Anda di halaman 1dari 30

RENCANA INDUK SPAM

MENURUT PERMEN PU
NOMOR :
18/PRT/M/2007
By : ADI ARIANTO, ANGELICA DEASY ,
DEVI ANGGRAINI, EMMIE SETYORINI,
ERGIAN BAHARI

Pengertian RI SPAM
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN SPAM
ADALAH SUATU RENCANA JANGKA PANJANG
(15-20 TAHUN) YANG MERUPAKAN BAGIAN
ATAU TAHAP AWAL DARI PERENCANAAN AIR
MINUM JARINGAN PERPIPAAN DAN BUKAN
JARINGAN
PERPIPAAN
BERDASARKAN
PROYEKSI KEBUTUHAN AIR MINUM PADA
SATU PERIODE YANG DIBAGI DALAM
BEBERAPA
TAHAPAN
DAN
MEMUAT
KOMPONEN UTAMA SISTEM BESERTA DIMENSI
DIMENSINYA

Aspek keterpaduan dengan


sarana dan prasarana
sanitasi sejak dari sumber
air hingga unit pelayanan
Keterpaduan diwujudkan dalam bentuk
gambar yang memuat lokasi-lokasi sarana dan
prasarana SPAM beserta sarana dan prasarana
sanitasi dalam rangka perlindungan dan
pelestarian air

Penyusunan RI SPAM

Penyusunan Rencana
Induk Pengembangan
SPAM memperhatikan :

Wajib disosialisasikan
oleh penyelengaara
bersama pemerintah
lewat konsultan publik

DITETAPKAN

Sosialisasi RI SPAM

Rencana Induk
Pengembangan SPAM

Menjaring masukan dan


tanggapan masyarakat

Minimal 3 kali dalam


12 Bulan

Dihadiri : masyarakat di wilayah


layanan dan yang terkena
dampak, tokoh masyarakat, LSM
dan perguruan tinggi

Sosialisasi RI SPAM

Konsultansi Publik

RI SPAM (jenis-jenis rencana induk, periode


perencanaan, penetapan rencana induk)
Muatan dan Pelaksana Penyusunan RI SPAM
(meliputi muatan, persyaratan teknis pelaksana
dan tenaga ahli penyusunan RI SPAM)
Tata Cara Penyusunan RI SPAM dan Konsultasi
Publik (meliputi ketetntuan umum, teknis, tata
cara penyusunan RI, cara pengerjaan dan tata
cara konsultansi publik)
Survei untuk penyusunan RI SPAM

Ruang Lingkup

Pendahuluan (meliputi ruang lingkup, acuan


normatif, istilah dan definisi)

RI pengembangan SPAM
Lintas Kabupaten dan/
atau Kota
RI pengembangan SPAM
Lintas Provinsi

Jenis RI SPAM

RI pengembangan SPAM di
dalam satu wilayah
administrasi Kabupaten/
Kota

TATA CARA PENYUSUNAN RISPAM DAN KONSULTASI PUBLIK


Ketentuan
Umum

Tenaga ahli yang


bersertifikat
berpengalaman
dibidangnya
Data baik dalam bentuk
angka dan peta lokasi
studi SPAM

Ketentuan
Teknis

Standar tata cara survei


dan pengkajian wilayah
studi daan wilayah
pelayanan
Standar tata cara survei
dan pengkajian sumber
daya air baku
Standar tata cara survei
dan pengkajian
geoklimatografi dan
topografi
Standar tata cara survei
dan pengkajian
demografi dan
ketatakotaan

TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA


INDUK PENGEMBANGAN SPAM
A. RENCANA UMUM
RTRW
Sarana dan
prasarana kota
yang ada
(infrastruktur):

Data
kesehatan
kondisi sanitasi
dan kesehatan
lingkungan

Peta Topografi

PENGUMPULAN
DATA
SEKUNDER

Data sosial
ekonomi
karakteristik
wilayah dan
kependudukan

Data dan Peta


gambaran
umum
hidrologi

Data curah
hujan dan
tangkapan air.
Data
demografi saat
ini dan 10
tahun terakhir

Penggunaan
lahan dan
rencana tata
guna lahan

Perkiraan kebutuhan air didasarkan pada informasi data sekunder.


kebutuhan air diklasifikasikan berdasarkan aktifitasperkotaan atau
masyarakat

Tingkat dan cakupan pelayanan yang ada


Jumlah langganan tunggu atau potensial
Terdapat kapasitas belum dimanfaatkan (idle capacity)

Teknis (Kinerja Pelayanan, Tingkat Kebocoran, Prosedur dan kondisi


operasi dan perawatan, Tingkat kebocoran)
Non Teknis (Kondisi dan kinerja baik keuangan maupun karyawan)

