Anda di halaman 1dari 78

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Sebagai pembuka marilah kita jadikan sebagai renungan sebuah ayat
berikut :

Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan,


dan kulit mereka menjadi saksi tehadap mereka tentang apa yang telah
mereka kerjakan. Dan mereka berkata pada kulit mereka mengapa kamu
menjadi saksi terhadap kami?. Kulit mereka menjawab : Allah yang
menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai
(pula) berkata, dan dialah yang menciptakan kamu pada kali pertama dan

hanya kepada-Nya lah kamu di kembalikan. (QS Fussila: 20-21).


Sesungguhnya orang-orang yang kafir pada ayat-ayat kami kelak akan
kami masukkan mereka kedalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus,
kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan
azab. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana. (QS Annisa : 56)
Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang

disebut sebagai sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem organ yang
paling luas. Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku,
rambut, kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk
stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal).
Sistem integumen terdiri dari organ terbesar dalam tubuh, kulit. Ini sistem
organ yang luar biasa melindungi struktur internal tubuh dari kerusakan,
mencegah dehidrasi, lemak toko dan menghasilkan vitamin dan hormon. Hal
ini juga membantu untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh dengan
membantu dalam pengaturan suhu tubuh dan keseimbangan air (Lemone
Burke, 2000).

Sistem integumen adalah garis pertama pertahanan tubuh terhadap bakteri,


virus dan mikroba lainnya. Hal ini juga membantu untuk memberikan
perlindungan dari radiasi ultraviolet yang berbahaya. Kulit adalah organ
sensorik dalam hal ini memiliki reseptor untuk mendeteksi panas dan dingin,
sentuhan, tekanan dan nyeri.
Komponen kulit termasuk rambut, kuku, kelenjar keringat, kelenjar
minyak, pembuluh darah, pembuluh getah bening, saraf dan otot. Mengenai
anatomi sistem yg menutupi, kulit terdiri dari lapisan jaringan epitel
(epidermis) yang didukung oleh lapisan jaringan ikat (dermis) dan lapisan
subkutan yang mendasari (hypodermis atau subcutis) (HO, Nelly Yardes).
Selain kulit, ada pula rambut dan kuku yang termasuk kedalam sistem
integumen. Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit
terutama. Rambut muncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari
folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Serta pada kuku tumbuh
dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat
mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi
melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari
yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara
kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin
protein yang kaya akan sulfur (Richad S.Snell, 2006).
Radang kulit merupakan reaksi alergi berupa ruam dan juga gatal pada
kulit. Namun jangan takut karena penyakit ini tidak menular, tetapi biasanya
diturunkan melalui keluarga. Sifat dari penyakit ini berulang sehingga lebih
sulit untuk disembuhkan secara total. Jika radang kulit ini terjadi pada anakanak, biasanya setelah dewasa akan sembuh dengan total.
Penyakit kulit adalah penyakit infeksi yang paling umum, terjadi pada
orang-orang dari segala usia. Sebagian besar pengobatan infeksi kulit
membutuhkan waktulama untuk menunjukkan efek. Masalahnya menjadi
lebih mencemaskan jika penyakit tidak merespon terhadap pengobatan. Tidak
banyak statistik yangmembuktikan bahwa frekuensi yang tepat dari penyakit
kulit,namun kesan umumsekitar 10-20 persen pasien mencari nasehat medis

jika menderita penyakit padakulit. Matahari adalah salah satu sumber yang
paling menonjol darikanker kulit dantrauma terkait

1.2.

Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas oleh penulis dalam materi

sistem integumen(kulit) ini adalah :


a. Apa itu sistem integumen?
b. Apa saja fungsi dari sistem integumen?
c. Apa saja komponen pada sistem integumen?
d. Apa saja jenis peradang pada sistem integumen?
e. Bagaimana cara pencegahan penyakit pada sistem integumen?
f. Apa saja penyakit yang terdapat pada sistem integumen?

1.3.

Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, penulis akan membahas materi

sistem integumen(kulit) yang bertujuan untuk:


a. Agar mahasiswa dapat mengetahui pengertian sistem integumen
b. Agar mahasiswa dapat mengetahui fungsi dari sistem integumen
c. Agar mahasiswa dapat mengetahui komponen pada sistem integumen
d. Agar mahasiswa dapat mengetahui jenis peradangan pada sistem
integumen
e. Agar mahasiswa dapat mengetahui cara pencegahan penyakit pada sistem
integumen
f. Agar mahasiswa dapat mengetahui penyakit-penyakit pada sistem
integumen

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Integumen

Sistem integumen/sistem penutup tubuh (covering) adalah suatu sistem


penyusun tubuh suatu makhluk hidup yang berhubungan langsung dengan
lingkungan luar. Fungsinya antara lain sebagai pelindung, penerima rangsang
dari

luar/eksteroreseptor,

respirasi,

eksresi,

termoregulasi

dan

osmoregulasi/homestatis.
Kulit merupakan salah satu organik terbesar dari tubuh dimana kulit
membentuk 15% dari berat badan keseluruhan. Kulit mempunyai daya
regenerasi yang besar, misalnya jika kulit terluka, maka sel-sel dalam dermis
melawan infeksi lokal kapiler dan jaringan ikat akan mengalami regenerasi
epitel yang tumbuh dari tepi luka menutupi jaringan ikat yang bergenerasi
sehingga terbentuk jaringan parut yang pada mulanya berwarna kemerahan
karena meningkatnya jumlah kapiler dan akhirnya berubah menjadi serabut
kolagen keputihan yang terlihat melalui epitel (Setiadi, 2007).
2.2. Fungsi Integumen
1. Fungsi Termoregulasi
Dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan (otot
berkontraksi) pembuluh darah kulit. Kulit kaya pembuluh darah sehingga
mendapat nutrisi yang baik. Tonus vaskuler dipengaruhi oleh saraf
simpatis (asetilkolin). Pada bayi, dinding pembuluh darah belum sempurna
sehingga terjadi ekstravasasi cairan dan membuat kulit bayi terlihat lebih
edematosa (banyak mengandung air dan Na) (Reiza, FK, 2014)
2.

Fungsi Absorpsi
Permeabilitas kulit terhadap O2, CO2, dan uap air memungkinkan

kulit

ikut

mengambil

fungsi

respirasi.

Kemampuan

absorbsinya

bergantung pada ketebalan kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme, dan


jenis vehikulum. Penyerapan dapat melalui celah antar sel, menembus sel
epidermis, melalui muara saluran kelenjar.
3.
Fungsi Ekskresi
Mengeluarkan zat yang tidak berguna bagi tubuh seperti NaCl,
urea, asam urat, dan amonia. Pada fetus, kelenjar lemak dengan bantuan
hormon androgen dari ibunya memproduksi sebum untuk melindungi

kulitnya dari cairan amnion, pada waktu lahir ditemui sebagai Vernix
Caseosa.
4.
Fungsi Persepsi
Kulit mengandung ujung saraf sensori di dermis dan subkutis.
Saraf sensori lebih banyak jumlahnya pada daerah yang erotik.
a) Badan Ruffini di dermis dan subkutis => peka rangsangan panas
b) Badan Krause di dermis => peka rangsangan dingin
c) Badan Taktik Meissner di papila dermis => peka rangsangan rabaan
d) Badan Merkel Ranvier di epidermis => peka rangsangan rabaan
e) Badan Paccini di epidemis => peka rangsangan tekanan
5.
Fungsi Pembentukan Pigmen
Karena terdapat melanosit (sel pembentuk pigmen) yang terdiri
dari butiran pigmen (melanosomes).
6.
Fungsi Keratinasi
Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan,
sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi
sel spinosum, makin ke atas sel makin menjadi gepeng dan bergranula
menjadi sel granulosum. Makin lama inti makin menghilang dan
keratinosit menjadi sel tanduk yang amorf. Proses ini berlangsung 14-21
hari dan memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis
fisiologik.
7.
Fungsi Pembentukan Vitamin D
Kulit mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar
matahari. Tapi kebutuhan vit D tubuh tidak hanya cukup dari hal tersebut.
Pemberian vit D sistemik masih tetap diperlukan.
2.3.Komponen Sistem Integumen
2.3.1. Kulit
Kulit adalah permukaan atau bagian luar kulit yang berasal dari
susunan sel-sel epitel Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat pada
bagian luar yang menutupi & melindungi permukaan tubuh (Depkes RI,
Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan, 2002).
Kulit adalah lapisan luar, terdiri dari epitel skuamosa bertingkat. Kulit
adalah organ tubuh paling luar yang membatasi dengan dunia luar dan
organ yangsangat esensial, vital serta cermin kesehatan dan kehidupan.

Kulit juga sangat kompleks, elastic dan sangat sensitive, bervariasi pada
keadaan iklim, umur, seks, ras dan lokasi tubuh.
Secara ilmiah kulit adalah lapisan terluar yang terdapat diluar jaringan
yang terdapat pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan
tubuh, kulit merupakan organ yang paling luas permukaan yang
membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit sebagai pelindung
tubuh terhadap bahaya bahan kimia (Reiza, FK, 2014).
Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas yang berkontribusi
terhadap total berat tubuh sebanyak 7 %. Keberadaan kulit memegang
peranan penting dalam mencegah terjadinya kehilangan cairan yang
berlebihan, dan mencegah masuknya agen-agen yang ada di lingkungan
seperti bakteri, kimia dan radiasi ultraviolet. Kulit juga akan menahan bila
terjadi kekuatan-kekuatan mekanik seperti gesekan (friction), getaran
(vibration) dan mendeteksi perubahan-perubahan fisik di lingkungan luar,
sehingga memungkinkan seseorang untuk menghindari stimuli-stimuli
yang tidak nyaman. Kulit membangun sebuah barier yang memisahkan
organ-organ internal dengan lingkungan luar, dan turut berpartisipasi
dalam berbagai fungsi tubuh vital (Evelyn C. Pearce, 1979).

A. Struktur Kulit
Struktur kulit terdiri dari dua lapis, yaitu epidermis dan dermis
yang melekat satu sama lain (Reiza, FK, 2014).

(sumber: zonabiokita.blogspot.com)

Gambar 1. Struktur Kulit

1.

Epidermis
Epidermis manusia terdiri dari lapisan terluar dari sel-sel kulit,
mulai dari 0,1 mm sampai 0,6 mm, tergantung pada lokasi pada tubuh,
merupakan lapisan teratas, bertanggung jawab untuk banyak fungsi
penghalang kulit, dan tersususn atas jaringan epitel. Bagian ini
tersusun dari jaringan epitel skuasoma bertingkat yang mengalami
keratinisasi; jaringan ini tidak memiliki pembuluh darah; dan selselnya sangat rapat. Bagian epidermis yang paling tebal dapat
ditentukan pada telapak tangan dan telapak kaki yang mengalami

stratifikasi menjadi lima lapisan sebagai berikut:


a.
Stratum basalis (germinativum)
adalah lapisan tunggal sel-sel yang melekat pada jaringan ikat dari
lapisan kulit di bawahnya, dermis. Pembelahan sel yang cepat
berlangsung pada lapisan ini, dan sel baru didorong masuk ke lapisan
berikutnya.
b.

Stratum spinosum
Adalah lapisan sel spina atau tanduk, disebut demikian karena selsel tersebut disatukan oleh tonjolan yang menyerupai spina. Spina
adalah bagian penghubung intraselular yang disebut desmosom.

c.

Stratum granulosum

Terdiri dari tiga atau lima lapisan atau barisan sel dengan granulagranula keratohialin yang merupakan prekursor pembentukan keratin.
Keratin adalah protein keras dan resilien, anti air serta melindungi
permukaan kulit yang terbuka.
Keratin pada lapisan epidermis merupakan keratin lunak yang
berkadar sulfur rendah, berlawanan dengan keratin yang ada pada
kuku dan rambut. Saat keratohialin dan keratin berakumulasi, maka
nukleus sel berdisintegrasi menyebabkan kematian sel.
d.
Stratum lusidum
Adalah lapisan jernih dan tembus cahaya dari sel-sel gepeng tidak
bernukleus yang mati atau hampir mati dengan ketebalan 4 7 lapisan
sel.
e.
Stratum korneum
Adalah lapisan epidermis atas, terdiri dari 25 30 lapisan sisik
tidak hidup yang sangat terkeratinisasi dan yang melapisi seluruh
tubuh, kecuali pada telapak tangan dan telapak kaki, tersusun hanya
dari lapisan basalis dan korneum. Permukaan terbuka dari stratum
korneum mengalami proses pergantian ulang yang konstan atau
deskuamasi.
Ada pembaharuan yang konstan pada sel yang terdeskuamasi
melalui pembelahan sel di lapisan basalis. Sel tersebut bergerak ke
atas, ke arah permukaan, mengalami keratinasi, dan kemudian mati.
Dengan demikian, seluruh permukaan tubuh terbuka ditutup oleh
lembaran sel epidermis mati. Keselurahan lapisan epidermis akan
diganti dari dasar ke atas setiap 15 sampai 30 hari5.

(Sumber:
adityasindu13.blogspot.com)

Gambar 2. Lapisan epidermis kulit

2.

