Anda di halaman 1dari 32

LI LBM 3 MODUL TUMBUH

KEMBANG
NISITYA MAHISI URSAMAYORI
30101307024
SGD 19

Bagaimana tahap petumbuhan


dan perkembangan anak
Mudigah
Masa
pranat
al

PERTUMB
UHAN

Masa
bayi
Masa
prasekolah
(1-6 tahun)

Masa
sekolah

(konsepsi 8
minggu)

Janin

Dini (0-7
hari)

(9 minggu lahir)

Neonatal
(0-28 hari)

Pasca
neonatal
(29 hari-1
tahun)

Pra-remaja
(6-10 tahun)

remaja

Lanjut
(8-28 hari)

Dini

Wanita : 8-13
tahun
Laki-laki : 10-15
tahun

Lanjut

Wanita : 13-18
tahun
Laki-laki : 15-20
tahun

Masa pranatal atau masa intrauterin (masa


janin dalam kandungan)
1. Masa embrio : sejak konsepsi sampai umur
kehamilan 8 minggu
2. Masa fetus : sejak umur 9 minggu sampai
dengan kelahiran
- Masa fetus dini, sejak usia 9 minggu sampai
dengan trimester kedua kehidupan intra uterin
- Masa fetus lanjut, trimester akhir pertumbuhan
sampai kelahiran

Masa postnatal atau masa setelah lahir


- Masa neonatal, 0-28 hari, terjadi adaptasi
terhadap lingkungan dan terjadi perubahan
sirkulasi darah, serta mulai berfungsinya
organ-organ tubuh lainnya
Masa bayi
- Masa bayi dini, 1-12 bulan, proses
pematangan, terutama fungsi sistem saraf
- Masa bayi akhir, 1-2 tahun, kecepatan
pertumbuhan mulai menurun dan terdapat
kemajuan perkembangan motorik dan
fungsi ekskresi

- Masa prasekolah, 2-6 tahun, pertumbuhan stabil,


perkembangan aktifitas jasmani yang bertambah dan
meningkatnya ketrampilan dan proses berpikir
- Masa sekolah atau masa pubertas
Wanita : 6-10 tahun
Pria : 8-12 tahun
Pertumbuhan lebih cepat serta ketrampilan dan
intelektual makin berkembang
- Masa adolesensi atau masa remaja
Wanita : 10-18 tahun
Pria : 12-20 tahun
Anak wanita 2 tahun lebh cepat memasuki masa
adolesensi dibandingkan dengan laki-laki. Juga pada
masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan pesat
dari alat kelamin dan timbul nya tanda-tanda kelamin
sekunder
Buku Ajar I. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Ed.1. 2002. Sagung Seto

Faktor faktor yang


mempengaruhi pertumbuhan

Faktor genetik
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil

akhir proses tumbuh kembang anak. Melalui instruksi genetik


yang terkandung di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat
ditentukan kualitas dan kuantitas pertumhuhan.
Ditandai dengan intensitas dan kecepatan pembelahan, derajat
sensitivitas jaringan terhadap rangsangan, umur pubertas dan
berhentinya pertumbuhan tulang. Termasuk faktor genetik
antara lain adalah berbagai faktor bawaan yang normal dan
patologik, jenis kelarnin, suku bangsa atau bangsa.
Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi
dengan lingkungansecara positif sehingga diperoleh hasil akhir
yang optimal.

Faktor lingkungan
o Lingkungan merupakan faktor yang sangat
menentukan tercapai atau tidaknya potensi
bawaan. Lingkungan yang cukup baik akan
memungkinkan tercapainya potensi bawaan,
sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya.
Lingkungan ini merupakan lingkungan "bio-fisikopsiko-sosial" yang mempengaruhi individu setiap
hari, mulai dari konsepsi sampai akhir hayatnya.
Faktor lingkungan ini secara garis besar dibagi
menjadi:
a) Faktor lingkungan yang mempengaruhi anak pada
waktu masih di dalam kandungan (Faktor pranatal).
b) Faktor lingkungan yang mernpengaruhi tutnbuh
kembang anak setelah lahir (Faktor postnatal) .

