Anda di halaman 1dari 9

Pada bab sebelumnya, pembahasan hanya ditujukan pada konsep-konsep

tunggal dengan sifat-sifat alaminya. Pada dasarnya setiap konsep merupakan turunan
dari konsep-konsep yang lain sehingga akan membentuk konsep baru yang pada
akhirnya akan menimbulkan rangkaian-rangkaian konsep. Tetapi pada setiap tingkat
bisa dipilih penggolongan-penggolongan yang berlainan, membentuk suatu hirarki
yang berbeda-beda. Mobil dapat digolongkan sebagi kendaraan (dengan bus, kereta
api, pesawat terbang); sebagai lambang status (dengan gelar, alamat yang baik, baju
bulu binatang Mink ); sebagai sumber pendapatan dalam negeri (dengan tembakau,
minuman keras, lisensi anjing); sebagai barang ekspor (dengan piringan hitam, Wisky
Scotch, bahan pakaian), dan seterusnya. Konsep-konsep golongan yang jadi pusat
perhatian kita sampai sekarang ini bukanlah jenis satu-satunya. Diberikan suatu
kumpulan, tidak dari objek-objek tunggal tetapi dari pasangan objek-objek, yang kita
mungkin jadi sadar tentang sesuatu yang sama-sama ada pada pasangan itu.
Misalnya: apabila kita memiliki konsep dokter, maka dokter ini dapat
digolongkan sebagai suatu jenis profesi jika digabungkan dengan konsep guru,
arsitek, pengusaha.
Jika kita diberikan kumpulan pasangan objek-objek, mungkin kita dapat
melihat sesuatu yang sama, contohnya:
Anak Ayam (kuthuk) : Ayam ; Anak Anjing (kirek) : Anjing ; Anak Kucing :
Kucing
dari pasangan-pasangan tersebut dapat di hubungkan ... anak dari.
Surabaya : Jawa Timur ; Semarang : Jawa Tengah; Bandung : Jawa Barat
Dari pasanganpasangan tersebut dapat dihubungkan dengan ... ibu kota propinsi
dari....

26

Ide yang menghubungkan tiap pasangan ini disebut relasi. Dalam matematika relasi
ini dapat dituliskan sebagai pasangan berurut, dengan cara:
1.

Tiap pasangan ditulis dalam tanda kurung.

2.

Memperhatikan urutan penulisan masalah, seperti:


1 2 1 2 1 2
, , , , ,
2 4 3 6 4 8

Relasinya ... ekivalen dengan ...


Ada dua jenis utama relasi, yaitu:
1.

Relasi terurut/urutan
Contoh: lebih dari, nenek moyang dari, terjadi setelah.

2.

Relasi kesamaan/ekivalen
Contoh: ukuran yang sama, saudara dari, sama warna dengan.

Kedua jenis relasi tersebut tidak hanya mempunyai struktur konsep yang hierarki,
tetapi juga struktur lain dari relasi individual dan golongan-golongan yang saling
berhubungan dengan struktur sebelumnya.
Suatu sumber lain dan sambungansambungan

silang, timbul dari

kemampuan untuk Mengubah suatu ide menjadi ide lain dengan melakukan sesuatu
pada ide itu.
Contoh ;
Baik buruk ; panas dingin ; tinggi rendah
Contoh lain :
Baik terbaik ;
Panas terpanas
Tinggi tertinggi
Sesuatu yang dapat kita lakukan pada sebuah ide disebut transformasi atau lebih
umum disebut fungsi. Ada bermacam-macam transformasi, dan kadang-kadang kita
dapat mengkombinasi transformasi lain (seperti halnya kita dapat mengkombiasi dua
bilangan untuk mendapatkan bilangan lain), misalnya dengan mengkombinasikan dua
transformasi di atas kita dapatkan :
Baik terburuk ; Panas terdingin ; dan seterusnya.
26

Jadi transformasitransformasi dihubungkan satu sama lain, dan juga jadi sumber
dari relasi-relasi ide terhadap mana transformasi- transformasi itudapat diterapkan.
Sebagai contoh lain dalam matematika dari relasi terurut dapat ditunjukkan sebagai
berikut:

x 2 4x 6
Turunannya adalah

2x 4

ekivalen

2( x 2)
Turunannya adalah

Turunannya adalah

2
Dari gambar di atas terdapat relasi terurut x 2 4 x 6 turunannya adalah
2 x 4 , turunan dari 2 x 4 adalah 2, dan relasi kesamaan dari 2 x 4 adalah
2( x 2) . Muncul relasi baru yaitu 2( x 2) yang turunannya adalah 2.