Dermis
Dermis adalah lapisan jaringan ikat bagian bawah. Lapisan ini
mengikat epidermis dengan struktur yang ada di bawahnya. Dermis
dipisahkan dari lapisan epidermis dengan adanya membran dasar, atau
lamina. Membran ini tersusun dari dua lapisan jaringan ikat.
a. Lapisan papilari
merupakan lapisan tipis dan terdiri dari

jaringan

penghubung yang longgar menghubungkan lapisan epidermis


kelapisan subcutis, banyak terdapat sel mast dan sel makrofag yang
diperlukan untuk menghancurkan mikroorganisme yang menembus
lapisan dermis, tentu saja berfungsi sebagai pelindung. Di lapisan
ini juga terdapat sejumlah kecil elastin dan kolagen. Lapisan ini
berbentuk gelombang yang terjulur kelapisan epidermis untuk
memudahkan kiriman nutrisi kelapisan epidermis yang tidak
mempunyai pembuluh darah.
b. Lapisan Retikular
Merupakan lapisan tebal dan terdiri dari jaringan
penghubung padat dengan susunan yang tidak merata, disebut
lapisan retikular karena banyak terdapat serat elastin dan kolagen
yang sangat tebal dan saling berangkai satu sama lain menyerupai

jaring-jaring. Dengan adanya serat elastin dan kolagen akan


membuat kulit menjadi kuat, utuh kenyal dan meregang dengan
baik. Komponen dari lapisan ini berisi banyak struktur khusus yang
melaksanakan fungsi kulit. Terdiri dari:
1) Kelenjar sebaceous
Menghasilkan sebum, zat semacam lilin, asam lemak atau
trigliserida

bertujuan

untuk

melumasi

permukaan

kulit

dikeluarkan melalui folikel rambut yang mengandung banyak


lipid, pada orang yang jenis kulit berminyak maka sel kelenjar
sebaseanya lebih aktif memproduksi minyak, dan bila lapisan
kulitnya tertutup oleh kotoran,debu atau kosmetik menyebabkan
sumbatan kelenjar sehingga terjadi pembengkakan.
Kelenjar sebasea ini juga dapat berfungsi untuk proses
difusi (pemindahan) kandungan bahan dalam suatu produk
kelapisan lebih dalam (pada gambar dibawah terlihat kelenjar
sebasea yang berwarna kuning dan disebelah kanannya terdapat
kelenjar keringat).
2) Eccrine sweat glands atau kelenjar keringat
Mengatur penguapan untuk mendinginkan tubuh saat suhu
lingkungan meningkat yang kita kenal dengan keringat dan
membuang sisa metolisme tubuh sebagian besar terdiri dari
garam dan urea, bahkan bila kita mengalami gangguan
pencernaan seperti obstipasi & konstipasi yang menyebabkan
pengeluaran feces atau BAB terganggu maka tubuh akan
berupaya membuang sisa-sisa metabolisme tubuh melalui
kelenjar keringat yang ada di permukaan kulit, akibatnya kulit
wajah kita tidak tampak segar justru cenderung kusam.
3) Pembuluh darah
Dilapisan dermis sangat kaya dengan pembuluh darah yang
memberi nutrisi penting untuk kulit, baik vitamin, oksigen
maupun zat-zat penting lainnya untuk metabolisme sel kulit,
selain itu pembuluh darah juga bertugas mengatur suhu tubuh

10

melalui mekanisme proses pelebaran atau dilatasi pembuluh


darah bila kita berada dilingkungan yang hangat, agar tubuh
dapat

kehilangan

dilingkungan

yang

panas,
panas

bayangkan
bersuhu

bila
35C

anda
padahal

berada
hasil

metabolisme tubuh anda sendiri dapat menghasilkan panas


sampai dengan 37, bila tidak ada mekanisme pengaturan oleh
pembuluh darah sudah pasti kita akan terbakar.
Sebaliknya bila kita berada dilingkungan dingin maka
pembuluh darah akan mengerut atau vasokonstriksi, sehingga
panas tubuh tidak keluar atau untuk menahan panas, dan tentu
saja membuat kita tetap bertahan dicuaca dingin.
Sering sekali pembuluh darah yang ada dilapisan dermis
mengalami gangguan atau hambatan hal ini tentu saja sangat
berpengaruh terhadap suplay nutrisi untuk sel kulit, dan pasti
akan mempengaruhi regenerasi sel kulit, pemilihan produk
perawatan wajah dan kosmetik yang paling baik harus
mempunyai kemampuan menembus lapisan kulit sampai
kelapisan dermis, karena disinilah banyak pembuluh darah yang
memberi nutrisi dan menjaga keseimbangan proses regenerasi
kulit.
Bila kosmetik hanya mampu bekerja dilapisan epidermis
maka itu tidak banyak memperbaiki keadaan kulit wajah, karena
bekerja dilapisan sel kulit mati yang sudah pasti akan terangkat
dalam hitungan hari sehingga dengan cepat kulit wajah terlihat
kembali kusam, dan jangan lupa sifat kulit terutama lapisan
tanduk impermeable artinya selektif dalam memilih senyawasenyawa tertentu untuk dapat masuk kelapisan lebih dalam, tidak
semua produk perawatan wajah memiliki senyawa yang mampu
menembus lapisan ini.
4) Serat elastin dan kolagen
Semua bagian pada kulit harus diikat menjadi satu, dan
pekerjaan ini dilakukan oleh sejenis protein yang ulet yang
dinamakan kolagen. Kolagen merupakan komponen jaringan
11

ikat yang utama dan dapat ditemukan pada berbagai jenis


jaringan serta bagian tubuh yang harus diikat menjadi satu.
Protein ini dihasilkan oleh sel-sel dalam jaringan ikat yang
dinamakan fibroblast.
Kolagen diproduksi dalam bentuk serabut yang menyusun
dirinya dengan berbagai cara untuk memenuhi berbagai fungsi
yang spesifik. Pada kulit serabut kolagen tersusun dengan pola
rata yang saling menyilang. Kolagen merupakan protein yang
paling berlimpah di dalam tubuh dan komponen utama jaringan
tubuh serta tulang. Protein yang kaya silicon merupakan mineral
yang membentuk molekul-molekul kompleks yang panjang dan
cocok bagi bagian-bagian tubuh yang harus kuat tetapi lentur.
Kolagen bekerja bersama serabut protein lainnya yang
dinamakan elastin yang memberikan elastisitas pada kulit.
Kedua tipe serabut ini secara bersama-sama menentukan derajat
kelenturan dan tonus pada kulit. Bahan utama pembentuk
kolagen adalah sulfur (sumber utama dari makanan produk
pangan dari laut) dan vitamin. Apa perbedaan serat Elastin dan
kolagen, serat elastin yang membuat kulit menjadi elastin dan
lentur sementara kolagen yang memperkuat jaring-jaring serat
tersebut. Serat elastin dan kolagen itu sendiri akan berkurang
produksinya

karena

penuaan

sehingga

kulit

mengalami

kehilangan kekencangan dan elastisitas kulit. Ketika kulit


menjadi kurang elastis, maka kulit juga menjadi lebih kering,
jaringan lemak dibawah kulit mulai berkurang, akibatnya kulit
menjadi kendor.
Kulit mungkin menjadi gatal ketika kulit bertambah kering.
Kecepatan dan saat terjadinya proses ini pada berbeda pada
seseorang bila dibandingkan dengan orang lain. Karena elastin
dan kolagen berada dilapisan dermis maka produk perawatan
wajah yang kita gunakan dipastikan yang mampu masuk
kelapisan dermis dan mampu merangsang pembentukan elastin

12

dan kolagen baru atau mampu memperbaiki struktur kolagen,


antara lain dengan kandungan vitamin C.
5) Folikel Rambut
Merupakan tempat pangkal tumbuhnya rambut.
6) Syaraf nyeri dan reseptor sentuh
Syaraf-syaraf yang membuat kita peka dan

dapat

merasakan nyeri atau sakit bila ada sesuatu yang mencederai


kulit juga syaraf-syaraf yang berfungsi memberi rasa sentuhan
pada kita sehingga kita dapat merasakan panas, dingin, meraba
benda dan lain-lain.

(sumber:jendeladunia-ni.weebly.com)

Gambar 3. Lapisan dermis kulit

3.

Lapisan sub kutan


Lapisan Subkutan atau Hipodermis (fasia superfisial) mengikat
kulit secara longgar dengan organ-organ yang terdapat di bawahnya.
Lapisan ini mengandung jumlah sel lemak yang beragam, bergantung
pada area tubuh dan nutrisi, serta berisi banyak pembuluh darah dan
ujung saraf.
Jaringan Subkutan atau hipodermis merupakan lapisan kulit yang
paling dalam. Lapisan ini terutama berupa jaringan adiposa yang
memberikan bantalan antara lapisan kulit dan struktur internal seperti
otot dan tulang. Banyak mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe

13

dan syaraf juga terdapat gulungan kelenjar keringat dan dasar dari
folikel rambut. Jaringan ini memungkinkan mobilitas kulit, perubahan
kontur tubuh dan penyekatan panas tubuh (Holbrook,1991).
Lemak atau gajih akan bertumpuk dan tersebar menurut jenis
kelamin seseorang, dan secara parsial menyebabkan perbedaan bentuk
tubuh laki-laki dengan perempuan. Makan yang berlebihan akan
meningkatkan penimbunan lemak di bawah kulit. Jaringan subkutan
dan jumlah lemak yang tertimbun merupakan faktor penting dalam
pengaturan suhu tubuh. Tidak seperti epidermis dan dermis, batas
dermis dengan lapisan ini tidak jelas.
Pada bagian yang banyak bergerak jaringan hipodermis kurang,
pada bagian yan melapisi otot atau tulang mengandung anyaman
serabut yang kuat. Pada area tertentu yng berfungsi sebagai bantalan
(payudara dan tumit) terdapat lapisan sel-sel lemak yang tipis.
Distribusi lemak pada lapisan ini banyak berperan dalam pembentukan
bentuk tubuh terutama pada wanita (Reiza, FK, 2014)

B. Fungsi Kulit
Kulit menutupi dan melindungi permukaan tubuh dan bersambung
dengan selaput lendir yang melapisi rongga yang berfungsi sebagai
berikut:
1. Sebagai Pelindung
Ada beberapa kemampuan perlindungan dari kulit yaitu:
- Kulit adalah relatif tak tertembus air, dalam arti bahwa ia
menghindarkan masuknya air, sehingga tidak terjadi penarikan dan

2.

kehilangan cairan.
Kulit mengandung pigmen melanin yang melindungi terhadap sinar

ultraviolet dan sinar matahari.


Kulit melindungi struktur internal dari tubuh terhadap trauma dan

terhadap invasi oleh mikroorganisme yang membahayakan.


Sebagai Peraba Atau Alat Komunikasi
14

Merasakan sentuhan, rasa nyeri, perubahan suhu dan tekanan kulit dari
jaringan subkutan, dan transmisikan melalui saraf sensoris ke medula
spinalis dan otak, juga rasa sentuhan yang disebabkan oleh rangsangan
pada ujung saraf didalam kulit berbeda-beda menurut ujung saraf yang
dirangsang.
-

Rasa sentuhan disebabkan rangsangan pada ujung saraf, di kulit


berbeda menurut ujung saraf yang dirangsang ( panas, dingin, dan

lain-lain)
Rasa sakit disebabkan karena tekanan yang dalam dan rasa yang
berat dari suatu benda, misalnya mengenai otot dan tulang atau

sendi.
Kulit mempunyai banyak ujung saraf peraba yang menerima

rangsangan dari luar diteruskan ke pusat saraf otak.


Kulit merupakan media ekspresi wajah dan refleks vaskuler yang
penting dalam komunikasi.

3. Sebagai Alat Pengatur Panas


Suhu tubuh seseorang adalah tetap, meskipun terjadi perubahan suhu
lingkungan. Suhu normal (sebelah dalam) tubuh, yaitu suhu visera dan
otak adalah 36oC sampai 37,5oC, suhu kulit sedikit lebih rendah. Panas
dapat dilepaskan oleh kulit dengan berbagai cara yaitu:
- Dengan penguapan, jumlah keringat yang dibuat tergantung dari
-

banyaknya darah yang mengalir melalui pembuluh dalam kulit.


Dengan pemancaran, dengan melepas panas pada udara sekitarnya.
Dengan konduksi, yaitu panas dialihkan kebenda yang disentuh

seperti pakaian.
4. Sebagai Tempat Penyimpanan
Kulit bereaksi sebagai alat penampung air dan lemak, yang dapat
melepaskannya bilamana diperlukan. Kulit dan jaringan dibawahnya
bekerja sebagai tempat penyimpanan air, jaringan adiposa dibawah kulit
merupakan tempat penyimpana lemak yang utama pada tubuh.
5. Sebagai Alat Absorpsi
Kulit dapat mengabsorbsi :

15

Sinar ultraviolet yang beraksi atas prekusor vitamin D yang penting

bagi pertumbuhan dan perkembangan tulang


Obat-obatan tertentu yang digunakan sebagai salep.

6. Sebagai ekskresi
Zat berlemak, air dan ion-ion, seperti Na+ diekskresi melalui kulit.
C. Reseptor pada kulit
Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang
berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dari
dalam tubuh (Reiza, FK, 2014)
a. Korpuskula Pacini : tekanan
Korpuskula Pacini (vater pacini) ditemukan di jaringan
subkutan pada telapak tangan, telapak kaki, jari, puting, periosteum,
mesenterium, tendo, ligamen dan genetalia eksterna. Bentuknya
bundar atau lonjong, dan besar (panjang 2 mm, dan diameter 0,5 1
mm). Bentuk yang paling besar dapat dilihat dengan mata telanjang,
karena bentuknya mirip bawang.
Setiap korpuskulus disuplai oleh sebuah serat bermielin yang
besar dan juga telah kehilangan sarung sel schwannya pada tepi
korpuskulus. Akson saraf banyak mengandung mitokondria. Akson ini
dikelilingi oleh 60 lamela yang tersusun rapat (terdiri dari sel gepeng).
Sel gepeng ini tersusun bilateral dengan dua alur longitudinal pada
sisinya. Korpuskulus ini berfungsi untuk menerima rangsangan
tekanan yang dalam.
b. Korpuskula Ruffini : panas
Korpuskulus ini ditemukan pada jaringan ikat termasuk dermis
dan kapsula sendi. Mempunyai sebuah kapsula jaringan ikat tipis yang
mengandung ujung akhir saraf yang menggelembung. Korpuskulus ini
merupakan mekanoreseptor, karena mirip dengan organ tendo golgi.

16

Korpuskulus ini terdiri dari berkas kecil serat tendo (fasikuli


intrafusal) yang terbungkus dalam kapsula berlamela. Akhir saraf tak
bermielin yang bebas, bercabang disekitar berkas tendonya.
Korpuskulus ini terangsang oleh regangan atau kontraksi otot yang
bersangkutan juga untuk menerima rangsangan panas.
c. Korpuskula Krause : dingin
Korpuskulus

gelembung

(krause)

ditemukan

di

daerah

mukokutis (bibir dan genetalia eksterna), pada dermis dan


berhubungan dengan rambut. Korpuskel ini berbentuk bundar (sferis)
dengan diameter sekitar 50 mikron. Mempunyai sebuah kapsula tebal
yang menyatu dengan endoneurium. Di dalam korpuskulus, serat
bermielin kehilangan mielin dan cabangnya tetapi tetap diselubungi
dengan sel schwann. Seratnya mungkin bercabang atau berjalan spiral
dan berakhir sebagai akhir saraf yang menggelembung sebagai gada.
Korpuskel ini jumlahnya semakin berkurang dengan bertambahnya
usia.Korpuskel ini berguna sebagai mekanoreseptor yang peka
terhadap dingin.
d. Korpuskula Meissner : sentuhan
Korpuskulus peraba (Meissner) terletak pada papila dermis,
khususnya pada ujung jari, bibir, puting dan genetalia. Bentuknya
silindris, sumbu panjangnya tagak lurus permukaan kulit dan
berukuran sekitar 80 mikron dan lebarnya sekitar 40 mikron. Sebuah
kapsul jaringan ikat tipis menyatu dengan perinerium saraf yang
menyuplai setiap korpuskel. Pada bagian tengah korpuskel terdapat
setumpuk sel gepeng yang tersusun transversal.
Beberapa sel saraf menyuplai setiap korpuskel dan serat saraf
ini mempunyai banyak cabang mulai dari yang mengandung mielin
maupun yang tak mangandung mielin. Korpuskulus ini peka terhadap
17

sentuhan dan memungkinkan diskriminasi/ pembedaan dua titik


(mampu membedakan rangsang dua titik yang letaknya berdekatan).
e. Korpuskula ujung saraf terbuka: rasa nyeri
Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung akhir saraf
bebas padabanyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor sensorik
utama dalam kulit. Serat akhir saraf bebas ini merupakan serat saraf
yang tak bermielin, atau seratsaraf bermielin berdiameter kecil, yang
semua telah kehilangan pembungkusnya sebelum berakhir, dilanjutkan
serat saraf terbuka yang berjalan di antara sel epidermis.
Sebuah serat saraf seringkali bercabang-cabang banyak dan
mungkin berjalan ke permukaan, sehingga hampir mencapai stratum
korneum. Serat yang berbeda mungkin menerima perasaan raba, nyeri
dan suhu. Sehubungan dengan folikel rambut, banyak cabang serat
saraf yang berjalan longitudinal dan melingkari folikel rambut dalam
dermis.
Beberapa saraf berhubungan dengan jaringan epitel khusus. Pada
epidermis berhubungan dengan sel folikel rambut dan mukosa oral, akhir
sarafmembentuk badan akhir seperti lempengan (diskus atau korpuskel
merkel). Badan ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak
juluransitoplasma.

