Anda di halaman 1dari 4

Upaya kesehatan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu,

terintregasi, dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan


masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit dan
pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan oleh masyarakat.
Promotif

Upaya
Kesehatan

Preventif
Kuratif
Rehabilita
tif

Pasal 47 Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan mengatakan, upaya


kesehatan tersebut diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh dan
berkesinambungan, sedangkan menurut Pasal 48, UU No. 36 tahun 2009 menyatakan bahwa
penyelenggaraan Pasal 47 dilaksanakan melalui kegiatan:

Pelayanan kesehatan
Pelayanan kesehatan tradisional
Peningkatan kesehatan dan Pencegahan penyakit
Penyembuhan penyakit dan Pemulihan kesehatan
Kesehatan reproduksi,
Keluarga berencana
Kesehatan sekolah
Kesehatan olahraga
Pelayanan kesehatan pada bencana
Pelayanan darah
Kesehatan gigi dan mulut,
Penanggulangan gangguan penglihatan dan pendengaran
Kesehatan mata
Pengamanan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan,

Pengamanan makanan dan minuman


Pengamanan zat adiktif, dan/atau,
Bedah mayat.

Diantara upaya-upaya kesehatan tersebut istilah pelayanan kesehatanlah yang paling sering
kita dengar penggunaan nya. Undang- Undang kesehatan No.36 tahun 2009 Pasal 52 ayat 1,
mengkategorikan pelayanan kesehatan itu menjadi dua yaitu pelayanan kesehatan perseorangan
dan pelayanan kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan yang sebagaimana dimaksud pada
ayat 1 tersebut meliputi kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif,
sedangkan menurut Pasal 53 ayat 1 UU No. 36 tahun 2009, pelayanan kesehatan perorangan
ditujukan untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kesehatan perseorangan dan keluarga,
sedangkan ayat 2 nya mengatakan pelayanan kesehatan masyarakat ditujukan untuk memelihara
dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit suatu kelompok dan serta mencegah
penyakit suatu kelompok dan masyarakat. Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dapat
diselenggarakan di beberapa tempat atau sarana pelayanan kesehatan seperti Rumah sakit,
Puskesmas, balai pengobatan, praktik dokter, dan sarana kesehatan lainnya.

Perorangan

menyembuhkan
penyakit dan
memulihkan kesehatan
perseorangan dan
keluarga

Masyarakat

memelihara dan
meningkatkan
kesehatan serta
mencegah penyakit
suatu kelompok dan
masyarakat

Pelayanan Kesehatan

1. Promotif

Definisi : Suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih
mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan.
Sasaran : kelompok orang sehat
Tujuan : mampu meningkatkan kesehatan
Contoh:
a. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat melalui penyuluhan
b. Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan
c. Penyediaan makanan yang cukup baik dari segi kualitas & kuantitas
d. Usaha kesehatan jiwa
2. Preventif
Definisi : Suatu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan/penyakit
(primary prevention)
Sasaran : Kelompok orang sehat & kelompok risiko tinggi (ibu hamil, bayi, obesitas,
PSK, dan lain-lain)
Tujuan : Mencegah kelompok tersebut agar tidak jatuh sakit
Contoh :
a. Imunisasi
b. Deteksi dini kasus dan faktor risiko
c. Pemeriksaan berkala di puskesmas / posyandu
d. Pemberian vitamin A, iodium di puskesmas / posyandu
3. Kuratif
Definisi: Suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan untuk
menyembuhkan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit, pengendalian
penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat dijaga seoptimal
mungkin (secondary prevention)
Sasaran : Para penderita penyakit
Tujuan : Mencegah penyakit tidak menjadi lebih parah
Contoh:
a. Pemberian obat
b. Dukungan penyembuhan dan perawatan
c. Perawatan penderita penyakit sebagai kelanjutan perawatan dari puskesmas dan
RS
4. Rehabilitatif
Definisi : Suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk mengembalikan bekas
penderita kedalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat

yang berguna untuk dirinya dan masyarakat semaksimal mungkin sesuai dengan
kemampuannya (tertiary prevention)
Sasaran : Para penderita penyakit yg baru sembuh (recovery) dari suatu penyakit
Tujuan : Segera pulih kembali kesehatannya & / mengurangi kecatatan seminimal
mungkin
Contoh:
a. Latihan fisik tertentu bagi penderita penyakit tertentu (Stroke fisioterapi)

DAFTAR PUSTAKA
UU 36 Tahun 2009
Permenkes no.75 tahun 2014 tentang puskesmas
Materi Kuliah DHF Modul 3.2. November 2014