Anda di halaman 1dari 36

Perubahan entalpi (H) positif menunjukkan bahwa dalam perubahan terdapat

penyerapan kalor atau pelepasan kalor.


Reaksi kimia yang melepaskan atau mengeluarkan kalor disebut reaksi eksoterm,
sedangkan reaksi kimia yang menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Aliran kalor
pada kedua jenis reaksi diatas dapat dilihat pada gambar 11 berikut:

Gambar 11 Aliran kalor pada reaksi eksoterm dan endoterm


Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan
bertambah. Artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (Hr).
Akibatnya, perubahan entalpi, merupakan selisih antara entalpi produk dengan
entalpi pereaksi (Hp -Hr) bertanda positif. Sehingga perubahan entalpi untuk reaksi
endoterm dapat dinyatakan:
H = Hp- Hr > 0 (13 )
Sebaliknya, pada reaksi eksoterm , sistem membebaskan energi, sehingga entalpi
sistem akan berkurang, artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi.
Oleh karena itu , perubahan entalpinya bertanda negatif. Sehingga p dapat
dinyatakan sebagai berikut:
H = Hp- Hr < 0 ( 14 )
Perubahan entalpi pada reaksi eksoterm dan endoterm dapat dinyatakan dengan
diagram tingkat energi. Seperti pada gambar 12. berikut

I.

Judul Percobaan

II.

Tujuan Percobaan

: Membedakan Reaksi Eksoterm dan Endoterm.


: Percobaan ini bertujuan untuk mengamati dan membedakan

reaksi
eksoterm dan endoterm.
III. Dasar Teori
Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem
ke lingkungan. Dalam hal ini sistem melepaskan kalor ke lingkungan. Pada reaksi
eksoterm umumnya suhu sistem naik. Adanya kenaikan suhu inilah yang
mengakibatkan sistem melepaskan kalor ke lingkungan. Nilai perubahan entalpi H
0 (berharga negatif).
Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari
lingkungan ke sistem. Dalam reaksi ini, kalor diserap oleh sistem dari lingkungan. Pada
reaksi endoterm umumnya ditunjukan oleh adanya penurunan suhu. Nilai perubahan
entalpi H 0 (berharga positif).
IV. Alat dan Bahan
A. Alat
No

Alat

Jumlah

.
1.
2.
3.
4.

Tabung Reaksi
Spatula (Batang Pengaduk)
Gelas ukur 25 ml
Pipet tetes

3
3
1
1

B. Bahan
No

Bahan

Jumlah

.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

NaOH
Urea
Ba(OH)2.8H2O
NH4Cl
Aquades
Kertas Label

1 sendok spatula
1 sendok spatula
1 sendok spatula
1 sendok spatula
15 mL
Secukupnya

V. Prosedur Kerja
1. Memberi label pada setiap tabung reaksi, tabung reaksi A,B, dan C.
2. Mengambil 5 ml aquades menggunakan gelas ukur 25 ml, kemudian memasukan ke
dalam tabung reaksi A. Melakukan hal yang sama pada tabung reaksi B.
3. Setelah itu, menambahkan 1 sendok spatula NaOH ke dalam tabung reaksi A.
4. Menambahkan 1 sendok spatula Urea ke dalam tabung reaksi B.
5. Kedalam tabung reaksi C, menambahkan 1 sendok spatula Ba(OH) 2.8H2O dan 1
sendok spatula NH4Cl, dan menambahkan beberapa tetes aquades (hingga campuran
terendam).
(catatan untuk no 3,4,5 : jangan sampai zat menempel pada dinding tabung reaksi)
6. Mengaduk masing-masing campuran.
7. Mengamati perubahan suhu dari masing-masing campuran dengan meraba dinding
tabung

reaksi,

apakah

mengalami

kenaikan

suhu

atau

penurunan

suhu

(panas/dingin).
8. Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
VI.

Tabel Hasil Pengamatan


Mengisi hasil pengamatan pada tabel berikut.
Tabung
Reaksi
A
B
C

VII.

Campuran Zat

Keadaan

Keadaan

Kesimpulan

Aquades + NaoH

Awal
Suhu normal

Akhir
Panas

Suhu

Aquades + Urea
Ba(OH)2.8H2O +

Suhu normal
Suhu normal

Dingin
Dingin sekali

meningkat
Suhu menurun
Suhu sangat

NH4Cl + beberapa

menurun

tetes aquades
Pembahasan

Reaksi kimia yang melepaskan atau mengeluarkan kalor disebut reaksi eksoterm,
sedangkan reaksi kimia yang menyerap kalor disebut reaksi endoterm.
Reaksi endoterm adalah reaksi dimana kalor dari lingkungan masuk kepada sistem
sehingga suhu menjadi menurun.
Reaksi eksoterm merupakan reaksi dimana kalor keluar dari sistem menuju ke lingkungan
sehingga suhu menjadi naik.
Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan
bertambah. Artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (Hr).
Akibatnya, perubahan entalpi, merupakan selisih antara entalpi produk dengan entalpi
pereaksi (Hp -Hr) bertanda positif. Sehingga perubahan entalpi untuk reaksi endoterm
dapat dinyatakan:
H = Hp- Hr > 0 (13 )