Seperti

mekanoreseptor

badan

ini

mendeteksi

pergerakan antara keratinosit dan kemungkinan juga gerakan epidermis


sehubungan dengan jaringan ikat di bawahnya. Telah dibuktikan bahwa
beberapa diskus merkel merespon rangsangan getaran dan juga resepor
terhadap dingin.

18

(sumber:adiinaa.wordpress.com)

Gambar 4 : Reseptor pada kulit

2.3.2. Derivat Kulit


Rambut, kuku, dan kelenjar kulit merupakan derivat dari epidermis
meskipun berada dalam dermis, mereka berasal dari stratum germinativum
yang tumbuh ke arah bawah ke bagian yang lebih dalam dari kulit.
a.

Kelenjar kulit
Kelenjar kulit dibedakan menjadi dua macam yaitu kelenjar
sebasea (kelenjar minyak) dan kelenjar keringat.
1) Kelenjar minyak
Terdapat hampir di semua permukaan kulit kecuali di daerahdaerah yang tidak berambut seperti telapak tangan dan telapak kaki.
Saluran kelenjar minyak biasanya bermuara pada bagian atas folikel
rambut, tetapi pada beberapa terbuka langsung ke permukaan kulit,
seperti pada glans penis, glans klitoris, dan bibir.
Sekresi kelenjar minyak disebut sebum, merupakan campuran dari
zat-zat berminyak dan pecahan-pecahan sel. Sebum berfungsi sebagai
pelumas yangmemelihara kulit tetap halus, serta rambut tetap kuat.
Kelenjar minyak menjadi sangat aktif selama pubertas sehingga kulit
cenderung berminyak selama periodeini. Sering sebum mengumpul
19

pada suatu tempat, mengering, dan kadangmengandung bakteri,


membentuk gangguan kulit yang disebutblackheads. Kadang-kadang
kelenjar minyak mengalami infeksi aktif membentuk jerawat.
2) Kelenjar keringat
Merupakan kelenjar eksokrin yang ekskresinya dikeluarkan melalui
pori-pori yang tersebar luas di seluruh permukaan kulit. Kelenjar
keringat dibedakanmenjadi dua macam berdasarkan sekresinya, yaitu:
kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin, kelenjar ekrin tersebar di seluruh
permukaan

tubuh

memproduksikeringat

jernih

yang

terutama

mengandung air, NaCl, dan urea, sedangkan kelenjar apokrin dijumpai


pada ketiak dan daerah genital. Di sampingmensekresikan air, NaCl,
dan urea, kelenjar ini juga mensekresikan zat dari bahandasar protein
bersusu yang merupakan medium ideal untuk mikroorganisme
yangberada dalam kulit.
Kelenjar keringat berada di bawah pengendalian sistem saraf,
merupakan bagianpenting dari alat regulasi suhu tubuh. Bila suhu
lingkungan cukup panas, makakelenjar keringat akan mensekresikan
keringat ke permukaan tubuh untuk kemudian diuapkan airnya.
Penguapan ini menggunakan panas tubuh, sehinggapenguapan keringat
berlaku sebagai sistem keadaan darurat untuk membebaskanpanas
apabila sistem pendingin kapiler tidak bekerja dengan baik untuk
memelihara homeostatis.
Kedua jenis kelenjar ini tersusun atas sel mioepitel (dari bahasa
Latin:myo=otot), sel epitel khusus yang terletak antara sel kelenjar dan
lamina basalis dibawahnya. Kontraksi sel mioepitel memeras kelenjar
dan melepaskan sekret yang sudah menumpuk. Aktivitas sekretorik sel
kelenjar dan kontraksi sel mioepitel dikendalikan oleh sistem saraf
otonom dan hormon yang beredar dalam tubuh.
b. Rambut

20

Rambut adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit


terutama. Rambut muncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal
dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Struktur mirip
rambut, yang disebut trikoma, juga ditemukan pada tumbuhan. Rambut
terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal
dari falang distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir.
Pertumbuhan rambut dimulai pada bulan ke 3 masa janin. Mulamula epidermis mengalami invasike dermis. Pertumbuhan rambut
pertama kali terjadi pada daerah : alis, dagu, bibir atas selanjutnya
diikuti bagian lain yang akan di tutup kulit tipis. Invasi epidermis ini
akan menjadi folikel rambut yang nantinya akan tumbuh menjadi
rambut.
Pada bulan ke 5 sampai ke 6 janin mempunyai rambut yang sangat
halus yang disebut Lanugo. Sebelum lahir Lanugo rontok, kecuali pada
daerah :alis, kelopak mata dan kulitkepala. Beberapa bulan setelah lahir,
rambut-rambut ini rontok, diganti yang lebih kasar yang disebut vellus.
Pada masa puber : tumbuh rambut di sekitar saxila dan pubes. Pada pria
juga tumbuh kumis, jenggot, dan lain-lain. Rambut kasar terdapat pada :
kepala, alis dan tumbuh pada masa puber, disebut sebagai Terminal
Hairs.
1) Ada dua macam keratin rambut, yaitu :
a.
Keratin Lunak
Terdapat pada seluruh permukaan kulit, terutama kulit tebal,
yaitu pada bagian medulla rambut. Secara Histologis :terlihat
perubahan sel-sel epidermis : mula-mula sitoplasma mengandung
keratohialin berubah menjadi sel-sel jernih (Str. Lusidum), dan
b.

selanjutnya sel-sel mengalami keratinisasi kemudian desquamasi.


Keratin Keras
Terdapat pada kuku, kutikula dan kortex rambut.
Pembentukannya tidak melalui butir-butir keratohialin, Str.
Lusidum, tetapi perubahannya terjadi perlahan-lahan dari sel-sel
epidermis yang tetap hidup, menjadi keratin. Keratin keras bersifat

21

keras, tidak mengalami desquamasi dan lebih banyak mengandung


sullfur.
2) Struktur Rambut
Rambut terdiri dari : medula yang terdiri dari keratin lunak
dan kortex serta kutikula yang terdiri dari keratin keras.
a. Medula : Merupakan bagian tengah rambut, terdiri dari selsel yang mengalami

keratinisasi. Sel-selnya terpisah satu sama

lain, dan antara sel-sel kadang-kadang terdapat udara / cairan.


Bagian ini tak terdapat pada rambut tipis / halus.
b. Kortex : Merupakan bagian terbesar dari rambut, terdiri dari
sel-sel berbentuk runcing, yang mengalami keratinisasi dan
banyak mengandung pigmen.
c. Kutikula: Merupakan membran tipis, terdiri dari sel-sel
pipih/gepeng yang mengalami keratinisasi, transparan. Secara
mikroskopis tersusun seperti genting, terdiri dari 1-3 lapis sel-sel
yang sebagian mengalami keratinisasi.
3) Fungsi rambut, diantaranya :
1. Melindungi kulit dari pengaruh buruk :Alis mata melindungi mata
dari keringat agar tidak mengalir ke mata, bulu hidung
(vibrissae).
2. Menyarig udara pada hidung.
3. Serta berfungsi sebagai pengatur suhu.
4. Pendorong penguapan keringat.
5. Indera peraba yang sensitive
4) 3 fase pertumbuhan rambut yang akan terjadi, diantaranya :
1.

Fase pertumbuhan (Anagen)


Sel-sel matriks melalui mitosis membentuk sel-sel baru
mendorong sel-sel lebih tua ke atas. Aktivitas ini lamanya 2-6

22

tahun 90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal


mengalami fase pertumbuhan pada satu saat.
2.

Fase Peralihan (Katagen)


Masa peralihan dimulai dari penebalan jaringan ikat di sekitar
folikel rambut. Bagian tengah akar rambut menyempit dan bagian
di bawahnya melebar dan mengalami pertandukan sehingga
terbentuk gada (club). berlangsung 2-3 minggu.

3. Fase Istirahat(Telogen)
Berlangsung kurang lebih 4 bulan, rambut mengalami
kerontokan 50 100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya.
Faktor pendukung terjadinya kerontokan rambut jika terjadi
trauma , stress dan sebagainya.
c.

Kuku
Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan
kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada
pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku
adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta
mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut
yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur.
Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang
memiliki suplai darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerahmerahan. Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari
tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit.
Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5
1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki.
Pertumbuhan

kuku

juga

dipengaruhi

oleh

panas

tubuh.

Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya,


kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan
kuku sangat lamban dan rapuh.
Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk yang menebal. Bagian
kuku terdiri dari :

23

1. Matriks kuku merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.


2. Dinding kuku (nail wall) merupakan lipatan-lipatan kulit yang
menutupi bagian pinggir dan atas.
3. Dasar kuku (nail bed) merupakan bagian kulit yang ditutupi
kuku.
4. Alur kuku (nail grove) merupakan celah antar dinding dan
dasar kuku.
5. Akar kuku (nail root) merupakan bagian proksimal kuku.
6. Lempeng kuku (nail plate) merupakan bagian tengah kuku
yang dikelilingi dinding kuku.
7. Lunula merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih
didekat akar kuku berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh
kulit.
8. Eponikium (kutikula)

merupakan

dinding

kuku bagian

proksima, kulit arinya menutupi bagian permukaan lempeng


kuku.
9. Hiponikium merupakan dasar kuku, kulit ari dibawah kuku
yang bebas (free edge) menebal.
2.4. Peradangan pada Kulit
Radang kulit merupakan reaksi alergi berupa ruam dan juga gatal pada
kulit. Namun jangan takut karena penyakit ini tidak menular, tetapi biasanya
diturunkan melalui keluarga. Sifat dari penyakit ini berulang sehingga lebih
sulit untuk disembuhkan secara total. Jika radang kulit ini terjadi pada anakanak, biasanya setelah dewasa akan sembuh dengan total.

24

Ada baiknya mengetahui penyebab radang kulit. Hal ini dimaksudkan


ketika penyakit ini datang bisa lebih mudah mencari obat untuk
menyembuhkan radang kulit. Penyebab radang kulit diantaranya karena
penggunaan kosmetik yang tidak sesuai, alergi terkena bahan-bahan perhiasan
imitasi, alergi terkena kain yang bersifat kasar, alergi dengan detergen ataupun
cairan untuk mencuci lainnya, penggunaan jam tangan, alergi terhadap
penggunaan ponsel bahkan alergi terhadap makanan tertentu.
Gejala yang ditimbulkan jika radang kulit ini hadir di kulit adalah akan
timbul rasa yang sangat gatal yang dilanjutkan dengan timbulnya lepuhan di
kulit yang berwarna merah. Lepuhah ini dapat pecah dan akan mengeluarkan
cairan. Bila cairan ini dibiarkan akan mengering dan akan menimbulkan kerak
pada kulit.
Jika gejala radang pada kulit sudah hadir maka hindari kontak dengan
alergen (bahan yang menyebabkan alergi). Biasanya akan timbul kebingungan
untuk mengingat bahan yang menyebabkan alergi. Namun yang bisa Kita
perhatikan dimana letak radang kulit yang timbul. Jika terjadi muka,
kemungkinan disebabkan pemakaian kosmetik yang tidak sesuai. Namun jika
terjadi pada pergelangan tangan tempat dimana biasanya menggunakan jam
tangan, kemungkinann karena tekananan pemakaian jam tangan tersebut.
Gejala radang yang ditemukan di daerah tempat pemakaian kosmetik
bisa jadi disebabkan karena pemakaian perhiasan tersebut. Namun jika terjadi
pada tangan dan jari-jari bisa jadi disebabkan karena penggunana deterjen
ataupun penggunaan cairan untuk mencuci lainnya. Selain itu jika rasa gatal
ini timbul, hindari untuk menggaruknya. Sebaiknya gunakan krim pelembab.
Hal ini mencegah kulit mengering yang rentan menimbulkan rasa gatal. Obat
anti alergi juga bisa menyembuhkan radang kulit. Jika sudah sangat
mengganggu dan untuk menghindarkan terjadinya infeksi alangkah baiknya
untuk memeriksakan kepada dokter agar diberikan penanganan untuk
menyembuhkan radang kulit dengan lebih baik.

25

2.5. Pencegahaan Penyakit Secara Umum Pada Sistem Integumen


Untuk mencegah gangguan kulit tindakan yang harus dilakukan adalah
sebagai berikut :
1. Mempertahankan kulit sehat.
a. Hindari penggunaan sabun, deterjen, atau bahan allergen yang dapat
menimbulkan iritasi.
b. Pertahankan kulit cukup hidrasi, gunakan krim pada daerah yang
kering, dan jangan terus-menerus menggunakan tatarias yang tebal.
c. Cegah menggaruk kulit yang keras dan kasar.
d. Keringkan daerah yang selalu lembab.
e. Pakai pakaian yang longgar dan dapat menyerap keringat pada hari-hari
yang panas.
2. Menghindari bahan penyebab penyakit kulit:
a. Menghindari bahan-bahan yang merusak kulit pada kebanyakan orang.
Contohnya sinar matahari yang terik, sebaiknya gunakan payung untuk
melindungi kulit.
b. Mencegah bahan spesifik yang diketahui merusak kulit atau
menimbulkan alergi untuk orang tertentu (mis, bahan-bahan kosmetik).
c. Gunakan krim tabir surya.
3. Observasi perubahan kulit:
a. Amati
kulit
secara

keseluruhan

dan

sering.

Gunakan cermin untuk melihat seluruh tubuh.


b. Catat dan konsultasikan perubahan warna, ukuran, dan keadaan
cedera kulit yang sudah ada.
4. Hindari terapi sendiri:
a. Jangan gunakan resep lama pada cedera kulit baru atau lesi yang lain,
serta jangan gunakan obat yang tidak diketahui secara pasti kegunaannya.

26

b. Segera dapatkan nasihat medis atau kunjungi tempat pelayanan


kesehatan bila terjadi gangguan kulit (Long, 1996).

2.6. Macam-macam penyakit pada sistem integumen


1. Skabies

(sumber:mesdikus.com)

Gambar 5. Penyakit Skabies

a. Pengertian Scabies
Penyakit scabies adalah penyakit gatal pada kulit yang disebabkan
oleh tungau atau kutu kecil yang bernama Sarcoptes scabiei varian
hominis, ditandai dengan keluhan gatal, terutama pada malam hari dan
mudah menular melalui kontak langsung atau tidak langsung.
Penyakit scabies ini banyak diderita di masyarakat kita, maka tak
heran banyak penamaan untuk penyakit ini seperti gudik (gudikan),
kudis (kudisan), gatal agogo, budukan, dan lain-lain.
b. Penyebab Scabies
Seperti telah disebutkan sebelumnya penyakit scabies disebabkan
oleh tungau yang berukuran kecil tak tampak oleh mata telanjang
sehingga untuk melihatnya diperlukan alat bantu berupa mikroskop.

