Anda di halaman 1dari 16

PRESENTASI KASUS

GANGGUAN MENTAL NON ORGANIK DENGAN CIRI PSIKOTIK

DISUSUN OLEH:
Fadly Carnady Lase

112015010

DOKTER PEMBIMBING:
Dr. Elly Tania, SpKJ

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT JIWA


PANTI SOSIAL BINA INSAN BANGUN DAYA 1
PERIODE 16 NOVEMBER 19 DESEMBER 2015
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA


Jl. Terusan Arjuna No. 6, Kebon Jeruk. Jakarta-Barat
KEPANITERAAN KLINIK
STATUS ILMU JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
Hari/Tanggal Ujian / Presentasi Kasus : 15 Desember 2015
SMF ILMU JIWA
PANTI BINA INSAN BANGUN DAYA 1 JAKARTA BARAT

Nomor rekam medis


Nama pasien
Masuk panti pada tanggal
Rujukan/datang sendiri/dengan keluarga
Riwayat Perawatan
I.

II.

:: Tn. F
: 01 Desember 2015
: Dibawa oleh Dinas Sosial DKI
:-

IDENTITAS
Nama

: Tn. F

Tempat dan tanggal lahir

: Jakarta, 14 Mei 1971

Jenis kelamin

: Laki-laki

Usia

: 44 tahun

Agama

: Islam

Pendidikan

: Tamat SMA

Suku bangsa

: Betawi

Alamat

: Jl. Kampung Rambutan

Status perkawinan

: Sudah menikah

Pekerjaan

: Serabutan

Tanggal pemeriksaan

: 11 Desember 2015

RIWAYAT PSIKIATRI
Dilakukan autoanamnesis pada tanggal 12 Desember 2015 jam 13.00 WIB

A. KELUHAN UTAMA
Pasien dibawa oleh dinas sosial DKI saat sedang merokok di tepi jalan sekitar JDC.
B. RIWAYAT GANGGUAN SEKARANG

Pasien masuk Panti Sosial Bina Insan sejak 2 minggu yang lalu dibawa oleh petugas dinas
sosial DKI. Pasien mengatakan ini merupakan pertama kalinya pasien dibawa ke panti.
Pasien mengatakan sebelum dibawa oleh petugas dinas sosial DKI, pasien sedang duduk
sambil merokok di sekitaran JDC. Pasien datang ke JDC dari rumah pasien di kampung
rambutan menggunakan kopaja. Pasien mengatakan ia memakai pakaian lengkap saat
ditangkap. Pasien pun tidak melawan saat dibawa oleh dinas sosial DKI karena tidak ingin
mencari masalah. Pasien mengatakan telah membuat KTP, namun belum diambil. Pasien
berasal dari Jakarta dan tinggal bersama kakak pasien di rumah peninggalan orangtua
pasien.
Pasien mengatakan sering merasa lelah dan ingin beristirahat dari segala pekerjaannya.
Pasien mengatakan sudah 6 bulan tidak bekerja. Selama tidak bekerja, pasien lebih sering
di rumah dan kadang-kadang pergi ke tempat teman-teman pasien. Pasien mengatakan
tidak betah tinggal di panti karena ingin bertemu dengan keluarganya dan ingin mencari
pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pasien mengatakan tidak mengalami
kesulitan tidur. Saat wawancara, pasien menjawab pertanyaan yang ditanyakan, namun
setelah itu mengalihkan pembicaraan ke hal yang lainnya. Pasien optimis dengan
kehidupan dan berniat untuk mencari pekerjaan jika sudah keluar dari panti. Pasien
mengatakan tidak layak berada disini dan seharusnya berada di rumah.
Pasien mengatakan keluarganya adalah pemilik perumahan di Cisaat, Sukabumi dan dalam
proses pengerjaan. Pasien tidak mengetahui apa sudah selesai apa belum. Saat melakukan
pemeriksaan, WBS mengatakan bahwa pemeriksa adalah bosnya yang mempekerjakan
orangtuanya sebagai supir dari orangtua pemeriksa. WBS meminta maaf kepada
pemeriksa apabila kedua orangtuanya selama ini pernah berbuat jahat kepada pemeriksa
selama bekerja sebagai supir dari orangtua pemeriksa dan meminta doa untuk kedua
orangtua pasien yang sudah meninggal.
Pasien juga terlihat sering bercakap-cakap sendiri, namun saat ditanya sedang bercakapcakap dengan siapa pasien mengatakan hanya berbicara sendiri saja bukan kepada siapasiapa. Pasien mengatakan saat bertanya, pasien juga menjawab sendiri pertanyaannya
sehingga terlihat seperti sedang bercakap-cakap.
C. RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA
1. Gangguan psikiatri
Pasien pernah di rawat di Rumah Sakit Jiwa RSCM dan Grogol, serta di pesantren
Galunggung. Tiga tahun lalu, pasien mengatakan pernah melihat jin saat berada di
depok, namun sudah tidak lagi melihatnya. Saat dirawat di RSCM, WBS mengatakan
mendengar bisik-bisik di telinganya. WBS tidak mengetahui siapa yang membisiki
3