Kajian dari struktur itu merupakan bagian yang penting dalam matematika.
Dalam kajian struktur itu dibangun relasi yang merupakan inti dari psikologi belajar
matematika.
Penjelasan di atas memberi pandangan sekilas dan singkat tentang kekayaan
dan keanekaragaman cara-cara konsep dan saling berhubungan, dan struktur-struktur
itu sendiri adalah bagian yang penting dari matematika, dan studi tentang bagaimana
struktur-struktur itu tersusun dan berfungsi adalah pokok dari psikologi umum untuk
suatu struktur mental adalah skema. Istilah itu tidak hanya meliputi struktur-struktur
konseptual matematika yang rumit, tetapi juga struktur yang secara nisbi sederhana
mengkoordinasi kegiatan gerak indrawi (sensory motor). Di sini kita akan berurusan
dengan skema-skema konseptual yang abstrak. Pada bab sebelumnya telah
ditunjukkan bahwa konsep-konsep ini berasal dari pengalaman indrawi dan kegiatan
gerak (motor activity) terhadap dunia luar. Tetapi segera konsep-konsep ini dapat

26

dilepaskan dari asalnya, dan perkembangan selanjutnya berlangsung melalui interaksi


dengan ahli-ahli matematika lain dan antara satu dengan yang lainnya.
Contohnya apabila kita ingin menanamkan konsep kuda pada anakanak.
Dengan menggunakan pengalaman empiris yaitu dengan mengajak anak pergi ke
kebun binatang dan menunjukkan binatang kuda dengan menyebutkan ciricirinya.
Atau dengan cara lain yaitu dengan Pseudo Empirical Abstraction yaitu dengan
menunjukkan patung kuda dan memberikan konsep kuda. Untuk mengetes tingkat
pemahaman maka kita bisa menunjukkan patung binatang yang lain selain kuda.
Kegiatan panca indra ini tidak hanya digunakan untuk pemahaman terhadap konsepkonsep biasa tetapi juga digunakan untuk pemahaman konsep-konsep yang lebih
sederhana dan abstrak.
Skema mempunyai dua fungsi utama, yaitu:
1.

Menggabungkan pengetahuan yang ada.

2.

Alat pikiran untuk mendapatkan pengetahuan yang


baru.
Contoh: Dari skema perkalian bisa diperoleh skema perpangkatan

2 2 22
Fungsi Gabungan Dari Sebuah Skema
Ketika kita mengenali sesuatu sebagai contoh dari sebuah konsep maka kita
akan menyadari adanya dua tingkatan dari penggabungan dua skema, yaitu:
1.

Sebagai dirinya sendiri

2.

Sebagai anggota dari golongannya

Jadi bila kita melihat sebuah mobil tertentu, kita secara otomatis mengenalnya
sebagai anggota dari kelompok mobil-mobil pribadi. Tetapi konsep lain, yang tersedia
untuk membantu kita bersikap sesuai dengan beraneka ragam situasi yang
menjadikan sebuah bisa merupakan bagiannya. Andaikan mobil itu dijual, maka
semua pengalaman kita tentang pengendaraan mobil akan dibawa serta, tinjauantinjauan tentang kemampuannya dapat ditimbulkan kembali dalam pikiran,
pertanyaan-pertanyaan untuk diajukan muncul sendiri. Andaikan harganya ada di atas
26