27

Ukuran kutu (tungau) betina 0,3-0,4 mm, sedangkan S. scabei jantan


setengah dari ukuran betina.

(sumber:mesdikus.com)

Gambar 6 : Sarcoptes scabei penyebab gudikan atau kudis

Kutu betina yang sudah dibuahi akan tinggal di kulit dengan


membuat liang terowongan pada kulit (lihat gambar), disana ia bertelor
sekitar 40-50 butir telor, dan akan menetas dalam waktu 3-5 hari. Di
luar kulit, kutu ini hanya dapat bertahan hidup 2-3 hari pada suhu
kamar.
c. Cara Penularan Scabies
Karena penyebab scabies adalah kutu yang dapat menyebar dari
orang ke orang maka penyakit ini mudah menular. Penularan scabies
bisa terjadi secara kontak langsung atau bersentuhan kulit-kulit dan
hubungan suami istri. Bisa juga terjadi secara tak langsung misalnya
melalui pakaian, handuk, dan tempat tidur yang dipakai bersama-sama.
Maka tak heran jika penyakit scabies ini akan mengenai orang secara
berjamaah seperti dalam satu keluarga, satu asrama, pondok pesantren,
dan satu sekolah.

28

d. Gejala Scabies
Gejala utama penyakit scabies adalah gatal pada kulit, terutama
memburuk pada malam hari. Rasa gatal terjadi karena reaksi alergi
terhadap tungau. Terjadi secara berkolompok seperti telah disebutkan
di atas.
Gejala scabies atau kudis lainnya meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.

Gatal di sela-sela jari dan pergelangan tangan.


Gatal pada permukaan luar siku dan di ketiak.
Gatal di sekitar perut dan pusar.
Gatal Pada bagian bokong dan selangkangan
Gatal di sekitar puting susu, garis bra, dan sisi payudara (pada

wanita).
6. Gatal Pada alat kelamin (pada pria).
7. Pada bayi dan anak-anak kecil, gatal-gatal dan iritasi kulit juga
dapat terjadi pada kulit kepala, leher, dan wajah dan telapak tangan
dan telapak kaki.
e. Pengobatan Scabies
Penyakit scabies atau Kudis ini tidak akan sembuh dengan
sendirinya. Untuk menghilangkannya, dan agar tidak menyebar kepada
orang lain, maka perlu menggunakan obat scabies berbentuk krim
khusus atau lotion yang dioleskan pada kulit. Obat scabies cream ini
mengandung permethrin atau kandungan lainnya. Oleskan obat scabies
merata ke seluruh permukaan kulit yang gatal, tapi hindari daerah
sekitar mata dan mulut. Setelah dioleskan biarkan, jangan terkena air
selama 8 sampai 14 jam (tergantung obatnya) baru kemudian
dibersihkan atau mandi.
Antihistamin (seperti interhistin, cetirizin, dll), krim steroid, atau,
dalam kasus yang parah, pil steroid dapat membantu mengurangi rasa
gatal. Obat anti gatal ini diminum sebelum menggunakan obat scabies
di atas, tentu hal ini harus berdasarkan rekomendasi dokter. Baca juga:
Obat gatal paling ampuh. Jika terdapat infeksi skunder yang ditandai
dengan nanah pada kulit yang gatal, maka diperlukan antibiotik.

29

2. Eksim

(sumber: Alodokter.com)

Gambar 7. Penyakit Eksim

Eksim atau eksema adalah peradangan pada kulit yang


menyebabkan munculnya rasa gatal-gatal. Kondisi ini juga disertai dengan
kulit yang memerah, kering, dan pecah-pecah. Ini adalah jenis penyakit
jangka panjang dan gejalanya cenderung muncul kembali, kemudian
menghilang. Kondisi ini juga sering disebut sebagai dermatitis.
Eksim dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
a. Dermatitis Atopik
Dermatitis atopik didasari oleh kelainan dasar genetik, ditandai
adanya kecenderungan terbentuknya antibodi imunoglobulin E dalam
30

tubuh penderita dan paparan alergen yang sering terjadi. Dermatitis


atopik

disebabkan

penderita

memiliki

kulit

sensitif

terhadap

rangsangan yang dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, kebersihan, dan


faktor iritan.
Kasus ini paling banyak terjadi pada bayi berusia 2 sampai 18
bulan (85% kasus). Gejalanya sering terjadi berupa bercak-bercak
merah di wajah sampai daerah popok bayi. Biasanya akan sembuh
setelah bayi berusia di atas 18 bulan, tetapi 1/3 kasus kelainan
berlanjut ke bentuk berikutnya. Menjaga kebersihan kulit bayi dari
gangguan faktor penyebab alergi atau yang memberi rangsangan
terhadap kulit anak-anak karena penggunaan handuk yang kasar, sabun
antiseptik, dan sebagainya, adalah salah satu upaya pencegahan yang
pantas dilakukan.
b. Dermatitis Seboroik
Dermatitis seboroik merupakan dermatitis yang terjadi pada lokasi
yang keras, seperti daerah yang kaya kelenjar minyak, daerah rambut,
alis, lipat hidung, belakang telinga, dada dan berbagai lipatan kulit.
Gejalanya adalah muncul warna kemerahan, bercak, dan sembab yang
berbatas tegas. Bisa terlihat kering atau berminyak kekuningan,
disertai rasa gatal.
Pada bayi, kelainan muncul ketika usia 6-8 minggu dan puncaknya
pada 2-3 bulan. Sedangkan pada anak balita tidak pernah terjadi
dermatitis seboroik, karena balita tidak memiliki kelenjar minyak.
Terjadinya dermatitis seboroik pada bayi diduga akibat rangsangan
hormonal yang diterima dari ibunya. Pada beberapa kasus, kelainan ini
mirip dengan dermatitis atopik, terutama kelainan pada lengan dan
tungkai. Pada orang dewasa , dermatitis seboroik ditemukan saat masa
pubertas (sekitar 18 tahun) dan puncaknya pada usia 40 tahun. Gejala
yang sering terlihat berupa ketombe.
c. Dermatitis Intertrigo
Dermatitis intertrigo merupakan kelainan radang kulit di daerah
lipatan, seperti lipatan tubuh akibat banyak keringat, kegemukan, dan

31

gesekan kulit. Bisa terjadi sejak usia bayi sampai usia tua. Gejalanya
berupa bercak kemerahan dan sembab di lipatan kulit, leher, ketiak,
lipatan payudara dan lipatan bokong/pantat. Dalam kondisi seperti ini
mudah sekali terjadi infeksi sekunder oleh jamur (candida albicans)
yang biasa terdapat pada dubur.
d. Dermatitis Numularis (Eksim Basah)
Dermatitis numularis (eksim basah) ditandai oleh :
1. Bercak bersisik
2. Bentuknya bulat
3. Berbatas tegas
4. Berbintil-bintil yang ada airnya
5. Terasa sangat gatal
Gejala dan tanda-tanda penyakit kulit eksim adalah :
1. Terasa gatal dan panas pada kulit yang terkena, terutama malam hari.
2. Pada eksim basah, kulit tampak melepuh merah, bengkak, basah, dan
timbul bintil-bintil yang mengandung air atau nanah.
3. Pada eksim kering, tampak kulit bersisik keras, mengeropeng, dan
kemerah-merahan.
Perawatan pada penyakit kulit eksim adalah :
1. Jangan menggaruk eksim karena dapat mengakibatkan infeksi
2. Hindari bahan-bahan, makanan atua hal-hal yang dapat menyebabkan
alergi
3. Hindari penggunaan sabun pada daerah yang terkena eksim dan
usahakan tidak sering terkena air. Jika mandi gunakan air hangathangat kuku.
4. Pakai pakaian yang bersih, menyerap keringat dan tidak ketat.
3. Jerawat
Jerawat merupakan suatu kondisi di mana pori-pori kulit
mengalami penyumbatan dan akhirnya menimbulkan kantung yang berisi
nanah dan meradang. Jerawat merupakan suatuh penyakit pada kulit yang
dialami sebagian besar kalangan remaja dan penderitanya semakin
meningkat. Seorang peneliti yang bernama Kligmann berpendapat, Tidak
seorang pun manusia di dunia ini se-masa hidupnya tidak pernah
mengalami yang namanya jerawat pada kulitnya. Kemungkinan penyebab
utama jerawat adalah disebabkan adanya perubahan hormonal yang

32

merangsang kelenjar minyak di kulit. Selain itu perubahan hormonal yang


menjadi pemicu masalah jerawat yaitu menstruasi, masa kehamilan,
penggunaan pil KB dan timbulnya stres.
a. Penyebab Jerawat
1. Produksi Minyak Berlebihan
Timbulnya jerawat bukan hanya karena masalah kurang
besihnya muka seseorang. Berlebihannya produksi kelenjar minyak
pada tubuh bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya jerawat.
Sebab dengan banyaknya produksi minyak akan menyebabkan
tersumbatnya saluran folikel rambut dan pori-pori kulit. Nah
masalah kelebihan minyak ini menjadi masalah yang sering kali
dialami para penderita jerawat.
2. Sel-sel Kulit Mati
Pada umumnya, jerawat disebabkan oleh kelebihan kelenjar
minyak sebab sering kali diproduksi hormon androgen. Jerawat
timbul karena kelenjar minyak yang berlebih dan pada akhirnya
bercampur dengan sel-sel kulit mati. Pada saat terjadinya
pencampuran inilah akan memicu timbulnya masalah jerawat.
Campuran tersebut membentuk penyumbatan yang akan berbintik
hitam atau putih. Jerawat bukan hanya menyerang bagian wajah
saja, namun pada anggota tubuh lainnya dapat terkena masalah
jerawat, seperti pada punggung, dada, dan leher.
3. Penggunaan Kosmetik
Selain masalah diatas, terjadinya jerawat terkadang di
sebabkan adanya penggunaan kosmetik yang kurang bersih pada
saat membersihkannya. Bekas foundation yang terdapat pada
bedak dapat menyebabkan sisa-sisa bedak yang masih menempel
diwajah menyumbat pori-pori yang berakhir dengan jerawat.
4. Obat-obatan
Para pengguna obat kortikosteroid, baik obat oral (obat
yang minum) maupun obat topical (obat yang di oles) yang
memberikan efek samping turunnya daya tahan tubuh juga dapat
meningkatkan besarnya potensi untuk timbulnya masalah jerawat,
33

sebab adanya aktivitas bakteri patogen pada wajah akan meningkat


dengan turunnya imun pada tubuh kita.
5. Telepon Genggam
Masalah satu ini bisa jadi sering kali diabaikan para
penggunanya, Sebab para permukaan Hp bisa jadi tempat
bersarangnnya bakteri penyebab jerawat. Untuk mencegahnya
timbulnya masalah jerawat yang disebabkan karena telpon
genggam wajib untuk anda bersihkan permukaan telepon dengan
rutin menggunakan cairan alkohol, dan kalau bisa setiap kali
menelpon jangan menempelkan permukaan telpon dengan wajah
anda.
6. Terjadinya Stres
Pada masalah terakhir ini bukan menjadi salah satu
penyebab jerawat yang berdampak langsung, Namun dengan
terjadinya stres, tubuh akan memproduksi beberapa hormon
tertentu yang berakhir timbulnya jerawat. Bukan banyak itu saja,
stres dapat membuat seseorang mempunyai pola makan yang
semakin banyak mengkonsumsi makanan yang manis serta
berlemak, sebagai pelarian ketika stres melanda.
Beberapa Jenis Jerawat Yang Sering Dialami
1. Jerawat biasa

(sumber:camsh.com)

Gambar 8. Jerawat Biasa

34

Hampir sebagian besar orang pernah menderita jerawat ini.


Jerawat ini mudah dikenali karena bentuknya yang kecil dan
berwana putih kemerahan. Jerawat ini timbul dikarenakan
tersumbatnya pori-pori dan terinfeksi baktmeri propionibacterium
acne. Bakteri tersebut hidup di daerah diprosuksinya asam lemak
pada kantung kelenjar yang tersembunyi dibawah permukaan kulit
atau sering juga disebut sebagai kelenjar sebaceous. Yang perlu
diwaspadai dari bakteri ini yaitu karena bisa menimbulkan iritasi
pada bagian wajah disekitarnya.
Cara Mengatasi :
Jika anda ingin menangani masalah jerawat dalam jangka
waktu singkat karena akan menghadiri sebuah acara penting, anda
dapat menyiasatinya dengan mengoleskan pasta gigi pada jerawat
yang muncul pada wajah anda menjelang tidur. Pasta gigi
mengandung fluroide yang berkhasiat untuk mengurangi bengkak
dan kemerahan yang ditimbulkan oleh jerawat. selain itu anda juga
dapat menggunakan tomat maupun lemon sebagai masker untuk
menghilangkan jerawat serta menghilangkan noda hitam bekas
jerawat.
2. Jerawat Batu

35

(sumber:camsh.com)

Gambar 9. Jerawat Batu

Jerawat batu memiliki ukuran yang lebih besar daripada


jerawat biasa. Jerawat batu berwarna lebih merah dan meradang.
Jika terus dibiarkan, jerawat batu akan meninggalkan bekas yang
susah dihilangkan. Jerawat batu atau yang sering disebut juga
Cystic Acne disebebkan karena kelenjar minyak yang terlalu
banyak dan pertumbuhan sel yang tidak normal. Jerawat batu
tergolong jerawat yang parah.
Cara Mengatasi :
Oleh karena itu, jika anda menderita jerawat batu yang
bersarang pada wajah anda, ada baiknya anda berkonsultasi dengan
dokter untuk kemudian menentukan pengobatan pada langkah
selanjutnya.
3. Komedo

36

(sumber:camsh.com)

Gambar 10. Komedo

Komedo disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi


kelenjar minyak yang berlebih. Komedo terbagi menjadi dua
macam yakni komedo tertutup dan komedo terbuka. Komedo
tertutup terlihat seperti tonjolan kecil berwarna putih. Sedangkan
komedo terbuka terlihat seperti pori-pori yang membesar dan
menghitam.
Cara Pengobatan :
Untuk menghilangkan jerawat jenis komedo ini, anda dapat
menghilangkannya dengan putih telur. Caranya yaitu dengan
mencelupkan kapas pada putih telur lalu tempelkan pada wajah
anda yang berjerawat komedo. Tunggu sampai putih telur tersebut
mengering, lalu angkat kapas tersebut. Anda akan melihat banyak
komedo tercabut pada kapas tersebut.
4. Jerawat Juvenil

37

(sumber:camsh.com)

Gambar 11. Jerawat Juvenil

Jerawat ini timbul pada masa pubertas umur 14-20 tahun.


