Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH BAHAN ALAM

UJI SENYAWA DAN PEMBUTAN INFUSA DAUN PURI

Dosen : Husnani M.Sc,Apt


Di Susun Oleh:
Nama: Dedi Febriandi
Nim: (138911)

AKADEMI FARMASI YARSI PONTIANAK


TAHUN 2015-2016

KATA PENGANTAR
Assalamu Alaikum Wr Wb
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga makalah
yang berjudul UJI SENYAWA DAN PEMBUTAN INFUSA DAUN PURI
dapat tersusun dengan baik dan dapat disajikan dengan baik.
Kami

menyadari

bahwa

dalam

penyusunan

maupun

pengkajiannya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Oleh


karena itu, kritik dan saran dari berbagai pihak yang sifat-sifatnya
membangun sangat kami harapkan, demi untuk perbaikan di masa yang
akan datang.
Demi kelancarannya mengerjakan tugas ini kami ucapkan terima
kasih kepada Kedua orang tua kami yang telah memberikan motivasi
dan semua teman teman yang ikut membantu dalam penyusunan
makalah ini. Kami dari tim penulis juga mengucapkan terima kasih
kepada dosen pengampu atas ilmu baru yang kami dapatkan dari
makalah ini yang merupakan salah satu ilmu yang belum pernah kami
dapatkan sebelumnya Semoga saja dalam penyusunan makalah ini,
dapat memberi manfaat bagi peserta diskusi, dan kami dari tim penulis
memohon maaf, apabila terdapat kesalahan kata ataupun kalimat yang
tidak pantas untuk ditampilkan dalam sebuah diskusi, sehingga kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan
karunianya kepada kita semua, dan akhirnya mudah-mudahan makalah
ini walaupun sederhana dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
bagi

para

pembaca

pada

umumnya.

Amiin

ya

robbal

alamin.Wassalamu Alaikum Wr Wb
Pontianak,23 oktober 2015

Penyusun

Daftar Isi
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2
BAB 1 ................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 4
1.1

Latar Belakang .................................................................................................... 4

1.2 Perumusan Masalah .................................................................................................. 4


1.3 Tujuan ....................................................................................................................... 4
1.4 Manfaat ..................................................................................................................... 4
BAB II ................................................................................................................................... 5
TINJAUNAN PUSTAKA ......................................................................................................... 5
2.1

Urauian umum tanaman furi .............................................................................. 5

BAB III .................................................................................................................................. 7


METOTODOLI PENELITIAN .................................................................................................. 7
3.1 Skrining Fitokimia ...................................................................................................... 7
3.2 Alat ............................................................................................................................ 8
3.3 Bahan ........................................................................................................................ 8
3.4 Cara Kerja .................................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 10

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Depresi merupakan gangguan emosional dan jiwa yang paling umum di
dunia. Depresi adalah gangguan kondisi emosional atau jiwa seseorang. Depresi
umumnya terjadi pada wanita sekitar 25%,pria 10% dan remaja 5%. Penyebab
utama terjadinya depresi yaitu adanya gangguan keseimbangan neurotransmitter di
otak serta adanya faktor keturunan (Tjay dan Raharja, 2007). Saat ini telah tersedia
banyak obat-obat sintetis yang digunakan sebagai antidepresan diantaranya
amitriptilin dan imipramin. Namun,penggunaan obat-obat tersebut menimbulkan
efek samping yaitu penglihatan kabur, obstipasi, mulut kering dan retensi urin.
(Gunawan,2009). Hal inilah yang membuat masyarakat ingin menggunakan obatobatan yang efektif dalam penyembuhan dan memiliki efek samping yang lebih
sedikit dari obat-obat antidepresan sintetis yaitu obat-obatan tradisional.
1.2 Perumusan Masalah
Tanaman kratom telah digunakan sebagai sedative (penenang).Tanaman kratom
mengandung senyawa alkaloid flavonoit dan saponin.Perumusan masalah dalam penelitian
ini adalah :
1. Apakah infusa daun kratom memiliki efek antidepresi ?
2. Mengetahui pada konsentrasi beapa infusa daun kecubung memberikan efek
antidepresi ?

