribadi.
(3) Menjawab pertanyaan taksonomi bloom C3-C6
faktual.
(2) Menjawab pertanyaan taksonomi bloom C3-C6
konseptual.
(1) Menjawab pertanyaan taksonomi bloom C1-C2
faktual.

Menyimpulkan materi yang


dibahas

(3) Menyimpulkan semua materi yang dibahas dengan


menggunakan bahasa sendiri.
(2) Menyimpulkan semua materi yang dibahas secara text
book.
(1) Menyimpulkan semua materi yang dibahas dengan
menggunakan bahasa sendiri maupun secara text
book.

Mendefinisikan masalah

(3) Mendefinisikan lebih dari satu masalah dari suatu


kondisi.
(2) Mendefinisikan satu fokus masalah dari suatu
kondisi.
(1) Mendefinisikan masalah yang kurang tepat dari suatu
kondisi.

Memutuskan hal-hal yang akan


dilakukan

(3)

Mampu berstrategi logika

(3) Berlogika dengan menunjukkan bukti atau sumber


lebih dari satu.
(2) Berlogika dengan menunjukkan bukti atau sumber
satu jenis.
(1) Berlogika dengan tidak disertai sumber.

10

Mampu bekerjasama
siswa lain

dengan

Mampu
mengambil
keputusan
setelah
mempertimbangkan dengan sumber dan keadaan.
(2) Mengambil keputusan dengan pertimbangan salah
satu dari sumber dan keadaan.
(1) Mengambil keputusan tanpa pertimbangan sumber
dan keadaan.

(3) Bertukar pendapat dan saling menghargai pendapat


sesama teman.
(2) Memberikan pendapat tetapi tidak dapat menerima
pendapat orang lain.
(1) Tidak memberikan pendapat ataupun menerima
pendapat teman yang lain.

66

Tabel 4.6 Indikator Aktivitas Siswa

No

Indikator Keterampilan
Berpikir Kritis

Aspek yang Dinilai


Merumuskan pertanyaan
Mengidentifikasi atau merumuskan

Memfokuskan pertanyaan

kriteria untuk mempertimbangkan


kemungkinan jawaban.

Mempertimbangkan sumber
apakah dapat dipercaya atau
tidak

Membuat dan menentukan


hasil pertimbangan

Mendefinisikan istilah dan


mempertimbangkan suatu
definisi
Menganalisis argumen

Menentukan suatu tindakan

Berpendapat sesuai dengan sumber yang


tepat
Mampu memberikan alasan yang tepat
dalam menyanggah
Menjawab pertanyaan klarifikasi dan
pertanyaan yang menantang
Menyimpulkan materi yang dibahas
Mendefinisikan masalah
Memutuskan hal-hal yang akan dilakukan
Mampu berstrategi logika

Berinteraksi dengan orang lain

Mampu bekerjasama dengan siswa lain

Berdasarkan Tabel diatas, instrumen keterampilan berpikir kritis yang


dikembangkan pada materi asam basa adalah tes esai analisis, tes problem
solving, dan lembar aktivitas berpikir. Bentuk instrumen tes esai analisis, tes
problem solving adalah esai terbuka dengan jawaban yang luas dan terkait
konsep. Pada lembar aktivitas berpikir berupa lembar observasi yang berisi
pernyataan untuk melihat aktivitas yang berorientasi pada keterampilan
berpikir kritis. Ranah kognitif Bloom yang digunakan adalah tingkat aplikasi,

67

analisis dan evaluasi. Indikator keterampilan berpikir kritis mengacu pada


Ennis (1985: 55-56).
4.4.2

Hasil Validasi dan Reliabilitas Instrumen

4.4.2.1

Hasil Validasi Pakar


Validasi merupakan proses dalam memvalidkan instrumen penelitian

yang akan digunakan. Proses validasi yang dilakukan adalah validasi pakar.
Pakar atau ahli yang memvalidkan instrumen adalah pakar kimia yaitu Prof.
Dr. Supartono, M.S, pakar keterampilan berpikir kritis yaitu Dr. Sri Haryani,
M.Si dan pakar penelitian pendidikan yaitu Drs. Ersanghono Kusumo, M.S
dan Dr. Endang Susilaningsih, M.S serta praktisi lapangan yaitu Dwi Hartati,
S. Pd dan Drs. Meibiyanto selaku guru kimia SMA Negeri 1 Ambarawa. Jenis
validitas yang diukur adalah validitas isi.
4.4.2.1.1 Validitas Tes Esai Analisis
Validasi butir soal tes esai analisis dilakukan dengan validasi ahli.
Tabel 4.7 Skor Validator
Validator
Pakar Kimia

Jumlah Skor
30

Kriteria
Sangat Valid

Pakar Keterampilan

35

Sangat Valid

34

Sangat Valid

34

Sangat Valid

Berpikir kritis
Pakar Penelitian
Pendidikan
Praktisi Lapangan

68

Tabel 4.8 Kriteria Instrumen


Rentang
29 36

Kriteria Valid
Sangat Valid

21 28

Valid

14 20

Cukup Valid

< 14

Kurang Valid

Hasil validitas dari instrumen esai analisis materi asam basa dinyatakan
sangat valid untuk semua item soal oleh semua pakar yang telah memvalidasi.
Instrumen tes esai analisis dapat digunakan untuk penelitian. Hasil validitas
dapat dilihat pada Lampiran 2 Bagian 5 Halaman 125.
4.4.2.1.2

Validitas Tes Problem Solving

Validasi instrumen penilaian keterampilan berpikir tes problem solving


materi asam basa dilakukan oleh pakar kimia, pakar keterampilan berpikir
kritis, pakar penelitian pendidikan dan praktisi lapangan.
Berikut hasil validasi dari para ahli.
Tabel 4.9 Skor Validator
Validator
Pakar Kimia

Jumlah Skor
39

Kriteria
Sangat Valid

Pakar Keterampilan

42

Sangat Valid

40

Sangat Valid

41

Sangat Valid

Berpikir kritis
Pakar Penelitian
Pendidikan
Praktisi Lapangan

69

Tabel 4.10 Kriteria Instrumen


Rentang
38 44

Kriteria Valid
Sangat Valid

28 37

Valid

19 27

Cukup Valid

< 19

Kurang Valid

Hasil validitas dari instrumen problem solving materi asam basa


dinyatakan sangat valid untuk semua item soal oleh semua pakar yang telah
memvalidasi. Instrumen tes problem solving dapat digunakan untuk penelitian.
Hasil validitas secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 3 Bagian 5 Halaman
148.
4.4.2.1.3

Validitas Angket Respon Siswa

Validasi angket, dilakukan oleh pakar keterampilan berpikir kritis dan


pakar penelitian pendidikan. Hasil validasi angket dinyatakan valid dilihat dari
skor yang diberikan oleh pakar. Hasil validasi angket yang lebih terperinci
dapat dilihat pada Lampiran 5 Bagian 4 Halaman 171.
Tabel 4.11 Skor Validator
Validator
Pakar

keterampilan

Jumlah Skor yang


Diperoleh
23

Sangat Valid

22

Sangat Valid

Kategori

berpikir kritis
Pakar
pendidikan

penelitian

70

Tabel 4.12 Kriteria Instrumen


Rentang
17 24

Kriteria Valid
Sangat Valid

13 18

Valid

7 12

Cukup Valid

<7

Kurang Valid

Hasil validitas dari angket respon siswa materi asam basa dinyatakan
sangat valid untuk semua item soal oleh semua pakar yang telah memvalidasi.
Instrumen angket respon siswa dapat digunakan untuk penelitian.
4.4.2.1.4. Validitas Lembar Aktivitas Siswa
Validasi lembar aktivitas siswa, dilakukan oleh pakar keterampilan
berpikir kritis dan pakar penelitian pendidikan. Hasil validasi lembar aktivitas
siswa dinyatakan valid dilihat dari skor yang diberikan oleh pakar. Hasil
validasi angket yang lebih terperinci dapat dilihat pada Lampiran 4 Bagian 5
Halaman 163.
Tabel 4. 13 Skor Validator
Validator
Pakar

keterampilan

Jumlah Skor yang


Diperoleh
18

Sangat Valid

18

Sangat Valid

Kategori

berpikir kritis
Pakar
pendidikan

penelitian

71

Tabel 4.14 Kriteria Instrumen


Rentang
16 20

Kriteria Valid
Sangat Valid

11 15

Valid

6 10

Cukup Valid

Kurang Valid

Hasil validitas dari lembar aktivitas siswa materi asam basa dinyatakan
sangat valid untuk semua item oleh kedua pakar yang telah memvalidasi.
Instrumen lembar aktivitas siswa dapat digunakan untuk penelitian.
4.4.2.2

Hasil Reliabilitas Instrumen

4.4.2.2.1

Hasil Reliabilitas Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis


Siswa pada Tahap Pra Uji Coba

Pengukuran reliabilitas tes esai analisis dan tes problem solving


dilakukan dengan menggunkan Alpha Cronbach. Hasil reliabilitas keseluruhan
dari instrumen tes esai analisis asam basa dinyatakan reliabel dengan koefisisen
0,705. Reliabilitas dari instrumen tes problem solving dinyatakan reliabel
dengan koefisien sebesar 0,71, dengan demikian disimpulkan instrumen
dinyatakan reliabel dengan kriteria realibilitas tinggi untuk soal tes esai analisis
dan tes problem solving.

Instrumen atau produk yang dinyatakan reliabel

dalam uji coba akan dilanjutkan pada tahap uji coba terbatas. Penjelasan dari
hasil reliabilitas dapat dilihat pada Lampiran 6 Bagian 2 dan 3 Halaman 176.

72

4.4.2.2.2

Hasil Reliabilitas Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis


Siswa pada Tahap Uji Coba Skala Terbatas

Hasil reliabilitas uji coba skala terbatas dari instrumen tes esai analisis
asam basa dinyatakan reliabel dengan koefisisen 0,734 dengan kriteria
reliabilitas tinggi. Reliabilitas instrumen tes problem solving dinyatakan
reliabel dengan koefisien sebesar 0,817, dengan demikian disimpulkan
instrumen dinyatakan reliabel dengan kriteria reliabilitas sangat tinggi.
Instrumen atau produk yang dinyatakan reliabel dalam uji coba skala terbatas
akan dilanjutkan pada tahap uji coba luas. Lembar aktivitas siswa pada uji coba
skala terbatas menunjukkan reliabilitas sebesar 0,715 sedangkan besarnya
tingkat kesepakatan antar tiga penilai adalah 0,88 yang tergolong sangat tinggi.
Atau bisa dikatakan bahwa reliabilitas dari satu penilai adalah 0,88. Hasil
reliabilitas angket respon siswa dinyatakan reliabel karena memiliki Alpha
Cronbach > 0,70 yaitu sebesar 0,856. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan
instrumen yang dapat digunakan pada cakupan yang lebih luas. Lebih jelasnya
dapat dilihat pada Lampiran 7 Halaman 180.
4.4.2.2.3 Hasil Reliabilitas Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis
Siswa pada Tahap Uji Coba Skala Luas
Setelah dilakukan uji coba skala terbatas, langkah selanjutnya adalah uji
coba skal luas. Berikut hasil reliabilitas yang didapatkan dari uji coba skala
luas dari instrumen tes esai analisis asam basa yaitu dengan koefisisen 0,858
dan dinyatakan reliabel dengan kriteria reliabilitas sangat tinggi, sedangkan
pada tes problem solving asam basa yaitu dengan koefisien 0,863 dan
dinyatakan reliabel dengan kriteria reliabilitas sangat tinggi. Lembar aktivitas

73

siswa pada uji coba skala luas menunjukkan reliabilitas sebesar 0,925
sedangkan besarnya tingkat kesepakatan antar tiga penilai adalah 0,805 yang
tergolong sangat tinggi. Atau bisa dikatakan bahwa reliabilitas dari satu penilai
adalah 0,805. Hasil reliabilitas angket respon siswa dinyatakan reliabel karena
memiliki Alpha Cronbach > 0,70 yaitu sebesar 0,945. Hasil reliabilitas
instrumen tes esai analisis, tes problem solving, lembar aktivitas siswa, dan
lembar angket respon siswa yang lebih terperinci dapat dilihat pada Lampiran 8
Halaman 186.
4.4.2.2.4

Hasil Reliabilitas Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis


Siswa pada Tahap Implementasi

Tahapan terakhir dari penelitian ini adalah tahap implementasi. Produk


yang diuji cobakan merupakan produk final dari produk yang telah
dikembangkan. Hasil reliabilitas tahap implementasi dari instrumen tes esai
analisis asam basa dinyatakan reliabel dengan koefisisen 0,741 dengan kriteria
reliabilitas tinggi. Reliabilitas instrumen tes problem solving dinyatakan
reliabel dengan koefisien sebesar 0,753 dengan kriteria reliabilitas tinggi, dapat
disimpulkan bahwa instrumen dinyatakan reliabel. Lembar aktivitas siswa pada
tahap implementasi menunjukkan reliabilitas sebesar 0,995 sedangkan
besarnya tingkat kesepakatan antar tiga penilai adalah 0,987 yang tergolong
sangat tinggi. Atau bisa dikatakan bahwa reliabilitas dari satu penilai adalah
0,987. Hasil reliabilitas angket respon siswa dinyatakan reliabel karena
memiliki Alpha Cronbach > 0,70 yaitu sebesar 0,874. Lebih jelasnya dapat
dilihat pada Lampiran 9 Halaman 198.

74

4.5

Keefektifan Instrumen

4.5.1

Rerata Hasil Belajar Materi Asam Basa

4.5.1.1

Nilai Ulangan Harian


Nilai hasil ulangan harian dan implementasi produk instrumen penilaian

keterampilan berpikir kritis pada kelas implementasi adalah sebagai berikut:


Ulangan Harian materi asam basa : A = 72,08 dan + = 12,99
: A = 73,42 dan + = 9,55

Tes Esai Analisis (TEA)

: A = 67,28 dan + = 13,10

Tes Problem Solving (TPS)

: A = 70,35 dan + = 7,81

Rata-rata TEA dan TPS

4.5.1.1.1 Perbandingan Antara Nilai Ulangan Harian Asam Basa dengan Tes
Esai Analisis (TEA)
Perhitungannya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. H0 : B = B-

2. > = 5% = 0,05
3. Statistik Uji = uji t

t =

67  6)

97)

9))
:7  :)

4. Komputasi =

t =

C,- -,EF

GH,-EE IF,E

thitung = 0,525
5. Daerah kritis : -

J7 .7  J) .)
J7  J)

< t <

J7 .7  J) .)
J7  J)

= 0,525

75

W1 =

H,-E
E

= 2,28, W2 =

t1 = t(0,975),39 = 2,02

-C,
E

= 5,86

, t2 = t(0,975),39 = 2,02

sehingga didapat:
J7 .7  J) .)
J7  J)

(-,-F)(-,E-)(?,FI)(-,E-)
-,-F  ?,FI

= 2,02

Daerah Kritis: -2,02 < t < 2,02

Daerah
Penerimaan

-2,02

0 0,525

2,02

6. Keputusan : H0 diterima karena berada pada daerah penerimaan,


t > t(0,975),39 ; -2,02 < t < 2,02
7. Kesimpulan : instrumen penilaian tes esai analisis keterampilan berpikir
kritis siswa memberikan kenaikan rata-rata nilai. Kenaikan rata-rata nilai
pada tes esai analisis ini dapat diartikan bahwa tes esai analisis efektif
untuk dipergunakan.
4.5.1.1.2 Perbandingan antara Nilai Ulangan Harian Asam Basa dengan Tes
Problem Solving (TPS)
Perhitungannya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. H0 : B = B-

2. > = 5% = 0,05
3. Statistik Uji = uji t

t =

67  6)

97)

9))
:7  :)

76

4. Komputasi =

t =

I,-F -,EF

G,IE IF,E

= -1,64

thitung = -1,64
5. Daerah kritis : W1 =

J7 .7  J) .)
J7  J)

,I
E

< t <

= 4,29, W2 =

t1 = t(0,975),39 = 2,02

J7 .7  J) .)
J7  J)

IF,
E

= 4,22

, t2 = t(0,975),39 = 2,02

sehingga didapat:
J7 .7  J) .)
J7  J)

(,-H)(-,E-)(,--)(-,E-)
,-H  ,--

= 2,02

Daerah Kritis: -2,02 < t < 2,02

Daerah
Penerimaan

-2,02 -1,64

2,02

6. Keputusan : H0 diterima karena berada pada daerah penerimaan, jadi kita


terima H0 dalam taraf yang nyata 0,05.
t > t(0,975),39 ; -2,02 < t < 2,02
7. Kesimpulan : instrumen penilaian tes problem solving keterampilan berpikir
kritis siswa efektif untuk dipergunakan, meskipun pada tahap implementasi
ini tidak memberikan kenaikan nilai rata-rata.

77

4.5.1.1.3 Perbandingan antara Nilai Ulangan Harian Asam Basa dengan Tes
Esai Analisis (TEA) dan Tes Problem Solving (TPS)
Perhitungannya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. H0 : B = B-

2. > = 5% = 0,05
3. Statistik Uji = uji t

t =

67  6)

97)
9))
8 :7  :)

4. Komputasi =

t =

E,C? -,EF

GIE,HHE IF,E

= - 0,72

thitung = - 0,72
5. Daerah kritis : W1 =

J7 .7  J) .)
J7  J)

60,99
E

< t <

= 1,52, W2 =

t1 = t(0,975),39 = 2,02

J7 .7  J) .)
J7  J)

168,74
E

= 4,22

, t2 = t(0,975),39 = 2,02

sehingga didapat:
J7 .7  J) .)
J7  J)

(,?-)(-,E-)(,--)(-,E-)
,?- ,--

= 2,02

Daerah Kritis: -2,02 < t < 2,02

Daerah
Penerimaan

-2,02

-0,72 0

2,02

6. Keputusan : H0 diterima karena berada pada daerah penerimaan, jadi kita


terima H0 dalam taraf yang nyata 0,05.

78

t > t(0,975),39 ; -2,02 < t < 2,02


7. Kesimpulan : instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis yang meliputi
tes esai analisis dan tes problem solving berada pada daerah penerimaan, itu
artinya tes esai analisis dan tes problem solving tersebut efektif untuk
digunakan.
4.5.1.2

Nilai Ulangan Tengah Semester 2


Nilai ulangan tengah semester dan implementasi produk instrumen

penilaian keterampilan berpikir kritis pada kelas implementasi adalah sebagai


berikut:
Ulangan Tengah Semester
Tes Esai Analisis (TEA)
Tes Problem Solving (TPS)
Rata-rata TEA dan TPS

: A = 71,54 dan + = 13,79

: A = 73,42 dan + = 9,55

: A = 67,28 dan + = 13,10


: A = 70,35 dan + = 7,81

4.5.1.2.1 Perbandingan Antara Nilai Ulangan Tengah Semester 2 Asam Basa


dengan Tes Esai Analisis (TEA)
Perhitungannya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. H0 : B = B-

2. > = 5% = 0,05
3. Statistik Uji = uji t

t =

67  6)

97)
9))
8 :7  :)

4. Komputasi =

t =

C,- ,?

GH,-EE HE,IE

= 0,708

79

thitung = 0,708
5. Daerah kritis : W1 =

J7 .7  J) .)

H,-E
E

J7  J)

J7 .7  J) .)

< t <

= 2,28, W2 =

t1 = t(0,975),39 = 2,02

J7  J)

-C,
E

= 5,86

, t2 = t(0,975),39 = 2,02

sehingga didapat:
J7 .7  J) .)
J7  J)

(-,-F)(-,E-)(?,FI)(-,E-)
-,-F  ?,FI

= 2,02

Daerah Kritis: -2,02 < t < 2,02

Daerah
Penerimaan

-2,02

0 0,708

2,02

6. Keputusan : H0 diterima karena berada pada daerah penerimaan,


t > t(0,975),39 ; -2,02 < t < 2,02
7. Kesimpulan : instrumen penilaian tes esai analisis keterampilan berpikir
kritis siswa memberikan kenaikan rata-rata nilai. Tes esai analisis efektif
untuk dipergunakan.
4.5.1.2.2 Perbandingan Antara Nilai Ulangan Tengah Semester 2 Asam Basa
dengan Tes Problem Solving (TPS)
Perhitungannya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. H0 : B = B-

2. > = 5% = 0,05
3. Statistik Uji = uji t

t =

67  6)

97)

9))
:7  :)

80

4. Komputasi =

t =

I,-F ,?

G,IE HE,IE

= -1,41

thitung = -1,41
5. Daerah kritis : W1 =

J7 .7  J) .)
J7  J)

,I
E

< t <

= 4,29, W2 =

t1 = t(0,975),39 = 2,02

J7 .7  J) .)
J7  J)

190,16
E

= 4,75

, t2 = t(0,975),39 = 2,02

sehingga didapat:
J7 .7  J) .)
J7  J)

(,-H)(-,E-)(,?)(-,E-)
,-H  ,?

= 2,02

Daerah Kritis: -2,02 < t < 2,02

Daerah
penerimaan

-2,02 -1,41

2,02

6. Keputusan : H0 diterima karena berada pada daerah penerimaan, jadi kita


terima H0 dalam taraf yang nyata 0,05.
t > t(0,975),39 ; -2,02 < t < 2,02
7. Kesimpulan : instrumen penilaian tes problem solving keterampilan berpikir
kritis siswa efektif untuk dipergunakan, meskipun pada tahap implementasi
ini tidak memberikan kenaikan nilai rata-rata.
4.5.1.2.3 Perbandingan Antara Nilai Ulangan Tengah Semester 2 dengan Tes
Esai Analisis (TEA) dan Tes Problem Solving (TPS)
Perhitungannya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. H0 : B = B-

81
2. > = 5% = 0,05
3. Statistik Uji = uji t

t =

67  6)

97)
9))
8 :7  :)

4. Komputasi =

t =

E,C? ,?

GIE,HHE HE,IE

= - 0,47

thitung = - 0,47
5. Daerah kritis : W1 =

J7 .7  J) .)
J7  J)

60,99
E

< t <

= 1,52, W2 =

t1 = t(0,975),39 = 2,02

J7 .7  J) .)
J7  J)

190,16
E

= 4,75

, t2 = t(0,975),39 = 2,02

sehingga didapat:
J7 .7  J) .)
J7  J)

(,?-)(-,E-)(,?)(-,E-)
,?-  ,?

= 2,02

Daerah Kritis: -2,02 < t < 2,02

Daerah
Penerimaan

-2,02

-0,47 0

2,02

6. Keputusan : H0 diterima karena berada pada daerah penerimaan, jadi kita


terima H0 dalam taraf yang nyata 0,05.
t > t(0,975),39 ; -2,02 < t < 2,02

82

7. Kesimpulan : instrumen penilaian keterampilan berpikir kritis yang meliputi


tes esai analisis dan tes problem solving berada pada daerah penerimaan, itu
artinya tes esai analisis dan tes problem solving tersebut efektif untuk
digunakan.
4.5.2

Proporsi Ketuntasan Hasil Belajar


Proporsi ketuntasan hasil belajar dari instrumen penilaian keterampilan

berpikir kritis dibandingkan dengan proporsi ketuntasan ulangan harian dapat


dilihat pada Tabel.
Tabel 4.15 Proporsi Ketuntasan Belajar
Jenis Tes
Ulangan Harian
Ulangan Tengah
Semester 2

14
40

Tes Esai Analisis (TEA) 24


40
Tes Problem Solving
(TPS)
Rata-rata
(TEA & TPS)

Proporsi
15
40
18
40
11
40

Besaran
0,35

0,375
0,6
0,45

0,275

Proporsi ketuntasan ulangan harian asam basa adalah 14 dari 40 siswa,


dengan angka desimal 0,35. Ulangan Tengah Semester 2 ada 15 siswa yang
tuntas dari 40 siswa. Tes esai analisis (TEA) memiliki proporsi ketuntasan 24
dari jumlah siswa sebanyak 40 atau 0,6. Proporsi meningkat dua kali lebih
tinggi dari ulangan harian yaitu sebesar 0,3, 50% dari proporsi ketuntasan
ulangan harian asam basa, sehingga dapat disimpulkan bahwa tes esai analisis

83

efektif untuk digunakan. Tes problem solving (TPS) dengan proporsi


ketuntasan 18 dari 40 siswa juga lebih tinggi dibandingkan dengan ulangan
harian asam basa. Proporsi ketuntasannya sebesar 0,45. Keniakan sebesar 0,15
menunjukkan bahwa tes problem solving efektif untuk digunakan. Rata-rata
dari tes esai analisis dan problem solving memiliki proporsi ketuntasan
sebanyak 11 dari 40 siswa, lebih rendah dari ulangan harian asam basa.
Penurunan proporsi ketuntasan yang sangat kecil tidak mengurangi nilai
keefektifan suatu instrumen.
4.5.3

Aktivitas Siswa Saat Pembelajaran


Lembar aktivitas berpikir siswa adalah lembar observasi untuk melihat

segala bentuk akivitas siswa yang berorientasi pada keterampilan berpikir kritis
siswa selama pembelajaran. Pernyataan pada lembar observasi disesuaikan
dengan indikator keterampilan berpikir kritis. Pengamatan dilakukan oleh tiga
orang pengamat, yaitu peneliti, mahasiswa kimia UNNES dan guru Kimia.
Hasil observasi dijelaskan pada Tabel 4.16
Tabel 4.16 Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran
Pertemuan

Kategori
Tinggi

Banyak Siswa
2

Cukup

32

Kurang

Tinggi

Cukup

35

Kurang
Tinggi

21

Cukup

19

Kurang

Proporsi
2
40
32
40
6
40
5
40
35
40
21
40
19
40
-

84

Berdasarkan Tabel 4.16 dijelaskan kecenderungan siswa pada awal


pembelajaran masih belum terbiasa dengan aktivitas keterampilan berpikir
kritis namun setelah tiga kali pertemuan ada kemajuan. Hal ini ditunjukkan dari
proporsi yang meningkat.

4.6

Kepraktisan Produk
Salah satu indikator keberhasilan pengembangan instrumen adalah

dengan melihat respon positif dari responden.


4.6.1

Respon Siswa
Respon siswa dilihat dengan menggunakan angket yang disebarkan

setelah akhir penelitian. Data dapat ditunjukkan pada tabel berikut:


Tabel 4.17 Respon siswa terhadap Instrumen Penilaian Keterampilan
Berpikir Kritis Siswa
Kategori
Sangat Tinggi

Banyak Siswa
2

Tinggi

27

Cukup

Rendah

Proporsi
2
40
27
40
9
40
2
40

Hasil dari respon siswa pada kelas implementasi menunjukkan bahwa


respon siswa tinggi, terbukti dari 40 siswa 27 siswa memberikan respon tinggi,
2 siswa memberikan respon sangat tinggi, sisanya cukup dan rendah. Hal
tersebut menunjukkan respon yang positif dari siswa tentang penggunaan
instrumen keterampilan berpikir kritis siswa. Hal ini dapat diartikan bahwa
instrumen keterampilan berpikir kritis yang dikembangkan dinilai praktis. Data
respon siswa dapat dilihat pada Lampiran 9 Bagian 14 Halaman 209.

85

4.6.2

Respon Guru
Respon

guru

ini

diberikan

untuk

pengembangan

instrumen

keterampilan berpikir kritis siswa. Sebelum merespon guru diminta untuk


mengkaji instrumen yang dikembangkan setelah itu diberikan angket
responden. Hasil respon guru terhadap instrumen keterampilan berpikir kritis
siswa dijelaskan pada Tabel 4.18
Tabel 4.18 Respon Guru
Butir Pertanyaan

Ya
1
100
2
100
3
50
4
50
5
100
6
100
7
100
8
100
9
100
10
50
Rata-rata
85
Berdasarkan Tabel 4.18 diketahui

Respon Guru (%)


Tidak
0
0
50
50
0
0
0
0
0
50
15
rata-rata respon guru terhadap

penggunaan instrumen keterampilan berpikir kritis adalah sebesar 85%, dengan


demikian disimpulkan instrumen dinyatakan praktis. Hasil respon guru
terhadap penggunaan instrumen keterampilan berpikir kritis didapatkan respon
yang tinggi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa menurut guru kimia SMA
Negeri 1 Ambarawa instrumen keterampilan berpikir kritis praktis untuk
digunakan karena sesuai dengan kurikulum dan standar kelulusan sekolah.
Beberapa guru ada yang berkeinginan belajar untuk menyusun instrumen
tersebut dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran.

86

4.7

Pembahasan Produk Akhir


Proses pembuatan instrumen keterampilan berpikir kritis melalui

beberapa tahapan penelitian dan pengembangan Tahapan yang digunakan


mengacu pada Sugyiono (2010). Tahap pertama yaitu penelitian pendahuluan,
didapatkan data berupa, jenis instrumen yang digunakan guru kimia di sekolah,
sarana dan prasarana, dan proses pembelajaran. Berdasarkan data tersebut,
terdapat potensi untuk dapat dikembangkan instrumen yang inovatif. Kondisi
awal yang menjadi perhatian khusus adalah jenis instrumen kimia yang ada di
sekolah. Instrumen tersebut hanya mengukur aspek hafalan dan pemahaman.
Hal ini tidak menguntungkan siswa untuk melatih keterampilan berpikir kritis.
Tahap studi pendahuluan didapatkan data tentang jenis instrumen
penilaian kimia tepatnya materi asam basa di sekolah, mengukur aspek hafalan
dan pemahaman konsep. Lissa (2012: 29) mengemukakan bahwa berdasarkan
taksonomi kognitif Bloom C1 (hafalan) dan C2 & C3 (pemahaman). Kondisi
seperti ini tentu tidak lebih baik untuk melatih keterampilan berpikir tingkat
tinggi siswa. Instrumen pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan
berpikir menjadi penting dikembangkan karena kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi, hal ini sejalan dengan pendapat dari Richmond (2007:6) dalam
penelitiannya yang menyatakan keterampilan berpikir yang baik dapat menjadi
modal kuat bagi siswa di Asia untuk dapat menghadapi permasalahan
kompleks yang ada pada perkembangan jaman yang modern. Tuntutan jaman
seperti itu tentu tidak dengan mudah dapat kita hadapi tanpa melalui proses
latihan, hal ini sesuai dengan pendapat Yildrim & Ozkahraman (2011:174),

87

yang menegaskan keterampilan berpikir dapat dikembangkan melalui suatu


pengkondisian untuk berpikir.
Instrumen yang berorientasi pada keterampilan berpikir dikembangkan
berdasarkan data dari penelitian pendahuluan, yaitu berupa instrumen yang
digunakan di sekolah, sistem pengajaran, tinjauan dari penelitian-penelitian
yang relevan, dan tinjauan kebijakan-kebijakan pemerintah tentang orientasi
pendidikan nasional, serta mempertimbangkan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Rancangan instrumen keterampilan berpikir kritis mengadaptasi
pada indikator berpikir kritis menurut Ennis (1985: 55-56). Instrumen
keterampilan berpikir kritis yang dikembangkan difokuskan pada berpikir kritis
dan penyelesaian masalah. Bentuk instrumen penialain keterampilan berpikir
kritis yang dikembangkan adalah tes esai analisis, tes problem solving, dan
lembar aktivitas berpikir.
Tahapan selanjutnya adalah tahapan pengembangan, telah dipaparkan
langkah pertama pada tahap pengembangan yaitu validasi pakar. Pada tahapan
ini instrumen yang telah dirancang akan divalidasi secara isi oleh pakar
keterampilan berpikir, pakar penelitian pendidikan, dan pakar kimia. Instrumen
yang divalidasi berupa instrumen tes esai analisis, tes problem solving, lembar
aktivitas berpikir siswa, dan angket respon siswa dan guru. Validasi pakar
dilakukan

beberapa

kali

seperti

yang

telah

dijelaskan

pada

hasil

pengembangan. Revisi validasi secara umum adalah pada tata tulis, kesesuaian
indikator, ranah kognitif soal, ketepatan gambar dan istilah. Hasil validasi
dinyatakan valid dan dapat digunakan di lapangan setelah dilakukan revisi.