Penyebab jerawat ini yaitu masalah hormonal yang belum stabil
dalam memproduksi sebum.
Cara Mengatasi :
Untuk mengatasi jerawat ini anda bisa menggunakan sabun
wajah yang memiliki PH seimbang atau sabun bayi transculent.
Jerawat tipe juvenil merupakan perkembangan dari hormon jadi
mungkin harus di atasi dengan cara yang alami, jangan
menggunakan cara berbahaya.
5. Jerawat Vulgaris

(sumber:camsh.com)

Gambar 12. Jerawat Vulgaris

38

Jerawat vulgaris merupakan semacam kelainan kulit yang


ditandai dengan erupsi komedo terbuka, komedo tertutup maupun
jerawat yang diikuti dengan kulit kemerahan serta bersisik. Jerawat
ini biasanya timbul pada masa remaja dan umunya berlanjut
sampai pada masa dewasa. Jerawat ini bisa disebabkan karena
kelebihan minyak, perubahan hormonal, produk kosmetik serta
kulit mati yang tidak lepas secara semestinya.
Cara Mengatasi :
Pengobatan yang tepat untuk jerawat jenis ini yaitu dengan
cara menghilangkan bakteri, mengendalikan minyak berlebih pada
wajah, serta dengan meningkatkan pergantian sel kulit mati.
Jerawat ini biasanya akan membaik seiring berjalannya waktu
tanpa ada intervensi apapun. Tapi jika jerawat ini sudah semakin
parah, dapat menimbulkan kerusakan dan harus mendapatkan
pegobatan dari dokter spesialis kulit. Jerawat ini tidaklah menular
serta dapat disembuhkan.
6. Jerawat Rosacea

(sumber:camsh.com)

Gambar 13. Jerawat Rosacea

Jerawat ini biasanya timbul pada wanita yang berusia 30-50


tahun. Pada mulanya, jerawat ini akan tampak kemerahan yang

39

dapat menimbulkan peradangan sehingga bisa menimbulkan sisik


pada lipatan hidung.
Saran Pengobatan :
Jerawat ini membutuhkan perawatan dari dokter kulit,
biasanya berupa penguapan , kompres air panas atau dengan
penyinaran menggunakan sinar infra merah untuk pengeringan
jerawat.

7. Jerawat Nitrosica

(sumber:camsh.com)

Gambar 14. Jerawat Nitrosica

Jerawat jenis ini harus diwaspadai karena yang jika


dibiarkan akan menyebabkan lubang pada kulit wajah.
Saran Pengobatan :
Pengobatn pada jerawat ini harus dengan bantuan dokter
kulit. Teknologi kecantikan seperti mikrodermabrasi, teknologi
laser, dan perawatan kecantikan lainnya dapat membantu untuk
menghilangkan jenis jerawat ini.
b. Cara Menghilangkan Jerawat
40

1. Menghilangkan Jerawat Dari Dalam Langsung Keakarnya


a. Minum Air Putih Yang Banyak
Air putih membantu menjaga metabolisme tubuh dan yang
terpenting membantu proses regenerasi sel kulit. Dengan
meminum lebih banyak air putih, akan membersihkan kotoran
dalam tubuh yang bisa menyebabkan jerawat. Air putih sangat
baik untuk kulit dan kesehatan tubuh.
b. Makan Buah dan Sayuran
Buah-buahan maupun sayuran akan membantu tubuh
melarutkan lemak jahat pada tubuh. Sehingga kadar minyak
berlebih yang dihasilkan tubuh pun berkurang, tentu saja
minyak pada kulit pun berkurang.
c. Jauhi Makanan Yang Berlemak
Makanan yang mengandung banyak lemak jika dikonsumsi
berlebihan akan menjadikanntubuh memproduksi minyak
berlebih. Hal tersebut juga berdampak pada kulit, minyak
berlebih pada kulit akan menyumbat pori-pori kulit yang
akhirnya membentuk gumpalan dan mengundang bakteri
Propionibacterium Acnes, bakteri penyebab jerawat.
2. Cara Menghilangkan Jerawat Dari Luar
a. Menggunakan Lidah Buaya
Potong beberapa bagian lidah buaya yang telah dibuang
kulit bagian luarnya. Oleskan cairan lidah buaya tersebut secara
rutin pagi dan sore. Jika anda rutin maka jerawat akan mudah
kering bahkan juga bisa membersihkan bekas jerawat.
b. Menggunakan Madu
Sudah menjadi rahasia umum cairan dengan begitu banyak
manfaat ini juga bermanfaat untuk menghilangkan jerawat.
Berbagai penelitian membuktikan bahwa madu terbukti
berkhasiat menyembuhkan beragam penyakit dan juga mampu
membasmi berjerawat. Cara menggunakanyan sangat mudah
yaitu hanya dengan mengoleskan madu pada kulit yang
berjerawat. Lakukan hal tersebut dengan menggunakan kapas

41

dan diamkan selama 15 menit, kemudian bilas dengan air putih


hingga bersih.
c. Menggunakan Bawang Putih
Bawang putih memang memiliki banyak sekali manfaat,
haluskan 2 atau 3 bawang putih dan tumbuk secara halus atau
diblender. Oleskan pada kulit wajah dan jerawat dan diamkan
kurang lebih 10 Menit dan bersihkan dengan air putih. Lakukan
secara rutin kurang lebih 2-3 minggu.
d. Menggunakan Pepaya
Kandungan vitamin pada buah pepaya sangat baik untuk
kulit. Namun masih jarang yang memanfaatkan untuk
mengobati jerawat dikarenakan aromanya. Caranya cukup
mudah, blender pepaya sesuai kebutuhan, kemudian oleskan
pepaya hasil blender tadi pada wajah selama 20 menit
selanjutnya bersihkan dengan air.
e. Menggunakan Tomat
Tomat
ternyata
selain
bisa

bermanfaat

untuk

menghilangkan komedo, tomat juga bisa menghilangkan


jerawat. Caranya sangat mudah iriskan tomat lalu oleskan atau
tempelkan di wajah atau lokasi jerawat dan kemudian diamkan
15 menit 1 jam, lakukan kurang lebih 1 bulan agar jerawat
anda hilang.
3. Cara Menghilangkan Menghilangkan Jerawat dengan Laser
a. Kelebihan pengobatan jerawat menggunakan laser
Terapi laser ini bisa membunuh bakteria yang menyebabkan
meradangnya jerawat. Selain itu, terapi ini juga bisa
meningkatkan kualitas tekstur kulit bahkan menghilangkan
bekas luka atau bekas jerawat.
b. Kekurangan pengobatan jerawat menggunakan laser
Karena merupakan pengobatan modern yang menggunakan
alat canggih, tentu saja menimbulkan efek samping. Terapi ini
hanya disarankan kepada para pasien yang tidak bisa menjalani

42

pengobatan jerawat biasa karena kulit yang sensitif atau alergi


dengan obat.
4. Biang Keringat
Biang keringat adalah suatu ruam kulit yang mengganggu,
disebabkan tersumbatnya kelenjar peluh (keringat) pada bagian tertentu.
Biasanya biang keringat terjadi saat seseorang berkeringat lebih dari
biasanya, misalnya saat cuaca panas atau lembab, namun demikian, tidak
menutup kemungkinan biang keringat terjadi pada saat musim dingin.

(sumber: mci-anyza.blogspot.com)

Gambar 15. Biang Keringat

a. Gejala Biang Keringat


Rasa gatal, pedih dan kulit jadi kemerahan, serta munculnya
gelembung-gelembung kecil atau lenting yang berisi air. Timbul
pembengkakan kecil-kecil diikuti gatal-gatal. Biasanya pada anak-anak
terjadi di bagian dada, punggung, lilitan pinggang, ketiak, leher dan
lipatan paha.

b. Jenis-jenis Biang Keringat


Berdasarkan perbedaan kelainan yang muncul di kulit, biang
keringat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Miliaria Kristalina
43

Sumbatan yang terjadi pada bagian atas dari lapisan kulit.


Ciri-ciri dari jenis biang keringat ini adalah: Gelembung kecil
berukuran 1-2 mm, berisi cairan jernih seperti tetesan air, namun
tanpa disertai munculnya kulit kemerahan. Lokasi: Dahi, leher,
punggung dan dada.
2. Miliaria Rubra
Sumbatan terjadi pada bagian tengah lapisan kulit. Ciri-ciri
dari jenis biang keringat ini adalah: Gelembung kecil, masih
berukuran 1-2 mm dan berwarna merah. Gelembung biasanya
tersebar, tapi dapat juga berkelompok. Disertai keluhan sangat
gatal dan pedih bila berkeringat. Biang keringat ini paling sering
ditemukan. Lokasi: Bagian-bagian tubuh yang tertutup pakaian dan
yang tergesek pakaian.
3. Miliaria Profunda
Sumbatan terjadi pada bagian dalam dari lapisan kulit.
Ciri-ciri dari jenis biang keringat ini adalah: Bintil-bintil putih
berukuran 1-3 mm, dan tidak disertai kulit yang kemerahan. Tidak
juga menimbulkan rasa gatal. Biang keringat ini jarang sekali
dijumpai. Lokasi: Badan, lengan dan tungkai.
c.

Perawatan Biang Keringat


1. Hindarkanlah menggaruk bagian yang terkena biang keringat
tersebut.
2. Gunakanlah pakaian yang sejuk dan ringan.
3. Pada waktu cuaca panas sebaiknya minum air yang banyak.
4. Hindarkan pakai sabun yang banyak sodanya dan jagalah
kebersihan kulit.
5. Hindarkanlah meminum minuman kras.
6. Untuk meredakan daerah kulit yang terkena biang keringat, bisa
dengan menerapkan lotion calamine. Atau, bisa juga dengan
menggunakan krim hidrokortison jika kulit sangat perih dan gatal.
Biasanya jenis lotion dan krim ini banyak tersedia di apotek.

Penyakit ini dapat diatasi dengan memberikan obat-obat sebagai berikut :

44

a. Sulfur presipitatum 2-5% dalam bentuk salep atau krim. Obat ini lebih
efektif jika dicampur dengan asam salisilat 2%. Dioleskan di seluruh
tubuh sesudah mandi dan dipakai 3-4 hari berturut-turut.
b. Emulsi benzil benzoat 20-25% selama 24 jam, 3 hari berturut-turut.
c. Gama benzen heksaklorida ( gameksan ) 0,5-1% dalam salep atau
krim, dioleskan selama 24 jam, sekali pemakaian.
d. Krim permetrin 5% dapat memberikan hasil yang baik, setelah
pemakaian satu kali seluruh tubuh dan selama 10 jam.
5. Kutil (Veruka)
Penyakit Kutil (Veruka) yang dalam istilah kedokteran disebut
Papilloma adalah sejenis tumor jinak yang menyerang kulit. Pertumbuhan
pada kulit yang berukuran kecil, pada tahap awal,

bisa dilihat dengan

timbulnya bintik-bintik kecil. Kutil bisa tumbuh pada usia berapapun,


tetapi paling sering ditemukan pada anak-anak akan tetapi ditemukan juga
pada orang dewasa. Kutil di kulit mudah menyebar dari suatu bagian tubuh
ke bagian tubuh lainnya, pada kulit terutama yang sering terjadi adalah
pada tangan, kaki, wajah bahkan ada juga penyakit kutil yang menyerang
alat genital (kelamin).
Sebagian besar kutil tidak berbahaya dan jenis kutil yang paling
banyak ditemukan tidak berubah menjadi keganasan (kanker). tetapi
kebanyakan tidak terlalu menular kepada orang lain. Sedangkan kutil
genitalis (kutil pada alat kelamin) bisa ditularkan kepada orang lain. Hanya
jenis kutil tertentu yang jarang ditemukan dan beberapa kutil yang
menginfeksi rahim, leher rahim (serviks) dan penis yang kadang menjadi
ganas.

45

(sumber:herbal.id)

Gambar 16. Kutil

a. Penyebab Penyakit Kutil


Seseorang bisa terjangkit virus ini dan bisa juga menularkan pada
pasangannya lewat hubungan seksual. Kutil bisa berupa mikroskopis
dan hanya bisa dideteksi melalui proses pemeriksaan dengan alat yang
disebut colposcope. Penyebab kutil adalah virus Human Papilloma
Virus (HPV). Ada lebih dari 1.000 jenis Papilloma virus, dan
sebenarnya Papilloma Human Virus ini bisa menyerang seluruh bagian
tubuh manusia : Kulit, rongga mulut, anus dan alat genital. Penyakit
kutil bisa menular kepada orang lain melalui kontak fisik sebabkan
oleh virus.
Meskipun penyebab kutil adalah virus yang boleh dikatakan cukup
ganas, namun ada beberapa orang yang secara alamiah kebal terhadap
penyakit kutil sehingga meskipun melakukan kontak fisik, dia tidak
tertular kutil dari penderita. Beberapa kutil tidak menimbulkan nyeri,
sedangkan kutil yang lainnya menyebabkan nyeri karena mengiritasi
saraf. Ukuran dan bentuk kutil tergantung kepada virus penyebabnya
dan lokasinya di tubuh. Beberapa kutil tumbuh sendiri dan terpisah,
kutil lainnya tumbuh bersama-sama dan membentuk kelompok kutil
(kutil mosaik).
b. Macam-Macam Kutil
1. Veruka Vulgaris
Kutil yang biasa disebut veruka vulgaris, memiliki ciri-ciri
memiliki permukaan yang kasar, bentuknya bundar atau tidak

46

beraturan, berwarna keabuan, kuning atau coklat dan biasanya


memiliki garis tengah kurang dari 1 cm. veruka vulgaris tumbuh di
bagian tubuh yang sering mengalami cedera, seperti jari tangan,
lutut, wajah, di sekitar kuku( disebut kutil periungual), dan kulit
kepala. Kutil ini bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya tetapi
tidak pernah berubah menjadi keganasan.
2. Veruka Plantaris
Cenderung mengalami perdarahan berupa bintik-bintik
kecil jika disayat dengan pisau bedah.Veruka plantaris tumbuh di
telapak kaki dan bentuknya biasanya mendatar karena mengalami
penekanan akibat berjalan dan dikelilingi oleh kulit yang tebal.
3. Veruka Filiformis
Merupakan kutil yang bentuknya memanjang, yang
biasanya ditemukan di kelopak mata, wajah, leher atau bibir. Kutil
datar sering ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda, biasanya
tumbuh dalam suatu kelompok bintik-bintik halus berwarna
kuning-coklat di wajah.
4. Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata)
adalah kutil lembab yang ditemukan di daerah kemaluan.
Virusnya ditularkan melalui hubungan seksual.
c. Pengobatan dan cara Menghilangkan Penyakit Kutil
Kutil seringkali menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.
Beberapa kutil bersifat menetap selama bertahun-tahun dan ada juga
kutil yang hilang-timbul. Pengobatan tergantung kepada lokasi, jenis,
berat dan sudah berapa lama kutil berada.Veruka vulgaris biasanya
akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 2 tahun.
1. Untuk mempercepat hilangnya kutil bisa dioleskan larutan atau
plester yang mengandung asam salisilat dan asam laktat. Cara
menghilangkan kutil berikutnya adalah dengan

asam salisil

(salicylic acid), Caranya adalah dengan pemberian asam salisil


pada kulit yang terkena kutil. Untuk mendapat hasil yang
maksimal, keringkan dahulu kulit dengan handuk kering dan
bersih, baru dioles dengan asam salisil. Lakukan beberapa minggu
47

hingga kutil mati. Amplas bagian kutil yang mati dengan batu
apung sebelum member pengobatan di hari berikutnya.Cara
mengobati kutil selanjutnya adalah dengan penyemprotan cairan
nitrogen pada kutil.
2. Kutil juga bisa dibekukan dengan cairan nitrogen dan pembekuan
ini

biasanya

dilakukan

berulang-ulang

agar

seluruh

kutil

hilang.Cara mengobati kutil dengan cairan nitrogen ini untuk


membekukan kutil sehingga sel-selnya mati.
3. Elektrodesikasi (pengobatan dengan Arus listrik) atau bedah sinar
laser bisa menghancurkan kutil, tetapi bisa menyebabkan
terbentuknya jaringan parut.
4. Kutil juga bisa diatasi dengan bahan kimia seperti asam
trichloroacetat atau kantaridin, tetapi kutil yang baru bisa tumbuh
di pinggiran bekas kutil yang terdahulu. Cara menghilangkan kutil
dengan Cantharidin, yaitu pemberian cairan kimia khusus pada
kulit yang terkena kutil. Efek dari pemberian cairan kimia ini
adalah membunuh sel-sel kutil. Pada beberapa orang mungkin akan
menimbulkan rasa perih dan melepuh pada kulit. Setelah 24 jam,
dokter akan membuka perban dan melihat apakah pemberian
Cantharidin ini efektif atau tidak, jika tidak akan ditempuh cara
lain.
5. Mengobati Kutil dengan Daun Dewa
caranya sebagai berikut :
5 lembar daun dewa dihaluskan. Lumurkan pada tempat berkutil,
kemudian dibalut. Kemudian lepas pada keesokan harinya.Veruka
plantaris biasanya bisa dihaluskan dengan larutan atau plester yang
mengandung asam salisilat yang kuat. Lalu kutil diangkat dengan
menggunakan pisau bedah, pembekuan atau pemberian asam
lainnya. Atau suatu zat kimia juga bisa disuntikkan langsung ke
dalam kutil. Veruka plantaris sulit disembuhkan.