keseimbangan bank kita saat ini, maka sumber-sumber keuangan pinjaman-pinjaman


bank, sewa muncul dalam pikiran. Andaikan sebagai gantinya bahwa mobil itu
sedang berjalan dan mendapat kerusakan, maka peralatan pembantu seperti PMI
(Persatuan Mobil Indonesia), bengkel terdekat, tempat-tempat telepon teringat
kembali.
Kebanyakan skema-skema itu mungkin dulu sudah disambungkan dengan
konsep mobil. Tetapi andaikan sekarang kita parkir di suatu pantai, dan mendapatkan
roda-roda kita telah terbenam dalam pasir yang lembek, ini menimbulkan masalah
yang harus dipecahkan dengan menyertakan skema-skema dari lain-lain bidang
pengalaman; seperti tabiat pasang surut air laut, cara-cara membuat permukaan yang
kokoh di atas pasir lembek. Semakin banyak skema yang tersedia bagi kita, semakin
baik kemungkinan kita dapat dapat mengatasi hal-hal yang tidak terduga.
Contoh lain: jika kita mendengar atau menyebutkan kata gajah, maka dalam
benak kita muncul suatu gambar gajah. Jika dikaitkan dengan dirinya sendiri gajah itu
adalah binatang yang memiliki badan besar, berwarna abu-abu, mempunyai telinga
lebar, dan belalai yang panjang. Lalu jika dikaitkan dengan anggota dari
golongannya, maka gajah merupakan binatang menyusui yang disebut mamalia dan
binatang yang hanya memakan tumbuhan yang disebut herbivora.
Skema Sebagai Alat Untuk Belajar Lebih Lanjut
Skema yang sudah ada merupakan sesuatu yang penting untuk memperoleh
pengetahuan selanjutnya. Misalkan jika kita ingin menjadi guru matematika, maka
kita membutuhkan pengetahuan dalam bidang pendidikan terutama psikologi
pendidikan, teori belajar mengajar, dan yang terpenting pengetahuan matematika.
Skema yang ada merupakan pengetahuan yang lebih tinggi tergantung pada skemaskema dasar tentang embaca, menulis, dan berbicara.
Belajar skematik memberi keuntungan daripada belajar hafalan. Keuntungan
tersebut antara lain:
1.

Belajar lebih bermakna

2.

Belajar lebih efisien


26

3.

Belajar menyiapkan sebuah akal pikiran untuk


menerapkan pendekatan yang sama pada tugas belajar di kemudian hari.
Belajar dengan menggunakan skema juga mempunyai beberapa kerugian,

antara lain:
1.

Membutuhkan waktu yang lama jika tugas yang diberikan terlalu jauh.
Misalnya aturan untuk memecahkan persamaan sederhana atau menggunakan
aturan logaritma dapat diingat dengan cepat untuk mencapai pemahaman. Jadi,
belajar fakta dengan capat dapat dilakukan dengan mengingat aturan-aturan.
Apabila hal ini dilakukan terus-menerus menyebabkan beban lebih banyak.
Dengan menggunakan skema dapat mengurangi beban tersebut. Selain itu skema
mampu menyumbang sebagian besar ide dalam matematika. Ini berarti
pembelajaran sekarang

2.

Jangkauan materi yang terlalu luas.


Penglaman baru akan mempengaruhi skema yang telah ada. Apabila skema yang
ada diserang dengan jumlah yang besar maka akan mudah dilupakan. Jika skema
yang baru tidak sesuai dengan skema yang lama, maka diperlukan perubahan dari
terhadap susunan skema. Ada dua cara agar skema baru dapat dapat diserap oleh
skema lama. Cara pertama adalah dengan proses asimilasi, yaitu proses
penyerapan skema baru yang skema baru tersebut telah sesuai atau cocok dengan
dengan skema lama. Cara kedua adalah akomodasi, yaitu proses merubah skema
lama yang dimiliki oleh individu karena skema lama tidak sesuai dengan
informasi yang baru.
Contoh: ketika anak membedakan orang pribumi dengan orang asing, proses
asimilasi terjadi pada saat adanya skema bahwa orang asing adalah orang yang
datang dari luar negeri, berbahasa inggris dengan logat yang berbeda. Tetapi
ketika si anak tersebut pergi ke luar negeri, dia menemukan bahwa dirinya sendiri
dideskripsikan sebagai orang asing. Berdasarkan asimilasi yang telah terjadi
sebelumnya maka terbentuklah ide baru bahwa orang asing adalah orang yang
tidak di negaranya sendiri, maka inilah yang disebut akomodasi.