88

Jenis validitas yang diukur adalah validitas isi instrumen keterampilan berpikir
hendaknya memiliki validitas konten yang baik sebelum digunakan mengukur
(Ennis & Weir, 1985:3, Docktor & Heller, 2009:9). Oleh karena itu, tahapan
ini penting karena sebelum instrumen diuji cobakan, maka sebelumnya harus
dinyatakan valid terlebih dahulu oleh pakar supaya data yang diperoleh dapat
dipetanggungjawabkan.
Langkah kedua pada tahapan pengembangan adalah pra uji coba, untuk
mengukur validitas dan reliabilitas soal. Didapatkan hasil yang valid dan
reliabel setelah melalui pengujian instrumen. Hasil validitas dinyatakan valid
dengan kategori koefisien kevalidan berkisar antara cukup sampai baik.
Reliabilitas soal berpikir, diuji dan dinyatakan reliabel terlebih dahulu sebelum
digunakan, hal ini sejalan dengan yang dikatakan (Suharsimi, 2007:86).
Keajegan soal pada instrumen tes esai analisis dan tes problem solving
memang sedikit kurang baik, hal tersebut dikarenakan tipe soal yang
berorientasi pada keterampilan berpikir. Instrumen keterampilan berpikir,
bukan hanya menekankan pada pemahaman konsep tetapi lebih pada aspek
sintesis, analisis, dan evaluasi, sehingga memiliki keajegan yang relatif rendah
(Carson, 2007:10, Docktor & Heller, 2009:10, Ennis & Weir, 1993:3). Waktu
uji coba soal berada pada kondisi kurang mendukung. Kondisi tersebut, adalah
siswa dihadapkan pada try out sekolah dan ujian praktek sehingga pengerjaan
soal terburu-buru. Hasil tersebut, sesuai dengan penjelasan Lissa (2012:31),
faktor yang mempengaruhi keajegan instrumen adalah kondisi psikis siswa,
kondisi yang kurang menyenangkan, mencontek, soal terlalu singkat, dan soal

89

terlalu mudah atau sulit. Menurut Mariana (2008) penilaian dengan tipe soal
yang mengandalkan hafalan akan memiliki keajegan atau reliabilitas yang
tinggi, sedangkan soal berpikir lebih kecil. Hal tersebut dikarenakan soal
berpikir mengandalkan kemampuan berpikir individu yang memang berbedabeda sedangkan hafalan memiliki standar jawaban yang hampir sama untuk
setiap individu.
Instrumen keterampilan berpikir kritis dinyatakan valid oleh pakar,
maka selanjutnya diuji coba skala terbatas. Pada uji coba skala terbatas diukur
reliabilitas

dan

respon

siswa.

Keterampilan

berpikir

membutuhkan

pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Pengguanaan desain khusus seperti


melakukan investigasi, penyelesaian masalah ataupun bertanya dapat
meningkatkan keterampilan berpikir apabila dibandingkan dengan kelas
konvensional (Herman, 2007:52, Setiawan, 2008: 45). Pada uji coba skala
terbatas, instrumen dinyatakan praktis dengan presentase dari angket siswa
yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kepraktisan diartikan bahwa
penggunaan instrumen tidak dinilai mengacaukan pembelajaran dan tidak
mengganggu jalannya proses pembelajaran yang sewajarnya, sehingga
instrumen keterampilan berpikir kritis ini dapat digunakan.
Uji skala luas, instrumen yang telah diperbaiki diujikan dalam satu
kelas yang berisi 40 siswa dan dihitung reliabilitasnya, kemudian
kepraktisannya dapat dinilai dari angket respon siswa yang telah dianalisis dan
menunjukkan kategori cukup. Meskipun masuk dalam kategori cukup, namun
instrumen tersebut tetap reliabel, sehingga instrumen penilaian keterampilan

90

berpikir kritis ini dapat digunakan pada tahapan selanjutnya adalah


implementasi.
Tahapan terakhir dari pengembangan yaitu uji coba pada tahap
implementasi. Pada tahapan ini diukur keefektifan dan kepraktisan instrumen.
Indikator efektif pada tahap implementasi adalah adanya pengaruh positif
antara penerapan instrumen keterampilan berpikir kritis terhadap hasil belajar
siswa. Kepraktisan memiliki indikator yang sama dengan pada uji coba
terbatas, namun pada tahap implementasi ditambahkan dengan respon dari guru
mengenai instrumen keterampilan berpikir kritis yang dikembangkan.
Keterampilan berpikir bukanlah sebuah hasil belajar instan yang dapat
diukur dengan dua sampai tiga kali pembelajaran kemudian dinyatakan baik
ataupun tidak. Bedasarkan pendapat dari (Richmond, 2007: 2), menyatakan
dibutuhkan proses dan latihan yang tidak singkat untuk dapat mengubah
keterampilan berpikir seseorang.
Awal pembelajaran siswa diajak mengikuti pembelajaran yang
kontekstual dan berbasis masalah. Siswa yang terbiasa pasif dari menerima apa
yang guru sampaikan, perlahan diajak untuk berkontribusi aktif pada
pembelajaran. Aktivitas yang menunjukkan keterampilan berpikir kritis, pada
awal pembelajaran tidak begitu banyak muncul. Pada saat pembelajaran ke dua
sampai terakhir, siswa nampak lebih aktif dan lebih menunjukkan aktifitas
yang menggunakan keterampilan berpikir kritis, hal ini dapat dijelaskan pada
Tabel 4.16 aktivitas atau aktivitas yang berbasis keterampilan berpikir kritis
saat pembelajaran dapat dilatihkan dengan suatu pengkondisian (Carson,

91

2007:11). Aktivitas berpikir pada awal pembelajaran yang rendah itu


dikarenakan tidak terlatihnya keterampilan berpikir siswa, namun setelah
mendapatkan stimulus muncul peningkatan keterampilan berpikir.
Instrumen yang digunakan untuk menilai keterampilan berpikir kritis
dan pemecahan masalah hendaknya berpedoman pada pengetahuan dasar.
Carson (2007:12) menjelaskan, dalam menyelesaikan masalah proses berpikir
lebih penting daripada pengetahuan yang dimiliki, meskipun begitu
pengetahuan dasar juga merupakan faktor yang tidak kalah penting dalam
menyelesaikan suatu masalah. Oleh karena itu, pengembangan instrumen
keterampilan berpikir kritis dilakukan tanpa menyampingkan konsep.
Keefektifan instrumen keterampilan berpikir kritis terhadap hasil
belajar tidak begitu besar, ini diartikan bahwa tidak hanya keterampilan
berpikir kritis saja yang mempengaruhi hasil belajar, diantaranya yaitu kondisi
keluarga, ekonomi, budaya, multibudaya, dan sosioteknologi (Lissa, 2012:28).
Selain itu, dapat juga seperti strategi mengajar guru, sarana dan prasarana
sekolah,

dan

lingkungan

sekitar

sekolah.

Dengan

demikian,

untuk

mendapatkan hasil belajar yang baik maka perlu dikuatkan faktor selain
keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis siswa, baik tes esai
analisis maupun problem solving pada tahap implementasi tidak berbeda secara
signifikan.
Kepraktisan instrumen keterampilan berpikir kritis siswa diukur dengan
menggunakan angket respon siswa dan guru. Hasil dari respon siswa dapat
dilihat pada Tabel 4.17 yang menyatakan respon positif siswa lebih dari 80%.

92

Ini menyatakan bahwa instrumen keterampilan berpikir kritis praktis digunakan


di pembelajaran. Beberapa siswa bahkan mengusulkan ke guru kimianya untuk
digunakan tipe soal keterampilan berpikir kritis pada materi kimia yang lain.
Respon guru yang terlihat pada Tabel 4.18 dinyatakan menerima instrumen
yang dikembangkan dan menyatakan praktis untuk digunakan karena sesuai
dengan kurikulum dan standar kelulusan sekolah. Beberapa guru ada yang
berkeinginan

belajar

untuk

menyusun

instrumen

tersebut

dan

mengaplikasikannya dalam pembelajaran.


Penyusunan produk instrumen penialaian keterampilan berpikir kritis
ini memiliki beberapa keterbatasan diantaranya, jenis instrumen yang
dikembangkan hanya menggunakan dua jenis keterampilan yaitu tes esai
analisis dan cara menyelesaikan masalah. Keterbatasan kedua pada
penggunaan indikator berpikir kritis dan penyelesaian masalah, tidak
menggunakan semua indikator namun hanya diambil indikator yang sesuai
dengan penelitian, dan jenis instrumen yang dikembangkan masih pada jenis
esai sehingga masih menimbulkan kesan pada siswa tes seperti layaknya biasa.

BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN

5.1

Simpulan
Pengembangan instrumen dilakukan melalui langkah-langkah sebagai

berikut, dimulai dari tahap pendefinisian dengan melakukan studi pendahuluan


meliputi studi lapangan dan studi literatur. Tahap desain produk diawali
dengan menyusun kisi-kisi soal, menyusun soal, menyusun kunci jawaban, dan
validasi desain. Tahap selanjutnya yaitu pengembangan meliputi pra uji coba,
uji coba skala terbatas, uji coba skala luas, dan tahap terakhir yaitu
implementasi instrumen penilaian yang dikembangkan.
Instrumen penilaian yang dapat mengukur keterampilan berpikir kritis
yaitu yang memuat indikator keterampilan berpikir kritis, dan dalam tingkatan
taksonomi Bloom C4-C8. Instrumen penilaian bisa berbentuk pilihan ganda
dan tes esai, dalam penelitian ini tes berbentuk esai dan problem solving.
Nilai validitas dari instrumen penelitian yang berupa tes esai analisis
dan problem solving dinyatakan dalam kategori baik. Hasil dari validasi angket
dan lembar observasi dinyatakan valid. Reliabilitas tes esai analisis dan tes
problem solving berada pada kategori baik. Lembar angket dan lembar
aktivitas berpikir dinyatakan reliabel karena memiliki Alpha Cronbach > 0,70.

93

94

5.2

Saran
Pada saat pembelajaran guru hendaknya melatihkan keterampilan

berpikir kritis siswa, bukan hanya mengajarkan konsep yang berorientasi pada
hafalan dan pemahaman.
Bagi peneliti lain, apabila akan melakukan penelitian dengan dengan
jenis yang sama, disarankan untuk memperbaiki keterbatasan penelitian ini,
yaitu menambah jenis keterampilan berpikir yang akan dikembangkan dalam
instrumen penilaian, membuat soal yang lebih menarik untuk siswa dan
menambah objek uji tahap implementasi.

DAFTAR PUSTAKA
Brady, J.E., et al. 2000. Chemistry, The Study Matter and Its Changes. New
York: John Wiley and Sons.
Carson, J. 2007. A Problem With Problem Solving: Teaching Thinking
Without Teaching Knowledge. The Mathematics Educator, 17 (2): 714.
Docktor. J, & Heller, K. 2009. Robust Assessment Instrument For Student
Problem Solving. Prosiding the NARST 2009 Annual Meeting.
Minnesota university.
Ennis, R. H. & Weir, E. 1985. The Ennis Weir Critical Thinking Essay Test,
Pacific Grove, CA : Midwest Publication, I.
Ennis, R. H. 1993. Critical Thinking Assessment. College of education, The
Ohio State University, 32 (3): 179-186.
Fisher, A. 2009. Berpikir Kritis Sebuah Pengantar. Jakarta: Erlangga.
Grounlund, N. 1985. Measurement and Evaluation in Teaching. Fifth Edition.
New York: Mac Millan Publishing Company.
Herman, T. 2007. Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan
Kemampuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi Siswa Sekolah
Menengah Pertama. Educationist, 1(1): 47-56.
Lissa. 2012. Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir
Tingkat Tinggi Materi Sistem Respirasi Dan Ekskresi. Jurnal unnes
LIK, Vol 41 (1) : 27-32.
Mardapi, D. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes.
Yogyakarta: Mitra Cendikia
Mardapi, D. 2012. Pengukuran Penilaian Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta:
Nuha Medika
Prasasti, Y.R. Suyono & Basuki, A.I. 2012. Pengembangan Instrumen
Asesmen Berpikir Kritis Melalui Membaca Untuk Siswa SD/MI. Jurnal
Universitas Negeri Malang.
Pursitasari, I.D. & Permanasari. A. 2012. Analisis Pemahaman Konsep Dan
Kesulitan Mahasiswa Untuk Pengembangan Program Perkuliahan

95

96

Dasar-Dasar Kimia Analitik Berbasis Problem Solving. Jurnal


Pendidikan IPA Indonesia, 1 (1): 98-101.
Purwaningtyas, R, Ashadi, Suparmi. 2012.Pembelajaran Kimia Menggunakan
Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dengan Metode Proyek dan
Metode Eksperimen Ditinjau dari Kreativitas dan Kemampuan Berpikir
Kritis. JURNAL INKUIRI, Vol 1, No 1 2012 .Surakarta: Universitas
Sebelas Maret.
Redhana, I W. Liliasari. 2008. Program Pembelajaran Keterampilan Berpikir
Kritis pada Topik Laju Reaksi untuk Siswa SMA. FORUM
KEPENDIDIKAN, VOLUME 27 NOMOR 2 MARET 2008.
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA.
Reta, I Ketut. 2012. Pengaruh Model Pembelajran Berbasis Masalah terhadap
Keterampilan Berpikir Kritis ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa. Artikel
pendidikan, Juli 2012. Bali: UNIVERSITAS PENDIDIKAN
GANESHA.
Richmond, J.E.D. 2007. Bringing Critical Thinking To The Education Of
Developing Country Professionals. International Education Journal, 8
(1): 1-29.
Saptorini. 2012. Strategi Pembelajran Kimia. Semarang: Jurusan Kimia
FMIPA UNNES
Setiawan, A. N. I. G. 2008. Penerapan Pengajaran Kontekstual Berbasis
Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X2
SMA Laboratorium Singaraja. Jurnal Penelitian dan Pengembangan
Pendidikan, 2 (1): 42-59.
Sudjana. 2001. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito
Sudjana. 2005. Metoda Statistika edisi 6. Bandung: Tarsito
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta
Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT.
Rineka Cipta
Suharsimi. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta:
Bumi Aksara

97

Sutresna, Nana. 2008. Kimia untuk Kelas XI. Bandung: Grafindo Media
Pratama
Yildrim, B. & Ozkahraman, S. 2011. Critical Thinking in Nursing Process and
Education. International Journal of Humanities and Social Science, 1
(13): 257-262.

98

Lampiran 1.1
Daftar Nilai Ulangan Pelajaran Kimia SMA N 1 Ambarawa
Tahun Pelajaran 2012/2013
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
Jumlah
x
s2
s
n

Kelas
XI IPA 3
XI IPA 4
65
75
55
95
85
85
80
60
55
80
85
40
90
70
60
75
68
45
40
50
65
53
70
85
75
75
53
98
95
75
80
88
65
65
85
75
65
90
70
95
65
100
85
70
75
90
75
65
50
50
95
90
70
78
75
45
90
100
85
60
45
58
90
60
50
65
45
98
90
70
60
2551
2573
70,86
73,51
222,00
14,90
36

307,02
17,52
35

99

Lampiran 1.2
UJI NORMALITAS DATA AWAL
Hipotesis
Ho
Ha

:
:

Data berdistribusi normal


Data tidak berdistribusi normal

Pengujian Hipotesis:
Rumus yang digunakan:

Kriteria yang digunakan


2

Ho diterima jika <

tabel

Pengujian Hipotesis
Nilai maksimal

100

Nilai minimal
Rentang
Banyak kelas

=
=
=

40
60
7

Kelas Interval
40,00
50,00
60,00
70,00
80,00
90,00

49,00
59,00
69,00
79,00
89,00
100,00

Panjang Kelas
Ratarata(x )
s
n

10,00

=
=
=

72,17
16,30
71

Batas
Kelas

Z untuk
batas kls.

Peluang
untuk Z

Luas Kls.
Untuk Z

Ei

Oi

39,50
49,50
59,50
69,50
79,50
89,50
100,50

-2,00
-1,39
-0,78
-0,16
0,45
1,06
1,74

0,4775
0,4178
0,2815
0,0650
0,1736
0,3562
0,4589

0,0596
0,1364
0,2165
0,2386
0,1826
0,1027

4,2337
9,6813
15,3686
16,9400
12,9653
7,2943

6
9
14
16
11
15

(OiEi)
Ei
0,7369
0,0479
0,1219
0,0522
0,2979
8,1403

9,3971

Untuk = 5%, dengan dk = 7 - 3 = 4 diperoleh tabel =

9,49

9,3971
9,49
Karena berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal

100

Lampiran 1.3
ULANGAN HARIAN KIMIA
ASAM BASA
I. Pilihan Ganda
1. Asam cuka (CH3COOH) termasuk
senyawa asam. Menurut Arhenius,
asam cuka mempunyai sifat asam
karena...
a. Memiliki atom hidrogen
b. Dalam air melepaskan ion H+
c. Dalam air melepaskan ion OHd. Dapat menerima apasangan
elektron
e. Dapat memberi proton kepada
molekul air
2. Data percobaan pengenalan asam-basa
sebagai berikut:
Lakmus
Lakmus
lar
merah
biru
I
biru
tetap
II
tetap
merah
III biru
tetap
IV tetap
merah
V
tetap
tetap
Yang termasuk larutan asam adalah...
a. I dan II
b. II dan III
c. II dan IV
d. III dan IV
e. III dan V
3. Diketahui trayek pH indikator.
Trayek Perubahan
Indikator
pH
warna
Metil
4,2 6,3 Merahmerah
kuning
fenoftalein 8,3 - 10
Tak
berwarna merah
Suatu larutan berwarna kuning jika
ditetesi indikator metil merah dan
tidak berwarna jika ditetsi fenolftalein,
maka pH larutan tersebut adalah...
a. Kurang dari 4,2
b. Antara 4,2-6,3
c. Antara 6,3 8,3

4.

5.

6.

7.

8.

d. Antara 8,3 10
e. Antara 4,2 10
Untuk konsentrasi yang sama di antara
senyawa asam berikut yang sifat
asamnya paling kuat adalah...
a. H2SO4
b. HCl
c. H2S
d. CH3COOH
e. HF
Diketahui reaksi:
H2S + H2O H3O+ + HSHS- + H2O H3O+ + S2Spesi yang bersifat amfiprotik
adalah...
a. H2S
b. H2O
c. H3O+
d. HSe. S2Dari reaksi:
H2CO3 + H2O H3O+ +HCO3Yang merupakan pasangan asam basa
konjugasi adalah...
a. H2CO3 dan H2O
b. H2CO3 dan H3O+
c. H2CO3 dan HCO3d. H2O dan HCO3e. H3O+ dan HCO3Pada reaksi:
Ag+ (aq) + 2NH3(aq) Ag(NH3)2- (aq)
Menurut teori lewis ion Ag+ berperan
sebagai asam, sebab...
a. Ion Ag+ menerima proton dari
NH3
b. Ion Ag+ menerima pasangan
elektron dari NH3
c. Ion Ag+ memberi proton kepada
NH3
d. Ion Ag+ memberi pasangan
elektron kepada NH3
e. Ion Ag+ menerima OH- dari
pelarut air
Derajat ionisasi larutan asam HX yang
memiliki pH = 4 - log5 adalah...
(Ka HX = 10-5)

101

a. 1%
b. 2%
c. 3%
d. 4%
e. 5%
9. Larutan H2SO4 0,02 M mempunyai
harga H sebesar...
a. 2
b. 2 - log2
c. 2 - log4
d. 4 - log2
e. 4
10. NaOH sebanyak 4 gram dilarutkan
dalam air menjadi 500 mL. Molaritas
larutan tersebut adalah
a. 0,1 M
b. 0,2 M
c. 0,3 M
d. 0,4 M
e. 0,5 M
11. Asam cuka (CH3COOH) memiliki
konsentrasi 1,5M (Mr=60). Jika
asam asetat = 1, maka kadar (%) asam
cuka tersebut adalah .
a. 1%
c. 5%
b. 3%
d. 7%
e.9%
12. Jika 1 liter larutan HCl 0,1M ditambah
9 liter air, maka konsentrasi HCl
menjadi
a. 1 M
b. 0,1 M
c. 0,01 M
d. 0,2 M
e. 0,02 M
13. Di bawah ini tabel harga Ka dari
beberapa asam pada T (K)
Asam
Ka

HA
7 10
HB
6,5 10?
HC
6 10E
HD
1,8 10?
HE
1 10F
HF
4,7 10

Berdasarkan tabel di atas maka urutan


kekuatan asam yang benar adalah...
a. HA > HB > HC d. HF > HB > HD
b. HC > HE > HD e. HC > HE > HF
c. HA > HF > HC
14.
Ke dalam 10 mL larutan HCl 0,1 M
ditambah air sebanyak 90 mL, maka pH
larutan akan berubah dari ....
a. 1 menjadi 2
d. 2 menjadi 3
b. 1 menjadi 3
e. 3 menjadi 4
c. 1 menjadi 4
15. Asam lemah HA 0,1 M terurai dalam air
sebanyak 2%. Tetapan ionisasi asam lemah
tersebut adalah .
a. 2 103
d. 4 104
3
b. 4 10
e. 4 105
c. 2 104
II. Esai
1. Jelaskan definisi Arrhenius tentang
asam dan basa, dan berikan contohnya.
2. Hitung harga pH larutan berikut:
a. 9,8 gram H2SO4 (Mr = 98) dilarutkan
dalam air hingga volume 250 ml.
b. 100 mL larutan HNO3 0,001 M.
3. Larutan asam lemah HA 0,1 M
mempunyai pH yang sama dengan
larutan HCl 0,001 M. Tentukan harga
Ka asam HA tersebut!
4. Sebanyak 100 mL larutan NaOH 0,01
M dicampur dengan 100 mL NH4OH
0,4 M (Kb= 10-5). Hitung pH campuran!
5. Sebanyak 100 mL larutan H2SO4 0,004
M dicampurkan dengan 100 mL larutan
HCl 0,012 M. Tentukan pH campuran!
_ Selamat Mengerjakan_

102
Lampiran 1.4

TIPE B
ULANGAN HARIAN
MATERI ASAM BASA
MATA PELAJARAN: KIMIA
KELAS
: XI IPA
SEMESTER
:2

1. Jelaskan pengertian basa menurut


a. Arrhenius,
b. Bronsted-Lowry,
c. Lewis.
2. Tentukan asam basa konjugasi dari HNO3 + H2O
3. Berikut data pengujian suatu larutan x menggunakan indikator tertentu.
Indikator
Perubahan Warna
Kesimpulan pH
Metil jingga
Kuning
pH > 4,4
Fenolftalein
Merah muda
pH > 9,6
Kuning alizarin
Kuning
pH < 10,1
Tentukan perkiraan nilai pH dari larutan x tersebut.
4. Tentukan pH dari:
a. 100 mL larutan Ba(OH)2 0,05 M
b. 1 L larutan NH4OH 0,1 M ( Kb = 10-5)
5. Tentukan pH dari
a. 250 mL HBr 0,1 M dengan 250 mL NaOH 0,1 M
b. 250 mL HBr 0,1 M dengan 500 mL KOH 0,2 M
6. Sebanyak 20 mL larutan HCl dititrasi oleh larutan NaOH 0,1 M dengan menggunakan
indikator fenolftalein. Jika perubahan warna indikator menjadi merah muda
memerlukan 25 mL larutan penitrasi, tentukan kemolaran larutan HCl.

103
Lampiran 1.5
Studi Dokumentasi Sarana dan Prasarana

Ruang Kelas dengan LCD

Laboratorium Kimia

Perpustakaan

104
Lampiran 1.6
Indikator Keterampilan Berpikir Kritis Ennis 1985
Kelompok

Indikator
Memfokuskan
pertanyaan

Subindikator
 Mengidentifikasi atau
merumuskan pertanyaan
 Mengidentifikasi atau
merumuskan kriteria untuk
mempertimbangkan
kemungkinan jawaban
 Menjaga kondisi berpikir
Indikator
Menganalisis
 Mengidentifikasi kesimpulan
Keterampilan
argumen
 Mengidentifikasi kalimatBerpikir
Memberikan
kalimat pertanyaan
Kritis
penjelasan
 Mengidentifikasi kalimatKelompok 1
sederhana
kalimat bukan pertanyaan
 Mengidentifikasi dan
menangani suatu
ketidaktepatan
 Melihat struktur dari sebuah
argumen
 Membuat ringkasan
Bertanya
dan  Memberikan penjelasan
menjawab
sederhana
pertanyaan
 Menyebutkan contoh
Mempertimbangkan
 Mempertimbangkan
sumber apakah dapat
keahlian
dipercaya atau tidak
 Mempertimbangkan
keahlian konflik
 Mempertimbangkan
kesesuaian sumber
 Mempertimbangkan
reputasi
 Mempertimbangkan
penggunaan prosedur yang
Indikator
tepat
Keterampilan
 Mempertimbangkan resiko
Membangun
Berpikir
untuk reputasi
keterampilan
Kritis
 Kemampuan memberikan
dasar
Kelompok 2
alasan
 Kebiasaan berhati-hati
Mengobservasi dan  Melibatkan sedikit dugaan
mempertimbangkan
 Menggunakan waktu yang
laporan observasi
singkat antar observasi dan
laporan
 Melaporkan hasil observasi
 Merekam hasil observasi
 Menggunakan bukti-bukti
yang benar
 Menggunakan akses yang

105

Mendefinisikan
istilah
dan
memepertimbangkan
suatu definisi
Menginduksi
dan
mempertimbangkan
hasil induksi

Indikator
Keterampilan Memberikan
Berpikir
penjelasan
Kritis
lebih lanjut Membuat
Kelompok 3
menentukan
pertimbangan

dan
hasil

Mendefinisikan
istilah
dan
mempertimbangkan
suatu definisi
Indikator
Keterampilan Memberikan
Berpikir
penjelasan
Kritis
lebih lanjut
Kelompok 4
Mengidentifikasi
asumsi-asumsi
Indikator
Keterampilan
Berpikir
Kritis
Kelompok 5

Mengatur
strategi dan
taktik

Menentukan
tindakan

suatu

baik
 Menggunakan teknologi
 Mempertanggungjawabkan
hasil observasi
 Siklus logika Euler
 Mengkondisikan logika
 Menyatakan tafsiran
 Menegemukakan hal yang
umum
 Mengemukakan
kesimpulan dan hipotesis
1. Mengemukakan hipotesis
2. Merancang eksperimen
3. Menarik kesimpulan
sesuai fakta
4. Menarik kesimpulan dari
hasil penyelidikan
 Membuat dan menentukan
hasil pertimbangan
berdasarkan latar belakang
fakta
 Membuat dan menentukan
hasil pertimbangan
berdasarkan akibat
 Membuat dan menentukan
hasil pertimbangan
berdasarkan fakta
 Membuat dan menentukan
hasil pertimbangan
keseimbangan masalah
 Membuat bentuk definisi
 Strategi membuat
definisi
1. Bertindak dengan
memberikan penjelasan
lanjut
2. Mengidentifikasi dan
menangani masalah
sistematis
 Membuat isi definisi
 Penjelasan bukan
pernyataan
 Mengkontruksi argumen
 Mengungkap masalah
 Mempertimbangkan
kriteria untuk
mempertimbangkan solusi
yang mungkin
 Merumuskan solusi

106

Berinteraksi dengan
orang lain

alternatif
 Menentukan tindakan
sementara
 Mengulang kembali
mengamati penerapannya
 Menggunakan argument
 Menggunakan strategi
logika
 Menggunakan strategi
retorika
 Menunjukan posisi, orasi
atau tulisan.

107
Lampiran 2.1
KISI-KISI SOAL INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
TES ESAI ANALISIS
Nama Sekolah

: SMA

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/Semester

: XI / genap

Standar Kompetensi : 1. Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan terapannya
No
1.1

Kompetensi
Dasar

Indikator

Mendeskrip
sikan teoriteori asam
basa
dengan
menentu Menjelaskan
kan sifat
pengertian asam dan
larutan dan
basa menurut
menghitung
Arrhenius
pH larutan.

O Butir

Nomor
Butir

Jenjang
Pencapaian

1. Siswa mampu
mengidentifikasi atau
merumuskan kriteria untuk
mempertimbangkan
kemungkinan jawaban
pengertian asam dan basa
menurut Arrhenius.

C4

2. Siswa mampu menjelaskan


dengan penjelasan
sederhana dan
mengkategorikan
(menggolongkan) contoh

C5

Indikator
Keterampilan
Berpikir Kritis

Indikator Pencapaian

a. Memfokuskan
Pertanyaan

b. Bertanya dan
menjawab
pertanyaan

108
 Mengidentifikasi
sifat larutan asam
dan basa dengan
berbagai indikator
 Menjelaskan
pengertian asam
basa menurut
Bronsted-Lowry
 Menuliskan
persamaan reaksi
asam dan basa
menurut Bronsted
dan Lowry dan
menunjukkan
pasangan asam dan
basa konjugasinya
 Menjelaskan
pengertian asam dan
basa menurut Lewis

 Menghitung pH
larutan asam atau
basa yang diketahui
konsentrasinya

 Menjelaskan
pengertian kekuatan
asam dan
menyimpulkan hasil

3. Siswa mampu
mengkonstruksi argumen

C7

4. Siswa mampu
mengidentifikasikan
kalimat-kalimat pertanyaan
melalui pengertian asam
dan basa serta mampu
menunjukkan pasangan
asam basa Bronsted-Lowry

C4

5. Siswa mampu membuat isi


definisi pengertian asam
basa menurut Lewis dan
mampu menjelaskan contoh
yang dituliskan.
6. Siswa mampu
f. Mempertimbamempertimbangkan
ngkan sumber
kesesuain sumber dan
apakah dapat
mampu memberikan alasan
dipercaya atau
dengan menghitung pH dan
tidak
memberikan alasannya
7. Siswa mampu menyatakan
g. Mendefinisitafsiran dengan menghitung
kan istilah dan
pOH dan pH dari larutan
mempertimbaasam basa yang
ngkan suatu

C5

C3

C3

c. Mengidentifikasi asumsiasumsi

d. Menganalisis
argumen

e. Mendefinisikan istilah dan


mempertimbangkan suatu
definisi

109
pengukuran pH dari
beberapa larutan
asam dan basa yang
konsentrasinya sama
 Menghubungkan
kekuatan asam atau
basa dengan derajat
pengion (>) dan
tetapan asam (Ka)
atau tetapan basa
(Kb)

definisi

h. Membuat dan
menentukan
hasil
pertimbangan

konsentrasinya sama serta


massa dari garam yang
terbentuk.
8. Siswa mampu membuat dan
menentukan hasil
pertimbangan berdasarkan
fakta dengan
menghubungkan kekuatan
asam dengan derajat
pengion (>)

C4

110

Lampiran 2.2
Instrumen Penilaian Berpikir Kritis
TES ESAI ANALISIS
NO
1

ASPEK YANG
DINILAI
Mengidentifikasi
atau merumuskan
kriteria untuk
mempertimbangkan kemungkinan
jawaban

SOAL
Pada saat makan bakso, kita sering menjumpai botol
cuka. Biasanya tertulis, asam cuka 25%. Cuka
dihasilkan oleh berbagai bakteria penghasil asam
asetat
asetat. Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka
adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal
sebagai
pemberi
rasa
asam
dan
aroma
dalam makanan.

