Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

FISIOLOGI TUMBUHAN
DIFUSI
Pengaruh Konsentrasi Larutan Teres dalam Larutan Sakarin 1%
terhadap Waktu Difusi Cair ke Cair

Disusun Oleh :
NAMA

: MUTHMAINAH

NIM

: K4312042

KELAS

:B

KELOMPOK : 5

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

I. JUDUL
Pengaruh Konsentrasi Larutan Teres dalam Larutan Sakarin 1% terhadap Waktu Difusi
Cair ke Cair
II. RUMUSAN MASALAH
Bagaimanakah pengaruh konsentrasi larutan teres (0,1%; 0,2%; dan 0,3%) dalam larutan
sakarin 1 % terhadap waktu difusi cair ke cair?
III.TUJUAN
Mengetahui pengaruh konsentrasi larutan teres (0,1%; 0,2%; dan 0,3%) dalam larutan
sakarin 1 % terhadap waktu difusi cair ke cair.
IV. DASAR TEORI
Pengertian difusi adalah bergeraknya suatu molekul yang menyebar karena
dipengaruhi oleh suatu gaya. Molekul-molekul tersebut dapat bergerak disebabkan oleh
suatu tenaga dinamik yaitu energi kinetis. (Dwijoseputro. 1980 : 67).
Difusi dapat terjadi pada benda padat, cair dan gas. Proses difusi dapat terjadi dari zat
cair ke cair. Larutan cair apabila diteteskan ke dalam larutan cair, maka kedua
larutan akan bergerak dari tempat berkonsentrasi tinggi menuju tempat berkonsentrasi
rendah sehingga terjadi keseimbangan.
Kecepatan proses difusi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang
mempengaruhi proses difusi antara lain :
a. Ukuran partikel : semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel akan bergerak
sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
b. Konsentrasi : semakin besar perbedaan antara dua konsentrasi maka semakin lambat
kecepatan difusinya karena perbedaan konsentrasi zat membangkitkan tenaga gerak
suatu zat.
c. Luas area difusi : semakin luas area difusi, semakin cepat proses difusi.
d. Kelarutan dalam medium : semakin besar kelarutan medium, difusi semakin cepat
e. Jarak tempat berlangsungnya difusi : semakin dekat jarak tempat terjadinya difusi,
makin cepat proses difusi yang terjadi.
f. Suhu : suhu yang semakin tinggi meningkatkan energi partikel untuk bergerak
sehingga semakin cepat pula kecepatan difusinya (Campbell.2008).
Larutan disebut campuran dikarenakan komposisinya dapat berubah. Larutan dapat
dikatakan homogen apabila susunanya seragam sehingga tidak dapat diamati bagianbagian yang berlainan. Komponen larutan terdiri dari pelarut (solvent) dan zat terlarut
(solute). Dalam praktikum pelarut (solvent) yang digunakan adalah air. Hal tersebut
dikarenakan air mampu melarutkan lebih banyak bahan daripada zat cair umum lainnya.
Molekul air membentuk suatu sangkar yang mampu mengelilingi molekul polar, sehingga
molekul tersebut tidak dapat bergabung dengan yang lain dan tidak dapat mengendap.

Dalam praktikum ini zat terlarut (solute) yang digunakan adalah bubuk teres dan
bubuk sakarin. Sakarin adalah asam yang lemah yang dapat dengan mudah
menyumbangkan proton nitrogen untuk membentuk sebuah saccharinate anion. Sakarin
digunakan sebagai pemanis, dengan rumus molekul (C 7H5NO3S). Sakarin digunakan
sebagai pengganti gula karena mempunyai sifat yang stabil. ( Journal of Agricultural and
Food Science . 2013 : 142-143)
Sakarin lebih stabil dalam bentuk garam dan dapat ditemukan dalam bentuk kristal
putih maupun bubuk kristal pengembang.