Sebaliknya, pada reaksi eksoterm , sistem membebaskan energi, sehingga entalpi sistem
akan berkurang, artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh karena
itu , perubahan entalpinya bertanda negatif. Sehingga p dapat dinyatakan sebagai berikut:
VIII. H = Hp- Hr < 0 ( 14 )
Perubahan entalpi pada reaksi eksoterm dan endoterm dapat dinyatakan dengan diagram
tingkat energi.
IX.
Pertanyaan
1. Berdasarkan pengertian sistem dan lingkungan, pada percobaan anda di atas yang
merupakan sistem dan lingkungan :
Tabung A,
Sistem
: Aquades, NaOH, suhu
Lingkungan
: Udara, gelas kimia, tabung reaksi
Tabung B,
Sistem
: Aquades, urea, suhu
Lingkungan
: Udara, gelas kimia tabung reaksi
Tabung C,
Sistem
: Ba (OH)2.8H2O, NH4Cl, aquades, suhu
Lingkungan
: udara, gelas kimia, tabung reaksi
2. Dari hasil percobaan di atas, zat yang mengalami reaksi endoterm adalah campuran
dari tabung .B (aquades + urea), contoh lain adalah campuran dari
tabung ......C (aquades + Ba(OH)2.8H2O + NH4Cl).
Sedangkan zat yang mengalami reaksi eksoterm adalah campuran dari tabung ..A
(aquades + NaOH), contoh lain adalah campuran dari tabung.
Hal ini disebabkan karena adanya pertukaran (transfer) energy panas yaitu kalor.
Pada campuran aquades dan NaOH, perubahan yang terjadi adalah suhu
meningkat (perubahan suhu)., dikarenakan adanya kalor yang
diterima (dilepaskan/diterima) dari sistem ke lingkungan.
Pada campurn aquades dan Urea, perubahan yang terjadi adalah.Suhu
menurun,

dikarenakan

adanya

kalor

yang

.dilepaskan..

(dilepaskan/diterima) dari lingkungan ke sistem.


Pada campuran Ba(OH)2, NH4Cl dan aquades, perubahan yang terjadi adalah
suhu menurun, dikarenakan adanya kalor yang .dilepaskan.
(dilepaskan/diterima) dari sistem ke lingkungan.
3. Perbedaan Reaksi Eksoterm dan Endoterm secara Umum Berdasarkan Hasil
Percobaan.
Reaksi Eksoterm
Reaksi Endoterm
Mengalami ..perubahan. suhu
Mengalami .perubahansuhu
Kalor berpindah dari .sistem. ke
Kalor
berpindah
dari
lingkungan..
Reaksinya melepaskan..kalor
Perubahan entalpi (H) 0

..Lingkungan.
.sisitem.
Reaksinya ..menerima. kalor
Perubahan entalpi (H) .0

ke

Kesimpulan
Reaksi kimia yang melibatkan penyerapan kalor disebut reaksi endoterm. Perubahan entalpi
(H) berharga positif (+), sedangkan reaksi kimia yang melibatkan pelepasan kalor disebut
reaksi eksoterm. perubahan entalpi (H) berharga negatif (-).

Kimia SMA XI IPA : Termokimia - Sistem


dan lingkungan
Kimia SMA XI IPA : Termokimia - Sistem dan lingkungan
- Presentation Transcript
1. TERMOKIMIASistem dan Lingkungan
2. PENDAHULUAN Sekilas Termokimia
Bagiandariilmukimia yang mempelajariperubahankalorataupanassuatuzat yang
menyertaisuatureaksiatauproseskimiadanfisikadisebuttermokimia
Secaraoperasionaltermokimiaberkaitandenganpengukurandanpernafsiranperubahankal
or yang menyertaireaksikimia, perubahankeadaan, danpembentukanlarutan.
3. BAHAN KAJIAN TERMOKIMIA
Bahan kajian termokimia adalah penerapan hukum kekekalan energi dan hukum
termodinamika I dalam bidang kimia
Hukum kekekalan energi berbunyi :
Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan.
Energi dapat berubah bentuk menjadi energi lain.
Hukum termodinamika I berbunyi :
Jumlah total energi dalam alam semesta konstan atau tetap

4. SISTEM DAN LINGKUNGAN


Dalamtermokimiaadaduahal yang perludiperhatikan yang
menyangkutperpindahanenergi, yaitusistemdanlingkungan.
Segalasesuatu yang menjadipusatperhatiandalammempelajariperubahanenergidan
berubah selama proses berlangsung disebutsistem.
sedangkanhal-hal yang tidak berubah selama proses berlangsung dan yang
membatasisistemdandapatmempengaruhisistemdisebutlingkungan.
5. SISTEM
Berdasarkan interaksinya dengan lingkungan, sistem dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu :
Sistem Terbuka
Sistem terbuka adalah suatu sistem yang memungkinkan terjadi perpindahan energi
dan zat (materi) antara lingkungan dengan sistem. Pertukaran materi artinya ada hasil
reaksi yang dapat meninggalkan sistem (wadah reaksi), misalnya gas, atau ada sesuatu
dari lingkungan yang dapat memasuki sistem.
o SistemTertutup
Suatusistem yang antarasistemdanlingkungandapatterjadiperpindahanenergi,
tetapitidakdapatterjadipertukaranmateridisebutsistemtertutup.
o SistemTerisolasi
Sistem terisolasi merupakan sistem yang tidak memungkinkan terjadinya perpindahan
energi dan materi antara sistem dengan lingkungan.
6. PERCOBAAN
Seng dan Asam Klorida
7. Percobaan antara Seng dan Asam KloridaPercobaan I
Pada percobaan ini, kalor yang dibebaskan sebesar 59 Kj/mol
Sistemnya adalah logam Zn dan larutan HCl
Percobaan ini merupakan sistem terbuka
Lingkungan dalam percobaan ini antara lain : udara sekitar, termometer, pengaduk,
dan gelas kimia.
8. Percobaan antara Seng dan Asam KloridaPercobaan II
Pada percobaan ini, kalor yang dibebaskan sebesar 60,1 kJ/mol
Sistemnya adalah logam Zn dan larutan HCl
Percobaan ini merupakan sistem terutup
Lingkungan dalam percobaan ini antara lain : udara sekitar, termometer, pengaduk,
gelas kimia, gelas plastik sebagai insulator
9. ENTALPI
Entalpi (H) adalah jumlah kalor yang terkandung dalam sistem pada kondisi tekanan
tetap.
Entalpi tidak dapat diukur, yang dapat diukur adalah perubahan dari entalpi tersebut
(H).