Asam etanoat bereaksi dengan air untuk


menghasilkan ion hidroksonium dan ion etanoat,
tetapi reaksi kebalikannya lebih baik dibandingkan
dengan reaksi ke arah depan (dapat terionisasi tetapi
tidak sempurna). Ion bereaksi dengan sangat mudah
unt
untuk membentuk kembali asam dan air. Berdasar
pengamatan, asam asetat memiliki daya hantar listrik
yang lemah. Molekul
Molekul-molekul
molekul asam cuka hanya
melepaskan sedikit ion
ion-ion H+, sehingga nyala lampu
redup dan gelembung udara yang dihasilkan sangat
sedikit. Asam asetat merupakan salah satu asam
karboksilat paling sederhana, setelah asam format.
format
Berikut harga Ka bbeberapa asam lemah
Nama
Ka
Asam asetat
1,8 10?
Asam florida
7,2 10
Asam format
1,8 10
Asam nitrit
4,5 10

111

Memberikan
penjelasan
sederhana dan
menyebutkan
contoh

Dari pernyataan-pernyataan di atas, permasalahan


apa saja yang Anda dapatkan? Identifikasikan dengan
mempertimbangkan kemungkinan jawaban yang
benar!
Arrhenius adalah seorang kimiawan asal Swedia dan
salah seorang penemu dalam ilmu Fisika dan Kimia.
Salah satu teori mengenai asam basa yang banyak
digunakan adalah teori asam basa Arrhenius. Secara
umum, reaksinya sebagai berikut :
HA (aq)
Asam
B (aq)
Basa

Mengkonstruksi
argumen

H+(aq) + A-(aq)
ion hidrogen

BH+(aq) + OH-(aq)
ion hidroksida

Berikan penjelasan sederhana dengan bahasamu


sendiri mengenai teori asam basa Arrhenius. Ionisasi
adalah proses fisik mengubah molekul menjadi ion
positif dan ion negatif. Dibawah ini ada beberapa
contoh larutan, tuliskan reaksi ionisasi dari larutanlarutan tersebut!
H2S, NH4OH, LiOH, HCOOH, C2H5COOH,
Ba(OH)2, KOH, dan HClO3.
Setelah itu, golongkan larutan tersebut sesuai dengan
sifat asam basa Arrhenius.
Perhatikan trayek perubahan warna beberapa
indikator berikut!
Indikator
Trayek pH Perubahan Warna
Kuning
10,1 12,0 Kuning - merah
Alizarin
Fenolftalein 8,3 - 10
Tak berwarna merah
Bromtimol
6,0 - 7,6
Kuning - biru
Biru
Metil Merah 4,4 6,2
Merah kuning
Metil Jingga 3,1 4,4
Merah - kuning
Seorang siswa sedang melakukan percobaan
pengenalan asam basa. Dia ditugaskan menguji sifat
larutan yang belum diketahui pH-nya, ke dalam
larutan tersebut diuji menggunakan indikator asambasa berikut.
Indikator yang
Ditambahkan
Bromtimol biru
fenolftalein
Metil merah
Kuning alizarin

Warna
Biru
Tidak berwarna
Kuning
Kuning

112

Mengidentifikasi
kalimat-kalimat
pertanyaan

Berdasarkan data tersebut, berapakah pH larutan?


Bagaimanakah sifatnya? Jelaskan alasan anda!
Pada pembahasan sebelumnya, Anda telah
mempelajari teori asam-basa Arrhenius. Teori asam
basa ini hanya terbatas untuk senyawa asam basa
dalam pelarut air. Teori asam basa yang lebih luas
dan tak terbatas hanya pada senyawa asam basa
dalam pelarut air adalah teori asam basa yang
dikemukakan oleh Johanes N. Bronsted dan
Thomas M. Lowry. Berdasarkan teori asam basa
Bronsted-Lowry, bahwa jika terdapat zat yang
bersifat asam, harus terdapat zat yang bersifat basa,
demikian pula sebaliknya. Berikut ini adalah contoh
reaksi asam basa:
NH4+ + NH2
NH3+
+ NH3
Asam
Basa
Basa Konj Asam Konj
Bagaimana teori asam basa Bronsted-Lowry menurut
pemahamanmu? Kemudian, identifikasi reaksi-reaksi
dibawah ini serta tunjukkan pasangan asam basa
konjugasi dan basa asam konjugasinya pada reaksi
berikut :
a) NaH2PO4(aq) + NaOH(aq) Na2HPO4(aq) +H2O(l)

b) Ca(OH)2(aq) + 2H2CO3(aq) Ca(HCO3)2(aq) + 2H2O(l)


c) CH3COONa(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + NaOH(aq)

Membuat bentuk
definisi

d) NaOH(aq) + H2S(aq) NaHS(aq) + H2O(l)


Reaksi asam basa menurut teori Lewis berkaitan
dengan pembentukan ikatan kovalen koordinasi.
Ikatan koordinasi terjadi karena adanya pasangan
elektron dari satu atom yang berikatan. Keunggulan
teori asam basa Lewis adalah dapat menggambarkan
asam-basa yang tidak dapat digambarkan oleh
Arrhenius dan Bronsted-Lowry. Teori asam basa
Lewis memperluas pengertian asam-basa. Perhatikan
reaksi antara NH3 dan BF3 berikut ini.

Pada reaksi antara NH3 dan BF3, BF3 bertindak


sebagai asam, sedangkan NH3 bertindak sebagai
basa. Bagaimana teori asam basa Lewis menurut
pendapatmu?
Gunakan struktur Lewis untuk meramalkan produk
reaksi asam basa berikut :

113

Mempertimbangkan kesesuain
sumber dan
kemampuan
memberikan
alasan

Menyatakan
tafsiran

Membuat dan
menentukan hasil
pertimbangan
berdasarkan fakta

(a) NaOCH3(aq) + HCl(aq)


(b) NaNH2(aq) + H2O(l)
Aspirin merupakan asam asetil salisilat, asam
monoprotik. Aspiri
Aspirin,
n, obat penghilang sakit kepala,
suatu asam lemah yang mempunyai pKa = 3,5 dan
Ka = 3,16 10. Obat ini diserap ke dalam darah
melalui sel
sel-sel
sel yang melapisi perut dan usus kecil.
Karena pH cairan lambung di dalam perut kira
kira--kira 1
dan pH di dalam usus kecil kira
kira-kira 6. Berapa KbKb
nya?? D
Dibagian manakah lebih banyak aspirin yang
terserap ke dalam aaliran
liran darah, perut atau usus kecil?
Berikan alasan Anda dengan jelas.

Seorang siswa sedang melakukan praktikum di


laboratorium Kimia. Dia mereaksikan asam
monoprotik dan basa monohidroksida. Jika 100 mL
asam monoprotik dengan kons
konsentarasi
entarasi 0,1 M dan 100
mL larutan basa monohidroksida 0,1 M
dicampurkan. Tentukan pH masing
masing-masing
masing larutan,
bagaimana kekuatan asam
asam-basanya,
basanya, berapa pH
campuran kedua larutan tersebut dan jumlah garam
(Mr= 58,5) yang terbentuk.
Senyawa asam lemah merupakan elektrolit lemah
sehingga di dalam air dapat terionisasi, tetapi tidak
sempurna.
Saat
menggigit,
semut
merah
mengeluarkan cairan yang mengandung asam format,
suatu asam lemah. A
Asam format HCOOH
OH digunakan
untuk membuat etil format (pengharum
pengharum buatan),
berapa pH larutan 0,12 M asam format? Berapa
derajat ionisasi asam format dalam larutan
tersebut
tersebut? Ka = 1,8 10-4

114

115

Lampiran 2.3
PANDUAN PENILAIAN INSTRUMEN PENILAIAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
TES ESAI ANALISIS
NO
SOAL
JAWABAN
1 Pada saat makan bakso, kita sering
(5 Poin)
menjumpai botol cuka. Biasanya 1. Asam cuka merupakan asam lemah,
tertulis, asam cuka 25%. Cuka
karena didalam air senyawa ini
dihasilkan oleh berbagai bakteria
terionisasi tidak sempurna sehingga
penghasil
asam
asetat.
Asam
masih ada molekul yang tidak
asetat, asam etanoat atau asam cuka
terionisasi. Reaksinya merupakan
adalah senyawa kimia asam organik
reaksi kesetimbangan. Penulisan
yang dikenal sebagai pemberi rasa
reaksi ionisasi asam lemah digunakan
asam dan aroma dalam makanan.
dua anak panah dengan arah bolakAsam etanoat bereaksi dengan air
balik (). Dalam hal ini asam cuka
untuk
menghasilkan
ion
yang dilarutkan dalam pelarut air
hidroksonium dan ion etanoat, tetapi
adalah sebagai berikut:
reaksi kebalikannya lebih baik
CH3COOH(aq) + H2O(l)
dibandingkan dengan reaksi ke arah
CH3COO-(aq) + H3O+(aq)
depan (dapat terionisasi tetapi tidak
(1,5 poin)
sempurna). Ion bereaksi dengan 2. Asam cuka tergolong elektrolit lemah,
sangat mudah untuk membentuk
terbukti dengan daya hantar listrik
kembali asam dan air. Berdasar
yang lemah, nyala lampu yang redup,
pengamatan, asam asetat memiliki
dan gelembung udara yang dihasilkan
daya hantar listrik yang lemah.
sangat sedikit. Selain itu, MolekulMolekul-molekul asam cuka hanya
molekul asam cuka hanya melepaskan
melepaskan sedikit ion-ion H+,
sedikit ion-ion H+. Persamaan reaksi
sehingga nyala lampu redup dan
ionisasinya
sebagai
berikut
:
gelembung udara yang dihasilkan
CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) +
H+(aq)
sangat
sedikit.
Asam
asetat
Dari pernyataan (1) dan (2) dapat
merupakan
salah
satu
asam
disimpulkan bahwa asam lemah
karboksilat
paling
sederhana,
merupakan elektrolit lemah.
setelah asam format. Berikut harga Ka
(1,5 poin)
beberapa asam lemah
3. Dari tabel harga Ka yang telah
Nama
Ka
?
disajikan, dapat diambil kesimpulan
Asam asetat
1,8 10
bahwa kekuatan asam-asam lemah
Asam florida
7,2 10
dapat ditentukan dari harga Ka-nya,
Asam format
1,8 10
semakin besar harga Ka, semakin kuat
Asam nitrit
4,5 10
sifat keasamannya.
Dari pernyataan-pernyataan di atas,
(1 Poin)
permasalahan apa saja yang Anda Jadi, dapat disimpulkan sebagai
dapatkan? Identifikasikan dengan berikut:
mempertimbangkan
kemungkinan
HF > HNO2 > HCOOH > CH3COOH
jawaban yang benar!
Asam cuka memiliki sifat keasaman

116

Arrhenius adalah seorang kimiawan


asal Swedia dan salah seorang
penemu dalam ilmu Fisika dan Kimia.
Salah satu teori mengenai asam basa
yang banyak digunakan adalah teori
asam basa Arrhenius. Secara umum,
reaksinya sebagai berikut :
HA (aq)
Asam
B (aq)
Basa

H+(aq) + A-(aq)
ion hidrogen
BH+(aq) + OH-(aq)
ion hidroksida

Berikan penjelasan sederhana dengan


bahasamu sendiri mengenai teori
asam basa Arrhenius. Ionisasi adalah
proses fisik mengubah molekul
menjadi ion positif dan ion negatif.
Dibawah ini ada beberapa contoh
larutan, tuliskan reaksi ionisasi dari
larutan-larutan tersebut!
H2S, NH4OH, LiOH, HCOOH,
C2H5COOH, Ba(OH)2, KOH, dan
HClO3.
Setelah itu, golongkan larutan
tersebut sesuai dengan sifat asam basa
Arrhenius.

paling lemah diantara asam-asam


lemah yang lainnya.
(1 Poin)
(14 Poin)
Asam adalah suatu zat yang apabila
dilarutkan dalam air akan menghasilkan
ion H+, sedangkan basa adalah suatu zat
yang apabila dilarutkan dalam air akan
menghasilkan ion OH-.
(2 Poin)
Reaksi Ionisasi:
H2S(aq) 2H+(aq) + S2-(aq)
NH4OH(aq) NH4+ (aq) + OH-(aq)
LiOH(aq) Li+ (aq) + OH-(aq)
HCOOH(aq) HCOO- (aq) + H+(aq)
C2H5COOH(aq) C2H5COO- (aq) + H+(aq)

Ba(OH)2(aq) Ba2+(aq) + 2OH-(aq)


KOH(aq) K+ (aq) + OH-(aq)
HClO3 H+(aq) + ClO3-(aq)
(8 Poin)

Larutan asam:
H2S(aq), HCOOH(aq), C2H5COOH(aq),
dan HClO3(aq)
(2 Poin)
Larutan basa:
NH4OH(aq), LiOH(aq), Ba(OH)2(aq) ,
dan KOH(aq)
(2 Poin)
Catatan:
Nilai 2 Poin apabila, contoh asam atau
basa minimal 3.

Perhatikan trayek perubahan warna


(6 Poin)
beberapa indikator berikut!
pH larutan dapat diketahui berdasarkan
Indikator Trayek Perubahan data berikut:
Indikator
Warna Kesimpulan
pH
Warna
yang
pH
Kuning
10,1 Kuning Ditambahkan
Alizarin
12,0
merah
Bromtimol
Biru
pH > 7,6
Fenolftalein 8,3 - 10 Tak
biru
berwarna Fenolftalein
Tidak
pH < 8,3
merah
berwarna
Bromtimol 6,0
- Kuning Metil merah
Kuning
pH > 6,2
Biru
7,6
biru
Kuning
Kuning
pH < 10,1
Metil
4,4 Merah

alizarin
Merah
6,2
kuning
(4 Poin)
Metil
3,1 Merah
-

117

Jingga
4,4
kuning
Seorang siswa sedang melakukan
percobaan pengenalan asam basa. Dia
ditugaskan menguji sifat larutan yang
belum diketahui pH-nya, ke dalam
larutan tersebut diuji menggunakan
indikator asam-basa berikut.
Indikator yang
Ditambahkan
Bromtimol biru
fenolftalein
Metil merah
Kuning alizarin

Warna
Biru
Tidak
berwarna
Kuning
Kuning

6,2 7,6

8,3

10,1

(1 Poin)
Larutan tersebut memiliki pH sekitar 7,6
sampai dengan 8,3.
(1 Poin)

Berdasarkan data tersebut, berapakah


pH larutan? Bagaimanakah sifatnya?
Jelaskan alasan anda!
4

Pada pembahasan sebelumnya, Anda


telah mempelajari teori asam-basa
Arrhenius. Teori asam basa ini hanya
terbatas untuk senyawa asam basa
dalam pelarut air. Teori asam basa
yang lebih luas dan tak terbatas hanya
pada senyawa asam basa dalam
pelarut air adalah teori asam basa
yang dikemukakan oleh Johanes N.
Bronsted dan Thomas M. Lowry.
Berdasarkan
teori
asam
basa
Bronsted-Lowry, bahwa jika terdapat
zat yang bersifat asam, harus terdapat
zat yang bersifat basa, demikian pula
sebaliknya. Berikut ini adalah contoh
reaksi asam basa:

(9 Poin)
Menurut Bronsted dan Lowry:
Asam adalah suatu zat yang dapat
memberi proton (donor ion H+).
Basa adalah suatu zat yang dapat
menerima proton (akseptor ion H+)
(1 Poin)
(a) NaH2PO4(aq) + NaOH(aq)
Na2HPO4(aq) +H2O(l)
+
Na +H2PO4 +Na+ + OH-
2Na+
+
HPO42+H2O
H2PO4- + OH- HPO42- + H2O

(b) Ca(OH)2(aq) + 2H2CO3(aq)


Ca(HCO3)(aq) +2H2O(l)
2+
NH4+
+ NH2
NH3+
+ NH3
Ca + 2OH- + H2CO3
Asam
Basa
Basa Konj Asam Konj
Ca2+ + 2HCO3- +2H2O
Bagaimana teori asam basa Bronsted2OH + H2CO3 HCO3- +2H2O
Lowry menurut pemahamanmu?
Basa
asam
basa konj asam konj
Kemudian, identifikasi reaksi-reaksi (c) CH3COONa(aq) + H2O(l)
dibawah ini serta tunjukkan pasangan
CH3COOH(aq) + NaOH(aq)
asam basa konjugasi dan basa asam
CH3COO- + Na+ + H2O
konjugasinya pada reaksi berikut :
CH3COOH+ Na+ + OHe) NaH2PO4(aq) + NaOH(aq) CH3COO + H2O CH3COOH + OHf) Ca(OH)2(aq) + 2H2CO3(aq)
Ca(HCO3)2(aq) + 2H2O(l)
g) CH3COONa(aq)
+
H2O(l)

CH3COOH(aq) + NaOH(aq)
h) NaOH(aq) + H2S(aq) NaHS(aq)

Na2HPO4(aq) +H2O(l)

+ H2O(l)

Asam

Basa

basa

asam

basa konj asam konj

asam konj

basa konj

(d) NaOH(aq) + H2S(aq)


NaHS(aq) + H2O(l)
Na+ + OH- + H2S
Na+ + HS- + H2O
OH- + H2S HS- + H2O

118

Reaksi asam basa menurut teori Lewis


berkaitan dengan pembentukan ikatan
kovalen koordinasi. Ikatan koordinasi
terjadi karena adanya pasangan
elektron dari satu atom yang
berikatan. Keunggulan teori asam
basa
Lewis
adalah
dapat
menggambarkan asam-basa yang
tidak dapat digambarkan oleh
Arrhenius dan Bronsted-Lowry. Teori
asam basa Lewis memperluas
pengertian asam-basa. Perhatikan
reaksi antara NH3 dan BF3 berikut ini.

Basa asam basa konj asam konj


(8 Poin)
(9 Poin)
Menurut Lewis:
Asam adalah partikel (ion atau molekul)
yang dapat bertindak sebagai
penerima
(akseptor)
pasangan
elektron.
Basa adalah partikel (ion atau molekul)
yang dapat bertindak sebagai
Pemberi (donor) pasangan elektron.
(1 Poin)
(a) NaOCH3(aq) + HCl(aq) NaCl +
CH3OH
(1 Poin)

H
Na + O C H + H Cl
H
+

Pada reaksi antara NH3 dan BF3, BF3


bertindak sebagai asam, sedangkan (1 Poin)
NH3
bertindak
sebagai
basa.
Bagaimana teori asam basa Lewis
H
menurut pendapatmu?
H O C H + Na+ Cl
Gunakan struktur Lewis untuk
H
meramalkan produk reaksi asam basa
(1 Poin)
berikut :
(a) NaOCH3(aq) + HCl(aq)
H
(b) NaNH2(aq) + H2O(l)
O C H + H Cl

Basa

asam

H
H O C H + Cl
H
(1 Poin)
(b) NaNH2(aq) + H2O(l)
NH3 + NaOH
(1 Poin)
Na+ + H N H + H O H
(1 Poin)

H N H + Na+ + O H
H
(1 Poin)

119

H N H + H O H
Basa

Asam

H N H + OH
H
(1 Poin)
6

Aspirin merupakan asam asetil


salisilat, asam monoprotik. Aspirin,
obat penghilang sakit kepala, suatu
asam lemah yang mempunyai pKa =
3,5 dan Ka = 3,16 10 . Obat ini
diserap ke dalam darah melalui selsel yang melapisi perut dan usus
kecil. Karena pH cairan lambung di
dalam perut kira-kira 1 dan pH di
dalam usus kecil kira-kira 6. Berapa
Kb-nya?? Dibagian manakah lebih
banyak aspirin yang terserap ke
dalam aliran darah, perut atau usus
kecil? Berikan alasan Anda dengan
jelas.

Seorang siswa sedang melakukan


praktikum di laboratorium Kimia. Dia
mereaksikan asam monoprotik dan
basa monohidroksida. Jika 100 mL
asam monoprotik dengan konsentarasi
0,1 M dan 100 mL larutan basa
monohidroksida 0,1 M dicampurkan.
Tentukan pH masing-masing larutan,
bagaimana kekuatan asam-basanya,
berapa pH campuran kedua larutan
tersebut dan jumlah garam (Mr= 58,5)
yang terbentuk.

(6 Poin)
Diketahui: Ka = 3,27 10
Ditanya:
 Bagaimana sifat aspirin tersebut,
asam, basa atau netral?
 Dibagian manakah lebih banyak
aspirin yang terserap ke dalam aliran
darah, perut atau usus kecil?
Dijawab:
Kw = Ka Kb
10 = 3,27 10 Kb
E7U

Kb = C,- EU = 3,06 10

(3 Poin)
Aspirin terserap di lambung maupun di
usus kecil. Akan tetapi, aspirin lebih
banyak terserap di usus kecil. Aspirin
yang bersifat asam (Ka = 3,27 10 )
akan lebih mudah terserap oleh larutan
yang bersifat basa (pH=6) sehingga
akan lebih netral.
(3 Poin)
(8 Poin)
Diketahui:
100 mL asam monoprotik 0,1 M
100 mL basa monohidroksida 0,1 M
Ditanyakan:
 Tentukan pH masing-masing larutan.
 Bagaimana kekuatan asam-basanya.
 Berapa pH campuran kedua larutan
tersebut.
 Jumlah garam (Mr = 58,5) yang
terbentuk.
Dijawab:
 pH asam monoprotik:
H+ = 0,1 M
pH = - log [H+]
= - log [0,1]

120

=1
pH basa monoprotik:
OH- = 0,1 M
pOH = - log [OH-]
= - log [0,1]
=1
pH = 14 -1 = 13
(2 Poin)
 Kekuatan asam basa:
Harga pH asam monoprotik sangat
kecil yaitu 1, artinya dalam air
menghasilkan ion H+ secara sempurna
yang merupakan salah satu ciri khas
dari asam kuat, sedangkan
Harga pH basa monohidroksi sangat
besar yaitu 13, artinya dalam air
menghasilkan
ion
OH- secara
sempurna yang merupakan salah satu
ciri khas dari basa kuat, sehingga
dapat disimpulkan bahwa asam dan
basa yang direaksikan kekuatannya
sama-sama kuat (asam kuat dan basa
kuat).
(2 Poin)
 pH campuran kedua larutan:
jumlah mmol asam = volume
kemolaran
= 100 mL 0,1M = 10 mmol
Jumlah mmol basa = volume
kemolaran
= 100 mL 0,1M = 10 mmol
Persamaan reaksi (dimisalkan) :
HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O (l)

M: 10
10
R : 10
10
10
10
S: 10
10
Perbandingan jumlah mmol asam dan
sesuai
dengan
perbandingan
koefisiennya sehingga kedua pereaksi
tepat habis bereaksi. Hasil reaksi
memiliki pH=7.
(2 Poin)
 Jumlah garam (Mr = 58,5) yang
terbentuk yaitu
Massa garam = jumlah mmolMr
= 10 mmol 58,5
= 585 mg
(2 Poin)

121

Senyawa asam lemah merupakan


(3 Poin)
elektrolit lemah sehingga di dalam air Diketahui :
dapat
terionisasi,
tetapi
tidak Ma = 0,12 M
sempurna. Saat menggigit, semut Ka = 1,8 10-4
merah mengeluarkan cairan yang Ditanya :
mengandung asam format, suatu asam
a. pH?
lemah. Asam format HCOOH
b. > ?
digunakan untuk membuat etil Dijawab :
format (pengharum buatan), berapa
a. [H+] = WX YX
pH larutan 0,12 M asam format?
= Z1,8 10 0,12
Berapa derajat ionisasi asam format
= 4,65 10-3
dalam larutan tersebut? Ka = 1,8
(1 Poin)
10-4
pH = - log [H+]
= - log [4,65 10-3]
= 2,33
(1 Poin)
[\

b. > = G]\

,F EU

=G

E,-

= 0,039
(1 Poin)
Skor Total = 60 Poin
Nilai =

^_`a bcde fghia`jik


^_`a l`lcj

100

122

Lampiran 2.4
RUBRIK KRITERIA VALIDASI INSTRUMEN PENILAIAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
TES ESAI ANALISIS
Aspek yang dinilai
No
1. Kesesuaian antara standar
kompetensi, kompetensi dasar,
indikator pembelajaran dan
instrumen penilaian

2.

3.

4.

Kesesuaian antara instrumen


penilaian dengan tingkatan
taksonomi Bloom

Penggunaan tingkatan taksonomi


Bloom dalam instrumen penilaian

Kesesuaian antara instrumen


penilaian dengan indikator berpikir
kritis

Kriteria
Keterhubungkaitan yang jelas
dan tepat
Keterhubungkaitan jelas namun
kurang tepat
Keterhubungkaitan jelas dan
kurang tepat
Keterhubungkaitan tidak jelas
dan tidak tepat
Instrumen sesuai dengan
tingkatan taksonomi Bloom
Instrumen cukup sesuai dengan
tingkatan taksonomi Bloom
Instrumen kurang sesuai dengan
tingkatan taksonomi Bloom
Instrumen tidak sesuai dengan
tingkatan taksonomi Bloom
Tingkatan taksonomi Bloom
yang digunakan sesuai dengan
keterampilan berpikir kritis
Tingkatan taksonomi Bloom
yang digunakan cukup sesuai
dengan keterampilan berpikir
kritis
Tingkatan taksonomi Bloom
yang digunakan kurang sesuai
dengan keterampilan berpikir
kritis
Tingkatan taksonomi Bloom
yang digunakan tidak sesuai
dengan keterampilan
berpikir kritis
Instrumen penialaian sesuai
dengan indikator keterampilan
berpikir kritis
Instrumen penialaian cukup
sesuai dengan indikator
keterampilan berpikir kritis
Instrumen penialaian kurang
sesuai dengan indikator
keterampilan berpikir kritis

Skor
4
3
2
1
4
3
2
1
4

123

5.

6.

7.

8.

9.

Penggunaan indikator keterampilan


berpikir kritis

Pengembangan keterampilan berpikir


kritis pada instrumen penilaian

Penggunaan kriteria skoring pada


alternatif jawaban

Keterbacaan instrumen penilaian


keterapilan berpikir kritis

Kelengkapan instrumen

Instrumen penialaian tidak sesuai


dengan indikator keterampilan
berpikir kritis
Penggunaan indikator tepat dan
sesuai menurut Ennis (1985,
2000)
Penggunaan indikator cukup
tepat dan kurang sesuai menurut
Ennis (1985, 2000)
Penggunaan indikator kurang
tepat dan kurang sesuai menurut
Ennis (1985, 2000)
Penggunaan indikator tidak tepat
dan tidak sesuai menurut Ennis
(1985, 2000)
Keterampilan berpikir kritis
dapat dikembangkan dengan baik
melalui instrumen penilaian
Keterampilan berpikir kritis
cukup dapat dikembangkan
dengan baik melalui instrumen
penilaian
Keterampilan berpikir kritis
kurang dapat dikembangkan
dengan baik melalui instrumen
penilaian
Keterampilan berpikir kritis tidak
dapat dikembangkan dengan baik
melalui instrumen penilaian
Kriteria skoring sesuai dan
relevan
Kriteria skoring cukup sesuai dan
relevan
Kriteria skoring kurang sesuai
dan relevan
Kriteria skoring tidak sesuai dan
relevan
Kalimat mudah dipahami, tertulis
rapih dan menarik
Kalimat mudah dipahami, tertulis
kurang rapih dan kurang
menarik
Kalimat sulit dipahami, tertulis
kurang rapih dan kurang menarik
Kalimat sulit dipahami, tertulis
tidak rapih dan tidak menarik
Memenuhi empat komponen

4
3
2
1
4
3

2
1
4

124

penilaian(kisi-kisi soal, butir soal,


jawaban dan alternatif jawaban, dan
pedoman penskoran)

kelengkapan
Memenuhi tiga komponen
kelengkapan
Memenuhi dua komponen
kelengkapan
Memenuhi satu komponen
kelengkapan

3
2
1

125

Lampiran 2.5

126

127

128

129

130

131

132

133

Lampiran 3.1
KISI-KISI SOAL INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
TES PROBLEM SOLVING
Nama Sekolah

: SMA

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/Semester

: XI / genap

Standar Kompetensi : 1. Memahami sifat-sifat larutan asam basa, metode pengukuran dan terapannya
NO Kompetensi
Indikator
Indikator Berpikir
Indikator Pencapaian
O Butir
Dasar
Kritis
1.1 Mendeskrip  Menghitung
pH a. Mengobservasi
1. Siswa
mampu
1
sikan teorilarutan asam atau
dan
menghubungkan antara pH
basa yang diketahui
mempertimbang
awal dan volume yang
teori asam
konsentrasinya.
-kan
laporan
diketahui
untuk
basa
dengan
observasi
menentukan pH akhir dan
menentujumlah massa garam yang
kan sifat
terbentuk.
larutan dan  Menjelaskan
b. Menentukan
2. Siswa mampu menjelaskan
1
menghitung
penggunaan konsep
suatu tindakan
mengenai konsep pH dalam
pH larutan.
pH
dalam
lingkungan
dengan
lingkungan
melakukan tindakan yang
tepat.
 Memperkirakan pH c. Menginduksi
3. Siswa
mampu
1

Nomor
Butir
1

Jenjang
Pencapaian
C5

C5

C6

134

suatu
larutan
elektrolit yang tidak
dikenal berdasarkan
hasil
pengamatan
trayek
perubahan
warna
berbagai
indikator asam dan
basa
 Menjelaskan
penggunaan konsep
pH
dalam
lingkungan

dan
mempertimbangkan
hasil
induksi

menyimpulkan data hasil


pengamatan dari perubahan
warna kertas lakmus dan
mampu menafsirkan harga
pH suatu larutan.

d. Berinteraksi
4. Siswa
mampu
dengan orang
menyimpulkan
masalah
lain
yang ditimbulkan akibat
adanya air sadah serta
mampu
menghubungkan
dengan reaksi kimia yang
terjadi.

C6

135

Lampiran 3.2
Instrumen Penilaian Berpikir Kritis
TES PROBLEM SOLVING
N
O
1

ASPEK YANG
DINILAI
Merekam hasil
observasi

Menentukan suatu
tindakan

SOAL
Seorang laboran melakukan percobaan dengan
mereaksikan larutan. Dia memiliki 100 mL larutan
dengan pH = 2. Dari percobaannya tersebut,
ternyata laboran membutuhkan larutan dengan pH
= 4. Kemudian dia menambahkan sejumlah
padatan NaOH ke dalam larutan tersebut. Setelah
penambahan padatan NaOH, laboran mengukur
volume larutan tersebut dan ternyata volumenya
tidak berubah (tetap).
(Ar Na = 23; Ar O = 16; Ar H = 1)
a. Tuliskan masalah tersebut dalam bentuk
pertanyaan!
b. Tuliskan data yang anda butuhkan!
c. Buatlah langkah-langkah untuk menyelesaikan
masalah tersebut, berapa gram NaOH yang
harus ditambahkan!
d. Tulislah kesimpulan anda!
Pak Bani merupakan seorang petani lahan gambut.
Sifat kimia dan fisika tanah gambut merupakan
sifat-sifat tanah gambut yang penting diperhatikan
dalam pengelolaan lahan gambut. Sifat kimia
seperti pH, kadar abu, kadar N, P, K, kejenuhan
basa (KB), dan hara mikro merupakan informasi
yang perlu diperhatikan dalam pemupukan di tanah
gambut. Suatu hari, pak Bani mengambil sampel
tanah untuk diukur pH-nya. Pak Bani
menggunakan kertas lakmus dan ternyata kertas
lakmus tersebut berwarna merah. Agar dapat
ditanami dengan baik, maka pak Bani
menambahkan kapur. Berbeda dengan lahan pak
Bani, lahan pak Suryo yang diuji dengan kertas
lakmus menunjukkan warna biru. Kondisi tanah ini
menunjukkan nilai derajat keasaman (pH > 7)
unsur P (fosfor) akan banyak terikat oleh Ca
(kalsium). Pak Suryo mendapat saran dari tetangga
agar menambahkan pupuk ZA ke dalam tanah
garapannya, dan pak Suryo mengikuti saran
tetangga.

