Anda di halaman 1dari 13

[Type the document title]

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan

: Kesehatan Reproduksi Remaja

Sub pokok bahasan

: Bahaya Pornografi di Kalangan Remaja

Sasaran

Waktu

Hari/tanggal

Tempat

A. Latar Belakang
Media massa baik elektronik maupun cetak saat ini banyak disorot sebagai salah satu
penyebab utama menurunnya moral umat manusia termasuk juga remaja. Berbagai
tayangan yang sangat menonjolkan aspek pornografi diyakini sangat erat hubungannya
dengan meningkatnya berbagai kasus kekerasan seksual.
Dengan semakin majunya teknologi komunikasi, saat ini hampir tidak ada satupun
kekuatan yang mampu mengendalikan atau melakukan sensor terhadap berita maupun
hiburan termasuk berita atau tayangan yang termasuk dalam kategori pornografi.
Pornografi diyakini memiliki sejarah panjang seiring dengan perjalanan umat
manusia. Pada abad ke-20 mencatat telah terjadinya pengembangbiakan pornografi yang
luar biasa. Pengembangbiakan ini tidak lepas dariperkembangan kebudayaan manusia,
sejak dari demokratisasi, kebebasan berekspresi, ditemukannya mesin cetak, alat
fotografi, dan teknologi komunikasi. Sehinggaakhirnya, pornografi menjadi bagian
komoditi yang menghasilkan milliaran rupiah.
Pornografi berasal dari kata porn (prostitute atau pelacuran") dan graphein(tulisan).
Dalam Encarta Referency Library (Downs: 2005). dinyatakan bahwapornografi adalah
segala sesuatu yang secara material baik berupa film, surat kabar,tulisan, foto, atau lainlainnya, menyebabkan timbulnya atau munculnya hasrat-hasratseksual. Pengertian yang
sama dinyatakan pula dalam Encyclopedia Britannica(2004), pornografi adalah
penggambaran perilaku erotik dalam buku-buku, gambar-gambar, patung-patung, film,
dan sebaginya, yang dapat menimbulkan rangsanganseksual. Dengan demikian, siapa
pun yang menyajikan gambar, tulisan, atau tayanganyang mengumbar aurat sehingga
menimbulkan nafsu atau hasrat-hasrat seksual,memancing birahi dan erotisme, dengan
sendirinya terlibat dalam perbuatanpornograf.

[Type text]

Page 1

[Type the document title]

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di satu sisi telah membawa


dampak positif pada perkembangan kehidupan masyarakat. Namun, di sisi lain juga
membawa efek negatif pada perkembangan remaja dan anak, terutama pornografi.
Banyak orang khususnya orang tua yang belum menyadari bahwa anak dan remaja di
Indonesia telah terpapar pornografi dalam jumlah yang tidak bisa dibayangkan dan
berpotensi menimbulkan kerusakan otak yang melebihi efek narkoba.
Pornografi di media adalah materi seks di media massa yang secara sengaja ditujukan
untuk membangkitkan hasrat seksual.Contoh-contoh pornografi di media massa adalah
gambar atau foto wanita dengan berpakaian minim atau tidak berpakaian di sampul
depan atau di bagian dalam majalah atau media cetak, kisah-kisah yang menggambarkan
hubungan seks di dalam berbagai media cetak, adegan seks di dalam film bioskop, Video
atau Video Compact Disc (VCD), dan sebagainya.
Pada dasarnya sesuatu yang berbau pornografi bertujuan merangsang hasrat seksual
pembaca atau penonton. Karena itu efek yang dirasakan orang yang menyaksikan atau
membaca

