Anda di halaman 1dari 17

Anggaran Dasar LKM

ANGGARAN DASAR
BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT ......................
Kelurahan ................. Kecamatan ............... Kota Jambi
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Pengertian
Kata-kata yang tercantum didalam Anggaran Dasar ini harus diartikan sebagai
berikut :
1. Badan Keswadayaan Masyarakat adalah badan pimpinan kolektif dari suatu
Organisasi Masyarakat warga yang berbentuk Perhimpunan atau paguyuban,
yang memiliki fungsi utama sebagai dewan pengambilan keputusan dalam
rangka penaggulangan kemiskinan, yang dilakukan
melalui proses
pengambilan keputusan secara partisipatif.
2. Dana Bantuan Langsung Masyarakat adalah dana yang digunakan oleh
Masyarakat miskin yang sangat perlu dibantu, atas dasar pertimbangan dan
keputusan rapat Dewan Pimpinan kolektif.
3. Kredit mikro adalah pemberian dana kepada masyarakat miskin untuk
keperluan peningkatan ekonomi secara bergulir dan bersifat pinjaman yang
harus dikembalikan anggota masyarakat atau juga disebut debitur kepada Unit
Pengelola Keuangan sebagai Kreditur.
4. Penatabukuan adalah proses pencatatan administrasi keuangan yang
dilengkapi dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran, catatan-catatan
yang sah menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum, yang dipergunakan
untuk pertanggungjawaban administrasi kepada Auditor (Akuntan Publik dan
BPKP).
5. Laporan Audit adalah laporan pencatatan keuangan dalam bentuk laporan
keuangan, Neraca Laba/Rugi, Buku Besar dan Jurnal yang dibuat oleh staff
Unit Pengelolaan Keuangan dan atau dengan jasa Akuntan Publik dan Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan sebagai pertanggungjawaban
Dewan Pimpinan kolektif Badan Keswadayaan Masyarakat kepada anggota
Badan Keswadayaan Masyarakat dan atau masyarakat.
6. PNPM Mandiri P2KP adalah Program Pemerintah Republik Indonesia dalam
rangka Penanggulangan Kemiskinan di masyarakat.
7. Masyarakat miskin adalah masyarakat yang memiliki jati diri, dinamis, mau
mengembangkan diri dan meningkatkan status ekonominya dan bukan tuna
wisma.

BAB II
NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN DAN SAAT PENDIRIAN
Badan Keswadayaan Masyarakat

Anggaran Dasar LKM

Pasal 1
Nama Badan Keswadayaan Masyarakat adalah BELIUNG PATAH dan dalam
Anggaran Dasar ini disebut Badan Keswadayaan Masyarakat untuk selanjutnya
disebut juga Paguyuban.
Pasal 2
Badan Keswadayaan Masyarakat berkedudukan di Sekretariat BKM Beliung Patah
kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Propinsi Jambi.
Pasal 3
Bahwa saat berdirinya Badan Keswadayaan Masyarakat dimulai pada saat
didirikan sesuai dengan berita acara rapat pada tanggal 17 November 2007 yang
telah disahkan oleh peserta Rapat serta telah diperoleh keputusan tetap dan
dinyatakan seluruh ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
bersifat mengikat terhadap seluruh masyarakat di lingkungan Kelurahan dimana
Badan Keswadayaan Masyarakat berdiri.
BAB III
VISI, MISI, PRINSIP DAN NILAI YANG DIGUNAKAN
Pasal 4
Visi Badan Keswadayaan Masyarakat adalah Masyarakat mampu membangun
sinergi dengan berbagai pihak untuk menanggulangi kemiskinan secara Mandiri ,
kolektif dan berkelanjutan.
Pasal 5
Misi Badan Keswadayaan Masyarakat adalah Mendorong masyarakat untuk
mandiri dalam pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas ,menanggulangi
permasalahan kemiskinan dan mandiri dalam penataan lingkungan yang
berkelanjutan.
Pasal 6
Nilai-nilai
Nilai-nilai luhur yang wajib dijunjung terhadap seluruh Dewan Pimpinan Kolektif
dan masyarakat serta semua pelaku program penanggulangan kemiskinan
perkotaan didalam pelaksanaannya adalah :
1) Dapat dipercaya; semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan Badan
Keswadayaan Masyarakat wajib menjaga kepercayaan yang diberikan
masyarakat maupun Pemerintah untuk menerapkan aturan Program
penanggulangan kemiskinan perkotaan dengan baik dan benar.
2) Ikhlas dan atau kerelawanan; seluruh anggota Badan Keswadayaan
Masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan harus berlandaskan niat ikhlas untuk
turut memberikan konstribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat
miskin yang ada diwilayahnya, dan tidak mengharapkan imbalan materi, jasa,
maupun mengutamakan kepentingan pribadi serta golongan atau kelompoknya.
Badan Keswadayaan Masyarakat