136

a. Tuliskan masalah yang diahadapi oleh pak Bani


dan Pak Suryo!
b. Menurut anda, apakah sudah tepat perlakuan
yang diberikan oleh pak Bani dan pak Suryo
terhadap lahan garapannya?
c. Bagaimana solusi anda untuk menangani
masalah diatas? Jelasakan secara logis!
d. Tuliskan kesimpulan anda!

Mengemukakan hal
yang umum

Sekelompok siswa melakukan pengujian terhadap


air mineral yang mempunyai konsentrasi 10-7 M
dari berbagai ukuran kemasan, diantaranya yaitu:
a) Gelas plastik: 240 mL
b) Botol besar : 1500 mL
c) Botol sedang: 600 mL
d) Botol kecil : 330 mL
e) Galon : 19 Liter
Mereka melakukan pengujian menggunakan kertas
lakmus untuk mengukur derajat keasaman dari
berbagai kemasan yang telah disediakan.

137

Berikut data pengujian air mineral menggunakan


kertas lakmus:
Volume
Kertas
Perubahan
Wadah
Lakmus
Warna
240 mL
Merah
Merah
1500 mL
Biru
Biru
600 mL
Merah
Merah
330 mL
Merah
Merah
19 Liter
Biru
Biru

Menggunakan strategi
logika

Diantara kelima kemasan yang telah disediakan,


bagaimanakah derajat keasaman dari masingmasing kemasan? Berbeda atau samakah?
Mengapa? Jelaskan secara logis dan jelas!
Air sadah adalah air dengan kandungan mineralmineral tertentu di dalam air, yaitu ion kalsium
(Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam
bikarbonat. Air sadah atau air keras adalah air
yang memiliki kadar mineral yang tinggi. Metode
yang
paling
sederhana
untuk
mengetahui kesadahan air adalah dengan sabun.
Pada air sadah, sabun tidak akan menghasilkan
busa atau menghasilkan sedikit sekali busa.

Air sadah tidak terlalu berbahaya jika diminum,


akan tetapi dapat menyebabkan beberapa masalah,
sebutkan 2 masalah yang timbul akibat adanya air
sadah!
Dalam industri, kesadahan air yang digunakan
diawasi dengan ketat untuk mencegah kerugian.
Untuk menghilangkan kesadahan biasanya
digunakan berbagai zat kimia, ataupun dengan
menggunakan resin penukar ion. Senyawa yang

138

terlarut boleh jadi berupa kalsium klorida atau


magnesium nitrat. Zat-zat kimia yang biasanya
dipakai larutan karbonat, yaitu Na2CO3 (aq) atau
K2CO3 (aq). Penambahan larutan karbonat
dimaksudkan untuk mengendapkan ion Ca2+ dan
atau Mg2+. Tuliskan persamaan reaksi kimia
setelah penambahan larutan karbonat!

139

Lampiran 3.3
PANDUAN PENILAIAN INSTRUMEN PENILAIAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
TES PROBLEM SOLVING
NO
SOAL
1 Seorang
laboran
melakukan
percobaan
dengan
mereaksikan
larutan. Dia memiliki
larutan dengan volume
100 mL dan pH = 2. Dari
percobaannya tersebut,
ternyata
laboran
membutuhkan
larutan
dengan
pH
=
4.
Kemudian
dia
menambahkan sejumlah
padatan NaOH kedalam
larutan tersebut. Setelah
penambahan
padatan
NaOH,
laboran
mengukur
volume
larutan tersebut dan
ternyata
volumenya
tidak berubah (tetap).
(Ar Na = 23; Ar O = 16;
Ar H = 1)
a. Tuliskan
masalah
tersebut dalam bentuk
pertanyaan!
b. Tuliskan data yang
anda butuhkan!
c. Buatlah
langkahlangkah
untuk
menyelesaikan
masalah
tersebut,
berapa gram NaOH
yang
harus
ditambahkan?
d. Tulislah kesimpulan
anda!

JAWABAN
(6 Poin)
a. Berapa gram NaOH yang dibutuhkan untuk
mengubah larutan dari pH = 2 menjadi
pH = 4?
b. Jumlah Mr NaOH
(1 Poin)
c. Diketahui:
pH awal = 2
pH akhir = 4
Ditanya:
Berapa jumlah NaOH padatan yang harus
ditambahkan agar pH larutan bertambah
menjadi 4?
Dijawab:
Keadan awal:
pH = 2
[H+] = 10-2M
Jumlah mmol H+ =volume kemolaran H+
= 100 mL 10-2M
= 1 mmol
(1 Poin)
Keadaan akhir:
pH = 4
[H+] = 10-4M
Jumlah mmol H+ =volume kemolaran H+
= 100 mL 10-4M
= 0,01 mmol
Jumlah mmol H+ yang bereaksi = Jumlah
mmol H+ awal - Jumlah mmol H+ akhir
= 1 mmol 0,01 mmol
= 0,99 mmol
(1 Poin)
Ion H+ bereaksi dengan NaOH berdasarkan
persamaan reaksi sebagai berikut:
H+(aq) + NaOH(aq) Na+(aq) + H2O (l)
Jumlah mmol NaOH = jumlah mmol H+
= 0,99 mmol

140

(1 Poin)
= 0,99 mmol 40 mg mmol-1
= 39,6 mg.
Jadi, NaOH yang harus ditambahkan
sebanyak = 39,6 mg
(1 Poin)
Kesimpulan:
Untuk membuat larutan NaOH yang semula
memiliki pH = 2 menjadi pH = 4, dibutuhkan
NaOH sebanyak 39,6 mg.
(1 Poin)
(9 Poin)
Masalah yang dihadapi pak Bani:
Lahan gambut yang bersifat asam terbukti
dengan pengujian kertas lakmus yang
berwarna merah.
Masalah yang dihadapi pak Suryo:
Tanah garapan yang bersifat basa terbukti
dengan pengujian kertas lakmus yang
berwarna biru.
(1 Poin)
Menurut pendapat saya, yang dilakukan oleh
pak Bani dan pak Suryo sudah tepat.
Alasannya yaitu lahan pak Bani yang bersifat
asam, ditambahkan kapur (CaO) agar bersifat
netral, sedangkan lahan pak Suryo yang
bersifat basa ditambahakan pupuk ZA
((NH4)2SO4) agar bersifat netral.
(1 Poin)
Solusi untuk lahan pak Bani yaitu dengan
menambahkan kapur (CaO)
CaO + H2O Ca(OH)2
dimana Ca(OH)2 bersifat basa dan apabila zat
tersebut dicampurkan kedalam tanah yang
bersifat asam, maka tanah akan bersifat
netral.
Secara
umum
para
ahli
mengemukakan bahwa masalah tanah asam
dapat diatasi dengan teknologi pengapuran,
karena pengapuran dapat menaikkan pH
tanah.
Solusi untuk lahan pak Suryo yaitu dengan
menambahkan
pupuk
ZA.
Ketika
penambahan pupuk ZA, (NH4)2SO4 akan
teroksidasi
dalam
tanah
kemudian
Massa NaOH = jumlah mmol NaOHMr NaOH

d.

Pak Bani merupakan


seorang petani lahan a.
gambut. Sifat kimia dan
fisika tanah gambut
merupakan
sifat-sifat
tanah
gambut
yang
penting
diperhatikan
dalam pengelolaan lahan
gambut. Sifat kimia
seperti pH, kadar abu,
kadar N, P, K, kejenuhan b.
basa (KB), dan hara
mikro
merupakan
informasi yang perlu
diperhatikan
dalam
pemupukan di tanah
gambut. Suatu hari, pak
Bani mengambil sampel
tanah untuk diukur pH- c.
nya.
Pak
Bani
menggunakan
kertas
lakmus dan ternyata
kertas lakmus tersebut
berwarna merah. Agar
dapat ditanami dengan
baik, maka pak Bani
menambahkan
kapur.
Berbeda dengan lahan
pak Bani, lahan pak
Suryo yang diuji dengan
kertas
lakmus
menunjukkan
warna
biru. Kondisi tanah ini

141

menunjukkan
nilai
derajat keasaman (pH >
7) unsur P (fosfor) akan
banyak terikat oleh Ca
(kalsium). Pak Suryo
mendapat saran dari
tetangga
agar
menambahkan
pupuk
ZA ke dalam tanah
garapannya, dan pak
Suryo mengikuti saran
tetangga.
a. Tuliskan
masalah
yang diahadapi oleh
pak Bani dan Pak
Suryo!
b. Menurut
anda,
apakah sudah tepat
perlakuan
yang
diberikan oleh pak
Bani dan pak Suryo
terhadap
lahan
garapannya?
c. Bagaimana
solusi
anda
untuk
menangani masalah
diatas?
Jelasakan
secara logis!
d. Tuliskan kesimpulan
anda!
3

membentuk SO3, kemudian ketika di dalam


tanah akan bereaksi dengan air membentuk
H2SO4. H2SO4 merupakan asam dan apabila
diberikan ke tanah yang bersifat basa, maka
tanah tersebut akan menjadi netral.
(4 Poin)
d. Kesimpulan:
Derajat keasaman tanah (pH tanah) pada
kondisi
netral
mempunyai
banyak
keuntungan. Tanaman mampu tumbuh
dengan baik sehingga produksinya dapat
optimal. Tanaman mampu menyerap unsur
hara dengan baik karena pada kondisi ini
unsur hara mudah larut dalam air.
Pada tanah dengan pH rendah (tanah asam)
dapat ditingkatkan nilai pH-nya dengan cara
pengapuran, sedangkan pada tanah basa (pH
tinggi), penetralan pH dapat dilakukan
dengan penambahan pupuk ZA.
(3 Poin)

Sekelompok
siswa
(4 Poin)
melakukan
pengujian Diketahui : [H+] = 10-7
terhadap air mineral Ditanya :
yang
mempunyai 1. Derajat keasaman dari masing-masing
konsentrasi 10-7 M dari
kemasan?
berbagai
ukuran 2. Berbeda atau samakah?
kemasan,
diantaranya 3. Mengapa? Jelaskan secara logis dan jelas!
yaitu:
Dijawab :
f) Gelas plastik: 240 mL 1. Derajat keasaman dari masing-masing
g) Botol besar : 1500
kemasan yaitu:
mL
a) 240 mL pH = -log [H+]
h) Botol sedang: 600
= -log [10-7] = 7
mL
b) 1500 mL pH = -log [H+]
i) Botol kecil : 330 mL
= -log [10-7] = 7
j) Galon : 19 Liter
c) 600 mL pH = -log [H+]

142

= -log [10-7] = 7
Mereka
melakukan
perhitungan
derajat d) 330 mL pH = -log [H+]
= -log [10-7] = 7
keasaman dari berbagai
kemasan yang telah e) 19 Liter pH = -log [H+]
disediakan.
= -log [10-7] = 7
Diantara
kelima 2. Derajat keasaman (pH) dari berbagai kemasan
kemasan yang telah
yaitu sama.
disediakan,
(2 Poin)
bagaimanakah
derajat 3. Karena pada kondisi air murni, yaitu kondisi
keasaman dari masingdimana tanpa asam atau basa (netral) harga pH
masing
kemasan?
suatu larutan akan sama dengan pOH. Banyak
Berbeda atau samakah?
sedikitnya volume tidak mempengaruhi nilai
Mengapa?
Jelaskan
derajat keasaman, jadi nilai pH akan sama
secara logis dan jelas!
selama konsentrasi tidak berubah meskipun
ditempatkan pada kemasan dengan volume
yang berbeda.
(2 Poin)
Air sadah adalah air
(6 poin)
dengan
kandungan 2 masalah yang timbul akibat adanya air sadah
mineral-mineral tertentu yaitu:
di dalam air, yaitu ion
1) Air sadah dapat menyebabkan terjadinya
kalsium
(Ca)
dan
pengendapan mineral, yang menyumbat
magnesium (Mg) dalam
saluran pipa dan keran.
bentuk
garam
2) Air
sadah
juga
menyebabkan
bikarbonat. Air
pemborosan sabun di rumah tangga, dan
sadah atau air keras
air sadah yang bercampur sabun dapat
adalah air yang memiliki
membentuk gumpalan scum yang sukar
kadar mineral
yang
dihilangkan.
tinggi. Metode
yang (2 Poin)
paling sederhana untuk Persamaan Kimia setelah penambahan karbonat:
mengetahui kesadahan CaCl2(aq) + Na2CO3(aq) CaCO3(s) + 2NaCl(aq)
air adalah dengan sabun. (2 Poin)
Pada air sadah, sabun Mg(NO3)2(aq) + K2CO3(aq) MgCO3(s) + 2KNO3(aq)
tidak akan menghasilkan (2 Poin)
busa atau menghasilkan
sedikit sekali busa.
Catatan:
Air sadah tidak terlalu Nilai 2 Poin apabila, dalam persamaan reaksi
berbahaya jika diminum, suatu senyawa disertai fase zat.
akan
tetapi
dapat
menyebabkan beberapa
masalah, sebutkan 2
masalah yang timbul
akibat adanya air sadah!
Dalam
industri,
kesadahan air yang
digunakan
diawasi

143

dengan ketat untuk


mencegah
kerugian.
Untuk menghilangkan
kesadahan
biasanya
digunakan berbagai zat
kimia, ataupun dengan
menggunakan
resin
penukar ion. Senyawa
yang terlarut boleh jadi
berupa kalsium klorida
atau
magnesium
nitrat. Zat-zat
kimia
yang biasanya dipakai
larutan karbonat, yaitu
Na2CO3 (aq) atau K2CO3
(aq).
Penambahan
larutan
karbonat
dimaksudkan
untuk
mengendapkan ion Ca2+
dan atau Mg2+. Tuliskan
persamaan reaksi kimia
setelah
penambahan
larutan karbonat!
Skor Total = 25 Poin
Nilai =

^_`a bcde fghia`jik


^_`a l`lcj

100

144

Lampiran 3.4
RUBRIK KRITERIA VALIDASI INSTRUMEN PENILAIAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
PROBLEM SOLVING
No
Aspek yang dinilai
1 Keterkaitan antara

Kriteria
Keterhubungkaitan yang jelas dan tepat

standar kompetensi,

Keterhubungkaitan jelas namun kurang

kompetensi dasar dan

tepat

indikator pembelajran

Keterhubungkaitan jelas dan kurang


tepat

Skor
4
3

Keterhubungkaitan tidak jelas dan tidak


tepat
2

Kesesuaian indikator

Instrumen penialaian mengacu pada

pembelajaran dengan

indikator pembelajaran dengan baik

instrumen penilaian

Instrumen penialaian mengacu pada


indikator pembelajaran dengan cukup

baik
Instrumen penialaian mengacu pada
indikator pembelajaran dengan kurang

baik
Instrumen penialaian mengacu pada
indikator pembelajaran dengan tidak

baik
3

Kesesuaian antara

Instrumen sesuai dengan tingkatan

instrumen penilaian

taksonomi Bloom yang disuguhkan

dengan tingkatan

Instrumen cukup sesuai dengan

taksonomi Bloom

tingkatan taksonomi Bloom yang

disuguhkan
Instrumen kurang sesuai dengan
tingkatan taksonomi Bloom yang

145

disuguhkan
Instrumen tidak sesuai dengan tingkatan
taksonomi Bloom yang disuguhkan
4

Materi dalam instrumen

Materi instrumen luas, aplikatif, dan

penilaian

sesuai dengan materi ajar

Materi instrumen cukup luas, aplikatif,


dan sesuai dengan materi ajar

Materi instrumen kurang luas, aplikatif,


dan kurang sesuai dengan materi ajar

Materi instrumen keluar dari materi ajar


, dan tidak aplikatif
5

Penyajian bahasa dan

Penyajian kasus menarik dan terkait

tulisan dalam instrumen

materi ajar

penilaian

Penyajian kasus cukup menarik dan


terkait materi ajar

Penyajian kasus kurang menarik dan


kurang terkait materi ajar

Penyajian kasus tidak menarik dan tidak


terkait materi ajar
6

Penyajian bahasa dan

Bahasa dan tulisan yang digunakan

tulisan dalam instrumen

sesuai dengan EYD Bahasa Indonesia

penilaian

Bahasa dan tulisan yang digunakan


cukup sesuai dengan EYD Bahasa

Indonesia
Bahasa dan tulisan yang digunakan
kurang sesuai dengan EYD Bahasa

Indonesia
Bahasa dan tulisan yang digunakan
tidak sesuai dengan EYD Bahasa
Indonesia

146

Penyajian gambar pada

Gambar jelas dan sesuai pertanyaan

instrumen penilaian

Gambar jelas dan cukup sesuai


pertanyaan

4
3

Gambar jelas dan kurang sesuai


pertanyaan

Gambar jelas dan tidak sesuai


pertanyaan
8

Keterbacaan instrumen

Kalimat mudah dipahami, tertulis rapih

penilaian keterampilan

dan menarik

berpikir kritis

Kalimat mudah dipahami, tertulis


kurang rapih dan kurang menarik

Kalimat sulit dipahami, tertulis kurang


rapih dan kurang menarik

Kalimat sulit dipahami, tertulis tidak


rapih dan tidak menarik
9

Kesesuaian keluasan

Keluasan pertanyaan sesuai dengan

pertanyaan dengan

perkembangan siswa SMA

perkembangan siswa

Keluasan pertanyaan cukup sesuai

SMA

sesuai dengan perkembangan siswa

SMA
Keluasan pertanyaan kurang sesuai
dengan perkembangan siswa SMA

Keluasan pertanyaan tidak sesuai


dengan perkembangan siswa SMA
10

Kesesuaian instrumen

Pertanyaan dan jawaban instrumen

penilaian dengan

penilaian sesuai dan tepat

jawaban dari instrumen

Pertanyaan dan jawaban instrumen

tersebut

penilaian cukup sesuai .

Pertanyaan dan jawaban instrumen


penilaian kurang sesuai .

147

Pertanyaan dan jawaban instrumen


penilaian tidak sesuai.
11

Kelengkapan instrumen

Memenuhi empat komponen

penilaian(kisi-kisi soal,

kelengkapan

butir soal, jawaban dan

Memenuhi tiga komponen kelengkapan

alternatif jawaban, dan

Memenuhi dua komponen kelengkapan

pedoman penskoran)

Memenuhi satu komponen kelengkapan

148

Lampiran 3.5

149

150

151

152

153

154

155

156

Lampiran 4.1
INDIKATOR LEMBAR AKTIVITAS BERPIKIR SISWA
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
Nama Sekolah

: SMA

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/ Semester

: XI / genap

No

Indikator Keterampilan
Berpikir Kritis

Aspek yang Dinilai


Merumuskan pertanyaan
Mengidentifikasi atau merumuskan kriteria

Memfokuskan pertanyaan

untuk mempertimbangkan kemungkinan


jawaban.

Mempertimbangkan sumber
apakah dapat dipercaya atau
tidak

Membuat dan menentukan


hasil pertimbangan

Mendefinisikan istilah dan


mempertimbangkan suatu
definisi
Menganalisis argumen

Menentukan suatu tindakan

Berpendapat sesuai dengan sumber yang


tepat
Mampu memberikan alasan yang tepat
dalam menyanggah
Menjawab pertanyaan klarifikasi dan
pertanyaan yang menantang
Menyimpulkan materi yang dibahas
Mendefinisikan masalah
Memutuskan hal-hal yang akan dilakukan
Mampu berstrategi logika

Berinteraksi dengan orang lain

Mampu bekerjasama dengan siswa lain

157
Lampiran 4.2
Lembar Aktivitas Siswa
Mata Pelajaran

: Kimia

Materi

: Asam Basa

Kelas/ Semester

: XI IPA/ II

Tanggal Observasi :
Petunjuk :
a. Berilah tanda ( ) pada kolom kualifikasi dengan rentang nomor yang sudah dituliskan
b. Bacalah petunjuk skoring dengan teliti, diskusikan dengan peneliti saat menemukan hal-hal yang kurang dipahami.
c. Lakukan observasi secara objektif

ASPEK YANG DINILAI


N
o

1
2
3
4
5
6

Nama

Merumuskan
pertanyaan

Mengidentifikasi kriteria untuk


mempertimbangkan jawaban

Berpendapat
sesuai
dengan
sumber
yang tepat

Mampu
memberikan
alasan yang
tepat dalam
menyanggah

Menjawab
pertanyaan
klarifikasi
dan
pertanyaan
yang
menantang

Menyimpulkan
materi yang
dibahas

Mendefinisikan
masalah

Memutuskan
hal-hal yang
akan
dilakukan

Mampu
berstrategi
logika

Mampu
bekerjasama
dengan
siswa lain

158
ASPEK YANG DINILAI
N
o

Nama

Merumuskan
pertanyaan

Mengidentifikasi kriteria untuk


mempertimbangkan jawaban

Berpendapat
sesuai
dengan
sumber
yang tepat

Mampu
memberikan
alasan yang
tepat dalam
menyanggah

Menjawab
pertanyaan
klarifikasi
dan
pertanyaan
yang
menantang

Menyimpulkan
materi yang
dibahas

Mendefinisikan
masalah

Memutuskan
hal-hal yang
akan
dilakukan

Mampu
bekerjasama
dengan
siswa lain

Mampu
berstrategi
logika

7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
Ambarawa,

Januari 2014

Observer,

159

Lampiran 4.3
PETUNJUK SKORING LEMBAR AKTIVITAS SISWA
Petunjuk :
d. Bacalah petunjuk skoring dengan teliti, diskusikan dengan peneliti saat
menemukan hal-hal yang kurang dipahami.
e. Lakukan observasi secara objektif
No

Aspek yang dinilai

1.

Merumuskan pertanyaan

Mengidentifikasi kriteria
untuk mempertimbangkan
jawaban

Berpendapat sesuai dengan


sumber yang tepat

Mampu memberikan alasan


yang tepat dalam
menyanggah

Menjawab pertanyaan
klarifikasi dan pertanyaan
yang menantang

Menyimpulkan materi yang


dibahas

Deskripsi dan Skor


(3) Pertanyaan yang diajukan berada pada
kisaran taksonomi bloom C3-C6
faktual.
(2) Pertanyaan yang diajukan berada pada
kisaran taksonomi bloom C3-C6
konseptual.
(1) Pertanyaan yang diajukan berada pada
kisaran taksonomi bloom C3-C6.
(3) Membuat kriteria jawaban lebih dari
atau sama dengan tiga.
(2) Membuat dua kriteria jawaban.
(1) Membuat satu kriteria jawaban.
(3) Sumber yang digunakan sudah diakui
oleh nasional.
(2) Sumber yang digunakan dari buku
pelajaran.
(1) Sumber yang digunakan dari
pernyataan lisan guru.
(3) Alasan berdasarkan sumber lebih dari
satu.
(2) Alasan bedasarkan satu sumber.
(1) Alasan berdasarkan pendapat pribadi.
(3) Menjawab pertanyaan taksonomi
bloom C3-C6 faktual.
(2) Menjawab pertanyaan taksonomi
bloom C3-C6 konseptual.
(1) Menjawab pertanyaan taksonomi
bloom C1-C2 faktual.
(3) Menyimpulkan semua materi yang
dibahas dengan menggunakan bahasa
sendiri.
(2) Menyimpulkan semua materi yang
dibahas secara text book.
(1) Menyimpulkan semua materi yang

160

dibahas dengan menggunakan bahasa


sendiri maupun secara text book.

10

Mendefinisikan masalah

(3)

Mendefinisikan lebih dari satu


masalah dari suatu kondisi.
(2) Mendefinisikan satu fokus masalah
dari suatu kondisi.
(1) Mendefinisikan masalah yang kurang
tepat dari suatu kondisi.
Memutuskan hal-hal yang (3) Mampu mengambil keputusan setelah
akan dilakukan
mempertimbangkan dengan sumber
dan keadaan.
(2) Mengambil keputusan dengan
pertimbangan salah satu dari sumber
dan keadaan.
(1)
Mengambil
keputusan
tanpa
pertimbangan sumber dan keadaan.
Mampu berstrategi logika
(3) Berlogika dengan menunjukkan bukti
atau sumber lebih dari satu.
(2) Berlogika dengan menunjukkan bukti
atau sumber satu jenis.
(1) Berlogika dengan tidak disertai
sumber.
Mampu bekerjasama dengan (3) Bertukar pendapat dan saling
siswa lain
menghargai pendapat sesama teman.
(2) Memberikan pendapat tetapi tidak
dapat menerima pendapat orang lain.
(1) Tidak memberikan pendapat ataupun
menerima pendapat teman yang lain.

161

Lampiran 4.4
RUBRIK KRITERIA VALIDASI
LEMBAR AKTIVITAS BERPIKIR SISWA
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
No
Aspek yang dinilai
1 Ketepatan penggunaan

Kriteria
Indikator yang digunakan mewakili

indikator pada lembar

aktivitas siswa yang diharapkan.

aktivitas siswa

Indikator yang digunakan cukup


mewakili aktivitas siswa yang

Skor
4

diharapakan.
Indikator yang digunakan kurang
mewakili aktivitas siswa yang

diharapakan.
Indikator yang digunakan tidak
mewakili aktivitas siswa yang

diharapakan.
2

Kesesuaian antara

Aspek yang dinilai sesuai dengan

indikator dengan aspek

indikator.

yang dinilai

Aspek yang dinilai cukup sesuai dengan


indikator.

Aspek yang dinilai kurang sesuai


dengan indikator.

Aspek yang dinilai tidak sesuai dengan


indikator.
3

Pemilihan aspek yang

Pemilihan aspek sesuai dengan tujuan

dinilai

penggunaan lembar aktivitas berpikir

siswa.
Pemilihan aspek cukup sesuai dengan
tujuan penggunaan lembar aktivitas
berpikir siswa.

162

Pemilihan aspek kurang sesuai dengan


tujuan penggunaan lembar aktivitas

berpikir siswa.
Pemilihan aspek tidak sesuai dengan
tujuan penggunaan lembar aktivitas

berpikir siswa.
4

Jumlah aspek dari

Jumlah aspek untuk setiap indikator

masing-masing indikator

sudah mewakili.

Jumlah aspek untuk setiap indikator


cukup mewakili.

Jumlah aspek untuk setiap indikator


kurang mewakili.

Jumlah aspek untuk setiap indikator


tidak mewakili.
5

Jumlah keseluruhan

Aspek yang dinilai memiliki jumlah

aspek pada lembar

yang sesuai dan tepat untuk masing-

aktivitas siswa

masing indikator.

Aspek yang dinilai memiliki jumlah


yang cukup sesuai dan tepat untuk

masing-masing indikator.
Aspek yang dinilai memiliki jumlah
yang kurang sesuai dan tepat untuk

masing-masing indikator.
Aspek yang dinilai memiliki jumlah
yang tidak sesuai dan tepat untuk
masing-masing indikator.

163

Lampiran 4.5

164

165

Lampiran 5.1
INDIKATOR
ANGKET RESPON SISWA TERHADAP INSTRUMEN PENILAIAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
Nama Sekolah

: SMA

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/ Semester

: XI / genap

No
1

Indikator Keterampilan
Berpikir Kritis
Memfokuskan Pertanyaan

Menganalisis Argumen

Bertanya dan Menjawab


Pertanyaan
Membuat dan Menentukan
Hasil Pertimbangan

6
7

Menentukan Suatu
Tindakan

Berinteraksi dengan Orang


Lain
Mempertimbangkan
Sumber Apakah Dapat
Dipercaya atau Tidak
Mengidentifikasi Asumsiasumsi
Mendefinisikan Istilah dan
Mempertimbangkan Suatu
Definisi

Aspek yang Dinilai


Mengidentifikasi atau
merumuskan kriteria untuk
mempertimbangkan
kemungkinan jawaban
Mengidentifikasi kalimatkalimat pertanyaan
Memberikan penjelasan
sederhana
Membuat dan menentukan
hasil pertimbangan
berdasarkan latar belakang
fakta
Mempertimbangkan
kriteria untuk
mempertimbangkan solusi
yang mungkin
Menggunakan strategi
retorika
Kemampuan memberikan
alasan
Mengkontruksi argumen
Penjelasan bukan
pernyataan
Menyatakan tafsiran

Butir

Nomor
Butir

3, 4

5, 8

10

12

11

166

Lampiran 5.2
ANGKET RESPON SISWA
Nama :
Kelas :

Petunjuk :
a. Angket ini berisi 12 pertanyaan. Perhatikan dengan baik setiap pertanyaan
sebelum menjawab.
b. Pertimbangkan dengan seksama setiap pertanyaan, dan berilah jawaban yang
sesuai dengan pilihan anda karena jawaban anda tidak mempengaruhi nilai
pelajaran kimia.
c. Jawablah dengan melingkari alternatif jawaban yang sesuai menurut pendapat
anda pada lembar angket langsung dan tulislah alasan dari setiap jawaban.

1. Apakah materi pada soal-soal yang telah anda kerjakan sudah dipelajari dalam
pembelajaran Kimia?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan..............................................................................................................
.........................................................................................................................
2. Apakah anda menemukan materi yang aplikatif pada soal-soal yang anda
kerjakan?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
3. Apakah pertanyaan pada tes esai maupun problem solving melatih
keterampilan menganalisis?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
4. Apakah pertanyaan pada tes esai maupun problem solving melatih
keterampilan mengidentifikasi?
a. Iya

167

b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
5. Apakah setelah berlatih tes esai dan problem solving, anda dapat lebih mudah
memberikan solusi dari masalah keseharian yang menyangkut dengan materi
Kimia?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
6. Apakah soal tes esai maupun problem solving melatih keterampilan
memutuskan suatu tindakan?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
7. Apakah penggunaan bahasa pada soal tes esai dan problem solving dapat
dipahami dengan mudah?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
8. Apakah saat anda mengerjakan soal mengerti maksud dari soal-soal tersebut?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
9. Apakah anda membutuhkan pemahaman konsep saat menjawab tes esai dan
problem solving?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
10. Apakah anda menggunakan keterampilan berpikir yang lebih dari biasa untuk
menjawab tes esai dan problem solving?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................

168

11. Menurut anda, apakah setelah mengerjakan tes esai dan problem solving
dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
12. Apakah tes esai dan problem solving dapat menjadi media untuk berlatih
soal-soal olimpiade Kimia dan soal Ujian Nasional?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................

169

Lampiran 5.3
RUBRIK KRITERIA VALIDASI
ANGKET RESPON SISWA TERHADAP INSTRUMEN PENILAIAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
No
Aspek yang dinilai
1 Ketepatan penggunaan
indikator pada angket

Kriteria
Indikator yang digunakan mewakili
respon yang diharapakan.

Skor
4

Indikator yang digunakan cukup


mewakili respon yang diharapakan.

Indikator yang digunakan kurang


mewakili respon yang diharapakan.

Indikator yang digunakan tidak


mewakili respon yang diharapakan.
2

Kesesuaian antara

Pertanyaan angket sesuai dengan

indikator dengan

indikator pencapaian respon.

pertanyaan angket

Pertanyaan angket cukup sesuai dengan


indikator pencapaian respon.

Pertanyaan angket kurang sesuai dengan


indikator pencapaian respon.

Pertanyaan angket tidak sesuai dengan


indikator pencapaian respon.
3

Pemilihan pertanyaan

Pertanyaan angket sesuai dengan tujuan

angket

penggunaan angket.