pasien. Bisikan ini di dengarnya selama 3 hari, dan kemudian hilang setelah WBS
meminum obat yang diberikan di RSCM. Pasien tidak ingat obat apa yang diberikan
pada pasien.
2. Riwayat Gangguan Medik
Pasien mengatakan tidak ada riwayat penyakit apapun.
3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif
Pasien mengatakan mengkonsumsi rokok sejak umur 10 tahun. Biasanya pasien
mengkonsumsi rokok bila sedang kumpul dengan teman-temannya. Pasien masih tetap
merokok sampai saat ini namun tidak setiap hari. Biasanya pasien merokok 2-3 batang
dalam sehari, namun ini juga tergantung dari uang yang pasien miliki.
Pasien juga mengatakan mengkonsumsi alkohol sejak umur 14 tahun, namun tidak
sering. Pasien tidak ingat kapan terakhir kali mengkonsumsi alkohol. Pasien
mengatakan tidak pernah menggunakan NAPZA.
D. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI
1. Riwayat Perkembangan Fisik
Pasien merupakan anak yang diharapkan. Pasien lahir cukup bulan, tidak terdapat
trauma lahir, kelainan fisik, ataupun cacat bawaan. Tumbuh kembang fisik dan motorik
normal seperti anak-anak pada umumnya.
2. Riwayat Perkembangan Kepribadian
a. Masa Kanak-kanak (0-11 tahun)
WBS mengatakan ia berkepribadian baik. WBS memiliki banyak teman dan bergaul
dengan mereka layaknya anak seusianya. WBS mengatakan mulai mengkonsumsi
rokok.
b. Masa Remaja (12-18 tahun)
WBS mengatakan ia berkepribadian baik. WBS memiliki banyak teman dan bergaul
dengan mereka. WBS mengatakan ia tidak ikut tawuran selama sekolah. Alkohol
mulai dikenal dan dikonsumsi pasien bersama dengan rokok.
c. Masa Dewasa (> 18 tahun)
WBS mengatakan ia berkepribadian baik dan memiliki banyak teman, terutama di
tempat kerja. Alkohol dan rokok masih tetap dikonsumsi, walaupun tidak rutin.
Hanya jika memiliki uang atau di traktir teman-temannya.
3. Riwayat Pendidikan
WBS mengatakan ia tamat SMA dan tidak pernah tinggal kelas.
4. Riwayat Pekerjaan
Pasien dulunya bekerja sebagai karyawan di Roxy setelah tamat SMA. WBS bekerja
disana selama 7,5 tahun. Setelah itu pasien bekerja sebagai tukang ojek dan supir
angkot dan akhirnya berhenti bekerja selama 6 bulan terakhir.
5. Kehidupan Beragama
Pasien beragama Islam dan mengatakan jarang menjalankan sholat lima waktu di
masjid.
4

6. Riwayat kehidupan Sosial dan Perkawinan


Pasien mengatakan sudah menikah dan memiliki 3 orang anak. Pasien juga
mengatakan sudah pisah ranjang dengan istrinya sejak 7 bulan yang lalu. Istri pasien
sekarang tinggal di rumah mertuanya. Ketiga anaknya sekarang diasuh oleh istri
pasien.
E. RIWAYAT KELUARGA
Pasien merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Dalam keluarga tidak ada yang
mempunyai gangguan jiwa.