A ) FAKTOR LiNGKUNGAN PRANATAL


Faktor lingkungan pranatal yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin
mulai dari konsepsi sampai lahir, antara lain adalah:
Gizi ibu pada waktu hamil.
Gizi ibu yang Jelek sebelum terjadinya keharnilan maupun pada waktu sedang
hamil, lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) atau lahir
mati dan jarang menyebabkan cacat bawaan. Disamping itu dapat pula menye
babkan hambatan pertumbuhan otak janin, anemia pada bayi baru lahir, bayi
baru lahir rnudah terkena infeksi, abortus, dan sebagainya.
Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang dapat menyebabkan kelainan bawaan
pada bayi yang dllahirkan. Demikian pula dengan posisi janin pada uterus dapat
mengakibatkan talipes, dislokasi panggul, tortikolis kongenital, palsi fasialis, atau
kranio tabes.
Toksin/zat kimia.
Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen.
Misalnya obat-obatan- seperti thalidomide, phenitoin, methadion, obat-obat anti
kanker, dan lain sebagainya dapat menyebabkan kelainan bawaan.
Endokrin.
Radiasi.
Infeksi
Stres
Imunitas
Anoksia embrio

B ) FAKTOR LINGKUNGAN POST-NATAL


Bayi baru lahir harus berhasil melewati masa transisi, dari suatu
sistem yang teratur yang sebagian besar tergantung pada organorgan ibunya, ke suatu sistem yang tergantung pada kemampuan
genetik dan mekanisme homeostatik bayi itu sendiri. Perbedaan
lingkungan sebelum dan sesudah anak lahir adalah sebagai berikut
(Menurut Timiras, dikutip dari Johnston 1986):
Masa perinatal yaitu masa antara 28 minggu dalam kandungan
sampai 7 hari setelah dilahirkan, merupakan masa rawan dalam
proses tumbuh kembang anak, khususnyatumbuh kembang otak.
Trauma kepala akibat persalinan akan berpengaruh besar dan dapat
meninggalkan cacat yang permanen. Risiko palsi serebralis lebih
besar pada BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang disertai asfiksia
berat, hiperbilirubinemi yang disertai kern ikterus, IRDS (Idiophatic
Respiratory Distress Syndrome, asidosis metabolik, dan
meningitis/ensefalitis.
Dalam tumbuh kembang anak tidak sedikit peranan ibu dalam
ekologi anak, yaitu peran ibu sebagai "para genetik faktor" yaitu
pengaruh biologisnya terhadap pertuman janin dan pengaruh
psikobiologisnya terhadap pertumbuhan post natal dan
perkembangan kepribadian.

Pemberian ASI/menyusui adalah periode ekstragestasi dengan


payudara sebagai "plasenta eksternal". karena payudara
menggantikan fungsi plasenta tidak hanya dalam memberikan nutrisi
bagi bayi, tetapi juga sangat mempunyai arti dalam perkembangan
anak karena seolah-olah hubungan anak-ibu tidak terputus begitu dia
dilahirkan ke dunia. Demikian pula dengan memberikan ASI sedini
mungkin segera setelah bayi lahir, merupakan stimulasi dini terhadap
tumbuh kembang
Didalam interaksi timbal balik antara ibu dan anak tersebut terdapat
keuntungan :
bayi : selain nilai gizi ASI yang tinggi, juga adanya zat anti pada ASI
yang melindungi bayi terhadap berbagai macam infeksi. Disamping itu
bayi juga merasakan sentuhan, kata-kata dan tatapan kasih sayang
dari ibunya, serta mendapatkan kehangatan yang penting untuk
tumbuh kembangnya.
Ibu : selain menimbulkan perasaan senang dibutuhkan oleh bayinya
sehingga menimbulkan rasa percaya diri, juga adanya sekresi hormon
oksitosin akan mernpercepat berhentinya perdarahan sete!ah melahir
kan dan prolaktin akan mencegah terjadinya ovulasi yang mempunyai
efek menjarang dan kehamilan.
IDAI 2005.2005.Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Jilid I Edisi
Pertama.Jakarta: Sagung Seto)

