Anda di halaman 1dari 21

KURIKULUM

PUSAT KEGIATAN BELAJAR


MASYARAKAT (PKBM)
CAHAYA
TP 2015/2016

KEL.BUKIT NENAS
KEC.. BUKIT KAPUR
KOTA DUMAI

LEMBAR PENGESAHAN

KURIKULUM PKBM CAHAYA PAKET B


KEL.BUKIT NENAS
KEC.. BUKIT KAPUR
KOTA DUMAI
TAHUN 2015/2016

Telah diteliti dan disyahkan penggunaannya


pada tanggal, Juli 2015
Dan dinyatakan berlaku mulai tahun pelajaran 2015/2016
Ketua PKBM CAHAYA

Ir.AMIR SUGIARTO
NIP. ...................

Mengetahui,
Kepala Dinas Pendidikan
Kota Dumai

Drs. ....................................
NIP. .........................

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, PKBM Cahaya untuk
Paket B telah dapat menyusun Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan (KTSP).
Penyusunan Kurikulum ini merupakan salah satu upayamengimplementasi Standar Isi dan Standar
Kompetensi Lulusan menjadi kegiatan pembelajaran yang operasional, siap dilaksanakan oleh PKBM,sesuai
dengan karakteristik PKBM, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Kurikulum PKBM Cahaya untuk Paket B disusun dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar
Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP dan model-model pembelajaran atau program yang
dihasilkan oleh Pusat Kurikulum. Namun demikian, kami menyadari bahwa kurikulum ini masih belum
sempurna. Penyempurnaan secara berkelanjutan akan terus dilakukan seiring dengan terbitnya standar-standar
lainnya, yaitu: standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan yang merupakan sumber acuan lainnya
dalam menyusun kurikulum.
Kurikulum ini mulai dilaksanakan pada tahun pelajaran 2015/2016.Kami mengucapkan terima kasih
dan penghargaan kepada seluruh tim penyusun kurikulum PKBM Cahaya yang telah meluangkan waktu dan
tenaganya untuk menyusun kurikulum ini,dan juga kepada Tim pengembang kurikulum dari Pusat Kurikulum.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasional/Latar Belakang

Program Paket B adalah program pendidikan dasar 9 tahun pada jalurpendidikan nonformal yang dapat
diikuti oleh peserta didik yang inginmenyelesaikan pendidikan setara SMP/MTs. Lulusan Program Paket B
berhak mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SMP/MTs.Kurikulum Paket B dikembangkan
berdasarkan prinsip bahwa pesertadidik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya
agarmenjadi manusia yang beriman dan betakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi wargaNegara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk
mendukungpencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didikdisesuaikan dengan potensi,
perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan
peserta didik serta tuntutan lingkungan.
Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menjamin pencapaian tujuan
pendidikan nasional. Penyusunan KTSP berpedoman pada panduan yang disusun oleh BadanStandar Nasional
Pendidikan Pendidikan (BSNP) dan ketentuan lainyang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP
19/2005.Penyusunan KTSP sangat diperlukan untuk mengakomodasi semua potensi yang ada di daerah dan
untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan dalam bidang akademis maupun non akademis, memelihara
budaya daerah, mengikuti perkembangan iptek yang dilandasi oleh iman dan takwa.
PKBM Cahaya terletak di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota
Dumai yang berjarak kurang lebih 27 km dari Kota Dumai. Lembaga pendidikan ini berdiri tahun 2011. Saat ini
jumlah warga belajar yang mengikuti program Paket B berjumlah 25 peserta didik. PKBM ini memiliki 2 ruang
kelas. Adapun sarana yang dimiliki ialah mesin jahit 1 unit, 1 mesin obras,dan mesin bordir 1 unit.
.
B.

Landasan Hukum

1. Instruksi Presiden:
a. No. 1 tahun 1994 tentang Pelaksanaan Wajib Belajar PendidikanDasar 9 tahun.
b. Instruksi Presiden No.5 Tahun 2006, tanggal 9 Juni 2006 GerakanNasional Percepatan
Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara.

Penuntasan

2. Keputusan Mendikbud No. 0131/U/1994 tentang Program Paket A danPaket B.


3. Kep. Mendiknas No. 86/U/2003 tentang penghapusan UPERS
4. UU RI NO 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:
a. Bab II Pasal 3 dan pasal 4 ayat 6
b. Bab IX Pasal 35
5. PP RI no 19 tahun 2005 Bab VIII tentang Standar PengelolaanPendidikan Pasal 49 ayat (1).
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI no 22,23 dan 24 tahun2006
7. Panduan pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan dariBSNP.

C.

Tujuan penyusunan KTSP


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Paket B PKBM Cahaya disusun untuk dijadikan pedoman oleh

seluruh warga belajar dalam pelaksanaan pembelajaran agar dapat mencapai hasil yang optimal mengingat
kurikulum ini selain merupakan tuntutan undang-undang juga sangat tepat diterapkan di lembaga pendidikan,
non formal

BAB II
VISI, MISI, DAN TUJUAN
A. VISI
Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan yang berkualitas,beriman, bertaqwa, berakhlak
mulia, serta mampu bersaing di era globalisasi

B. MISI :
Dalam rangka mewujudkan visi di atas, misi yang akan diemban oleh PKBM Cahaya adalah :
- Revitalisasi Fungsi Tenaga Lapangan Dikmas (TLD) dalamPendataan awal warga belajar
- Mensinergikan Kinerja antara Penyelenggara Program danPengelola PKBM melalui Pembagian tugas
antara Pengelola danPenyelenggara Pokjar.
- Peningkatan profesionalisme tutor paket B melalui TOT (Trainingof Trainer) tutor.
- Peningkatan kualitas lulusan pokjar melalui pelatihan
Motto PKBM Cahaya : KREATIF, INOVATIF, EFEKTIF
C. Tujuan Pendidikan
1. Tujuan Umum
1.1. Tujuan Pendidikan dasar yang tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 sebagai
berikut :Meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadianakhlak mulia serta keterampilan
untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
1.2. Meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing warga belajar.

