Anda di halaman 1dari 7

Step 7

1. Apa hubungan makan dan minum dengan malas beraktivitas?


Orang kebanyakan makan dan minum menjadi malas beraktivitas
Adanya timbunan lemak di jaringan adiposa khusunya subkutan
aktivitas jadi terganggu
Kurangnya oksigen dalam otak
karena ATP yang sudah ada, banyak digunakan di pencernaan
2. Dalam sekenario, metabolisme apa saja yang terjadi? Berjalan normal
atau tidak?
Metabolisme lipid/Lemak ada hubungan dengan hormon leptin
dihasilkan oleh jaringan adiposa Ada resistensi leptin otak tidak
menerima
Semua metabolisme berpengaruh dari karbohidrat, lemak , protein.
3. Bagaimana cara mendiagnosa seorang anak terkena obesitas atau
tidak?
Menggunakan BMI
Obesitas menurut umur 0-36 bulan
Cara menghitung berat badan dalam kilogram / tinggi badan dalam
m2
25-29,2 Overwight
>30
Obesitas
Hasil dalam skenario 29,09

Jawab:
Metode menentukan apakah ada obesitas :
1.

Menggunakan Bio Impedance analisis (BIA) untuk mengukur


prevalensi massa lemak / FM (%) dan massa lemak bebas/ FFM

2.

(kg), biasanya digunakan di negara maju.


Menggunakan antropometri : Indeks masa tubuh (BMI) > 27,8 untuk

3.

laki-laki / 27,3 untuk wanita. Formula BMI adalah berat (kg) : tinggi (m).
Melihat distribusi lemak dengan menggunakan : Pengukuran lemak
supkutan, lipat kulit triseps 18,6 mm untuk laki-laki, 25,1 mm untuk wanita
telah dipergunakan sebagai indikator obesitas.

Sumber :
Anwar, Syaiful. 2005. Obesitas dalam Masyarakat.Jakarta: Yudhistira.
4. Apa hubungan makanan diskenario dengan kegemukan yang dialami
pasien?
Dalam susu terdapat laktosa dan protein
Coklat mengandung lemak berawal dari karbohidrat siklus
krebs

Es krim mengandung laktosa

5. Apa saja Faktor penyebab obesitas?


Faktor genetik terikat dalam gen... ,kromosom ..
Banyak gen yang telah diketahui menentukan terjadinya obesitas.
Telah ditemukan lebih dari 300 gen, marker dan kromosom yang erat
kaitannya dengan obesitas (9). Evolusi temuan gen dan marker yang
berkaitan dengan obesitas sangat cepat, dari hanya 24 pada tahun
1994 menjadi 384 pada tahun 2002 (Tabel 1). Tabel 1.

Meskipun
telah
ditemukan
ratusan lokus
berkaitan
dengan
obesitas,
hanya
beberapa saja
yang dapat dijelaskan kaitannya, antara lain 1p36 (D1S468 gen
reseptor TNF alpha), 2q14 (D2S410 gen berkaitan dengan
hipertrigliserida) dan 6q27 (lokus berkaitan dengan transient neonatal
diabetes mellitus)(10). Di sisi lain, penelitian terus dilakukan untuk
mengungkap adanya mutasi gen yang diperkirakan berhubungan
dengan obesitas.
Secara genetik, kadar leptin individu kurus akan meningkat
dan cukup untuk menghentikan pertambahan badan setelah
ada kenaikan berat badan 7 sampai 8 kg. Individu yang
kenaikan berat badannya melebih batas tersebut berarti tidak
merespons leptin karena hormon tersebut tidak mampu masuk
ke darah otak atau terjadi mutasi pada satu atau beberapa
tahapan kerja leptin (11).
Pada kondisi simpanan lemak berlebih, leptin diproduksi
sebanding dengan tingginya simpanan energi dalam bentuk lemak.
Leptin melalui sirkulasi darah mencapai hipotalamus, sedangkan MSH merupakan mediator alur hilirnya. Sintesis dan sekresi -MSH
oleh nukleus arkuatus hipotalami dikendalikan secara positif oleh
ikatan antara leptin dengan reseptornya di badan saraf tersebut yang
diikuti perubahan POMC menjadi -MSH. Selanjutnya -MSH menekan
pusat lapar dan melalui sirkulasi darah ke perifer meningkatkan