pornografi

adalah

terbangkitnya

dorongan

seksual.Bila

seseorang

mengkonsumsi pornografi sesekali dampaknya mungkin tidak akan terlalu besar. Yang
menjadi masalah adalah bila orang terdorong untuk terus menerus mengkonsumsi
pornografi, yang mengakibatkan dorongan untuk menyalurkan hasrat seksualnya pun
menjadi besar. Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan adalah dampak pornografi pada
kalangan remaja dan anak-anak.
Menurut Rumini (2004) masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak dengan
masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki usia
dewasa. Penggolongan remaja menurut Thornburg (dalam Dariyo, 2004) terbagi menjadi
tiga tahap yaitu remaja awal (usia 13 14 tahun), remaja tengah (usia 15 17 tahun),
dan remaja akhir (usia 18 21 tahun).
Bila remaja dan anak-anak terus menerus mengkonsumsi pornografi, sangat mungkin
ia akan terdorong untuk melakukan hubungan seks pada usia terlalu dini, dan di luar
ikatan pernikahan. Apalagi pornografi umumnya tidak mengajarkan corak hubungan seks
yang bertanggungjawab, sehingga potensial mendorong perilaku seks yang menghasilkan
kehamilan remaja, kehamilan di luar nikah atau penyebaran penyakit yang menular
melalui hubungan seks, seperti PMS/AIDS.

[Type text]

Page 2

[Type the document title]

Penelitian menunjukkan para konsumen pornografi cenderung mengalami efek


kecanduan, dalam arti sekali menyukai pornografi, seseorang akan merasakan kebutuhan
untuk terus mencari dan memperoleh materi pornografi. Bahkan lebih dari itu, si pecandu
pornografi akan mengalami proses peningkatan (eskalasi) kebutuhan.
Berdasarkan paparan analisis situasi di atas dapat diidentifikasi permasalahan yang
terjadi adalah masyarakat terutama remaja dan anak-anak dihadapkan pada kondisi
terpaan pornografi di media massa yang sangat berpotensi memberikan dampak atau efek
sangat negatif bagi perilaku mereka. Oleh sebab itu para remaja dan anak-anak beserta
orang tua dan guru sudah untuk diberikan penyuluhan tentang bagaimana mengantisipasi
efek negatif pemaparan pornografi di media massa dan pengaruhnya terhadap perilaku
remaja dan anak-anak.
Remaja adalah generasi penerus yang merupakan tulang punggung dan aset bangsa.
Banyaknya permasalahan dan fenomena pada usia ini perlu menjadi perhatian kita
bersama. Apalagi pada masa ini merupakan masa transisi yang penuh gejolak.
Pendidikan kesehatan tentang seks dan pornografi pada remaja masih dianggap tabu oleh
masyarakat sehingga pemahaman tentang seks dan pornografi pada remaja masih kurang
dan membuat mereka semakin binggung untuk bertanya dan berdiskusi tentang seks. Tak
jarang remaja akhirnya mendapat informasi yang salah yang akhirnya dapat merugikan
dirinya sendiri dan masyarakat.
B. Tujuan
Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan remaja di dapat memahami tentang
bahaya pornografi bagi remaja.
C. METODE
Ceramah dan tanya jawab
D. MEDIA
OHP dan Video

[Type text]

Page 3

[Type the document title]

E. Proses Kegiatan
Tahap

Waktu

Kegiatan

Kegiatan

Media, alat

Mahasiswa

Peserta

dan Metode

Pembukaan

Mendengarkan

Ceramah

Dan

Dengan

penjelasan

Pembukaan

perkenalan,

Persiapan

Pendahuluan

10 menit

menjelaskan
Tujuan
diadakannya
Penyuluhan

Inti

Penutup

[Type text]

45menit

10 menit

Menjelaskan

Menyimak dan

Mendengar

materi

memperhatikan

kan

penyuluhan

penjelasan,

Csecara berurutan

dan tanya

dan teratur

jawab

Evaluasi

Melakukan

Menjawab

secara lisan

evaluasi

pertanyaan.