2. Tujuan Khusus
Upaya untuk mencapai keberhasilan visi dan misi PKBM Cahaya Kel.Bukit Nenas ,Kec Bukit Kapur Kota
Dumai,maka tujuan khusus yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:
a. Peningkatan kualitas tutor; Meningkatkan intensitas pelatihan tutor Meningkatkan pengelolaan life
skill.
b. Meningkatkan kualitas peserta didik: Menjalin kemitraan dengan dunia usaha sejenis yang sudah maju
untuk tempat magang warga belajar.Mewajibkan warga belajar untuk membaca terutama buku buku
yang berhubungan dengan Keterampilan .
c. Peningkatan mutu berhitung Pemberian tugas terstruktur tentang berhitung
d. Peningkatan mutu pelajaran IPA Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.Meningkatkan
keterampilan proses dalam pembelajaran IPA.
e. Peningkatan mutu Pengetahuan Sosial Memperbanyak contoh-contoh kongkrit dalam kehidupan sosial
dan bermasyarakat.Meningkatkan pemahaman tentang keragaman suku, budaya adat istiadat di
Indonesia.Pembiasaan nilai rela berkorban, persatuan, kerja sama,harga menghargai, toleransi antar,
budaya dan adat istiadat antar suku/etnis.
g. Peningkatan mutu IMTAQ Peningkatan, pemanfaatan sarana peribadatan untuk praktek program
Keagamaan.Meningkatkan prekuensi praktek mata pelajaran Agama dalam kehidupan seharihari.Meningkatkan akhlaq dalam kehidupan sehari-hari.

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A.

Kurikulum
Kurikulum tingkat satuan Pendidikan PKBM Cahaya disusun secara induktif, terpadu dan berbasis

kecakapan hidup, serta sesuai dengan konteks lokal dan global.Penyusunan struktur kurikulum mengacu pada
standar nasional pendidikan dan memperhatikan kebutuhan dan potensi lokal maupun globalserta
memperhatikan karakteristik daerah, ciri khas Pendidikan Kesetaraan,dan peserta didik.Muatan kurikulum
PKBM Cahaya mengacu pada standar nasiona lpendidikan yang meliputi mata pelajaran, muatan lokal, dan
pengembangan diri.Kedalaman muatan kurikulum disajikan per tingkat pencapaiankompetensi. Muatan
kurikulum disusun dengan memperhatikan kebutuhandan potensi lokal maupun global serta memperhatikan
karakteristik daerah,ciri khas Pendidikan Kesetaraan, dan peserta didik.Pengaturan beban belajar diatur dengan
menggunakan dua sistem Jam belajar :
a) pertemuan sistem tatap muka (reguler), dan
b) sistem satuan kredit kesetaraan (SKK).
Kedua model pengaturan beban belajar dilakukan agar lebih cocok denganciri Pendidikan Kesetaraan
yang menekankan program pembelajaran secara mandiri dan moduler, serta dapat dipilih sesuai dengan
kebutuhan dan kesiapan peserta didik.

B.

Mata Pelajaran Untuk Warga belajar.


Mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri disesuikan dengan sasaran peserta didik Dengan

demikian, pelajaran untuk mereka harus ditambah dengan materi materi tentang pengetahuan nilai-nilai akhlaq
mulia, toleransi tinggi,keragaman budaya dan etnis, pengetahuan tentang hukum, kriminal dan kekerasan,
pengetahuan tentang ketahanan hidup, bimbingan konseling/BK,dan budi pekerti/etika.

C.

Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran PKBM Cahaya menggunakan pendekataninduktif, terpadu, partisipatif (andragogis),

konstruktif dan lingkungan.


a) Induktif; adalah pendekatan yang membangun pengetahuan melaluikejadian atau fenomena empirik
dengan menekankan pada belajar pada pengalaman langsung.
b) Terpadu; adalah suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkanpeserta didik baik secara
individual maupun kelompok aktif mencari,menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara
holistik danotentik (Depdikbud, 1996:3). Pembelajaran ini merupakan model yang mencoba
memadukan beberapa pokok bahasan (Beane, 1995:615).
c) Konstruktif; adalah pendekatan yang menumbuhkan pengakuan bahwa setiap peserta didik
mempunyai pandangan sendiri terhadap duniadan alam sekitarnya berdasarkan pengalaman individu
dalammenghadapi dan menyelesaikan situasi yang tidak tentu. Pembelajarankonstruktif dilaksanakan
melalui pandangan individual peserta didiuntuk membangun makna.

d) Partisipatif andragogis adalah pendekatan yang membantu menumbuhkan kerjasama dalam


menemukan dan menggunakan hasil hasil temuannya yang berkaitan dengan lingkungan sosial, situasi
pendidikan yang dapat merangsang pertumbuhan dan kesehatan individu, maupun masyarakat.
e) Berbasis lingkungan; adalah pendekatan yang meningkatkan relevansidan kebermanfaatan
pembelajaran bagi peserta didik sesuai potensi dankebutuhan lokal.

