Anda di halaman 1dari 20

SURAT KEPUTUSAN DIREKSI

RS.TIARA BEKASI
NO : ..........
TENTANG
KEBIJAKAN IDENTIFIKASI PASIEN
RS.TIARA BEKASI
Menimbang

a.
b.

c.
Mengingat

1.
2.
3.

bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan RS.Tiara Bekasi, maka


diperlukan pengelolaan Identifikasi Pasien rumah sakit yang bermutu tinggi;
bahwa agar pengelolaan Identifikasi Pasien di RS.Tiara Bekasi dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya panduan Chief Executive Officer
RS.Tiara Bekasi sebagai landasan bagi penyelenggaraan Identifikasi Pasien
di RS.Tiara Bekasi ;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b,
perlu ditetapkan dengan Keputusan Chief Executive Officer RS.Tiara Bekasi.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 012/Menkes/Per/III/2012 tentang
Akreditasi Rumah Sakit
Keputusan Direktur PT ........... tentang Struktur Organisasi RS.Tiara Bekasi.
MEMUTUSKAN

Menetapkan
Kesatu

Kedua

Ketiga

Keempat

PERATURAN CHIEF EXECUTIVE OFFICER SAHID SAHIRMAN MEMORIAL


HOSPITAL TENTANG PEMBERLAKUAN KEBIJAKAN IDENTIFIKASI
PASIEN RS.TIARA BEKASI
Memberlakukan Kebijakan Identifikasi Pasien RS.Tiara Bekasi sebagaimana
tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
Dengan dikeluarkannya Peraturan Chief Executive Officer ini, maka apabila
terdapat peraturan yang bertentangan dengan Peraturan Chief Executive
Officer ini maka peraturan-peraturan yang terdahulu dinyatakan tidak berlaku.
Apabila dikemudian hari terdapat kekurangan dan/atau kekeliruan dalam
Peraturan Chief Executive Officer ini maka akan diadakan perubahan dan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan
: Di ...
Pada tanggal : ..........
RS.TIARA BEKASI

..........
Direktur

LAMPIRAN
PERATURAN CHIEF EXECUTIVE OFFICER RS.TIARA BEKASI
NOMOR
: ......
TANGGAL : ..........
TENTANG : KEBIJAKAN IDENTIFIKASI PASIEN
1.
1.1.
1.2.

1.3.
2.

2.1.
2.2.
2.3.
3.
3.1.
3.2.
4.
4.1.

4.2.
4.2.1.
4.2.2.
4.2.3.
4.2.4.

PENDAHULUAN
Salah identifikasi pasien didapatkan meningkat sebagai masalah yang luas di antara organisasi
pelayanan kesehatan. Kegagalan untuk mengidentifikasi pasien dengan benar merupakan salah
satu risiko serius terhadap keselamatan pasien.
Praktik identifikasi pasien secara intrinsik berhubungan dengan praktik verifikasi. Semua pemberi
pelayanan kesehatan harus selalu memeriksa bahwa orang tersebut adalah orang yang memang
seharusnya menerima pengobatan tersebut dan mencocokkan pengobatan dengan pasien
tersebut.
Kebijakan ini berdasar kepada praktik terbaik dari World Health Organization, Joint Commission
International Accreditation Standards dan the National Health Service di United Kingdom.
TUJUAN
Obyektif dari kebijakan ini adalah:
memastikan semua pasien teridentifikasi dengan benar setiap saat sebelum melakukan
prosedur atau pengobatan.
menyediakan mekanisme yang handal untuk verifikasi identifikasi pasien dengan benar.
memastikan pendekatan yang konsisten terhadap identifikasi ke seluruh RS.Tiara Bekasi.
RUANG LINGKUP
Kebijakan ini diterapkan kepada seluruh pelayanan yang disediakan oleh RS.Tiara Bekasi
sebagaimana kontrak pemberi servis.
Semua staf klinis (termasuk dokter) harus mematuhi kebijakan ini.
TANGGUNG JAWAB ORGANISASI
Direktur Utama (CEO) dari RS.Tiara Bekasi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa
mekanisme tersebut ada pada tempatnya untuk implementasi, pemantauan dan revisi
menyeluruh dari kebijakan ini dan kebijakan ini sudah pada tempatnya, dapat diakses dan
dimengerti oleh staf terkait. CEO mendelegasikan seluruh tanggung jawab pelaksanaan dan
imlementasi kepada Direktur Medis
Direktur Medis bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua Manajer:
Menyebarkan dan melaksanakan kebijakan tersebut di area tanggung jawab mereka.
Memastikan semua staf di dalam lingkup tanggung jawab mereka terinformasi tentang
kebijakan ini dan prosedur untuk identifikasi positif pasien.
Memastikan semua staf di dalam lingkup tanggung jawab mereka terinformasi tentang
kebijakan ini dan prosedur untuk identifikasi positif pasien.
Investigasi semua insiden dari pasien salah identifikasi, memastikan tindakan untuk
mencegah terjadi kembali.

4.3.

Kepala Unit yang terlibat di dalam ruang lingkup kebijakan ini bertanggung jawab untuk
mengimplementasikan kebijakan ini sesuai dengan bidang manajemennya dan harus
memastikan bahwa:
4.3.1.
Semua staf baru dan lama mempunyai akses dan mendapatkan informasi mengenai
kebijakan ini dan kebijakan lain yang relevan, SOP serta formulir yang terkait dengan
kebijakan ini.

Hal. 2 dari 20

4.3.2.
4.4.
4.4.1.
4.4.2.
4.4.3.
4.4.4.

SOP yang tertulis yang mendukung dan mengacu pada kebijakan ini disimpan dan
dimonitor untuk menilai kepatuhan.
Semua staf yang terlibat di dalam ruang lingkup kebijakan ini bertanggung jawab untuk
mengimplementasikan kebijakan ini dan harus memastikan :
Mereka mengerti dan patuh pada kebijakan tersebut;
Akan menggunakan kebijakan ini dan berkaitan dengan kebijakan dan SOP RS.Tiara Bekasi
lainnya.
Ketidakpatuhan terhadap kebijakan ini akan menghasilkan tindakan disipliner.
Setiap anggota staff dapat mengisi incident report jika ketidakpatuhan terjadi atau ditemukan.

4.5.

Risk Manager bertanggung jawab untuk mengkaji semua insiden yang berhubungan dengan
kesalahan identifikasi pasien, termasuk:
4.5.1.
Mengidentifikasi setiap kecenderungan yang muncul atau tema dan mengembangkan
"action plan" untuk hal ini.
4.5.2.
Mengidentifikasi risiko kepada organisasi, menginformasikan kepada Quality and Patient
Safety Committee tentang hal ini.
4.5.3.
Meninjau semua audit dari kepatuhan terhadap prosedur identifikasi positif dari pasien
dan jika dibutuhkan, bersama dengan chief divisi untuk mengembangkan rencana tindakan
untuk menujukan area yg teridentifikasi dari ketidakpatuhan dan risiko.

5.
5.1.

