Anda di halaman 1dari 29

JUMLAH

TABUNGAN
15 - 21
22 - 28
29 - 35
36 - 42
43 - 49
50 - 56
57 - 63
64 - 70

24

18
16
15
11
9
6
1

FREKUENS
I
6
15
16
18
24
9
11
1
100

TB

TA

14,5
21,5
28,5
35,5
42,5
49,5
56,5
63,5

21,5
28,5
35,5
42,5
49,5
56,5
63,5
70,5

FK
TA
6
21
37
55
79
88
99
100

FK
TB
100
94
79
63
45
21
12
1

18
14,5

24

18
16
15

21,5

25
32
39
46
53
60
67
28,5 35,5 42,5 49,5 56,5 63,5 70,5

JUMLAH
TABUNGAN
15 - 21
22 - 28
29 - 35
36 - 42
43 - 49
50 - 56
57 - 63
64 - 70

FREKUENS
I
6
15
16
18
24
9
11
1
100

TB

TA

14,5
21,5
28,5
35,5
42,5
49,5
56,5
63,5

21,5
28,5
35,5
42,5
49,5
56,5
63,5
70,5

6
1

FK
TB
100
94
79
63
45
21
12
1
Frekwensi ( fi )

11
9

FK
TA
6
21
37
55
79
88
99
100

Histogra

poligon

18
25
32
39
46
53
60
67
14,5 21,5 28,5 35,5 42,5 49,5 56,5 63,5 70,5

Tepi bawah/ titik tengah

Tugas Pengantar Statistik Sosial

Di susun Oleh :

Nama : Howiyah Elinda Purwati


NPM : F 201420151
Dosen : IR. Nurhaifa Idris MSI
INSTITUT ILMU SOSIAL DAN MANAJEMEN STIAMI
JAKARTA 2015

1. FUNGSI STATISTIK DI IISMI JURUSAN PAJAK


1. Statistik sangat berguna bagi keperluan manajemen suatu lembaga pendidikan ( seperti IISMI) untuk melakukan control dan
evaluasi kinerja lembaga pendidikan
2. Sebagai alat dan bahaga perencanaan dan pembuatan program selanjutnya agar lebih efektifas dan efesien
3. Rencana dan ramalan lembaga pendidikan dapat dibuat dengan sebaik mungkin
4. Agar lebih memudahkan untuk menganalisis berapa jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun ( kaitannya dengan data
mahasiswa ), berapa jumlah mahasiswa yang lulus, dan berapa jumlah mahasiswa yang sudah terserap perusahaan
perusahaan
5. Sebagai alat mendiskripsikan keadaan dari suatu lembaga pendidikan.

2. TABEL DENGAN PENYUSUNAN BERDASARKAN


1. ALFABET
2. BESARAN ANGKA
3. HISTORI
DATA TRANSAKSI PERUSAHAAN
BULAN APRIL
1-Apr
2-Apr
4-Apr
6-Apr
7-Apr
9-Apr

Membayar Bank Loan


Membayar biaya angkut
pembelian
Membayar gaji karyawan
Membayar sewa toko
Membeli peralatan
Membeli perlengkapan

Rp

6,596

Rp

7,296

Rp
Rp
Rp
Rp

8,156
8,256
8,556
8,596

15-Apr
18-Apr
19-Apr
22-Apr
24-Apr
26-Apr
27-Apr

Membeli perlengkapan
Menjual Barang Dagang
Menjual Barang Dagang
Pelunasan Piutang
Pelunasan Utang
Pengambilan Prive
Saldo Awal