Satuan energi kalor adalah joule (J) dan kalori (kal). Dengan konversi I kal = 4,18 J.
Satu kalori adalah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram sebesar 1C.
10. ENTALPI
Berikut adalah hubungan antara entalpi sebelum dan sesudah reaksi :
o Entalpi reaktan atau pereaksi dinyatakan dengan HR
o Entalpi produk atau hasil reaksi dinyatakan dengan HP
o Perubahan entalpi dinyatakan dengan H
SEHINGGA :
11.
12. REAKSI EKSOTERM
Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang membebaskan kalor. Kalor berasal dari
sebagian entalpi sistem yang dilepas ke lingkungan sehingga entalpi sistem
berkurang.
pada reaksi eksosterm, sistem membebaskan energi, sehingga entalpi sistem akan
berkurang, artinya entalpi produk lebijh kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh karena
itu, perubahan entalpinya bertanda negatif. Sehingga :
H =HP HR
13. Energi Aktivasi
H<0
Dari grafik diatas, dapat dilihat bahwa H =HP HR. Karena HP lebih kecil daripada
HR. Maka H < 0
14. Contoh reaksi eksoterm (pembakaran metana) dapat dilihat pada animasi berikut ini :
15. REAKSI PEMBAKARAN METANA
Tanda (+) pada 887 kJ disebelah kanan menunjukkan kalor yang dilepas adalah
sebesar 887 kJ. Sehingga reaksinya juga dapat ditulis sebagai berikut :
16. CONTOH REAKSI EKSOTERM
Contoh lain dari reaksi eksoterm dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
o Ketika kita memegang tempe, tangan akan terasa hangat
o Ketika kita menyalakan api unggun, panasnya akan terasa walaupun tidak
bersentuhan
o Membakar minyak tanah menggunakan kompor minyak
o Respirasi. Karena respirasi menghasilkan panas

17. REAKSI ENDOTERM


Reaksi endoterm adalah reaksi kimia yang menyerap kalor. Kalor diambil dari
lingkungan sehingga entalpi bertambah.
Pada reaksi endoterm sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan
bertambah, artinya entalpi produk (HP) lebih besar daripada entalpi pereaksi
(HR).Akibatnya, perubahan entalpi (H), yaitu selisih antara entalpi produk dengan
entalpi pereaksi bertanda positif. Sehingga :
H =HP HR
18. Energi Aktivasi
H > 0
Dari grafik diatas, dapat dilihat bahwa H =HP HR. Karena HR lebih kecil daripada
HP. Maka H > 0
19. Contoh dari reaksi endoterm adalah reaksi mencairnya es dalam suatu wadah.
Contoh Reaksi kimia dari peristiwa es mencair adalah :
Tanda (+) pada 6,02 kJ disebelah kiri panah menunjukkan bahwa kalor yang diserap
sebesar 6,02 kJ.
20. REAKSI ES MENCAIR
Dengan demikian, reaksi tersebut juga dapat dituliskan sebagai berikut :
Pada reaksi endoderm, kalor (q) diserap sehingga perubahan entalpinya positif (H >
0). Reaksi tersebut dapat digambarkan pada grafik disamping.
21. CONTOH REAKSI ENDOTERM
Contoh lain dari reaksi endoterm dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
o Pelarutan gula. Jika gula dilarutkan, dapat dirasakan ada sedikit rasa dingin
ketika gelas dipegang
o Tangan yang terasa dingin ketika bersentuhan dengan alkohol
o proses asimilasi
o Proses fotosintesis tumbuhan

Termokimia
Pengertian Termokimia
Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang
menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia. Secara operasional
termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai
reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.
Termokimia merupakan pengetahuan dasar yang perlu diberikan atau yang dapat diperoleh
dari reaksi-reaksi kimia, tetapi juga perlu sebagai pengetahuan dasar untuk pengkajian teori
ikatan kimia dan struktur kimia. Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah
kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor
reaksi.
Supaya lebih muda memahami energi yang menyertai perubahan suatu zat, maka perlu
dijawab beberapa pertanyaan berikut ini:
1.

Energi apa yang dimiliki oleh suatu zat?

2.

Hukum apa yang berlaku untuk energi suatu zat?

3.

Bagaimana menentukan jumlah energi yang menyertai suatu reaksi?

4.

Bagaimana energi suatu zat dapat diukur?