Pertanyaan angket cukup sesuai dengan


tujuan penggunaan angket.

Pertanyaan angket kurang sesuai dengan


tujuan penggunaan angket.

Pertanyaan angket tidak sesuai dengan


tujuan penggunaan angket.
4

Jumlah pertanyaan dari

Jumlah pertanyaan untuk setiap

1
4

170

masing-masing indikator

indikator sudah mewakili.


Jumlah pertanyaan untuk setiap
indikator cukup mewakili.

Jumlah pertanyaan untuk setiap


indikator kurang mewakili.

Jumlah pertanyaan untuk setiap


indikator tidak mewakili.
5

Jumlah keseluruhan

Pertanyaan angket memiliki jumlah

pertanyaan pada angket

yang sesuai dan tepat untuk masing-

masing indikator.
Pertanyaan angket memiliki jumlah
yang cukup sesuai dan tepat untuk

masing-masing indikator.
Pertanyaan angket memiliki jumlah
yang kurang sesuai dan tepat untuk

masing-masing indikator.
Pertanyaan angket memiliki jumlah
yang tidak sesuai dan tepat untuk

masing-masing indikator.
6

Pemilihan alternatif

Alternatif jawaban respon sesuai dengan

jawaban respon angket

tujuan penggunaan angket.

Alternatif jawaban respon cukup sesuai


dengan tujuan penggunaan angket.

Alternatif jawaban respon kurang sesuai


dengan tujuan penggunaan angket.

Alternatif jawaban respon tidak sesuai


dengan tujuan penggunaan angket.

171

Lampiran 5.4

172

173

ANGKET RESPON GURU


Nama

Guru pada kelas

Petunjuk :
a. Angket ini berisi 10 pertanyaan. Perhatikan dengan baik setiap pertanyaan
sebelum menjawab.
b. Pertimbangkan dengan seksama setiap pertanyaan, dan berilah jawaban yang
sesuai dengan pilihan anda.
c. Jawablah dengan melingkari alternatif jawaban yang sesuai menurut pendapat
anda pada lembar angket langsung dan tulislah alasan dari setiap jawaban.
a. Apakah materi pada soal tes esai dan problem solving berkaitan dengan asam
basa?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
b. Apakah materi pada soal tes esai dan problem solving itu aplikatif?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
.........................................................................................................................
3. Apakah cakupan materi tes esai dan problem solving sesuai dengan standar
kompetensi dan kompetensi dasar KTSP?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
4. Apakah pencapaian indikator dari tes esai dan problem solving sesuai dengan
standar kompetensi dan kompetensi dasar dari KTSP?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
.........................................................................................................................
5. Apakah tes esai dan problem solving dapat melatih keterampilan siswa dalam
menganalisis argumen?

174

a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
6. Apakah tes esai dan problem solving dapat memicu siswa untuk berpikir kritis?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
7. Menurut anda, setelah mengerjakan tes esai dan problem solving apakah siswa
dapat terlatih untuk mengidentifikasi masalah?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
8. Apakah tes esai dan problem solving dapat menumbuhkan keterampilan siswa
untuk memutuskan suatu tindakan?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
9. Apakah tes esai dan problem solving dapat diterapkan sebagai instrumen
penilaian alternatif bagi guru sebagai pendamping instrumen penilaian baku?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................
10. Apakah tes esai dan problem solving dapat digunakan sebagai instrumen
penilaian untuk materi selain asam dan basa?
a. Iya
b. Tidak
c. Alasan...............................................................................................................
..........................................................................................................................

175

Lampiran 6.1
NILAI AKHIR PRODUK
TES ESAI ANALISIS DAN TES PROBLEM SOLVING
PRA UJI COBA SOAL
NILAI
NO
NAMA
TEA
TPS
AKHIR
1 UC-001
64,17
60,58
62,37
2 UC-002
58,75
66,35
62,55
3 UC-003
59,17
64,42
61,79
4 UC-004
48,75
26,92
37,84
5 UC-005
59,17
60,58
59,87
6 UC-006
47,08
45,19
46,14
7 UC-007
51,67
62,50
57,08
8 UC-008
47,92
36,54
42,23
9 UC-009
65,83
42,31
54,07
10 UC-010
66,25
50,96
58,61
11 UC-011
68,75
54,81
61,78
12 UC-012
51,67
57,69
54,68
13 UC-013
52,92
54,81
53,86
14 UC-014
69,58
63,46
66,52
15 UC-015
62,50
50,00
56,25
16 UC-016
56,67
58,65
57,66
17 UC-017
62,50
55,77
59,13
18 UC-018
51,67
50,00
50,83
19 UC-019
56,25
59,62
57,93
20 UC-020
59,58
75,00
67,29
21 UC-021
63,75
58,65
61,20
22 UC-022
53,33
67,31
60,32
23 UC-023
66,25
60,58
63,41
24 UC-024
68,75
65,38
67,07
25 UC-025
67,50
64,42
65,96
26 UC-026
56,25
73,08
64,66
27 UC-027
58,33
68,27
63,30
28 UC-028
52,50
55,77
54,13
29 UC-029
43,75
62,50
53,13
30 UC-030
71,25
66,35
68,80
31 UC-031
63,33
60,58
61,96
32 UC-032
66,25
42,31
54,28
RATA-RATA
59,13
57,54
58,33

176
Lampiran 6.2
ANALISIS UJI COBA SOAL TES ESAI ANALISIS
KELAS XII IPA 1 SMAN 1 AMBARAWA

SELASA, 28 JANUARI 2014

SKOR MAKSIMAL
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

KODE
UC - 001
UC - 002
UC - 003
UC - 004
UC - 005
UC - 006
UC - 007
UC - 008
UC - 009
UC - 010
UC - 011
UC - 012
UC - 013
UC - 014
UC - 015
UC - 016
UC - 017
UC - 018
UC - 019
UC - 020
UC - 021
UC - 022
UC - 023
UC - 024
UC - 025
UC - 026
UC - 027
UC - 028
UC - 029
UC - 030
UC - 031
UC - 032
JUMLAH

JUMLAH SKOR

JUMLAH KUADRAT

TOTAL

SKOR

14

60
38,5
35,25
35,5
29,25
35,5
28,25
31
28,75
39,5
39,75
41,25
31
31,75
41,75
37,5
34
37,5
31
33,75
35,75
38,25
32
39,75
41,25
40,5
33,75
35
31,5
26,25
42,75
38
39,75
1135,25
1288792,563

3600
1482,25
1242,5625
1260,25
855,5625
1260,25
798,0625
961
826,5625
1560,25
1580,0625
1701,5625
961
1008,0625
1743,0625
1406,25
1156
1406,25
961
1139,0625
1278,0625
1463,0625
1024
1580,0625
1701,5625
1640,25
1139,0625
1225
992,25
689,0625
1827,5625
1444
1580,0625
40893,0625

0,5
1
1
2
0
0
2
0,25
3
2
4
0,25
1,25
3
1
3
2
1,5
1,25
2
2
1
2
3
2
1
1,5
0
2,5
3
2
0,5
51,5
2652,25

11
11
11
9
11
11
10
10,25
13
11
11,25
10,25
10,5
11,25
11,5
10,25
11
9
10
11
10
9
12
11
13,25
12
10
9
10
14
11,25
12,75
348,5
121452,25

5
5
5
5
5
5
5
5
6
6
5
5
5
5
5
5
5
5
5
6
5
5
5
5,5
5
5
5
5
2
5
5
5
160,5
25760,25

4,25
4,25
4,25
4,25
4,25
3
4
4,25
5
4,25
4,25
4,25
4,25
5
6
4
4,25
4
4,25
4,25
5
4,5
5
4,25
4,5
4
4,25
5
3,75
3,75
4,5
4,25
139
19321

3,75
2,25
1,25
1
2,25
0,25
1
1
1
3,5
2,75
0,25
1,75
4,5
1
2,25
3,25
1,5
1,25
3
3,25
1,5
3,75
4
3,75
1,75
2,25
1,5
0,75
5
3,25
3,25
72,75
5292,5625

4
2,75
3
0
4
1
3
1
2,5
3
6
3
3
4
3
2,5
2
2
3
2,5
3
2
3
3,5
3
3
3
3
2
3
2
3
88,75
7876,5625

7
6
7
7
6
5
4
5
7
7
5
5
4
7
7
5
7
6
7
4
7
6
7
7
7
5
6
6
5
7
7
8
196
38416

3
3
3
1
3
3
2
2
2
3
3
3
2
2
3
2
3
2
2
3
3
3
2
3
2
2
3
2
0,25
2
3
3
78,25
6123,0625

177

PERHITUNGAN REALIBILITAS
NO
1

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

0,25
1
1
4
0
0
4
0,0625
9
4
16
0,0625
1,5625
9
1
9
4
2,25
1,5625
4
4
1
4
9
4
1
2,25
0
6,25
9
4
0,25

121
121
121
81
121
121
100
105,0625
169
121
126,5625
105,0625
110,25
126,5625
132,25
105,0625
121
81
100
121
100
81
144
121
175,5625
144
100
81
100
196
126,5625
162,5625

25
25
25
25
25
25
25
25
36
36
25
25
25
25
25
25
25
25
25
36
25
25
25
30,25
25
25
25
25
4
25
25
25

18,0625
18,0625
18,0625
18,0625
18,0625
9
16
18,0625
25
18,0625
18,0625
18,0625
18,0625
25
36
16
18,0625
16
18,0625
18,0625
25
20,25
25
18,0625
20,25
16
18,0625
25
14,0625
14,0625
20,25
18,0625

14,0625
5,0625
1,5625
1
5,0625
0,0625
1
1
1
12,25
7,5625
0,0625
3,0625
20,25
1
5,0625
10,5625
2,25
1,5625
9
10,5625
2,25
14,0625
16
14,0625
3,0625
5,0625
2,25
0,5625
25
10,5625
10,5625

16
7,5625
9
0
16
1
9
1
6,25
9
36
9
9
16
9
6,25
4
4
9
6,25
9
4
9
12,25
9
9
9
9
4
9
4
9

49
36
49
49
36
25
16
25
49
49
25
25
16
49
49
25
49
36
49
16
49
36
49
49
49
25
36
36
25
49
49
64

9
9
9
1
9
9
4
4
4
9
9
9
4
4
9
4
9
4
4
9
9
9
4
9
4
4
9
4
0,0625
4
9
9

JML

116,5

3841,5

817,25

611,875

216,4375

279,5625

1238

206,0625

S2 t
S2 1
S22
S23
S24
S25
S26
S27
S28
S2i

r11

19,32171631
1,050537109
1,441162109
0,382568359
0,252929688
1,595153809
1,044372559
1,171875
0,459899902
7,398498535
0,705

178
Lampiran 6.3
ANALIS IS UJI COBA S OAL TES PROBLEM S OLVING
KELAS XII IPA 1 S MAN 1 AMBARAWA
S KOR MAKS IMAL
NO

KODE

1 UC - 001
2 UC - 002
3 UC - 003
4 UC - 004
5 UC - 005
6 UC - 006
7 UC - 007
8 UC - 008
9 UC - 009
10 UC - 010
11 UC - 011
12 UC - 012
13 UC - 013
14 UC - 014
15 UC - 015
16 UC - 016
17 UC - 017
18 UC - 018
19 UC - 019
20 UC - 020
21 UC - 021
22 UC - 022
23 UC - 023
24 UC - 024
25 UC - 025
26 UC - 026
27 UC - 027
28 UC - 028
29 UC - 029
30 UC - 030
31 UC - 031
32 UC - 032
JUMLAH

JUMLAH S KOR
TOTAL

26

676

15,75
17,25
16,75
7
15,75
11,75
16,25
9,5
11
13,25
14,25
15
14,25
16,5
13
15,25
14,5
13
15,5
19,5
15,25
17,5
15,75
17
16,75
19
17,75
14,5
16,25
17,25
15,75
11
478,75
229201,5625

248,0625
297,5625
280,5625
49
248,0625
138,0625
264,0625
90,25
121
175,5625
203,0625
225
203,0625
272,25
169
232,5625
210,25
169
240,25
380,25
232,5625
306,25
248,0625
289
280,5625
361
315,0625
210,25
264,0625
297,5625
248,0625
121
7390,3125

3
3,75
2,75
0
4
1,25
3
1
2
3
3,75
3
2,5
3
3
2,5
2
3
2
3,75
2
3
2,5
3
2
3
3,5
2,25
3,5
3,5
3
2
85,5
7310,25

6,75
7
7
5
5,25
7
6,75
6
5,5
5,25
5,75
7
5,5
7
5,5
6,5
7,5
5
7
8
5,5
7
7,25
7
7,25
8,25
7
7,25
6,75
7,25
6,5
5
208,25
43368,063

3
3
4
2
2,5
2,5
3,5
1,5
1
2
1
2
3
3,5
2
3,75
3
2,75
2,5
4
3,75
3,75
3,5
3,75
4
4
3,5
1
2
2,5
3
2
89,25
7965,5625

3
3,5
3
0
4
1
3
1
2,5
3
3,75
3
3,25
3
2,5
2,5
2
2,25
4
3,75
4
3,75
2,5
3,25
3,5
3,75
3,75
4
4
4
3,25
2
95,75
9168,0625

JUMLAH
KUADRAT

S ELAS A, 28 JANUARI 2014

PERHITUNGAN RELIABILITAS
1
9
14,0625
7,5625
0
16
1,5625
9
1
4
9
14,0625
9
6,25
9
9
6,25
4
9
4
14,0625
4
9
6,25
9
4
9
12,25
5,0625
12,25
12,25
9
4
251,875

2
45,5625
49
49
25
27,5625
49
45,5625
36
30,25
27,5625
33,0625
49
30,25
49
30,25
42,25
56,25
25
49
64
30,25
49
52,5625
49
52,5625
68,0625
49
52,5625
45,5625
52,5625
42,25
25
1380,9375

3
9
9
16
4
6,25
6,25
12,25
2,25
1
4
1
4
9
12,25
4
14,0625
9
7,5625
6,25
16
14,0625
14,0625
12,25
14,0625
16
16
12,25
1
4
6,25
9
4
276,0625

7,117615
0,732178
0,802673
0,848083
0,939392
3,322327

4
9
12,25
9
0
16
1
9
1
6,25
9
14,0625
9
10,5625
9
6,25
6,25
4
5,0625
16
14,0625
16
14,0625
6,25
10,5625
12,25
14,0625
14,0625
16
16
16
10,5625
4
316,5625

r11

0,71097

179
Lampiran 7.1
NILAI AKHIR PRODUK
TES ESAI ANALISIS DAN TES PROBLEM SOLVING
UJI SKALA KECIL
NILAI
KETUNTASAN
NO NAMA
BELAJAR
TEA TPS AKHIR
TIDAK TUNTAS
1 SK-001 73,33 73,08
73,21
TIDAK TUNTAS
2 SK-002 72,08 65,38
68,73
TIDAK TUNTAS
3 SK-003 75,00 76,92
75,96
TIDAK TUNTAS
4 SK-004 42,92 44,23
43,57
TIDAK TUNTAS
5 SK-005 54,58 5,77
30,18
TIDAK TUNTAS
6 SK-006 61,67 23,08
42,37
TIDAK TUNTAS
7 SK-007 62,08 59,62
60,85
TIDAK TUNTAS
8 SK-008 45,42 46,15
45,79
TIDAK TUNTAS
9 SK-009 29,17 26,92
28,04
RATATIDAK TUNTAS
52,08
57,36 46,79
RATA

180
Lampiran 7.2
ANALISIS UJI SKALA KECIL PRODUK TES ESAI ANALISIS
EKSTRAKURIKULER OLIMPIADE KIMIA
SKOR MAKSIMAL
NO

NAMA

14

JUMLAH
JUMLAH
SKOR
KUADRAT
TOTAL

1 SK-001

12

44

1936

144

25

49

49

36

25

2 SK-002

12,75

4,5

43,25

1870,5625

162,563

25

20,25

81

36

16

3 SK-003

13

45

2025

169

25

25

81

36

25

4 SK-004

0,5

8,5

7,25

1,5

25,75

663,0625

0,25

72,25

1 52,5625

36

2,25

5 SK-005

6,5

6,25

32,75

1072,5625

42,25

36

16 39,0625

36

6 SK-006

12,5

3,5

37

1369

156,25

36

12,25

36

37,25

1387,5625

2,25

100

25

45,563

25

36

76,5625

25

2,25

2,25

36

2,25

0,25

175,31 346,125

288

85

10,5

7 SK-007

1,5

10

6,75

8 SK-008

8,75

1,5

1,5

1,5

27,25

742,5625

9 SK-009

10

0,5

17,5

306,25

100

25

35,25

49,5

48

23

309,75

11372,5625

11,5

1022,88

222

1242,56 2450,25

2304

529

81

95945,063

JUMLAH

94

42

81

8836

1764

PERHITUNGAN REALIBILITAS
S2t

79,111

S21

0,2778

S2

4,5664

S23

4,6667

S24

3,9167

S5

8,2083

S26

3,5556

S7

2,9136

0,1667

S8

28,272

r11

0,734

16

181
Lampiran 7.3
ANALISIS UJI PRODUK SKALA KECIL
TES PROBLEM SOLVING
EKSTRAKURIKULER OLIMPIADE KIMIA
SKOR MAKSIMAL

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9

NAMA
SK-001
SK-002
SK-003
SK-004
SK-005
SK-006
SK-007
SK-008
SK-009
JUMLAH

1
6
4
3,5
3
2,5
1,5
2
3
3
2
24,5
600,25

2
9
4
4,5
6
4
0
3
4,5
2
4
32
1024

PERHITUNGAN REALIBILITAS
St

35,72222

S1

0,561728

2,635802

S2
2

S3

2,17284

S4

8,444444
13,81481

r11

0,81769

3
4

4
7
4
2
4
1
0
1
3
4
1
20
400

7
7
7
4
0
0
5
3
0
33
1089

JUMLAH
JUMLAH
S KOR TOTAL KUADRAT

26
19
17
20
11,5
1,5
6
15,5
12
7
109,5
11990,25

676
361
289
400
132,25
2,25
36
240,25
144
49
1653,75

1
16
12,25
9
6,25
2,25
4
9
9
4
71,75

2
16
20,25
36
16
0
9
20,25
4
16
137,5

3
16
4
16
1
0
1
9
16
1
64

4
49
49
49
16
0
0
25
9
0
197

182
Lampiran 7.4
PERHITUNGAN RELIABILITAS LEMBAR AKTIVITAS SISWA
UJI COBA SKALA KECIL
TABEL 1. DATA

TABEL 2. RINGKASAN ANAVA RELIABILITAS RATING


RATERS

RESPONDEN

Xp
(xP)2

Xp

1
2
3
4
5
6

18
21
17
16
17
22

21
25
20
18
19
23

22
24
19
20
21
23

61
70
56
54
57
68

3721
4900
3136
2916
3249
4624

7
8
9

15
19
19
164

17
23
20
186

22
25
24
200

54
67
63

2916
4489
3969

550

33920

26896

34596

40000

VARIASI

(xP)2

JK

db

JKT

200,296296

26

JK antar raters
JKs
JKr

73,1851852
102,962963
24,1481481

2
8
16

r11 (1 RATERS)
r11 (3 RATERS)

0,715034965
0,882733813

MK

12,87037037
1,509259259

183
Lampiran 7.5

DATA NILAI AKTIVITAS S IS WA


S KALA KECIL

KRITERIA PER SISWA


24 - 30 = TINGGI
17 - 23 = CUKUP
10 - 16 = KURANG

KRITERIA PER RATER


2,4 - 3 = TINGGI
1,7 - 2,3 = CUKUP
1 - 1,6 = KURANG

RATA-RATA

1,7
2,0
1,7
1,7
1,7
2,0
1,3
1,7
1,3
1,7

2
3
2
2
3
3
3
3
3
3

3
3
2
2
3
2
2
3
2
2

3
3
2
3
2
2
3
3
2
3

2,7
3,0
2,0
2,3
2,7
2,3
2,7
3,0
2,3
2,6

TINGGI

TINGGI

1
2
1
1
1
2
2
2
2
2

III

TINGGI

2
2
2
2
2
2
1
2
1
2

II

TINGGI

2
2
2
2
2
2
1
1
1
2

RATA-RATA

1,3
2,0
1,7
1,7
2,0
3,0
2,0
2,0
2,3
2,0

KURANG

III

KURANG

2
2
2
2
2
3
2
2
3
2

II

CUKUP

1
2
1
2
2
3
2
2
2
2

KURANG

1
2
2
1
2
3
2
2
2
2

RATA-RATA

2,3
1,7
1,7
2,3
1,3
2,0
1,7
1,7
1,7
1,8

10

CUKUP

III

CUKUP

3
2
1
2
2
2
2
2
2
2

II

CUKUP

3
2
2
3
1
2
2
2
1
2

CUKUP

1
1
2
2
1
2
1
1
2
1

RATA-RATA

2,7
2,0
1,7
2,3
1,7
2,0
1,7
1,7
1,3
1,9

CUKUP

III

CUKUP

3
2
1
2
2
2
2
2
2
2

II

CUKUP

3
2
2
3
1
2
2
2
1
2

KURANG

2
2
2
2
2
2
1
1
1
2

RATA-RATA

2,0
2,3
2,0
1,7
1,3
2,0
1,7
2,0
2,3
1,9

CUKUP

III

CUKUP

2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

II

CUKUP

2
3
2
2
1
2
2
2
2
2

KURANG

2
2
2
1
1
2
1
2
3
2

RATA-RATA

TINGGI

2,3
2,7
2,0
1,7
2,0
3,0
2,0
2,3
2,3
2,3

CUKUP

3
3
2
2
2
3
2
2
3
2

III

CUKUP

2
2
2
2
2
3
2
3
2
2

II

CUKUP

2
3
2
1
2
3
2
2
2
2

CUKUP

1,7
2,0
2,3
1,7
1,7
2,7
1,7
2,3
2,3
2,0

RATA-RATA

III

CUKUP

II

CUKUP

2
2
2
2
2
3
2
3
3
2

CUKUP

1
2
3
2
2
3
2
2
2
2

RATA-RATA

2
2
2
1
1
2
1
2
2
2

CUKUP

TINGGI

2,3
2,3
2,3
1,7
2,0
1,7
2,0
2,7
2,7
2,2

CUKUP

2
3
3
1
2
2
3
3
3
2

III

CUKUP

3
2
2
2
2
2
2
3
3
2

II

KURANG

2
2
2
2
2
1
1
2
2
2

RATA-RATA

2,3
2,0
2,0
1,7
1,3
2,7
1,7
2,3
1,3
1,9

CUKUP

II III

CUKUP

2
2
1
2
1
3
2
2
2
2

CUKUP

KRITERIA

3
2
2
1
2
3
1
2
1
2

CUKUP
CUKUP
CUKUP

SK-001 2
SK-002 2
SK-003 3
SK-004 2
SK-005 1
SK-006 2
SK-007 2
SK-008 3
SK-009 1
RATA-RATA 2

1
2
3
4
5
6
7
8
9

II III

RATA-RATA

CUKUP

KODE
NO
SISWA

JUMLAH
SKOR
RATARATA
21,3
22,0
19,3
18,7
17,7
23,3
18,3
21,7
20,0
20,3

KRITERIA

ASPEK
1

CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP

184
Lampiran 7.6

ANALISIS ANGKET RESPO N SISWA


TERHADAP INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
NO MO R
NO

1
1 SK-001
2 SK-002
3 SK-003
4 SK-004
5 SK-005
6 SK-006
7 SK-007
8 SK-008
9 SK-009
JUMLAH

NO

NAMA
1
2
3
4
5
6
7
8
9

SK-001
SK-002
SK-003
SK-004
SK-005
SK-006
SK-007
SK-008
SK-009

3
2
3
2
3
3
3
2
3

4
4
1
4
4
4
4
4
3

576

32
1024

24

2
9
4
9
4
9
9
9
4
9

16
16
1
16
16
16
16
16
9

66
S2 1
50,09877 0,222222
0,85649

122
S2 2
0,91358

JUMLAH
S2 t
r11

JUMLAH
TO TAL

NAMA
4
4
4
4
4
3
4
3
4
1
31

5
4
3
3
3
3
4
1
3
1

6
2
4
2
3
4
4
3
4
0

7
4
4
4
3
3
3
3
4
1

8
3
3
3
3
3
3
2
2
0

9
3
2
2
4
2
2
2
3
2

10
3
3
4
4
3
4
4
1
1

11
4
3
4
4
4
4
3
1
1

12
4
4
4
4
4
3
4
4
4

25

4
4
4
4
4
3
3
4
1

26
29
22
22
27
28
35
625
676
841
484
484
729
784
1225
PERHITUNGAN REALIBILITAS DAN RESPO N SISW A
TERHADAP INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA

31

12

961

4
16
16
16
16
9
16
9
16
1

5
16
9
9
9
9
16
1
9
1

6
4
16
4
9
16
16
9
16
0

7
16
16
16
9
9
9
9
16
1

115
79
90
101
S2 3
S2 4
S2 5
S2 6
0,91358 1,061728 1,654321 0,839506

8
9
9
9
9
9
9
4
4
0

9
9
4
4
16
4
4
4
9
4

10
9
9
16
16
9
16
16
1
1

11
16
9
16
16
16
16
9
1
1

16
16
16
16
16
9
16
16
16

62
58
93
100
137
S2 7
S2 8
S2 9
S2 10
S2 11
0,91358 0,469136 1,333333 1,432099 0,098765
KRITERIA RESPO N SISWA
39 - 48 = SANGAT T INGGI
30 - 38 = T INGGI
21 - 29 = CUKUP
12 - 20 = RENDAH

961

42
40
38
42
40
41
35
36
18
332
110224

JUMLAH
KUADRAT
1764
1600
1444
1764
1600
1681
1225
1296
324
12698

RESPO N SISWA
16
16
16
16
16
9
9
16
1

SANGAT T INGGI
SANGAT T INGGI
T INGGI
SANGAT T INGGI
SANGAT T INGGI
SANGAT T INGGI
T INGGI
T INGGI
RENDAH

115
S2 12
0,91358 10,7654321

185
Lampiran 8.1
NILAI AKHIR PRODUK
TES ESAI ANALISIS & TES PROBLEM SOLVING
TAHAP SKALA LUAS
NILAI
KETUNTASAN
NO
NAMA
BELAJAR
TEA TPS AKHIR
1 SB - 001 76,25
85 80,63 TUNTAS
2 SB - 002 70,00
57 63,50 TIDAK TUNTAS
3 SB - 003 71,67
64 67,83 TIDAK TUNTAS
4 SB - 004 62,92
80 71,46 TIDAK TUNTAS
5 SB - 005 61,67
81 71,33 TIDAK TUNTAS
6 SB - 006 43,33
58 50,67 TIDAK TUNTAS
7 SB - 007 56,67
54 55,33 TIDAK TUNTAS
8 SB - 008 73,33
56 64,67 TIDAK TUNTAS
9 SB - 009 70,00
50 60,00 TIDAK TUNTAS
10 SB - 010 62,92
52 57,46 TIDAK TUNTAS
11 SB - 011 68,75
60 64,38 TIDAK TUNTAS
12 SB - 012 53,33
63 58,17 TIDAK TUNTAS
13 SB - 013 58,33
55 56,67 TIDAK TUNTAS
14 SB - 014 70,42
57 63,71 TIDAK TUNTAS
15 SB - 015 83,33
62 72,67 TIDAK TUNTAS
16 SB - 016 50,83
63 56,92 TIDAK TUNTAS
17 SB - 017 72,92
69 70,96 TIDAK TUNTAS
18 SB - 018 72,50
50 61,25 TIDAK TUNTAS
19 SB - 019 84,17
74 79,08 TUNTAS
20 SB - 020 57,08
75 66,04 TIDAK TUNTAS
21 SB - 021 60,83
78 69,42 TIDAK TUNTAS
22 SB - 022 64,17
72 68,08 TIDAK TUNTAS
23 SB - 023 69,58
51 60,29 TIDAK TUNTAS
24 SB - 024 70,42
56 63,21 TIDAK TUNTAS
25 SB - 025 80,42
71 75,71 TIDAK TUNTAS
26 SB - 026 71,67
55 63,33 TIDAK TUNTAS
27 SB - 027 75,00
52 63,50 TIDAK TUNTAS
28 SB - 028 71,00
56 63,50 TIDAK TUNTAS
29 SB - 029 65,42
62 63,71 TIDAK TUNTAS
30 SB - 030 62,50
60 61,25 TIDAK TUNTAS
31 SB - 031 57,08
80 68,54 TIDAK TUNTAS
32 SB - 032 74,58
55 64,79 TIDAK TUNTAS
33 SB - 033 82,08
75 78,54 TUNTAS
34 SB - 034 80,42
62 71,21 TIDAK TUNTAS
35 SB - 035 80,42
79 79,71 TUNTAS
36 SB - 036 78,75
59 68,88 TIDAK TUNTAS
37 SB - 037 61,25
56 58,63 TIDAK TUNTAS
38 SB - 038 47,50
55 51,25 TIDAK TUNTAS
39 SB - 039 70,83
88 79,42 TUNTAS
40 SB - 040 82,50
60 71,25 TIDAK TUNTAS
RATA68,17 63,68 65,92
RATA

186
Lampiran 8.2
ANALISIS TES ESAI ANALISIS
UJI COBA SKALA BESAR
KELAS XI IPA
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

NAMA
SB - 001
SB - 002
SB - 003
SB - 004
SB - 005
SB - 006
SB - 007
SB - 008
SB - 009
SB - 010
SB - 011
SB - 012
SB - 013
SB - 014
SB - 015
SB - 016
SB - 017
SB - 018
SB - 019
SB - 020
SB - 021
SB - 022
SB - 023
SB - 024
SB - 025
SB - 026
SB - 027
SB - 028
SB - 029
SB - 030
SB - 031
SB - 032
SB - 033
SB - 034
SB - 035
SB - 036
SB - 037
SB - 038
SB - 039
SB - 040
JUMLAH

14

4
2
4
1
3,5
2
3
3
1,5
3
1
2
2
3,5
4,5
3,5
3,75
4
4
0,5
3,5
3,5
2
3
4
2
4
3,75
3,5
3
2,5
2
3,25
3,25
3,25
3,25
1
3,5
3,5
4
117,5
13806,25

11
10,25
10,5
11,25
10
6
11
11
12,5
10
11
12
12
12,25
12
11
12
13
13
12
10
7,5
10,25
12
11,75
13
12
11
11
10
9
13
13
12
10,5
11
12
11
11
12
446,75
199585,56

6
6
6
6
5
6
3
6
6
3
6
2
6
4
6
1
6
6
5
6
5
6
6
6
5
6
6
4
4
6
6
5
6
6
6
6
6
4
6
6
212
44944

S KO R MAKSIMAL
4
5
9
5
5,5
7
4,5
6
4
3
6
5
5,5
4
4
3
5
6
4
7
5,5
7
4
4
4,5
8
6,5
6,5
5
5,75
4,25
4,25
4,75
4,25
4,25
5,5
7,5
7,5
7,5
5,75
2
6
7,5
212,25
45050,063

9
5,25
4,25
5,5
4,5
4,5
5
6
6,5
6
5,25
5,75
5
5
5,5
7
1
5,5
5
7,5
5,75
5
5
4,5
4,75
7,5
4
4,75
6,6
4,5
3,75
3,5
6
7
7
6,5
6
5
1
3
7,5
208,6
43513,96

4,5
4
3
3,5
3
1
3
3,5
3
4
3,5
3
4
4
4,5
4
3,5
3
5
1
2
4
3
2
4,5
4
3,5
3
4
3
3
5,5
4,5
3,5
4,5
3,5
2
3
4
4,5
139
19321

