Anda di halaman 1dari 5

Oral torus.

Oral torus merupakan tonjolan tulang yang dapat terjadi pada mandibula atau maksila.
Oral torus merupakan lesi jinak, tumbuhnya lambat, tidak menimbulkan rasa sakit, pada
palpasi terasa keras, terlokalisir dan berbatas jelas, etiologi belum diketahui dengan pasti
tetapi beberapa ahli menduga terjadi karena adanya proses inflamasi pada tulang.
Pembedahan terhadap oral torus jarang dilakukan, kecuali pada keadaan terdapatnya
gangguan pembuatan protesa yang tidak dapat diatasi sehingga harus dilakukan
pembedahan.
Terdapat 2 macam oral tori yaitu :
a. Torus mandibularis
Biasanya terdapat pada lingual rahang bawah didaerah kaninus atau
premolar kiri dan kanan, bisa single atau multiple. Bila diperlukan dapat dilakukan
eksisi .

b. Torus palatinus.
Torus palatinus terdapat pada palatum sepanjang sutura palatinus media dan dapat meluas
ke lateral kiri dan kanan. Ukurannya bervariasi pada torus palatinus berukuran besar

dapat mengganggu fungsi bicara dan pengunyahan. Pembedahan dilakukan apabila


terdapat gangguan fungsi bicara dan pengunyahan.

Indikasi torus removal


Torus (palatinus dan mandibularis) tidak membutuhkan treatment kecuali jika besar dan

menganggu penempatan protesa gigi dan fungsi rongga mulut atau menyebabkan ulcer
karena trauma yang berulang.
Torus removal perlu dilakukan jika torus tersebut membesar dan pasien merasa terganggu
dengan adanya torus tersebut, sehingga dapat menganggu/ menghambat fungsi dari
rongga mulut itu sendiri (Fragiskos, 2007)
Menurut Ardan (2007) indikasi torus removal adalah apabila menganggu stabilitas gigi
tiruan lepasan, apabila ukurannya terlalu besar dan tidak dilakukan relief pada ladasan
gigi tiruan.
Daftar pustaka
Fragiskos FD. 2007. Oral Surgery. Berlin: Springer