PRINSIP
Gelang identifikasi harus dipakai oleh pasien segera setelah pasien masuk dan dipakai selama
pasien dirawat.
Merupakan tanggung jawab setiap staf yang mencabut gelang identifikasi untuk
menggantikannya secepat mungkin dengan informasi yang akurat.
Merujuk kepada Lampiran 2 untuk siapa yang bertanggung jawab memakaikan gelang identifikasi
awal pada pasien dan janga waktunya.
Dalam setiap kasus, anggota staf yang memberikan pelayanan dalam bentuk apapun harus yakin
bahwa identifikasi pasien telah jelas.

5.2.
5.3.
5.4.

6.
PROSEDUR UNTUK IDENTIFIKASI POSITIF PASIEN
6.1.
Identifikasi Awal
6.1.1.
Identifikasi pasien yang akurat dimulai saat kontak pertama pasien dengan pelayanan dan
merupakan tanggung jawab bagi semua staf yang terlibat dalam penerimaan pasien, proses
klinis dan proses administratif untuk memastikan rincian kontak telah diperoleh dengan benar
dan untuk setiap hal atau pernyataan yang tidak akurat sudah ditandai dan diperbaiki /
ditangani.
6.1.2.
Pada penerimaan awal atau kedatangan awal, merupakan suatu hal yang sangat penting
untuk mengidentifikasi pasien dengan benar.
6.1.3.
Untuk mengidentifikasi pasien pada penerimaan awal atau kedatanganawal, lakukan hal di
bawah ini:
6.1.3.1.
Minta pasien untuk memberitahukan Anda:
6.1.3.2.
Nama Lengkap pasien.
6.1.3.3.
Tanggal Lahir.
6.1.3.4.
Alamat
6.1.4.

JANGAN menyebutkan nama, tanggal lahir mereka dan kemudian baru menanyakan
untuk konfirmasi dari mereka dengan respon ya/tidak.
6.1.4.1.
Jika pasien tidak mampu untuk mennberitahukan namanya (contoh, pasien tidak
sadar, bayi, anak-anak yang belum bisa bicara, pasien dengan dysphasia atau
masalah gangguan mental), tanyakan informasi tersebut kepada kerabat pasien, atau
keluarga yang merawat pasien saat itu.

Hal. 3 dari 20

6.1.4.2.

6.1.5.

6.1.6.
6.2.

Kemudian lakukan cross-check rincian identifikasi pasien yang dikonfirmasi dengan


rincian demografik pada rekam medis pasien atau informasi pada formulir
penerimaan.

Seorang penerjemah harus digunakan jika pasien tidak mengerti Bahasa Indonesia dan
terdapat masalah komunikasi. Setiap usaha harus dilakukan untuk mengidentifikasi positif
pasien. Ketidakmampuan mengidentifikasi pasien secara jelas, baik melalui wali dari pasien
atau kerabat yang merawat atau teman, harus dicatat secara jelas di rekam medis pasien.
Untuk pasien yang rencana dirawat, gelang identifikasi pasien harus dibuat (lihat bagian
6.3.) dan dipakaikan kepada pasien, sesuai identifikasi positif pasien.
Insiden Mayor
Pada situasi insiden mayor, semua pasien yang terlibat akan diidentifikasi seperti pada Disaster
Management Plan, sampai batas waktu tertentu dimana identifikasi mereka sudah dikonfirmasi.
Pada waktu tersebut pasien diidentifikasi seperti pada prosedur ini.

6.3.
Pembuatan Gelang identifikasi/ Identity Band (ID)
6.3.1.
Tipe gelang identidas yang akan dipakai.
6.3.2.
Gelang Biru digunakan untuk pasien laki-laki dan gelang Merah Muda digunakan oleh
pasien wanita dengan tulisan hitam digunakan untuk identifikasi pasien.
6.3.3.
Gelang Merah digunakan untuk pasien yang berisiko misalnya alergi terhadap obat, latex,
atau substansi lainnya..
6.3.4.
Informasi yang akan ditulis di gelang biru, merah muda dan merah adalah:
6.3.4.1.
Nama lengkap.
6.3.4.2.
Tanggal Lahir.
6.3.5.
6.3.6.

6.3.7.
6.3.8.
6.4.

Nomor rekam medis


Susunan informasi pada gelang identifikasi jika ditulis atau ditempel dengan stiker pasien.
PENJAMIN

NO. REG/NO. RM

NAMA

TANGGAL / LAHIR

ALAMAT

Semua rincian pada gelang identifikasi harus ditulis hanya dengan tinta warna hitam dan
dengan cara ditulis dengan pulpen atau dicetak langsung di atas gelang.
Informasi diatas kepala tempat tidur pasien dan/ atau papan komunikasi harus terdapat
nama depan pasien, nama belakang pasien, dan dokter yang merawat (konsultan).
Pasien dengan nama yang serupa
Perhatian harus diberikan jika terdapat pasien dengan nama yang serupa di dalam area klinis
yang sama. Stiker "nama serupa" harus ditempel di depan data medis pasien (medical file),
daftar obat (medication chart) dan papan tulis. Jika memungkinkan pasien dengan nama yang
sama tidak dimasukkan ke dalam unit perawatan yang sama.

6.5.
Pemakaian gelang identifikasi
6.5.1.
Kapanpun memungkinkan, pasien harus ditanyakan mengenai rincian identitas pada
gelang dan mengkonfirmasi kebenarannya, atau meminta koreksi sebelum dipakaikan pada
pergelangan tangan pasien.
6.5.2.
Cek informasi tersebut dengan lembaran penerimaan dan gelang identifikasi. Jika pasien

Hal. 4 dari 20

6.5.3.

6.5.4.

6.5.5.

6.5.6.

tidak mampu, maka orang yang bertanggung jawab atau dua dari pelayan kesehatan harus
memverifikasi informasi tersebut kepada keluarga pasien. Rincian ini harus dicocokkan
dengan rekam medis.
Pasien yang tidak sadar pada saat penerimaan, tanpa ditemani, dan telah dianggap
mempunyai kapasitas yang kurang, harus diidentifikasi. Jika identifikasi positif pasien tidak
dapat diverifikasi, pasien tersebut, dan atau pada kerabat pasien atau keluarga, akan
diterima sebagai "Tidak Dikenal Pria 1 atau Wanital" atau "Unknown Male 1 or Female 1".
Nomor rumah sakit akan dibuat untuk kelompok pasien seperti ini dan mungkin akan
digabung pada system IT rumah sakit ketika identifikasi positif pasien telah ada. Pasien
tersebut akan dirujuk kepada kepolisian sehingga identifikasi positifnya bisa didapatkan.
Pada pasien anak, nama lengkap, tanggal lahir dan alamat harus dikonfirmasi kepada
orang tua pasien. Rinciannya harus dicocokkan dengan rekam medis. Penting untuk
diperhatikan: ayah yang tidak menikah tidak otomatis mempunyai tanggung jawab sebagai
orang tua, jika meragukan harus diperiksa/dikonfirmasikan.
Gelang identifikasi warna biru dan merah muda menyatakan nama depan pasien, nama
belakang pasien, tanggal lahir dan nomer rekam medis rumah sakit harus dipasangkan pada
anggota tubuh yang sesuai. Gelang identifikasi warna merah harus digunakan oleh pasien
dengan risiko alergi terhadap obat, latex atau substansi lainnya
Pasien dengan alergi
Sebagai bagian dari proses penerimaan pasien, semua pasien HARUS ditanya oleh klinisi
penerima, apakah mereka mempunyai alergi terhadap sesuatu. Alergi dapat termasuk alergi
terhadap latex dan komponen materi lain, seperti obat-obatan. Semua alergi harus dengan
jelas diidentifikasi pada rekam medis pasien dan pada daftar pemberian obat pasien, dan
gelang identifikasi merah harus dipakaikan kepada pasien. Jika alergi dengan penyebab
yang tidak diketahui maka "NIL KNOWN" harus ditulis pada rekam medis pasien dan daftar
pemberian obat. Staf diharuskan untuk melihat status alergi setiap pasien pada rekam medis
dan/atau pada daftar pemberian obat sebelum memulai prosedur apapun yang dapat
menyebabkan reaksi alergi.