Anggaran Dasar LKM

3) Kejujuran; dalam proses pengambilan keputusan, pengelolaan dana serta


pelaksanaan kegiatan Badan Keswadayaan Masyarakat harus dilakukan
dengan jujur, sehingga tidak dibenarkan adanya upaya-upaya untuk
merekayasa, memanipulasi maupun menutup-nutupi sesuatu yang dapat
merugikan masyarakat miskin serta menyimpang dari visi, misi dan tujuan
program pengentasan kemiskinan perkotaan.
4) Keadilan; dalam menetapkan kebijakan dan
melaksanakan Program
penanggulangan kemiskinan harus menekankan azas keadilan kebutuhan
nyata dan kepentingan masyarakat miskin. Keadilan dalam hal ini tidak berarti
sekedar pemerataan.
5) Kesetaraan; dalam pelibatan masyarakat
pada pelaksanaan dan
pemamanfaatan PNPM Mandiri P2KP, tidak membeda-bedakan latar belakang,
asal-usul, agama, status, maupun jenis kelamin dan lain-lainnya. Semua pihak
diberi kesempatan yang sama untuk terlibat dan atau menerima manfaat PNPM
Mandiri P2KP, termasuk dalam proses pengambilan keputusan.
6) Kebersamaan dalam keberagaman; dalam melaksanakan kegiatan
penanggulangan kemiskinan perlu dioptimalkan gerakan masyarakat, sehingga
kemiskinan benar-benar menjadi urusan semua warga masyarakat dari
berbagai latar belakang, suku, agama, mata pencaharian, budaya, pendidikan
dan sebagainya, dan bukan hanya menjadi urusan dari masyarakat miskin atau
anggota Badan Keswadayaan Masyarakat atau sekelompok elit saja.

BAB IV
PRINSIP-PRINSIP DASAR
DAN
TATACARA PEMBENTUKAN BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT
Pasal 7
Badan Keswadayaan Masyarakat

Anggaran Dasar LKM

PRINSIP-PRINSIP DASAR BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT


Bahwa prinsip-pinsip dasar pembangunan Badan Keswadayaan Masyarakat
didalam Anggaran Dasar ini berpedoman kepada :
1) Setiap anggota masyarakat wajib memahami substansi Badan Keswadayaan
Masyarakat sebagai institusi masyarakat yang memiliki peran strategis dalam
menetapkan keputusan yang sesuai dengan keinginan masyarakat.
2) Setiap anggota masyarakat mampu menetapkan kebutuhan pembentukan
institusi masyarakat atas dasar hasil penilaian masyarakat sendiri.
3) Setiap anggota masyarakat mampu menetapkan kerangka aturan dan atau
sistem prosedur yang disusun bersama oleh masyarakat itu sendiri.
4) Melibatkan masyarakat luas khususnya masyarakat miskin dan perempuan
dalam keseluruhan proses pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat
hingga pengesahan sampai kepada pelaksanaan kegiatan.
Pasal 8
Tata cara pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat
Bahwa tatacara pembentukan Badan Keswadayaan Masyarakat yang diatur
didalam Anggaran Dasar ini adalah:
1. Sosialisasi organisasi masyarakat warga dan institusi kepemimpinan
kolektif.
2. Penilaian keBadanan masyarakat yang ada.
3. Penetapan kebutuhan Badan Keswadayaan Masyarakat dengan:
a) Memutuskan untuk memampukan Badan yang ada atau membentuk
Badan Badan Keswadayaan Masyarakat baru.
b) Membahas draf Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
4.

Pendirian dan pemilihan anggota Badan Keswadayaan Masyarakat


sebagai berikut:
a) Pemilihan dan penetapan anggota Badan Keswadayaan Masyarakat.
b) Mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Badan
Keswadayaan Masyarakat.
c) Pembentukan Kesekretariatan, Dewan Pengawas dan unit-unit
pengelola.

5.

Akuntabilitas dan legitimasi oleh masyarakat yaitu:


a) Menyebarluaskan daftar Dewan Pimpinan Kolektif Badan Keswadayaan
Masyarakat, daftar pelaksana termasuk sekretariat, Dewan pengawas
dan unit pelaksana lainnya untuk memperoleh tanggapan dari
masyarakat.
b) Menyebarluaskan dan menyempurnakan draf Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga atas dasar masukan dan saran dari warga
masyarakat.

6.

Legalisasi Badan Keswadayaan Masyarakat dengan melakukan


pencatatan pada Notaris.

Badan Keswadayaan Masyarakat

Anggaran Dasar LKM

BAB V
KEDUDUKAN ORGANISASI
BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT
Pasal 9
Kedudukan organisasi
Badan Keswadayaan Masyarakat
Bahwa organisasi Badan Keswadayaan Masyarakat yang diatur didalam Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini memiliki kedudukan tertinggi dalam
menentukan kebijakan program penanggulangan kemiskinan diwilayah Kelurahan
Bagan Pete. Oleh karenanya tidak diperkenankan dan atau dilarang membentuk
organisasi lainnya yang memiliki fungsi untuk menilai, menyetujui segala sesuatu
yang bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.
BAB VI
TUGAS POKOK DAN FUNGSI,
PEMILIHAN SERTA PEMBERHENTIAN KEANGGOTAAN
BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT
Pasal 10
Tugas Pokok Badan Keswadayaan Masyarakat
Dalam Anggaran Dasar ini mengatur tugas pokok Badan Keswadayaan
Masyarakat sebagai berikut :
1. Merumuskan dan menetapkan kebijakan serta aturan main (termasuk sanksi)
secara demokratis dan partisipatif mengenai hal-hal yang bermanfaat untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Bagan Pete termasuk
penggunaan dana PNPM Mandiri P2KP;
2. Mengorganisasi masyarakat untuk bersama-sama merumuskan visi, misi,
rencana strategis, dan rencana program penanggulangan kemiskinan
(Pronangkis);
3. Memonitor, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan keputusan-keputusan
yang telah diambil Badan Keswadayaan Masyarakat termasuk penggunaan
dana PNPM Mandiri P2KP.
4. Mendorong berlangsungnya proses pembangunan partisipatif sejak tahap
penggalian ide dan aspirasi, pemetaan swadaya atau penilaian kebutuhan,
perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemeliharaan hingga
monitoring dan evaluasi.
5. Memverifikasi penilaian yang telah dilakukan oleh unit-unit pelaksana dan
memutuskan proposal mana yang diprioritaskan didanai oleh dana PNPM
Mandiri P2KP atau dana-dana lain yang dihimpun oleh Badan Keswadayaan
Masyarakat, atas dasar kriteria dan prosedur yang disepakati dan ditetapkan
bersama;
Badan Keswadayaan Masyarakat