Page 4

[Type the document title]

MATERI
PORNOGRAFI DI KALANGAN REMAJA
A. Pengertian Pornografi
Pornografi adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia
secara terbuka (eksplisit) dengan tujuan membangkitkan birahi (gairah seksual).
Pornografi dapat menggunakan berbagai media teks tertulis maupun lisan, foto-foto,
ukiran, gambar, gambar bergerak (termasuk animasi), dan suara seperti misalnya
suara orang yang bernapas tersengal-sengal. Film porno menggabungkan gambar
yang bergerak, teks erotik yang diucapkan dan/atau suara-suara erotik lainnya,
sementara majalah seringkali menggabungkan foto dan teks tertulis.
Internet berawal dari institusi pendidikan dan penelitian di Amerika Serikat,
DARPA(Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Misi awalnya
sederhana, yaitumencoba menggali teknologi jaringan yang dapat menghubungkan
para peneliti dengan berbagaisumber daya jauh seperti sistem komputer dan
pangkalan data yang besar. Keberhasilan tersebutmembantu membudidayakan
sejumlah jaringan lainnya, yang kemudian menjadi saling berhubungan;25 tahun
kemudian, sistem ini erevolusi menjadi suatu "organisme" yang semakin
luasperkembangannya yang mencakup puluhan juta orang dan ribuan jaringan.
Dewasa ini, internet telah berkembang sangat pesat merambah ke pelosokpelosok daerah.Internet dijadikan salah satu alat informasi dan komunikasi yang
sangat diminati masyarakat. sebabnya internet telah berkembang menjadi ajang
komunikasi yang sangat cepat dan efektif serta biayanya juga relatif murah
dibandingkan dengan komunikasi lewat telepon. Penggunaannya kini mencakup
berbagai kalangan, surat kabar, penerbit, stasiun TV, artis, para pendidik, pengelola
perpustakaan, penggemar komputer, dan pengusaha.
Alasan pemanfantannya pun beraneka ragam, mulai dari sekadar untuk
berkomunikasi hingga mengakses informasi dan data yang penting. Teknologiteknologi yang ditawarkan pun sangat inovatifdan menjadi solusi atas tuntutan zaman
yang serba cepat.

B. Persentase Pertumbuhan Kasus Porno di Dunia & di Indonesia


Persentase di Dunia :

[Type text]

Page 5

[Type the document title]

Dari

Statistik Situs Porno.htm, 12% situs di dunia ini mengandung

pornografi, 25% yang dicari melalui search engine adalah pornografi, 35% dari data
yang diunduh dari internet adalah pornografi, setiap detiknya 28.258 pengguna
internet melihat pornogafi, setiap detiknya $89.00 dihabiskan untuk pornografi di
internet, setiap harinya 266 situs porno baru. Pornografi internet terjadi pada hari
kerja jam 9.00 17.00, diperkirakan kini ada 372 juta halaman website pornografi,
Website pornografi diproduksi 3% oleh Inggris, 4% oleh Jerman, dan 89% oleh US,
Website pornografi yang traffic-nya paling tinggi
Data lainnya menyebutkan, rata-rata usia anak berkenalan dengan internet
pornografi antara usia 11 tahun, sedangkan konsumen terbesar pornografi internet
adalah kelompok berumur 12-17 tahun yang dapat dikatakan sebagai remaja.
Berikut ini adalah data Top Rank Negara yang tercatat paling sering
mengakses cyberporn melalui internet berdasarkan pengamatan Googletrends dari
tahun 2005-2010 :
1. India
2. Indonesia
3. Filipina
4. Australia
5. Selandia Baru
6. Irlandia
7. Inggris
8. Kanada
9. Amerika Serikat
10. Jerman
Di atas menunjukkan posisi Indonesia sebagai pengakses cyberporn diantara
deretan negara-negara lain di dunia. Dan dalam posisinya di dunia untuk pengakses
cyberporn, Indonesia berada di nomer urut dua. Hal ini berarti Indonesia tercatat
sebagai negara dengan tingkat konsumsi pornografi yang jauh lebih tinggi dibanding
dengan negara-negara Liberal seperti Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat. Hal ini
sangat kontradiksi dengan citra negara Indonesia sebagai negara yang agamis, dan
notabane masih sangat menjunjung budaya Timur.
C. Dampak yang di Timbulkan dari Aksi Pornogarafi
Dampak pornografi melebihi bahaya narkoba
1. Dampak Pornografi Melebihi Bahaya Narkoba Banyak orang belum menyadari
bahwa anak dan remaja kita telah terpapar pada pornografi. Dampak pornografi
berpotensi menimbulkan kerusakan otak melebihi bahaya narkoba. Adiksi narkoba
dapat merusak tiga bagian otak sementara adiksi pornografi merusak lima bagian