D.

Metode Pembelajaran
Dengan tetap memperhatikan aspek psikologi dan sosial kelompok masyarakat yang berbeda-beda, dan

berdasarkan pendekatan-pendekatan tersebut di atas, secara garis besar proses pembelajaran dilakukan melalui
beberapa metode berikut:
a. Metode Kooperatif;menggalakkan peserta didik yang mempunyai berbagai kebolehanberinteraksi dan
bekerja sama untuk menguasai sesuatu konsep atauketerampilan bukan saja untuk diri sendiri tetapi
juga untuk rekan rekanyang lain, serta memotivasi semua peserta didik.
b. Metode Interaktif; suatu kaidah yang melibatkan interaksi antara tutor dan peserta didik, antar peserta
didik dengan komputer,atau peserta didik dengan lingkungannya.
c. Metode Eksperimen; proses pembelajaran dengan menjalankan kajian atau penyiasatan tentang suatu
fenomena yang berlaku dalam alam sekitar.
d. Tutorial; tenaga kependidikan menerangkan pelajaran secara interaktif dengan membuka peluang
kepada peserta didik untuk bertanya.
e.

Diskusi; tenaga kependidikan menugaskan peserta didik untuk mendiskusikan, isu tertentu yang
berkaitan dengan tema pelajaran dandalam waktu yang sama tenaga kependidikan membimbing dan
memberikan kata putus.

g. Penugasan; tenaga kependidikan memberikan tugas kepada pesertadidik, baik secara individual maupun
kelompok, tugas-tugas yang berkaitan dengan pelajaran.
h. Praktek; tenaga kependidikan menerangkan dan memberikan contoh tentang cara-cara membuat
keterampilan tertentu, kemudian diikutidan diterapkan oleh peserta didik.
i. Belajar mandiri; proses belajar di luar jam pelajaran formal di mana peserta didik mempelajari pelajaran
atau mempraktekkan suatu keterampilan dengan bantuan kawan ataupun orang lain.
j. Demonstrasi; proses belajar dengan menggunakan peragaan.
k. Observasi; proses belajar dengan memperhatikan dan menganalisa objek pembelajaran
l.

Simulasi; proses belajar dengan bermain peran atau menggunakan alatperaga/ bukan alat
sesungguhnya.

m. Studi kasus; proses belajar untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.Selain


menggunakan metode-metode di atas, untuk sasaran yangberagam diperlukan juga beberapa metode
yang lebih sesuai yang lebih realistik (berdasarkan pengalaman di lapangan), kemitraan,
interaktif,eksploratif (terhadap potensi), pemberian sangsi, dan metode-metode lain yang dapat
memberikan suasana kondusif secara psikologis, dan yang dapat memberi motivasi.
E.

Pembelajaran Dengan Modul


Pembelajaran dengan modul adalah satu pendekatan pembelajaran mandiri yang berfokuskan penguasaan

kompetensi dari bahan kajian yangdipelajari peserta didik dengan waktu tertentu sesuai dengan potensi dan
kondisinya.Fungsi pembelajaran modul adalah untuk memastikan semua pesertadidik menguasai kompetensi
yang diharapkan dalam suatu materi ajarsebelum pindah ke materi ajar selanjutnya melalui pembelajaran
mandiri.

Sementara tujuan pembelajaran modul adalah untuk mengurangi keragaman kecepatan belajar dari peserta didik
agar mencapai suatutingkat pencapaian kompetensi tertentu sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah
disusun secara sistematis dan terstrukturPembelajaran modul bermanfaat untuk:
a. meningkatkan efektivitas pembelajaran tanpa harus melalui tatap muka secara teratur karena kondisi
geografis, sosial ekonomi, dan situasi masyarakat,
b. menentukan dan menetapkan waktu belajar yang lebih sesuai dengankebutuhan dan perkembangan
belajar peserta didik,
c. secara tegas mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik secarabertahap melalui kriteria yang telah
ditetapkan dalam modul,
d. mengetahui kelemahan atau kompetensi yang belum dicapai pesertadidik berdasarkan kriteria yang
ditetapkan dalam modul sehingga tutordapat memutuskan dan membantu peserta didik untuk
memperbaikibelajarnya dan melakukan pengulangan.

F.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan


1. Pendidik pada PKBM Cahaya memiliki :
a. kompetensi professional yang berupa penguasaan materi pembelajaran, pedagogik dan andragogik
(mengelola pembelajaran nonformal), dan pengalaman mengajar dalam bidang pendidikan nonformal.
b. memiliki kompetensi personal yang berupa kepribadian yangmenjadi teladan, berakhlak mulia, sabar,
ikhlas, dan
c. memiliki kompetensi sosial dalam berkomunikasi dan bergaul secara efektif.
2. Kualifikasi Akademik
Syarat kualifikasi akademik yang dimiliki pendidik pada PKBM Cahaya adalah sebagai berikut:
a. Pendidikan minimal SPG/ SGO/ Diploma II
b. Guru SD/MI untuk Paket A, guru SMP/ MTs untuk Paket B dan guru SMA/M Aliyah untuk Paket C.
c. Tenaga lapangan Dikmas untuk latar belakang jurusan pendidikanyang sesuai dengan mata pelajaran.
e. Nara sumber teknis (NST) , PKBM Cahaya berencan mendatangkaninstruktur khusus Seni Ukiran kayu
dan Rotan berkoordinasi denganKa.Subdin. PLS Kab.Kotawaringin Timur.