6.6.
Di mana harus dipasang gelang identifikasi?
6.6.1.
Pilihan pertama pergelangan tangan yang dominan.
6.6.2.
Pilihan kedua pergelangan tangan yang tidak dominan yang tidak cedera, bengkak atau
tidak sesuai.
6.6.3.
Pilihan ketiga- pergelangan kaki.
6.6.4.
Untuk pasien dengan Arterio-venous shunts/fistula, seperti yang digunakan untuk dialysis
renal, gelang identifikasi tidak boleh dipakaikan pada lengan yang terdapat shunt.
6.6.5.
Gelang identifikasi harus nyaman tapi tidak mudah dibuka dan harus dapat dibaca dengan
mudah. Setiap gelang identifikasi yang pudar, rusak, atau tidak dapat dibaca harus diganti
secepatnya, dan harus ditulis di rekam medis.
6.6.6.
Anggota staf yang membuat dan memakaikan gelang identifikasi pada pasien harus
mencatatnya di rekam medis pasien
6.7.

Siapa yang memasangkan Gelang identifikasi kepada pasien (Pasien Seperti apa yang harus
memakai gelang identifikasi) ?
Semua pasien rawat inap (termasuk yang menunggu di Unit Gawat Darurat untuk penilaian dan
investigasi sebelum keputusan dirawat) HARUS dipakai untuk tujuan keselamatan. Jika perawat
yang sedang bertugas pada shift tersebut yakin bahwa hal ini bertentangan dengan kesehatan
pasien atau pasien menolak untuk memakainya, keputusan atau keadaan ini harus dicatat
dengan jelas pada rekam medis pasien. Daftar berikut tidak menyeluruh atau eksklusif
6.7.1.
Semua pasien rawat inap.
6.7.2.
Pasien di Unit Gawat Darurat (dewasa dan anak)
6.7.2.1.
Pasien yang akan menjalankan radiologi/ CT Scan/ MRI.
6.7.2.2.
Pasien yang akan menjalankan tes darah.

Hal. 5 dari 20

6.7.2.3.
6.7.3.
6.7.4.
6.7.5.
6.7.6.

Pasien yang mempunyai Glasgow Coma Scale yang buruk.

Saat keputusan untuk masuk rawat inap telah diambil.


Saat yang dipertimbangkan sudah sesuai, contoh pasien dengan kebingungan.
Pasien yang telah menerima penanganan, pengobatan, darah atau produk darah.
Pasien harian yang menerima penanganan atau pengobatan, termasuk produk darah,
kemoterapi, kontras IV dan bedah minor.

6.8.
Siapa (pelayan kesehatan professional yang mana) yang memakaikan gelang identifikasi?
6.8.1
Perawat dan bidan.
6.8.2
Petugas kesehatan lainnya.
6.8.3
Perawat yang sudah lulus di bawah supervise dari RN atau bidan.
6.8.4
Perawat yang ditunjuk, yaitu perawat atau bidan yang memberikan pelayanan
kesehatan pada pasien atau pada area klinis non-perawat, pelayan kesehatan professional
yang memberikan penanganan pasien akan mendapat tanggung jawab dan akuntabilitas
untuk memastikan bahwa setiap pasien mempunyai gelang identifikasi walaupun mereka
mendelegasikan tugasnya kepada orang lain.
6.9.
Kapan waktu pemakaian gelang
6.9.1
Gelang identifikasi harus dipakaikan pada saat penerimaan masuk pasien atau saat
pasien memasuki sebuah departemen untuk penanganan atau pengobatan. Termasuk di
dalamnya:
6.9.1.1.
Pasien di Unit Gawat Darurat yang sudah melewati triage dan menerima penanganan
atau pengobatan.
6.9.1.2.
Pasien rawat inap elektif sebagai langkah awal untuk masuk ke dalam perawatan inap
atau departemen.
6.9.1.3.
Pasien pada Day Surgery Unit (DSU).
6.9.1.4.
Pasien pada Unit Endoscopy.
6.9.2

Jika pasien tidak termasuk dalam kategori di atas (contoh, masuk sebagai pasien rawat
jalan yang akan melakukan pemeriksaan) dan terdapat perhatian terhadap keselamatan
pasien, gelang identitas harus dipakai dan dibuka saat pasien meninggalkan departemen.

6.10. Bayi Baru Lahir dan Ibu di Unit Maternity dan Neonatal.
6.10.1. Semua bayi baru lahir harus mempunyai dua gelang identifikasi.
6.10.2. Sebelum kelahiran, bidan yang membantu proses kelahiran harus melengkapi gelang
identifikasi pertama dan konfirmasi dengan ibu atau pendamping saat persalinan sebelum
dipakaikan pada lengan bayi segera setelah kelahiran dengan informasi berikut yang ditulis
tangan
6.10.2.1. Nama lengkap ibu.
6.10.2.2. Nomor rekam medis ibu.
6.10.2.3. Tanggal lahir bayi.
6.10.2.4. Urutan lahir contoh kembar I, kembar II.
6.10.3.

Setelah kelahiran, gelang identifikasi yang kedua harus dipasangkan pada pergelangan kaki
dari bayi segera setelah pemeriksaan klinis dan identifikasi dengan informasi yang sama
dipasangkan pada pergelangan tangan ibu. (catatan: ini adalah tambahan selain gelang
identifikasi ibu sendiri) . identifikasi pasien ini mempunyai informasi berikut:
6.10.3.1. Bayi laki-laki / perempuan dari nama lengkap ibu.
6.10.3.2. Nomor rekam medis.
6.10.3.3. Tanggal lahir.
6.10.3.4. Waktu lahir (ditulis tangan).
6.10.3.5. Urutan lahir jika ada (contoh: Kembar 1,11)- ditulis tangan.

Hal. 6 dari 20

6.10.4.