[Type text]

Page 6

[Type the document title]

otak (bagian lobus Frontal, gyrus Insula, Nucleus Accumbens Putamen, Cingulated
dan Cerebellum) yang berperan di dalam kontrol perilaku yang menimbulkan
perbuatan berulang ulang terhadap pemuasan seksual (Dr Donald Hilton Jr,
dokter ahli bedah syaraf AS). Dampak pornografi yang melebihi bahaya narkoba
ini terungkap dalam seminar dan workshop internasional bertema Membangun
Kesadaran Betapa Dahsyatnya Kerusakan Kesehatan Otak Akibat Perilaku Adiksi
Pornografi di Hotel Grand Kemang Jakarta, Senin (27/9). Seminar satu hari ini
merupakan kerjasama antara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan, dan Yayasan Kita dan Buah hati.
Seminar ini juga digagas Forum Bersama Anti Pornografi untuk menyelamatkan
otak anak bangsa dan moral serta etika yang menjadi fitrah kembali kembali ke
karakter bangsa Indonesia yang asli, santun, cerdas dan berkualitas. Hadir sebagai
pembicara dalam seminar yang dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai instansi
pemerintah, LSM, tenaga professional rumah sakit dan Kowani (Kongres Wanita
Indonesia) ini adalah Mark B Kastleman, Randall F Hyde, keduanya Pakar Adiksi
Pornografi dari AS dan Prof Malik B Badri, Pakar Psikologi Islami dari Malaysia.
Menurut Elly Risman Psi, Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati, dalam pengantarnya
mengatakan, maraknya kekerasan, adiksi game online, penyimpangan seksual,
kecanduan pornografi, kecanduan narkoba dan obat terlarang pada anak dan remaja
sebagai bukti adanya kerusakan kerusakan sel otak. Selain itu, kerusakan otak
juga berimbas dengan menurunnya potensi kecerdasan pada anak anak sebagai
agen perubahan transformasi sosial. Adiksi Pornografi adalah perilaku berulang
untuk melihat hal hal yang merangsang nafsu seksual sehingga dapat merusak
kesehatan otak seseorang karena tidak sanggup menghentikannya. Adiksi
pornografi merupakan tren baru masalah kesehatan masyarakat yang berdampak
luas dan dalam waktu singkat dapat merusakan tatanan psikososial masyarakat.
Gangguan pola pikir yang menyebabkan perubahan perilaku untuk memberikan
kepuasan seksual yang tidak dikontrol akan memberikan masalah kriminalitas
seksual yang berdampak luas bagi kelompok masyarakat di mana saja dan kapan
saja terutama pada kelompok kelompok yang lemah seperti anak anak di bawah
umur, anak anak remaja, kelompok kelompok di lembaga pendidikan,
pembantu rumah tangga, wanita pekerja malam dan prostitusi baru.
2. Lebih lanjut Elly Risman mengatakan, kerusakan otak akibat pornografi sulit untuk
dideteksi dengan cara cara konvensional. Oleh karena itu dibutuhkan alat alat

[Type text]