Struktur organisasi PKBM Cahaya


Pembina

Ka.Bid PLS

Penasehat

Drs.Syahrial

Ketua Pengelola

Ir.Amir Sugiarto

Sekretaris

Raja Junaidi SH

Bendahara

Sri Juita,S.Ag

Pengelola PAUD

Musriah,S.Ag

Pengelola TBM

Drs.Muslim Sy

Pengelola Kesetaraan

Maryalis ,S.Pd

Pengelola KF

Evan S

Pengelola Kursus

Efrial,Se

G.

Peserta Didik

1. Peserta didik program Paket B Setara SMP/ MTs adalah warga masyarakatyang;
a. lulus Paket A/ SD/MI,
b. belum menempuh pendidikan di SMP/MTs dengan prioritas kelompokusia 15-44 tahun.
c. putus SMP/MTs,
d. tidak menempuh sekolah formal setara SMP karena pilihan sendiri,
e. Kebanyakan tidak dapat bersekolah karena berbagai faktor (potensi,waktu, geografi, ekonomi,sosial dan
hukum, dan keyakinan),
2. Penerimaan warga belajar
PKBM Cahaya menerima warga belajar dengan cara:
a. Verifikasi hasil pendidikan terakhir yang diperoleh (dibuktikan dengan raport dan/atau ijazah).
b. Seleksi melalui wawancara atau tes tertulis yang dilakukan oleh tutor atau petugas yang ditunjuk oleh
penyelenggara
c. Apabila syarat pertama dapat dibuktikan secara sah, maka pesertadidik dapat langsung ditempatkan.
d. Tes penerimaan digunakan untuk menentukan kelas sesuai dengan kemampuan yang tidak dapat
dibuktikan syarat pada (a) dan (b).

H.

Struktur Program Kurikulum


Penyusunan struktur kurikulum mengacu pada standar nasional pendidikan dan memperhatikan kebutuhan

dan potensi lokal maupun global serta memperhatikan karakteristik daerah, ciri khas Pendidikan Kesetaraan,
dan peserta didik.

Komponen
A. Mata Pelajaran

Kelas dan Alokasi Waktu


VII

VIII

IX

1. Pendidikan Agama

2. Pendidikan Kewarganegaraan

3. Bahasa Indonesia

4. Bahasa Inggris

5. Matematika

6. Ilmu Pengetahuan Alam

7. Ilmu Pengetahuan Sosial

8. Seni Budaya

9. Pendidikan Jasmani, Olahraga danKesehatan

10. Teknologi Informasi dan Komunikasi

40

40

40

B. Muatan Lokal
1. Menjahit
C. Pengembangan Diri :
1. Kegiatan Pensi
2. Sabtu Ceria
Jumlah

I.

Muatan Kurikulum
Muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan PKBM Cahaya disusun dengan memperhatikan kebutuhan

dan potensi lokal maupun global sertamemperhatikan karakteristik daerah, ciri khas Pendidikan Kesetaraan, dan
peserta didik. Serta mengacu pada standar nasional pendidikan yang meliputi lima kelompok mata pelajaran,
yaitu:
(1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
(2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian,
(3) kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi,
(4) kelompok mata pelajaran estetika, dan
(5) kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Muatan Lokal ,yaitu:


Muatan Lokal pilihan :
Untuk mengakomodir potensi lingkungan masyarakat, PKBM menetapkan mata pelajaran muatan lokal
pilihan Menjahit (Tata Busana)dan pertanian , yang diikuti oleh seluruh peserta didikdalam kurun waktu 3 (tiga)
tahun. Melalui mata pelajaran ini diharapkan peserta didik mempunyai kompetensi merancang dan membuat
produk-produk kerajinan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman (mengikuti trand dan mode).
Format kurikulum muatan lokal adalah sebagai berikut.
No Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

......................................................

......................................................

......................................................

......................................................

Kedalaman muatan kurikulum disajikan per darjah (level) atau tingkat pencapaian kompetensi.

J.

Pengembangan Diri
Pengembangan diri diselenggarakan dengan bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik

untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap
peserta didik sesuai dengan kondisi daerah yang pernah terjadi konflik.Karena sekolah berada di lingkungan
masyarakat agamis dan potensi peserta didik yang berbakat dalam bidang seni, maka PKBM Cahaya
menentukan kegiatan pengembangan diri berupa Kegiatan keagamaan.
1) Bimbingan Konseling
Kegiatan Bimbingan konseling dilakukan di lingkungan PKBM dan dikonsentrasikan di Bangsal Kegiatan
Seni meliputi layanan sebagai berikut
a) Orientasi
o Oriantasi umum sekolah
o Orientasi kelas/ semester baru
o OrientasiUjian akhir dan ijazah
b) Informasi
o Informasi pengembangan pribadi
o informasi kurikulum dan Pembelajaran
o Informasi SMA/SMK, Paket C
o Informasi lingkungan (kehidupan keluarga sosial kemasyarakatan, keberagaman etnis, sosial ,
budaya dll.)