metabolisme dengan memacu lipolisis di jaringan adiposa (Gambar 1


(kiri)).
Pada kondisi simpanan lemak kurang setelah pembatasan asupan
makanan dan pembakaran lemak karena aktifitas, leptin turun
sehingga kadar -MSH di hipotalamus berkurang. Keadaan ini memicu
neuron pusat lapar di hipotalamus melepaskan agouti related protein
(AGRP) yang sintesisnya di ditekan oleh leptin melalui ikatan dengan
reseptornya. AGRP merangsang nafsu makan melalui mekanisme
antagonis -MSH terhadap 12 Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. XXII,
No. 1, April 2006 MC4-R. Selanjutnya, pengurangan sintesis -MSH dari
POMC menekan katabolisme lemak sampai simpanan lemak di adiposit
terisi kembali sebagai hasil kombinasi efek tersebut dengan perilaku
makan. Bila simpanan lemak sudah cukup, mekanisme kontrol kembali
ke penghambatan nafsu makan dan peningkatan penggunaaan energi
sehingga berat badan dapat dipertahankan pada rentang terbatas
bertahun-tahun (Gambar 1 (kanan)) (11).

Sumber : Jurnal Kedokteran, Vol. XXII, No. 1, April 2006 DASAR


GENETIK OBESITAS VISERAL. Muhammad Rasjad Indra.Laboratorium
Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang
-

Faktor lingkungan makan dengan porsi yg lebih

Faktor aktivitas membutuhkan energi lebih jarang olahraga

berubah menjadi lemak


-

Faktor Obat obat KB (Hubungan Estrogen dan progesteron dalam


mempengaruhi kegemukan?)
Mekanismenya, Hormon yg terkait resistensi leptin?
Sifat Otak memecah subtansi apa untuk bahan penghasil energi?
Mengapa aktivitas berpikir yg seharusnya membutuhkan energi
lebih banyak tidak dapat disarankan menjadi terapi obesitas?

Brainpower
Although the average adult human brain weighs about 1.4 kilograms,
only 2 percent of total body weight, it demands 20 percent of our
resting metabolic rate (RMR)the total amount of energy our bodies
expend in one very lazy day of no activity. RMR varies from person to
person depending on age, gender, size and health. If we assume an
average resting metabolic rate of 1,300 calories, then the brain
consumes 260 of those calories just to keep things in order. That's 10.8
calories every hour or 0.18 calories each minute. (For comparison's

sake, see Harvard's table of calories burned during different


activities ). With a little math, we can convert that number into a
measure of power:
Resting metabolic rate: 1300 kilocalories, or kcal, the kind used in
nutrition
1,300 kcal over 24 hours = 54.16 kcal per hour = 15.04 gram
calories per second
15.04 gram calories/sec = 62.93 joules/sec = about 63 watts
20 percent of 63 watts = 12.6 watts
So a typical adult human brain runs on around 12 wattsa fifth of the
power required by a standard 60 watt lightbulb. Compared with most
other organs, the brain is greedy; pitted against man-made electronics,
it is astoundingly efficient. IBM's Watson, the supercomputer that
defeated Jeopardy! champions, depends on ninety IBM Power 750
servers, each of which requires around one thousand watts .
Sumber :
scientificamerican.com/article/thinking-hard-calories/
6. Bagaimana Patofisiolog terjadi obesitas?
-

7. Apa saja Klasifikasi Obesitas?


Sederhana dan khusus
Sederhana tanda hanya kegemukan karena faktor nutrisi
(mekanisme)
Khusus kelainan endokrin (Sindrom Cushing)
Kelainan Hipotalamus mempengaruhi nafsu makan ( Resisten
teradap Leptin)
-

Mild Obesity Berat badan 20 30% Berat ideal (Berlaku untuk


Umur ?
Moderete obesity Berat Badan 30 60% Berat ideal
Morbid Berat badan >60% berat ideal

Hormon adipokrin dihasilkan kelenjar lemak ada 4


Leptin untuk mengurangi nafsu makan
Adiponektin meningkatkan sensitivitas insulin
Resistin untuk menurunkan sensitivitas insulin , 2 jenis TNF alfa dan IL-6
Visfatin ?