Page 7

[Type the document title]

yang canggih untuk dapat menegakkan kembali kerusakan struktural otak di lima
tempat vital. Bila tidak ditangani maka dapat mengakibatkan perilaku yang
menimbulkan perbuatan berulang ulang terhadap pemuasan seksual. Kerusakan
otak diawali dengan produksi berlebihan zat penghantar syaraf (dopamine) yang
menyebabkan ketagihan dan suatu ketika otak tempat produksi zat tersebut akan
mengecil, jelasnya. Paparan pornografi yang dialami anak anak, sambung Elly,
didapat dari game online, internet, tayangan televise, alat alat teknoligi canggih
sehingga adiksi pornografi berdampak sangat luas. Biasanya paparan pornografi
dimulai di dalam keluarga sehingga sulit terkontrol. Paparan pornografi tidak
hanya dilakukan oleh tayangan tayangan dari luar justru tayangan tayangan
local yang diproduksi dari Indonesia juga banyak berisi dan bersifat pornografi.
Karena itu peran keluarga merupakan factor terpenting dalam penanggulangan
dan mencegah terjadinya paparan pornografi dan addict pornografi, ujarnya.
Keluarga, lanjut Elly, harus sadar untuk melarang anak anaknya menonton
pornografi yang makin marak di media internet, game online, komik serta
handphone berkamera. Larangan tersebut tentu akan mempersempit untuk melihat
atau membuat video yang asusila. Karena dapat merusak lima bagian otak terutama
Lobus Frontal yang tepat berada di belakang dahi. Kerusakan fungsi otak tersebut
mengakibatkan penurunan kemampuan belajar dan pengambilan keputusan yang
menjadi keunggulan manusia sebagai agen perubahan transformasi social.
Sementara itu menurut Mark Kastleman, pornografi adalah narkoba lewat mata.
Karena gambar gambar porno akan membuat anak anak tidak bisa membuat
perencanaan, mengambil keputusan dan mengendalikan hawa nafsu serta emosi.
Padahal

otak

adalah

sebagai

pengendali

impuls.

Kerusakan

ini

juga

memungkinkan anak dan remaja melakukan incest, jelasnya. Sedangkan Randy


Hyde, PhD dalam paparannya mengatakan, orang tua, keluarga dan lingkungan
adalah terapis terbaik untuk belajar, tumbuh dan meraih potensi tertinggi
seseorang. Karena karakter yang baik akan menghasilkan perilaku yang baik dan
sebaliknya karakter yang buruk akan menghasilkan perilaku yang buruk. Setiap
orang bertanggung jawab atas perilakunya. Perilaku seseorang mengungkapkan
karakter atau kekurangan seseorang, paparnya. Kecanduan adalah kondisi yang
mana secara fisik dan kimia otak memaksa seseorang melakukan suatu perilaku
tertentu tanpa adanya keterlibatan pikiran atau hati nurani. Tapi karena kekuatan

[Type text]

Page 8

[Type the document title]