c). Penempatan/Penyaluran
o Penempatan/penyaluran didalam kelompok belajar danKegiatan Mulok
d) Pembelajaran
o Pengembangan Inovasi,motivasi, kreasi, sikap dan kegiatanbelajarPengembangan keterampilan
belajar

membaca,mencatat/menilai

bertanya

dan

menjawab,

mengerjakan

tugas

terstruktur.Pembelajaran perbaikanProgram pengayaan


e) Konseling perorangan
o Semua masalah dalam semua bidang bimbingan
f) Bimbingan kelompok
o Pemahaman dan pemantapan kehidupan keberagaman danhidup sehat
o Pemahaman penerimaan diri dan orang lain (termasuk perbedaan individu, sosial budaya, etnis
dan permasalahannya)
o Pemahaman tentang emosi prasangka, konflik, peristiwa yang terjadi di masyarakat dan
pengendalian/pemecahannya.Pengaturan dan penggunaan waktu
o Pemahaman tentang alternatif pengambilan keputusan dan konsekuensinya.Pengembangan sikap,
kebiasaan belajar, keberhasilan,kegagalan belajar dan penangulangannya.Pengembangan
hubungan sosial yang efektif dan produktif
o Pemahaman tentang dunia kerja, pilihan karir, danperencanaan masa depanPilihan dan persiapan
masuk SMA/SMK, Paket C yangberkualitas
o Program pengayaan
g) Konseling kelompok
1. Semua masalah dalam bidang bimbingan
Bidang bimbingan :
o Bimbingan pribadi
o Bimbingan sosial
o Bimbingan belajar
o Bimbingan karir
o Bimbingan konseling dibimbing langsung oleh Tutor

h) Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan dan difasilitasi adalah sebagai berikut
No

Jenis Ekstrakurikuler
1.Mading

2 Olah Raga Prestasi


a. Sepak bola
b. Bola Voli
c. Dayung Beregu

Target Pencapaian

Tujuan

dan Mengembangkan
menampilkan koran dan minat, bakat dan
majalah dinding 2 kali prestasi peserta
didik dalam
dalam satu bulan
b.Menjad ijuara di tingkat bidang karya
tulis
kotamadya dan provinsi
c.Berpartisipasi
dalam
berbagai event turnamen Mengembangkan
Sepak bola, bolavoli, dan minat, bakat,
Dayung
di tingkat dan prestasi
peserta didik
Kecamatan,Kotamadya
dalam bidang
dan Provinsi
olah raga
a.Membuat

Rincian Kegiatan
a. Pembiasaanmembaca
b. Latihanmenyusun
karya tulis
c. Latihanwawancara
dengan narasumber
Latihan rutin
Sparing partner

i). Ketuntasan Belajar


Ketuntasan belajar setiap indikator yang telahditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0100%. Kriteria ketuntasan untuk masing-masing kompetensi dasar minimal 65% dengan mempertimbangkan
tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumberdaya pendukung dalam penyelenggaraan
pembelajaran.Peningkatan kriteria ketuntasan belajar dilakukan secara terus menerus untuk mencapai kriteria
ketuntasan ideal. Kriteria setiap mata pelajaran ditetapkan secara berbeda-beda, akan tetapi harus lebih atau
sama dengan kriteria minimal.

Kriteria Ketuntasan Minimal ditetapkan sebagai berikut:

KELAS VII,VIII dan IX


NO

MATA PELAJARAN

KKM
2009/2010

PEND. AGAMA

PKN

BHS. INDONESIA

MATEMATIKA

IPA

IPS

SENI BUDAYA

PENJAS ORKES

BHS. INGGRIS

10

TIK

11

PETANIAN/MENJAHIT

12

TATA BUSANA
JUMLAH

2010/2011

2011/2012

RATA - RATA

j). Kriteria Kelulusan dan Kenaikan Kelas


Sesuai dengan ketentuan PP. 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didikdinyatakan lulus dari satuan
pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata
pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani,olahraga, dan kesehatan;
c. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d. lulus Ujian Nasional jenjang Paket B.

1) Kriteria Kelulusan
a) Mengikuti Kriteria Kelulusan Ujian Nasional:
b) Kriteria Kelulusan Ujian Sekolah
o Mengikuti ujian seluruh mata pelajaran yang diujikan
o Memiliki rata-rata nilai 6,00
o Berkepribadian dan berakhlak mulia
o Kehadiran 75 %, kecuali sakit dengan keterangan dokter/surat dari Orang Tua warga belajar.

2) Kriteria Kenaikan Kelas


a) Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun.
b) Warga belajar dinyatakan naik kelas apabila yang
bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimalpada semua indikator, Kompetensi Dasar
(KD), danStandar Kompetensi (SK) pada semua mata pelajaran.

k). Pengaturan Beban Belajar


a. Beban belajar yang digunakan adalah sistem paket.
b. Perhitungan beban belajar

Satu jam
pemb. Tatap
muka (menit)

Jumlah jam
pemb. Per
minggu

40

36

Minggu Efektif
per tahun
pelajaran

Waktu
pembelajaran
per tahun

Jumlah jam
per tahun (@
60 menit)

34

1224
(48960 menit)

816

1 Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikansebagaimana tertera dalam struktur
kurikulum.
c. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiritidak terstruktur 50% dari waktu
kegiatan tatap muka matapelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktutersebut
mempertimbangkan potensi dan kebutuhan pesertadidik dalam mencapai kompetensi.
Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolahsetara dengan satu jam tatap muka.
Empat jam praktik di luarsekolah setara dengan satu jam tatap muka.