6. Bisul
48

Penyakit bisul adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri


Staphilococcus Aureus yang dapat menyerang bagian tubuh manapun
sesuai dengan keinginan si bakteri. Namun bagian tubuh yang paling
sering ditumbuhi penyakit bisul adalah bagian ketiak dan bokong yang
sering bergesekan dan lembab. Yang perlu anda ketahui bahwa penyakit
bisul sangatlah berbeda dengan penyakit abses meskipun keduanya samasama berbentuk benjolan.
Bisul adalah suatu

penyakit

infeksi

akut

yang

dimulai

padafolikel (kantung) rambut dan sekitarnya, berbentuk bulat, nyeri,


berbatas tegas, dan berakhir dengan adanya nanah di tengah. Radang pada
jaringan penyambung pada kulit yang lebih dalam kadang dapat terjadi
sebelum atau bersamaan dengan bisul.
Penyakit ini jarang ditemui pada anak-anak, namun meningkat risiko
terkena setelah masa puber / pubertas. Bisul ini pada dasarnya merupakan
penyakit yang dapat sembuh sendirinya, namun beberapa bisul dapat
menetap (disebut sebagai kasus kronis) atau berulang yang dapat bertahan
bulan hingga tahunan. Sebagian besar pasien dengan bisul yang berulang
bahkan memiliki sistem imun yang baik.

(sumber:

xamthoneplus.farid.web.id)
Gambar 17. Bisul

a. Penyebab penyakit bisul


Penyebab munculnya bisul adalah infeksi yang umumnya adalah
parasit atau bakteri ataupun juga benda asing pada bagian dalam kulit
49

mesodermis dan juga melibatkan folikel bulu rambut(Infeksi Staph


Skin), sehingga jaringan kulit melakukan reaksi ketahanan agar bakteri
ataupun benda asing tersebut tidak bisa menyebar ke tubuh. Reaksi
ketahanan tersebut membunuh sel-sel yang terinfeksi bakteri/ benda
asing untuk mengeluarkan toksin dan untuk mencegah agar
bakteri/benda asing tidak menyebar disekitar bisul terdapat dindingdinding dari sel-sel yang sehat untuk mencegah penyebaran infeksi
tersebut.
b. Tanda dan Gejala Penyakit Bisul
Penyakit bisul pada kulit biasanya akan berbentuk benjolan yang
merah dan nyeri. Penderita bisul biasanya akan mersakan demam dan
mual, hal ini terjadi oleh karena adanya peradangan pada kantong
rambut dikulit yang terinfeksi oleh bakteri. Jika terus dibiarkan maka
semakin lama benjolan ini akan semakin besar dan semakin nyeri,
namun lama-kelamaan benjolan ini akan pecah dan mengeluarkan
nanah.
7. Campak
Penyakit Campak atau disebut juga Rubeola, Campak 9 hari,
measles dan dibeberapa daerah disebut sebagai tampek, dabaken atau
morbili adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Campak
sangat

menular

dan

gejalanya

ditandai

dengan demam, batuk,

konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit.


Penyebab

penyakit

ini

adalah

karena

infeksi

virus

campak

golongan Paramixovirus.

50

(sumber: rumahjellygamatgold.com)

Gambar 18. Biang Keringat

Penyakit ini menular melalui udara ataupun kontak langsung dengan


penderita, seperti melalui percikan ludah penderita campak. Penderita bisa
menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit
dan 4 hari setelah ruam kulit ada. Jika seseorang pernah menderita
campak, maka biasanya dia akan kebal terhadap penyakit ini.
a.

Penyebab
Campak disebabkan oleh virus campak paramiksovirus. Penularan
terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan
penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari
sebelum gejala muncul.
Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi
aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah
kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap
campak adalah:
1.
2.
3.

Bayi berumur lebih dari 1 tahun


Bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
Remaja dan dewasa muda yang

belum

mendapatkan imunisasi kedua.


8. Kudis

51

Kudis disebabkan oleh kutu kudis. Penyakit ini menempel di kulit


menjadi kerak dan akan menyebabkan lecet. Jika dibiarkan tanpa ada
penanganan dari dokter, dapat menyebar ke seluruh tubuh. Kudis
merupakan penyakit menular karena dapat menyebar melalui kulit ke
kulit. Selain itu, kudis bisa diderita oleh semua orang tanpa memandang
jenis kelamin dan umur. Namun, penyakit ini lebih sering menyerang
anak-anak dan masyarakat kurang mampu karena masalah sanitasi dan
kebersihan.
Kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, tungau berkaki delapan
yang hidup di kulit manusia. Saat berada di kulit, rasa perih, bahkan
kualitas hidup dan perasaan tidak nyaman adalah hal yang akan diderita
jika terinfeksi penyakit ini.
a.

Penularan kudis
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, semua orang bisa

menederita kudis dan penyebab utamanya adalah kontak langsung.


Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak hubungan seksual atau kontak
kulit ke kulit. Anda juga harus waspada, bahwa kudis juga bisa ditularkan
melalui pakaian, atau handuk dari penderita kudis lain.
b. Perkembangan kudis
Terkena penyakit kudis bisa terjadi sangat cepat. Setelah terkena
infeksinya, dalam beberapa hari, mungkin Anda tidak akan merasakan apaapa, karena pada saat itu tungau betina baru melakukan reproduksi dan
menghasilkan telur. Setelah telur menetas, di kulit Anda akan terbentuk
gelombang atau bintik-bintik bersisik berwarna merah. Setelah itu, di kulit
yang terifeksi akan terjadi peradangan dan terasa gatal. Itulah tanda-tanda
terkenan kudis, yang harus Anda perhatikan. Jika sudah terlihat seperti itu,
maka harus dilakukan pengobatan untuk mengusirnya.

52

(sumber:tokoherbalacemaxs.com)

Gambar 19. Penyakit kudis pada anak

c. Gejala , ciri atau tanda umum pada kudis ( Scabies )


Gejala , ciri atau tanda umum pada kudis ( Scabies ) adalah :
1. Terlihat garis berbentuk seperti lorong di atas kulit pada bagian
tubuh manapun terkecuali wajah, yang disebabkan aktivitas tungau
pada lapisan kulit . terkadang dibarengi dengan rasa gatal sebagai
akibat tungau terus bergerak di dalam kulit dan mengeluarkan
kotoran.
2. Rasa gatal yang intens terutama pada malam hari atau saat suhu
tubuh meningkat seperti saat olahraga atau setelah mandi air
hangat,
3. Iritasi jerawat , kulit terliahat kemerahan (ruam), timbul benjolan,
ruam gatal pada pergelangan tangan, lipatan tangan (siku dan
ketiak), sela-sela jari-jari, lipatan kaki, lipatan buah dada,
Mr.P, pinggang serta sering diikuti infeksi sekunder (luka),
misalnya akibat bakteri. Jika ruam digatuk, dapat menyebabkan
luka kulit (lecet) dan mudah terinfeksi bakteri bila tidak segera
ditangani,
4. Pada bayi, jika pada biasanya timbul bisul di bagian kepala, wajah,
leher, telapak kaki dan telapak tangan.

53

d. Pencegahan kudisan
Pencegahan kudisan yang dapat dilakukan adalah:
1. Bersihkan rumah
2. Hilangkan semua debudi kaca atau dimana saja di rumah .
3. Gantilah pakaian anda sekali sahari atau jika sudah berkesringan
langsung ganti jangan pake pakaian ynag lembab dan campur
keringat
4. Jadikan suasana lingkungan tempat tinggal tetap bersih.
e. Pengobatan kudisan
Pengobatan kudisan yangg dapat dilakukan adalah:
1. Jangan menggaruk kulit yang mengalami kudis karena ini
bisa menimbulkan infeksi.
2. Mandi dengan air yang telah diberi larutan antiseptic
( seperti dettol, PK, dsb ) atau kamu bisa juga memakai
sabun antiseptic.
3. Setelah mandi keringkan tubuh dengan handuk bersih
4. Jika menjelang pagi dan malam hari, oleskan krim
mengandung Permethrin 5 % bida didapatkan di apotek
(misal Scabimite Krim, atau Scabicid Cream) ke seluruh
tubuh terutama pada bagian yang gatal, sela-sela tubuh,
lipatan-lipatan tangan dan kaki, organ intim, punggung, dan
5.

bagian lipatan lainnya dalam tubuh .


Biarkan krim tersebut di tubuh anda selama kurang lebih 8
hingga 24 jam agar meresap. kemunkinan rasa gatal akan

meningkat ini bisa diakibatkan reaksi obat .


6. Jika sudah 12-24 jam, bersihkan sisa krim dengan mandi air
hangat
7. Lakukan pengobatan selama 1 minggu kemudian.
8. Bila Permethrin tidak efektif, anda bisa

dengan

menggunakan Malathion Lotion, namun untuk lotion ini


biasanya harus diresepkan oleh dokter.
9. Bila cara ini tidak berhasil dan kondisi sudah kudis
sedemikian parah serta sistem kekebalan tubuh menurun
bawalah ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan
pengobatan yang terbaik

54

9. Kurap Pada Kulit


Penyakit kurap pada kulit adalah infeksi jamur yang terjadi pada
kulit yang disebablan oleh beberapa jamur dermatofita yang terbagi
menjadi tiga genus, yaitu Trychopyton (T), Microsporum (M) dan
Epidermophyton (E) dan yang paling sering menjadi penyebab kadas
adalah (M) dan (E), karena jenis jamur tersebut bisa tumbuh didaerah
lembab dan hangat sepertidiantara jari-jari kaki.

(sumber: penyebab-penyakit.org)

Gambar 20. Penyakit Kurap pada kulit

Pada anak-anak penyakit kurap pada kulit sangat menular, ini bisa
menyebabkan ruam merah bersisik yang kadang terasa gatal dan
menyebabkan kerontokan rambut yang bisa meninggalkan bercak pitak,
lalu hal yang harus dilakukan adalah dengan segera melakukan pengobatan
penyakit kadas pada kulit dengan segera. Kurap sendiri disebabkan oleh
berbagai jenis kurap. Vektor penyakit biasanya adalah anjing dan kucing.
Kucing dapat dicegah dengan mencuci tangan sempurna setelah
memegangnya, menjaga kebersihan tubuh dan menghindari kontak
langsung dengan penderita kurap pada kulit.
Gejala kurap pada kulit juga dapat terjadi dibeberapa tempat :

55

1. Kurap di kaki.
Kurap ini biasa terjadi pada cuaca yang panas atau hangat.
Biasanya penyakit kurap pada kaki ini disebabkan oleh
Trychopyton atau Epidermiphyton, yaitu jamur yang bisa tumbuh
didaerah yang lembab dan hangat diantara jari-jari kaki. Gejala
penyakit kurap pada kaki ini bisa menimbulkan sisik-sisik yang
sangat halus tanpa gejala yang lainnya atauu sisik-sisik yang hanya
lebih kadar disertai ruam yang terasa gatal, dan juga bisa
menimbulkan nyeri di sela-sela jari kaki dan di tepian kaki. Juga
bisa berbentuk kepuhan yang berisi cairan.
2. Kurap pada selangkangan.
Penyakit ini biasa juga disebut dengan jick itch dan bisa
juga disebabkan oleh berbagai sejumlah jamur. Namun hal ini lebih
sering ditemukan pada pria dan lebih serin terjadi pada cuaca yang
hangat
3. Kurap dikulit kepala
Penyebab dari kurap dikulit kapala ini adalah Trychophyton
atau Mucrosporum. Penyakit ini sangat menular terutama pada
anak-anak. Bisa menyebabkan terbentuknya ruam merah bersisik
yang kadang terasa sangat gatal atau dapat menyebabkan
ketontokan rambut yang bisa meninggalkan bercak pitak namun
tanpa diserai dengan ruam.
4. Kurap di kuku
Penyakit
kurap

pada

kuku

(tinea

unguium,

onychomychosis) adalah infeksi kuku yang paling sering


disebabkan oleh Trychopiton. Jamur bisa juga masuk dalam kuku
dan menghasilkan penebalan, tak bercahaya dan kuku berubah
bentuk.
Cara-cara Pengobatan Penyakit Kurap
Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati kurap
dan salah satunya yaitu dengan cara-cara pengobatan tradisional. Sebagai
contoh, Anda bisa mengobati kurap dengan menggunakan satu genggam
daun ketepeng cina segar dan satu sendol makan tawas atau kapur sirih

56

dengan cara melumatkan daun ketepeng cina kemudian menambahkan


sedikit tawas atau kapur sirih dan menggosokkannya kuat-kuat pada kulit
yang terkena kurap. Anda bisa melakukan cara pengobatan tersebut 2 kali
setiap hari sampai penyakit kurap yang Anda derita sembuh.
Cara pengobatan penyakit kurap lain yang harus anda ketahui yaitu
cara pengobatan menggunakan daun kelor dan kapur sirih. Untuk
melakukan cara pengobatan ini, Anda bisa menumbuk daun kelor bersama
dengan kapur sirih lalu mengoleskannya pada bagian tubuh yang terkena
kurap. Untuk mengobati kurap, Anda juga bisa menggunakan kunyit
sebesar ibu jari dan kapur sirih dengan cara memarut kunyit sampai halus
lalu mencampurnya dengan kapur sirih dan mengoleskannya pada bagian
tubuh yang terkena kurap 2 kali sehari sehabis mandi. Satu lagi cara
pengobatan kurap yang bisa Anda coba yaitu cara pengobatan kurap
dengan cara menumbuk halus daun tembakau lalu mengoleskannya pada
kulit yang terkena kurap 1 sampai 2 kali setiap hari. Anda juga bisa
mencoba mengobati kurap dengan menggunakan daun mimba dengan cara
mencuci bersih daun mimba, mememarkan daun tersebut sampai halus lalu
membalurkannya pada bagian tubuh yang terkena kurap dan tentu saja,
cara tersebut bukan cara pengobatan kurap terakhir yang bisa Anda
lakukan.
Untuk mengobati penyakt kurap, selain mencoba berbagai cara
pengobatan tadi, Anda juga bisa mencoba cara pengobatan kurap dengan
menggunakan bawang putih, daun ketepeng cina, dan laos. Caranya yaitu
dengan mencuci bersih 1 siung bawang putih, daun ketepeng cina, dan
laos, kemudian menghaluskan bahan-bahan tersebut. Setelah halus, Anda
bisa mengoleskannya secara teratur pada kulit yang terkena kurap setiap
hari sehabis mandi. Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengobati
kurap yaitu dengan cara menumbuk daun kelor bersama kapur sirih
kemudian mengoleskannya pada kurap 3 kali sehari. Jika Anda ingin
mengobati kurap, Anda juga bisa menggunakan salep yang saat ini bisa
Anda dapatkan dengan cukup mudah dan bisa Anda gunakan untuk

57

mengobati penyakit lain seperti panu dan penyakit kulit lainnya. Singkat
kata, jika Anda ingin tahu berbagai hal mengenai kurap, Anda wajib tahu
bahwa ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati
penyakit kurap.
10. Panu
Panau atau Panu atau Tinea versicolor merupakan salah satu
penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai oleh
bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat.
Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung
kepada warna kulit penderita. Beda halnya dengan jerawat yang terlihat
menonjol di kulit, panu justru tidak menonjol dan biasanya akan terasa
gatal apalagi bila terkena keringat. Jamur yang menyebabkan panau adalah
Candida albicans.