Gambar. 1 Struktur kimia Natrium Sakarin


Teres merupakan salah satu zat warna sintetis yang digunakan untuk makanan buatan,
obat-obatan dan pewarna kosmetik. Untuk menghasilkan warna lain, tartrazin dapat
dicampurkan dengan E133 Biru Brilian Brilliant Blue FCF atau E142 Hijau Green S untuk
menghasilkan sejumlah variasi warna hijau.Tartrazin merupakan salah satu zat pewarna
sintetis Makanan azo-warna tartrazine adalah salah satu yang paling banyak digunakan .
V. HIPOTESIS
Konsentrasi larutan teres (0,1%; 0,2%; dan 0,3%) dalam larutan sakarin 1 % berpengaruh
terhadap waktu difusi cair ke cair.
VI. ALAT DAN BAHAN
Alat :
1. Neraca analitis

1 buah

2. Gelas ukur 10 ml

2 buah

3. Gelas bekker 1000 ml

1 buah

4. Gelas bekker 50 ml

3 buah

5. Erlenmeyer 50 ml

3 buah

6. Stopwatch

1 buah

7. Kertas label

secukupnya

8. Spatula

1 buah

9. Pipet tetes

1 buah

10. Plastik

secukupnya

11. Kaca arloji

1 buah

12. Tabung reaksi

3 buah

13. Labu ukur 100 ml

3 buah

14. Labu ukur 1000 ml

1 buah

15. Botol semprot

4 buah

16. Rak tabung reaksi

1 buah

17. Magnetik stirer

1 buah

18. Corong

1 buah

Bahan :

VII.

1. Bubuk sakarin

10 gr

2. Air kran

11.950 ml

3. Bubuk teres

0,12 gr

CARA KERJA
1. Membuat larutan teres
Menghitung banyaknya bubuk teres yang dibutuhkan untuk membuat larutan teres
dengan konsentrasi 0,1 %; 0,2 %; dan 0,3 %.
Konsentrasi % = gr / 100 ml
Konsentrasi 0,1% = m/v x 100
0,1

= m/100 x 100

= 0,1 gram

Konsentrasi 0,2 %= m/v x 100


0,2

= m/100x 100

= 0,2 gram

Konsentrasi 0,3% =m/v x 100


0,3

= m/100 x 100

= 0,3 gram

Menimbang bubuk teres sesuai hasil perhitungan dari tiap-tiap konsentrasi dengan

menggunakan neraca analitis.


Memasukkan bubuk teres ke dalam 3 gelas bekker berukuran 100 ml yang berbeda

sesuai dengan konsentrasi yang akan dibuat .


Melabeli masing-masing gelas bekker sesuai dengan konsentrasi.

Menuangkan air kran sebanyak 20 ml pada masing-masing gelas bekker.


Menghomogenkan masing-masing konsentrasi larutan teres dengan menggunakan

magnetic stirer.
Menuangkan masing-masing larutan teres yang telah homogen kedalam labu ukur 100

ml dengan menggunakan corong.


Melabeli masing-masing labu ukur sesuai dengan konsentrasi.
Menambahkan air kran kedalam masing-masing labu ukur hingga volume 100 ml.
Menghomogenkan masing-masing larutan teres dalam labu ukur dengan cara

menggoyang-goyangkan.
Membagi masing-masing larutan teres ke 11 kelompok (@kelompok = 9 ml)

2. Membuat larutan Sakarin


Menghitung banyaknya bubuk sakarin yang dibutuhkan untuk membuat larutan dengan
konsentrasi 1 %
Konsentrasi % = gr / 100 ml
1 % = 1 gr / 100 ml
1 % = gr / 1000 ml
1 gr
m gr
=
100 ml 1000 ml

