Anda di halaman 1dari 10

A.

Profesi keguruan
Profesi yaitu suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat
dipengaruhioleh pendidikan dan keahlian sehingga banyak orang yang
bekerja sesuai bidang dan keahlainnya.tetapi dengan keahlian saja yang
diproleh oleh pendidikan kejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Perlu
penguasaan teori sistematis yang mendasari praktik pelaksanaan dan
hubungan antara teori dan penerapan dalam praktik.1
Secara sederhana pekerjaan apapun akan di nilai profesional
apabila out put yang di hasilkan dapat memenuhi keinginan semua pihak.
begitu pula profesi guru, guru adalah seseorang yang sangat penting
karena ia akan menyampaikan ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah
rusak sampai kapan pun. beberapa pakar mengatakan bahwa pekerjaan
guru memerlukan keahlian khusus seperti:
a. untuk menjadi guru harus mempunyai beberapa sifat seperti
harus memiliki bakat dan keahlian, memeiliki kepribadian
yang baik, memiliki mental dan fisik yang kuat.
b.

memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas.

c.

seorang warga negara yang baik.2

B. Syarat-syarat Profesi Guru


a.

Pekerjaan penuh Suatu profesi merupakan pekerjaan penuh


dalam pengertian pekerjaan yang diperlukan oleh masyarakat atau
perorangan.

b.

Ilmu Pengetahuan Untuk melaksanakan profesi diperlukan ilmu


pengetahuan. Tanpa menggunakan ilmu tersebut profesi tidak
dapat dilaksanakan karena ilmu pengetahuan sangat diperlukan
untuk melaksanakan profesi.

c.

Aplikasi

ilmu

pengetahuan

Penerapan

teori-teori

ilmu

pengetahuan untuk membuat sesuatu mengerjakan sesuatu atau


memecahkan sesuatu yang diperlukan.

d.

Lembaga

pendidikan

diperlukan oleh

guru

dipelajari

lembaga

dari

profesi

untuk

Ilmu

pengetahuan

melaksanakan

pendidikan

yang

profesinya

tinggi

yang

harus
khusus

mengajarkan, menerapkan dan meneliti serta mengembangkan


ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu keguruan.

e.

Perilaku profesi
Perilaku profesinal yaitu perilaku yang memenuhi persyaratan
tertentu, bukan perilaku pribadi yang dipengaruhi oleh sifat-sifat
atau kebiasaan pribadi.

f.

Standar profesi
adalah prosedur dan norma-norma serta prinsip-prinsip yang
digunakan sebagai pedoman agar keluaran kuantitas dan kualitas
pelaksanaan

profesi

tinggi

sehingga

kebutuhan

orang

dan

masyarakat ketika diperlukan dapat dipenuhi.


g.

Kode etik profesi


Kode etik adalah pola aturan, tata cara, tanda, pedoman
etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik
merupakan pola aturan atau tata cara etis sebeagai pedoman dalam
berprilaku. Etis berarti sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang
dianut oleh sekolompok orang atau masyarakat tertentu. Dalam
kaitannya dengan Istilah profesi, kode etik merupakan tata cara
atau aturan yang menjadi standar kegiatan anggota suatu profesi.3
Gibson
menggambarkan

and

Mitchel

nilai-nilai

(1995;449):
profesional

suatu

suatu

kode

profesi

etik
yang

diterjemahkan dalam standar prilaku anggotanya. Nilai profesional


tadi ditandai adanya sifat altruistis artinya lebih memaentingkan
kesejahteraan orang lain dan berorientasi pada pelayanan umum
dengan prima. Kode etik dijadikan standar aktivitas anggota profesi,
kode etik itu sekaligus dijadikan pedoman tidak hanya bagi anggota

profesi tetapi juga dijadikan pedoman bagi masyarakat untuk


menjaga kesewenangan penggunaan kode etik.
C. Fungsi Kode Etik
Pada dasarnya kode etik berfungsi sebagai, perlindungan dan
pengembangan bagi profesi itu, dan sebagai pelindung bagi masyarakat
pengguna jasa pelayanan suatu profesi. Gibson and Mitchel (1995;449),
sebagai pedoman pelaksanaan tugas profesional anggota suatu profesi
dan pedoman bagi masyarakat pengguna suatu profesi dalam meminta
pertanggungjawaban