Anggaran Dasar LKM

6. Memonitor, mengawasi dan memberi masukan untuk berbagai kebijakan


maupun program Pemerintah lokal yang berkaitan dengan kepentingan
masyarakat miskin maupun pembangunan di Kelurahan Bagan Pete.
7. Menjamin dan mendorong peran serta berbagai unsur masyarakat, khususnya
masyarakat miskin dan kaum perempuan di wilayah Kelurahan Bagan Pete,
melalui proses serta hasil keputusan yang adil dan demokratis.
8. Membangun transparansi kepada masyarakat khususnya dan pihak luar
umumnya, melalui berbagai media seperti papan pengumuman, sirkulasi
laporan kegiatan dan keuangan bulanan serta rapat-rapat terbuka.
9. Membangun akuntabilitas kepada masyarakat dengan mengauditkan diri
melalui auditor independen serta menyebarluaskan hasil audit kepada seluruh
lapisan masyarakat;
10. Melaksanakan Rapat Anggota Tahunan dengan dihadiri masyarakat luas dan
memberikan pertanggungjawaban atas segala keputusan dan kebijakan yang
diambil kepada masyarakat.
11. Membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk
melakukan kontrol terhadap kebijakan, keputusan, kegiatan dan keuangan
yang dibawah kendali Badan Keswadayaan Masyarakat.
12. Memfasilitasi aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam perumusan kebutuhan
dan usulan program penanggulangan kemiskinan dan pembangunan wilayah
kelurahan setempat, untuk dapat dikomunikasikan, dikoordinasikan dan
diintegrasikan dengan program serta kebijakan pemerintah kelurahan,
Kecamatan (Penanggungjawab Operasional Kegiatan) dan Pemerintah Kota.
13. Mengawal penerapan nilai-nilai PNPM Mandiri P2KP, dalam setiap keputusan
maupun pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan serta
pembangunan di Kelurahan masing-masing.
14. Menghidupkan serta menumbuh kembangkan kembali nilai-nilai luhur dalam
kehidupan bermasyarakat, pada setiap tahapan dan proses pengambilan
keputusan serta pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan dan/atau
pembangunan Kelurahan dengan bertumpu pada kondisi budaya masyarakat
setempa.
15. Merencanakan dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan
penciptaan lapangan kerja baru, pengembangan ekonomi rakyat, dan
peningkatan kualitas lingkungan serta permukiman yang berkaitan langsung
dengan upaya-upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat miskin setempat.
16. Memfasilitasi kerjasama dengan berbagai potensi sumber daya yang ada di
sumber-sumber luar masyarakat setempat.
Pasal 11
Fungsi Badan Keswadayaan Masyarakat
Bahwa fungsi Badan Keswadayaan Masyarakat dalam Anggaran Dasar ini sebagai
berikut :
Badan Keswadayaan Masyarakat

Anggaran Dasar LKM

1. Pusat penggerak dan penumbuhan kembali nilai-nilai kemanusiaan, nilainilai kemasyarakatan dan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan nyata
masyarakat setempat;
2. Pusat pengembangan aturan (kode etik, kode tata laku);
3. Pusat pengambilan keputusan yang adil dan demokratis;
4. Pusat pengendalian dan kontrol sosial terhadap proses pembangunan,
utamanya penanggulangan kemiskinan;
5. Pusat pembangkit dan mediasi aspirasi dan partisipasi masyarakat;
6. Pusat informasi dan komunikasi bagi warga masyarakat dengan kebijakan
dan program pemerintah setempat.
Pasal 12
Pemilihan Pimpinan Kolektif
Dalam Anggaran Dasar mengatur pemilihan pimpinan kolektif Badan Keswadayaan
Masyarakat sebagai berikut:
1. Yang berhak memilih pimpinan kolektif Badan Keswadayaan Masyarakat
adalah seluruh warga Kelurahaan Bagan Pete yang sudah berusia 17
tahun atau sudah menikah dan berdomisili dimana Badan Keswadayaan
Masyarakat berada yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda
Penduduk atau surat keterangan dari RT setempat.
2. Setiap pemilih tidak diperkenankan diwakilkan kepada pihak lain di luar
warga Kelurahan Bagan Pete dengan alasan apapun.
3. Setiap pemilih tidak diperkenankan mewakili kepentingan golongan, agama,
jabatan atau untuk kepentingan lainnya di luar kepentingan warga
Kelurahan Bagan Pete.
Pasal 13
Tata cara pemilihan Pimpinan Kolektif
Tata cara pemilihan Pimpinan Kolektif dalam Anggaran Dasar diatur secara
sistematis dan bertahap sebagai berikut :
1. Membentuk Panitia Pemilihan yang berasal dari warga Kelurahan Bagan
Pete.
2. Segala biaya panitia pemilihan Pimpinan Kolektif ditanggung oleh seluruh
lapisan masyarakat secara kolektif dan tidak dibebankan kepada Badan
Keswadayaan Masyarakat.
3. Pelaksanaan Pemilihan Pimpinan Kolektif pertamakali dilakukan pada
warga di tingkat RT.
4. Selanjutnya pemilihan dilaksanakan di tingkat Kelurahan.
5. Setiap tahapan pemilihan pimpinan kolektif Panitia wajib membuat Berita
Acara Rapat Pemilihan pimpinan kolektif yang kemudian dilaporkan kepada
Penanggung jawab Operasional Kegiatan pada kantor Kecamatan.
6. Aturan pelaksanaan selanjutnya diatur didalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 14
Rapat-rapat
Rapat anggota Badan Keswadayaan Masyarakat adalah forum pengambilan
keputusan dan atau penetapan kebijakan Badan Keswadayaan Masyarakat dalam
pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri P2KP khususnya, dan kegiatan
penanggulangan kemiskinan umumnya. Terdapat beberapa jenis rapat anggota
Badan Keswadayaan Masyarakat