1.3 Tujuan
Tujuan dri penelitian ini adalah :
1. membuktikan efek antidepresi infusa daun kratom
2. mengetahui konsentrasi infusa daun kratom yang memiliki efek anti depresi
terhadaphewan uji mencit putih jatan.
1.4 Manfaat
Dengan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah
wawasan dalam bisang farmakologi kepada pihak lain atau masyarakat yang secara
empiris memiliki khasiat sebagai antidepresi dan dapat dijadikan sebagai data awal
untuk penelitian lebih lanjut.

BAB II
TINJAUNAN PUSTAKA

2.1Urauian umum tanaman furi


Salah satu tanaman obat tradisional yang telah digunakan untuk terapi berbagai
penyakit adalah tanaman kratom (Mitragyna speciosa Korth.). Kratom merupakan tanaman
asli penduduk di Asia Tenggara khususnya di Thailand, Malaysia, dan Indonesia[5]. Secara
empiris, daun segar atau kering kratom dapat dikunyah, diseduh menjadi teh, atau dijadikan
rokok[6]. Kratom digunakan dalam obat rakyat sebagai stimulan pada dosis rendah, dan
pada dosis tinggi dapat memiliki efek sedatif[7].
Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan salah satu tanaman endemik di
Asia Tenggara seperti, Thailand, Malaysia dan Indonesia yang telah digunakan untuk
mengobati berbagai penyakit. Daun kratom sudah digunakan di Thailand untuk efek seperti
opium dan coca yang memiliki kemampuan stimulan untuk melawan rasa letih dan
meningkatkan daya tahan terhadap sinar matahari serta digunakan untuk mengobati diare
dan untuk menghentikan pecandu morfin5. Daun kratom apabila digunakan dalam dosis
yang rendah (2-10 gram) dapat memberikan efek stimulan, sementara dosis yang lebih
tinggi dapat memberikan efek seperti opium, selain efek penenang dan euforia 6.
Kandungan utama dari daun kratom ini adalah alkaloid indol, yaitu mitraginin (66,2%) dan
7-hidroksimitraginin (2,0%)7. Mitraginin menunjukkan secara signifikan penurunan
aktivitas lokomotor pada tikus8. 7-hidroksimitraginin bekerja pada ujung saraf dan
menghambat pelepasan neurotransmitter5. Selain alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid
saponin dan derivat glikosida juga pernah dilaporkan terdapat
Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) memiliki kandungan kimia berupa senyawa
alkaloid, saponin, flavonoid, tritrpenoid, dan derivat glikosida[8]. Beberapa penelitian
terdahulu menyatakan bahwa senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin merupakan
senyawa yang memiliki pontensi efek sedatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efek sedatif dari infusa daun kratom sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai obat
alternative untuk mengatasi gangguan tidur (insomnia) sekaligus memperluas cakrawala
pengetahuan bidang farmakologi dan fitofarmaka dari tumbuhan obat Indonesia.
Di

beberapa

daerah

kratom

memiliki

nama

yang

berbeda

seperti:

Red thai kratom (thailand), Red thai bali (Bali), Borneo kratom (Kalimantan). Kratom relex
(Riau).

Contoh gambar daun purik ( kratom )

BAB III
METOTODOLI PENELITIAN

3.1 Skrining Fitokimia


Uji Polifenol

Ekstrak infusa diteteskan di atas pelat tetes dan ditambah larutan FeCl 3. Hasil
positif ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi biru-hitam[10].
Uji Alkaloid
Ekstrak infusa ditambahkan dengan larutan basa amonia 1% dan kloroform di
dalam tabung reaksi, dikocok, kemudian lapisan kloroform dipipet dan ditambahkan HCl
2 N lalu dikocok. Larutan yang didapat dibagi dua, masing-masing ditambah dengan
pereaksi Mayer dan Dragendorf. Hasil positif, pereaksi Mayer menimbulkan endapan putih
dan pereaksi Dragendorf menimbulkan kekeruhan dan endapan berwarna jingga[10].

Uji Triterpenoid dan Steroid


Ekstrak infusa ditambahkan dengan eter lalu dikocok. Lapisan eter diambil dan
diuapkan dengan cawan penguap di atas penangas air. Filtrat yang didapat ditambahkan
dengan pereaksi Lieberman-Burchard. Hasil positif untuk senyawa steroid ialah timbulnya
warna hijau sedangkan untuk senyawa triterpenoid hasil positif ditandai dengan munculnya
warna merah[10].