5.
Bagaimana kaitan antara energi yang dibebaskan atau diserap pada perubahan kimia
dengan ikatan kimia?
Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia
yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.
Untuk memahami termokimia perlu dibahas tentang:
(a) Sistem, lingkungan, dan alam semesta.
(b) Energi yang dimiliki setiap zat.
(c) Hukum kekekalan energi.
Pengertian Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Perubahan entalpi (H) positif menunjukkan bahwa dalam perubahan terdapat penyerapan
kalor atau pelepasan kalor.

Reaksi kimia yang melepaskan atau mengeluarkan kalor disebut reaksi eksoterm, sedangkan
reaksi kimia yang menyerap kalor disebut reaksi endoterm. Aliran kalor pada kedua jenis
reaksi diatas dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1. Aliran kalor pada reaksi eksoterm dan endoterm


Pada reaksi endoterm, sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan
bertambah. Artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (Hr). Akibatnya,
perubahan entalpi, merupakan selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp -Hr)
bertanda positif. Sehingga perubahan entalpi untuk reaksi endoterm dapat dinyatakan:
H = Hp- Hr > 0 (13 )
Sebaliknya, pada reaksi eksoterm , sistem membebaskan energi, sehingga entalpi sistem akan
berkurang, artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu ,
perubahan entalpinya bertanda negatif. Sehingga p dapat dinyatakan sebagai berikut:
H = Hp- Hr < 0 ( 14 )
Perubahan entalpi pada reaksi eksoterm dan endoterm dapat dinyatakan dengan diagram
tingkat energi. Seperti pada gambar 2 :

Entalpi dan Perubahan Entalpi


Ditulis oleh Bambang Sugianto pada 10-06-2009
Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan didalamnya. Energi potensial
berkaitan dengan wujud zat, volume, dan tekanan. Energi kinetik ditimbulkan karena atom
atom dan molekulmolekul dalam zat bergerak secara acak. Jumlah total dari semua bentuk
energi itu disebut entalpi (H) . Entalpi akan tetap konstan selama tidak ada energi yang
masuk atau keluar dari zat. . Misalnya entalpi untuk air dapat ditulis H H20 (l) dan untuk es
ditulis H H20 (s).
Perhatikan lampu spiritus, jumlah panas atau energi yang dikandung oleh spiritus pada
tekanan tetap disebut entalpi spiritus. Entalpi tergolong sifat eksternal, yakni sifat yang

bergantung pada jumlah mol zat. Bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara
mempunyai isi panas atau entalpi.
Entalpi (H) suatu zat ditentukan oleh jumlah energi dan semua bentuk energi yang dimiliki
zat yang jumlahnya tidak dapat diukur. Perubahan kalor atau entalpi yang terjadi selama
proses penerimaan atau pelepasan kalor dinyatakan dengan perubahan entalpi (H) .
Misalnya pada perubahan es menjadi air, maka dapat ditulis sebagai berikut:
H = H H20 (l) -H H20 (s) (7)
Marilah kita amati reaksi pembakaran bensin di dalam mesin motor. Sebagian energi kimia
yang dikandung bensin, ketika bensin terbakar, diubah menjadi energi panas dan energi
mekanik untuk menggerakkan motor.
Demikian juga pada mekanisme kerja sel aki. Pada saat sel aki bekerja, energi kimia diubah
menjadi energi listrik, energi panas yang dipakai untuk membakar bensin dan reaksi
pembakaran bensin menghasilkan gas, menggerakkan piston sehingga menggerakkan roda
motor.
Gambar berikut ini menunjukkan diagram perubahan energi kimia menjadi berbagai bentuk
energi lainnya.

Harga entalpi zat sebenarnya tidak dapat ditentukan atau diukur. Tetapi H dapat ditentukan
dengan cara mengukur jumlah kalor yang diserap sistem. Misalnya pada perubahan es
menjadi air, yaitu 89 kalori/gram. Pada perubahan es menjadi air, H adalah positif, karena
entalpi hasil perubahan, entalpi air lebih besar dari pada entalpi es.
Termokimia merupakan bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan entalpi yang
menyertai suatu reaksi. Pada perubahan kimia selalu terjadi perubahan entalpi. Besarnya
perubahan entalpi adalah sama besar dengan selisih antara entalpi hasil reaksi dam jumlah
entalpi pereaksi.
Pada reaksi endoterm, entalpi sesudah reaksi menjadi lebih besar, sehingga H positif.
Sedangkan pada reaksi eksoterm, entalpi sesudah reaksi menjadi lebih kecil, sehingga H
negatif. Perubahan entalpi pada suatu reaksi disebut kalor reaksi. Kalor reaksi untuk reaksireaksi yang khas disebut dengan nama yang khas pula, misalnya kalor pembentukan,kalor
penguraian, kalor pembakaran, kalor pelarutan dan sebagainya.