Ari
f

Agu
s

Candr
a

Iwa
n

Mariati

eli
s

R
ul

Keterangan:
Laki-laki

WBS

Perempuan

1. Ayah pasien sudah meninggal. Pasien tidak dapat mengingat penyebab dan kapan
meninggalnya.
2. Ibu pasien sudah meninggal. Pasien tidak dapat mengingat penyebab dan kapan
meninggalnya.
3. Kakak perempuan pasien (anak keenam) sudah meninggal. Pasien tidak dapat
mengingat penyebab dan kapan meninggalnya.
F. SITUASI KEHIDUPAN SOSIAL SEKARANG

Sebelum ditangkap oleh dinas sosial DKI, pasien tinggal bersama kakak perempuan pasien
di kampung rambutan. Pasien bekerja sebagai supir angkot dan ojek namun sudah berhenti
bekerja selama 6 bulan yang lalu. Pasien sering berkumpul bersama tukang ojek dan supir
angkot lainnya.

III.

STATUS MENTAL

A. DESKRIPSI UMUM
1. Penampilan
Pasien laki-laki berusia 44 tahun dengan penampilan fisik yang sesuai dengan usianya.
Tubuh terlihat normal dan kulitnya berwarna kuning langsat. Pada saat wawancara,
pasien memakai kaos oblong berwarna orange, celana panjang berwarna abu-abu dan
tidak memakai sandal serta tampak kebersihan diri pasien kurang.
2. Kesadaran
a. Kesadaran sensorium/neurologik : Kompos mentis
b. Kesadaran psikiatrik
: Tidak tampak terganggu
3. Perilaku dan aktivitas psikomotor
a. Sebelum wawancara
b. Selama wawancara

: Pasien sedang menyelesaikan makan siang.


: Pasien duduk tenang, berbicara dengan sopan, dan dengan

lancar menceritakan kehidupannya.


c. Sesudah wawancara
: Pasien mengucapkan terima kasih dan bersalaman dengan
pemeriksa dan kembali ke barak.
4. Sikap terhadap pemeriksa : Pasien kooperatif (mau diajak untuk dilakukan wawancara)
5. Pembicaraan :
a. Cara berbicara
: Suara jelas, lancar, spontan, intonasi baik, artikulasi jelas
b. Gangguan berbicara : Tidak ada gangguan berbicara.

B. ALAM PERASAAN (EMOSI)


1. Suasana perasaan (mood) : Eutim
2. Afek ekspresi afektif
a.
Arus
: cepat
b.
Stabilisasi
: stabil
c.
Kedalaman
: dalam
d.
Skala diferensiasi
: luas
e.
Keserasian
: serasi
f.Pengendalian impuls : kuat
g.
Ekspresi
: wajar
h.
Dramatisasi
: tidak ada
i. Empati
: tidak dapat dinilai

C. GANGGUAN PERSEPSI
a. Halusinasi

: Tidak ditemukan

b. Waham

: Waham kebesaran (mengatakan keluarganya memiliki perumahan

dan sedang dalam proses pembuatan; mengatakan pemeriksa adalah bosnya yang
mempekerjakan kedua orangtuanya sebagai supir dari orangtua si pemeriksa)
c. Ilusi
: Tidak ditemukan
d. Depersonalisasi : Tidak ditemukan
e. Derealisasi
: Tidak ditemukan

D. SENSORIUM DAN KOGNITIF (FUNGSI INTELEKTUAL)


1. Taraf pendidikan

3. Kecerdasan
4. Konsentrasi
5. Orientasi
a. Waktu

: Tamat SMA
2. Pengetahuan umum:

Buruk

(pasien

tidak

mengetahui

Presiden RI sekarang)
: Rata-rata (dapat menghitung dan membaca dengan baik)
: Baik
:

Baik (pasien dapat menyebutkan bahwa wawancara

dilakukan pada siang hari)


b. Tempat
:
Baik (pasien tahu sekarang sedang berada di panti sosial
daerah kedoya)
c. Orang
sekitarnya)
d. Situasi
6. Daya ingat

Baik

(pasien

dapat

mengetahui

orang-orang

Baik (pasien dapat mengetahui situasi dengan baik)

di

a. Tingkat :
Jangka panjang : Baik (pasien dapat mengingat tanggal lahir)
Jangka pendek : Baik (pasien ingat sudah makan pagi dan dapat menyebutkan

lauk makanannya)
Segera
: Baik (pasien dapat mengingat nama pemeriksa saat menutup

wawancara)
b. Gangguan

: Tidak ditemukan gangguan

7. Pikiran abstraktif : Buruk (pasien tidak memahami peribahasa dimana ada gula disitu
ada semut)
8. Visuospatial : Baik (pasien dapat menggambarkan jam dan waktu sesuai yang
diminta)
9. Bakat kreatif : pasien dapat bermain voli
10. Kemampuan menolong diri sendiri : Baik (pasien dapat makan dan mandi sendiri)

E. PROSES PIKIR
1. Arus pikir :
o Produktifitas

: Pasien berpikir dengan cepat, dapat menjawab dengan spontan


7

o Kontinuitas

: Ditemukan asosiasi longgar (pasien menjawab dengan hal

yang berbeda dengan yang ditanyakan)


o Hendaya bahasa
: Tidak ditemukan
2. Isi pikir
o Preokupasi dalam pikiran
o Waham

: Tidak ditemukan
: Ditemukan waham kebesaran (pasien mengatakan

keluarganya memiliki perumahan di daerah Cisaat, Sukabumi; mengatakan


pemeriksa adalah bosnya yang mempekerjakan kedua orangtuanya sebagai supir dari
o
o
o
o

orangtua si pemeriksa)
Obsesi
Fobia
Gagasan rujukan
Gagasan pengaruh

: Tidak ditemukan
: Tidak ditemukan
: Tidak ditemukan
: Tidak ditemukan

F. PENGENDALIAN IMPULS
Baik, selama wawancara pasien dapat bersikap dengan tenang dan tidak menunjukkan
gejala yang agresif.
G. DAYA NILAI
1. Daya nilai sosial

: Baik (pasien mengatakan kita harus menghargai makanan

yang sudah diberikan walaupun rasanya tidak begitu enak)


2. Uji daya nilai
: Baik (pasien mengatakan mencuri tidak baik)
3. Daya nilai reabilitas
: Tidak terganggu

H. TILIKAN
Derajat 1 (pasien menyangkal bahwa dirinya sakit)
I. RELIABILITAS
Dapat dipercaya
IV.

PEMERIKSAAN FISIK

A. STATUS INTERNUS
1. Keadaan umum
2. Kesadaran
3. Tensi
4. Nadi

: Baik
: Compos Mentis
: 120/70 mmHg
: 80x/menit
8

5.
6.
7.
8.
9.

Pernafasan dah suhu


Sistem kardiovaskular
Sistem respiratorius
Sistem gastrointestinal
Extremitas

: 20x/menit dan afebris


: BJ I-II regular, murmur(-), gallop (-)
: Ronkhi -/: Peristaltik normal
: Tonus otot baik, akral hangat

B. STATUS NEUROLOGIK
Saraf kranial
Gejala rangsang meningeal
Mata
Pupil
Opthalmoscopy
Motorik
Sensibilitas
Sistem saraf vegetatif
Fungsi luhur
Gangguan khusus
V.

: Tidak dilakukan
: Tidak dilakukan
: Conjungtiva anemis -/-, Sklera ikterik -/: Isokor
: Tidak dilakukan
: Lengan 5+/5+, Tungkai 5+/5+
: +/+
: Tidak dilakukan
: Tidak dilakukan
: Tidak ada

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak ada pemeriksaan penunjang yang dilakukan

VI.