Anggaran Dasar LKM

yang diatur didalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga sebagai
berikut:
1.
2.
3.
4.

Rapat Anggota Tahunan.


Rapat Koordinasi Anggota Rutin.
Rapat Prioritas usulan kegiatan.
Rapat Keputusan Khusus.
Pasal 15
Masa jabatan dan Pemberhentian Pimpinan Kolektif

Masa jabatan dan pemberhentian pimpinan kolektif diatur sebagai berikut:


1. Masa jabatan anggota Badan Keswadayaan Masyarakat adalah 3 (tiga)
tahun dan apabila dikehendaki oleh masyarakat pimpinan kolektif dapat
dipilih kembali (maksimal 2 periode)
2. Pemilihan pimpinan kolektif dapat dihadiri oleh seluruh utusan RT, warga
masyarakat di Kelurahan Bagan Pete ,Badan Keswadayaan Masyarakat
berdomisili.
3. Masa bhakti Pimpinan kolektif berakhir jika atas permintaan sendiri,
meninggal dunia, serta tidak cakap dalam memimpin Badan Keswadayaan
Masyarakat serta memiliki integritas yang kurang baik.
4. Tidak hadir berturut-turut sebanyak 4 (empat) kali dalam rapat anggota BKM
tanpa ada berita maka dianggap mengundurkan diri dan BKM berhak
membuat berita acara pengunduran diri.
Pasal 16
Tatacara pengambilan keputusan
Tata cara pengambilan keputusan dalam Anggaran Dasar ini sebagai berikut:
1. Musyawarah dan rapat-rapat sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran
Dasar ini adalah sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 (dua per-tiga)
dari jumlah seluruh anggota Badan Keswadayaan Masyarakat.
2. Apabila rapat yang dimaksud dalam ayat (1) diatas pasal ini, jumlah yang
tidak hadir mencapai 2/3 (dua per-tiga), maka diadakan undangan rapat
sekali lagi dan jika masih belum mencapai 2/3 (dua-pertiga) yang hadir,
maka anggota yang hadir berapapun jumlahnya dapat melangsungkan
rapat dan dapat mengambil keputusan yang sah dan mengikat semua
anggota.
3. Pengambilan keputusan pada azasnya dilakukan secara musyawarah dan
mufakat. Jika tidak tercapai mufakat dalam musyawarah maka pengambilan
keputusan dilakukan secara voting.

Pasal 17
Pertanggung jawaban Pelaksanaan Tugas Pimpinan Kolektif
1. Pertanggungjawaban Pimpinan kolektif dari kegiatan yang telah diatur
dalam anggaran
dasar ini pada Pasal (14) hanya ditujukan pada
Badan Keswadayaan Masyarakat

Anggaran Dasar LKM

masyarakat Kelurahan Bagan Pete dan tidak kepada satu pihak atau
organisasi lainnya yang ada diwilayah Kelurahan Bagan Pete sebagaimana
diatur pada Bab VI Pasal (10).
2. Tugas Badan Keswadayaan Masyarakat hanya merumuskan kebijakan,
maka pelaksanaan kegiatan pertanggung jawaban tugas Badan
Keswadayaan Masyarakat tidak melalui rapat umum yang dihadiri oleh
seluruh lapisan masyarakat, namun cukup melalui pengumuman atas
semua hasil kegiatan sebelumnya, dengan memberikan kesempatan yang
seluas-luasnya kepada masyarakat untuk dapat memberikan sanggahannya
secara lisan maupun tertulis.
3. Dari sanggahan masyarakat secara lisan maupun tertulis maka pimpinan
kolektif berkewajiban memberikan jawaban secara tertulis dan diumumkan
di papan pengumuman yang ada atau media warga lainnya
Pasal 18
Pembubaran
Badan Keswadayaan Masyarakat dibubarkan apabila:
1. Pembubaran atas Badan Keswadayaan Masyarakat hanya dapat terjadi
dengan keputusan Rapat umum yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3
(dua pertiga) dari seluruh lapisan masyarakat yang diundang secara tertulis
dan memiliki hak suara serta dihadiri oleh Lurah dan Penanggung Jawab
Operasional kegiatan (PJOK) / Pejabat Kecamatan sebagai saksi.
2. Persetujuan dan atau usulan pembubaran harus disetujui oleh 2/3 (dua
pertiga) dari seluruh undangan rapat yang hadir berdasarkan absensi.
3. Jika rapat tidak mencapai quorum yang ditentukan maka usulan tersebut
ditolak.
4. Berita Acara Pembubaran Badan Keswadayaan Masyarakat wajib dibuat
oleh Pimpinan kolektif dan ditanda tangani oleh seluruh ketua RT yang ada
di Kelurahan Bagan Pete.
5. Berita Acara pembubaran wajib dilaporkan kepada Departemen Permukiman
dan Prasarana RI, Gubernur Kepala Daerah Propinsi, Kepala Pemerintah
Kota, Pimpinan Kecamatan dan Kelurahan Bagan Pete.
6. Seluruh dana dan harta kekayaan Badan Keswadayaan Masyarakat pada
saat pembubaran wajib dilakukan pemeriksaan keuangan melalui audit yang
dilakukan oleh Akuntan Publik.
7. Seluruh harta kekayaan Badan Keswadayaan Masyarakat serta
keuangannya setelah ada pembubaran diarahkan kepada kegiatan
pembangunan prasarana dan sarana lingkungan.
8. Pada saat pembubaran Badan Keswadayaan Masyarakat harus dihadiri
oleh Dewan Pimpinan Kolektif pertama kali berdiri.
Pasal 19
Pembentukan Sekretariat dan Unit-Unit Pelaksana Kegiatan Operasional
Badan Keswadayaan Masyarakat