1000
= 100 x m
m
= 10 gr
Menimbang bubuk sesuai hasil perhitungan dengan menggunakan neraca analitis.
Memasukkan bubuk kedalam gelas bekker 1000 ml.
Melabeli gelas bekker sesuai jenis larutan yang akan dibuat.
Menuangkan air kran sebanyak 100 ml pada gelas bekker.
Menghomogenkan larutan dengan menggunakan magnetic stirer.
Menuangkan larutan yang telah homogen kedalam labu ukur 1000 ml dengan

menggunakan corong.
Melabeli labu ukur sesuai dengan jenis larutan yang akan dibuat.
Menambahkan air kran kedalam labu ukur hingga volume 1000 ml.
Menghomogenkan larutan dalam labu ukur dengan cara menggoyang-goyangkan.
Menuangkan larutan kedalam 3 gelas bekker 50 ml (@gelas bekker= 50 ml)

3. Percobaan proses difusi cair ke cair pada larutan sakarin


Menuangkan larutan teres (0,1%; 0,2%; 0,3%) kedalam 3 gelas ukur masing-masing 1

ml.
Memindahkan larutan teres kedalam tabung reaksi.
Menghidupkan stopwatch bersamaan dengan menuangkan1 ml larutan teres kedalam50

ml larutan sakarin .
Menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kesetimbangan.
Mencatat waktu yang diperoleh kedalam tabel pengamatan.
Melakukan 3 kali pengulangan pada tiap konsentrasi.
Menganalisis data.

4. Percobaan proses difusi cair ke cair pada air kran (kontrol)


Menuangkan larutan teres (0,1%; 0,2%; 0,3%) kedalam 3 gelas ukur masing-masing 1

ml.
Memindahkan larutan teres kedalam tabung reaksi.
Menghidupkan stopwatch bersamaan dengan menuangkan1 ml larutan teres kedalam 50

ml air kran .
Menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kesetimbangan.
Mencatat waktu yang diperoleh kedalam tabel pengamatan.
Melakukan 3 kali pengulangan pada tiap konsentrasi.
Menganalisis data.

VIII. DATA PENGAMATAN


a. Data waktu difusi larutan sakarin
Konsentrasi
larutanTeres

Rata-Rata

Waktu Difusi (s)

Waktu

Pengulangan 1

Pengulangan 2

Pengulangan 3

0,1

2871

2474

3245

2863

0,2

1125

1183

703

1003

0,3

507

566

430

501

(%)

Difusi (s)

b. Data waktu difusi air kran (control)


Konsentrasi
larutan Teres

Waktu

Pengulangan 1

Pengulangan 2

Pengulangan 3

0,1

607

608

624

613

0,2

1726

1721

1706

1717.667

0,3

2507

2600

2101

2402.667

(%)

IX.

Rata-Rata

Waktu Difusi (s)

Difusi (s)

PEMBAHASAN
Difusi merupakan bergeraknya suatu molekul yang menyebar karena dipengaruhi oleh

suatu gaya dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah akibat gerak kinetik.
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan teres
(0,1%; 0,2%; dan 0,3%) dalam larutan sakarin 1 % terhadap waktu difusi cair ke cair.
Prinsip kerja pada praktikum ini adalah membuat larutan teres dengan konsentrasi
0,1%, 0,2%, dan 0,3% . Membuat larutan sakarin dengan konsentrasi 1 %, kemudian
menuangkan larutan sakarin 1% ke dalam 3 gelas bekker , masing-masing gelas bekker

sebanyak 50 ml. Larutan teres (0,1% , 0,2%, dan 0,3% ) kemudian dituangkan kedalam 3
gelas ukur masing-masing 1 ml dan memindahkan larutan teres (0,1% , 0,2%, dan 0,3% )
ke dalam 3 tabung reaksi. Menghidupkan stopwatch bersamaan dengan menuangkan 1 ml
larutan teres kedalam 50 ml larutan sakarin . Mengamati larutan hingga mencapai keadaan
setimbang (homogen) . Mencatat waktu yang diperlukan larutan hingga mencapai
kesetimbangan

kedalam tabel pengamatan.