(sumber: obatsakitmaagkronis.web.id)

Gambar 21. Penyakit panu di leher

Faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya panu :


1. Lembab dan panas dari lingkungan, dari pakaian ketat, dan pakaian
tak menyerap keringat
2.

Keringat berlebihan karena berolahraga atau karena kegemukan

58

3. Friksi atau trauma minor, misalnya gesekan pada paha orang


gemuk
4. Keseimbangan flora tubuh normal terganggu, antara lain karena
pemakaian antibiotik, atau hormonal dalam jangka panjang.
Gejala Dan Tanda-Tanda Penyakit Panu
Gejala dan tanda adanya panu yaitu timbulnya bercak yang
terdapat pada kulit disertai dengan rasa gatal pada saat berkeringat.
Bercak-bercak tersebut ada yang berwarna putih, coklat maupun merah,
tergantung dari warna kulit penderita. Panu biasanya menyerang semua
bagian kulit. Pada umumnya, panu bisa menular dari satu orang ke orang
lain dan biasanya ditemukan pada kulit kepala, kuku, lipatan lengan, leher,
wajah dan kaki.
Tanda dan gejala dari penyakit panu biasanya akan timbul ruam
kulit dalam berbagai ukuran dan warna, lalu di tutupi oleh sisik halus
dengan rasa gatal. Terkadang timbul tanpa adanya keluhan dan hanya
gangguan kosmetik saja. Warna-warna ruam kulit pada penyakit panu ini
tergantung dari pigmen normal kulit penderita, paparan sinar matahari dan
lamanya penyakit.
Pencegahan Penyakit Panu
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya
penyakit panu, diantaranya :
1. Jaga kesehatan anggota tubuh
2. Biasakan tidak memakai peralatan mandi bergantian, seperti
handuk

59

3.

Setelah habis setiap olah raga ada baiknya langsung mandi yangg
bersih menggunakan sabun anti-septik

4. Selalu mengkonsumsi vitamin C


Pengobatan Penyakit Panu
1. Bersihkan bagian tubuh yang terserang panu
2. Oleskan dengan pembasmi jamur yang aman untuk manusia dan
lakukan selama beberapa hari
3. Beberapa orang mengobati panu dengan cara tradisional, yakni
menggosokan lengkuas ke bagian tubuh yang terserang panu
tersebut, 2 kali sehari selama satu minggu.
4. Apabila panu sudah menyebar ke seluruh tubuh, sebaiknya
konsultasikan ke dokter.
11. Cacar Air
Chicken Pox atau istilah medisnya Varicella simplex merupakan
penyakit yang menyerang kulit dan mudah menular, ditandai dengan
demam, pilek serta kondisi tubuh yang lemah kemudian muncul bintikbintik merah diawali disekitar dada, perit dan punggung selajutnya
menyebar ke muka dan bagian lainnya,beberapa hari kemudian bintik
merah tersebut akan bergelembung dan berisi air.
Infeksi virus ini akan menyerang setiap orang baik anak-anak
maupun sudah dewasa yang belum mengalami cacar air, namun jika
seseorang sudah mengalami cacar air tubuhnya akan kebal terhadap
serangan infeksi virus ini, namun pada anak gejala akan lebih ringan dan
kesembuhan akan lebih menjadi lebih mudah tanpa masalah sedangkan
pada orang dewasa infeksi ini bisa menjadi berat baik gejala maupun

60

penyembuhannya, jadi lebih baik terkena cacar air saat masih anak-anak
daripada setelah dewasa.

(sumber: gejalapenyakitlo.blogspot.com)

Gambar 22. Cacar Air

Cara penyebaran penyakit cacar air:


1. Cairan yang keluar dari lepuh cacar air bisa menularkan pada orang
lain.
2. Benda-benda yang terkena cairan dari lepuh cacar airpun dapat
menularkan pada orang lain bila tersentuh.
3. Jika penderita cacar air batuk atau bersin dapat menularkan
penyakit ini lewat udara.
Tanda-tanda orang yang terkena cacar air :
1. Timbulnya bintik-bintik merah pada kulit dan akan menyebar ke
seluruh tubuh.

61

2. Setelah beberapa hari bintik merah baru akan timbul dan lebih
banyak serta timbulnya gelembung berisi air.
3. Setelah gelembung berisi air terbentuk biasanya masa inkubasinya
sekitar 2 hingga 3 minggu.
4. Tubuh akan mengalami demam.
5. Rasa gatal
membuat penderita

akan

menggaruk

dan

mengakibatkan parut.
6. Gejala lain yang dimbulkan seperti nyeri di pergelangan sendi,
sakit kepala, sakit perut, nafsu makan berkurang, rasa lelah da
tidak nyaman.
7. Sebelum bintik merah timbul biasanya penderita cacar air akan
mengalami batuk ringan serta hidung berair.
8. Jika daya tahan tubuh seseorang yang terkena cacar air ini kuat
maka cacar air yang ditimbulkan akan lebih sedikit serta cepat
mengering.
Cara mengatasi nya:
1. Basuhlah dengan air hangat dan lakukan dengan lembut atou boleh
juga berendam sebentar dengan cairan antiseftik. Kemudian
keringkan hati-hati dengan cara ditepuk - tepuk ringan hingga
kering. Setelah itu bubuhkan bedak pada gelembung berisi cairan
bening yang masih utuh.
2. Jangan pernah memecahkan gelembung cairan atou melepaskan
keropeng sebab bisa menyebabkan infeksi kilit
3. Untuk gelembung yanag sudah pecah, cairan bening yang ada di
dalamnya akan mengering sendiri. Jadi biarkan saja. Bila
dikelupas, dikhawatirkan akan membekas. Yang harus dilakukan
adalah mengoleskan salep antivirus dari dokter pada tempat cacar
yang sudah pecah. Biarkan hingga keropengnya mengering dengan
baik dan terlepas sendiri.
12. Melanoma
Melanoma adalah kanker yang terjadi pada melanosit, sel pigmen
yang ada di kulit yang menghasilkan melanin. Kanker ini merupakan jenis
kanker kulit yang paling berbahaya dan merupakan penyebab utama

62

kematian karena penyakit kulit. Melanoma dapat muncul pada kulit yang
normal, atau dapat berawal sebagai tahi lalat atau daerah lain pada kulit
yang mengalami perubahan wujud. Beberapa tahi lalat yang timbul saat
lahir dapat berkembang menjadi melanoma. Ada empat tipe utama dari
melanoma: Melanoma lentiginosa akral, melanoma maligna lentigo,
melanoma noduler, dan melanoma yang menyebar di permukaan. Masingmasing dibedakan menurut penampilan dan tempat terjadinya. Melanoma
yang menyebar di permukaan adalah tipe melanoma yang paling umum.
Melanoma ini biasanya rata dan bentuk serta warnanya tidak beraturan,
dengan berbagai corak yang berwarna hitam dan coklat. Hal ini biasa
terjadi pada semua usia atau di bagian tubuh mana saja, dan paling sering
pada ras Kaukasia.
Melanoma noduler biasanya dimulai dengan daerah yang
meninggi dari sekitar yang berwarna biru gelap-kehitaman atau merahkebiruan, dan biasanya lebih sering menyebar. Melanoma maligna lentigo
biasanya terjadi pada orang tua dan cenderung terjadi pada kulit yang
rusak akibat sinar matahari baik di wajah, leher, maupun lengan. Mereka
berkembang lebih lambat. Melanoma lentiginosa akral adalah bentuk
melanoma yang paling jarang. Hal ini biasa terjadi pada telapak tangan,
telapak kaki, atau di bawah kuku dan lebih sering terjadi pada ras Amerika
Afrika.
Penyebab Kanker Kulit Melanoma
Melanoma terjadi ketika sel melanosit yang berfungsi
memproduksi pigmen untuk warna kulit tidak bekerja dengan normal.
Biasanya sel-sel kulit berkembang dengan teratur dan dapat dikontrol. Sel
yang baru akan tumbuh, sedangkan sel lama akan mati. Tetapi, ketika
beberapa sel mengalami kerusakan DNA, pertumbuhan sel menjadi tak
terkendali dan dapat membentuk sel kanker. Namun, ada beberapa faktor
yang turut menyebabkan melanoma, yakni:

63

1. Paparan cahaya yang berlebihan


Apabila Anda sering terkena paparan sinar matahari yang
mengandung radiasi ultraviolet (UV), risiko mengalami kanker kulit
lebih besar, termasuk melanoma.
2. Lokasi tempat tinggal
Jika Anda tinggal dekat dengan ekuator bumi, Anda lebih mungkin
mengalami kanker kulit. Sebab, sinar matahari akan terpapar lebih
langsung sehingga Anda akan mendapatkan radiasi UV yang lebih
tinggi.
3. Memiliki sedikit pigmen (melanin) pada kulit
Jika Anda mengalami hal ini, Anda lebih rentan mengalami kanker
kulit. Sebab, kulit Anda kurang mendapat perlindungan dari sinar UV
yang dapat merusak kulit.
4. Sistem kekebalan tubuh lemah
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap
HIV/AIDS dan pernah melakukan transplantasi organ, dapat
meningkatkan risiko kanker kulit.
5. Riwayat keluarga
Apabila anggota keluarga Anda mengidap melanoma, Anda turut
mengembangkan penyakit ini.
6. Memiliki banyak tahi lalat
Jika Anda memiliki lebih dari 50 tahi lalat pada tubuh Anda, hal ini
menunjukkan adanya peningkatan risiko melanoma.

64

(sumber: medicastore.com)

Gambar 23. Penyakit Melanoma


Cara mencegah penyakit Melanoma ini dengan beberapa hal, seperti:
1. Menghindari matahari siang
Sinar matahari terkuat adalah pada pukul 10 pagi hingga 4 sore. Pada
jam tersebut, sinar matahari dapat dikatakan 'jahat' dan tidak baik bagi
kulit. Oleh karena itu, cobalah untuk menghindari kulit Anda terkena
paparan sinar matahari pada jam tersebut.
2. Menggunakan tabir surya
Gunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF minimal 15. Oleskan
tabir surya di seluruh tubuh Anda, khususnya di bagian tubuh yang
sering terkena paparan sinar matahari. Gunakan setiap dua jam sekali.
3. Gunakan pakaian pelindung
Tabir surya tidak mampu melindungi kulit Anda sepenuhnya. Anda
juga harus melindungi kulit Anda dengan pakaian tertutup dan
berbahan tebal yang dapat menutupi bagian tubuh Anda dari paparan
sinar matahari.
Yang terpenting dari semuanya adalah mengenali kondisi kulit
Anda sendiri. Dengan begitu, apabila kulit Anda mengalami gejala-gejala
tertentu dan mengalami perubahan, Anda dapat lebih cepat melakukan
65

pengobatan dan dapat meminimalisir risiko kanker kulit, termasuk


melanoma.
Cara Mengobati
Pilihan pengobatan harus disesuaikan dengan stadium kanker dan
usia Anda. Apabila melanoma sudah terdeteksi dan Anda langsung
menanganinya, mungkin dokter hanya akan melakukan operasi untuk
menghapus melanoma. Bila melanoma masih sangat tipis, sel kanker dapat
dihapus seluruhnya selama biopsi dan tidak memerlukan perawatan lebih
lanjut. Namun, apabila sel kanker sudah menyebar ke organ lain, pilihan
pengobatan mencakup:
1. Pembedahan untuk mengangkat kelenjar getah bening yang terkena
Jika melanoma telah menyebar ke kelenjar getah bening yang berada
di

dekatnya,

dokter

akan

melakukan

pembedahan

untuk

menghilangkan kelenjar tersebut. Perawatan tambahan sebelum atau


sesudah operasi mungkin juga dianjurkan oleh dokter.
2. Kemoterapi
Jenis pengobatan ini menggunakan obat untuk menghancurkan selsel

kanker. Anda

dapat

melakukan

pengobatan

ini

dengan

mengkonsumsinya dalam bentuk pil ataupun dengan melakukan


penyuntikkan ke pembuluh darah di bagian lengan atau kaki. Bedanya,
pengobatan dalam bentuk pil menjangkau seluruh bagian tubuh Anda.
Sedangkan,

pengobatan

dengan

melakukan

suntikkan

hanya

menjangkau daerah yang terkena melanoma dan tidak akan


mempengaruhi bagian lain dari tubuh Anda.
3. Terapi radiasi
Pada jenis pengobatan ini, dokter menggunakan balok energi
bertenaga tinggi, seperti sinar-X untuk membunuh sel kanker. Selain
itu, pengobatan ini juga dapat membantu meringankan gejala
melanoma yang telah menyebar ke organ lain. Namun, Anda mungkin
akan mengalami efek samping dari pengobatan ini, seperti kelelahan.