7
7
4
5
2
2
2
5
5
4
7
3
2
5
7
5
3
4
6
5
4
5
5
5
6
6
6
7
6
4
3
7
7
6
7
7
3
3
6
5
198
39204

3
3
3
2
3
0
3
3
3
3
3
1
1
3
3
1
3
3
3
0
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
2
3
3
3
3
2
1
3
3
102
10404

JUMLAH
45,75
42
43
37,75
37
26
34
44
42
37,75
41,25
32
35
42,25
50
30,5
43,75
43,5
50,5
34,25
36,5
38,5
41,75
42,25
48,25
43
45
42,6
39,25
37,5
34,25
44,75
49,25
48,25
48,25
47,25
36,75
28,5
42,5
49,5
1636,1
2676823,21

JUMLAH KUADRAT
2093,0625
1764
1849
1425,0625
1369
676
1156
1936
1764
1425,0625
1701,5625
1024
1225
1785,0625
2500
930,25
1914,0625
1892,25
2550,25
1173,0625
1332,25
1482,25
1743,0625
1785,0625
2328,0625
1849
2025
1814,76
1540,5625
1406,25
1173,0625
2002,5625
2425,5625
2328,0625
2328,0625
2232,5625
1350,5625
812,25
1806,25
2450,25
68368,135

187

PERHITUNGAN RELIABILITAS
2

1
16
4
16
1
12,25
4
9
9
2,25
9
1
4
4
12,25
20,25
12,25
14,0625
16
16
0,25
12,25
12,25
4
9
16
4
16
14,0625
12,25
9
6,25
4
10,5625
10,5625
10,5625
10,5625
1
12,25
12,25
16
385,375

2
121
105,0625
110,25
126,5625
100
36
121
121
156,25
100
121
144
144
150,0625
144
121
144
169
169
144
100
56,25
105,0625
144
138,0625
169
144
121
121
100
81
169
169
144
110,25
121
144
121
121
144
5069,8125

3
36
36
36
36
25
36
9
36
36
9
36
4
36
16
36
1
36
36
25
36
25
36
36
36
25
36
36
16
16
36
36
25
36
36
36
36
36
16
36
36
1184

4
25
30,25
49
20,25
36
16
9
36
25
30,25
16
16
9
25
36
16
49
30,25
49
16
16
20,25
64
42,25
42,25
25
33,0625
18,0625
18,0625
22,5625
18,0625
18,0625
30,25
56,25
56,25
56,25
33,0625
4
36
56,25
1204,9375

5
27,5625
18,0625
30,25
20,25
20,25
25
36
42,25
36
27,5625
33,0625
25
25
30,25
49
1
30,25
25
56,25
33,0625
25
25
20,25
22,5625
56,25
16
22,5625
43,56
20,25
14,0625
12,25
36
49
49
42,25
36
25
1
9
56,25
1172,31

6
20,25
16
9
12,25
9
1
9
12,25
9
16
12,25
9
16
16
20,25
16
12,25
9
25
1
4
16
9
4
20,25
16
12,25
9
16
9
9
30,25
20,25
12,25
20,25
12,25
4
9
16
20,25
519,5

7
49
49
16
25
4
4
4
25
25
16
49
9
4
25
49
25
9
16
36
25
16
25
25
25
36
36
36
49
36
16
9
49
49
36
49
49
9
9
36
25
1084

8
9
9
9
4
9
0
9
9
9
9
9
1
1
9
9
1
9
9
9
0
9
9
9
9
9
9
9
9
4
9
9
4
9
9
9
9
4
1
9
9
290

St
2
S21
S22
S23
S24
S25
S26
S27
S8
r11

75,1162
1,186273
4,923706
2,141582
2,589158
2,707168
1,176978
3,117192
0,883998
18,72606
0,85795

188
Lampiran 8.3
ANALISIS TES PROBLEM SOLVING
UJI COBA SKALA BESAR
KELAS XI IPA
No

Nama

SB - 001
SB - 002
SB - 003
SB - 004
SB - 005
SB - 006
SB - 007
SB - 008
SB - 009
SB - 010
SB - 011
SB - 012
SB - 013
SB - 014
SB - 015
SB - 016
SB - 017
SB - 018
SB - 019
SB - 020
SB - 021
SB - 022
SB - 023
SB - 024
SB - 025
SB - 026
SB - 027
SB - 028
SB - 029
SB - 030
SB - 031
SB - 032
SB - 033
SB - 034
SB - 035
SB - 036
SB - 037
SB - 038
SB - 039
SB - 040
JUMLAH
JUMLAH KUADRAT
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

5,5
2,5
3
5,25
5,25
2,5
3
2,5
3
2
3
3,5
2,25
3,5
3
3,75
4
2,5
5
5
5
4,5
2
3
3,75
3
2,5
3
3
2,5
4,5
3
4,5
3,5
4,5
2,5
1,5
2
5,5
3
136,75
18700,563

7,5
5
6
5,5
5,5
4
4
6
3
5
6
5
6
5
6
5
6
4,5
5,5
6
7
6
5
4
6
5
5
4
6
6
6,5
5
6
6
7
5
6
5
7
6
220
48400

3,75
3,75
3,5
4
4
4
3,5
2,5
2
2,5
3
3,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,75
2
3,5
3
3,75
3,5
2
3,75
3
2,75
2,5
4
3
3
4
2
3,5
2,5
3,5
3,5
3
3,75
4
2,5
127,75
16320,063

4,5
3
3,5
5,25
5,5
4
3
3
4,5
3,5
3
3,75
3
3,25
3
3,5
3,5
3,5
4,5
4,75
3,75
4
3,75
3,25
5
3
3
3
3,5
3,5
5
3,75
4,75
3,5
4,75
3,75
3,5
3
5,5
3,5
152,25
23180,063

JUMLAH
21,25
14,25
16
20
20,25
14,5
13,5
14
12,5
13
15
15,75
13,75
14,25
15,5
15,75
17,25
12,5
18,5
18,75
19,5
18
12,75
14
17,75
13,75
13
14
15,5
15
20
13,75
18,75
15,5
19,75
14,75
14
13,75
22
15
636,75
405450,56

JUMLAH
KUADRAT
451,5625
203,0625
256
400
410,0625
210,25
182,25
196
156,25
169
225
248,0625
189,0625
203,0625
240,25
248,0625
297,5625
156,25
342,25
351,5625
380,25
324
162,5625
196
315,0625
189,0625
169
196
240,25
225
400
189,0625
351,5625
240,25
390,0625
217,5625
196
189,0625
484
225
10415,313

1
30,25
6,25
9
27,5625
27,5625
6,25
9
6,25
9
4
9
12,25
5,0625
12,25
9
14,0625
16
6,25
25
25
25
20,25
4
9
14,0625
9
6,25
9
9
6,25
20,25
9
20,25
12,25
20,25
6,25
2,25
4
30,25
9
514,5625

2
56,25
25
36
30,25
30,25
16
16
36
9
25
36
25
36
25
36
25
36
20,25
30,25
36
49
36
25
16
36
25
25
16
36
36
42,25
25
36
36
49
25
36
25
49
36
1244,5

3
14,0625
14,0625
12,25
16
16
16
12,25
6,25
4
6,25
9
12,25
6,25
6,25
12,25
12,25
14,0625
4
12,25
9
14,0625
12,25
4
14,0625
9
7,5625
6,25
16
9
9
16
4
12,25
6,25
12,25
12,25
9
14,0625
16
6,25
424,1875

4
20,25
9
12,25
27,5625
30,25
16
9
9
20,25
12,25
9
14,0625
9
10,5625
9
12,25
12,25
12,25
20,25
22,5625
14,0625
16
14,0625
10,5625
25
9
9
9
12,25
12,25
25
14,0625
22,5625
12,25
22,5625
14,0625
12,25
9
30,25
12,25
602,4375

Perhitungan Reliabilitas
2
S t
12,835961
2
S 1
1,4256395
2
S 2
1,5612731
2
S 3
0,6374926
2
S 4
0,9041493
4,5285544
r11
0,86293

189
Lampiran 8.4

TABEL 1. DATA
RESPONDEN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Xp
(xP)2

A
18
24
22
20
17
19
21
18
22
17
19
21
17
18
23
22
17
21
20
17
22
21
20
22
18
21
18
22
22
22
18
21
17
19
18
21
22
18
23
17
795
632025

PERHITUNGAN RELIABILITAS LEMBAR PERFORMA BERPIKIR SISWA


UJI SKALA BESAR
TABEL 2. RINGKASAN ANAVA RELIABILITAS RATING
RATERS
B
C
18
20
23
19
17
21
22
17
20
17
22
22
17
17
21
20
17
19
20
19
26
24
17
25
21
17
17
22
19
21
22
23
21
23
19
22
25
19
17
18
806
649636

Xp
19
25
22
22
17
23
24
20
23
18
20
24
17
21
19
20
17
23
23
17
21
24
18
23
17
23
19
24
21
20
17
18
19
22
17
20
23
23
21
21
825
680625

55
69
67
61
51
63
67
55
65
52
61
67
51
56
63
62
51
63
63
53
69
69
55
70
56
61
54
68
62
63
57
62
57
64
54
63
70
60
61
56
2426

(xP)2
3025
4761
4489
3721
2601
3969
4489
3025
4225
2704
3721
4489
2601
3136
3969
3844
2601
3969
3969
2809
4761
4761
3025
4900
3136
3721
2916
4624
3844
3969
3249
3844
3249
4096
2916
3969
4900
3600
3721
3136
148454

VARIASI
JKT
JK antar raters
JKs
JKr
r11
r11

JK
1884,601626
1207,751626
1635,268293
237,8166667

db
122
2
40
78
0,805302714
0,925420639

MK

40,88170732
3,048931624

190
Lampiran 8.5
ANALISIS ANGKET RESPON SISWA DAN PERHITUNGAN RELIABILITAS
TERHADAP INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
No
Nama
1 SB - 001
2 SB - 002
3 SB - 003
4 SB - 004
5 SB - 005
6 SB - 006
7 SB - 007
8 SB - 008
9 SB - 009
10 SB - 010
11 SB - 011
12 SB - 012
13 SB - 013
14 SB - 014
15 SB - 015
16 SB - 016
17 SB - 017
18 SB - 018
19 SB - 019
20 SB - 020
21 SB - 021
22 SB - 022
23 SB - 023
24 SB - 024
25 SB - 025
26 SB - 026
27 SB - 027
28 SB - 028
29 SB - 029
30 SB - 030
31 SB - 031
32 SB - 032
33 SB - 033
34 SB - 034
35 SB - 035
36 SB - 036
37 SB - 037
38 SB - 038
39 SB - 039
40 SB - 040
JUMLAH
S 2t
r11

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
JML
1
2
2
2
3
1
1
1
2
2
2
1
20
3
2
3
3
3
2
2
2
3
3
2
4
32
2
3
3
3
3
3
2
1
2
3
2
1
28
2
2
3
3
2
3
2
3
3
2
3
2
30
2
1
2
2
0
1
0
1
1
0
1
1
12
0
1
3
2
0
1
1
1
1
0
1
1
12
1
1
1
1
1
2
2
0
1
1
1
0
12
3
3
3
3
3
3
2
2
3
3
2
2
32
0
1
3
1
1
1
1
1
1
1
1
1
13
1
2
2
3
3
3
1
1
2
3
2
3
26
3
3
3
3
1
0
1
1
3
2
2
2
24
3
2
3
3
3
3
2
3
2
3
4
4
35
2
3
3
2
2
3
2
2
1
2
3
1
26
1
1
3
3
3
3
2
2
3
2
3
3
29
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
12
2
3
3
3
3
3
2
2
3
4
3
4
35
3
3
3
4
4
3
3
1
2
3
3
4
36
2
3
2
3
2
2
1
1
2
3
2
3
26
2
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
12
1
2
3
2
2
2
1
2
2
2
2
2
23
1
2
3
3
3
3
2
2
3
2
3
3
30
1
2
3
3
3
3
2
3
3
2
2
3
30
1
1
2
2
3
2
1
1
2
2
2
4
23
2
2
3
3
3
3
2
1
2
3
3
3
30
0
1
3
1
1
1
1
1
1
1
1
1
13
2
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
13
3
2
2
3
3
3
2
1
2
3
3
2
29
3
1
1
1
1
2
1
2
2
1
2
2
19
2
2
3
2
3
3
2
3
3
3
2
2
30
2
2
2
3
3
3
1
1
3
3
3
3
29
1
1
2
2
3
3
2
2
2
3
2
2
25
3
3
3
3
3
3
1
1
2
3
2
3
30
2
2
2
3
4
3
3
1
2
2
2
2
28
3
2
2
3
3
2
2
1
2
2
3
3
28
2
3
1
2
3
2
2
2
3
3
2
4
29
2
1
1
1
1
1
0
1
1
2
2
2
15
3
3
2
2
3
3
2
1
3
3
3
4
32
2
3
2
3
2
3
3
2
3
3
2
3
31
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
12
3
2
3
3
3
3
2
2
3
3
3
4
34
74
77
92
93
91
89
63
58
83
87
85
93
985
5476 5929 8464 8649 8281 7921 3969 3364 6889 7569 7225 8649 970225
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
73,9262 S2 1
S2
S3
S4
S5
S6
S7
S8
S9
S 10 S 11 S 12
Si
1,2 0,92 0,54 0,58 0,71 0,99
0,7 1,42 10,1856
0,9406 0,89 0,69 0,72 0,83

RESPON

RENDAH
T INGGI
CUKUP
CUKUP
RENDAH
RENDAH
RENDAH
T INGGI
RENDAH
CUKUP
CUKUP
T INGGI
CUKUP
CUKUP
RENDAH
T INGGI
T INGGI
CUKUP
RENDAH
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
RENDAH
RENDAH
CUKUP
RENDAH
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
RENDAH
T INGGI
T INGGI
RENDAH
T INGGI

JML2

10

11

12

1
4
4
4
9
1
1
1
4
4
4
1
400
9
4
9
9
9
4
4
4
9
9
4
16
1024
4
9
9
9
9
9
4
1
4
9
4
1
784
4
4
9
9
4
9
4
9
9
4
9
4
900
4
1
4
4
0
1
0
1
1
0
1
1
144
0
1
9
4
0
1
1
1
1
0
1
1
144
1
1
1
1
1
4
4
0
1
1
1
0
144
9
9
9
9
9
9
4
4
9
9
4
4
1024
0
1
9
1
1
1
1
1
1
1
1
1
169
1
4
4
9
9
9
1
1
4
9
4
9
676
9
9
9
9
1
0
1
1
9
4
4
4
576
9
4
9
9
9
9
4
9
4
9
16
16
1225
4
9
9
4
4
9
4
4
1
4
9
1
676
1
1
9
9
9
9
4
4
9
4
9
9
841
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
144
4
9
9
9
9
9
4
4
9
16
9
16
1225
9
9
9
16
16
9
9
1
4
9
9
16
1296
4
9
4
9
4
4
1
1
4
9
4
9
676
4
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
144
1
4
9
4
4
4
1
4
4
4
4
4
529
1
4
9
9
9
9
4
4
9
4
9
9
900
1
4
9
9
9
9
4
9
9
4
4
9
900
1
1
4
4
9
4
1
1
4
4
4
16
529
4
4
9
9
9
9
4
1
4
9
9
9
900
0
1
9
1
1
1
1
1
1
1
1
1
169
4
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
169
9
4
4
9
9
9
4
1
4
9
9
4
841
9
1
1
1
1
4
1
4
4
1
4
4
361
4
4
9
4
9
9
4
9
9
9
4
4
900
4
4
4
9
9
9
1
1
9
9
9
9
841
1
1
4
4
9
9
4
4
4
9
4
4
625
9
9
9
9
9
9
1
1
4
9
4
9
900
4
4
4
9
16
9
9
1
4
4
4
4
784
9
4
4
9
9
4
4
1
4
4
9
9
784
4
9
1
4
9
4
4
4
9
9
4
16
841
4
1
1
1
1
1
0
1
1
4
4
4
225
9
9
4
4
9
9
4
1
9
9
9
16
1024
4
9
4
9
4
9
9
4
9
9
4
9
961
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
144
9
4
9
9
9
9
4
4
9
9
9
16
1156
26695 170 173 236 245 251 231 119 106 197 225 205 269

191
Lampiran 9.1
NILAI AKHIR PRODUK
TES ESAI ANALISIS & TES PROBLEM SOLVING
TAHAP IMPLEMENTASI
NO

NAMA

NILAI
TEA

TPS

AKHIR

KETUNTASAN

IM - 001

73,33

76

74,67

TIDAK TUNTAS

IM - 002

60,83

80

70,42

TIDAK TUNTAS

IM - 003

60,00

81

70,50

TIDAK TUNTAS

IM - 004

70,00

42

56,00

TIDAK TUNTAS

IM - 005

72,50

78

75,25

TIDAK TUNTAS

IM - 006

70,83

81

75,92

TIDAK TUNTAS

IM - 007

81,67

81

81,33

TUNTAS

IM - 008

60,83

56

58,42

TIDAK TUNTAS

IM - 009

85,00

84

84,50

TUNTAS

10

IM - 010

77,50

60

68,75

TIDAK TUNTAS

11

IM - 011

78,33

82

80,17

TUNTAS

12

IM - 012

77,50

84

80,75

TUNTAS

13

IM - 013

78,33

56

67,17

TIDAK TUNTAS

14

IM - 014

79,17

54

66,58

TIDAK TUNTAS

15

IM - 015

85,00

71

78,00

TUNTAS

16

IM - 016

65,83

62

63,92

TIDAK TUNTAS

17

IM - 017

78,33

74

76,17

TUNTAS

18

IM - 018

82,50

78

80,25

TUNTAS

19

IM - 019

81,67

58

69,83

TIDAK TUNTAS

20

IM - 020

78,33

84

81,17

TUNTAS

21

IM - 021

78,33

66

72,17

TIDAK TUNTAS

22

IM - 022

76,67

79

77,83

TUNTAS

23

IM - 023

77,50

54

65,75

TIDAK TUNTAS

24

IM - 024

58,33

52

55,17

TIDAK TUNTAS

25

IM - 025

76,67

52

64,33

TIDAK TUNTAS

26

IM - 026

77,50

79

78,25

TUNTAS

27

IM - 027

60,00

84

72,00

TIDAK TUNTAS

28

IM - 028

80,83

54

67,42

TIDAK TUNTAS

29

IM - 029

54,17

64

59,08

TIDAK TUNTAS

30

IM - 030

66,67

65

65,83

TIDAK TUNTAS

31

IM - 031

60,83

70

65,42

TIDAK TUNTAS

32

IM - 032

86,67

60

73,33

TIDAK TUNTAS

33

IM - 033

81,67

48

64,83

TIDAK TUNTAS

34

IM - 034

52,50

78

65,25

TIDAK TUNTAS

35

IM - 035

82,50

56

69,25

TIDAK TUNTAS

36

IM - 036

63,33

48

55,67

TIDAK TUNTAS

37

IM - 037

60,83

74

67,42

TIDAK TUNTAS

38

IM - 038

80,83

76

78,42

TUNTAS

39

IM - 039

82,50

40

61,25

TIDAK TUNTAS

40

IM - 040

80,83

70

75,42

TIDAK TUNTAS

RATA-RATA

73,42

67,275

70,35

TIDAK TUNTAS

192
Lampiran 9.2

193
Lampiran 9.3
UJI NORMALITAS DATA NILAI TES ESAI ANALISIS KELAS XI IPA 3
Hipotesis
Ho
:
Data berdistribusi normal
Ha
:
Data tidak berdistribusi normal
Pengujian Hipotesis:
Rumus yang digunakan:
k

(O i

i =1

Ei
Ei

)2

Kriteria yang digunakan


Ho diterima jika 2 < 2 tabel
Pengujian Hipotesis
Nilai maksimal
Nilai minimal
Rentang
Banyak kelas

Kelas Interval
52,50
59,50
66,50
73,50
80,50
87,50

58,50
65,50
72,50
79,50
86,50
93,50

=
=
=
=

87
52,50
34
6

Panjang Kelas
Rata-rata ( x )
s
n

=
=
=
=

5,7
73,42
9,55
40

Batas
Kelas

Z untuk
batas kls.

Peluang
untuk Z

Luas Kls.
Untuk Z

Ei

Oi

52,00
59,00
66,00
73,00
80,00
87,00
94,00

-2,24
-1,51
-0,78
-0,04
0,69
1,42
2,16

0,4876
0,4345
0,2814
0,0174
0,2548
0,4226
0,4845

0,0531
0,1531
0,2640
0,2722
0,1678
0,0619

2,1234
6,1245
10,5582
10,8861
6,7133
2,4747

3
7
5
13
11
1

0,3619
0,1251
2,9260
0,4105
2,7372
0,8788

7,4396

(Oi-Ei)
Ei

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh tabel = 7,81

Daerah penolakan
Ho

Daerah
penerimaan Ho
7,4396

7,81

Karena berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal

194
Lampiran 9.4
UJI NORMALITAS DATA NILAI TES PROBLEM SOLVING KELAS XI IPA 3
Hipotesis
Ho
:
Data berdistribusi normal
Ha
:
Data tidak berdistribusi normal
Pengujian Hipotesis:
Rumus yang digunakan:

(O i

i =1

Ei
Ei

)2

Kriteria yang digunakan


Ho diterima jika 2 < 2
Pengujian Hipotesis
Nilai maksimal
Nilai minimal
Rentang
Banyak kelas

Kelas Interval
40,00
48,00
56,00
64,00
72,00
80,00

47,00
55,00
63,00
71,00
79,00
87,00

tabel

=
=
=
=

84
40
44
6

Panjang Kelas
Rata-rata ( x )
s
n

=
=
=
=

7,33
67,28
13,10
40

Batas
Kelas

Z untuk
batas kls.

Peluang
untuk Z

Luas Kls.
Untuk Z

Ei

Oi

39,50
47,50
55,50
63,50
71,50
79,50
87,50

-2,12
-1,51
-0,90
-0,29
0,32
0,93
1,54

0,4830
0,4344
0,3156
0,1134
0,1265
0,3246
0,4387

0,0486
0,1188
0,2022
0,2398
0,1982
0,1141

1,9438
4,7516
8,0893
9,5936
7,9265
4,5622

2
7
7
6
9
9

Ei
0,0016
1,0640
0,1467
1,3461
0,1454
4,3169

7,0206

(Oi-Ei)

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh tabel = 7,81

Daerah
penolakan Ho

Daerah
penerimaan Ho
7,0206

7,81

Karena berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal

195
Lampiran 9.5
UJI NORMALITAS DATA NILAI TEA & TPS KELAS XI IPA 3
Hipotesis
Ho
:
Data berdistribusi normal
Ha
:
Data tidak berdistribusi normal
Pengujian Hipotesis:
Rumus yang digunakan:

(O i

i =1

Ei
Ei

)2

Kriteria yang digunakan


Ho diterima jika 2 < 2
Pengujian Hipotesis
Nilai maksimal
Nilai minimal
Rentang
Banyak kelas

Kelas Interval
55,00
61,00
67,00
73,00
79,00
85,00

60,00
66,00
72,00
78,00
84,00
90,00

tabel

=
=
=
=

85
55
29
6

Panjang Kelas
Rata-rata ( x )
s
n

=
=
=
=

4,89
70,35
7,81
40

Batas
Kelas

Z untuk
batas kls.

Peluang
untuk Z

Luas Kls.
Untuk Z

Ei

Oi

54,50
60,50
66,50
72,50
78,50
84,50
90,50

-2,03
-1,26
-0,49
0,28
1,04
1,81
2,58

0,4787
0,3962
0,1887
0,1086
0,3517
0,4650
0,4951

0,0825
0,2075
0,2974
0,2431
0,1133
0,0301

3,3006
8,2992
11,8948
9,7231
4,5315
1,2026

5
8
10
9
7
1

Ei
0,8750
0,0108
0,3018
0,0538
1,3447
0,0341

2,6202

(Oi-Ei)

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh tabel = 7,81

Daerah
penolakan Ho

Daerah
penerimaan Ho
2,6202

7,81

Karena berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal

196
Lampiran 9.6
UJI NORMALITAS DATA NILAI ULANGAN XI IPA 3
Hipotesis
Ho
:
Data berdistribusi normal
Ha
:
Data tidak berdistribusi normal
Pengujian Hipotesis:
Rumus yang digunakan:
k

(O i

i =1

Ei
Ei

)2

Kriteria yang digunakan


Ho diterima jika 2 < 2 tabel
Pengujian Hipotesis
Nilai maksimal
Nilai minimal
Rentang
Banyak kelas
Kelas Interval
40,00
50,00
60,00
70,00
80,00
90,00

49,00
59,00
69,00
79,00
89,00
99,00

=
=
=
=
Batas
Kelas
39,50
49,50
59,50
69,50
79,50
89,50
99,50

95
40
55
6
Z untuk
batas kls.
-1,80
-1,14
-0,49
0,16
0,81
1,47
2,12

Panjang Kelas
Rata-rata ( x )
s
n
Peluang
untuk Z
0,4638
0,3737
0,1884
0,0642
0,2923
0,4289
0,4830

Luas Kls.
Untuk Z
0,0901
0,1853
0,2526
0,2281
0,1365
0,0541

=
=
=
=

9,17
67,03
15,32
40

Ei

Oi

3,6044
7,4134
10,1033
9,1253
5,4619
2,1658

4
8
12
5
6
5

(Oi-Ei)
Ei
0,0434
0,0464
0,3561
1,8649
0,0530
3,7090

6,0729

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh tabel = 7,81

Daerah
penerimaan Ho

Daerah penolakan
Ho

6,0729
7,81
Karena berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal

197
Lampiran 9.7
UJI NORMALITAS NILAI MID SEMESTER KELAS XI IPA 3
Hipotesis
Ho
:
Data berdistribusi normal
Ha
:
Data tidak berdistribusi normal
Pengujian Hipotesis:
Rumus yang digunakan:
k

(O i

i =1

Ei
Ei

)2

Kriteria yang digunakan


Ho diterima jika 2 < 2 tabel
Pengujian Hipotesis
Nilai maksimal
Nilai minimal
Rentang
Banyak kelas
Kelas Interval
38,33
45,33
52,33
59,33
66,33
73,33

44,33
51,33
58,33
65,33
72,33
79,33

=
=
=
=
Batas
Kelas
37,83
44,83
51,83
58,83
65,83
72,83
79,83

100
38,33
62
6
Z untuk
batas kls.
-2,44
-1,94
-1,43
-0,92
-0,41
0,09
0,60

Panjang Kelas
Rata-rata ( x )
s
n
Peluang
untuk Z
0,4928
0,4736
0,4236
0,3217
0,1606
0,0373
0,2262

=
=
=
=

Luas Kls.
Untuk Z
0,0191
0,0501
0,1019
0,1611
0,1979
0,1889

10,3
71,54
13,79
40

Ei

Oi

0,7647
2,0029
4,0758
6,4439
7,9159
7,5558

1
2
6
3
9
10

(Oi-Ei)
Ei
0,0724
0,0000
0,9085
1,8405
0,1485
0,7907

3,7606

Untuk = 5%, dengan dk = 6 - 3 = 3 diperoleh tabel = 7,81

Daerah
penerimaan Ho

Daerah penolakan
Ho

3,7606
7,81
Karena berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal

198
Lampiran 9.8

199

NO

KODE

1 IM - 001
2 IM - 002
3 IM - 003
4 IM - 004
5 IM - 005
6 IM - 006
7 IM - 007
8 IM - 008
9 IM - 009
10 IM - 010
11 IM - 011
12 IM - 012
13 IM - 013
14 IM - 014
15 IM - 015
16 IM - 016
17 IM - 017
18 IM - 018
19 IM - 019
20 IM - 020
21 IM - 021
22 IM - 022
23 IM - 023
24 IM - 024
25 IM - 025
26 IM - 026
27 IM - 027
28 IM - 028
29 IM - 029
30 IM - 030
31 IM - 031
32 IM - 032
33 IM - 033
34 IM - 034
35 IM - 035
36 IM - 036
37 IM - 037
38 IM - 038
39 IM - 039
40 IM - 040
JUMLAH
JUMLAH KUADRAT

1
5

2
14

3
6

3,5
2
3
4,5
4
2
3
2
3
3
4
3,5
4,5
3
3
3
3,5
4
4
4
3
4,5
4
3,5
3
3,5
1
3,5
3
2
4
3
4
3
4
4
4
3
3,5
4
134
17956

10
8
8
10,5
8,5
12
12
5
12
12
12
12
12
12
14
8
10
12
12
12
10
12
9
9
12
10
8
12
8
12
12
12
12
10
12
12
10
11
14
11
432
186624

6
6
6
4
6
4
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
4
6
6
6
4
6
4
4
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
5
6
227
51529

ANALISIS TES ESAI ANALISIS


IMPLEMENTASI PRODUK
KELAS XI IPA
4
5
6
9
9
6
5
6
4,5
4,5
4
4
3,5
7
1,5
5,5
5,5
5
7
6,5
3
7,5
4
4
8
5,5
5
4,5
4,5
4
8
6
5
6,5
5
4
6,5
5,5
4
7
7
4
5,5
6
5
7,5
5
4
6,5
7,5
4
5
6,5
2
5,5
7
5
9
7,5
3
6
8
5
6
6,5
4
7,5
7,5
4
6,5
5,5
5,5
6
7,5
4
5
3
2,5
7,5
6,5
4
7
7
5
4,5
6,5
3
6,5
7
4,5
1
3
3,5
4
3,5
4
3,5
3,5
4
8
8
5
7,5
5,5
4
2
0,5
4
7
6,5
4
4
3
4
4
5,5
2
7,5
7
5
6
7
5
8
7,5
4
238
231
161
56644
53361
25921

7
8
6
5
4
5
5,5
6
6,5
7,5
8
7
6
4
5
7
7
6
7
7
5
5,5
6
5
7
5
6
5
4
6
5
5,5
0,5
7
7
3
7
2
2
6
6
5
220
48400

8
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
119
14161

JUMLAH
44
36,5
36
42
43,5
42,5
49
36,5
51
46,5
47
46,5
47
47,5
51
39,5
47
49,5
49
47
47
46
46,5
35
46
46,5
36
48,5
32,5
40
36,5
52
49
31,5
49,5
38
36,5
48,5
49,5
48,5
1762
3104644

JUMLAH KUADRAT

1936
1332,25
1296
1764
1892,25
1806,25
2401
1332,25
2601
2162,25
2209
2162,25
2209
2256,25
2601
1560,25
2209
2450,25
2401
2209
2209
2116
2162,25
1225
2116
2162,25
1296
2352,25
1056,25
1600
1332,25
2704
2401
992,25
2450,25
1444
1332,25
2352,25
2450,25
2352,25
78896

200

NO

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

1
12,25
4
9
20,25
16
4
9
4
9
9
16
12,25
20,25
9
9
9
12,25
16
16
16
9
20,25
16
12,25
9
12,25
1
12,25
9
4
16
9
16
9
16
16
16
9
12,25
16
472,5

2
100
64
64
110,25
72,25
144
144
25
144
144
144
144
144
144
196
64
100
144
144
144
100
144
81
81
144
100
64
144
64
144
144
144
144
100
144
144
100
121
196
121
4803,5

3
36
36
36
16
36
16
36
36
36
36
36
36
36
36
36
36
36
16
36
36
36
16
36
16
16
36
36
36
36
36
36
36
36
36
36
36
36
36
25
36
1309

36
16
49
30,25
49
16
64
20,25
64
42,25
42,25
49
30,25
56,25
42,25
25
30,25
81
36
36
56,25
42,25
36
25
56,25
49
20,25
42,25
1
16
12,25
64
56,25
4
49
16
16
56,25
36
64
1533