Periksa semua gelang identifikasi dengan ibu dan birth partnernya (atau anggota staf
professional terdaftar jika dibutuhkan) untuk mengkonfirmasi informasi pada gelang identifikasi
sebelum dipakaikan.
6.10.5. Untuk bayi di neonatal intensive care, gelang identifikasi harus dipakai di pergelangan kaki
bayi, kecuali bayi tersebut sangat prematur dan/atau akses pembuluh darah dibutuhkan. Jika
untuk alasan apapun gelang tersebut harus dibuka maka harus segera diganti lokasinya pada
pergelangan tangan atau jika tidak memungkinkan fiksasi gelang tersebut di dalam inkubator.
Setiap adanya ketidakcocokan ukuran atau label yang hilang (jika satunya masih terpasang
pada bayi) harus diganti pada pemeriksaan pertama. Gelang identitas harus dipasangkan
pada pergelangan kaki bayi pada kesempatan paling awal / sesuai kondisi dan terutama pada
evakuasi kebakaran atau tranportasi.
6.10.6.
Sebagai tambahan untuk gelang identifikasi, kartu identifikasi juga harus terpasang pada
box bayi atau inkubator dan harus memuat informasi sebagai berikut:
6.10.6.1. Nama bayi.
6.10.6.2. Nama orang tua.
6.10.6.3. Dokter Obsgyn/ Dokter Anak.
6.10.6.4. Jenis kelahiran.
6.10.6.5. Tanggal dan waktu lahir.
6.10.6.6. Berat Lahir.
6.10.6.7. Gastasi.
6.10.6.8. Nomor Rekam Medis.
6.10.6.9. Nama saudara kandung (jika ada).
6.10.7.
6.10.8.

Bidan/perawat yang merawat bayi harus memeriksa pada setiap shift bahwa gelang
identifikasi memuat informasi yang benar dan berada pada tempatnya. Hal ini harus dicatat
pada catatan kasus pasien (Case note).
Pada saat pasien pulang, bidan atau perawat harus melepaskan gelang identifikasi kedua
dan pemeriksaan rinci dengan gelang ibu. Gelang identifikasi yang pertama harus ditinggalkan
untuk ibu dan melepaskannya di rumah.

6.11. Pasien yang tidak memakai gelang identifikasi.


6.11.1. Pasien mungkin enggan atau tidak dapat memekai gelang identifikasi, seperti mereka yang:
6.11.1.1. Menolak untuk memakai gelang tersebut.
6.11.1.2. Gelang tersebut menyebabkan iritasi kulit.
6.11.1.3. Gelang tersebut terlalu besar.
6.11.1.4. Pasien tersebut melepaskan gelang identifikasinya.
6.11.2. Jika memungkinkan, pasien harus diinformasikan tentang potensi risiko dari tidak memakai
gelang identifikasi jika is tidak mematuhinya, maka mereka harus membuat surat pernyataan.
Hasil diskusi dan alasan pasien tidak memakai gelang identifikasi harus dicacat secara jelas
pada rekam medis pasien.
6.11.3. Jika pasien tetap menolak untuk memakai gelang identifikasi setelah mendapatkan
penjelasan, hal ini juga harus dicatat pada rekam medis. Hal ini harus dikomunikasikan
kepada semua staf terkait yang terlibat dalam pelayanan medis pasien. Perhatian yang lebih
harus diberikan saat memberikan obat atau penanganan pada pasien. Pasien tersebut
diharuskan untuk mengidentifikasi diri mereka secara positif sebelum setiap intervensi klinis
dilakukan. Tanggung jawab untuk identifikasi yang benar tetap pada staf yang merawat
pasien saat itu.
6.12. Prosedur Untuk Identifikasi Positif.
6.12.1. Merupakan tanggung jawab dari semua staf untuk mengdentifikasi positif setiap pasien dan
memastikan gelang identifikasi terpasang secepat mungkin pada saat penerimaan dan setiap
pasien di klinik atau di unit gawat darurat yang menjalankan tes, pengobatan atau menerima
darah atau produk darah:

Hal. 7 dari 20

6.12.1.1.
6.12.1.2.
6.12.1.3.

Minta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal lahir mereka.
Pada penerimaan, pasien mungkin diminta juga untuk menyebutkan alamatnya.
Periksa hal tersebut dengan gelang identifikasi, dan harus sama persis. Jika belum
terpasang gelang identifikasi, maka informasi yang diberikan harus dicocokkan dengan
rekam medis.

6.12.2.

JANGAN menyebutkan nama dan tanggal lahir pasien, kemudian meminta konfirmasi
atau sangkalan dengan respon ya/ tidak, sebagai contoh: JANGAN bertanya pada
pasien "Apakah Anda Tuan Jones?" pasien mungkin akan salah dengar dan salah
menyetujui.
6.12.3. JANGAN PERNAH berasumsi bahwa pasien tersebut berada pada tempat tidur yang benar
seperti nama yang tertera di atasnya.
6.12.4. Gunakan dua macam cara identifikasi pasien untuk melakukan identifikasi positif
pasien sebelum memberikan pengobatan/ prosedur
RS.Tiara Bekasi telah memilih dua cara identifikasi pasien berikut untuk menghasilkan
identifikasi positif dari pasien sebelum melakukan pengobatan / prosedur:
6.12.4.1. Nama lengkap pasien.
6.12.4.2. Tanggal lahir pasien.
6.12.4.3. Nomor Rekam Medis pasien yang akan digunakan dalam prosedur di bawah ini:
6.12.4.3.1 Obat untuk pasien dari rekam medis farmasi.
6.12.4.3.2 Pasien yang tidak sadar dimana nama dan tanggal lahir tidak diketahui. (bagian
6.18)
6.13. Prosedur yang Membutuhkan Identifikasi Positif dari Pasien
6.13.1. Identifikasi positif dari pasien harus dilakukan sebelum melaksanakan setiap prosedur:
6.13.1.1. Pemberian semua obat.
6.13.1.2. Transfusi darah dan produk darah.
6.13.1.3. Sebelum pengambilan sampel darah atau cairan tubuh pasien/ spesimen lain.
6.13.1.4. Sebelum memberikan penatalaksanaan atau melakukan prosedur.
6.13.2.
6.13.3.

6.13.4.
6.13.5.

6.13.6.

6.13.7.

6.14.

Daftar ini tidak menyeluruh atau eksklusif.


Sebelum melakukan prosedur, klinisi harus mengkonfirmasi identifikasi dari pasien yang
benar dengan menanyakan pasien (jika mungkin) untuk menyebutkan nama lengkap mereka,
dan tanggal lahir serta mencocokkan rincian tersebut dengan gelang identifikasi dan rekam
medis.
JANGAN menyebutkan nama dan tanggal lahir pasien dan kemudian meminta
konfirmasi atau sangkalan dengan respon ya/ tidak.
Jika pasien tidak mampu untuk menyebutkan nama (contoh anak yang belum bisa bicara,
dysphasia, ketidakmampuan mengekspresikan atau masalah kapasitas mental, lihat gelang
identifikasi, jika mungkin verifikasi informasi tersebut kepada keluarga, saudara atau anggota
staf lain yang familiar dengan pasien tersebut.
Jika keluarga atau yang merawat tidak ada, dua staf klinis akan melakukan identifikasi positif
dan keduanya akan menandatangani daftar dari dokumentasi yang terkait dengan proses
yang membutuhkan pemeriksaan identifikasi tersebut.
JANGAN MELAKUKAN prosedur apapun jika pasien tidak memakai gelang identifikasi
(kecuali jika pasien menolak menggunakan gelang identifikasi) sebelum prosedur tersebut
dimulai. Setiap klinisi yang mengidentifikasi pasien tanpa gelang identifikasi harus segera
menginformasikan kepada perawat (named nurse).