Anggaran Dasar LKM

Sekretariat BKM dalam Anggaran Dasar ini diatur demikian :


a. Sekretariat adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengelola kegiatan yang berkaitan surat menyurat pada Badan
Keswadayaan Masyarakat setempat.
b. Pengelola Sekretariat BKM terdiri atas 2 (dua) sampai 3 (tiga) orang.
(sesuai dengan kebutuhan)
c. Orang-orang yang diangkat menjadi Sekretariat BKM adalah warga dari
Kelurahan Bagan Pete yang cakap dalam pengetahuan kesekretariatan dan
terampilan dalam melaksanakan pekerjaannya serta memiliki tanggung
jawab dan integritas moral yang tinggi.
d. Pengelola sekretariat BKM bertanggung jawab langsung kepada Dewan
Pimpinan Kolektif BKM.
e. Tugas dan wewenang serta tanggung jawab Pengelola sekretariat BKM
adalah melakukan pencatatan seluruh transaksi keuangan, membuat buku
jurnal keuangan dan buku besar, Neraca Saldo serta Neraca Laba /Rugi
BKM.
f. Pengelola sekretariat BKM berhak mendapat honor sesuai dengan
kemampuan Badan Keswadayaan Masyarakat dan atau pimpinan kolektif.
g. Pengelola sekretariat BKM ditetapkan berdasarkan Kontrak kerja berlaku
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Jika kinerja dari para Pengelola
sekretariat BKM dianggap cakap dan memiliki inovatif dan kinerja yang baik
maka yang bersangkutan dapat dikontrak kembali untuk tahun-tahun
berikutnya.
b. Unit-unit Pengelola kegiatan didalam Anggaran Dasar ini diatur demikian:
1.

Unit Pengelola Keuangan (UPK) adalah sebagai berikut:


h. Untuk mengelola kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan
ekonomi seluruh lapisan masyarakat dilingkungan kelurahan Bagan
Pete Badan Keswadayaan Masyarakat setempat.
i. Para pengelola Unit Pengelola Keuangan terdiri atas 2 (dua) sampai 3
(tiga) orang. (sesuai dengan kebutuhan)
j. Orang-orang yang diangkat menjadi pengelola unit kegiatan adalah
warga dari Kelurahan setempat yang cakap dalam pengetahuan
keuangan dan terampilan dalam melaksanakan pekerjaannya serta
memiliki tanggung jawab dan integritas moral.
k. Pengelola pada unit pengelola Keuangan bertanggung jawab kepada
Pimpinan Kolektif melalui sekretariat BKM.
l. Tugas dan wewenang serta tanggung jawab Unit Pengelola Keuangan
adalah melakukan pencatatan seluruh transaksi keuangan, membuat
buku jurnal keuangan dan buku besar, Neraca Saldo serta Neraca
Laba /Rugi.
m. Para Pengelola Keuangan berhak mendapat honor sesuai dengan
kemampuan Badan Keswadayaan Masyarakat dan atau pimpinan kolektif.
n. Para Pengelola Keuangan ditetapkan berdasarkan Kontrak kerja berlaku
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Jika kinerja dari para pengelola
keuangan dianggap cakap dan memiliki inovatif dan kinerja yang baik
maka yang bersangkutan dapat dikontrak kembali untuk tahun-tahun
berikutnya.

Badan Keswadayaan Masyarakat

10

Anggaran Dasar LKM

2.

Unit Pengelola Lingkungan (UPL) adalah sebagai berikut :


a. Unit Pengelola Kegiatan Lingkungan berfungsi untuk menyusun program
perbaikan prasarana dan sarana lingkungan permukiman.
b. Struktur
dan prosedur pengangkatan Unit Pengelola Kegiatan
Lingkungan adalah sesuai dengan Pasal 19 ayat (1 huruf f dan huruf
g).
c. Unit Pengelola Kegiatan Lingkungan terdiri atas 1 (satu) sampai 2 (dua)
orang yang memiliki integritas dan moral yang baik dan dapat diandalkan
oleh masyarakat.
d. Orang-orang yang diangkat menjadi pengelola unit kegiatan Lingkungan
adalah warga dari Kelurahan setempat yang cakap dalam pengetahuan
keuangan dan terampilan dalam melaksanakan pekerjaannya serta
memiliki tanggung jawab dan integritas moral.
e. Para Pengelola Kegiatan sosial adalah berhak mendapatkan honor
berdasarkan kinerja sesuai dengan kemampuan Badan Keswadayaan
Masyarakat dan atau pimpinan kolektif.
f. Para Pengelola Kegiatan Lingkungan bertanggung jawab langsung
kepada Dewan Pimpinan Kolektif melalui sekretariat BKM.