Suatu reaksi kimia dapat dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari dua bagian yang
berbeda, yaitu pereaksi dan hasil reaksi atau produk. Perhatikan suatu reaksi yang
berlangsung pada sistem tertutup dengan volume tetap (V = 0), maka sistem tidak
melakukan kerja, w = 0. Jika kalor reaksi pada volume tetap dinyatakan dengan qv , maka
persamaan hukum I termodinamika dapat ditulis:
U = qv + 0 = qv = q reaksi (8)
q reaksi disebut sebagai kalor reaksi. Hal ini berarti bahwa semua perubahan energi yang
menyertai reaksi akan muncul sebagai kalor. Misal: suatu reaksi eksoterm mempunyai
perubahan energi dalam sebesar 100 kJ. Jika reaksi itu berlangsung dengan volume tetap,
maka jumlah kalor yang dibebaskan adalah 100 kJ.
Kebanyakan reaksi kimia berlangsung dalam sistem terbuka dengan tekanan tetap (tekanan
atmosfir). Maka sistem mungkin melakukan atau menerima kerja tekanan volume, w = 0).
Oleh karena itu kalor reaksi pada tekanan tetap dinyatakan dengan qp , maka hukum I
termodinamika dapat ditulis sebagai berikut:
U = qp + w atau qp = U w = q reaksi (9)
Untuk menyatakan kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap, para ahli
mendefinisikan suatu besaran termodinamika yaitu entalpi (heat content) dengan lambang
H
Entalpi didefinisikan sebagai jumlah energi dalam dengan perkalian tekanan dan volume
sistem, yang dapat dinyatakan:
H = U + P V (10)
Reaksi kimia termasuk proses isotermal, dan bila dilakukan di udara terbuka maka kalor
reaksi dapat dinyatakan sebagai:
qp = H (11)
Jadi, kalor reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap sama dengan perubahan entalpi. Oleh
karena sebagian besar reaksi berlangsung pada tekanan tetap, yaitu tekanan atmosfir, maka
kalor reaksi selalu dinyatakan sebagai perubahan entalpi (H).
Akibatnya, kalor dapat dihitung dari perubahan entalpi reaksi, dan perubahan entalpi reaksi
yang menyertai suatu reaksi hanya ditentukan oleh keadaan awal (reaktan) dan keadaan akhir
(produk).
q = H reaksi = Hp-Hr (12)
Contoh:
Suatu reaksi berlangsung pada volume tetap disertai penyerapan kalor sebanyak 200 kJ.
Tentukan nilai U , H, q dan w reaksi itu

Jawab:
Sistem menyerap kalor sebanyak 200 kJ , berarti q = + 200 kJ
Reaksi berlangsung pada volume tetap , maka w = 0 kJ.
U = q + w
= + 200 kJ + 0 kJ = 200 kJ H = q = + 200 kJ

Reaksi Endotermik dan Eksoterm


Diposkan oleh Avizena Ridwan di 00:47 Categories Kimia

Ketika reaksi kimia terjadi, itu disertai dengan transfer energi, kadangkadang di dapat dari lingkungan, yang sering dapat terjadi dalam bentuk
perubahan suhu. Reaksi endotermik adalah salah satu yang
menyebabkan penyerapan panas. Reaksi eksotermik, adalah lawan yang
tepat, reaksi kimia yang melepaskan panas. Pada dasarnya, dalam
sebuah reaksi eksotermik, ada surplus energi yang dilepaskan dalam
bentuk panas setelah reaksi selesai. Reaksi eksoterm dapat terjadi
secara spontan, dan juga dapat digunakan di bawah situasi yang
terkontrol untuk menghasilkan ledakan. Reaksi endotermik di sisi lain
adalah mereka di mana energi yang dibutuhkan untuk reaksi
berlangsung tidak cukup - panas diserap untuk menebus kekurangan ini
(reaksi ini tidak berbeda dengan reaksi endogernic, di mana energi yang
diserap tidak perlu dalam bentuk panas). Jadi sekarang anda tahu sedikit
tentang vs endotermik reaksi eksoterm, untuk menggambarkan
perbedaan antara reaksi endotermik dan eksoterm lebih jelas, berikut
adalah beberapa contoh.

Contoh Reaksi Endotermik


Reaksi endotermik dan eksoterm Banyak yang kita temui dalam
keseharian. Setelah Anda memahami prinsip di balik reaksi endoterm,
reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari akan menampilkan banyak
contoh reaksi yang membutuhkan panas. Dalam reaksi endotermik,
produk yang dihasilkan memiliki energi lebih tinggi dari reaktan. Untuk
mengganti kekurangan energi, produk menyerap panas dari sekitarnya,
mengakibatkan penurunan suhu. Reaksi endotermik umumnya tidak
spontan. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

Fotosintesis
Fotosintesis merupakan salah satu gambaran terbaik dari reaksi
endotermik, terjadi di alam. Ini adalah proses di mana tumbuhan
menggunakan klorofil, di hadapan sinar matahari untuk mengubah
karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Pencairan Es
Ketika es mencair, ia menarik panas dari sekitarnya, mengubah bentuk
padat tidak stabil.

Penguapan Air
Contoh lain reaksi endotermik alami. Air dalam bentuk zat cair,
menggunakan panas, untuk dikonversi ke dalam bentuk gas uap.

Elektrolisis
Elektrolisis, melibatkan pemisahan atau penguraian senyawa asli yang
terjadi sebagai akibat penggunaan arus listrik. Ini adalah contoh lain dari
reaksi endotermik.

Contoh Reaksi Eksotermik


Reaksi eksoterm, adalah jenis reaksi kimia yang mengakibatkan
pelepasan energi pada penyelesaian. Secara sederhana, reaktan
mengandung energi lebih dari produk, dan ini surplus energi dilepaskan
dalam bentuk panas. Reaksi eksotermik sering secara spontan, namun
dalam istilah kimia, 'spontan' tidak identik dengan 'cepat'. Spontan
adalah indikatif yang menunjukkan bahwa reaksi eksotermik dapat
terjadi tanpa aplikasi luar energi, seperti terhadap kasus reaksi
endotermik. Berikut ini adalah beberapa contoh reaksi eksoterm:

Pembakaran
Bila Anda melihat lampu pertandingan, atau api, senyawa yang terbakar,
panas di lepas di sekitarnya, menyebabkan peningkatan suhu. Ini adalah
gambaran paling dasar dari reaksi eksotermik. Pembakaran bahan bakar
adalah contoh lain dari reaksi eksotermik.