66

Tetapi, energi Anda akan kembali selama beberapa waktu setelah


pengobatan selesai dilakukan.
4. Terapi biologi
Jenis pengobatan ini dilakukan untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh guna melawan sel kanker yang ada pada tubuh Anda.
Terapi biologi yang digunakan untuk mengobati melanoma termasuk
interferon dan interleukin-2. Jenis pengobatan ini juga memberikan
efek samping menyerupai penyakit flu, yaitu menggigil, kelelahan,
demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Ipilimumab (Yervoy) adalah obat
lain yang menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan
melanoma. Obat ini digunakan untuk mengobati melanoma tingkat
lanjut yang telah menyebar di luar lokasi aslinya.
5. Terapi target
Dokter menggunakan

obat

yang

telah

dirancang

untuk

menargetkan kerentanan spesifik dalam sel kanker. Vemurafenib


(Zelboraf) adalah terapi yang ditargetkan disetujui untuk mengobati
melanoma tingkat lanjut yang tidak dapat diobati dengan pembedahan
atau melanoma yang telah menyebar ke seluruh tubuh. Vemurafenib
hanya memperlakukan melanoma yang memiliki mutasi genetik
tertentu. Sel dari melanoma. Anda dapat diuji untuk melihat apakah
pengobatan ini dapat menjadi pilihan bagi Anda.
13. Keloid
Penyakit

keloid adalah

semacam

gangguan

kesehatan

di

permukaan kulit dimana telah terjadi kelebihan produksi kolegan pada


lapisan kulit, produksi kolagen berlebih ini terjadi karena tubuh mengalami
kekuarangan zat silika.Penyakit keloid sebenarnya tidaklah berbahaya bagi
kesehatan tubuh kita, karena pada dasarnya tidak menganggu aktivitas
yang sedang kita lakukan, namun walaupun begitu penyakit keloid juga
akan menjadi sangat berbahaya jika mengalami komplikasi, karena dari
komplikasi ini akan menimbulkan munculnya penyakit kronis seperti
tumor dan kanker.

67

(sumber:

seputarkeloid.blogspot.com)

Gambar 24. Keloid di Tangan

a. Penyebab Penyakit Keloid


Bekas luka keloid yang lebih umum pada orang dengan kulit
lebih gelap , terutama ras Afrika - Amerika . Keloid biasanya terjadi
pada orang dengan usia 10 hingga 30 tahun, diluar usia ini jarang
terjadi. Studi dari orang Afrika telah menunjukkan bahwa 6-16 dari
seratus orang memilik penyakit keloid . Setengah dari penderita
keloid akan memiliki anggota lain dari keluarga yang juga telah
mengembangkan keloid .
Penyebab terjadinya keloid belum diketahui secara pasti.
Namun keloid biasanya terjadi setelah adanya bintik-bintik jerawat
dan bisul, pernak-pernik tubuh, luka bakar, luka dan luka bedah.
Orang yang memiliki penyakit Infeksi biasanya lebih berisiko .
Sepertinya ada masalah dengan sel yang disebut fibroblas yang
bertanggung jawab untuk produksi jaringan parut ( kolagen ) . Hal
ini tidak diketahui apakah ada sesuatu yang salah dengan fibroblas
sendiri atau apakah ada masalah dengan bahan kimia yang
mengontrol aktivitas fibroblas. Beberapa faktor lain seperti sistem

68

hormon, sistem kekebalan tubuh, genetik juga memiliki pengaruh


terhadap berkembangnya penyakit keloid ini.
b. Gejala Penyakit Keloid

(sumber:referensisehat.com)

Gamb
ar 25. Keloid pada wajah

Keloid biasanya mulai terjadi setelah tiga bulan setelah kulit


mengalami kerusakan meskipun ada juga yangterjadi dalam waktu
satu tahun . Hal pertama yang mungkin tampak dari terjadinya keloid
adalah bahwa jaringan parut mulai tumbuh melampaui batas-batas
kerusakan aslinya. Hal ini munekin akan terasa lembut, gatal, nyeri
atau menghasilkan sensasi terbakar.
Kadang-kadang keloid berkembang tanpa cedera kulit jelas,
meskipun kebanyakan orang dapat mengidentifikasi penyebab.
Bagian tubuh yang secara umum terkana keloid adalah dada, bahu,
daun telinga dan pipi . Keloid tumbuh antara sendi dapat

69

mempersulit gerakan. Terkadang warna merah asli berubah menjadi


coklat atau menjadi pucat .
Pertumbuhan dapat terus berlanjut selama beberapa minggu
untuk beberapa bulan. Pertumbuhan ini biasanya lambat tapi kadangkadang ada pembesaran pesat selama beberapa bulan. Setelah keloid
berhenti tumbuh, keloid tetap dengan ukuran yang sama atau bisa
dengan ukuran yang lebih kecil.
c. Perawatan dan Pengobatan Penyakit Keloid
Meski tidak akan di jelaskan secara detail, ada banyak pilihan
pengobatan dalam mengatasi penyakit keloid. Beberapa jenis
pengobatan tersenut diantaranya adalah pemberian obat steroid,
operasi atau pembedahan, penggunaan radioterpi, krioterapi, laser
treatment,

terapi

interferon,

dan

penggunaan

obat-obatan

sitotoksik.
14. Ingrown Nails (Cantengan)
Penyakit cantengan adalah rasa sakit yang terjadi ketika bagian sisi
dari kuku tumbuh menembus kulit. biasanya terjadi pada jempol kaki.
Penyakit ini tidak berbahaya, dan biasanya bisa dirawat sendiri di rumah
dengan menjaga perkembangan kuku agar tidak sampai menembus kulit.
namun ketika keadaan semakin parah, bisa saja terjadi infeksi seperti
tetanus dan lain lain, apalagi ketika anda menderita diabetes.
a. Penyebab Penyakit Cantengan antara lain adalah :

memotong kuku secara tidak benar

bentuk kuku yang tidak simetris

memakai sepatu yang kekecilan

cedera pada bagian kuku

postur tubuh yang kurang ideal.

70

(sumber: wikipedia.org)

Gambar 26. Centengan Pada kuku kaki


b.

Gejala
Pada awalnya Cantengan/ Cangguan/Iingrown Toenails tidak
menimbulkan gejala, tetapi akhirnya bisa menyebabkan nyeri,
terutama jika daerah tersebut tertekan. Daerah yang terkena biasanya
tampak kemerahan dan teraba hangat. Jika tidak diobati, cenderung
akan terjadi infeksi. Daerah yang terinfeksi terasa sangat nyeri,
tampak kemerahan dan membengkak dan bisa terbentuk lepuhan
berisi nanah (paronikia).

c.

Pengobatan
Ingrown toenail yang masih ringan bisa diatasi dengan
memotongnya, ujungnya diangkat secara perlahan dan dibawah kuku
dimasukkan kapas steril sampai pembengkakan hilang. Selanjutnya
peradangan akan mereda dan biasanya penyakit ini tidak akan
kambuh lagi.

15. Psoriasis

71

Penyakit psoriasis adalah kondisi gangguan kulit kronis yang


ditandai dengan bercak merah terkadang menyerupai sisik pada kulit.
Bila sisik ini dilepaskan maka akan timbul bintik perdarahan di kulit
dibawahnya. Normalnya seseorang mengalami pergantian kulit adalah
3-4 minggu sekali, namun bagi penderita kulit jen is ini akan
mengalami masa pergantian yang relatif cepat antara 2-3 hari sekali dan
juga tidak merata hingga menyebabkan timbulnya bercak-bercak merah
pada kulit. Psoriasis dapat terlihat berbeda tergantung dimana dan jenis
apa yang menyerang anda.

(sumber:Referensisehat.com)

Gambar 27. Penyakit Psoriasis

a.

Gejala atau ciri penyakit Psoriaris


Penyakit ini dapat dikenali dengan tanda-tanda seperti, timbulnya
bercak merah di bagian kulit dan kemudian menimbulkan rasa gatal
yang tertahankan didaerah kulit, kemudian penyakit ini timbul pada
kuku kulit lutut, dan jika terlalu lama dibiarkan akan semakin menyebar
dan jika bercak bercak ini pecah maka akan menimbulkan rasa nyeri
yang tak tertahankan.

72

Penyebab dari penyakit ini antara lain adalah faktor lingkungan dan
faktor keturunan, jika didalam keluarga anda memiliki penyakit ini
sudah tentu akan dialami oleh anggota lainnya yang memiliki gen yang
sama. Selain itu melakukan suatu kebiasaan buruk sperti merokok
dapat memberi efek penyakit ini.
b.

Cara pengobatannya
Untuk mencegah penyakit ini hal yang bisa kita lakuakan yaitu
dengan menjaga pola makan yang sehat dan teratur yang memenuhi gizi
bagi tubuh kita, kemudian jika sudah terdeteksi beberapa gejala yang
telah dibahas tadi maka segera lakukan kemoterapi. Tentunya anda
telah berkonsultasi kepada dokter anda terlebih dahulu.
Selain itu kita juga harus menghindari kebiasaan merokok. Hal
yang tidak kalah pentingnya adalah

mengupayakan untuk tidak

melakukan hubungan seksual dengan si penderita penyakit ini karena


penularannya melalui sel darah yang akan yang tentunya dapat
mengembangkan penyakit ini.

BAB III
PENUTUP

73

3.1.

Kesimpulan
Sistem integumen/sistem penutup tubuh (covering) adalah suatu
sistem penyusun tubuh suatu makhluk hidup yang berhubungan langsung
dengan lingkungan luar. Fungsinya antara lain sebagai pelindung, penerima
rangsang dari luar/eksteroreseptor, respirasi, eksresi, termoregulasi dan
osmoregulasi/homestatis. Yang termasuk kedalam sistem integumen yaitu
kulit, rambut dan kuku.
Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar yang

menutupi & melindungi permukaan tubuh. kulit terdiri dari lapisan jaringan
epitel (epidermis) yang didukung oleh lapisan jaringan ikat (dermis) dan
lapisan subkutan yang mendasari (hypodermis atau subcutis). Rambut adalah
organ seperti benang yang tumbuh di kulit terutama. Rambut muncul dari
epidermis (kulit luar). Kuku berfungsi melindungi ujung jari yang lembut dan
penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh.
3.2.

Saran
Agar mahasiswa lebih dapat menjaga kesehatan kulit agar tidak
terdapat penyakit-penyakit seperti yang tertara diatas.

JURNAL/ARTIKEL

74

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN


CAMPAK DI PUSKEMAS PURWOSARI KABUPATEN
KUDUS
1,2

Rina Meilani1, Risna Endah Budiati2


PSKM STIKES Cendekia Utama Kudus
ABSTRAK

Penyakit campak dikenal juga sebagai morbili atau measles,


merupakan penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus,
90% anak yang tidak kebal akan terserang penyakit campak. Insiden kasus
campak di Indonesia tahun 2007 untuk golongan umur < 1 tahun sebesar
48,9 per 100.000 orang tahun, umur 1-4 tahun sebesar 36,6 per 100.000
orang tahun, dan umur 5-14 tahun sebesar 18,2 per 100.000 orang tahun.
Bahkan sampai dengan tahun 2009 masih dijumpai kejadian luar biasa
campak di beberapa propinsi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui faktor apa sajakah yang mempengaruhi kejadian
campak di Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus. Jenis penelitian
adalah analitik dengan menggunakan pendekatan Case Control. Penelitian
ini dilakukan pada bulan Agustus 2012. Populasi kasus dalam penelitian
ini adalah ibu yang mempunyai balita dan terkena campak tercapat dari
tahun 2011 sebanyak 17 dan populasi kontrol ibu yang mempunyai balita
dan tidak terkena campak tercatat dari tahun 2011 sebanyak 597, sampel
kasus dalam penelitian ini sebanyak 34 ibu dengan sampel kasus 17 yang
balitanya terkena campak dan sampel kontrol 17 balitanya tidak terkena
campak. Analisis uji statistik yang digunakan adalah uji Regresi
Logistik.Hasil uji statistik Regresi Logistik menunjukan bahwa ada
pengaruh

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

kejadian

campak

di

Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus adalah dari faktor umur


pemberian imunisasi dengan p value 0,020 dan OR = 5,760; status
imunisasi dengan p value 0,001 dan OR = 24,375; faktor status gizi
dengan p value 0,009 dan OR = 7,800. Terdapat pengaruh faktor umur

75

pemberian imunisasi, status imunisasi dan status gizi terhadap kejadian


campak di Puskesmas Purwosari Kabupaten Kudus.
Kata Kunci : Campak, Umur Pemberian Imunisasi, Status Imunisasi,
Status Gizi
ABSTRACT
The measles disease also known as morbilli. This highly contagious disease
caused by a virus. 90 percent of children were not immune can attacked by
measels. The insident of measles at Indonesia in 2007 year for age group <
1years old in the amount of 48,9/ 100.000 people, age 1-4 years old in the
amount of 36,6/ 100.000 people, and age 5-14 years old in the amount of 18,2/
100.000 people. Even up to 2009 still found extraordinary occurrence of measles
in several provinces in Indonesia. The purpose of this study is to determine what
are the factors that effect of incidence of measles in the Health Center Purwosari
at Kudus.This study use analitic method with Case Control approach. The
research was conducted in August 2012. The population of cases in this study
were mother who had toddlers and had been attacked of measles as quickly from
2011 year as many as 17 and the control population were mother who had
toddlers and had not been attacked of measles from 2011 year as many as 597.
The sample of cases in this study were 34 mothers with cases of sample were 17
toddlers had been attacked of measles and control of sample 94 were 17 toddlers
had not been attacked of measles. The Analysis of the statistical test used was
logistic regression test.The results of statistical test with Logistic Regression
indicate that there was an effect of the factors that affect incidence of measles in
the Health Center Purwosari at Kudus. That factors consist from age
immunization factor with p value 0.020 and OR = 5,760; immunization status
with p value 0.001 and OR = 24,375; nutritional status factor with p value 0.009
and OR = 7,800. The conclusions from this research that there was an effect of
age immunization factor, immunization status and nutritional status toward
incidence of measles in the Health Center Purwosari at Kudus.
Keywords: Measles, Age Immunization Factor, Imunization Status,
Nutritional Status.

76

Daftar Pustaka

77

Setiadi.2007.Anatomi & Fisiologi Manusia.edisi .Yogyakarta: Graha Ilmu


D.A. Pratiwi, dkk. 2006. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Penerbit: Erlangga.Jakarta
Syaifuddin. 2012. Anatomi Fisiologi untuk keperawatan dan kebidanan. Penerbit
buku kedokteran EGC:Jakarta
Sindu,aditya.2014.Jaringandasar-dan-sistem-integumen.
http://adityasindu13.blogspot.com/2014/01/jaringandasar-dan-sistem-integumen1_6901.html (diakses 23 Februari 2015)
Suwartana,kadek.2013.Sistem-integumen.
http://kadek-suwartana.blogspot.com/2013/03/sistem-integumen.html (diakses 23
Februari 2015)
Adina.2013.Reseptor-pada-kulit.
https://adiinaa.wordpress.com/2013/08/28/reseptor-pada-kulit/.(diakses
26 februari 2015)
http://yonkkez.blogspot.com/2012/06/normal-0-false-falsefalse-en-us-x-none.html
http://www.referensisehat.com/2015/04/gejala-penyebabmenghilangkan-penyakit-keloid.pdf.html
http://www.penyebab-penyakit.org/2014/08/34-macamgangguan-dan-penyebab-penyakit.html

78