dari sistem limbik otak (salah satu sistem pada struktur otak) dan kapasitas untuk
menaungi
3. Bagian moral dan rasional dari otak, banyak orang yang mengklaim bahwa
pornografi adalah perilaku yang normal atau sebagai hiburan semata. Pada
dasarnya, satu-satunya perbedaan antara kecanduan narkoba, seperti heroin atau
kokain dengan pornografi adalah cara memasuki sistem. Otak merespons informasi
yang diterima melalui mata lebih cepat ketimbang dari sumber lain. Informasi
visual diproses di sistem limbik dalam waktu nanodetik (sepuluh pangkat minus
sembilan detik). Inilah sebabnya mengapa kecanduan pornografi menjadi masalah
besar. Informasi visual diproses lebih cepat daripada informasi indera yang lain,
bahkan respons heroin atau kokain sekalipun jauh lebih lambat. Selain visual,
hormon oksitosin juga berperan pada kecanduan pornografi. Oksitosin dapat
menciptakan rasa bersatu dan kebersamaan selama berhubungan seksual. Dampak
pornografi berpotensi menimbulkan kerusakan otak melebihi bahaya narkoba.
Adiksi narkoba dapat merusak tiga bagian otak sementara adiksi pornografi
merusak lima bagian otak (bagian lobus Frontal, gyrus Insula, Nucleus Accumbens
Putamen, Cingulated dan Cerebellum) yang berperan di dalam kontrol perilaku
yang menimbulkan perbuatan berulang-ulang terhadap pemuasan seksual (Dr
Donald Hilton Jr, dokter ahli bedah syaraf AS). Pornografi Susutkan Jaringan Otak
dan Turunkan Kecerdasan Hasil penelitan ahli bedah syaraf Amerika menyatakan
kecanduan pornografi berefek riil pada jaringan otak. Tidak dapat dipungkiri,
pornografi menyebabkan kecanduan, contoh sederhana adalah ketika kita
menyaksikan sebuah film porno, suatu saat pasti ada keinginan untuk menontonnya
lagi dan lagi. Kecanduan pornografi ini bahkan dikatakan lebih parah dari pada
kecanduan kokain karena kokain bisa dihilangkan dari tubuh pecandunya, tapi
ingatan tentang adegan atau gambar porno akan tetap tinggal di otak selamanya.
Pornografi yang dijejalkan ke otak kita secara terus-terusan pada akhirnya akan
menyebabkan jaringan otak mengecil dan fungsinya juga terganggu. Secara
detailnya, Donald L. Hilton Jr. MD, ahli bedah syaraf dari San Antonio Hospital,
Amerika Serikat, mengatakan bahwa kecanduan ini mengakibatkan otak bagian
tengah depan (Ventral Tegmental Area) secara fisik akan mengecil dan tentu saja
dengan mengecilnya bagian ini menyebabkan fungsinya akan terganggu pula.
Penyusutan jaringan otak ini nantinya akan memproduksi dopamine (bahan kimia
pemicu rasa senang), sementara dopamine sendiri akan menyebabkan kekacauan

[Type text]

Page 9

[Type the document title]

kerja neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan.
Jadi si penderita kemungkinan akan lambat untuk menyampaikan atau
mengirimkan sebuah informasi.
4. Pornografi dapat merusak sel otak yang menyebabkan perilaku dan kemampuan
intelegensi mengalami gangguan. Jelas bahwa penurunan intelegensia ini
menurunkan produktivitas dan menurunkan kualitas Sumber Daya Manusia. Selain
itu, Pornografi juga menimbulkan gangguan memori, dan menimbulkan perubahan
konstan pada neurotransmitter dan melemahkan fungsi kontrol pada manusia
sehingga si penderita juga akan sulit mengendalikan atau mengonrol perilakunya.
Proses seperti itu tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat, namun semua itu
akan terjadi dalam beberapa tahap, yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan
impulsive, ekskalasi kecanduan, desentisisasi dan penurunan perilaku. Pornografi
Lebih Berbahaya dari Narkoba Sebagaimana dirilis banyak situs internet dan dari
berbagai sumber yang beragam antara lain seperti Dr Mark B. Kastlemaan, Kepala
Edukasi & Training Officer for Candeo USA bahwa pada titik-titik tertentu,
kecanduan pornografi ternyata bisa lebih berbahaya daripada narkoba. 1. Pengaruh
kokain bisa dilenyapkan, sedangkan materi pornografi tidak Berdasarkan
pemotretan melalui positron emission tomography (PET), terlihat jelas bahwa
seseorang yang tengah menikmati gambar porno mengalami proses kimia dalam
otak sama dengan orang yang tengah menghisap kokain. Tampak akut pornografi
ternyata lebih jahat ketimbang kokain. Karena pengaruh kokain dalam tubuh bisa
dilenyapkan (dengan detoksifikasi). Adapun materi pornografi, sekali terekam
dalam otak, image porno itu akan mendekam dalam otak selamanya. 2. Pornografi
dapat merusak syarat otak lebih banyak dibandingkan narkoba Jika narkoba
menyebabkan 3 syaraf otak rusak, maka pornografi menyebabkan 5 syaraf otak
yang rusak, terutama pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di
belakang dahi). Kerusakan bagian otak ini akan membuat orang tidak bisa
membuat perencanaan, tidak bisa mengendalikan emosi, tidak bisa mengambil
keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls.
Bagian inilah yang membedakan manusia dengan binatang. 3. Pecandu pornografi
lebih sulit dideteksi daripada pecandu narkoba Pada dasarnya orang yang
kecanduan pornografi merasakan hal yang sama dengan pecandu narkoba, yaitu
ingin terus memproduksi dopamin dalam otak. Tapi pecandu pornografi bisa
memenuhinya dengan lebih mudah, kapanpun dan dimanapun, bahkan melalui