Mengidentifikasikan pasien yang melakukan pencitraan.

Hal. 8 dari 20

6.14.1.

Merupakan tanggung jawab yang utama bagi operator teknisi dari alat pencitraan untuk
memastikan bahwa pasien yang benar yang akan dilakukan pemeriksaan sesuai permintaan
yang telah dibuat sebelumnya. Paparan tidak boleh dilakukan dahulu sampai identifikasi
pasien sudah diverifikasi.
6.14.2. Jika rincian pasien yang ditulis pada formulir permintaan tidak lengkap atau belum dilengkapi
dengan benar, informasi lebih lanjut harus diperoleh terlebih dahulu sebelum melaksanakan
pemeriksaan. Operator harus menidentifikasi pasien dengan benar sebelum melakukan
paparan dengan cara:
6.14.2.1. Meminta pasien untuk menyebutkan nama, dan tanggal lahir. Jangan meminta mereka
untuk mengkonfirmasi data yang diharapkan menurut formulir permintaan.
6.14.2.2. Memeriksa data pasien dengan gelang identifikasi(kecuali out patient dan pemeriksaan
tanpa kontras atau prosedur invasive).
6.14.2.3. Mencocokkan data tersebut dengan yang tertulis pada formulir permintaan. 6.14.3. Jika
data tersebut cocok, lakukan paparan. Jika terdapat lebih dari satu pasien dengan
nama yang sama, periksa ulang dengan menanyakan alamat.
6.14.3.

Jika pasien rawat inap tiba di radiologi tanpa gelang identifikasi, perawat yang menemani
harus mengkonfirmasi identitas pasien. Jika prosedur tersebut dibutuhkan, pencatatan harus
dilakukan pada formulir permintaan, termasuk nama perawat dan formulir laporan insiden
harus dilengkapi. Jika perawat rawat inap tidak ada, pasien harus dikembalikan ke kamar
rawat dan perawat yang bertugas harus diberitahu tentang situasi tersebut dan harus
melengkapi formulir laporan insiden.

6.15. Mengidentifikasi pasien di Ruang Operasi/ Day Surgery Unit/Endoscopy unit.


6.15.1. Untuk menjaga keamanan pasien di dalam lingkungan ruang operasi, semua pasien yang
akan dibawa ke ruang operasi harus mengenakan dua gelang identifikasi (satu di setiap
anggota tubuh). Satu gelang identifikasi akan dibuka di dalam ruang operasi untuk dilakukan
intervensi klinis; maka dengan memakai dua gelang identifikasi akan mengurangi risiko
salah identifikasi.
6.15.2. Jika kedua gelang identifikasi dibuka pada saat pasien berada di ruang operasi, maka
gelang harus dipakaikan kembali oleh orang yang membukanya tadi, sebelum pasien
meninggalkan area ruang operasi tersebut contoh, ruang anestesi menuju ruang operasi
atau dari ruang operasi menuju ruang pemulihan.
6.16.

Mengidentifikasi pasien sebelum transfer dan penyerahan pasien selama transfer dan
pemulangan.
6.16.1. Semua standar prosedur operasi dan pedoman yang berhubungan dengan transfer dan
pemulangan pasien harus nnenyertakan prosedur identifikasi pasien.
6.16.2. Semua formulir klinis yang berhubungan dengan pasien harus mempunyai label pasien.
6.16.3. Identifikasi pasien harus diketahui selama penyerahan pasien dari satu unit ke unit lainnya.
6.16.4. Jika pasien tidak dapat mengidentifikasi dirinya sendiri selama transfer dan tidak ada orang
yang bertanggung jawab, anggota staf dari lokasi pasien (contoh:; rawat inap atau gawat
darurat) harus mewakili pasien untuk memverifikasi identifikasi pasien di tempat yang baru.

6.17.

Identifikasi dan pemberian label dari specimen. (lihat juga Kebijakan Pengumpulan,
Penanganan dan Transpor Spesimen).
6.17.1. Semua wadah spesimen, contoh: tabung tes darah, wadah kultur luka TIDAK BOLEH diberi
label sebelum spesimen dimasukkan, kecuali spesimen urin dan feces. Ikuti proses di bawah
ini:
6.17.2.1. Verifikasi nama dan tanggal lahir pasien dengan formulir permintaan lab sebelum

Hal. 9 dari 20

6.17.2.2.
6.17.2.3.
6.17.2.4.
6.18.

mengambil sampel darah atau spesimen.


Setelah spesimen diambil, verifikasi rincian label dengan pasien dan dengan formulir
permintaan.
Tempelkan label yang telah diverifikasi di tabung spesimen atau wadah bersamaan
dengan keberadaan pasien.
JANGAN MEMBERIKAN LABEL PADA WADAH SPESIMEN SEBELUM
MENGUMPULKAN SAMPEL DAN VERIFIKASI IDENTITAS.

Pasien tidak dikenal


Untuk pasien yang tidak dikenal atau pasien tidak sadar (seperti pasien trauma), identifikasi
dapat dilakukan oleh anggota dari tim Resusitasi atau staf gawat darurat, sampai identifikasi
yang benar telah didapatkan.

6.19. Pasien meninggal


6.19.1. Semua pasien yang meninggal harus diidentifikasi dengan benar dengan satu gelang
identifikasi.
6.19.2. Pada kasus nama pasien tidak diketahui, contoh karena kecelakaan lalu lintas, dimana
identitas tidak diketahui, gelang identifikasi harus dituliskan TIDAK DIKENAL LAKILAKI /
WANITA dan nomor Rekam Medis, jika tersedia.
6.20. Pengeluaran pasien dari kamar jenazah
6.20.1. Semua pasien yang dikeluarkan dari kamar jenazah, harus diidentifikasi oleh keluarga atau
orang lain yang bertanggung jawab terhadap pemindahan atau pengeluaran jasad pasien.
6.20.2. Sebelum pengeluaran jasad pasien, petugas kamar jenazah harus memeriksa gelang
identifikasi pasien, formulir pemberitahuan kematian dan mencocokkannya dengan kartu
identitas/KTP/SI M/Paspor.
6.20.3. Gelang Identifikasi tidak boleh dibuka sampai setelah pasien diidentifikasi dengan benar dan
siap untuk dipindahkan.
6.20.4. Jika pasien masih berada di kamar jenazah, gelang identifikasi harus tetap dipasang sampai
jasad pasien dikeluarkan dari kamar jenazah.
6.21. Gelang identifikasi yang hilang
6.21.1.
Merupakan tanggung jawab dari klinisi untuk membuka gelangidentifikasi untuk
memastikan penggantian gelang identifikasi, mengikuti konfirmasi dari identitas pasien.
6.21.2.
Jika gelang identifikasi pasien hilang, identifikasi positif dari pasien harus dilakukan
secepatnya dan penggantian gelang identifikasi harus dipasang dengan aman di
pergelangan tangan atau anggota tubuh lainnya. Orang yang bertugas saat itu harus
diinformasikan dan harus melengkapi formulir laporan insiden.
6.21.3.
Tindakan yang akan dilakukan bila gelang identifikasi bayi hilang.
6.21.3.1. Jika satu gelang identifikasi hilanq: Profesional yang terdaftar harus mendapatkan
semua dokumen yang terkait dan dengan kehadiran ibu dan perawat lain, gelang
duplikat dilengkapi dan dipasangkan pada pergelangan kaki bayi serta tindakan
tersebut harus dicatat.
6.21.3.2. Jika kedua gelang identifikasi hilanq:Gelang identifikasi dari semua bayi yang berada di
unit tersebut harus diperiksa oleh perawat yang bertugas dan perawat neonatal.
6.21.3.3. Dokumentasi terkait didapatkan untuk bayi dengan gelang identifikasi yang hilang dan
dengan kehadiran ibu, tindakan berikut dilakukan :
6.21.3.1.1. Catatan bayi telah diperiksa.
6.21.3.1.2. Gelang identifikasi yang baru telah dilengkapi dan dipasang dipergelangan kaki
bayi
6.21.3.4.