3. GRAFIK DARI KE 3 TABEL DI ATAS

Rp 8,796
Rp 9,050
Rp 9,550
Rp 9,550
Rp 9,600
Rp 10,600
Rp 13,000

Rp14,000
Rp12,000
Rp10,000
Rp8,000
Rp6,000
Rp4,000
Rp2,000
Rp-

Tabel. jumlah Tabungan


24
31
47
41
62
54
48
21
20
43

23
52
26
45
42
20
19
18
57
49

29
26
57
59
46
42
39
54
45
27

1.Jumlah Kelas ( K )
K= 1 + 3,322 log n
K = 1 + 3,322 log 100

31
46
47
24
24
36
25
41
25
29

42
54
35
24
61
43
56
35
38
37

32
42
63
44
17
51
47
48
30
29

2. Interval Kelas
Ci = J/ K
69 17

K = 1 + 3,322 ( 2 )
K = 1 + 6,644
= 7,644
K=8

48
49
38
63
53
44
43
59
51
49

8
= 52 / 8
= 6,5
Ci = 7

69
41
48
69
34
24
42
31
45
32

47
23
42
45
38
57
52
42
42
45

32
22
34
38
28
24
61
33
47
30

4. Tabel Frekwensi Tabungan Per bulan dari buruh Perusahaan Negara


No

Jumlah Tabungan

Frekwensi

1
2
3
4
5
6
7
8

15 21
22 28
29 35
36 - 42
43 49
50 56
57 - 63
64 70

11111 1
11111 11111 1111
11111 11111 11111 1
11111 11111 11111 111
11111 11111 11111 11111 1111
11111 1111
11111 11111 1
1
Jumlah

Tepi Bawah Kelas = BAK 0,5

Jumlah
Buruh
6
15
16
18
24
9
11
1
100

Nilai Tengah
18
25
32
39
46
53
60
67

Tepi Atas Kelas

Batas Bawah Kelas ke 1 = 15 0,5 = 14,5

Batas Atas Kelas 1 = 21 + 0,5 = 21,5

Batas Bawah Kelas ke 2 = 22 0,5 = 21,5

Batas Atas Kelas 2 = 28 + 0,5 = 28,5

Batas Bawah Kelas ke 3 = 29 - 0,5 = 28,5

Batas Atas Kelas 3 = 35 + 0,5 = 35,5

Batas Bawah Kelas ke 4 = 36 0,5 =35,5

Batas Atas Kelas 4 = 42 + 0,5 = 42,5

Batas Bawah Kelas ke 5 = 43 0,5 = 42,5

Batas Atas Kelas 5 = 49 + 0,5 = 49,5

Batas Bawah Kelas ke 6 = 50 0,5 = 49,5

Batas Atas Kelas 6 = 56 + 0,5 = 56,5

Batas Bawah Kelas ke 7 = 57 0,5 = 56,5

Batas Atas Kelas 7 = 63 + 0,5 = 63,5

Batas Bawah Kelas ke 8 = 64 0,5 = 63,5

Batas Atas Kelas 8 = 70 + 0,5 = 70,5

5. Grafik Histogram dan Poligon


Frekwensi ( fi )

24

Histogra
m

18
16
15

poligon

11
9
6
1

18
25
32
39
46
53
60
67
14,5 21,5 28,5 35,5 42,5 49,5 56,5 63,5 70,5

Tepi bawah/ titik tengah

.6. Tabel Distribusi Frekwensi Kumulatif Kurang dari ( Fk TA )


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Jumlah Tabungan
Kurang dari 14,5
Kurang dari 21,5
Kurang dari 28,5
Kurang dari 35,5
Kurang dari 42,5
Kurang dari 49,5
Kurang dari 56,5
Kurang dari 63,5
Kurang dari 70,5

Perhitungan frekwensi kumulatif kurang dari


F1 = 0
F2 = 6
F3 = 6+15 = 21
F4 = 6+15+16 = 37
F5 = 6+15+16+18 = 55
F6 = 6+15+16+18+24 = 79
F7 = 6+15+16+18+24+9 = 88
F8 = 6+15+16+18+24+9+11 = 99

Jumlah Buruh
0
6
21
37
55
79
88
99
100

F9 = 6+15+16+18+24+9+11+1 = 10

Tabel Distribusi Frekwensi Kumulatif Lebih dari ( FK TB )