25
20,25
12,25
30,25
42,25
56,25
30,25
20,25
36
25
30,25
49
36
25
56,25
42,25
49
56,25
64
42,25
56,25
30,25
56,25
9
42,25
49
42,25
49
9
12,25
12,25
64
30,25
0,25
42,25
9
30,25
49
49
56,25
1446

6
20,25
16
2,25
25
9
16
25
16
25
16
16
16
25
16
16
4
25
9
25
16
16
30,25
16
6,25
16
25
9
20,25
12,25
16
16
25
16
16
16
16
4
25
25
16
680,5

7
36
25
16
25
30,25
36
42,25
56,25
64
49
36
16
25
49
49
36
49
49
25
30,25
36
25
49
25
36
25
16
36
25
30,25
0,25
49
49
9
49
4
4
36
36
25
1308,5

8
9
9
9
4
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
355

Reliabilitas
2
S t
220,08691
2
S 1
1,6328395
2
S 2
14,584444
2
S 3
3,6424691
2
S 4
6,094321
2
S 5
5,7822222
2
S 6
2,3217284
2
S 7
5,1765432
2
S 8
0,8958025
2
S i
40,13037
r11
0,93447

201
Lampiran 9.9

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

NAMA
IM - 001
IM - 002
IM - 003
IM - 004
IM - 005
IM - 006
IM - 007
IM - 008
IM - 009
IM - 010
IM - 011
IM - 012
IM - 013
IM - 014
IM - 015
IM - 016
IM - 017
IM - 018
IM - 019
IM - 020
IM - 021
IM - 022
IM - 023
IM - 024
IM - 025
IM - 026
IM - 027
IM - 028
IM - 029
IM - 030
IM - 031
IM - 032
IM - 033
IM - 034
IM - 035
IM - 036
IM - 037
IM - 038
IM - 039
IM - 040
JUMLAH
JUMLAH KUADRAT

1
6
5,5
5
4,25
3,5
5
4,5
5,5
3
5,5
3,5
5
5,5
3,5
2
5
4
3,5
5
2,5
5
6
5
4
4
4
5
5,5
5
3
5,25
5,25
2,5
3
4
3
3,5
5
6
3
5,5
173,75
30189,063

2
9
6
7
8
5
7
7
8
6
8
6
7
7
5
6
5,25
6
7
6,5
5
7,5
6,5
6
6
4
5
7
7
5
6
6
6
6
4,5
6
6
5
6
5
4
6
243,25
59170,563

3
4
4
3
4
1
3,5
3,75
3,75
3,5
4
4
4
3,5
3
2
2,5
3
3,5
3
2,5
3,5
3,5
3,75
2
3,5
3
3,75
3,5
2
3
3,5
3
3
3
4
4
2,5
2,5
3,5
2,5
1
125,5
15750,25

ANALISIS TES PROBLEM SOLVING


IMPLEMENTASI PRODUK
KELAS XI IPA
JUMLAH
4
JUMLAH
KUADRAT
6
3,5
19
361
5
20
400
4
20,25
410,0625
1
10,5
110,25
4
19,5
380,25
5
20,25
410,0625
3
20,25
410,0625
1,5
14
196
3,5
21
441
1,5
15
225
4,5
20,5
420,25
5
21
441
2,5
14
196
3,5
13,5
182,25
5
17,75
315,0625
2,5
15,5
240,25
4,5
18,5
342,25
5
19,5
380,25
4,5
14,5
210,25
5
21
441
0,5
16,5
272,25
5
19,75
390,0625
1,5
13,5
182,25
1,5
13
169
1
13
169
4
19,75
390,0625
5
21
441
1,5
13,5
182,25
4
16
256
1,5
16,25
264,0625
3,25
17,5
306,25
3,5
15
225
1,5
12
144
5,5
19,5
380,25
1
14
196
1
12
144
5
18,5
342,25
4,5
19
361
0,5
10
100
5
17,5
306,25
130,25
672,75 11733,188
16965,063 452592,56

1
30,25
25
18,0625
12,25
25
20,25
30,25
9
30,25
12,25
25
30,25
12,25
4
25
16
12,25
25
6,25
25
36
25
16
16
16
25
30,25
25
9
27,5625
27,5625
6,25
9
16
9
12,25
25
36
9
30,25
799,6875

2
36
49
64
25
49
49
64
36
64
36
49
49
25
36
27,5625
36
49
42,25
25
56,25
42,25
36
36
16
25
49
49
25
36
36
36
36
20,25
36
36
25
36
25
16
36
1519,5625

3
16
9
16
1
12,25
14,0625
14,0625
12,25
16
16
16
12,25
9
4
6,25
9
12,25
9
6,25
12,25
12,25
14,0625
4
12,25
9
14,0625
12,25
4
9
12,25
9
9
9
16
16
6,25
6,25
12,25
6,25
1
417

4
12,25
25
16
1
16
25
9
2,25
12,25
2,25
20,25
25
6,25
12,25
25
6,25
20,25
25
20,25
25
0,25
25
2,25
2,25
1
16
25
2,25
16
2,25
10,5625
12,25
2,25
30,25
1
1
25
20,25
0,25
25
526,5625

St
2
S1
2
S2
2
S3
2
S4
2
S i

r11

Reliabilitas
37,235
2,862654
4,548025
1,488765
3,32358
12,22302
0,895644

202
Lampiran 9.10

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

KODE

1
4

IM - 001
4
IM - 002
2
IM - 003
3
IM - 004
2
IM - 005
4
IM - 006
2,5
IM - 007
4
IM - 008
2
IM - 009
4
IM - 010
4
IM - 011
3
IM - 012
3
IM - 013
2
IM - 014
4
IM - 015
4
IM - 016
4
IM - 017
4
IM - 018
4
IM - 019
4
IM - 020
4
IM - 021
4
IM - 022
4
IM - 023
4
IM - 024
3
IM - 025
3
IM - 026
4
IM - 027
4
IM - 028
4
IM - 029
4
IM - 030
4
IM - 031
3
IM - 032
4
IM - 033
3,5
IM - 034
4
IM - 035
2
IM - 036
3
IM - 037
3
IM - 038
4
IM - 039
4
IM - 040
3
139
JUMLAH
JUMLAH KUADRAT 19321

2
2

3
4

4
5

5
5

6
3

5
2
4
5
1
4
2
3
4
1
2
2
2
3
2
2
2
2
2
2
2
4
4
3
2
5
2
2
5
2
2
4
5
5
3
1,5
2
3,5
3
0
2
4
5
5
1
2
4
4
2
2
2
4
5
5
2
2
4
5
3
1
2
3
2,5
2,5
2
2
4
3
3
1
2
4
5
5
1,5
2
3
5
5
1,5
2
4
4
4
2
2
4
3
3
2
1
4
2,5
2,5
2
2
4
5
5
0
2
2
3
3
0,5
2
2
2,5
2,5
0,5
2
4
5
3
2
2
3
3
2
1
2
4
3
2,5
3
5
2
4
5
1
4
2
4
3
1
3
2
2
3
1
2
2
3
2
0
4
2
3
3,5
3
3
2
3
3
1,5
5
2
2
3
1,5
3
2
2
4
3
5
2
2
3
1,5
2
2
3
3
1
2
3
2
2
1,5
2
4
5
3
1
2
4
3,5
3,5
0
2
4
5
1
0
2
4
3,5
3,5
0
78,5
130
153 132,5
55
6162 16900 23409 17556 3025

ULANGAN HARIAN
KELAS IMPLEMENTASI PRODUK
XI IPA
JUMLAH
7
8
JUMLAH KUADRAT
2
5
1
2
2
2,5
25,5 650,3
16
4
1
2,5
19,5 380,3
4
4
1
3
18
324
9
4
1
2
15
225
4
4
1
4
24
576
16
4
2
5
25,5 650,3
6,25
4
2
5
30
900
16
4
2
2,5
16,5 272,3
4
2,25
2
5
28
784
16
4
2
4
24
576
16
4
0,5
4
25,5 650,3
9
4
1
2
21
441
9
4
2
3,5
19,5 380,3
4
4
1
1
19
361
16
4
2
5
28,5 812,3
16
4
2
3
25,5 650,3
16
4
1
3
24
576
16
4
1,5
3
22,5 506,3
16
4
1,5
2
19,5 380,3
16
1
2
5
27
729
16
4
2
3
19,5 380,3
16
4
2
2,5
18
324
16
4
0
4
24
576
16
4
1
3
18
324
9
4
1
1
19,5 380,3
9
4
1
5
27
729
16
4
1
2
21
441
16
4
1
2
18
324
16
4
0
2
15
225
16
4
2
2,5
24
576
16
4
1
3
19,5 380,3
9
4
1
4
22,5 506,3
16
4
2
3
22,5 506,3 12,25
4
1
4
22,5 506,3
16
4
1
1
15
225
4
4
1
2
16,5 272,3
9
4
1
2
21
441
9
4
0
5
22
484
16
4
2
3
21
441
16
4
1
2,5
19,5 380,3
9
4
52,5
123,5
864 19247 503,5 155,3
2756,3 15252 746496

3
16
9
4
4
16
4
16
4
16
16
16
16
9
16
16
9
16
16
16
16
4
4
16
9
16
16
16
4
9
9
9
4
4
4
4
9
16
16
16
16
452

25
16
9
4
16
25
25
12,25
25
16
25
25
6,25
9
25
25
16
9
6,25
25
9
6,25
25
9
9
25
16
9
4
16
9
25
9
25
9
4
25
12,25
25
12,25
628,5

25
16
4
4
9
25
25
9
25
4
25
9
6,25
9
25
25
16
9
6,25
25
9
6,25
9
4
6,25
25
9
9
4
12,25
9
9
16
9
9
4
9
12,25
1
12,25
485,8

1
4
1
1
4
1
4
1
4
1
4
4
9
4
0
4
1
4
4
4
4
0,25
1
1
4
4
1
1
2,25
4
2,25
4
4
1
4
2,25
4
2,25
0
4
0,25
4
0,25
4
4
0
1
1
9
1
1
1
1
1
1
1
0
0
9
4
2,25
1
2,25
1
9
4
2,25
1
1
1
2,25
1
1
1
0
0
0
4
0
1
105 83,75

8
6,25
6,25
9
4
16
25
25
6,25
25
16
16
4
12,25
1
25
9
9
9
4
25
9
6,25
16
9
1
25
4
4
4
6,25
9
16
9
16
1
4
4
25
9
6,25
436,8

Reliabilitas
2
S t
14,6025
2
S 1
0,511875
2
S 2
0,029844
2
S 3
0,7375
2
S 4
1,081875
2
S 5
1,171094
2
S 6
0,734375
2
S 7
0,371094
2
S 8
1,386094
2
S i
6,02375
r11
0,671411

203
Lampiran 9.11

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

KODE

1
6

IM - 001
6
IM - 002
6
IM - 003
3
IM - 004
4
IM - 005
6
IM - 006
6
IM - 007
6
IM - 008
6
IM - 009
6
IM - 010
6
IM - 011
6
IM - 012
6
IM - 013
4
IM - 014
3
IM - 015
6
IM - 016
6
IM - 017
6
IM - 018
6
IM - 019
4
IM - 020
6
IM - 021
6
IM - 022
5
IM - 023
6
IM - 024
6
IM - 025
6
IM - 026
6
IM - 027
6
IM - 028
4
IM - 029
6
IM - 030
6
IM - 031
6
IM - 032
6
IM - 033
6
IM - 034
6
IM - 035
3
IM - 036
5
IM - 037
4
IM - 038
6
IM - 039
4
IM - 040
6
217
JUMLAH
JUMLAH KUADRAT 47089

ANALISIS NILAI MID SEMESTER


KELAS IMPLEMENTASI
XI IPA
2
4
5
6
JUMLAH
JUMLAH
4
2
8
6
4
1
KUADRAT
4
4
2
6
4
26
676
36
4,5
2
2
4
0
18,5
342,25
36
0
2
2
4
3,5
14,5
210,25
9
3
2
5
3
3,5
20,5
420,25
16
4
2
6
4,5
4
26,5
702,25
36
3
4
2
6
2,5
23,5
552,25
36
4
2
8
6
2,5
28,5
812,25
36
2
2
6
3
1,5
20,5
420,25
36
4
2
8
6
1,5
27,5
756,25
36
1,5
0
6
6
4
23,5
552,25
36
4
2
5
3
3,5
23,5
552,25
36
4
2
6
1
2
21
441
36
2
2
5
4,5
0
17,5
306,25
16
1
2
4
3
1,5
14,5
210,25
9
4
2
8
6
4
30
900
36
4
2
6,5
4
2
24,5
600,25
36
4
2
4
5
2,5
23,5
552,25
36
4
2
5
4,5
0
21,5
462,25
36
3
2
6
2,5
0
17,5
306,25
16
4
0,5
8
6
4
28,5
812,25
36
4
2
4
3
2
21
441
36
2
2
6
1,5
0
16,5
272,25
25
4
2
6
4
0,5
22,5
506,25
36
4
2
6
4
1,5
23,5
552,25
36
4
2
5
2
2
21
441
36
8
4
2
3
2
25
625
36
4
4
2
3
3
22
484
36
3
4
2
2
1,5
16,5
272,25
16
3
2
2
3
0,5
16,5
272,25
36
6,5
4
2
1
4
23,5
552,25
36
2
4
2
2,5
4
20,5
420,25
36
6
4
2
2
2
22
484
36
6
4
2
4
0,5
22,5
506,25
36
4
4
2
3
2
21
441
36
1
1
3
2
1,5
11,5
132,25
9
2
2
3
2
2,5
16,5
272,25
25
3
2
4
3
3,5
19,5
380,25
16
4
2
8
3
2,5
25,5
650,25
36
3
2
6
4
0,5
19,5
380,25
16
4
2
6
2
0,5
20,5
420,25
36
133,5
75,5
216
133,5
83
858,5 19092,75 1217
17822,25
5700,25 46656 17822,25 6889 737022,25

2
16
4
4
9
16
16
16
4
16
2,25
16
16
4
1
16
16
16
16
9
16
16
4
16
16
16
16
16
16
4
16
16
16
16
16
1
4
9
16
9
16
484,25

3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
0
4
4
4
4
4
4
4
4
4
0,25
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
1
4
4
4
4
4
149,25

4
36
16
16
25
36
36
64
36
64
36
25
36
25
16
64
42,25
16
25
36
64
16
36
36
36
25
64
16
9
9
42,25
4
36
36
16
9
9
16
64
36
36
1265,5

5
16
20,25
0
9
20,25
9
36
9
36
36
9
1
20,25
9
36
16
25
20,25
6,25
36
9
2,25
16
16
4
9
9
4
9
1
6,25
4
16
9
4
4
9
9
16
4
530,75

6
16
0
12
12
16
6,3
6,3
2,3
2,3
16
12
4
0
2,3
16
4
6,3
0
0
16
4
0
0,3
2,3
4
4
9
2,3
0,3
16
16
4
0,3
4
2,3
6,3
12
6,3
0,3
0,3
244

Reliabilitas
2
S t
16,67984
2
S 1
0,994375
2
S 2
0,967344
2
S 3
0,168594
2
S 4
2,4775
2
S 5
2,129844
2
S 6
1,794375
2
S i
8,532031
r11
0,586179

204
Lampiran 9.12
PERHITUNGAN RELIABILITAS LEMBAR PERFORMA BERPIKIR SISWA
TAHAP IMPLEMENTASI
PERTEMUAN KE-1
TABEL 1. DATA
RESPONDEN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Xp
(xP)2

A
18
24
22
22
15
17
22
21
16
23
15
21
17
18
23
22
17
21
20
17
26
21
20
22
18
18
18
22
22
23
17
19
17
20
17
22
24
19
21
18
795
632025

TABEL 2. RINGKAS AN ANAVA RELIABILITAS RATING

RATERS
B
C
21
20
18
23
17
22
19
22
18
27
16
19
15
22
20
23
18
20
22
17
22
24
17
25
17
17
17
25
23
23
19
21
18
19
19
25
22
22
21
20
815
664225

Xp
22
22
20
21
17
18
17
20
17
25
17
20
17
20
21
20
18
18
22
15
24
22
18
23
15
15
19
24
21
20
16
18
17
20
17
22
23
20
21
18
780
608400

61
66
60
66
49
57
58
63
51
75
48
60
49
60
64
65
53
59
64
49
72
67
55
70
50
50
54
71
66
66
52
58
52
59
53
69
69
61
63
56
2390

(xP)2
3721
4356
3600
4356
2401
3249
3364
3969
2601
5625
2304
3600
2401
3600
4096
4225
2809
3481
4096
2401
5184
4489
3025
4900
2500
2500
2916
5041
4356
4356
2704
3364
2704
3481
2809
4761
4761
3721
3969
3136
144932

VARIASI
JKT
JK antar raters
JKs
JKr
r11
r11

JK
887,1666667
15,41666667
709,8333333
161,9166667

db
119
2
39
78
0,721393748
0,885947405

MK
18,2008547
2,075854701

205

PERHITUNGAN RELIABILITAS LEMBAR PERFORMA BERPIKIR SISWA


TAHAP IMPLEMENTASI
PERTEMUAN KE-2
TABEL 1. DATA
RES PO NDEN

IM-001
IM-002
IM-003
IM-004
IM-005
IM-006
IM-007
IM-008
IM-009
IM-010
IM-011
IM-012
IM-013
IM-014
IM-015
IM-016
IM-017
IM-018
IM-019
IM-020
IM-021
IM-022
IM-023
IM-024
IM-025
IM-026
IM-027
IM-028
IM-029
IM-030
IM-031
IM-032
IM-033
IM-034
IM-035
IM-036
IM-037
IM-038
IM-039
IM-040
Xp
(xP)2

A
23
22
22
20
22
20
24
18
20
24
22
20
19
18
22
20
24
23
26
23
24
20
18
24
20
22
20
23
22
20
25
24
18
24
22
22
20
21
23
23
867
751689

TABEL 2. RINGKAS AN ANAVA RELIABILITAS RATING

RATERS
B
C
24
20
23
24
23
21
23
19
21
25
25
20
19
18
21
20
23
25
25
20
23
22
20
23
18
23
21
22
21
20
23
22
18
22
20
18
21
22
25
25
868
753424

Xp
23
20
23
22
21
21
23
17
23
23
21
18
18
20
20
21
23
24
24
21
24
19
19
24
17
23
20
20
20
21
24
21
20
22
19
17
22
22
24
24
848
719104

70
62
68
66
66
62
70
54
64
72
68
58
56
56
63
61
70
72
75
64
71
61
57
71
55
68
61
65
63
61
72
67
56
68
61
57
63
65
72
72
2583

(xP)2
4900
3844
4624
4356
4356
3844
4900
2916
4096
5184
4624
3364
3136
3136
3969
3721
4900
5184
5625
4096
5041
3721
3249
5041
3025
4624
3721
4225
3969
3721
5184
4489
3136
4624
3721
3249
3969
4225
5184
5184
168077

VARIASI
JKT
JK antar raters
JKs
JKr
r11
r11

JK
535,925
6,35
426,5916667
102,9833333

db
119
2
39
78
0,708303829
0,879295189

MK

10,93824786
1,320299145

206

TABEL 1. DATA
RESPONDEN
IM - 001
IM - 002
IM - 003
IM - 004
IM - 005
IM - 006
IM - 007
IM - 008
IM - 009
IM - 010
IM - 011
IM - 012
IM - 013
IM - 014
IM - 015
IM - 016
IM - 017
IM - 018
IM - 019
IM - 020
IM - 021
IM - 022
IM - 023
IM - 024
IM - 025
IM - 026
IM - 027
IM - 028
IM - 029
IM - 030
IM - 031
IM - 032
IM - 033
IM - 034
IM - 035
IM - 036
IM - 037
IM - 038
IM - 039
IM - 040
Xp
(xP)2

I
24
24
24
22
24
21
26
21
21
23
24
23
22
20
23
22
26
24
26
25
26
21
20
25
21
24
25
26
22
23
27
26
20
22
25
24
24
24
25
25
940
883600

PERHITUNGAN RELIABILITAS LEMBAR PERFORMA BERPIKIR SISWA


TAHAP IMPLEMENTASI
PERTEMUAN KE-3
TABEL 2. RINGKASAN ANAVA RELIABILITAS
RATERS
II
25
23
25
23
24
22
25
20
22
27
26
23
20
22
22
23
24
26
24
24
25
23
22
25
21
25
24
25
23
23
25
25
21
24
25
25
25
24
26
25
951
904401

III
25
22
23
21
23
20
24
20
23
25
23
22
20
20
21
22
24
24
25
24
24
20
23
23
20
23
26
24
22
22
24
23
22
23
24
22
23
25
26
26
916
839056

Xp
74
69
72
66
71
63
75
61
66
75
73
68
62
62
66
67
74
74
75
73
75
64
65
73
62
72
75
75
67
68
76
74
63
69
74
71
72
73
77
76
2807

(xP)2
5476
4761
5184
4356
5041
3969
5625
3721
4356
5625
5329
4624
3844
3844
4356
4489
5476
5476
5625
5329
5625
4096
4225
5329
3844
5184
5625
5625
4489
4624
5776
5476
3969
4761
5476
5041
5184
5329
5929
5776
197889

VARIASI
JKT
JK antar raters
JKs
JKr
r11
r11

JK
390,5916667
16,01666667
302,5916667
71,98333333

db
119
2
39
78
0,711739972
0,881055328

MK
7,758760684
0,922863248

207
Lampiran 9.13
REKAPITULASI DATA NILAI AKTIVITAS SISWA
TAHAP IMPLEMENTASI
PERTEMUAN KE - 1

RATARATA

KRITERIA

II III

2,33
2,33
2,33
3
2
2
2,67
2,67
2
2,67
2,33
2,67
2,33
2,67
3
2,33
2,67
2,33
2,33
2
3
2
2,33
2
2,33
2
2,67
2,33
2,67
2
2,33
2,67
2,67
2,67
2
2,67
2,67
2
2,67
2,33
2,42

20,3
22,0
20,0
22,0
16,3
19,0
19,3
21,0
17,0
25,0
16,0
20,0
16,3
20,0
21,3
21,7
17,7
19,7
21,3
16,3
24,0
22,3
18,3
23,3
16,7
16,7
18,0
23,7
22,0
22,0
17,3
19,3
17,3
19,7
17,7
23,0
23,0
20,3
21,0
18,7
19,9

CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
KURANG
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
TINGGI
KURANG
CUKUP
KURANG
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
KURANG
TINGGI
CUKUP
CUKUP
CUKUP
KURANG
KURANG
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

RATARATA

1,67
2
3
2
2
3
2
2
2
2
3
2
1,67
3
3
3
1,33
2
2
2
1,67
1
3
2
1,67
3
2
3
2
3
3
2
1,33
2
2
2
2,33
3
3
2
1,33
2
3
2
1,67
3
2
3
1,33
2
3
2
1,33
3
3
2
1,67
3
3
3
2
2
3
2
1,33
3
2
3
1,67
3
2
2
1,67
3
2
2
1
2
2
2
2
3
3
3
1,33
2
2
2
1,33
3
2
2
1,67
2
2
2
1,33
3
2
2
1,67
2
2
2
1,33
2
3
3
1,67
3
2
2
1,67
2
3
3
2
2
2
2
1,67
2
3
2
2
3
3
2
1,67
2
3
3
1,67
3
3
2
1,33
2
2
2
2
3
3
2
2
3
3
2
1,67
2
2
2
2
3
2
3
1,67
2
2
3
1,66 2,5 2,5 2,3
CUKUP

KURANG

KURANG

JUMLAH
SKOR
RATARATA

10

KURANG

I II III

2,3 1 2 2
2,0 2 2 2
1,7 2 2 2
2,0 1 2 2
1,3 1 2 1
1,7 1 2 2
1,7 2 1 2
1,7 2 2 2
1,7 1 2 1
2,3 2 3 2
1,7 1 1 2
2,0 2 2 1
1,7 1 1 2
1,7 1 2 1
1,7 2 1 2
2,0 2 2 2
1,7 1 2 1
1,7 2 2 1
2,0 1 2 2
1,3 1 1 1
2,0 2 2 2
2,3 1 2 1
1,3 1 1 2
2,3 1 2 2
1,3 1 1 2
1,7 2 1 2
1,3 1 1 2
2,3 2 2 1
1,7 2 2 1
2,3 2 2 2
1,3 2 2 1
2,0 2 2 2
2,0 1 2 2
2,0 2 1 2
1,7 1 2 1
2,0 2 2 2
2,0 2 2 2
2,0 1 2 2
2,0 2 2 2
2,0 1 2 2
1,8 2 2 2
KURANG

KURANG

KURANG

RATARATA

II III

KURANG

RATARATA

1,7
2
2
3
2,0
2
2
2
1,7
2
1
2
2,0
2
2
2
1,3
1
1
2
1,7
1
2
2
1,7
2
2
1
2,0
2
1
2
1,3
2
2
1
2,7
2
3
2
1,3
2
1
2
1,7
2
2
2
1,7
2
1
2
1,7
1
2
2
1,7
2
2
1
2,0
2
2
2
1,3
1
2
2
1,7
2
2
1
2,0
2
2
2
1,3
1
2
1
2,0
2
2
2
2,0
3
2
2
1,7
1
2
1
1,7
2
2
3
1,7
2
1
1
1,0
2
2
1
1,3
2
1
1
2,3
2
2
3
2,3
2
2
1
2,3
2
3
2
1,3
1
2
1
1,7
2
2
2
1,7
2
2
2
1,7
2
2
2
1,3
2
2
1
2,0
2
2
2
2,3
2
2
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
1,3
2
2
2
1,8 1,9 1,9 1,8
KURANG

KURANG

KURANG

KURANG

I II III

2,0 2
2
1
2,3 2
2
2
2,3 2
1
2
2,0 2
2
2
1,7 1
1
2
1,7 2
2
1
2,0 2
2
1
2,0 2
2
2
1,7 2
1
1
2,3 2
3
3
1,3 1
2
1
1,7 2
2
1
1,7 2
1
2
1,7 2
2
1
2,0 1
2
2
2,0 2
2
2
1,7 2
1
1
2,3 2
2
1
2,3 2
2
2
1,7 1
2
1
2,3 2
2
2
2,3 1
2
3
1,7 2
2
1
2,3 1
2
2
1,3 2
2
1
1,3 1
1
1
1,7 2
1
1
2,7 3
2
2
2,7 3
2
2
2,3 2
3
2
1,7 2
1
1
1,7 1
2
2
1,3 2
1
2
1,7 2
1
2
2,0 1
2
1
2,0 2
2
2
2,0 2
2
3
2,3 2
2
2
2,3 2
2
2
2,0 1
2
1
2,0 2 1,8 1,7
KURANG

KURANG

CUKUP

RATARATA

II III

2
2
2
3
2
2
3
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
1
2
2
2
2
3
1
2
1
2
2
3
2
1
2
1
2
2
1
2
2
1
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
3
2
3
2
2
2
1
3
2
2
2
2
3
2
2
1
2
2
3
2
1
1
1
1
2
2
2
1
2
3
3
3
2
3
2
3
2
1
2
2
2
2
1
1
2
1
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
2
2
3
2
2
2
2
2 2,1 1,8

KURANG

RATARATA

2,0
2,3
1,7
2,3
1,3
1,7
1,7
1,7
1,7
2,7
1,3
2,0
1,3
2,0
2,3
2,3
1,3
2,3
2,0
1,7
2,3
2,3
1,7
2,7
1,7
1,3
1,7
2,3
2,3
2,0
1,7
1,7
1,7
1,7
1,7
2,3
2,0
2,0
2,0
2,0
1,9

CUKUP

CUKUP

KURANG

KURANG

II III

KURANG

CUKUP

2
2
2
2
2
2
3
3
1
3
2
3
1
2
2
2
3
2
3
2
2
2
3
2
1
1
1
2
2
2
1
1
1
2
2
3
3
2
2
1

1,7
2
2
2
2,3
2
2
3
2,3
2
1
2
2,0
3
2
2
2,0
1
1
2
2,0
2
2
1
2,7
2
2
1
2,3
2
2
1
1,3
2
2
1
2,7
3
2
3
1,7
1
1
2
2,3
2
1
3
1,7
1
1
2
2,0
1
2
3
2,7
2
2
3
2,3
3
2
2
2,3
1
2
1
2,0
2
2
3
2,3
2
2
2
2,0
2
1
2
2,7
2
2
3
2,7
2
2
3
2,3
1
2
2
2,7
3
3
2
1,3
1
2
2
1,7
2
1
1
1,7
1
2
2
2,3
2
2
3
2,3
2
3
2
2,3
2
2
2
1,7
2
1
2
1,7
1
2
2
1,3
2
1
2
2,0
1
2
2
1,7
1
2
2
2,3
2
3
2
2,3
2
2
2
2,3
2
2
2
2,0
2
2
2
1,7
2
2
2
2,1 1,8 1,9 2,1
CUKUP

II III

RATARATA

CUKUP

2,3
1
2
2,0
3
2
2,0
3
2
2,7
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
1,7
3
2
2,3
2
2
2,0
1
2
2,7
2
3
2,0
1
2
2,3
2
2
1,7
2
2
2,0
2
2
2,3
3
3
2,3
2
3
1,7
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
1,7
3
1
2,7
3
3
2,7
3
3
2,0
2
2
2,7
3
3
1,7
1
2
1,7
2
2
1,7
2
2
2,3
2
3
2,0
2
3
2,3
3
2
2,0
2
2
2,0
2
2
1,7
2
1
2,3
2
2
1,7
2
1
2,7
2
2
2,3
2
2
2,0
2
3
2,0
2
2
2,0
2
2
2,1 2,1 2,2
CUKUP

KURANG

CUKUP

RATARATA

II III

CUKUP

2,0
2
2
3
2,3
2
2
2
2,0
2
2
2
2,0
3
3
2
1,7
2
2
2
2,3
2
2
2
1,7
2
2
1
2,0
2
3
2
2,0
2
2
2
2,3
3
3
2
1,3
3
2
1
1,7
2
2
3
1,3
2
2
1
2,3
2
2
2
1,7
3
2
2
2,0
3
2
2
1,7
2
1
2
1,7
2
2
2
2,3
2
2
2
1,7
2
2
1
2,3
3
2
3
2,3
3
3
2
1,7
3
1
2
2,7
3
3
2
1,7
2
2
1
2,0
2
2
1
2,3
2
1
2
2,7
2
3
2
2,0
2
2
2
2,0
3
2
2
1,7
2
2
2
1,7
3
2
1
1,3
2
2
1
2,0
2
3
2
2,0
2
1
2
2,3
3
3
2
2,7
3
2
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
1,7
2
2
2
2,0 2,3 2,1 1,9
CUKUP

2
2
2
3
2
2
2
2
2
1
2
3
2
1
2
2
2
3
2
3
1
2
2
1
1
2
2
3
1
2
2
2
2
2
2
1
3
2
2
2
2
2
3
2
1
2
3
3
2
1
2
2
2
3
3
3
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
3
2
2
3
2
2
2
2
2
1
2 2,1

RATARATA

II III

KURANG

2,3
2
2,3
2
2,0
2
2,3
2
1,7
2
2,3
2
2,0
2
2,3
2
2,0
1
2,3
2
1,7
1
2,0
2
1,7
1
2,7
2
2,3
2
2,3
2
2,0
1
2,0
2
2,3
2
2,0
1
2,7
3
2,3
2
2,3
2
2,7
2
2,3
2
2,3
2
2,3
2
2,7
2
2,3
2
2,3
2
2,0
1
2,3
1
2,0
1
2,0
2
2,3
2
2,7
2
2,7
3
2,0
2
2,0
2
2,0
2
2,2 1,9