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Pasien seorang laki-laki berumur 45 tahun berpenampilan rapi namun kebersihan diri
kurang. Pasien mengatakan bahwa pasien merokok, minum bir tetapi tidak memakai
obat terlarang. Pasien merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Pasien berasal
dari Jakarta.
Pasien mengatakan ingin cepat pulang karena ingin bertemu dengan keluarganya dan
ingin mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Pasien sangat
optimis dengan kehidupan dan berniat untuk mencari pekerjaan jika sudah keluar dari
panti. Pasien tidak mengalami kesulitan tidur selama dip anti. Saat wawancara, pasien
dapat menjawab pertanyaan dengan baik, namun saat menjawab pertanyaan dari
pemeriksa, kadang-kadang jawaban yang diberikan pasien tidak serasi dengan
pertanyaan (adanya asosiasi longgar). Konsentrasi pasien terhadap pertanyaan
pemeriksa terkadang kurang, sehingga pasien kadang menjawab seadanya sampai
pertanyaan tersebut diulang hingga pasien mengerti. Terdapat gangguan persepsi yaitu
waham, dimana pasien mengatakan keluarganya memiliki perumahan dan sedang
dalam proses pembuatan, juga mengatakan pemeriksa adalah bosnya yang
mempekerjakan kedua orangtuanya sebagai supir dari orangtua si pemeriksa. Tidak
ada disorientasi dan daya ingat pasien cukup baik. Produktifitas arus pikir pasien kaya
akan ide, terkadang saat wawancara terdapat asosiasi longgar. Pengendalian impuls
9

cukup baik dan daya nilai pasien pun baik. Pasien memiliki tilikan 1 (pasien
menyangkal dirinya sakit). Pasien dapat dipercaya.

VII.

FORMULA DIAGNOSTIK

Aksis I
Berdasarkan ikhtisar penemuan bermakna, maka kasus ini:
i.

Termasuk gangguan jiwa karena adanya hendaya dan disfungsi disertai gejala

ii.

kejiwaan berupa: sulit untuk berkonsentrasi


Gangguan ini tidak termasuk dalam Gangguan Mental Organik karena tidak

iii.

didapatkan adanya:
- Gangguan kesadaran
- Disorientasi
- Gangguan daya ingat
- Gangguan fungsi intelektual
- Faktor organik spesifik
Gangguan ini termasuk dalam Gangguan Mental Non Organik dengan gejala psikosis

iv.

karena ditemukan adanya waham dan asosiasi longgar.


Gangguan Psikotik ini termasuk dalam Gangguan Waham Menetap (F22) karena
- Merupakan satu-satunya ciri khas klinis yang paling mencolok, waham bersifat
-

pribadi (waham kebesaran).


Tidak ada bukti-bukti tentang adanya penyakit otak
Tidak ada halusinasi
Tidak ada riwayat gejala-gejala skizofrenia.

DD/ - Skizofrenia Paranoid (F20.0)


Terdapat waham-waham menetap, namun tidak ada halusinasi auditorik yang
mengancam pasien atau memberi perintah.
-

Gangguan Psikotik Non-Organik Lainnya (F28)

Aksis II
Tidak ditemukan gangguan kepribadian dan retardasi mental
Aksis III
Tidak ditemukan adanya gangguan pada kondisi medis umum
Aksis IV
Memiliki problem psikososial, keluarga dan ekonomi yaitu tidak mempunyai cukup uang,
tidak mempunyai pekerjaan tetap, keluarganya tidak tahu dimana dan pasien tidak pernah
dicari (tidak ada dukungan dari keluarga).

10

Aksis V
GAF scale = 70-61
VIII.