Netralisasi/Penetralan
Banyak (tetapi tidak semua) reaksi netralisasi, bersifat eksotermik.
Reaksi netralisasi adalah salah satu yang terjadi antara asam dan basa,

menghasilkan garam dan air. Sebagai contoh pencampuran sodium


hidroksida (basa) dengan asam klorida (asam) akan memberikan larutan
natrium klorida dan air, disertai dengan peningkatan suhu.

Berkarat
Pada pengaratan besi adalah contoh reaksi eksotermik secara spontan.

Endotermik dan reaksi eksoterm adalah konsep dasar dari termo-kimia,


banyak contoh yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Saya
harap artikel ini telah membantu Anda memahami perbedaan antara
kedua jenis reaksi kimia lebih jelas.

LEMBARAN SOAL
Mata Pelajaran : KIMIA
Sat. Pendidikan : SMA
Kelas / Program

: XI IPA ( SEBELAS IPA )

PETUNJUK UMUM
1.

Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan

2.

Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja

3.

Kerjakanlah soal anda pada lembar jawaban

4.

Gunakan waktu dengan efektif dan efisien

5.

Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas

Pilih satu jawaban yang benar !

Suatu sistem mengalami perubahan energi dalam sebesar 100 kJ .Selama perubahan
sistem menyerap kalor sebesar 250 kJ . Selama perubahan energi tersebut sistem melakukan kerja
sebesar....

1.

a.

50 kJ

b.

100 kJ

c.

150 kJ

d.

200 kJ

e.

250 Kj

2. NaOH padat dilarutkan dalam tabung reaksi berisi air , larutnya NaOH disertai kenaikan suhu pada
tabung reaksi . Maka yang dimaksud dengan sistem pada reaksi di atas adalah....
a.

Tabung reaksi

b.

Udara

c.

NaOH , air, dan tabung reaksi

d.

Air dan tabung reaksi

e.

Air dan NaOH

1.

Jika satu sendok NaOH(s) dilarutkan dalam 50 mL air, terjadi perubahan temperatur dari 25 C
menjadi 50 C. Peristiwa tersebut dapat digolongkan pada reaksi...
0

a. eksoterm, energi berpindah dari sistem ke lingkungan


b. eksoterm, energi berpindah dari lingkungan ke sistem
c. endoterm, energi berpindah dari sistem ke lingkungan
d. endoterm, energi berpindah dari lingkungan ke sistem
e. endoterm, energi tidak berpindah

4. Pernyataan yang benar tentang reaksi eksoterm adalah....


a.

Entalpi awal > entalpi akhir dan H > 0

b.

Entalpi awal < entalpi akhir dan H > 0

c.

Entalpi awal > entalpi akhir dan H < 0

d.

Entalpi awal < entalpi akhir dan H < 0

e.

Entalpi awal = entalpi akhir dan H = 0

Pernyataan berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 5 dan 6:


1.

alkohol 95% jika dioleskan pada kulit akan terasa dingin

2.

batu kapur (CaO) jika ditambah dengan air akan menjadi panas

3.

pupuk urea dilarutkan dalam air , larutan terasa dingin

4.

Kristal Ba(OH) dicampur dengan NH Cl ditambah sedikit air, jika tempatnya dipegang
akan terasa dingin

5.

jka menghidupkan kendaraan bermotor beberpa saat maka mesinnya akan terasa panas

5. Yang tergolong reaksi endoterm adalah nomor....


a. 1, 2, 3
2.

1, 2, 4

2.

1, 3, 4

2.

2 dan 5

2.

3 dan 5

6. Yang tergolong reaksi eksoterm adalah nomor....


a.

1, 2, 3

b. 1, 2, 4
c.

1, 3, 4
2 dan 5

b.
b.

3 dan 5

7. Diketahui contoh reaksi dalam kehidupan sehari-hari :


1.

Respirasi

2.

fotosintesis

3.

Pembakaran

4.

Kapur tohor disiram air

Pemanasan serbuk besi dan belerang

5.

Dari contoh tersebut,yang merupakan reaksi eksoterm adalah....


a.

1 dan 2

b.

1 dan 3

c.

1, 2, dan 3

d.

1, 2, 3, dan 4

e.

2, 3, 4, dan 5

Berikut ini persamaan termokimia reaksi pembakaran metana

1.

CH (g) + 2 O CO (g) + 2H O (g) = -210 kJ


4

Pernyataan yang tidakbenar mengenai reaksi di atas adalah....

2.

a.

Reaksi eksoterm

b.

Entalpi produk lebih basar dari pada entalpi reaktan

c.

Sistem melepaskan sejumlah energi ke lingungan

d.

Entalpi produk lebih kecil dari pada entalpi reaktan

e.

Volume produk sama dengan volume reaktan bila reaksi tersebut berlangsung pada temperatur dan
tekanan yang sama

Pernyataan berikut yang mendukung terjadinya reaksi eksoterm adalah....


a.

Entalpi akhir sistem lebih besar dari pada entalpi awal sistem

b.