l). Kegiatan Mandiri Terstruktur dan Tidak Terstruktur


Alokasi waktu untuk kegiatan mandiri terstruktur dan tidak terstrukturadalah 50 % dari kegiatan tatap
muka

yaitu 18 jam/minggu untuk

semuamata pelajaran. Dengan demikian tugas

rumah (PR)

harusdiperhitungkan waktu pengerjaannya dengan pertimbangan waktu samadengan 50 % dari jumlah jam tatap
muka.
Kegiatan mandiri terstruktur yaitu kegiatan yang mengacu pada StandarKompetensi, Kompetensi Dasar
dan Materi yang ditentukan oleh Tutor dalam waktu tertentu. Sedangkan kegiatan mandiri tidak terstruktur
merupakan kegiatan yang dilakukan dan diatur oleh peserta didiksecara mandiri dengan waktu maksimal 50 %
dari jam tatap muka.

Contoh

MataPelajaran

No

Jumlah Jam
per Minggu

Kegiatan
Tutorial

Kegiatan
Mandiri
Terstruktur/
Tidak
Terstruktur

Contoh

PendidikanAgama

Menghafal ayat-ayat pendek

Pendidikan
Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia

Menyusun kliping
tentang pelanggaran HAM
Menyusun karya tulis

4
5

Bahasa Inggris
Matematika

5
4

1
1

2
2

Menulis teks naratif


Membuat bangun bangun ruang

Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Sosial

Seni Budaya

Menulis
laporan
penelitian
sederhana
Menyusun kliping
Indeks Harga Saham
Membuat reklame layanan sosial

Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan

Menyusun kliping
sepak bola dunia

10

Teknologi Informasi dan


Komunikasi

11

Muatan Lokal

Mengenal cara membuat desain


dan motif Ukiran dengan
komputer
Merancang motif di
kertas dan kayu

kejuaraan

m). Pendidikan Kecakapan Hidup


Pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapanpribadi, sosial, akademik, dan vokasional merupakan
bagianintegral dari semua mata pelajaran, jenis kegiatan pengembangandiri, atau berupa paket/modul yang
direncanakan secara khususpada jenis pengembangan diri tertentu atau pada mata pelajaranmuatan lokal
tertentu. Kegiatan Kecakapan hidup yangdiselenggarakan di PKBM Cahaya Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan
Bukit Kapur Kota Dumai meliputi :
a) Kecakapan pribadi :
Kesadaran bahwa pada diri seseorangmemiliki kelebihan dan kekurangan,
contoh:
- menghormati diri sendiri
- menghormati orang yang lebih tua
- mendisiplinkan diri dalam pergaulan yang berbeda etnis
- memilih teman yang baik dari semua etnis
b. Kecakapan Sosial :
Kesadaran bahwa seseorang merupakanbagian dari mahluk sosial,
contoh:
- mampu berkomunikasi dengan orang dari berbagai etnis lain
- menghargai pendapat orang dari berbagai etnis lain
- dapat bersosialisasi dengan berbagai etnis, agama
- mampu bekerja sama dengan berbagai etnis.

c. Kecakapan akademik :
Kesadaran bahwa seseorang memiliki kecakapan akademik,
contoh:
- mampu bersaing dibidang akademik
- mampu meningkatkan prestasi secara optimal
d. Kecakapan vokasional : Kemampuan seseorang menghasilkansesuatu,
contoh:
- merancang motif ukiran kayu dan kerajinan rotan
- membuat karya ukiran kayu dan kerajinan Rotan tepat guna
n). Wawasan Keunggulan Lokal dan Global
Untuk mewujudkan pendidikan yang berwawasan keunggulan lokaldan global,PKBM Cahaya
Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai menyelenggarakan kegiatan sebagai berikut :
a. Keunggulan lokal
b. Keunggulan Global
Pengembangan Bahasa Inggris
Membuat berbagai desain menggunakan komputer

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatanpembelajaran peserta didik selama satu
tahun

pelajaran.

Kalender

pendidikanmencakup

permulaan

tahun

pelajaran,

minggu

efektif

belajar,waktupembelajaran efektif dan hari libur.


Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolahmenyusun kalender pendidikan untuk
mengatur waktu kegiatan pembelajaranselama satu tahun pelajaran yang mencakup permulaan tahun
pelajaran,minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturanwaktu belajar di
sekolah/madrasah mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikandengan kebutuhan daerah, karakteristik
sekolah/madrasah, kebutuhan pesertadidik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah
daerah.Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalammenyusun kalender pendidikan sebagai
berikut:
Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatanpembelajaran pada awal tahun pelajaran
pada setiap satuan pendidikan.Permulaan tahun pelajaran telah ditetapkan oleh Pemerintah yaitu
bulanJuli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.

Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuksetiap tahun pelajaran.
Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanyaminggu efektif belajar sesuai dengan keadaan dan
kebutuhannya.

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pelajaran setiap minggu,meliputi jumlah jam pelajaran
untuk seluruh mata pelajaran termasukmuatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan
pengembangan diri.
Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatanpembelajaran terjadwal. Hari
libur sekolah/madrasah ditetapkanberdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau
MenteriAgama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerahtingkat
Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara pendidikandapat menetapkan hari libur khusus.
Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester,libur akhir tahun pelajaran, hari
libur keagamaan, hari libur umumtermasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
Libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, dan libur akhir tahunpelajaran digunakan untuk
menyiapkan kegiatan dan administrasi akhir danawal tahun.
Sekolah/madrasah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaanlebih panjang dapat
mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpamengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif.
Bagi sekolah/madrasah yang memerlukan kegiatan khusus dapatmengalokasikan waktu secara khusus
tanpa mengurangi jumlah mingguefektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.
Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiapjenjang dan jenis pendidikan
disesuaikan dengan Peraturan PemerintahPusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN


1.