EVALUASI MULTIAKSIAL
Aksis I
: Gangguan Waham Menetap (F22)
DD/
: Skizofrenia Paranoid (F20.0)
Gangguan Psikotik Akut Lainnya dengan Predominan Waham (F23.3)
Aksis II : Tidak ada diagnosis
Aksis III : Tidak ada diagnosis
Aksis IV : Masalah psikososial, keluarga dan ekonomi (tidak mempunyai pekerjaan
Aksis V

IX.

tetap, tidak ada dukungan dari keluarga)


: Global Assessment Functional (GAF) saat ini = 60-51

PROGNOSIS

Faktor yang memperingan :


1. Mau mengikuti aturan yang terdapat di Panti dengan baik
2. Memiliki pikiran optimis
Faktor yang memberatkan :
1 Pasien memiliki asosiasi longgar
2 Pasien merasa tidak sakit (tilikan 1)
Kesimpulan: Dubia ad bonam
X.

DAFTAR PROBLEM
a. Organobiologik
b. Psikologis

: Tidak ditemukan
: Waham Kebesaran(pasien mengatakan keluarganya memiliki

perumahan di daerah Cisaat, Sukabumi; mengatakan pemeriksa adalah bosnya


yang mempekerjakan kedua orangtuanya sebagai supir dari orangtua si pemeriksa)
c. Sosial/Keluarga : Ditemukan masalah sosial berupa tidak adanya pekerjaan
pasien

XI.

TERAPI

Indikasi Rawat Inap:


1. Pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut terhadap gangguan psikiatrik pasien
2. Keamanan pasien
Psikofarmaka:

Antipsikotik

: R/ Haloperidol tab 5 mg No. XIV


S 2 dd tab 1
R/Trihexyphenidyl tab 2 mg No. XIV
S 2 dd tab 1
----------------------------------11

Psikoterapi:
-

Memotivasikan pasien supaya minum obat secara teratur.


Memberikan kesempatan kepada pasien untuk menceritakan
masalahnya dan meyakinkan pasien bahwa dia dapat mengatasi masalah tersebut.

Sosioterapi:
-

Mengikutsertakan pasien dalam kegiatan di panti agar dapat


melakukan aktivitas sehari-hari, berinteraksi dengan lingkungannya dan mendalami agama
sesuai dengan kepercayaannya.
Lampiran percakapan dengan WBS, jumat 12 desember 2015 pukul 13.00 WIB
P = Pemeriksa
WBS = Warga Bina Sosial
P: selamat sore pak, saya dr. Fadly ingin mengetahui perkembangan bapak hari ini. Boleh
ngobrol sebentar?
WBS: bisa pak dokter.
P: gimana perasaan bapak hari ini?
WBS: baik-baik pak dokter
P: tadi sudah makan?
WBS: sudah
P: makan apa?
WBS: nasi sama sayur
P: ada kesulitan gak hari ini?
WBS: gak ada pak dokter
P: jadi pak, siang ini saya mau mewawancarai bapak untuk mengetahui perkembangan
bapak disini. Nanti saya minta kerjasamanya agar proses wawancara berlangsung baik.
Apa bapak bersedia?
WBS: bersedia
P: saya minta identitas bapak dulu ya. Nama bapak siapa?
WBS: Feriansyah
P: umurnya pak?
WBS: kalau gak salah sekitar 45 apa 44 ya pak dok. Menurut dokter gimana?
P: iya pak, sekitar segitu. Bapak tempat tanggal lahirnya ingat?
WBS: saya di Jakarta dok, tanggal 14 bulan mei tahun 1971
P: alamatnya dimana pak?
WBS: kampung rambutan
P: agamanya apa pak?
WBS: saya Islam dok
P: rajin ga sholatnya?
WBS: ga dok, saya jarang sholat
P: kenapa pak?
WBS: lupa saya dok
P: oke. tinggal sama siapa pak?
12