Perkirakan
kebutuhan air

Identifikasi
permasalahan
dan kebutuhan
pengembangan
SPAM

Evaluasi
Sistem
Eksisting

RENCANA UMUM

LANJUTAN....

program pengembangan karyawan yang tercapai


melalui pendidikan dan pelatihan.

alternatif harus dikaji aspek teknis dan ekonomis


Pradesain dan alternatif terpilih merupakan dasar
dalam prakiraan biaya investasi dan prakelayakan
teknis.
Jarak dan beda tinggi sumber-sumber air
Debit optimum (safe yield) sumber air
Kualitas air dan pemakaian sumber air saat ini
(bila ada)

Kembangkan
kelembagaan dan
sumber daya
manusia
Kembangkan
alternatif
Identifikasi air baku

RENCANA UMUM

LANJUTAN....

RENCANA UMUM

LANJUTAN....

Pilih alternatif sistem

Teknis
Ekonomis
Lingkungan
Angka pravalensi penyakit

Rencana pengembangan
Rencana kegiatan utama pentahapan
Rencana pengembangan sumber daya manusia
Dimensi-dimensi Pokok dari Sistem
Rekomendasi langkah-langkah penguasaan dan pengamanan sumber
air baku
Rencana pentahapan 5 tahun
Rencana tingkat lanjut

B. RENCANA JARINGAN
Tujuan

Berdasarkan

perluasan
pelayanan dan
cakupan dari
SPAM

rencana
pengembangan
tata kota

Peningkatan
Pelayanan dari
SPAM

jaringan
distribusi utama

LANGKAH-LANGKAH PENGERJAAN
PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR
MINUM
Tentukan daerah
pelayanan

Tentukan diameter
pipa dan
perhitungan hidrolis

langkah-langkah
pengerjaan
perencanaan
jaringan distribusi
air minum

Tentukan
kebutuhan air di
setiap titik sampul
jaringan distribusi
utama lingkaran

Kumpulkan data
untuk daerah
pelayanan

Gambarkan sistem
jaringan distribusi
utama

PROGRAM DAN KEGIATAN


PENGEMBANGAN
pengembangan cakupan
atau pelayanan SPAM
dengan jaringan
perpipaan eksisting

Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum

pengembangan SPAM
bukan jaringan
perpipaan terlindungi
menjadi SPAM dengan
jaringan perpipaan
pengembangan SPAM
bukan jaringan
perpipaan tidak
terlindungi menjadi
terlindungi

Jika air permukaan telah terkontaminasi, maka kualitas air tanah secara bakteriologis
lebih aman daripada air permukaan

Air tanah
dalam

Mata air

sering dijumpai mengandung CO2

pengisiannya (inflow) umumnya berasal dari satu atau beberapa sungai


Alternatif sumber danau dapat diperbandingkan dengan air permukaan sungai apabila
volume ai danau jauh lebih besar dari aliran sungai-sungai yang bermuar kedalamnya

Memerlukan pengolahan untuk menghasilkan air minum


Alternatif sumber air sungai baru dapat diperbandingkan dengan mata air, jika lokasi
intake terletak dekat dengan daerah pelayanan

Danau atau
Rawa

Air sungai

PEMILIHAN ALTERNATIF SUMBER AIR


DIDASARKAN PADA PERTIMBANGAN :

PROSEDUR DALAM PEMILIHAN SUMBER DALAM


PENYUSUNAN RENCANA INDUK SPAM :
Pengaruh yang ditimbulkan akibat pengambilan sumber
air
Investasi untuk biaya eksploitasi serta biaya
pengoperasian dan
pemeliharaan dibuat yang terendah
Dampak lingkungan yang mungkin timbul diusahakan
sekecil mungkin.

pemanfaatan kapasitas belum terpakai atau idle


capacity
pengurangan air tak berekening (ATR)
pembangunan baru (peningkatan produksi dan perluasan
sistem

memenuhi tujuan tersedianya air dalam jumlah yang


cukup dengan kualitas yang memenuhi persyaratan air
minum
tersedianya air setiap waktu
tersedianya air dengan harga yang terjangkau

strategi pemecahan
permasalahan dan
pemenuhan
kebutuhan air minum

Kriteria dan standar


pelayanan

KRITERIA DAN STANDAR


PELAYANAN

RENCANA SUMBER DAN ALOKASI


AIR BAKU.
Kebutuhan
Air

Proyeksi
penduduk

Kehilangan
air fisik
maksimal
15%

kebocoran pada
pipa transmisi
dan pipa induk

Identifikasi
jenis
penggunaan
non domestik

kebocoran dan
luapan pada
tangki reservoir

Pemakaian air
untuk setiap
jenis
penggunaan

kebocoran pada
pipa dinas
hingga meter
pelanggan

RENCANA KETERPADUAN DENGAN


PRASARANA DAN SARANA SANITASI
identifikasi potensi pencemar
terhadap limbah cair dan padat yang
dihasilkan dari kegiatan domestik dan
industri