Profesional yang terdaftar harus mencatat di dokumen terkait, tanggal dan waktu dari
pemakaian ulang gelang identifikasi dengan tanda tangan perawat setelah

Hal. 10 dari 20

mencocokkan dengan ibu dan partner (jika ada).


6.22. Pelepasan gelang identifikasi
6.22.1. Gelang identifikasi harus dipakai oleh pasien selama penerimaan dan hanya akan dilepas
sebagai bagian dari proses pemulangan formal pasien.
6.22.2. Perawat (named nurse) yang bertanggung jawab terhadap perawatan pasien pada saat
keberangkatan dari kamar rawat atau departemen, juga bertanggung jawab atas pelepasan
gelang identifikasi pasien. Gelang identifikasi dapat dilepas saat semua proses pemulangan
seperti penyerahan obat dan penjelasan perawatan selanjutnya telah diberikan kepada
pasien, keluarga atau orang yang merawat.
6.22.3. Harus ada alasan yang sah untuk melepas gelang identifikasi pasien sebelum pemulangan,
contoh, lokasi gelang berada pada tempat yang akan dilakukan prosedur , merupakan
tanggung jawab klinisi yang melepaskan gelang tersebut untuk memastikan penggantian
gelang identifikasi, untuk konfirmasi identitas pasien.
6.23. Pelaporan kesalahan identifikasi pasien
6.23.1. Jika terdapat kesalahan atau misidentifikasi, ambil tindakan yang cepat untuk memastikan
keamanan pasien dan mencegah munculnya situasi yang merugikan. Jika informasi di
gelang identifikasi tidak benar, maka ralat kesalahan yang ada secepatnya pada demografik
pasien di system IT.
6.23.2. Orang yang menemukan kesalahan tersebut harus menginformasikan kepada perawat yang
bertugas dan melengkapi formulir laporan insiden dan insiden diinvestigasi sejalan dengan
Kebijakan Pelaporan Insiden RS.Tiara Bekasi.
6.23.3. Merupakan hal yang krusial bahwa setiap kelennahan dari sistem diinvestigasi secara
menyeluruh sehingga risiko dapat dikurangi atau dihilangkan. Contoh:
6.23.3.1. Stiker pasien yang salah di health records.
6.23.3.2. Informasi yang salah pada gelang identifikasi.
6.23.3.3. Tidak adanya gelang identifikasi pada pasien.
6.23.3.4. Misidentifikasi dari dokumentasi pada health records.
6.23.3.5. Misidentifikasi dari X-rays.
6.23.3.6. Misidentifikasi dari laporan investigasi.
6.23.3.7. Misidentifikasi perjanjian.
6.23.3.8. Pendaftaran ganda di system.
6.23.4.

7.

7.1.
7.2.
7.3.
7.4.
8.

8.1.
8.2.

Hal ini akan termasuk insiden yang muncul sebagai hasil dari misidentifikasi atau kesalahan
dari identitas, dengan atau tanpa bukti, dan juga kejadian near miss dimana misidentifikasi
atau kurangnya identifikasi yang dideteksi sebelum prosedur dilakukan.

PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI


Pelatihan prosedur identifikasi pasien harus dimasukkan ke dalam program orientasi unit/
departemen klinis.
Identifikasi Pasien Dengan Benar harus dimasukkan ke dalam pelatihan program untuk semua
perawat baru.
Semua pelayan kesehatan harus menghadiri in-service dari kebijakan ini paling tidak satu kali
dalam satu tahun. Manajer Klinis dan Kepala Unit di setiap area bertanggung jawab untuk
memastikan pelatihan tersebut dilakukan.
Untuk obyektif dan target dari pelatihan lihat lampiran 7
PEMANTAUAN DAN KEPATUHAN
Kepatuhan terhadap kebijakan ini adalah wajib untuk semua staf yang memberikan pelayanan
atau pengobatan kepada pasien.
Pemantauan dari kepatuhan di tingkat lokal adalah tanggung jawab dari kepala unit.
Ketidakpatuhan harus dilaporkan pada Medical Service Manager dan rencana tindakan akan

Hal. 11 dari 20

8.3.

8.4.

9.
9.1.

9.2.
9.3.
9.4.
9.5.

dibuat untuk meningkatkan kepatuhan.


Audit dari kepatuhan dimasukkan ke dalam program audit klinis dan dilakukan setiap bulan oleh
tim Panitia Akreditasi, Keselamatan, Mutu Dan Pengendalian Infeksi. Audit dari kepatuhan akan
menjadi bagian dari rencana audit tahunan dan dikirimkan kepada Panitia Akreditasi,
Keselamatan, Mutu Dan Pengendalian Infeksi.
Hasil dari audit akan diberikan kepada Panitia Akreditasi, Keselamatan, Mutu Dan Pengendalian
Infeksi yang akan mengkaji semua insiden yang berhubungan dengan misidentifikasi pasien
setiap 6 bulan sekali.
REFERENSI
Australian Commission of Safety and quality of Healthcare: Specification for Indentification Band.
URL:
http://www.health.gov.au/internet/safetv/publishing.nsf/Content/EAC2DBC0F54777B5CA2574DE
O 0111873/$File/Specs-Pat1D-Band.pdf
National Health Service (NHS), National Patient Safety Agency (2007) Safe Patient ldentifcation.
URL
http://www.npsa.nhs.uk/patientsafetv/alert-and-directives/directive-guidance/patient identifcation/
WHO/JCI
(2007)
Patient
Safety
Solutions:
Patient
identification
.
URL
http://wvvw.ccforpatientsafety.org/fpdf/presskit/PS-Solution2.pdf
Policy for identification of Patients, Sheffield NHS Primary Care Trust, February 2008.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691/MENKES/PERNIII/2011