26

Pemahaman
Paham terhadap sesuatu berarti dapat menyerap sesuatu tersebut ke dalam
skema yang layak. Jadi bukan masalah tahu tidaknya tentang sesuatu, tetapi dapat
menjelaskan dengan benar dan memahami tentang sesuatu tersebut. Sebagai
contoh, orang Yunani memahami tentang badai yang disertai dengan kilat. Menurut
skema yang telah ada, badai yang disertai dengan kilat adalah Zeus yang sedang
marah dan melempar barang-barang. Baru pada abad ke-18 didapat pengertian yang
benar tentang badai disertai kilat yang ditemukan oleh Benyamin Franklin. Menurut
Franklin badai yang disertai kilat adalah gejala alam yang berkaitan dengan
pembuangan listrik.
Kegunaan Skema dalam Pembelajaran Matematika
Pada pembahasan di atas telah dijelaskan bahwa skema mempunyai
keuntungan dan kelemahan. Jika skema lama tidak ssuai dengan skema baru maka
skema lama tidak akan menyerap skema baru tersebut. Karena perkembangan
matematika sangat pesat, maka guru harus menyiapkan siswa agar dapat
mrnyesuaikan diri dengan perkembangan matematika tersebut. Dengan demikian
tugas guru antara lain:
1.

Membangun pondasi yang kuat dan terstruktur


tentang ide-ide matematika dasar.

2.

Membimbing siswa menemukan ide-ide baru.

3.

Mengajarkan siswa untuk selalu menyesuaikan skema


lama dengan skema baru.

Contoh penggunaan skema dalam pembelajaran matematika:


Menyelesaikan operasi hitung penjumlahan pada pecahan

5 3
....
6 4

Sebelum guru memberi petunjuk cara pengerjaan operasi hitung penjumlahan


bilangan pecahan, siswa dengan skema lama yaitu pengetahuannya tentang
26

penjumlahan pada bilangan bulat, akan menyelesaikan operasi hitung tersebut


dengan cara menjumlahkan pembilang dengan pembilang dan menjumlahkan
penyebut denga penyebut.
5 3 53
8

6 4 6 4 10

penyelesaian di atas adalah salah. Jika diselesaikan dengan skema yang


kurang tepat sehingga hanya dapat disimpan dalam memori jangka pendek.
Dalam hal ini guru sangat berperan dalam membimbing siswa untuk
menemukan ide ide baru sehingga akan terbentuk konsep baru cara
menyelesaikan

penjumlahan

pada

pecahan

tersebut,

yaitu

dengan

menyamakan penyebut, dengan cara mengalikan kedua penyebut dalam


pecahan tersebut., sehinnga diperoleh
5 3 20 18 38

6 4 24 24 24

Penyelesaian penjumlahan pecahan tersebut juga bisa di selesaikan dengan


cara lain. Jika kita menginginkan skema yang tepat dan dapat disimpan dalam
memori jangka panjang maka penjumlahan pecahan tersebut juga

dapat

diselesaikan dengan menggunakan perhitungan KPK dari kedua penyebutnya.


Hasil KPK dari 6 an 4 adalah 12, sehingga diperoleh:
5 3 10 9 19

6 4 12 12 12

Rangkuman
Skema adalah istilah psikologi umum yang berkaitan dengan struktur mental.
Dalam skema terstruktur yang dikembangkan bukan hanya struktur konsep
matmatika

saja,

tetapi

struktur-struktur

yang

saling

berkaitan

dan

mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan panca indra.


Ada dua fungsi umum dari skema, yaitu:
1. Menggabungkan pengetahuan yang ada
2. Alat pikiran untuk mendapatkan pengetahuan baru
Belajar skematik memberi tiga keuntungan daripada belajar hafalan, yaitu:
26

1. Belajar lebih bermakna


2. Belajar lebih efisien
3. Belajar menyiapkan sebuah alat pikiran untuk menerapkan pendekatan yang
sama pada tugas belajar di kemudian hari.
Belajar dengan menggunakan skema juga memberi beberapa kerugian, yaitu:
1. Membutuhkan waktu yang lama jika tugas yang diberikan terlalu jauh.
2. Jangkauan materi yang terlalu luas.
Ada dua macam penyerapan skema baru terhadap skema lama, yaitu asimilasi dan
akomodasi.
Asimilasi adalah proses mengubah skema baru terhadap skema lama, sehingga
skema baru dapat diterima skema lama.
Akomodasi adalah proses mengubah skema lama terhadap skema baru, sehingga
skema lama dapat diterima oleh skema baru.
Pemahaman berarti kemampuan menyerap suatu pengalaman ke dalam struktur
skema yang tepat.
Tugas guru dalam pembelajaran bermakna antara lain:
1. Membangun pondasi yang kuat dan terstruktur tentang ide-ide matematika
dasar.
2. Membimbing siswa menemukan ide-ide baru
3. Mengajarkan siswa untuk selalu menyesuaikan skema lama dengan skema
baru

26