Mengapa pada umur 1 th belum


bisa berjalan dan berbicara
perkembangan berbicara normal (jalan impuls)
Hemisfer kiri merupakan pusat kemampuan berbahasa pada 94% orang
dewasa kinan dan lebih dari 75% pada orang dewasa kidal.
Pengkhususan hemisfer untuk fungsi bahasa sudah dimulai sejak didalam
kandungan, tetapi berfungsi secara sempurna setelah beberapa tahun
kemudian..
Seperti pada orang dewasa terdapat 3 area utama pada hemisfer kiri
anak khusus untuk berbahasa, yaitu dibagian anterior (area Broca
dan korteks motorik) dan di bagian posterior (area Wernicke).
Informasi yang berasal dari korteks pendengaran primer dan
sekunder, diteruskan ke bagian korteks temporo parietal
posterior (area Wernicke), yang dibandingkan dengan ingatan
yang sudah disimpan. Kemudian jawaban diformulasikan dan
disalurkan oleh fasciculus arcuata ke bagian anterior otak dimana
jawaban motorik dikoordinasi. Apabila terjadi kelainan pada salah
satu dari jalannya impuls ini, maka akan terjadi kelainan bicara.
Kerusakan pada bagian posterior akan mengakibatkan kelainan
bahasa reseptif, sedangkan kerusakan dibagian anterior akan
menyebabkan kelainan bahasa ekspresif.

Hubungan dari riwayat lahir premature, BBL 1700gr


dandirawatdengankeluhan Perbedaan persarafan pada
bayi mature dan premature

Mengapa didapatkan
mikrocephali
Pada saat lahir sutura dan fontanel masih belum
tertutup. Setelah beberapa bulan hidup, sirkumferens
kepala bayi akan lebih melebar, terutama ukuran
badan bayi kecil dibanding umur gestasionalnya.
Bagian posterior kepala tertutup dalam minggu ke
delapan, sedangkan bagian anterior fontanel tertutup
dalam 12 hingga 18 bulan. Jika terjadi kecepatan pada
pelebaran sirkumferens kepala, maka peningkatan
tekanan intrakranial harus di eksklusikan.
Berbagai gangguan pertumbuhan kepala yang dialami
adalah termasuk mikrosefali, makrosefali, kepala
asimetris dan kraniositosis (Lissauer, Clayden, 2002).
Ilmu Kesehatan Anak. Nelson. Vol.1. ed.15. EGC

Mikrosefali diklasifikasikan kedalam tiga kelompok, sesuai


penyebabnya:
Mikrosefali primer jinak berkaitan dengan faktor
genetik. Mikrosefali genetik ini termasuk mikrosefali familial
dan mikrosefali akibat aberasi khromosom. Mikrosefali
akibat penutupan sutura prematur (kraniosinostosis). Jenis
mikrosefali ini berakibat bentuk kepala abnormal, namun
pada kebanyakan kasus tak ada anomali serebral yang jelas.
Mikrosefali sekunder terhadap atrofi serebral.
Mikrosefali sekunder dapat disebabkan oleh infeksi
intrauterin seperti penyakit inklusi sitomegalik, rubella,
sifilis, toksoplasmosis, dan herpes simpleks; radiasi, hipotensi
sistemik maternal, insufisiensi plasental; anoksia; penyakit
sistemik maternal seperti diabetes mellitus, penyakit renal
kronis, fenilketonuria; dan kelainan perinatal serta pascanatal
seperti asfiksia, infeksi, trauma, kelainan jantung kronik, serta
kelainan paru-paru dan ginjal. Jenis mikrosefali ini
berhubungan dengan retardasi mental dalam berbagai
tingkat (Saanin, 2007).

Mikrosefali akibat penutupan sutura


premature
Pertumbuhan pesat kepala terjadi dalam
dua tahun pertama dan 80% dari ukuran
kepala dewasa telah dicapai pada usia 5
tahun. Ini memberi gambaran terhadap
pertumbuhan otak, namun ukuran besar
atau kecilnya kepala biasanya juga
tergantung terhadap faktor keturunan dan
biasanya perlu menggunakan mid-parental
head percentile untuk
menentukannya(Lissauer, Clayden, 2002).