WBS: sama kakak perempuan saya pak. Dokter, tadi dokter dengar suara pesawat di atas
gak?
P: gak dengar pak. Memang bapak dengar suara pesawat?
WBS: gak dok, gak ada apa apa
P: suara pesawatnya keras pak?
WBS: gak dok, gak ada apa apa
P: oke, baik pak. Saya mau Tanya, bapak sudah berapa lama disini?
WBS: sekitar dua minggu dok
P: kenapa bapak bisa ada disini?
WBS: saya juga gak tau. Mungkin ada masalah dengan keuangan saya dokter
P: memang ada apa dengan keuangan bapak?
WBS: oh gak dok, gak apa apa
P: bapak ada kesulitan keuangan?
WBS: gak dok, gak ada apa apa
P: bapak bisa ceritakan waktu bapak dibawa kesini? Saat itu bapak lagi ngapain?
WBS: saya lagi duduk dok di depan JDC sambil ngerokok. Terus datang petugas dari
dinsos DKI yang mau bawa saya.
P: bapak melawan gak waktu dibawa?
WBS: gak dok, Cuma kaget aja
P: kaget kenapa pak?
WBS: kaget karena dibawa dok, saya gak tau salah saya apa terus tiba-tiba udah dibawa
P: oke. Bapak kenapa bisa ada di JDC?
WBS: jalan-jalan aja dok, refreshing
P: bapak gak kerja?
WBS: dulu saya kerja dok, jadi supir angkot sama ojek. Enam bulan yang lalu saya
berhenti dok,
P: kenapa berhenti pak?
WBS: gak apa apa dok, saya mau istirahat aja
P: oke, bapak capek ya kerjaannya?
WBS: ya lumayan dok, saya dulu kerjanya jadi supir angkot di bekasi dok. Keluarga saya
dok punya lahan luas dok, sekitar 10 hektar. Lagi dibangun perumahan sekarang dok
P: di daerah mana pak?
WBS: daerah Cisaat, sukabumi dok
P: udah selesai pembangunannya pak?
WBS: wah kurang tau saya dok. Menurut dokter bagaimana?
P: wah saya juga ga tau pak, menurut bapak sendiri udah selesai belum?
WBS: ya mungkin aja udah kayaknya dok
P: selama sehari-hari bekerja gimana pak? Ada halangan gak?
WBS: biasa aja sih dok
P: waktu bapak bekerja lancer-lancar saja?
WBS: iya dok, saya kerja mah rajin dok.
P: kalau teman-teman bapak yang lain sesama tukang ojek dan sopir gimana pak?
WBS: biasa-biasa aja dok
P: bapak pernah merasa gak, mungkin ada yang iri dengan bapak karena bapak kerjanya
rajin gitu?
WBS: gak ada sih dok. Kalau menurut dokter?
P: saya ga tau juga pak. Coba menurut bapak gimana?
WBS: mungkin ada sih dokter, kalau di tempat kerja bisa aja mungkin dok seperti itu
13

P: bapak ada curiga ga sama orang-orang yang mungkin mau jahilin bapak?
WBS: gak pernah sih dok
P: bapak ada takut sesuatu apa gitu gak?
WBS: gak ada sih dok. Saya dulu kerjanya di depok dok, jadi sopir angkot.
P: kerjanya berapa lama sehari pak?
WBS: ga tentu dok, kadang sampai malam. Dulu waktu di depok, waktu saya pulang
malam saya pernah melihat jin dok, gede banget. Terus saya kabur dok, takut saya
P: kapan itu pak?
WBS: malam dok pulang kerja
P: ingat tahun berapa?
WBS: wah, ga ingat saya dok
P: masih melihat jin begitu sampai sekarang gak pak?
WBS: udah gak dok, Cuma sekali aja saya lihatnya
P: oke. Bapak pendidikan terakhirnya apa ya pak?
WBS: saya pernah kuliah dok
P: dimana pak?
WBS: di universitas terbuka manggarai dok
P: jurusan apa pak?
WBS: manajemen dok, D1
P: udah lulus pak?
WBS: gak dok, saya Cuma 1 semester disitu
P: kenapa ga dilulusin pak?
WBS: ga ada biaya dokter
P: yang biaya bapak selama kuliah satu semester siapa?
WBS: saya dok, dari kerja
P: kerja apa pak?
WBS: saya kerja di roxy dok bagian trading dok
P: gimana itu pak kerjanya?
WBS: saya bantu-bantu bos catat-catat barang-barang juga ada seperti ac, tv
P: berapa lama pak disana?
WBS: tujuh tahun setengah pak
P: berarti ada dong pak uang buat kuliah dari hasil kerja
WBS: hmm, ga tau juga saya dok. Bagusnya gimana ya dok?
P: kalau bapak disana berarti ada uang dong buat kuliah
WBS: iya mungkin dok, saya juga ga tau
P: bapak pernah dirawat sebelumnya di RSJ?
WBS: pernah dok, ada di RSCM, terus di grogol situ dok, terus di pesantren galunggung.
P: berapa lama pak?
WBS: wah saya kurang tau dok, lupa
P: selama disana betah gak?
WBS: gak dok, saya mau pulang ketemu keluarga. Terus waktu di RSCM saya sering
dengar suara bisik-bisik di telinga saya?
P: sudah berapa lama suara bisik-bisik itu pak?
WBS: waktu saya di RSCM aja
P: bapak tau gak siapa yang bisik-bisik itu?
WBS: wah kurang tau saya dok
P: suara bisikannya menyuh bapak melakukan sesuatu gak?
WBS: maksudnya gimana dok?
P: seperti suruh bapak bunuh diri gitu?
14