8. Apa saja komplikasi yang disebabkan obesitas?


PJK penyumbatan pada arteri koronaria (jelaskan sampai
mediator inflamasi)
Dislipidemiagangguan di metabolisme lipid HDL turun , LDL
meningkat
DM tipe 2 resistensi insulin
Nyeri Punggung dan persendian beban terlalu banyak
Osteoartritis
Kanker pada wanita menopause kanker rahim (apa peran Hormon
estrogen)
9. Bagaimana cara mencegah obesitas?
Olahraga
Mengatur pola makan
Diet
Makanan yg berserat
Perbedaan cara mencegah pada anak dan dewasa?

Selalu perhatikan pola makan si anak, perhatikan menu apa yang


disajikan untuk anak. Sebaiknya hindari agar tidak mengkonsumsi
jenis makanan seperti fast food, snack ringan, camilan manis yang
mengandung banyak gula, makanan yang mengandung lemak tinggi,
minuman ringan tinggi gula.

Usahakan anak untuk selalu aktif bergerak, batasi kegiatan terlalu


lama. Karena dengan banyak aktifitas fisik yang dilakukan si anak
membantu membakar lebih banyak energi yang ada dalam tubuh.

Perkenalkan dan berikan pengertian kepada si anak tentang makanan


yang sehat. Memperkenalkan sikecil dengan berbagai jenis makanan
yang sehat seperti sayuran, buah-buahan dan daging segar. Meskipun
pada awalnya mungkin sulit dilakukan namun orang tua sebaiknya
bersabar dan konsisten dalam hal mencoba memberikan pengertian
kepada sikecil tentang sajian sehat yang seharusnya dimakan, ini
akan berpengaruh dikemudian hari agar si anak terbiasa
mengkonsumsi jenis makanan yang sehat tersebut.

Biasakan sarapan dan membawa bekal sekolah. Sarapan bisa menjadi


awal yang baik bagi anak untuk memulai segala aktivitasnya agar
sianak memiliki energi yang cukup saat melakukan aktifitas di sekolah
dan yang terpenting tentunya menghindarakan sang anak untuk jajan
sembarangan (makanan tidak sehat).

Perhatikan kembali cara Anda dalam mengolah makanan. Sebaiknya


menghindari jenis makanan yang proses pembuatannya digoreng.

Beralihlah mengolah makanan dengan cara memanggang, mengukus


atau merebusnya.

Mengubah kebiasan makan. Buatlah aturan yang ketat semisal pada


saat makan harus dilakukan di meja makan, karena jika si kecil
menhabiskan makanannya sambil menonton tv atau beraktifitas
lainnya maka berakibat si anak tidak memperhatikan banyaknya
makanan yang dikonsumsinya.

Tidur lebih awal. Sebuah penelitan menunjukkan anak yang tidur lebih
awal akan memiliki berat badan lebih sedikit dibanding mereka yang
tidur hingga larut malam.

Sumber :
Departemen Kesehatan. Pedoman Perbaikan Gizi Anak Sekolah
Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta, 2005
10.Bagaimana penatalaksana untuk skenario ini?
Obat = -terdapat obat CCK, leptin, seratonin (zat anoresigenik
dimana untuk menurunkan nafsu makan) mengemulsifikasi
lemak agar bergabung dengan air di duodenum
-Jenis Obat yg dapat menstimulasi hormon leptin
-

Sedot lemak