identifikasi potensi pencemar dengan


pengamatan visual dan uji
laboratorium
Perlindungan terhadap pencemar
identifikasi potensi pencemar daerah
sekitar air baku paling sedikit
memiliki jarak sejauh radius 10 meter
dari sumber air baku

identifikasi karakteristik buangan dari


IPA

pengkajian kembali terhadap perundang-undangan


terkait terhadap kelembagaan
kajian terhadap batas wilayah administrasi
pemerintahan, tugas dan kewenangan instansi tertentu
kajian terhadap struktur organisasi yang ada

metode analisis finansial


menghitung kebutuhan biaya untuk jangka pendek,
jangka menengah dan jangka panjang

Rencana
pengembangan
kelembagaan

Rencana
Pembiayaan dan
Pola Investasi

RENCANA PEMBIAYAAN DAN


PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN

TATA CARA KONSULTASI PUBLIK


Konsultasi publik harus dilakukan sekurangkurangnya tiga kali dalam kurun waktu 12
bulan.
Dihadiri oleh masyarakat di wilayah layanan
dan masyarakat di wilayah yang diperkirakan
terkena dampak.
Mengundang tokoh masyarakat, LSM, perguruan
tinggi.

CONTOH RENCANA
INDUK SISTEM
PENYEDIAAN AIR
MINUM
RISPAM KOTA SALATIGA
TAHUN 2013

RISPAM KOTA SALATIGA

BAB I PENDAHULUAN
BAB II GAMBARAN UMUM KOTA SALATIGA
BAB III KONDISI EKSISTING SPAM
BAB IV STANDAR/KRITERIA PERENCANAAN
BAB V PROYEKSI KEBUTUHAN AIR
BAB VI POTENSI AIR BAKU
BAB VII RENCANA PENGEMBANGAN SPAM
BAB VIII RENCANA PENDANAAN INVESTASI
BAB IX RENCANA PENGEMBANGAN
KELEMBAGAAN PELAYANAN AIR MINUM

KONDISI EKSISTING SPAM KOTA


SALATIGA

Unit air baku : sumur dalam & mata air


Unit produksi :
Kapasitas terpasang 318 l/dtk
Kapasitas rata-rata 296 l/dtk
Unit distribusi : sistem gravitasi dan pompa
Unit pelayanan :
Cakupan pelayanan 74,83%
(PDAM 70,90%; Non-PDAM 3,93%)
Tingkat kebocoran : 24,67%

STANDAR/KRITERIA
PERENCANAAN

Standar kebutuhan air domestik :


150 l/org/hari
Kebutuhan air non domestik 15% dari kebutuhan
air domestik
Kebocoran air 20%
Faktor hari maksimum (peak day) 1,1
Faktor jam puncak (peak hour) 1,5
Periode perencanaan 20 tahun
(ditinjau ulang per 5 tahun)

PROYEKSI KEBUTUHAN AIR

Proyeksi jumlah penduduk


Tahun 2013 = 174.648 jiwa
2033 = 198.325 jiwa
Proyeksi kebutuhan air
Tahun 2013 = 314.73 l/dtk
2033 = 393.17 l/dtk

POTENSI AIR BAKU

Air permukaan : mata air dan sungai


Air tanah : sumur dalam

RENCANA PENGEMBANGAN SPAM

Sistem pelayanan : jaringan perpipaan & nonperpipaan


Wilayah : wilayah PDAM & non-PDAM
Cakupan/tingkat pelayanan
PDAM

: 90%
Non-PDAM : 10%

Penurunan kebocoran : 20%


Dilakukan dalam kurun waktu 20 tahun, dibagi
menjadi 4 tahap:
Tahap

I (2014 2018)
Tahap II (2019 2023)
Tahap III (2024 2028)
Tahap IV (2029 2033)

RENCANA PENDANAAN
INVESTASI

Kebutuhan investasi : Rp. 2.170.325.777.135


Kelayakan keuangan :
pay back periode 18 tahun
NPV negatif
IRR < 4-6%

Sumber pola pendanaan


APBN
APBD
PDAM

: 41,98%
: 27,06%
: 30,96%

Tidak layak/tidak
menarik bagi
investor

RENCANA PENGEMBANGAN
KELEMBAGAAN PELAYANAN AIR
MINUM

Lembaga penyelenggara
PDAM & Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)
Struktur organisasi
PDAM : Permendagri 2/2007
Kebutuhan SDM
rasio 8:1000
Rencana pengembangan SDM
pendidikan & pelatihan