CUKUP

CUKUP

CUKUP

KRIT ERIA

CUKUP

2
3
1 IM - 001 2
2
2
2 IM - 002 3
2
2
3 IM - 003 2
3
2
4 IM - 004 2
2
2
5 IM - 005 1
3
2
6 IM - 006 2
2
2
7 IM - 007 2
2
3
8 IM - 008 2
2
3
9 IM - 009 1
2
3
10 IM - 010 2
1
2
11 IM - 011 2
2
2
12 IM - 012 2
1
2
13 IM - 013 2
3
3
14 IM - 014 2
2
2
15 IM - 015 3
3
2
16 IM - 016 2
2
2
17 IM - 017 2
2
2
18 IM - 018 2
2
3
19 IM - 019 2
2
2
20 IM - 020 2
2
3
21 IM - 021 3
3
2
22 IM - 022 2
2
2
23 IM - 023 3
3
2
24 IM - 024 3
2
3
25 IM - 025 2
3
2
26 IM - 026 2
2
3
27 IM - 027 2
3
3
28 IM - 028 2
2
3
29 IM - 029 2
2
2
30 IM - 030 3
2
2
31 IM - 031 2
2
3
32 IM - 032 2
2
2
33 IM - 033 2
2
2
34 IM - 034 2
3
2
35 IM - 035 2
3
3
36 IM - 036 2
3
2
37 IM - 037 3
2
2
38 IM - 038 2
2
2
39 IM - 039 2
2
2
40 IM - 040 2
RATA-RAT A 2,1 2,2 2,3

CUKUP

II III

KURANG

2
RATARATA

KODE
SISWA

CUKUP

NO

ASPEK

208

REKAPITULASI DATA NILAI AKTIVITAS SISWA

RATARATA

23,3
20,7
22,7
22,0
22,0
20,7
23,3
18,0
21,3
24,7
22,7
19,3
18,7
18,7
21,0
20,3
23,3
24,0
25,0
21,3
23,7
20,3
19,0
23,7
18,3
22,7
20,3
21,7
21,0
20,3
24,0
22,3
18,7
22,7
20,3
19,0
21,0
21,7
24,0
24,0
21,5

KURANG

CUKUP

CUKUP

II III

CUKUP

CUKUP

RATARATA

10

KURANG

II III

KURANG

KURANG

RATARATA

KURANG

KURANG

CUKUP

2,0
3
2
2 2,33
2
2
2
2
2,0
2
2
2
2
3
2
2 2,33
2,0
2
1
2 1,67
2
2
2
2
2,3
2
2
2
2
2
3
3 2,67
2,3
2
1
2 1,67
3
3
3
3
2,0
1
2
2 1,67
3
3
3
3
2,0
2
2
2
2
3
2
3 2,67
2,0
1
1
1
1
2
2
2
2
2,0
2
2
2
2
2
3
2 2,33
2,0
2
2
2
2
3
3
3
3
2,0
2
2
2
2
3
3
2 2,67
1,7
2
2
1 1,67
2
2
2
2
2,0
2
1
2 1,67
2
2
2
2
1,3
2
1
2 1,67
2
2
2
2
2,0
2
2
2
2
2
3
2 2,33
2,0
2
2
2
2
2
2
3 2,33
2,0
2
2
2
2
2
2
3 2,33
2,0
2
2
2
2
3
3
3
3
2,3
2
2
3 2,33
2
3
2 2,33
2,0
2
2
2
2
3
2
3 2,67
2,0
2
2
2
2
2
2
3 2,33
1,7
1
2
1 1,33
3
3
2 2,67
1,7
1
2
1 1,33
2
2
2
2
2,0
2
2
2
2
2
3
3 2,67
1,7
2
1
1 1,33
2
3
2 2,33
2,0
2
2
2
2
3
3
3
3
2,0
2
2
1 1,67
2
3
3 2,67
2,0
2
3
2 2,33
2
3
2 2,33
2,0
2
2
2
2
3
3
2 2,67
2,0
2
2
2
2
2
2
3 2,33
2,0
2
2
2
2
3
2
2 2,33
2,3
2
2
1 1,67
2
2
3 2,33
1,7
1
2
2 1,67
2
2
2
2
2,3
1
1
2 1,33
2
2
3 2,33
2,0
2
2
1 1,67
3
2
2 2,33
1,7
2
1
2 1,67
2
2
2
2
2,0
2
2
2
2
2
2
2
2
2,0
2
2
2
2
2
3
3 2,67
2,0
2
1
2 1,67
3
2
3 2,67
2,3
2
2
2
2
3
3
2 2,67
2,0 1,9 1,8 1,8 1,83 2,4 2,5 2,5 2,43

II III

2
2
2
2
2
2
2
2
3
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
2
1
3
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2 1,9

CUKUP

2
2
2
3
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
3
2
2
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
2
CUKUP

2,0
2,0
2,3
2,0
2,0
2,0
2,0
1,7
2,0
2,3
2,3
2,0
2,0
1,7
2,0
2,0
2,0
2,3
2,0
2,0
2,3
2,0
2,0
2,3
2,0
2,0
2,0
2,0
2,0
2,0
2,0
2,7
2,0
2,3
2,0
2,3
2,0
2,0
2,0
2,3
2,1

CUKUP

RATARATA

II III

CUKUP

2,3
2
2
2
2,0
2
2
2
3,0
2
3
2
2,0
2
2
2
2,3
2
2
2
2,0
2
2
2
2,3
2
2
2
1,7
1
2
2
2,0
2
2
2
2,7
2
3
2
2,7
2
3
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,0
1
2
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,3
2
2
2
2,7
2
2
3
2,7
2
2
2
2,3
2
2
2
2,0
3
2
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,7
2
2
3
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,3
2
2
2
2,0
3
3
2
2,0
2
2
2
2,0
3
2
2
2,0
2
2
2
1,7
3
2
2
2,0
2
2
2
2,3
2
2
2
2,3
2
2
2
2,0
2
2
3
2,2 2,1 2,1 2,1
CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

2
2
3
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
2
2
2
2
2
3
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2

RATARATA

II III

2,7
3
2
2,0
2
2
2,0
3
3
2,0
2
2
2,0
2
3
2,0
2
2
2,0
3
2
1,7
2
2
2,3
2
2
2,3
3
3
2,3
3
3
2,0
2
2
1,7
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
2,3
3
2
2,3
2
3
3,0
3
3
2,0
3
2
2,7
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
2,0
3
2
1,7
2
2
2,3
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
2,3
3
2
2,3
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
2,0
2
2
1,7
2
2
2,0
2
2
2,3
3
2
2,7
2
3
2,3
2
2
2,1 2,3 2,2

JUMLAH
SKOR
RATARATA

CUKUP

CUKUP

II III

RATARATA

CUKUP

II III

RATARATA

3,0
2
3
3 2,7
2
3
3
2,0
3
2
2 2,3
2
2
2
2,7
2
3
2 2,3
2
2
2
2,3
2
3
2 2,3
2
2
2
2,3
2
3
2 2,3
2
2
2
2,0
2
2
2 2,0
2
2
2
2,3
3
3
3 3,0
2
2
2
2,0
2
2
2 2,0
2
2
1
2,3
2
2
3 2,3
2
2
3
2,3
3
2
3 2,7
2
3
2
2,0
2
2
2 2,0
2
3
2
2,0
2
2
2 2,0
2
2
2
1,7
2
2
1 1,7
1
2
2
2,0
2
2
2 2,0
2
2
2
2,3
3
2
2 2,3
2
2
2
2,0
2
2
2 2,0
2
2
2
2,7
3
3
2 2,7
2
3
2
2,3
2
3
2 2,3
2
3
2
2,7
3
3
2 2,7
3
3
3
2,0
3
2
2 2,3
2
2
2
2,7
3
3
3 3,0
2
3
3
2,0
2
2
3 2,3
2
2
2
2,0
2
2
2 2,0
2
2
2
2,7
3
3
2 2,7
2
2
2
1,7
2
2
1 1,7
2
1
2
2,3
2
2
3 2,3
2
2
3
2,0
2
2
2 2,0
2
2
2
2,3
3
2
2 2,3
2
2
2
2,0
2
2
2 2,0
2
2
2
2,0
2
2
2 2,0
2
2
2
3,0
3
3
3 3,0
3
2
2
2,3
2
2
2 2,0
3
2
2
2,0
2
2
2 2,0
2
2
2
2,7
3
3
2 2,7
2
2
2
2,0
3
2
2 2,3
2
2
2
2,0
2
2
1 1,7
2
2
1
2,0
2
2
3 2,3
2
2
2
2,3
2
2
2 2,0
2
2
3
3,0
2
3
2 2,3
3
3
2
2,7
3
3
2 2,7
2
2
3
2,3 2,4 2,4 2,2 2,3 2,1 2,2 2,1
CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

3
2
2
2
2
2
2
2
3
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
1
2
3
2
2
2
2
2
2
2
3
2

RATARATA

II III

CUKUP

2
2
2 2,0
3
3
2
2
2 2,0
2
2
2
2
3 2,3
3
3
2
2
2 2,0
2
3
2
2
2 2,0
2
3
2
2
2 2,0
2
2
2
3
2 2,3
2
3
2
2
2 2,0
2
2
2
2
2 2,0
2
2
2
2
3 3,0
3
2
2
2
2 2,0
2
2
2
2
2 2,0
2
2
2
2
2 2,0
2
2
2
2
2 2,0
2
2
2
2
2 2,0
3
2
2
2
2 2,0
2
2
2
2
3 2,3
3
3
3
2
2 2,3
2
3
3
2
2 2,3
3
3
2
2
2 2,0
2
2
2
2
2 2,0
3
3
2
2
2 2,0
2
2
1
2
2 1,7
2
2
2
2
3 2,3
3
3
2
2
2 2,0
2
2
2
3
2 2,3
2
3
2
2
2 2,0
2
2
2
2
2 2,0
3
2
2
2
2 2,0
3
2
2
2
2 2,0
2
2
2
2
3 2,3
3
3
2
2
2 2,0
3
2
1
1
2 1,3
2
2
3
2
2 2,3
3
3
2
2
2 2,0
2
2
2
2
2 2,0
2
2
2
3
2 2,3
2
2
2
2
2 2,0
2
3
2
3
3 2,7
3
3
2
3
2 2,3
3
3
2 2,1 2,2 2,1 2,4 2,4

CUKUP

II III

RATARATA

CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

KRIT ERIA

CUKUP

2
3
2 2,3
1 IM - 001
2
2
2 2,0
2 IM - 002
2
2
3 2,3
3 IM - 003
2
3
2 2,3
4 IM - 004
2
2
2 2,0
5 IM - 005
2
2
2 2,0
6 IM - 006
3
2
3 2,7
7 IM - 007
2
2
2 2,0
8 IM - 008
2
2
2 2,0
9 IM - 009
2
3
2 2,3
10 IM - 010
2
3
3 2,7
11 IM - 011
2
2
2 2,0
12 IM - 012
2
2
2 2,0
13 IM - 013
2
2
2 2,0
14 IM - 014
2
2
2 2,0
15 IM - 015
2
2
2 2,0
16 IM - 016
3
2
3 2,7
17 IM - 017
3
2
3 2,7
18 IM - 018
3
2
3 2,7
19 IM - 019
2
2
2 2,0
20 IM - 020
3
2
3 2,7
21 IM - 021
2
3
2 2,3
22 IM - 022
2
2
3 2,3
23 IM - 023
3
2
2 2,3
24 IM - 024
2
2
2 2,0
25 IM - 025
3
2
2 2,3
26 IM - 026
2
2
2 2,0
27 IM - 027
3
2
2 2,3
28 IM - 028
2
2
3 2,3
29 IM - 029
2
2
2 2,0
30 IM - 030
2
3
3 2,7
31 IM - 031
3
2
3 2,7
32 IM - 032
2
2
2 2,0
33 IM - 033
2
3
3 2,7
34 IM - 034
2
2
2 2,0
35 IM - 035
3
2
2 2,3
36 IM - 036
2
2
3 2,3
37 IM - 037
2
2
2 2,0
38 IM - 038
2
3
3 2,7
39 IM - 039
2
3
3 2,7
40 IM - 040
RAT A-RAT A 2,3 2,2 2,4 2,3

CUKUP

II III

CUKUP

2
RATARATA

NO

ASPEK
1

KODE
SISWA

KRITERIA

TAHAP IMPLEMENTASI
PERTEMUAN KE - 2

CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
TINGGI
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
TINGGI
TINGGI
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
TINGGI
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
TINGGI
TINGGI
CUKUP

209

REKAPITULASI DATA NILAI AKTIVITAS SISWA

ASPEK
RATARATA

II III

CUKUP

CUKUP

CUKUP

CUKUP

2 2,33
2
3
3 2,67
2
2
3
3
2 2,67
1 2,33
2
3
2 2,33
1 1,67
3
2
3 2,67
1 1,67
3
3
2 2,67
2 1,67
3
3
3
3
2
2
3
3
3
3
2 1,67
3
3
2 2,67
1 1,67
3
3
3
3
1 1,67
3
3
2 2,67
1 1,67
3
2
2 2,33
2
2
3
3
2 2,67
1 1,33
3
2
2 2,33
2 1,67
2
2
2
2
1 1,33
3
3
3
3
1 1,67
3
2
2 2,33
1 1,67
3
3
3
3
2
2
3
3
3
3
2
2
3
3
3
3
3 2,33
3
2
2 2,33
1 1,67
3
3
2 2,67
1 1,67
3
3
3
3
2
2
2
2
3 2,33
2
2
3
3
2 2,67
1 1,33
3
2
3 2,67
1
2
3
3
2 2,67
2
2
3
3
3
3
2
2
3
3
3
3
2
2
2
3
2 2,33
2 1,67
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
2 2,33
3
2
2 2,33
2
2
2
3
2 2,33
2
2
2
3
2 2,33
2
2
3
3
2 2,67
2
2
3
2
3 2,67
2
2
3
3
2 2,67
2 2,33
2
3
2 2,33
2
2
3
3
3
3
2 2,33
3
3
3
3
1,7 1,89 2,8 2,7 2,5 2,65
KURANG

2
2
3
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
3
2
2
2
2
2
3
2
2
2
2
2
3
2
2

10
RATARATA

II III
3
2
3
2
2
2
2
1
2
2
2
2
1
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3

KURANG

CUKUP

2,7
2,0
2,3
2,3
2,7
2,3
2,0
2,3
2,7
2,3
1,7
2,0
1,7
2,0
1,7
2,0
2,7
2,3
2,0
2,3
2,0
2,0
2,3
2,3
2,0
2,3
2,0
2,0
2,0
2,0
2,0
2,3
2,0
2,3
2,0
2,3
2,3
2,0
2,3
2,7
2,2

KURANG

CUKUP

CUKUP

RATARATA

II III

CUKUP

2,3
2
3
3
2,3
2
2
2
2,3
2
3
2
2,0
2
3
2
2,3
3
2
3
2,0
2
3
2
2,3
2
2
2
2,0
2
2
3
2,0
2
3
3
2,7
2
3
2
2,3
2
2
1
2,3
2
2
2
2,0
2
1
2
1,7
2
2
2
2,0
2
1
2
2,3
2
2
2
2,0
3
2
3
2,3
2
2
3
2,0
2
2
2
2,0
2
2
3
2,3
2
2
2
2,3
2
2
2
2,0
2
2
3
2,7
2
3
2
2,0
2
2
2
2,3
3
2
2
2,7
2
2
2
2,7
2
2
2
2,0
2
2
2
2,7
2
2
2
2,3
2
2
2
2,3
2
2
3
2,0
2
2
2
2,0
2
2
3
2,0
2
2
2
2,3
2
3
2
2,3
2
3
2
2,3
2
2
2
3,0
2
2
3
2,3
3
2
3
2,3 2,1 2,2 2,3
CUKUP

CUKUP

CUKUP

RATARATA

II III

CUKUP

2,7
2
2
3
2,0
3
2
2
2,3
2
2
3
2,0
2
2
2
3,0
2
3
2
2,0
2
2
2
2,3
3
2
2
2,3
2
2
2
2,0
2
2
2
2,3
2
3
3
2,3
2
2
3
2,0
2
2
3
1,7
2
2
2
2,0
1
2
2
2,3
2
2
2
2,0
2
2
3
2,7
2
2
2
2,7
2
3
2
2,7
2
2
2
2,0
2
2
2
2,7
2
2
3
2,0
2
3
2
2,0
2
2
2
2,3
2
3
3
2,3
2
2
2
2,3
2
2
3
2,3
3
2
3
2,3
3
3
2
2,7
2
2
2
2,7
3
3
2
2,3
2
3
2
2,7
3
2
2
2,0
2
2
2
2,3
2
2
2
2,7
2
2
2
2,0
2
3
2
2,3
3
2
2
2,7
3
2
2
2,7
3
3
3
2,7
2
2
3
2,3 2,2 2,3 2,3
CUKUP

CUKUP

CUKUP

RATARATA

II III

CUKUP

2,3
3
2
3
2,7
2
2
2
2,3
3
2
2
2,3
2
2
2
2,0
3
3
3
2,0
2
2
2
2,7
3
2
2
2,0
3
2
2
2,0
2
2
2
2,3
2
3
2
2,3
2
3
2
2,3
2
2
2
2,0
2
1
2
2,0
2
2
2
2,0
2
3
2
2,0
2
2
2
2,3
3
2
3
2,3
3
3
2
2,3
3
2
3
2,3
2
2
2
2,3
3
3
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,0
3
2
2
2,0
2
3
2
2,3
2
3
2
2,3
2
2
3
2,3
3
2
2
2,3
3
3
2
2,3
2
3
3
2,7
3
2
2
2,7
3
2
3
2,3
2
2
2
2,3
2
2
3
2,7
3
2
3
2,0
2
2
2
2,7
3
2
2
2,7
3
3
2
2,7
2
3
3
2,7
3
2
3
2,3 2,5 2,3 2,3
CUKUP

CUKUP

CUKUP

RATARATA

II III

CUKUP

2,3
2
3
2
2,7
3
2
3
2,3
2
2
3
2,3
2
2
3
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,7
2
3
3
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,3
2
2
3
3,0
2
3
2
2,3
2
2
3
2,3
2
2
2
2,7
2
2
2
2,0
2
2
2
2,7
2
2
2
2,3
2
2
3
2,7
2
3
2
2,3
2
2
3
2,7
2
3
2
3,0
2
3
2
2,0
2
2
2
2,7
2
2
2
2,3
2
2
2
2,0
2
2
2
2,7
2
2
3
2,3
3
2
2
2,3
2
3
2
2,3
2
2
3
2,7
3
2
2
2,3
3
2
3
2,7
2
3
3
2,0
2
2
3
2,3
2
3
2
3,0
3
3
2
3,0
2
2
2
2,7
2
3
3
2,7
2
3
3
2,7
3
3
2
2,3
2
3
3
2,4 2,2 2,4 2,4
CUKUP

CUKUP

CUKUP

RATARATA

II III

CUKUP

2,7
3
2
2
2,0
3
2
3
2,3
2
2
3
2,0
2
3
2
2,7
2
2
2
2,3
2
2
2
2,3
2
3
3
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
3,0
2
3
2
2,7
3
3
3
2,3
2
3
2
2,7
3
2
2
2,0
3
3
2
3,0
2
2
2
2,3
2
3
3
2,7
3
2
2
2,7
3
2
3
2,7
3
2
2
2,7
3
3
2
3,0
3
3
3
2,0
2
2
2
2,0
2
3
3
2,7
3
2
2
2,3
2
2
2
3,0
3
2
3
3,0
2
3
2
3,0
2
2
3
2,3
2
3
2
2,3
3
3
2
3,0
3
2
2
2,7
3
3
2
2,0
2
2
2
2,7
2
3
2
3,0
3
3
3
2,3
3
3
3
2,7
2
3
3
2,7
3
2
3
3,0
3
3
2
2,7
3
2
2
2,5 2,5 2,5 2,4
CUKUP

CUKUP

CUKUP

RATARATA

II III

CUKUP

2,3
3
3
2
2,3
2
2
2
2,7
2
3
2
2,0
2
2
2
2,3
3
3
2
1,7
2
3
2
2,7
3
2
2
1,3
2
2
2
2,3
2
2
2
2,3
3
3
3
3,0
2
3
3
2,3
2
3
2
2,3
3
3
2
2,0
2
2
2
1,7
3
3
3
2,3
2
2
3
2,7
2
3
3
2,0
3
3
2
3,0
3
3
2
2,7
3
3
2
2,7
3
3
3
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,3
3
3
2
2,0
2
3
2
2,0
3
3
3
3,0
3
3
3
3,0
3
3
3
2,0
3
2
2
2,3
3
2
2
3,0
3
3
3
2,3
3
3
2
2,3
2
2
2
2,7
3
3
2
2,7
3
3
3
2,7
3
2
2
2,0
3
3
2
2,0
3
2
3
2,0
3
3
3
2,3
2
3
3
2,3 2,6 2,7 2,4
CUKUP

CUKUP

RATARATA

II III

CUKUP

2,3
2
3
2
2,3
2
3
2
2,7
3
2
3
2,7
2
2
2
3,0
2
2
3
2,0
2
2
1
3,0
3
3
2
2,0
2
1
1
2,3
2
2
3
3,0
2
2
3
3,0
3
3
3
2,3
3
2
2
2,3
2
2
3
2,7
2
2
2
3,0
2
2
1
2,7
2
3
2
2,7
3
3
2
2,7
2
2
2
3,0
3
3
3
3,0
3
2
3
2,7
3
2
3
2,3
2
2
2
2,3
2
2
2
3,0
2
2
3
2,0
2
2
2
2,3
2
2
2
2,3
3
3
3
2,3
3
3
3
2,3
2
2
2
2,0
2
2
3
2,7
3
3
3
2,3
2
3
2
2,0
2
2
3
2,0
3
2
3
2,0
2
3
3
2,3
3
3
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,0
2
2
2
2,3
2
3
2
2,5 2,3 2,3 2,4
CUKUP

CUKUP

CUKUP

KRIT ERIA

CUKUP

2
2
3
1 IM - 001
2
3
2
2 IM - 002
3
3
2
3 IM - 003
3
3
2
4 IM - 004
2
2
3
5 IM - 005
2
2
2
6 IM - 006
3
3
3
7 IM - 007
2
2
2
8 IM - 008
2
2
3
9 IM - 009
3
3
3
10 IM - 010
3
3
3
11 IM - 011
3
2
2
12 IM - 012
2
3
2
13 IM - 013
3
3
2
14 IM - 014
3
3
3
15 IM - 015
3
3
2
16 IM - 016
3
3
2
17 IM - 017
2
3
3
18 IM - 018
3
3
3
19 IM - 019
3
3
3
20 IM - 020
3
2
3
21 IM - 021
2
3
2
22 IM - 022
2
3
2
23 IM - 023
3
3
3
24 IM - 024
2
2
2
25 IM - 025
2
3
2
26 IM - 026
2
2
3
27 IM - 027
3
2
2
28 IM - 028
2
2
3
29 IM - 029
2
2
2
30 IM - 030
3
3
2
31 IM - 031
3
2
2
32 IM - 032
2
2
2
33 IM - 033
2
2
2
34 IM - 034
2
2
2
35 IM - 035
2
3
2
36 IM - 036
2
2
2
37 IM - 037
2
2
2
38 IM - 038
2
2
2
39 IM - 039
2
3
2
40 IM - 040
RAT A-RAT A 2,4 2,5 2,4

CUKUP

II III

CUKUP

2
RATARATA

KODE

NO SISWA

JUMLAH
SKOR
RATARATA

24,7
23,0
24,0
22,0
24,3
21,0
25,0
20,3
22,0
24,7
24,3
22,7
20,7
20,7
22,0
22,3
24,7
24,7
25,0
24,3
25,0
21,3
21,7
24,3
20,7
24,0
25,0
25,0
22,3
22,7
25,3
24,7
21,0
23,0
24,7
23,7
23,7
23,7
25,3
25,3
23,4

KRITERIA

TAHAP IMPLEMENTASI
PERTEMUAN KE - 3

TINGGI
CUKUP
TINGGI
CUKUP
TINGGI
CUKUP
TINGGI
CUKUP
CUKUP
TINGGI
TINGGI
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
CUKUP
TINGGI
TINGGI
TINGGI
TINGGI
TINGGI
CUKUP
CUKUP
TINGGI
CUKUP
TINGGI
TINGGI
TINGGI
CUKUP
CUKUP
TINGGI
TINGGI
CUKUP
CUKUP
TINGGI
CUKUP
CUKUP
CUKUP
TINGGI
TINGGI
CUKUP

210
Lampiran 9.14
ANALISIS ANGKET RESPON SISWA DAN PERHITUNGAN RELIABILITAS
TERHADAP INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
2

NAMA
IM-001
IM-002
IM-003
IM-004
IM-005
IM-006
IM-007
IM-008
IM-009
IM-010
IM-011
IM-012
IM-013
IM-014
IM-015
IM-016
IM-017
IM-018
IM-019
IM-020
IM-021
IM-022
IM-023
IM-024
IM-025
IM-026
IM-027
IM-028
IM-029
IM-030
IM-031
IM-032
IM-033
IM-034
IM-035
IM-036
IM-037
IM-038
IM-039
IM-040

135,88
R11 0,9715
St

2
3
4
5
6
7
3
3
3
3
3
1
3
3
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
2
0
3
3
3
3
3
1
2
2
3
1
1
3
2
3
3
3
3
3
4
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
2
2
0
3
3
3
3
3
1
2
3
3
2
3
2
2
1
2
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
1
2
2
3
1
1
3
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
4
2
4
3
4
2
2
2
3
4
4
4
3
2
3
3
3
3
3
3
3
2
2
3
3
3
2
2
3
3
3
3
3
4
2
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
2
3
4
2
3
3
3
3
3
4
3
2
3
3
4
4
4
2
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
2
2
1
3
3
3
3
3
3
4
2
3
3
3
3
3
3
1
3
3
3
3
3
3
2
3
4
4
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
2
3
2
2
4
2
4
4
4
3
2
4
4
4
4
4
3
2
3
3
3
4
3
4
2
2
4
4
3
3
3
2
3
3
4
4
4
3
2
2
3
3
3
2
2
2
3
3
3
3
3
3
3
104
116
125
116
117
117
89
10816 13456 15625 13456 13689 13689 7921
2

S1

S 2

S3

S4

S 5

S6

S 7

9
10
11
12 JUMLAH RESPON SISWA NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9 10 11 12
3
3
3
3
4
35 TINGGI
1 1225
9
9
9
9
9
1
9
9
9
9
9 16
1
3
3
2
3
29 CUKUP
2
841
9
4
4
4
4
9
9
1
9
9
4
9
2
3
3
2
4
34 TINGGI
3 1156
9
9
9
9
9
9
4
4
9
9
4 16
2
3
3
3
3
30 CUKUP
4
900
0
9
9
9
9
9
1
4
9
9
9
9
2
1
1
1
1
20 RENDAH
5
400
4
4
9
1
1
9
4
4
1
1
1
1
3
3
2
3
4
36 TINGGI
6 1296
9
9
9
9
9 16
4
9
9
4
9 16
2
3
2
2
3
26 CUKUP
7
676
4
4
4
4
4
4
4
4
9
4
4
9
2
3
2
3
3
32 TINGGI
8 1024
9
9
9
9
9
4
4
4
9
4
9
9
2
3
3
3
3
30 CUKUP
9
900
0
9
9
9
9
9
1
4
9
9
9
9
2
2
2
2
1
26 CUKUP
10
676
4
9
9
4
9
4
4
4
4
4
4
1
3
2
2
2
2
25 CUKUP
11
625
1
4
4
4
4
4
9
9
4
4
4
4
2
3
3
3
1
31 TINGGI
12
961
9
9
9
9
9
9
1
4
9
9
9
1
2
1
1
1
1
20 RENDAH
13
400
4
4
9
1
1
9
4
4
1
1
1
1
2
3
2
3
3
33 TINGGI
14 1089
4
9
9
9
9
9
9
4
9
4
9
9
1
2
3
3
3
32 TINGGI
15 1024
9
9
9
9
9
9
4
1
4
9
9
9
2
3
3
2
3
34 TINGGI
16 1156 16
4 16
9 16
4
4
4
9
9
4
9
2
3
3
3
3
36 TINGGI
17 1296
4
9 16 16 16
9
4
4
9
9
9
9
2
3
3
3
3
35 TINGGI
18 1225
9
9
9
9
9
9
9
4
9
9
9
9
3
3
3
3
4
33 TINGGI
19 1089
4
4
9
9
9
4
4
9
9
9
9 16
2
4
4
4
4
39 TINGGI
20 1521
9
9
9
9
9 16
4
4 16 16 16 16
3
4
4
4
4
46 SANGAT TINGGI 21 2116 16 16 16 16 16 16
9
9 16 16 16 16
2
3
2
3
2
32 TINGGI
22 1024
9
9
9
9
4
9
9
4
9
4
9
4
1
2
2
2
2
29 CUKUP
23
841
9
9
9
4
9 16
4
1
4
4
4
4
3
4
3
3
3
38 TINGGI
24 1444
9
9
9
9
9 16
9
9 16
9
9
9
2
4
3
3
4
38 TINGGI
25 1444
4
9
9 16 16 16
4
4 16
9
9 16
3
3
4
4
4
39 TINGGI
26 1521
9
9
9
9
9
9
9
9
9 16 16 16
2
2
2
2
1
25 CUKUP
27
625
4
9
9
4
4
1
9
4
4
4
4
1
2
3
3
4
2
35 TINGGI
28 1225
9
9
9
9
9 16
4
4
9
9 16
4
1
2
3
3
3
31 TINGGI
29
961
9
9
9
9
9
9
1
1
4
9
9
9
2
3
3
3
3
34 TINGGI
30 1156
9
9
9
9
9
9
4
4
9
9
9
9
2
3
3
3
4
39 TINGGI
31 1521
9 16 16
9
9 16
9
4
9
9
9 16
3
3
3
3
4
37 TINGGI
32 1369
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9
9 16
3
3
3
3
3
32 TINGGI
33 1024
4
9
9
4
9
4
4
9
9
9
9
9
2
3
2
4
3
37 TINGGI
34 1369 16
4 16 16 16
9
4
4
9
4 16
9
2
3
4
4
4
42 SANGAT TINGGI 35 1764 16 16 16 16 16
9
4
4
9 16 16 16
2
3
3
3
4
37 TINGGI
36 1369
9
9
9 16
9 16
4
4
9
9
9 16
2
3
3
4
4
37 TINGGI
37 1369
4 16 16
9
9
9
4
4
9
9 16 16
2
3
4
3
2
37 TINGGI
38 1369
9
9 16 16 16
9
4
4
9 16
9
4
1
1
1
2
2
24 CUKUP
39
576
4
9
9
9
4
4
4
1
1
1
4
4
2
3
4
4
4
38 TINGGI
40 1444
9
9
9
9
9
9
9
4
9 16 16 16
84
112
110
115
118
1323
45011 302 348 401 358 363 367 213 190 334 328 355 388
7056 12544 12100 13225 13924 1750329
8

S8

S9

S 10

S 11

S 12

S i

1,37 1,088 1,195 1,311 1,307 1,396 0,82 0,738 1,228 1,314 1,358 1,746 14,8711

211
Lampiran 10

212
Lampiran 11

213
Lampiran 12
DOKUMENTASI PENELITIAN

Pra Uji Coba Soal di Kelas XII IPA 1

Uji Coba Skala Kecil Ekstrakurikuler Olimpiade

Tahap Implementasi Kelas XI IPA 3