[Type text]

Page 10

[Type the document title]

handphone. Kecanduan ini tidak tampak sehingga lebih lebih sulit dideteksi,
lambat laun menimbulkan kerusakan otak yang permanen melebihi kecanduan
narkoba, dan pengobatannya pun lebih sulit. 4. Pornografi berpotensi menurunkan
kecerdasan Sebanyak 70 persen informasi masuk melalui mata. Ketika seseorang
melihat sesuatu yang berbau porno, maka akan terjadi rangsangan yang langsung
masuk ke otak belakang tanpa
5. Tersaring, yang mengakibatkan otak mengeluarkan cairan atau zat neurotransmiter
yang disebut Delta-FosB. Zat itulah yang membuat nafsu atau libido seseorang
meningkat. Semakin banyak materi pornografi yang masuk ke otak bagian
belakang, maka bagian otak lainnya menjadi kurang aktif, terutama otak bagian
depan. Padahal yang mempengaruhi kecerdasan seseorang adalah ketebalan
korteks yang ada di bagian otak depan. Singkatnya, semakin minim kemampuan
orang menyaring materi pornografi ini, semakin rentanlah mengalami penurunan
kemampuan kognitif dan kecerdasannya. Pengaruh Pornografi Terhadap Perilaku
Anak Kecanduan pornografi mengakibatkan otak bagian tengah depan yang
disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil. Penyusutan jaringan
otak yang memproduksi dopamine bahan kimia pemicu rasa senang itu
menyebabkan kekacauan kerja neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi
sebagai pengirim pesan. Dalam hal ini, pornografi menimbulkan perubahan
konstan padaneorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Sehingga secara
berantai dapat mengakibatkan antara lain: - Orang yang sudah kecanduan tidak bisa
lagi mengontrol perilakunya, berkurangnya rasa tanggung jawab bahkan akan
mengalami gangguan memori. Kondisi tersebut terjadi melalui beberapa tahap
yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan,
desensitifisasi dan akhirnya penurunan perilaku. - Ketidakmampuan mengontrol
batasan perilaku tersebut menimbulkan kecenderungan lebih besar untuk depresi. Saat dewasa anak-anak yang biasa menyaksikan pornografi hanya memandang
wanita sebagai objek seksual saja - Bila kondisi sosialnya kurang harmonis bisa
melakukan kekerasan seksual dan phedophilia. Hal ini dikemukakan oleh Donald
L. Hilton Jr, MD, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika
Serikat dan juga oleh Dr Adre Mayza Sp.S(K) dan Ibu Elly Risman (Ketua
Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati) dan beberapa ahli lainnya. Secara rinci,
pornografi dapat mengakibatkan perilaku negatif anak seperti berikut ini : 1.
Mendorong anak untuk meniru melakukan tindakan seksual Anak usia dini adalah

[Type text]