3.

Unit Pengelola Sosial (UPS) adalah sebagai berikut :


a. Unit Pengelola Kegiatan Sosial berfungsi Untuk mengelola kegiatan yang
terkait dengan pemberdayaan sosial masyarakat.
b. Dalam menjalankan kegiatannya Unit Pengelola Kegiatan Sosial harus
berkoordinasi dengan pimpinan kolektif untuk menetapkan program
kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi
sosial masyarakat.
c. Pengelola Unit kegiatan sosial terdiri atas 2 (dua) sampai 3 (tiga) orang.
d. Orang-orang yang diangkat menjadi Unit Pengelola Kegiatan Sosial
adalah warga Kelurahan setempat yang dinilai memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang cukup untuk melaksanakan pekerjaannya.
e. Unit pengelola Kegiatan Sosial bertanggung jawab kepada Dewan
Pimpinan Kolektif BKM melalui sekretariat.
f. Para Pengelola Kegiatan sosial adalah berhak mendapatkan honor
berdasarkan kinerja sesuai dengan kemampuan Badan Keswadayaan
Masyarakat dan atau pimpinan kolektif.
g. Para Pengelola Kegiatan sosial ditetapkan berdasarkan Kontrak kerja
berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Jika kinerja dari para
pengelola keuangan dianggap cakap dan memiliki inovatif dan kinerja
yang baik maka yang bersangkutan dapat dikontrak kembali untuk tahuntahun berikutnya.

4.

Dewan Pengawas UPK adalah sebagai berikut:


a.

Untuk mengawasi pelaksanaan pengelolaan kegiatan yang


berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi seluruh lapisan masyarakat
dilingkungan kelurahan Badan Keswadayaan Masyarakat setempat.
b.
Dewan Pengawas UPK dipilih dari dan oleh anggota BKM dalam
Rapat Anggota BKM
c.
Masa jabatan Dewan Pengawas UPK 2 (dua) tahun
d.
Orang-orang yang diangkat menjadi Dewan Pengawas UPK
adalah relawan/ warga dari Kelurahan setempat yang cakap dalam
Badan Keswadayaan Masyarakat

11

Anggaran Dasar LKM

pengetahuan keuangan dan terampilan dalam melaksanakan


pekerjaannya serta memiliki tanggung jawab dan integritas moral.
o. Dewan Pengawas UPK bertanggung jawab kepada Pimpinan Kolektif
melalui sekretariat BKM.
p. Tugas dan wewenang serta tanggung jawab Dewan Pengawas UPK
adalah melakukan Monitoring dan evaluai serta memastikan kebenaran
terhadap pencatatan seluruh transaksi keuangan, yang dilakukan oleh
UPK
q. Dewan Pengawas UPK tidak berhak mendapat honor.
Pasal 20
Fungsi dan Tugas Sekretariat, Dewan Pengawas dan Unit-Unit Pengelola
Kegiatan
1. Sekretariat.
1.1.Fungsi Sekterariat BKM adalah sebagai berikut :
a. Sekretariat BKM merupakan gugus tugas dari Badan Keswadayaan
Masyarakat yang berfungsi sebagai pengelola administrasi,
pembukuan keuangan BKM
b. Sekretariat BKM berfungsi sebagai pelaksana kegiatan strategis
yang ditetapkan oleh Pimpinan kolektif.
c. Sekretariat BKM berfungsi untuk menjalankan seluruh program yang
terkait dengan masalah administrasi yang ditetapkan didalam buku
pedoman umum dan pedoman teknis serta buku Petunjuk teknis
pelaksana Badan Keswadayaan Masyarakat secara utuh.
1.2.Tugas Sekterariat BKM adalah sebagai berikut :
a. Membuat dan menyimpan Berita Acara dan notulensi lengkap rapat
Dewan Pimpinan Kolektif BKM
b. Bertanggungjawab membuat dan mendistribusikan undangan BKM
c. Bertanggungjawab tentang penyelenggaraan surat menyurat dan
pengarsipannya.
d. Menyimpan dan memelihara semua arsip yang lengkap mengenai
transaksi keuangan BKM, menyimpan dengan baik semua buku, bon,
nota, surat berharga BKM.
e. Bertanggungjawab atas terselenggaranya sistem pembukuan BKM
yang standar dan menyusun laporan keuangan BKM dalam bentuk
Neraca dan laporan rugi laba selambat-lambatnya setiap tanggal 25
dalam bulan berjalan dan mengumumkan kepada masyarakat dengan
cara menempel laporan tersebut di sekretariat BKM dan papan
informasi yang telah ada.
f. Menyusun laporan keuangan tahunan sebagai bagian dari laporan
pertanggungjawaban Dewan Pimpinan Kolektif BKM dalam rapat
tahunan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah tahun
pembukuan berakhir
2. Unit Pengelola Keuangan.
2.1.