Lampiran 1 Definisi/ Daftar istilah


Istilah
Pelayan
kesehatan
Gelang
identifikasi
Named
Nurse

Identifikasi
positif

Staf

Definisi
Termasuk profesional medis, perawat dan petugas kesehatan (radiographer,
teknisi laboratorium, fisioterapis, terapis okupasi dan terapis bicara).
Nama yang diberikan untuk strip plastik semi permanen yang melampirkan
nama, tanggal lahir, nomor rekam medis pasien dan dipakai
mengelilingi pergelangan tangan atau pergelangan kaki pasien untuk
tujuan identifikasi.
Perawat yang dialokasikan untuk merawat pasien tertentu pada suatu shift.
Identifikasi positif termasuk:
1.
Meminta pasien untuk menyebutkan nama lengkap dan tanggal
lahir mereka dan identitas lain misalnya alamat.
2.
Selalu periksa informasi ini dengan gelang identifikasi, yang haru
disucapkan dengan benar.
3.
JANGAN menyebutkan nama dan tanggal lahir pasien dan
kemudian meminta informasi atau sangkalan dengan respon
ya/ tidak
4.
JANGAN bertanya pada pasien "Apakah Anda Tuan Jones?"
pasien mungkin akan salah dengar dan salah menyetujui
5.
JANGAN PERNAH berasumsi bahwa pasien tersebut berada pada
tempat tidur yang benar seperti nama yang tertera di atasnya.
Staf termasuk:

Hal. 12 dari 20

1.
2.
3.

Semua konsultan dan spesialis


Semua dokter
Perawat

4.
5.

Petugas kesehatan profesional


Semua asisten pelayan kesehatan dan asisten departemen yang
terlibat dalam provisi pasien.
Semua teknisi laboratorium
Semua radiologis dan radiographer
Semua petugas farmasi dan asisten
Semua staf yang terkait dengan manajemen pelayanan pasien melalui
pemesanan, manajemen perjanjian, penerimaan, transfer dan tindakan
lain dimana identifikasi pasien harus akurat dan valid.

6.
7.
8.
9.

Lampiran 2 - Tanggung Jawab dan Jangka Waktu untuk aplikasi gelang identifikasi

Kategori pasien

Kewajiban staf

Jangka waktu

Pasien Rawat Inap

Perawat/ bidan yang


menerima pasien

Segera setelah pasien


diterima

Departemen Gawat Darurat

Perawat yang menerima


pasien

Segera setelah pasien


diterima ke departemen
tersebut

Ruang melahirkan/ bayi baru


lahir
NICU

Bidan yang menangani ibu


dan bayi
Perawat/ bidan yang
menerima bayi

Pasien Anak

Perawat yang menerima


pasien

Pasien yang dibawa sudah


dalam keadaan meninggal di
gawat darurat/ kamar mayat

Perawat di unit gawat darurat

Penggantian gelang
identifikasi

Semua staf klinis yang


bertanggung jawab untuk
pelepasan atau yang
memberikan perawatan
kepada pasien

Hal. 13 dari 20

Segera setelah kelahiran


Segera setelah aman
secara klinis
Segera setelah pasien
diterima ke departemen
tersebut
Segera setelah pasien
diterima ke
departemen/kamar mayat
tersebut
Segera setelah gelang
identifikasi dilepas atau
tidak mungkin pada
kesempatan awal.

Lampiran 3 - Label untuk ditempatkan di inkubator/box bayi

Nama bayi :

Nama orang tua:

Tanggal dan waktu lahir:


Nomor rekam medis:
Tipe kelahiran:

Dokter obgyn/ dokter anak:

Berat lahir:

Perawat :

Gestasi
Nama saudara kandung (jika ada):

Pasien masuk ke Sahid Sahirman Memorial Hospital

Ke Ruang Rawat Inap sebagai pasien operasi /


pasien rawat umum

Melalui UGD sebagai pasien UGD


atau melalui poliklinik

Lampiran 4 -

Apakah Pasien Memiliki Catatan Di Medical Record (MR)

Ya

Ringkasan
Identifikasi Pasien

Tidak

Identitas pasien diperiksa berdasarkan Data MR.


Gelang identitas dilengkapi dan berisi nama lengkap,
tanggal lahir dan no MR, Rincian tersebut diperiksa
Langsung Ke pasien

Rincian pasien telah ditanyakan melalui


formulir admission. Gelang identitas telah
dilengkapi, dan diperiksa dengan pasien

Gelang identitas sudah dipasang pada pergelangan tangan pasien, biasanya pada tangan yang dominan, contoh tangan
untuk menulis

Gelang identitas pasien telah diperiksa, meminta pasien untuk menyebutkan nama dan tanggal lahirnya, sebelum intervensi berikut:
Pengambilan sampel darah
Transfusi darah dan produk darah
Pengambilan sampel cairan tubuh pasien Pemberian semua obat
Intervensi bedah dan setiap prosedur invasive
Transport/transfer dari pasien
X-ray dan prosedur pencitraan
Dua professional harus memeriksa identitas dari pasien

Gelang identitas harus diperiksa pada setiap pergantian shift


oleh perawat pada shift berikuitnya untuk memastikan gelang
tersebut terpakai dengan baik dan terbaca. Ganti gelang tersebut
jika terdapat perubahan atau kesalahan rincian data. Jangan
dicoret atau ditimpa.
Hal. 14 dari 20

Lepaskan gelang identitas pada saat


pasien akan pulang dari ruang rawat
atau unit tertentu

Lampiran 5 - Informasi Untuk Staf Mengenai Identifikasi Pasien


Mengapa misidentifikasi muncul?
Proses identifikasi pasien dengan benar merupakan tantangan pada rumah sakit karena jumlah dari
intervensi yang kompleks yang terdapat pada pasien, mulai dari pemberian obat, phlebotomy, sampai
prosedur invasif yang kompleks.
Intervensi dapat dilakukan di lokasi yang bervariasi dan diberikan oleh tim besar dari staf klinis dan non
klinis , yang bekerja secara shift.
Kita menangani pasien yang sakit berat yang dapat merasa takut dan bingung. Pasien yang mempunyai
hambatan untuk melakukan komunikasi yang baik, tidak selalu mampu untuk menjawab pertanyaan
mengenai identitas
Tingkat aktifitas dari pekerja pelayanan kesehatan dapat membuat mereka berpikir untuk mengambil
jalan pintas, termasuk memeriksa identitas pasien.
HATI-HATI!
Penggunaan konvensional dari gelang identifikasi bukan informasi. Beberapa pasien tidak
mendapatkan gelang identifikasi saat itu jugs. Walaupun gelang identifikasi sudah ada, sangat mudah
untuk melakukan protokol untuk identifikasi pasien dengan tidak benar.
Satu dari kesalahan utama adalah label addressograph! Label addressograph ditempatkan pada
formulir permintaan, formulir rujukan, daftar pemberian obat atau formulir persetujuan dan dapat
menyebabkan konsekuensi bencana bagi pasien. Jika hasilnya menyebabkan bencana bagi pasien,
maka mungkin akan berpengaruh besar pada klinisi yang terlibat. Staf klinis harus selalu memastikan
ulang bahwa label yang digunakan berhubungan dengan pasien yang benar.
Jadi JANGAN berjalan-jalan dengan label addressograph dari beberapa pasien

Hal. 15 dari 20

berbeda di kantong seragam Anda- itu adalah resep untuk terjadi bencana!!
Apa yang dapat Anda lakukan terhadap hal itu?
Jangan pernah puas. Misidentifikasi pasien mungkin terjadi pada derajat ayng lebih besar atau lebih
kecil setiap harinya.
Selalu ambil sedikit waktu lebih untuk memuaskan diri bahwa Anda telah menangani pasien yang benar
untuk intervensi apapun yang akan dilakukan
Jangan bergantung pada pasien utnuk mengidentifikasi diri mereka sendiri secara benar tanpa gelang
identifikasi. Beberapa pasien akan setuju akan apapun yang Anda ucapkan! Gunakan dengan baik label
addressograph dan gelang identifikasi. Lihat lampiran 6 untuk hal-hal yang boleh dan tidak boleh
dilakukan.