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Jumlah Tabungan
Lebih dari 14,5
Lebih dari 21,5
Lebih dari 28,5
Lebih dari 35,5
Lebih dari 42,5
Lebih dari 49,5
Lebih dari 56,5
Lebih dari 63,5
Lebih dari 70,5

Jumlah Buruh
100
94
79
63
45
21
12
1
0

OGIVE NEGATIF DAN OGIVE POSITIF


100
94

79
70
63
60

50
45
40

30

21
20

10
12
1

14,5

21,5

28,5

35,5

8 .DISTRIBUSI FREKWENSI RELATIVE


D.F Absolut Relatif
% kelas ke ...=

fi

x 100 i = 1 ,2 ,...k

Perhitungan frekwensi relatif


% kelas ke 1 = 6

x100

=6

100
% kelas ke 2 =

15

x 100

= 15

100
% kelas ke 3 = 16 x 100

= 16

100
% kelas ke 4 = 18 x 100

= 18

100
% kelas ke 5 =

24 x 100

= 24

100
% kelas ke 6 =

9 x 100

=9

42,5

49,5

56,5

63,5

70,5 Tepi Atas

100
% kelas ke 7 = 11 x 100

= 11

100
% kelas ke 8 =

x 100

=1

100

Tabel Frekwensi absolut Relatif Jumlah Tabungan pada Perusahaan Negara


No
1
2
3
4
5
6
7
8

Jumlah Tabungan
15 21
22 28
29 35
36 42
43 49
50 56
57 63
64 70
Jumlah

# D.F Kumulatif kurang dari Relatif


% kelas ke i = fi x 100
100
% kelas ke 1 = 0
100

x 100 = 0

Jumlah Buruh
6
15
16
18
24
9
11
1
100

%
6
15
16
18
24
9
11
1
100

% kelas ke 2 = 6

x 100 = 6

100
% kelas ke 3 =

21 x 100 = 21
100

% kelas ke 4 = 31 x 100 = 31
100
% kelas ke 5 = 55 x 100 = 55
100
% kelas ke 6 = 79 x 100 = 79
100
% kelas ke 7 =

88 x 100 = 88
100

Tabel. Distribusi Frekwensi Kumulatif kurang dari Relatif Jumlah Tabungan pada Perusahaan Negara
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Jumlah Tabungan
Kurang dari 14,5
Kurang dari 21,5
Kurang dari 28,5
Kurang dari 35,5
Kurang dari 42,5
Kurang dari 49,5
Kurang dari 56,5
Kurang dari 63,5
Kurang dari 70,5

Jumlah Buruh
0
6
21
37
55
79
88
99
100

Perhitungan Frekwensi Kumulatif lebih dari relatif


% kelas ke 1 = 100 x 100 = 100
100
% kelas ke 2 = 94 x 100 = 94
100
% kelas ke 3 =

79 x 100 = 79
100

% kelas ke 4 =

63 x 100 = 63
100

% kelas ke 5 =

45

x 100 = 45

%
0
6
21
37
55
79
88
99
100

100
% kelas ke 6 = 21 x 100 = 21
100
% kelas ke 7 =

12

x 100 = 12

100

% kelas ke 8 =

x 100 = 1

100
% kelas ke 9 =

x 100 = 0

100

Tabel. Distribusi Frekwensi Kumulatif lebih dari Relative Jumlah Tabungan pada Perusahaan Negara
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Jumlah Tabungan
Lebih dari 14,5
Lebih dari 21,5
Lebih dari 28,5
Lebih dari 35,5
Lebih dari 42,5
Lebih dari 49,5
Lebih dari 56,5
Lebih dari 63,5
Lebih dari 70,5