Fungsi Unit Pengelola Keuangan:

Badan Keswadayaan Masyarakat

12

Anggaran Dasar LKM

a. Unit Pengelola Keuangan merupakan gugus tugas dari Badan


Keswadayaan Masyarakat yang berfungsi sebagai pengelola sumber
daya keuangan serta melaksanakan program dana bergulir kepada
masyarakat miskin yang memiliki integritas dan beritikad baik dan
mampu mengembalikan dana bergulir tersebut untuk digulirkan
kembali kepada masyarakat lain.
b. Unit Pengelola Keuangan berfungsi sebagai pelaksana kegiatan
strategis yang ditetapkan oleh Pimpinan kolektif.
c. Unit pengelola Keuangan berfungsi untuk menjalankan seluruh
program yang terkait dengan masalah keuangan yang ditetapkan
didalam buku pedoman umum dan pedoman teknis serta buku
Petunjuk teknis pelaksana Badan Keswadayaan Masyarakat secara
utuh serta Sistem Operasional dan Prosedur Unit Pengelola
Keuangan.
2.2.

Tugas Unit Pengelola Keuangan:


a. Melakukan pencatatan akuntansi segala bentuk transaksi uang
masuk dan uang keluar.
b. Memahami dan melaksanakan seluruh ketentuan yang tercantum
didalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BADAN
Keswadayaan ini.
c. Membuat rencana kerja keuangan terhadap rencana target
pendapatan dan rencana pengeluaran keuangan serta mampu
berinovasi untuk meningkatkan pendapatan Badan Keswadayaan
Masyarakat.
d. Melakukan penagihan dana swadaya masyarakat secara sukarela
dan kemudian dalam tempo 1 x 24 jam wajib disetorkan ke rekening
Badan Keswadayaan Masyarakat.
e. Memasukkan seluruh pemasukan maupun pendapatan Keuangan
Badan Keswadayaan Masyarakat kedalam rekening atas nama
Badan Keswadayaan Masyarakat.
f. Membuat Laporan penggunaan dana dan laporan pendapatan secara
berkala dan tahunan kepada pimpinan kolektif.
g. Seluruh laporan keuangan Badan Keswadayaan Masyarakat wajib
dilaporkan dengan tembusan sebagai pemberitahuan ke Kantor
Pemerintah Kota (Bappeda Kota), Kantor Kecamatan dan Kantor
Kelurahan setempat.
h. Menilai kemampuan kapasitas masyarakat dalam pengembalian dana
bergulir.

3. Unit Pengelola Lingkungan :


3.1.

Fungsi Unit Pengelola Lingkungan :


a. Sebagai pelaksana gugus tugas Badan Keswadayaan Masyarakat.
b. Sebagai perencana, pemetaan dan penataan serta melakukan
perbaikan, pemeliharaan prasarana dan sarana lingkungan
perumahan kampung dan atau Kelurahan.
c. Sebagai pembantu pimpinan kolektif.

3.2.

Tugas unit Pengelola Lingkungan :

Badan Keswadayaan Masyarakat

13

Anggaran Dasar LKM

a.

b.
c.
d.
e.
f.
g.

Membuat Program rencana tata ruang, rencana penataan


lingkungan dan permukiman, rencana perbaikan dan pemeliharaan
prasarana dan sarana lingkungan permukiman Kelurahan dan
berkoordinasi dengan Kantor Kelurahan setempat, Kecamatan dan
Pemerintah Kota (Bappeda).
Membuat usulan teknis rencana pada ayat (2.2) huruf (a) tersebut
dan berkoordinasi dengan Kantor Kelurahan, Kecamatan dan
Pemerintah Kota (Bappeda).
Membuat rencana pembiayaan seluruh program dalam bentuk
kegiatan proyek.
Seluruh perencanaan sebelum dilaksanakan wajib mendapat
persetujuan dari pimpinan kolektif.
Menjalankan seluruh substansi buku pedoman umum dan buku
pedoman teknis PNPM Mandiri P2KP serta buku petunjuk Teknis
Pelaksana Badan Keswadayaan Masyarakat.
Membuat Laporan Tahunan Kegiatan Unit Pengelola Lingkungan.
Membuat
Perencanaan
Jangka
Menengah
Program
Penanggulangan Kemiskinan.

4.Unit Pengelola Sosial:


4.1. Fungsi Unit Pengelola Sosial:
a. Unit Pengelola kegiatan sosial berfungsi sebagai penyuluh dan
mensosialisasikan seluruh program Badan Keswadayaan Masyarakat
melalui rapat-rapat ditingkat Rukun Tetangga, Rukun Warga dan
Kantor Kelurahan dengan memakai Pamflet, brosur dan media cetak
serta media elektronik.
b. Memberdayakan
masyarakat untuk memberikan penyuluhan
penataan lingkungan permukiman dan perumahan termasuk masalah
persampahan, pengangkutan sampah, sanitasi dan kebersihan
dilingkungan Kelurahan serta program hidup sehat dan bersih dan
turut serta secara gotong royong untuk kebersihan lingkungan
masing-masing.
c. Membentuk masyarakat yang memiliki jati diri dan Mandiri dalam
melaksanakan program kesehatan lingkungan serta pengendalian
lingkungan kumuh.
d. Memberikan konsultansi peningkatan ekonomi masyarakat dalam
rangka pelaksanaan dana bergulir serta solusi permasalahan yang
dihadapi dalam rangka pengentasan kemiskinan.
e. Melakukan sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi
mendukung program Badan Keswadayaan Masyarakat.
4.2. Tugas Unit Pengelola Sosial.
a. Membuat rencana kegiatan bulanan dan tahunan kegiatan sosial
Badan Keswadayaan Masyarakat pada Kelurahan setempat.
b. Melakukan Koordinasi dengan Kelurahan, Kecamatan dan
Pemerintah Kota (Bappeda) dalam melakukan penyuluhan dan
seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan.
c. Membuat rencana biaya seluruh kegiatan Pengelolaan kegiatan
sosial dalam rangka penataan lingkungan dan pengendalian
lingkungan kumuh.
Badan Keswadayaan Masyarakat