Lampiran 6 - Yang Boleh Dan Tidak Boleh Dilakukan


Boleh dilakukan

Tidak boleh dilakukan

Lakukan identifikasi pasien dengan benar


pada saat penerimaan. Langkah awal
paling penting adalah identifikasi pasien
sesegera mungkin saat pasien mulai
berinteraksi dengan rumah sakit. Sejauh
identifikasi pasien menjadi perhatian, data
akan sama baiknya dengan informasi dari
pendaftaran.
Lakukan kepastian bahwa Anda
mempunyai nama lengkap dari akte lahir
pasien. Banyak pasien akan memberikan
nama yang mereka tahu contoh, Mary
yang dikenal oleh temannya sebagai
Molly. Hal ini tidak dapat diterima.
Lakukan penulisan "dikenal sebagai"
pada tempat di bawah nama sesuai akte
lahir , yang mana mereka lebih akan
merespon bila dipanggil dengan nama
dari "dikenal sebagai"
Lakukan pemeriksaan ulang dengan
pasien bahwa semua data yang ditulis
adalah benar.

Jangan membaca rincian pasien


kepada mereka dan meminta
mereka secara pasif setuju
dengan Anda. Minta pasien untuk
menyebutkan data lengkap
mereka.

Hal. 16 dari 20

Jangan menerima bahwa pasien


menunjuk kea rah papan nama di
atas tempat tidur mereka sebagai
tanda bahwa hal yang diucapkan
benar. Bicara pada pasien dan
periksa.
Jangan mengambil darah dari
pasien tanpa memeriksa rincian
pasien pada formulir permintaan
yang sudah dilengkapi.
Jangan menempel label pada
botol sampel sebelum Anda
mengambil darah. Perhatian Anda
akan terbagi sebelum Anda
menyelesaikan tugas tersebut.

Lakukan pemeriksaan ulang dengan


pasien bahwa semua data yang ditulis
pada gelang identifikasi adalah benar.

Jangan melakukan dua tuga


sekaligus dalam waktu yang sama
contoh, mengambil darah dari
beberapa pasien dan
menempelkan label setelah
semuanya selesaiatau mengisi
formulir permintaan untuk
beberapa pasien dalam waktu
bersamaan.
Jangan melakukan tugas jauh
dari pasien. Coba untuk mengisi
formulir permintaan dan
selesaikan tugas di samping
tempat tidur pasien.
Jangan mencetak label
addressograph berlebihan dari
yang dibutuhkan.

Lakukan pemeriksaan secara regular


mengenai kebenaran informasi dari
gelang identifikasi. Gantikan setiap
gelang, jika beberapa bagian dari data
pasien tersebut salah.
Lakukan selalu pemeriksaan rincian dari
pasien walaupun Anda pikir Anda telah
mengenalnya dengan baik. Seseorang
mungkin menulis obat yang salah pada
kaki tempat tidur.
Lakukan pemeriksaan ulang secara
verbal dan fisik bahwa data dari pasien
sosok dengan data pada formulir
permintaan yang telah dilengkapi,
terutama jika anggota lain dari tim
pelayanan kesehatan telah melengkapi
formulir tersebut.
Lakukan perhatian pada pasien rawat
jalan. Beberapa pasien akan
PENTING
mengaku sebagai orang lain
Periksa
registrasi ganda pasien
hanya untuk melompati
urutan
Pasien dapat
antrian!
Maka memberikan
jika ada Marynama
Ann dan alamat yang berbeda lebih dari
Smith (dan rincian demografik satu
yang lengkap), pastikan bahwa
benar Mary Ann Smith (dan
rincian demografik yang lengkap)
yang masuk untuk menemui
Konsultan.
Lakukan penempelan label pada sampel
yang diambil dari pasien segera
setelah sampel dimasukkan ke
dalam wadah, sebelum
meninggalkan tempat tidur
pasien.

Hal. 17 dari 20

Lampiran 7 - Obyektif Dan Target Pelatihan


Tujuan dari Pelatihan / Program Komunikasi

Untuk memastikan semua staf di


RS.TIARA BEKASI mengetahui tentang
Kebijakan Identifikasi Pasien

Grup target

Semua staf yang terlibat dalam proses


pelayanan pasien.

Metodologi

Pelatihan internal Komunikasi Verbal

Komunikasi / Penyampaian Training

Ahli internal (Nursing Education Team,


staf senior yang berpengalaman )

Pengukuran
keberhasilan: Hasil
Belajar dan / atau
Tujuan
Penilaian efektifitas

Memastikan 100% kepatuhan terhadap


kebijakan melalui audit 2 tahun sekali

Tanggal mulai & penyelesaian rencana


pelatihan/ communication

Mulai: 12 Maret 2014 Selesai: 31


Desember 2014

Mengurangi jumlah insiden identifikasi


pasien

Hal. 18 dari 20

Lampiran 8 - Audit Tools


Audit tool untuk pengetahuan staf tentang gelang identifikasi pasien
(Semua staf setidaknya setahun sekali sejalan dengan spesifikasi kalender auditnya
harus melengkapi audit tool ini) Formulir ini haru dilengkapi dan
dikembalikan kepada anggota staf yang melakukan audit di area kerja Anda.
1.

1.

Informasi apa yang dimasukkan ke gelang identifikasi? (lingkari satu atau lebih)
a. Nama pasien
b. Tanggal lahir
c. Nomor rekam medis

2.

Seberapa sering gelang identifikasi pasien diperiksa?

2.

Setiap hari Setiap Minggu


Lainnya

Setiap bulan Tidak diperiksa Tidak tahu

3.

3.

Apakah dua dari identitas pasien yang digunakan untuk Identifikasi Positif pasien?

4.

Bagaimana Anda melakukan Identifikasi Positif pada pasien?

5.

Kapan Anda melakukan Identifikasi Positif pada pasien?

6.

Apa yang terjadi jika kesalahan ditemukan contoh, nama pada gelang hilang/tidak
dapat dibaca/ tidak lengkap? ( harap berikan rincian dari prosedur jika ada)

7.

Apa yang terjadi bila pasien menolak/ tidak dapat memakai gelang
identifikasi? Berikan rinciannya:

8.

Apa yang terjadi jika muncul kesalahan? Berikan rinciannya:

4.
5.
6.

7.

8.

Hal. 19 dari 20

Hal. 20 dari 20

Anda mungkin juga menyukai