Pendidikan Agama Islam


1. Menerapkan tata cara membaca Al-quran menurut tajwid, mulai daricara membaca Al- Syamsiyah
dan Al- Qomariyah sampai kepadamenerapkan hukum bacaan mad dan waqaf
2. Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukuniman mulai dari iman
kepadaAllah sampai kepada iman pada Qadhadan Qadar serta Asmaul Husna
3. Menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dantasawuh dan menjauhkan diri dari
perilaku tercela seperti ananiah,hasad, ghadab dan namimah
4. Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid danjamaah baik shalat wajib maupun
shalat sunat
5. Memahami dan meneladani sejarah Nabi Muhammad dan parashahabat serta menceritakan sejarah
masuk dan berkembangnya Islamdi nusantara

2.

Pendidikan Agama Kristen


1. Menjelaskan karya Allah dan penyelamatan bagi manusia dan seluruhciptaan
2. Menginternalisasi nilai-nilai kristiani dengan menanggapinya secaranyata
3. Bertanggung jawab terhadap diri dan sesamanya, masyarakat dangereja sebagai orang yang sudah
diselamatkan

3.

Pendidikan Kewarganegaraan
1. Memahami dan menunjukkan sikap positif terhadap norma-normakebiasaan, adat istiadat, dan
peraturan, dalam kehidupan berbangsadan bernegara
2. Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Republik Indonesiasesuai dengan suasana kebatinan
konstitusi pertama
3. Menghargai perbedaan dan kemerdekaan dalam mengemukakanpendapat dengan bertanggung jawab
4. Menampilkan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasiladan Undang-Undang Dasar 1945
5. Menunjukkan sikap positif terhadap pelaksanaan kehidupan demokrasidan kedaulatan rakyat
6. Menjelaskan makna otonomi daerah, dan hubungan antarapemerintahan pusat dan daerah
7. Menunjukkan sikap kritis dan apresiatif terhadap dampak globalisasi
8. Memahami prestasi diri untuk berprestasi sesuai dengankeindividuannya

4.

Bahasa Indonesia
1. Mendengarkan
Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara, pelaporan,penyampaian berita radio/TV, dialog
interaktif, pidato,khotbah/ceramah, dan pembacaan berbagai karya sastra berbentukdongeng, puisi,
drama, novel remaja, syair, kutipan, dan sinopsisnovel
2. Berbicara
Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan,informasi, pengalaman, pendapat,
dan komentar dalam kegiatanwawancara, presentasi laporan, diskusi, protokoler, dan pidato,
sertadalam berbagai karya sastra berbentuk cerita pendek, novel remaja,puisi, dan drama

3. Membaca
Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami berbagaibentuk wacana tulis, dan berbagai
karya sastra berbentuk puisi,cerita pendek, drama, novel remaja, antologi puisi, novel dariberbagai
angkatan
4. Menulis
Melakukan berbagai kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran,perasaan, dan informasi dalam
bentuk buku harian, surat pribadi,pesan singkat, laporan, surat dinas, petunjuk, rangkuman, teksberita,
slogan, poster, iklan baris, resensi, karangan, karya ilmiah sederhana, pidato, surat pembaca, dan
berbagai karya sastraberbentuk pantun, dongeng, puisi, drama, puisi, dan cerpen

5.

Bahasa Inggris
1. Mendengarkan
Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dantransaksional sederhana, secara formal
maupun informal, dalambentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report,dalam konteks
kehidupan sehari-hari
2. Berbicara
Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonaldan transaksional sederhana, secara
formal maupun informal,dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, danreport, dalam
konteks kehidupan sehari-hari
3. Membaca
Memahami makna dalam wacana tertulis interpersonal dantransaksional sederhana, secara formal
maupun informal, dalambentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report,dalam konteks
kehidupan sehari-hari
4. Menulis
Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacanainterpersonal dan transaksional sederhana, secara
formal maupuninformal, dalam bentuk recount, narrative, procedure,descriptive, dan report, dalam
konteks kehidupan sehari-hari

6.

Matematika
1. Memahami konsep
bilangan real, operasi hitung dan sifat-sifatnya(komutatif, asosiatif, distributif), barisan bilangan
sederhana(barisan aritmetika dan sifat-sifatnya), serta penggunaannya dalam pemecahan masalah
2. Memahami konsep aljabar meliputi:
bentuk aljabar dan unsur unsurnya,
persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya, himpunan dan operasinya, relasi, fungsi
dan grafiknya, sistem persamaan linear dan penyelesaiannya, sertamenggunakannya dalam pemecahan
masalah
3. Memahami bangun-bangun geometri, unsur-unsur dan sifat sifatnya,
ukuran dan pengukurannya, meliputi: hubungan antargaris, sudut (melukis sudut dan membagi sudut),
segitiga (termasukmelukis segitiga) dan segi empat, teorema Pythagoras, lingkaran(garis singgung
sekutu, lingkaran luar dan lingkaran dalam segitigadan melukisnya), kubus, balok, prisma, limas dan
jaring-jaringnya,kesebangunan dan kongruensi, tabung, kerucut, bola, sertamenggunakannya dalam
pemecahan masalah