4 domain dari px. milestone

Motorik kasar
Motorik halus
Perilaku sosial
Bahasa

Skrining yang dilakukan untuk


mengetahui anak tersebut mengalami
keterlambatan
A. Tes intelegensi individual (tes IQ)

Tes Stanford-Binet
Fungsi : Mengukur intelegensi dan sudah distandardisasi.
Skor tersedia dalam umur mental atau dalam bentuk angka IQ.
Umur : 2 - 24 tahun.
Catatan : Tes diberikan secara individual dan ada korelasi yang
tinggf dengan kemampuan sekolah.

LIPS (The Leiter International Performance


Scale)

Fungsi : Mengukur intelegensi yang sudah distandardisasi.


Skor tersedia dalam umur mental atau dalam bentuk angka IQ.
Umur : 2 - 18 tahun.
Catatan : Tes ini diberikan secara individual dan ada korelasi yang
tinggi dengan hasil tes Stanford Binet.

WISC (The Wechsler Intelligence Scale for


Children)
Fungsi : Mengukur intelegensia yang sudah
distandardisasi.

Skor IQ tersedia dalam kemampuan verbal dan


skala penuh.
Umur : 6 - 17 tahun.
Catatan : Tes ini diberikan secara individu dan hasilnya mempunyai
kolerasi yang tinggi dengan hasil tes Stanford-Binet dan LIPS.

WPPSI (Wechsler Preschool and Primary


Scale of Intelligence)
Fungsi: Verbal, penampilan, dan skala penuh IQ.
Umur: 4 tahun - 61,1 tahun.
McCarthy Scales of Children's Abilities

Fungsi: Indeks kognitif umum (IQ ekivalen).

Skor untuk: verbal, kuantitatif, memori, motorik.


Umur: 2 1/2 tahun - 8 tahun.

B. Tes Presentasi
Gray oral reading test-revised (GORT-R)
Fungsi : Tes baca standar, yang hasilnya menunjukkan tingkat
terendah 1.4 ata gagal.

Skor maksimum adalah tingkat sekolah menengah.


Umur : Kelas 1 - 12 (SD kelas 1 - SMA kelas 3)
Catatan : Diberikan secara individual dan hasilnya menunjukkan kolerasi
yan; tinggi dengan tingkatan sekolah.

WRAT (Wide Range Achievement Test)


Fungsi : Untuk mengukur prestasi pelajar dalam bidang:
berhitung, mengej perbendaharaan kata-kata, dan
pemahaman membaca.
Umur : 5 tahun - dewasa
Catatan : Tes ini diberikan secara kelompok, dan hasilnya
mempunyai kole dengan tingkat sekolah yang sebenarnya.

Peabody 19dividual Achievement Test


Fungsi : Untuk identifikasi kata-kata: rnengeja. ilmu pasti,
membaca, dan informasi umum.
Umur : 5 - 18 tahun.

didapatkan tonus ke 4
ekstremitashipertonidan head lag nya+

Sikap kepala bayi sewaktu badannya diangkat


dapat memberikan informasi perkembangan
motorik. Sebelum usia 5 bulan kepala jatuh lunglai
bila badan diangkat dari posisi berbaring dengan
cara menarik kedua tangan ke atas. Setelah usia 5
bulan bayi dapat menegakkan kepalanya baik
sewaktu badannya hendak didudukkan dengan
mengangkat kedua lengannya, maupun pada
waktu didudukkan sambil dipegang. Bayi dengan
hipotonia memperlihatkan leher yang lemas (head
lag) yang mencirikan perkembangan motorik yang
terbelakang atau keadaan patologis oleh berbagai
abnormalitas SSP dan kelainan motor neuron.
Sidharta, P., Pemeriksaan Neurologik Pada Bayi dalam Tata
Pemeriksaan Klinis Dalam Neurologi, Cetakan keempat, Dian
Rakyat, Jakarta, 1999.

