Anda di halaman 1dari 22

Well Kick adalah peristiwa masuknya fluida

formasi kedalam sumur, penyebab terjadinya


secara prinsip adalah tidak seimbangnya tekanan
hidrostatik yang diberikan lumpur pemboran
dengan tekanan formasi itu sendiri.

Hal ini dapat disebabkan antara lain :


1.Akibat dari Tekanan Formasi terlalu besar

dari Tekanan Hidrostatik Lumpur Pemboran.


2. Berat Jenis lumpur yang tidak memadai.
3. Kurangnya tinggi /level lumpur didalam
lubang sumur.
4. Kandungan Gas didalam lumpur pemboran.
5. Akibat dari efek Swab (Swabbing Efek)
saat cabut rangkaian pipa pemboran.

Agar dapat ditanggulangi secepat mungkin sebelum terlambat, maka


perlu diketahui tanda tanda terjadinya Well Kick dalam sumur,
antara lain :
1. Laju penembusan / ROP tiba tiba naik.
2. Volume Lumpur ditangki Lumpur naik
3. Di Flow Line laju dan temperatur
4. Berat jenis Lumpur turun.
5. Tekanan pompa untuk sirkulasi turun dengan kecepatan pompa
naik.
6. WOB turun dan RPM naik.
7. Hadirnya Gelembung gelembung gas pada Lumpur
8. Aliran tetap ada walaupun pompa dihentikan.
Tanda tanda tersebut akan teramati ketika pemboran sedang
berlangsung.

1. Drilling sebesar 41 %.

Tripping sebesar 44 %.
3. Circulating 9 %.
4. Lain Lain 6 %.
- Logging.
- Cementing.
2.

Ketika terjadi Well Kick :


- Selalu ada tanda tanda
- Segera menutup sumur
- Lakukan prosedur mematikan sumur.
- Harus diketahui penyebabnya.
- Harus tersedia peralatan pencegahan
semburan liar yang lengkap.

1. Tutup Sumur (Soft Method dan Hard

Method).
2. Periksa aliran dan Catat data : SIDP (shut in
drill pipe pressure), SICP (shut in casing
pressure), Tambahkan volume lumpur .
3. Laporkan pada Company man.
4. Persiapan Mematikan Sumur.

1. Driller Method.
2.

Weight and Wait Method .


3. Concurent Method.

Driller Method : Pada prinsipnya adalah


mensirkulasikan dahulu Influx (Kick) yang masuk
kedalam lubang dengan lumpur yang digunakan
dalam pemboran kepermukaan, sesudah itu baru
mengeluarkan lumpur pemberat yang sudah
diperhitungkan berdasarkan data data sumur .
2. Weight dan Wait Method : Metode ini akan lebih
cepat , karena mematikan sumur dilakukan dengan
satu kali sirkulasi, cara ini memerlukan methode
mixing (mencampur lumpur) yang baik, setiap
kelebihan diatas balance berat lumpur akan
menyebabkan tekanan annulus selama operasi
mematikan sumur.
3. Concurent Method : penambahan berat lumpur
dengan cara lambat/perlahan lahan selama sirkulasi
mematikan sumur, metode ini memerlukan ketelitian.
4. Volumetric Method :
.
1.

Blowout preventer (BOP) merupakan komponen utama yang penting


dari rig. Fungsi utamanya adalah untuk mengendalikan suatu
ancaman blowout. Blowout merupakan suatu aliran yang tidak
terkendali dari suatu fluida formasi yang menuju ke permukaan
tanah. Sebelum blowout biasanya diawali oleh kick, yang
merupakan suatu daya tembus dari suatu tekanan tinggi dari lapisan
di bawah permukaan tanah dalam bentuk cairan atau gas ke dalam
lubang sumur.
Daya tembus ini dapat menyebabkan Blowout jika Kick tidak segera
ditangani atau dikendalikan. Untuk mencegah terjadinya Blowout
dari Kick, maka digunakan suatu Sistem Pencegah Blowout
(Blowout Preventer System).

1. BOP Stack :
Annular Preventer
Ram Preventer
Drilling Spool
Casing Head

2. Accumulator Unit
3. Supporting System
Kill Line
Choke Line

Annular Preventer adalah salah satu bagian dari


BOP Stack yang berfungsi untuk
mengendalikan / mencegah semburan liar
(blowout) dengan kondisi lubang sumur ada
pipa maupun tidak ada pipa (Casing, DP, dan
Tubing) serta dapat menutup sumur dengan
semua ukuran. Alat tersebut secara procedure
dioperasikan secara awal (didahulukan).

Dengan tekanan mula-mula dari


accumulator oleh nitrogen
mengisi ruang yang ada di bawah
piston, menyebabkan piston
bergerak ke atas hingga
mendorong packing unit.
Packing unit tertahan oleh BOP
Head, sehingga packing unit
terdesak keluar menutup bore
hole dengan semua bentuk atau
ukuran pipa atau tanpa pipa
yang ada didalamnya.

Berfungsi
untuk
menutup
annulus
baik
ada
pipa
maupun tidak ada
pipa
dan
dengan
memotong
pipa
sekaligus
menutup
annulus.
Proses
buka
tutup
rams menggunakan
tenaga hidrolis yang
berasal dari botolbotol accumulator.

Sistem kerja dari Ram Preventer bergerak


maju mundur, dimana Ram Preventer diberi
tekanan dari Accumulator oleh minyak
hydraulic mengisi ruangan dibelakang
Piston, sehingga Piston bergerak maju.
Piston ini dihubungkan oleh rod, sehingga
ram bergerak maju dan menutup ruang
Annulus. Demikian pula jika Ram membuka.

Pipe Ram
Blind Ram
Shear Ram

Digunakan untuk menutup


ruang
annulus
antara
casing dan rangkaian pipa
bor sesuai dengan ukuran
diameter luar pipa yang
dipakai. Pipe ram dapat
menutup body dari pipa
dengan rapat dan kuat.

Drilling Spool adalah


sambungan yang
menghubungkan satu
Preventer dengan
Preventer lainnya,
dimana pada Drilling
Spool terdapat Kill
Line dan Choke Line.
Diameter dari Spool
sama atau lebih besar
dari diameter dalam
dari Casing

Casing head adalah


peralatan yang
dipasang antara
casing dengan
susunan
BOP,berfungsi
untuk ; Tempat
kedudukan rangkaian
BOP

Acccumulator adalah botol


tekanan yang mula-mula
diisi dengan nitrogen
bertekanan yang dapat
dipompakan cairan
kedalamnya dengan
pompa bertekanan.
Accumulator yang
digunakan mempunyai
tekanan kerja, tekanan
tersebut digunakan
untuk annular preventer
dan ram preventer.

Fungsi dari back pressure

manifold adalah untuk


menerima dan mengatur
aliran. Peralatan ini juga
dapat
menjaga
back
pressure
pada
saat
terjadinya kick ataupun
blowout,
kemudian
dialirkan menuju :
Mud Gas Separator
Mud Pit
Flare
Test Unit