4. Memahami konsep data, pengumpulan dan penyajian data (dengan tabel, gambar, diagram, grafik),
rentangan data, rerata hitung,modus dan median, serta menerapkannya dalam pemecahanmasalah
5. Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian, serta memanfaatkan dalam pemecahan masalah
6. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalamkehidupan
7. Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta mempunyai
kemampuan bekerja sama

7. Ilmu Pengetahuan Alam


1. Melakukan pengamatan dengan peralatan yang sesuai,melaksanakan percobaan sesuai prosedur,
mencatat hasilpengamatan dan pengukuran dalam tabel dan grafik yang sesuai,membuat kesimpulan
dan mengkomunikasikannya secara lisan dantertulis sesuai dengan bukti yang diperoleh
2.

Memahami

keanekaragaman

hayati,

klasifikasi

keragamannyaberdasarkan

ciri,

cara-cara

pelestariannya, serta salingketergantungan antar makhluk hidup di dalam ekosistem


3. Memahami sistem organ pada manusia dan kelangsungan makhlukhidup
4. Memahami konsep partikel materi, berbagai bentuk, sifat danwujud zat, perubahan, dan kegunaannya
5. Memahami konsep gaya, usaha, energi, getaran, gelombang, optik,listrik, magnet dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari
6. Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya.
8.

Ilmu Pengetahuan Sosial


1. Mendeskripsikan keanekaragaman bentuk muka bumi, prosespembentukan, dan dampaknya terhadap
kehidupan
2. Memahami proses interaksi dan sosialisasi dalam pembentukankepribadian manusia
3. Membuat sketsa dan peta wilayah serta menggunakan peta, atlas,dan globe untuk mendapatkan
informasi keruangan
4. Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi di geosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
5. Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, danpemerintahan sejak Pra-Aksara, Hindu
Budha, sampai masa Kolonial Eropa
6. Mengidentifikasikan upaya penanggulangan permasalahankependudukan dan lingkungan hidup dalam
pembangunanberkelanjutan
7. Memahami proses kebangkitan nasional, usaha persiapankemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan,
dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia
8. Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya dan tipe-tipe perilakumasyarakat dalam menyikapi
perubahan, serta mengidentifikasiberbagai penyakit sosial sebagai akibat penyimpangan sosial
dalammasyarakat, dan upaya pencegahannya
9. Mengidentifikasi region-region di permukaan bumi berkenaandengan pembagian permukaan bumi atas
benua dan samudera,keterkaitan unsur-unsur geografi dan penduduk, serta ciri-cirinegara maju dan
berkembang
10. Mendeskripsikan perkembangan lembaga internasional, kerja samainternasional dan peran Indonesia
dalam kerja sama danperdagangan internasional, serta dampaknya terhadapperekonomian Indonesia
11 .Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi sertamengidentifikasi

tindakan

ekonomi berdasarkan motif dan prinsipekonomi dalam memenuhi kebutuhannya


12. Mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi berupa kegiatan konsumsi, produksi, dan
distribusi barang/jasa untukmencapai kemandirian dan kesejahteraan

9.

Seni Budaya
Seni Rupa
1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan melalui gambar bentuk obyek tiga dimensi
yang ada di daerah setempatSeni Musik
2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu daerahsetempat secara perseorangan dan
berkelompok.
Seni Tari
1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari tunggal danberpasangan/kelompok terhadap
keunikan seni tari daerah setempat

10.

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan


1. Mempraktekkan variasi dan kombinasi teknik dasar permainan,olahraga serta atletik dan nilai-nilai
yang terkandung di dalamnya
2. Mempraktekkan teknik kebugaran dengan jenis latihan bebanmenggunakan alat sederhana
3. Mempraktekkan kegiatan-kegiatan di luar kelas seperti melakukanperkemahan, penjelajahan alam
sekitar dan piknik
4. Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari sepertiperawatan tubuh serta lingkungan,
mengenal berbagai penyakit dancara pencegahannya serta menjauhi narkoba

11.

Keterampilan Kerajinan
1. Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan untuk fungsi pakai/hiasberbahan lunak alami maupun
buatan dengan teknik lipat, potongdan rekat serta teknik butsir dan cetak dengan ragam hiastradisional,
mancanegara maupun modifikasinya
2. Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dengan teknik potongsambung dan teknik potong
konstruksi dengan ragam hias tradisional,mancanegara maupun modifikasinya
3.

Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dengan teknik sayatdan ukir dengan ragam hias
tradisional, mancanegara maupunmodifikasinyaTeknologi Rekayasa

4. Mengapresiasi dan menciptakan karya teknologi rekayasa alat penerangan dan alat yang menimbulkan
suara dengan listrik aruslemah (baterai)
Teknologi Budidaya
1. Mengapresiasi dan menerapkan teknologi budidaya tanaman obat dantanaman hias yang menggunakan
media tanah
2. Mengapresiasi dan menerapan teknologi budidaya ikan air tawardan ikan hias air tawar di dalam kolam
Teknologi Pengolahan
1. Mengapresiasi dan menerapkan teknologi pengolahan manisan basah dan kering bentuk padat dari
bahan nabati
12.

Teknologi Informasi dan Komunikasi


1. Memahami penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan prospeknya di masa datang
2. Menguasai dasar-dasar ketrampilan kompute
Dumai,
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
PKBM Cahaya