14

Anggaran Dasar LKM

d. Seluruh rencana kegiatan wajib mendapat persetujuan rapat


pimpinan kolektif.
e. Mengkoordinir masyarakat terhadap seluruh kegiatan kebersihan
lingkungan dan persampahan serta sanitasi.
5.Dewan Pengawas UPK.
5.1. Fungsi Dewan Pengawas UPK
Untuk memastikan pengelolaan pinjaman modal bergulir dikelola dengan
baik dan benar oleh UPK, perlu dibentuk Dewan Pengawas. Adapun
fungsi Dewan Pengawas :
1. Merupakan gugus tugas dari Badan Keswadayaan Masyarakat yang
berfungsi memonitoring dan mengevaluasi pengelola sumber daya
keuangan (UPK) dalam melaksanakan program ekonomi bergulir
kepada masyarakat miskin dan memiliki integritas dan itikad baik
serta mampu mendukung pelaksanaan ekonomi bergulir kepada
masyarakat.
2. Dewan Pengawas UPK berfungsi sebagai pelaksana monitoring dan
evaluasi terhadap UPK yang ditetapkan oleh Pimpinan kolektif.
3. Dewan Pengawas UPK berfungsi untuk menjalankan seluruh program
yang terkait dengan masalah pemantauan keuangan yang ditetapkan
didalam buku pedoman umum dan pedoman teknis serta buku
Petunjuk teknis pelaksana Badan Keswadayaan Masyarakat secara
utuh serta Sistem Operasional dan Prosedur Unit Pengelola
Keuangan.
5.2. Tugas Dewan Pengawas UPK
1. Melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap pencatatan
keuangan segala bentuk transaksi yang dilakukan oleh UPK.
2. Memahami dan melaksanakan seluruh ketentuan yang tercantum
didalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Badan
Keswadayaan ini.
3. Melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap proses
pecatatan
keuangan
dan
pendapatan
Keuangan
Badan
Keswadayaan Masyarakat kedalam rekening atas nama Badan
Keswadayaan Masyarakat.
4. Membuat Laporan hasil monitoring dan evaluasi terhadap kinerja
UPK secara berkala dan tahunan kepada pimpinan kolektif.
5. Menilai kemampuan kapasitas UPK dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya dalam pengelolaan ekonomi bergulir.
6. Dewan Pengawas berwenang memberikan saran-saran perbaikan
kepada
UPK
berdasarkan
hasil-hasil
pemeriksaan
yang
dilakukannya.
7. Dewan Pengawas berwenang memberikan rekomendasi untuk
menjatuhkan skorsing terhadap UPK apabila dari hasil
pemeriksaannya terbukti terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan
kegiatan ekonomi bergulir.
8. Dewan Pengawas wajib memegang teguh kerahasiaan hasil-hasil
pemerikasaan dan menggunakan secara bertanggung jawab.
Badan Keswadayaan Masyarakat

15

Anggaran Dasar LKM

Pasal 21
Referendum
1. Dalam menentukan suatu referendum maka keputusan diambil dengan
memakai surat suara dan atau voting yang dihadiri oleh peserta rapat yang
hadir 2/3 (dua pertiga) dari seluruh lapisan penduduk di Kelurahan dimana
Badan Keswadayaan Masyarakat berdomisili.
2. Referendum dilakukan apabila terdapat suatu masalah yang akan
diputuskan tidak tercapai suatu keputusan dan atau kesepakatan maka
tindakan referendumlah yang di pakai.
3. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka referendum wajib
dihadiri oleh Pimpinan Lurah, Camat dan Pemerintah Kota.
4. Hasil Referendum wajib dibuatkan Berita Acara Rapat yang kemudian Berita
Acara Rapat ditanda tangani oleh Lurah, Camat dan Pemerintah Kota.
5. Berita Acara Rapat dapat dibuatkan
Keswadayaan Masyarakat berdomisili.

oleh

Notaris

dimana

Badan

Pasal 22
Tata Cara Perubahan Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga
Tata cara perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dapat
dilakukan apabila telah memenuhi kriteria ketentuan Pasal 16 di dalam Anggaran
Dasar ini telah terpenuhi.
1. Anggaran Dasar ini dapat dirubah sepanjang tidak bertentangan dengan
substansi Visi dan Misi serta substansi Badan Keswadayaan Masyarakat
yang tercantum didalam Anggaran Dasar ini.
Pasal 23
Penutup
1. Anggaran Dasar (AD) Badan Keswadayaan Masyarakat merupakan
pedoman pokok organisasi Badan Keswadayaan Masyarakat Beliung
Patah .
2. Aturan dan ketentuan yang belum tercantum dalam Anggaran Dasar (AD)
Badan Keswadayaan Masyarakat Beliung Patah , akan diatur di
kemudian hari dengan tetap mengacu pada Pedoman Umum dan Pedoman
Teknis PNPM Mandiri P2KP serta Petunjuk teknis pelaksana Badan
Keswadayaan Masyarakat dan merupakan aturan yang sah serta mengikat
secara hukum.
3. Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal disahkan.

Disahkan di
Badan Keswadayaan Masyarakat

Jambi
16

Anggaran Dasar LKM

Pada Tanggal
: 24 Januari 2014
_______________________________

Pimpinan Rembug Warga

Sekretaris Rembug Warga

( IDRIS )

Badan Keswadayaan Masyarakat

( TIBRONI )

17