jika

anggota

profesi

yang

bertindak

di

luar

kewajaaran.
Secara umum fungsi kode etik guru berfungsi sebagai berikut:
a. Agar guru memiliki pedoman dan arah yang jelas dalam
melaksanakan tugasnya, sehingga terhindar dari penyimpangan
profesi.
b. Agar guru bertanggung jawab atas profesinya.
c. Agar profesi guru terhindar dari perpecahan dan pertentangan
internal.
d. Agar guru dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan.
e. Agar profesi ini membantu memecahkan masalah dan
mengembangkan diri.
f. Agar profesi ini terhindar dari campur tangan profesi lain dan
pemerintah
D. Tugas dan Tanggung Jawab Guru.
Menurut Peters, tugas dan tanggung jawab adalah: 1) sebagai
pengajar, 2) sebagai pembimbing , dan 3)sebagai administrasi kelas,
adapun menurut Mch. Uzer Isman yaitu:
a) Tugas dalam profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih.
b) Tugas guru dalam bidang kemanusiaan, guru dapat menjdikan
dirinya sebagai orang tua kedua. ia harus mampu menarik
perhatian siswa sehingga ia menjadi idola siswa dan pekerjaan
apapun yang di berikan hendakknya bisa memotivasi siswa dalam
belajar.

c) Tugas guru dalam ke masyrakatan, dimana guru berkewajiban


memdidik dan mengajar masyarakat menjadi warga negara yang
bermoral

Pancasila

serta

mencerdaskan

kehidupan

bangsa

indonesia.
.
Dari pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa tugas dan tanggung
jawab guru meliputi tugas disekolah dan di luar sekolah. tugas di sekolah
berkaitan

dengan

transfer

ilmu

pengetahuan

dan

pembentukan

kepribadian siswa. selain memberi pengetahuan juga menanamkan aspek


kepribadian pada diri peserta didik.
E. Peranan Guru
Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan
belajar yang efektif dan mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa
berada dalam tingkat optimal. menurut Sudirman AM. peranan Guru
adalah:
a. Informator, pelaksana cara mengajar informative
b. Organisator, pengelola kegiantanakademik
c. Motivator, meningkatkan kegiatan dan pengembangan kegiatan
belajar siswa.
d. pengasuh/direktor, membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar
siswa sesuai dengan tujuan yang di cita-citakan.
e. Inisiator, pencetus ide dalam proses belajar mengajar.
f. Trasmitter, penyebar kebijaksanaan pendidikan dan pengetahuan.
g. Fasilitator, memberikan fasilitas atau memudahkan dalam proses
belajar mengejar.
h. Mediator, penengah dalam kegiatan belajar mengajar
i. Evaluator, penilai prestasi anak didik dalam bidang akademis
maupun tinghkah laku.
Sedangkan menurut Cece Wijaya, peran guru adalah :
a. Guru

sebagai

kestabilan

pendidik

emosi,

ingin

dan

pengajar,

memajukan

yakni

siswa,

harus

memiliki

bersikap

realitas,

bersikap jujur, peka terhadap perkembangan terutama inovasi


pendidikan.
b. Guru sebagai anggota masyrakat yakni harus pandai bergaul
dengan masyarakat.

d. Guru sebagai pemimpin.


e. Guru sebagai pelaksana admisistrasi yang harus di kerjakan di
sekolah.
f. Guru sebagai pengelola proses belajar mengajar yakni harus
menguasai berbagai metode mengajar dan harus menguasai situasi
belajar mengajar di dalam kelas dan di luar kelas..
Etika Pendidikan Agama Islam
A. Pengertian Etika
Etika (etimologi), berasal dari bahasa yunani Ethos yang berarti
watak kesusilaan atau adat. Identik dengan perkataan moral yang bersal
dari kata latin Mos yang dalam bentuk jamaknya Mores yang berarti
juga adat atau cara hidup (Zubair, 1987:13).
B. Etika Menurut Ajaran Islam
Istilah etika dalam ajaran islam tidak sama dengan apa yang
diartikan

oleh

para

ilmuwan

barat.