Jumlah Buruh
100
94
79
63
45
21
12
1
0

%
100
94
79
63
45
21
12
1
0

Tabel Distribusi Frekwensi Jumlah Tabungan pada Perusahaan Negara


No
1
2
3
4
5
6
7
8

Jumlah Tabungan
15 21
22 28
29 35
36 42
43 49
50 56
57 63
64 70
Jumlah

6. x Rata- rata
X =

4005

= 40,05 = 40

100

7. Median
Md = Bmd + ( n F ).Ci
Fmd

Letak Md = n = .100 = 50
Md terletak di kelas ke 4 ( 36 - 42 )
1. Bmd = 36 0,5 = 35,5
2. F
= 6 + 15 + 16 = 37
3. fmd = 18
4. Ci = 7

fi
6
15
16
18
24
9
11
1
100

mi
18
25
32
39
46
53
60
67

fi.mi
108
375
512
702
1104
477
660
67
4005

Md
Md
Md
Md
Md

= 35,5 + ( 50 37 ) . 7
18
= 35,5 + ( 13 ) .7
18
= 35,5 + 5,05
= 40,55
= 40

8. Modus
Mo = Bmo + ( b1 ) Ci
b1+ b2
Letak Mo = Kelas ke 5 ( 43 49 )
Bmo = 43 0,5 = 42,5
b1 = 24 18 = 6
b2
= 24 9 = 15
Mo = 42,5 + ( 6 ). 7
6 + 15
Mo = 42,5 + ( 0,285 ) . 7
Mo
= 42,5 + 1,995
Mo
= 44,49
Mo
= 44

9 . Quartil 3
Qj = BQ + ( j . n/ 4 F ) . Ci
fQi

Letak Q3 = ( 3 x 100 ) / 4 = 75
Letak di kelas ke 5 ( 43 49 )
BQ1 = 43 0,5 = 42,5
F
= 6 + 15 + 16 + 18 = 55
fQ1 = 24
Ci = 7
Q3 = 42,5 + ( 75 55 ) . 7
24
Q3 = 42,5 + ( 0,833) .7
Q3 = 42,5 + 5,831
Q3 = 48,331
Q3 = 48

10. Desil 2
Di = Bdi + ( j . n/10 F ) . Ci
fDi

Letak D2 = 2.100 = 20
10
Letak D2 di kelas 2 ( 22 28 )
BD2 = 22 0,5 = 21, 5
F
=6
fD2 = 15
D2 = 21,5 + ( 20 6 ) . 7
15
D2 = 21,5 + ( 0.933 ) . 7
D2 = 21,5 + 6,531
D2 = 28,031
D2 = 28

11. persentil 60
Pi = Bpi + ( j.n/100 F ) .Ci
Fpi

Letak fP60 = 60.100 = 60


100
Letak Bp60 = kelas ke 5 ( 43 49 )
Bp60
= 43 0,5 = 42,5
fp60
= 24
F
= 6 + 15 + 16 + 18 = 55
P60
= 42,5 + ( 60 55 ) . 7
24
P60

= 42,5 + ( 0,208 ) .7

P60

= 42,5 + 1,456

P60

= 43,956

P60

= 44

Tabel . 1
Jenis Ikan
Asin
Teri

1970
1.329

1971
1643

Harga Rata- rata dalam rupiah


1972
1973
1974
2373
3.125
3.585

1975
8095

Peda
Gabus
Udang
Tongkol
Jumlah

1.520
1.725
2.500
4235
11.309

1815
2010
3050
3070
11.588

2492
2500
3215
15.020
25.600

3.500
3.900
4.285
17.000
31.810

3.780
4.300
5.334
19.340
36.339

10.015
10.820
12.445
32.115
73.490

1970
62
55
42
20
32
211

1971
59
56
43
21
32
211

1972
60
55
43
18
21
197

1973
59
57
40
20
17
193

1974
58
58
41
19
15
191

1975
52
48
40
15
10
165

Tabel . 2
Jenis Ikan
Asin
Teri
Peda
Gabus
Udang
Tongkol
Jumlah

1. Metode Agregatif
1.Agr =Sigma Pn

x 100%

Sigma Po
1Agr 1971 = 11.588 x 100% = 102,47
11.309
1 Agr 1972 = 25.600 x 100% = 226,37
11.309
1 Agr 1973 = 31.810 x 100% = 281, 28
11.309