Kemudian melakukan penggulangan

sebanyak 3 kali pada tiap-tiap konsentrasi larutan teres (0,1% , 0,2%, dan 0,3% ). Untuk
kontrol dilakukan perlakuan yang sama seperti pada larutan sakarin.
Berdasarkan hasil percobaan, waktu yang dibutuhkan kedua larutan yaitu larutan
sakarin dan teres untuk mencapai keadaan setimbang memerlukan waktu yang lama. Hal
tersebut dikarenakan dua molekul dapat melakukan difusi apabila ikatan hidrogen dapat
saling terlepas dan menyatu kembali. Menurut data base dari NCBI, didapatkan data
bahwa sakarin memiliki empat situs ikatan hidrogen sehingga ikatan hidrogen dalam air
cukup kuat. Oleh karena itu, perlu lebih banyak usaha untuk melepaskan ikatan hidrogen
antar molekul air dan sakarin yang memungkinkan terjadinya difusi sehingga waktu yang
dibutuhkan menjadi lebih lama.
Sesuai dengan dasar teori bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses
difusi , salah satunya faktor yang mempengaruhi proses difusi adalah konsentrasi.
Konsentrasi berpengaruh terhadap proses difusi dapat dilihat berdasarkan data hasil SPSS
berikut :
Variables Entered/Removedb
Variables
Variables
Model
Entered
Removed
Method
1
konsentrasi_x
. Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: kecepatan_y

Model Summary
Adjusted R

Std. Error of

Model
R
R Square
Square
the Estimate
a
1
.949
.901
.802
554.40118
a. Predictors: (Constant), konsentrasi_x

ANOVAb
Sum of
Model
Squares
df
1
Regression
2789522.000
Residual
307360.667
Total
3096882.667
a. Predictors: (Constant), konsentrasi_x

Mean Square
1 2789522.000
1 307360.667
2

F
9.076

Sig.
.204a

b. Dependent Variable: kecepatan_y

Coefficientsa
Standardi
zed
Unstandardized

Coefficie

95.0% Confidence

Coefficients
Std.

nts

Interval for B
Lower
Upper

Model
1
(Constan

B
Error
3817.66 846.862

Beta

t)
konsentra

7
- 3920.20

si_x

11810.0
00

-.949

t
Sig.
4.508 .139
3.013

Bound

Bound
- 14578.06

6942.733
6
.204
- 38000.97
61620.97

Keterangan :
t hitung = - 3,013
t tabel = 2,91
t hitung < t tabel (-3,013 < 2,91) , sehingga H0 ditolak. Jadi terdapat korelasi antara
konsentrasi antara konsentrasi larutan teres dengan kecepatan waktu difusi. Tanda negatif
pada t hitung menunjukan adanya korelasi negatif antara konsentrasi larutan teres dengan
waktu difusi.

Jadi berdasarkan hal tersebut, konsentrasi larutan teres (0,1%, 0,2%, dan 0,3%) dalam
larutan sakarin 1 % berpengaruh terhadap waktu difusi cair ke cair. Hal tersebut sudah sesuai
dengan hipotesis bahwa waktu difusi dipengaruhi oleh konsentrasi larutan yang dituang.

Grafik Waktu Difusi Pada Larutan Sakarin dan Larutan Air Kran
3500
3000 2863
2500
2000
Waktu (s) 1500

1717.67

2402.67 Rata-rata Waktu Difusi


Sakarine (s)
Rata-rata Waktu Difusi Air
(s)