WBS: ah gak kok dok, Cuma bisik bisik aja, tapi saya ga tau artinya
P: masih sering dengar bisik-bisiknya gak pak?
WBS: udah gak lagi dok
P: kok bisa hilang pak? Bapak disana dikasih obat gak?
WBS: kurang tau juga saya dok, waktu itu saya dikasih obat dari RSCM, terus bisik
bisiknya hilang.
P: setelah itu pernah lagi gak pak dengar bisik-bisiknya?
WBS: wah udah gak lagi dok?
P: waktu obatnya habis juga?
WBS: iya dok, udah gak pernah dengar lagi sekarang
P: bapak sudah menikah?
WBS: sudah dokter
P: berapa kali pak?
WBS: sekali aja dokter hehehe
P: udah punya anak
WBS: saya udah ada anak 3 dokter, 2 laki-laki, 1 perempuan
P: sehat semua pak
WBS: alhamdullilah sehat dok
P: bapak merokok sama minum alkohol?
WBS: iya dok, tapi gak sering dok, gak sampai candu
P: sejak kapan mulainya pak?
WBS: sejak kecil dok, mungkin sd atau gimana itu saya lupa juga
P: sekarang masih sering?
WBS: kalau ada dok iya, Cuma alkohol udah jarang dok
P: bapak kalau tidur bisa atau terganggu?
WBS: saya tidur bisa aja dok
P: gak terganggu ya?
WBS: gak dok, saya tidurnya tenang aja
P: pak bapak tau gak sekarang ada dimana?
WBS: di panti kedoya bukan dok
P: bapak tau dari mana kita dipanti?
WBS: say abaca dok di depan sebelum masuk kesini
P: bapak tau gak kenapa bapak bisa disini?
WBS: gak tau saya dok
P: pak, sekarang lagi siang apa malam?
WBS: siang dok
P: presiden kita tau gak pak?
WBS: wah saya kurang tau dok, coba di buku undang-undang sama bu mega atau pak
soekarno, mungkin ada disitu dok
P: kalau pak soekarno sama bu mega itu siapa pak?
WBS: presiden Indonesia dok. Dok saya boleh minta obat gak dok?
P: obat apa pak?
WBS: obat apa aja dok, ini kepala saya pusing dok, saya capek dok
P: pusing kenapa pak?
WBS: gak tau saya dok, tiba tiba pusing. Ga ada obat gitu dok yang bisa dikasih buat
saya? Disini saya ga pernah dikasih obat sama sekali dok
P: tapi bapak kelihatannya baik-baik saja pak?

15

WBS: iya ya dok, saya juga kurang tau dok. Mungkin karena terlalu lama kali ya dok
wawancaranya?
P: oh iya, oke deh pak. Bapak istirahat dulu kalau gitu, besok kita ngobrol lagi ya pak
sekaligus mau cek perkembangan bapak.
WBS: baik dokter. Terimakasih dokter

16