Bila

etika

barat

sifatnya

antroposentrik (berkisar sekitar manusia), maka etika islam bersifat


teosentrik (berkisar ssekitar Tuhan). Dalam etika islam suatu perbuatan
selalu dihubungkan dengan amal saleh atau dosa, dengan pahala atau
siksa, dengan surge atau neraka (Musnamar, 1986:88).
Di pandang dari segi ajaran yang mendasari etika islam tergolong
etika teologis. Menurut DR. H. Hamzah Yaqub pengertian etika teologis
ialah yang menjadi ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia,
didasarkan atas ajaran tuhan. Segala perbuatan yang diperintahkan tuhan
itulah yang baik dan segala perbuatan yang dilarang oleh tuhan itulah
perbuatan buruk (Yaqub, 1985:96). Karakter khusus etika islam sebagian
besar

bergantung

kepadaa

konsepnya

mengenai

manusia

dalam

hubunganya dengan tuhan, dengan dirinya sendiri, dengan alam dan


masyarakat (Naqui, 1993:89).
C. Butir-Butir Etika Islam
Butir-butir etika islam yang dapat diidentifkasikan, antara lain:

1.

Tuhan merupakan sumber hukum dan sumber moral. Kedua hal


tersebut di sampaikan berupa wahyu melalui para Nabi dan para Rasul,
dikondifikasikan ke dalam kitab-kitab suci Allah.

2.

sesuatu perbuatan adalah baik apabila sesuai dengan perintah allah,


serta didasari atas niat baik.

3.

kebaikan adalah keindahan akhlak, sedangkan tanda-tanda dosa


adalah

perasaan

tidak

enak,

serta

merasa

tidak

senang

apabila

perbuatannya diketahui orang banyak.


4.

prikemanusiaan hendaknya berlaku bagi siapa saja, dimana saja, dan


kapan saja, bahkan dalam perang.

5.

anak wajib berbakti kepada orang tuanya (Musnawar, 1986: 89-93).


D. Hubungan Etika / Adab di dalam Pendidikan
Semua jabatan dalam masyarakat mempunyai kode etik, demikiaan
juga seharusnya dalam jabatan guru (Roestiyah, (1989: 35)). Kode etik
guru diartikan sebagai aturan tata susila keguruan. Maksudnya aturanaturan tentang keguruan (yang menyangkut pekerjaan-pekerjaan guru)
dilihat dari segi susila. Menurut Westby Gibson, kode etik guru dikatakan
sebagai suatu statement formal yang merupakan norma (aturan tata
susila) dalam mengatur tingkah laku guru. Sehubungan dengan itu, maka
kode etik guru merupakan semacam penangkal dari kecenderungan
manusiawi seorang guru yang igin menyeleweng, agar tidak jadi berbuat
menyeleweng (Sudirman, 2001 : 149-150).
Tingkah laku atau moral guru pada umumnya merupakan penampila
lain dari kepribadiannya. Bagi anak didik yang masih kecil, guru adalah
contoh teladan yang sangat penting dalam pertumbuhannya, guru adalah
orang pertama sesudah orang tua yang mempengaruhi pembinaan
kepribadian anak diidk. Cara guru berpakaian, berbicara, berjalan dan
bergaul

juga

merupakan

penampilan

kepribadian

lain,

yang

juga

mempunyai pengaruh terhadap anak didik (Daradjat, 1980: 18-20).


E. Tata Cara Yang Wajib Diamalkan Oleh Seseorang Guru Dalam Jabatannya.
1.

Hubungan Guru Dengan Murid, Antara Lain:

a.

Guru selaku pendidik hendaknya selalu menjadikan dirinya sebagai


suri teladan bagi anak didiknya.

b.

Di dalam melaksanakan tugas harus dijiwai dengan kasih sayang, adil


serta menumbuhkannya dengan penuh tanggung jawab.

c.

Guru seyogyanya tidak member pelajaran tambahan kepada muridnya


sendiir dengan memungut bayaran.
2. Hubungan Guru Dengan Sesama Guru, Antara Lain:

a.

Di dalam pergaulan sesama guru hendaknya bersifat terus terang, jujur


dan sederajat.

b.

Di dalam menunaikan tugas dan memecahkan persoalan bersama


hendaknya saling tolong menolong dan penuh toleransi.

c.

Guru hendaknya mencegah pembicaraan yang bersifat sensitive, yang


berhubungan dengan pribadi sesama guru.
3. Hubungan Guru Dengan Atasannya, Antara Lain:

a.

Guru wajib melaksanakn perintah dan kebijaksanaan atasannya

b.

Setiap saran dan kritik kepada atasan harus diberikan melalui prosedur
dan forum semestinya.

c.