DD dan Diagnosis
SINDROM DOWN
Definisi:
Adalah suatu kelainan kromosom autosomal dimana
terdapat kromosom 21 yang berlebih yang terletak
pada bagian lengan bawah.
Etiologi:

Genetik
Radiasi
Infeksi
Auotoimun
Umur ibu
Umur ayah
(Tumbuh kembang anak, dr.Soetjiningsih, spak, 1995)

Gejala klinis
BB baru lahir biasanya kurang dari normal, sutura sagitalis
yang terpisah, fissura palpebralis yang miring, jarang yang
lebar antara jari kaki I dan II, fontanella palsu , plantar
crease jari kaki I dan II, heperfleksibilitas, peningkatan
jaringan disekitar leher, bentuk palatum yang abnormal,
hidung hipoplastik, kelemahan otot, hipotonia, bercak
brushfield pada mata, mulut terluka, lidah terjulur, lekukan
epikantus, single plantar crease pada tangan kiri,
single plantar crease pada tangan kanan,
brachyclinidactily tangan kiri, brachyclinidactily
tangan kanan, jarak pupil yang melebar, tangan yang
pendek dan lebar, oksiput yang datar, ukurang telnga
yang abnormal, kaki yang pendek yang lebar, bentuk /
struktur telinga yang abnormal, letak telinga yang
abnormal, kelainan tangan lainnya, kelainan mata lainnya,
sindaktili, kelainan kaki lainnya, kelainan mulut lainnya.
Tumbuh kembang anak, dr.Soetjiningsih, spak)

CEREBRAL PALSY
Definisi
Cerebral palsy merupakan sekumpulan
penyakit kronik yang melibatkan otak dan
fungsi sistem saraf. Gangguan tersebut dapat
menyebabkan berbagai macam gejala seperti
gannguan pergerakan, belajar, mendengar,
melihat, dan berpikir. Hal ini disebabkan oleh
karena satu atau lebih kerusakan diarea yang
spesifik di otak. Bisa terjadi selama berada
dalam kandungan (fetal development) atau
pada saat infancy.Hal ini berarti penyakit ini
dapat terjadi sebelum, selama, ataupun
sesudah melahirkan.

Karakteristik dari cerebral palsy adalah ketidak


mampuan untuk mengatur fungsi motorik secara
sepenuhnya, khususnya mengatur pergerakan
otot dan koordinasi. Tergantung daripada area
otak mana yang terkena, seseorang dengan
cerebral palsy dapat mempunyai satu atau lebih
dari gejala berikut ini:
Otot yang mengencang (tightness) atau spasme
Pergerakan yang tidak dapat dikontrol
(involuntary movement)
Gangguan gait dan mobilisasi
Gangguan sensasi dan persepsi
Gangguan penglihatan,pendengaran atau
berbicara
Kejang

Etiology
Cerebral palsy terjadi dikarenakan adanya kerusakan pada otak.
Kerusakan pada otak dapat terjadi karena berbagai hal. Dan
kerusakan ini dapat terjadi selama :
Sebelum melahirkan (fetal development)
Selama melahirkan
Sesudah melahirkan

Pada cerebral palsy masih belum diketahui secara pasti apa yang
menyebabkan kerusakan otak dan bagaimana menghindarinya.
Secara umum, ada 2 hal utama penyebab dari cerebral palsy, yaitu
Kegagalan otak untuk berkembang (developmental brain
malformation)
Kerusakan saraf yang terjadi ketika otak sedang berkembang
Apapun penyebab dari cerebral palsy, derajat keburukannya
ditentukan dari tipe dan waktu dari injury. Contohnya pada bayi
premature, perdarahan diotak (intraventricular hemorrhage) dapat
menyebabkan kerusakan yang parah. Dan juga semakin lama otak
pada bayi tidak mendapat suplai oksigen, semakin parah pula
kerusakan pada jaringan otak.
10-15% cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan otak, yang dapat
disebabkan oleh infeksi (seperti meningitis), perdarahan pada otak,
dan kerusakan lain yang dapat menyebabkan otak kekurangan
suplai oksigen.

Macam macam gangguan


pertumbuhan
Hampir sama dengan DD

Rehab medik dan px. Penunjang lain

Anda mungkin juga menyukai