1003

1000
500 613

501

0
0,1%

0,2%

0,3%

Konsentrasi

Pada perlakuan kontrol memperlihatkan bahwa semakin tinggi konsentrasi teres


menyebabkan waktu difusi semakin lama. Sedangkan, pada pelarut sakarin menunjukan
hal yang berlawanan dari pelarut kontrol yang menyebutkan bahwa semakin tinggi
konsentrasi teres menyebabkan waktu difusi semakin cepat. Hal tersebut tidak sesuai
dengan teori yang menyebutkan bahwa semakin tinggi konsentrasi, maka untuk berdifusi
semakin lama. (Campbell, 2008 : 51-52).
Menurut (Valeria Molinero, Tahir C_ a_gn, William A. Goddard III, 2003 : 469
474) mengatakan jika volume bebas air sedikit, maka difusi akan semakin cepat.
Sedangkan jika volume bebas air banyak, maka difusi akan semakin lama. Dapat
dikatakan bahwa larutan teres dengan konsentrasi 0,3 % akan lebih cepat berdifusi
daripada larutan teres dengan konsentrasi 0,2 %. Dan larutan teres 0,2 % lebih cepat
daripada larutan teres dengan kosentrasi 0,1 %. Sedang larutan teres dengan kosentrasi 0,1
% mengalami proses difusi paling lama.
Menurut (Abdul Manab. 2007 : 58-63.) mengatakan bahwa semakin tinggi
konsentrasi sukrosa, maka semakin banyak air yang terikat oleh gula (sakarin termasuk
dalam gula sintesis) sehingga semakin sulit untuk melepaskan air yang sudah terikat oleh
sukrosa. Pada larutan teres dengan konsentrasi 0,1 %, jumlah prosentase kandungan air di
dalamnya lebih tinggi dari pada konsentrasi 0,2 % dan konsentrasi 0,3 %. Jadi pada
larutan teres dengan konsentrasi 0,1% akan membutuhkan waktu yang lama dalam

mengikat air dibandingkan dengan konsentrasi 0, 2 % dan konsentrasi 0,3 %. Sebaliknya,


pada larutan dengan konsentrasi 0,3 % memiliki kandungan prosentase air yang sedikit
daripada konsentrasi 0,1 % dan konsentrasi 0,2 %. Jadi pada larutan teres dengan
konsentrasi 0,3 % akan membutuhkan waktu yang cepat daripada larutan dengan
konsentrasi 0, 1 % dan 0,2 %
X. KESIMPULAN
1. Difusi merupakan bergeraknya suatu molekul yang menyebar karena dipengaruhi oleh
suatu gaya dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah akibat gerak kinetik.
2. Berdasarkan hasil SPSS, konsentrasi larutan teres (0,1%, 0,2%, dan 0,3%) dalam
larutan sakarin 1 % berpengaruh terhadap waktu difusi cair ke cair.
3. Pada pelarut sakarin semakin tinggi konsentrasi teres menyebabkan waktu difusi
semakin cepat. Teori menyebutkan bahwa semakin tinggi konsentrasi, maka untuk
berdifusi semakin lama.
4. Ketidaksesuain dengan teori dikarenakan volume bebas air sedikit, maka difusi akan
semakin cepat. Sedangkan jika volume bebas air banyak, maka difusi akan semakin
lama. Selain itu, semakin tinggi konsentrasi sukrosa, maka semakin banyak air yang
terikat oleh gula (sakarin termasuk dalam gula sintesis) sehingga semakin sulit untuk
melepaskan air yang sudah terikat oleh sukrosa.
XI.

REFERENSI

Campbell.Neil A.2008.Biologi Jidlid I Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.


Dwijoseputro. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia
Manab, Abdul. 2007. Kajian Penggunaan SukrosaTterhadap Pencoklatan Non-Enzimatis
Dodol Susu. Jurnal Ternak Tropika , 6( 2) : 58-63
Molireno Valeria et al. Sugar, water and free volume networks in concentrated
sucrose solutions.Chemical Physics Letters, 377 : 469-474
Rajagopalan, Pushpa. 2013. Saccharin- Cyclodextrin Complexes- Synthesis and
Characterization. International Journal of Agricultural and Food Science, 3(4): 142-147