Jalinan hubungan antara guru dan atasan hendaknya selalu diarahkan


untuk meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan yang menjadi
tanggung jawab bersama.
4. Hubungan Guru Dengan Orang Tua, Antara Lain :

a.

Guru hendaknya selalu men gadakan hubungan timbale balik dengan


orang tua / wali anak dalam rangka kerja sama untuk memecahkan
persoalan-persoalan di sekolah dan pribadi anak.

b.

Segala kesalahfahaman yang terjadi antara guru dan orang tua / wali
anak, hendaklah diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

5. Hubungan Guru Dengan Masyarakat, Antara Lain:


a.

Guru hendaknya selalu berusaha beradaptasi terhadap lembaga serta


organisasi-organisasi didalam masyarakat yang berhubungan dengan

usaha pendiidkan, sebab pada hakikatnya pendiidkan itu merupakan


tugas pembangunan dan kemanusiaan.
b.

Guru hendaklah melayani dan membantu memecahkan masalahmasalah yang timbul di dalam masyarakat sesuai dengan fungsi dan
kemmapuannya (Team Didaktik, 1993: 18-20).
F. Etika / Adab dalam Bergaul Anak Didik.

1. Adab Terhadap Guru


Guru adalah orang yang telah meberikan ilmu atau pelajaran kepada
murid, maka adalah menjadi tugas murid untuk memuliakan guru dengan
cara, antara lain (Daradjat, 1995: 274) :
a.

Mengucapkan salam terlebih dahulu bila berjumpa dengan guru.

b.

Senantiasa patuh dan hormat kepada segala perintah guru sepanjang


tidak melanggar ajaran agama dan undang-undang Negara. Menghormati
guru termasuk dalam kategori menghormati ilmu sebab guru merupakan
perantara (washilah) untuk mendapatkan ilmu pengetahuan (Mahali1989:
50).

c.

Tunjukkan perhatian ketika guru memberikan pelajaran, bertanyalah


dengan sopan menurut keprluannya.

d.

Jangan berjalan di muka atau berjalan mendahului guru, kecuali dengan


izinnya.

2. Adab Terhadap Sesama Murid


Khususnya di antara murid pria dan wanita, karena dalam
pergaulan di antara mereka itulah sering terjadi peluang yang
mengganggu kehidupan belajar dan dapat berakibat jauh dalam
kehidupan mereka kelak. Menjadi tugas murid supaya:
a.

Senantiasa menjaga jarak baik dalam arti yang sesungguhnya


maupun dalam arti kiasan, sehingga hubungannya hanya berlangsung
sesuai dengan kepentingan dan seperlunya.

b.

Pelihara diri dari ucapan dan tingkah laku, agar terhindar dari pikiran
dan perbuatan maksiat.

c.

Secara bersama-sama senantiasa berusaha membina pergaulan


dengan norma-norma agama dalam berbagai kegiatan belajar didalam
maupun di luar kelas / sekolah (Daradjat, 1995: 274-275).

DAFTAR PUSTAKA
alwi, Hasan, dkk, (pemred), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai
Pustaka, 2001.
Al-Magribi bin as-Said Al-Magribi,Kaifa Turabbi Waladan diterjemahkan oleh
Zaenal Abidin dengan Judul : Begini Seharusnya Mendidik Anak, Jakarta:
Darul Haq, 2004.
Hasan, M. Ali , Tuntunan Akhlak, Jakarta: Bulan Bintang, 1978.
Hawi, Akmal, Kompetensi Guru PAI, Palembang: IAIN Raden Fatah Press, 2006.
Jalaluddin, dan Usman Said, Filsafat Pendidikan Islam Konsep dan
Perkembangan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999.
Nashih, Abdullah ulwan , Pedoman Pendidikan dan Anak, Semarang: Asy-Syfa,
1981.
Ramly, Amir Tengku, Menjadi Guru Bintang, Cet.I; Bekasi: Pustaka Inti,
2006.
Yunus, Mahmud, Kamus Arab Indonesia, Jakarta:hidakarya Agung, 1989.
Yaqub, Hamzah, Etika Islam Pembinaan-pembinaan Akhlakul Karimah,
Bandung: Diponegoro, 1993.

[1]Ondi Saondi, Aris Suherman, 2010, Etika Profesi


Keguruan. Bandung, hlm. 93
[2]Akmal hawi, 2006, Kompetensi Guru Pai. Palembang, hlm. 52
[3]Op.cit, Ondi, Aris, 2010, hlm. 13