Uji Flavonoid
Ekstrak infusa sebanyak 2 mL ditambahkan dengan sedikit serbuk magnesium dan
2 mL HCl 2N. Hasil positifnya adalah larutan berubah warna menjadi jingga sampai
merah[10].

Uji Tanin
Ekstrak infusa di dalam tabung reaksi ditambahkan beberapa tetes larutan FeCl3
1%. Perubahan warna menjadi biru tua menunjukkan keberadaan tanin[11].

Uji Saponin

ekstrak infusa dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 10 mL


air panas, setelah itu didinginkan dan dikocok kuat-kuat selama 10 menit hingga terbentuk
buih yang mantap selama tidak kurang 10 menit setinggi 1 cm sampai 10 cm. pada
penambahan 1 tetes asam klorida 2 N, buih tidak hilang maka kemungkinan ada saponin[10].

Uji Efek Sedatif


Mencit jantan galur BALB/c diadaptasikan selama 7 hari. Randomisasi mencit
dalam 5 kelompok, yaitu 1 kelompok kontrol positif (Diazepam), 1 kelompok kontrol
negatif (Akuades), dan 3 kelompok perlakuan yakni infusa daun kratom dengan dosis 1,95
g/KgBB (Dosis 1); 3,90 g/KgBB (Dosis 2); dan 7,80 g/KgBB (Dosis 3). Pada menit ke-0
hingga menit ke-120 setelah pemberian obat secara oral, mencit diuji efek sedatifnya
menggunakan metode traction test dan fireplace test.

3.2 Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah
timbangan digital (BEL Engineering), alat-alat gelas, stopwatch, ball filler, hot plate
(Schott), kain flanel, sonde oral, Spuit 1 mL (One Med), termometer (France), Traction
Test termodifikasi, Fireplace Test termodifikasi, dan alumunium foil.

3.3 Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah
daun kratom, akuades, larutan basa ammonia 1% (Merck), asam klorida (Merck), pereaksi
Mayer, pereaksi Dragendrof, pereaksi Lieberman-Berchard, serbuk magnesium (Merck),
FeCl3 (Merck), tablet Diazepam 2 mg No Batch: NF2604 (Sanbe), asam sulfat (Merck),
kloroform (Merck), asam asetat glasial (Merck).

3.4 Cara Kerja


Sampel yang digunakan adalah daun kratom yang tumbuh liar di daerah Sibau
Hilir, Simpang Mupa Putusibau, Kalimantan Barat.
Pembuatan Infusa
Serbuk daun kratom ditimbang sebanyak 31,2 g masukkan dalam panci Infus
bagian dalam. Pada infus bagian luar diberi air sampai setengah atau lebih panci bagian
dalam. Daun kratom yang terdapat pada panci bagian dalam ditambah dengan air sebanyak
100 ml, kemudian dipanaskkan dengan penangas air selama 15 menit terhitung mulai

tercapai suhu 90C, Saring selagi panas menggunakan kain flannel, kemudian tambahkan
air panas melalui ampas sampai volume yang dikehendaki.

DAFTAR PUSTAKA

Amalia, R., 2009, Pengaruh Ekstrak Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) Terhadap
Efek Sedasi pada Mencit BALB/C, Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas
Diponegoro Semarang.

Syaiful, A., 2009, Pengaruh Ekstrak Putri Malu (Mimosa pudica Linn.) Terhadap Efek
Sedasi pada Mencit BALB/C, Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas
Diponegoro,Semarang.

Departemen Farmakologi dan Terapeutik, 2007, Farmakologi dan Terapi, Edisi 5, Editor
Utama Sulistia Gan Gunawan, Penerbit Gaya Baru, Jakarta; 42.
. Rahadian, D. D., 2009, Pengaruh Ekstrrak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) Dosis
7,5 mg/25 grBB Terhadap Waktu Induksi Tidur dan Lama Waktu Tidur
Mencit BALB/c yang Diinduksi Thiopental, Laporan Akhir Karya Tulis
Ilmiah, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.
Moklas, M. A. M., Nurul, R. A. R., taufik, H. M., Sharida, F., Farah, I. N., Zulkhaiti, A.,
Shamima, A. R., 2008, A Preliminary Toxicity Study of Mitragynine, An
Alkaloid from Mitragyna spesiosa Korth. And its Effects on Locomotor
Activity in Rats, Adv. in Med. Dent. Sci., 2(3): 56-60. . Babu, K. M.,
Christopher, R., McC