Page 11

[Type the document title]

peniru ulung, apa yang dilihat dan didengarnya dari orang dewasa dan
lingkungannya akan ditiru. Kemampuan anak menyaring informasi sangatlah
rendah, belum mampu membedakan yang baik dan buruk. Bagi mereka orang
dewasa adalah model atau sumber yang paling baik dan nyata untuk ditiru. Para
ahli di bidang kejahatan seksual terhadap anak juga menyatakan bahwa aktifitas
seksual pada anak yang belum dewasa selalu dipicu oleh 2 (dua) kemungkinan
yaitu pengalaman atau melihat. Bisa dibayangkan kalau yang sering mereka lihat
adalah materi pornografi atau aktivitas porno baik dari internet, HP, VCD, komik
atau media lainnya. Maka mereka akan terdorong untuk meniru melakukan
tindakan seksual terhadap anak lain ataupun siapapun obyek yang bisa mereka
jangkau. Sesungguhnya dari proses inilah bermula, sehingga terjadi banyak kasus
kekerasan seksual yang dilakukan anak terhadap anak lain.
6. Membentuk sikap, nilai dan perilaku yang negatif Anak-anak yang terbiasa
mengkonsumsi materi pornografi yang menggambarkan beragam adegan seksual,
dapat terganggu proses pendidikan seksnya. Hal itu secara dramatis dapat diketahui
dari cara mereka memandang wanita, kejahatan seksual, hubungan seksual, dan
seks pada umumnya. Mereka akan berkembang menjadi pribadi yang merendahkan
wanita secara seksual, memandang seks bebas sebagai perilaku normal dan alami,
permisif terhadap perkosaan, bahkan cenderung mengidap berbagai penyimpangan
seksual. 3. Menyebabkan sulit konsentrasi hingga terganggu jati dirinya Pada anakanak yang memiliki IQ tinggi, pornografi bisa mengakibatkan mereka kesulitan
membangkitkan konsentrasinya untuk belajar dan beraktivitas, hari-harinya
didominasi oleh kegelisahan dan sedikit sekali produktivitasnya. Sedangkan anakanak yang ber-IQ rendah, pengaruhnya bisa lebih ekstrim lagi, mereka tidak
berdaya lagi untuk berkonsentrasi, hari- harinya total dikuasai kegelisahan, dan
orang-orang di sekitarnya akan menghakimi dia sebagai sang pemalas. Pornografi
yang dikonsumsi anak merupakan sensasi seksual yang diterima sebelum
waktunya. Kesulitan mereka memahami aktivitas pornografi pada orang dewasa,
menimbulkan tanda tanya besar yang tidak mampu mereka jawab dan
aktualisasikan, sehingga yang terjadi adalah mengendapnya kesan mendalam di
bawah otak sadar yang bisa membuat mereka sulit konsentrasi, tidak fokus,
mogokbelajar, tidak bergairah melakukan aktivitas yang semestinya, hingga
mengalamishock dan disorientasi (kehilangan pandangan) terhadap jati diri mereka
sendiri bahwa sebenarnya mereka masih anak. 4. Tertutup, minder dan tidak

[Type text]

Page 12

[Type the document title]

percaya diri Anak pelanggan pornografi yang mendapat dukungan teman-temannya


sesama penggemar pornografi, akan terdorong menjadi pribadi yang permisif
(memandang maklum) terhadap seks bebas dan mereka melakukan praktek seks
bebas di luar pantauan orang tua. Sedangkan anak pelanggan pornografi yang
dikelilingi oleh teman-teman yang terbimbing dan bebas dari pornografi, akan
cenderung merasa minder dan tidak percaya diri. Karena kebiasaannya ini, anak
merasa sebagai pribadi yang aneh dan berbeda dalam arti lebih rendah, dan seiring
bertambahnya pengetahuan keagamaannya ia akan merasa paling berdosa
dibanding teman-temannya. Dampak ini akan semakin serius bila anak adalah
pelaku atau korban kekerasan atau penyimpangan seksual.

[Type text]

Page 13