Anda di halaman 1dari 2

Diagnosis Banding Pneumonia

1. Bronkiolitis
1) Definisi
Bronkiolitis adalah penyakit IRA-bawah yang ditandai dengan adanya
inflamasi pada bronkiolus. Umumnya infeksi disebabkan oleh virus.
2) Etiologi
Sekitar 95% secara serologis disebabkan oleh invasi RSV. Beberapa
penyebab lain seperti adenovirus, virus influenza, virus parainfluenza, rhinovirus,
dan mikoplasma.
3) Diagnosis
I.
Anamnesis
Gejala awal seperti pilek ringan, batuk, dan demam. Satu hingga
dua hari kemudian timbul batuk disertai sesak napas, wheezing,
sianosis, merintih (grunting), napas berbunyi, muntah setelah batuk,
rewel dan penurunan nafsu makan.
II.
Pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan fisik ditemukan takipnea, takikardi dan
peningkatan suhu > 38,5 oC dan ditemukan konjungtivitis ringan dan
faringitis. Obstruksi akibat inflamasi akut akan menimbulkan gejala
ekspirasi memanjang hingga wheezing, adanya napas cuping hidung,
dan retaksi intercostal. Pada auskultasi ditemukan ronkhi
III.
Pemeriksaan laboratorium dan penunjang
Pemeriksaan darah rutin kurang bermakna karena jumlah leukosit
biasanya normal, juga elektrolit. AGD diperlukan untuk anak dengan
sakit berat. Pada foto rontgen torak didaptkan gambaran hiperinflasi
dan infiltrate. Dapat juga ditemukan gambran atelectasis, terutama pada
saat konvalesens akibat secret pekat bercampur sel-sel mati yang
menyumbat, air trapping, diafragma datar, dan peningkatan diameter
anteroposterior
2. Tuberculosis Paru
1) Definisi
TB paru merupakan penyakit melular yang disebabkan oleh mycobacterium
tuberkulosis. Tuberculosis merupakan salah satu penyebab tingginya angka
morbiditas dan mortalitas.
2) Manifestasi klinis
- Demam lama ( 2 minggu) dan/ atau berulang tanpa sebab yang jelas
(bukan demam tifoid, ISK, malaria), yang dapat disertai keringat malam.
Demam umumnya tidak tinggi

Batuk lama > 3 minggu dan sebab lain telah disingkirkan.


Berat badan turun tanpa sebab yang jelas, atau tidak naik dalam satu bulan
dengan penanganan gizi yang adekuat.
Nafsu makan tidak ada dengan gagal tumbuh .
Lesu atau malaise
Diare persisten yang tidak sembuh dengan pengobatan baku diare.

3) Diagnosa
Diagnose pasti TB ditegakkan dengan ditemukannya M. tuberculosis pada
pemeriksaan sputum, bilas lambung, cairan serebrospinal (CSS), jaringan
pleura atau biopsy jaringan.
3. Aspirasi Benda Asing
Aspirasi benda asing merupakan kejadian yang cukup sering terjadi pada anak.
Kemungkinan yang dapat terjadi akibat aspirasi benda asing mulai dari tanpa
gejala sampai timbulnya keadaan darurat yang dapat mengancam jiwa.
1) Etiologi
Benda asing yang dapat masuk kedalam saluran respiratorik sangat beragam.
Penggolongan dapat dilakukan berdasarkan asal, jenis, dan sifatnya.
2) Gejala klinis
Benda asing yang berukuran besar dapat menutup total saluran respiratorik
bagian atas yang dapat mengancam jiwa. Sedangkan benda asing yang
berukuran lebih kecil, berada didalam cabang utama atau saluran bronkus
lobaris dan akan menimbulkan gejala yang lebih lama dan lebih ringan. Gejala
awal yang timbul dapat berupa, tersedak, serangan batuk keras dan tiba-tiba,
sesak napas, rasa tidak enak di dada, mata berair, rasa perih ditenggorokan dan
dikerongkongan.
Sumber : Nastiti N. Rahajoe, Bambang Supriatno, Darmawan Budi Styanto.
Buku Ajar Respirologi Anak edisi Pertama. Badan Pernerbit IDAI. 2012.