Anda di halaman 1dari 1

HASIL TELAAH

Berdasarkan surat dari ketua pengadilan tinggi ambon, nomor : W27-U/1146/KP.04.1/XI/2015,


tanggal November 2015 perihal Mohon petunjuk yang ditujukan kepada Kepala Badan
Pengawasan Mahkamah Agung RI di jakarta, dan berdasarkan lembar disposisi dari sekretaris
badan pengawasan, tanggal 7 desember 2015, maka dengan ini disampaikan hasil telaah
sebagai berikut :
Dasar Hukum
1. Bahwa, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, pada Pasal 73 angka 1
disebutkan Setiap PNS dapat dimutasi tugas dan/atau lokasi dalam 1 (satu) Instansi
Pusat, antar-Instansi Pusat, 1 (satu) Instansi Daerah, antar-Instansi Daerah, antarInstansi Pusat dan Instansi Daerah, dan ke perwakilan Negara Kesatuan Republik
Indonesia di luar Negeri.
2. Bahwa, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, pada Pasal 73 angka 2
disebutkan Mutasi PNS dalam satu Instansi Pusat atau Instansi Daerah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.
3. Bahwa, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, pada Pasal 76 angka 1
disebutkan Penilaian kinerja PNS dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada
tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi, dengan memperhatikan target, capaian,
hasil, dan manfaat yang dicapai, serta perilaku PNS.
4. Bahwa, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, pada Pasal 76 angka 2
disebutkan Penilaian kinerja PNS dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel,
partisipatif, dan transparan.
5. Bahwa, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 pada Pasal 3 ayat 5 disebutkan
Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada PNS dengan penuh
pengabdian, kesadaran,dan tanggung jawab.
6. Bahwa, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 pada Pasal 3 ayat 7 disebutkan
mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau
golongan.
7. Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara, Nomor 13 Tahun 2003, pada Lampiran
I, pada Huruf C angka 7, disebutkan bahwa Pegawai negeri sipil yang diperbantukan
adalah pegawai negeri sipil yang melaksanakan tugas di luar instansi induknya yang
gajinya dibebankan pada Instansi yang menerima perbantuan.
Kesimpulan
1. Bahwa pegawai titipan dengan yang dimaksud dalam surat, sepanjang penelaahan tidak
diketahui dalam aturan perundang-undangan kepegawaian yang berlaku;
2. Bahwa dalam sistem penilaian prestasi kerja, PNS bertanggung jawab kepada atasan
langsung dan atau pejabat penilai pada satuan kerja yang bersangkutan.
3. Bahwa dengan terjadinya hal seperti dimaksud dalam surat, akan berimplikasi terhadap
aturan kepegawaian yang berlaku.
4. Bahwa, terhadap hal sebagaimana dimaksud agar dilakukan dengan mekanisme mutasi
kepegawaian sesuai dengan ketentuan aturan kepegawaian yang berlaku.
Demikian hasil telaah ini disampaikan.
Penelaah
Auditor Kepegawaian
Faizal Amir, SH