1 Agr 1974 = 36.339 x 100% = 321, 33


11.309
1 Agr 1975 = 73.490 x 100% = 649,84
11..309

2. Indeks Harga Tertimbang dengan Metode Laspeyres ( I L )


Tabel Penyelesaian Metode Laspeyres
Jenis Ikan
Asin
Teri
Peda
Gabus
Udang
Tongkol
Jumlah

P70.Q70
82.398
83600
72.450
50.000
135.520
423.968

P71.Q70
101.866
99.825
86.430
61.000
98.240
447.361

P72.Q70
147.126
137,060
105.000
64.300
480.640
934.126

Peerhitungan =
IL = sigma Pn.Qo x 100%
Sigma Po.Qo
IL 1971 = 447.361
423.968

x 100% = 105,52

IL 1972 = 934.126 x 100% = 220,33


423.968
IL 1973 = 1.179.750 x 100% = 278,26

P73.Q70
193.750
192.500
163.800
85.700
544.000
1.179.750

P74.Q70
222.270
207.900
180.600
106.680
618.880
1.336.330

P75.Q70
501.890
550.825
454.440
248.900
1.027.680
2.783.735

423.968
IL 1974 = 1.336.330 x 100% = 315, 20
423.968
IL 1975 = 2.783.735 x 100% = 656,59
423.968

3. Paashe ( Ip )
Nama Barang
Teri
Peda
Gabus
Udang
Tongkol
Jumlah

P70.Q71
78.411
85.120
74.175
52.500
135.520
425.726

P71.Q1
96.937
101.640
86.430
640.050
98.240
1.023.29
7

P70.Q72
79.740
83.600
74.175
45.000
88.935
371.450

P72.Q72
142.380
137.060
107.500
57.870
315.420
760.230

P70.Q73
78.411
86.640
69.000
50.000
71.995
356..046

P73.Q73
184.375
199.500
156.000
85.700
289.000
914.575

P70.Q74
77.082
88.160
70.725
47.500
63.525
346.992

P74.Q74
207.930
219.240
176.300
101.346
290.100
994.916

P70.Q75
69.108
72.960
69.000
37.500
42.350
290.918

P75.Q75
420.940
480.720
432.800
186.675
321.150
1.842.285

Ip = Sigma Pn . qn x 100%
Sigma Po. Qn

Ip 1971 = 1.023.297 x 100% = 240,36


425.726
Ip 1972 = 760.230 x 100% = 204,66
371.450
Ip 1973 = 914.575 x 100% = 256,87
356.046
Ip 1974 = 994.916 x 100% = 286,72
346.992

Ip 1975 = 1.842.285 x 100% = 633,27


290.918

4. Ir.Fisher
Ir = IL . Ip
Tabel Penyelesaian Metode Fisher

Hasil Indeks Dg Metode


IL
Ip
IL.Ip
IL . Ip

1971
105,52
240,36
25.362,79
25.362,79

1972
220,33
204,66
45.029,74
45.092,74

1973
278,26
256,87
71.476,65
71.476,65

1974
315,20
286,72
90.374,14
90.374,14

1975
656,59
633,27
415.798,75
415.798,75

Ir

159,26

212,35

267,35

300,62

644,82

PERSAMAAN GARIS REGRESI LINIER


Tabel
No
1

xi
120

Yi
450

XiYi
54.000

Xi
14.400

Yi
202.500

2
3
4
5
6
7
8

180
310
490
570
710
860
990
4.230

n = 8

590
700
780
720
680
450
270
4.640

Xi = 4.230

Yi = 4.640

XiYi = 2.306.900

Xi = 2.931.700

Yi = 2.905.200

106.200
217.000
382.200
410.400
482.800
387.000
267.300
2.306.900

32.400
96.100
240.100
324.900
504.100
739.600
980.100
2.931.700

( Xi ) = ( 4.230 ) = 17.892.900
( Yi ) = = ( 4.640 ) = 21.529.600

348.100
490.000
608.400
518.400
462.400
202.500
72.900
2.905.200