H bernilai positif

c.

Perubahan entalpinya bertanda negatif

d.

Energi potensial produk lebih kecil dari pada energi potensial reaktan

e.

Energi potensial reaktan lebih besar dari pada energi potensial produk

10. Pernyataan yang benar tentang entalpi adalah...


a.

jumlah energi potensial dan energi kinetik gas

b.

kalor reaksi pada tekanan tetap

c.

kalor reaksi pada volume tetap

d.

kalor yang terkandung dalam zat

e.

semua bentuk energi yang ada dalam

11. Berikut ini persamaan termokimia reaksi pembantukan gas HCl


H (g) + Cl (g) 2HCl (g)
2

= -184kJ

Bila dua mol gas hidrogen bereaksi dengan dua mol gas klorin , maka....
a.

terjadi reaksi eksoterm , dengan melepaskan kalor sebesar 184 kJ

b.

terjadi reaksi endoterm , dengan menyerap kalor sebesar 184 kJ

c.

terjadi reaksi eksoterm , dengan melepaskan kalor sebesar 368 kJ

d.

terjadi reaksi endoterm , dengan menyerap kalor sebesar 368 kJ

e.

terjadi reaksi eksoterm , dengan menyerap kalor sebesar 368 kJ

Data berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 12 dan 13 :

Dari data tersebut di ataspernyataan yang benar adalah....

1.

2.

a.

Pada reaksi 1 dan 2 terjadi perpindahan energi dari lingkungan ke sistem

b.

Pada reaksi 2 dan 3 terjadi perpindahan energi dari sistem ke lingkungan

c.

Pada reaksi 1 dan 4 terjadi perpindahan energi dari lingkungan ke sistem

d.

Pada reaksi 2 dan 3 terjadi perpindahan energi dari lingkungan ke sistem

e.

Pada reaksi 3 dan 5 terjadi perpindahan energi dari sistem ke lingkungan

Yang merupakan reaksi eksoterm nomor....


a.

1 dan 2

b.

1 dan 3

c.

1 dan 4

d.

2 dan 3

e.

3 dan 5

14.Perhatikan diagram berikut:

Diagram di atas menyatakan bahwa ....


a.

Reaksi berlangsung dengan menyerap kalor

b.

X adalah perubahan entalpi reaksi

c.

Reaksi hanya dapat berlangsung bila x > y

d.

Reaksi tersebut adalah reaksi eksoterm

e.

X + Y adalah energi aktivasi

15. Jika sebongkah kapur tohor dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi air, maka tabung reaksi
akan terasa panas . reaksi yang terjadi dapat digolongkan ke dalam reaksi ....
a.

Eksoterm , energi berpindah dari lingkungan ke sistem

b.

Eksoterm , energi berpindah dari sistem ke lingkungan

c.

Endoterm, energi berpindah dari sitem ke lingkungan

d.

Endoterm , energi berpindah dari lingkungan ke sistem

e.

Endoterm , tidak ada perpindahan energi

16. Diketahui diagram tingkat energi sebagai berikut:

2 H (g) + O (g)
2

H < 0

2 H O (l)
2

Pernyataan berikut yang tidak tepat untuk menjelaskan diagram tersebut adalah....
a.

Reaksi eksoterm , karena H = negatif

b.

Terjadi penurunan entalpi

c.

Reaksi tersebut menyerap kalor

d.

Perpindahan kalor dari sitem ke lingkungan

e.

Reaksi melepas kalor

17. Reaksi yang merupakan contoh dari reaksi endoterm adalah....


a.

Reaksi antara kalsium oksida dengan air

b.

Reaksi pembakaran gas propana

c.

Reaksi antara asam klorida dengan natrium oksida

d.

Reaksi penguraian tembaga (II) karbonat

e.

Reaksi pembakaran belerang

18. Pernyataan tidak tepat dari reaksi pembakaran bensin di bawah ini :
C H (l) + 8 O (g) 8CO (g) + 9 H O(g)
8

18

a.

Merupakan reaksi eksoterm

b.

Merupakan pembakaran tidak sempurna

c.

Menghasilkan gas beracun

d.

Melepaskan energi atau kalor ke lingkungan

e.

Merupakan reaksi penguraian C H


8

H = -2.924 kJ/mol, adalah....

18

19. Reaksi termokimia :

S (s) + O (g)
2

SO (g)
2

H = -y kJ

Pernyataan berikut yang tidak benar adalah....


a.

H pembentukan SO = -y kJ

b.

H pembakaran S = -y kJ

c.

H penguraian SO = +y kJ

d.

Pada pembentukan 2 mol SO dibebaskan kalor sebesar y kJ

e.

Pada pembakaran 16 gram S dibebaskan kalor sebesar y kJ

20. Perhatikan reaksi berikut:


C H +5 O 4CO + 2 H O
2

H = -2600 kJ

Pernyataan yang benar adalah....


a.

Entalpi pembentukan C H = -2600 kJ

b.

Entalpi pembakaran C H = -2600 kJ

c.

Entalpi pembentukan C H = -1300 kJ

d.

Entalpi pembakaran C H = -1300 kJ

e.

Entalpi pembentukan CO dan H O = -1300 kJ

21. Reaksi : 2H (g) +O (g) 2 H O (l) H = -572 kJ


2

Persamaan reaksi diatas berarti....


a.

Reaksi pembentukan 1 mol air diperlukan kalor 286 kJ

b.

Reaksi pembentukan 2 mol air diperlukan kalor 286 kJ

c.

Reaksi pembakaran 1 mol hidrogen dilepaskan kalor 572 kJ

d.

Reaksi pembentukan uap air adalah -286 kJ

e.

Reaksi pembentukan 2 mol air dilepaskan kalor 572 kJ

22. Reaksi antara 1 mol gas metana dengan 2 mol gas oksigen membentuk 1 mol gas karbondioksida dan 2
mol uap air ,disertai dengan pelepasan panas. Reaksi tersebut merupakan reaksi....
a.

Substitusi

b.

Endoterm

c.

Eksoterm

d.

Netralisasi

e.

Penguraian

23. Diketahui reaksi:


NO (g) N + O (g) . Jika entalpi N dan O lebih besar dari pada entalpi NO, reaksi tersebut
disebut reaksi....
2

a.

penguraian

b.

pembentukan

c.

pembakaran

d.

eksoterm

e.

endoterm

24. Diketahui reaksi : C (s) + O (g) CO (g)


2

Diagram tingkat energinya adalah....


a.

H
CO

H = -393,5

C +O

Jalannya reaksi
b.

H
C +O

H = -393,5

H = -393,5 kJ/mol

CO

Jalannya reaksi

c.

H
C+O

H = -393,5

CO

Jalannya reaksi

d.

H
CO

H = -393,5

C +O

Jalannya reaksi

e.

H
C +O

H = -393,5

CO

Jalannya reaksi

25. Diketahui reaksi ; 2C (s) + H (g) C H (g) H = +226,7 kJ/mol


2

Apabila diinginkan untuk membentuk 4 mol gas C H , kalor yang dibutuhkan sebesar ....kJ
2

a.

906,8

b.

800,1

c.

453,4

d.

133,35

e.

88,9

26. Entalpi pembentukan AgNO adalah -95 kJ. Persamaan termokimianya adalah....
3

a.

Ag + NO AgNO

b.

Ag O + N O 2AgNO

c.

Ag + N + 3O AgNO

d.

2 Ag + N + 3 O AgNO

e.

Ag + N + 1 O AgNO

H = -95 kJ

H = -190 kJ

H = -95 kJ

H = -190 kJ

H = -190 kJ

27. Pernyataan yang benar tentang H pembentukan adalah....


a.

H reaksi pembentukan satu mol senyawa dari unsur-unsur penyusunnya

b.

H reaksi pembentukan satu mol campuran dari senyawa-senyawanya

c.

H reaksi pembentukan dua mol senyawa dari unsur-unsur penyusunnya

d.

H reaksi pembentukan senyawa sebanyak satu mol dari unsur-unsurnya

e.

H reaksi penyusun satu mol zat dari senyawa-senyawanya

28. Entalpi pembentukan CH , CO , dan H O masing-masing -76 kJ, -394kJ, dan


4

-286kj. Entalpi pembakaran CH adalah....


4

a.

+ 890 kJ

b.

+445 kJ

c.

- 350 kJ

d.

- 445 kJ

e.

-890 kJ

29. Yang dinyatakan sebagai perubahan entalpi pembakaran (H ) suatu zat adalah....
c

a.

NaOH (aq) + HCl (aq) NaCl (aq) + H O (l) H = -58 kJ

b.

C H (g) +3 O (g) 2CO (g) + 2 H O (l)

c.

SO (g) + H O (l) H SO (l)

d.

2CH (g) + O (g) 2CO (g) + 4 H O (l)

e.

C H O (s) C H OH (l) +2CO (g) H = -706 kJ

12

H = -600 kJ

H = -1420 kJ

H = -1780 kJ

30. Diketahui bentuk hibrida pasangan senyawa:

N
o
.

Rumus senyawa

Bentuk hibrida

CH

sp

CO

Sp

HO

Sp

NH

Sp d

SF

Dari data tersebut pasangan yang tepat adalah.


a.

1 dan 2

d. 3 dan 4

b.

2 dan 3

e. 3 dan 5

c.

2 dan 5

31. Gaya interaksi molekul berikut :


1) ikatan kovalen
2) ikatan kovalen koordinasi
3) gaya van der waals
4) ikatan hydrogen
Yang merupakan interaksi antar 2 molekul adalah.
a.

1 dan 2

d. 2 dan 3

b.

1 dan 3

e. 3 dan 4

c.

1 dan 4

Sp d
3

32. Unsur berikut yang mempunyai titik didih terendah adalah.


a.

N ( Ar = 14)

b.

P ( Ar = 31 )

c.

S ( Ar = 32 )

d.

Cl ( Ar = 35,5 )

e.

Br ( Ar = 80 )

33. Molekul yang mempunyai momen dipol permanen adalah....


a.

BCl

b.

BeCl

c.

PCl

d.

CH

e.

CCl

34. Senyawa berikut bersifat polar , kecuali....


a.

CO dan NH

b.

H O dan NH

c.

PH dan PCl

d.

HBr dan HCl

e.

CH dan CCl

35. Rumus elektron valensi molekul nitrometana digambarkan sebagi berikut:


..
: O : H
5

..

..

..

: O :: N : C: H
..
4

3
Pasangan elektron ikatan yang menyatakan ikatan kovalen rangkap dua dan ikatan kovalen koordinat
berturut-turut adalah....
a.

1 dan 4

d. 4 dan 5

b.

2 dan 4

e. 5 dan 4

c.

3 dan4