Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PRODUKSI SATWA HARAPAN

Semut Rangrang

Disusun Oleh :
Siti Aisyah Zahra
200110110256
Kelas A

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2014
SEMUT RANGRANG

Semut Rangrang bukan sembarang semut. Mereka unik dan berbeda dari jenis semut
laiinnya. Manusia telah menggunakan jasa mereka dalam perkebunan berabad-abad yang lalu.
Tercatat, sekitar tahun 3000 Masehi di Canton (China), semut ini digunakan untuk mengusir
hama pada tanaman jeruk.
Orang mengambil sarang-sarang semut ini dari hutan memperjualbelikannya, lalu
meletakannya di pohon-pohon jeruk jenis unggul. Teknik yang sama tetap dilakukan sampai abad
ke-12 dan masih diterapkan di selatan China sampai saat ini. Di perkebunan kopi di Lampung,
kita dapat menemukan koloni semut ini bersarang di daun-daun kopi. Ternyata pada tanaman
kopi yang ditempati sarang ini lebih baik keadaannya daripada tanaman yang tidak ditempati
semut Rangrang. Produksi kopi pun jadi lebih meningkat. Para pakar serangga di Ghana telah
menggunakan jenis semut Rangrang Afrika (Oecophylla longinoda) untuk mengendalikan hama
tanaman cokelat. Kehadiran semut ini ternyata mampu mengurangi dua macam penyakit serius
yang disebabkan oleh virus dan jamur, yaitu dengan jalan menyerang dan membunuh kutu daun
yang menjadi penyebar penyakit ini. Kutu daun sangat merugikan karena menghisap cairan
tanaman sekaligus memakan jaringannya. Cara pengendalian hama seperti ini kita kenal sebagai
biological control dan ini merupakan contoh tertua dalam sejarah pertanian.
Karakteristik Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina)
Semut rangrang adalah serangga eusosial (sosial sejati), dan kehidupan koloninya sangat
tergantung pada keberadaan pohon (arboreal). Pada umumnya, koloni semut rangrang dimulai
oleh seekor betina yang sudah dikawini (haplometrosis), atau sekelompok betina yang sudah

dikawini. Mereka membuat sarang yang terbuat dari lembar-lembar daun yang mula-mula saling
direkatkan oleh semut-semut pekerja, kemudian diperkuat dengan sutra yang dikeluarkan oleh
larvanya. Di dalam sarang dapat ditemukan ratu semut yang berwarna hijau muda kemerahmerahan, dan ribuan semut pekerja berukuran besar (maksima) dan berukuran kecil (minima).
Pekerja maksima bertugas untuk mencari pakan, mempertahankan dan mengelola sarang serta
memperbesar koloni, sedangkan pekerja minima bertugas mengasuh semut-semut muda.
Habitat Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina)
Karakteristik jenis semut rangrang adalah semut yang menyukai udara yang bersih dan
sangat anti dengan udara berpolusi. Makanya keberadaan semut rangrang jarang dijumpai di
daerah perkotaan karena kita ketahui bersama bagaimana keadaan udara di daerah perkotaan.
Habitat yang cocok untuk membudidayakan semut ini antara lain daerah perdesaan yang banyak
memiliki pepohonan tahunan seperti perkebunan atau perhutani. Semut-semut ini bisa menyerbu
hampir semua jenis pohon, tetapi lebih menyukai pohon buah-buahan dan mempunyai ukuran
daun yang agak lebar seperti nangka, mahoni atau mangga. Pohon lain yang banyak disukai
adalah randu, mente (jambu monyet), jambu air, duwet atau juwet, dan lainnya.
Alam Indonesia sebenarnya masih sangat potensial untuk dimanfaatkan budidaya semut
rangrang. Daerah perdesaan dengan beranekaragam tanamannya, areal perkebunanan, kawasan
perhutani adalah lokasi yang sangat potensial untuk budidaya semut rangrang. Tidak perlu
membeli perkebunan, cukup dengan menyewa lahan tersebut. Tapi memang ada satu kelemahan
yaitu lambat laun orang yang menyewakan lahan tersebut karena mengetahui peluang bisnis
budidaya semut rangrang ini atau bahkan akan mengambil alih kegiatan ini. Jika demikian yang
ditakutkan maka memiliki pohon sendiri adalah lebih baik untuk usaha jangka panjang.
Manfaat Membudidayakan Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina)
Banyak manfaat yang akan kita peroleh apabila kita memelihara semut rangrang,
diantaranya :
-

Sebagai pengendali hama tanaman tertentu, sehingga anda tidak perlu membeli
insektisida untuk membasmi kutu daun. Ada ciri khusus dari sebuah pohon tanaman,
bahwa apabila di pohon tanaman terdapat semut rangrang maka diyakini pohon tersebut

tidak terdapat ulat/uler.


Digunakan sebagian para pemancing dan nelayan sebagai umpan ikan
Sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan ketrampilan burung berkicau
Membantu penyerbukan jenis tanaman tertentu
Dapat membantu menjaga kebun.

Dapat digunakan sebagai Biokoktrol dan Bioindikator


Penggunaan semut Rangrang sebagai biokontrol ternyata sudah dilakukan pula oleh

sebagian penduduk Indonesia, meskipun tidak besar-besaran. Misalnya jika pohon jambu atau
pohon mangga di pekarangan terserang hama, mereka akan memindahkan semut-semut
Rangrang ke pohon tersebut. Sebenarnya bukan itu saja manfaat yang diberikan semut Rangrang
kepada manusia. Dengan sifatnya yang sangat peka terhadap perubahan udara, manusia dapat
menggunakan semut ini sebagai indikator keadaan udara di suatu lingkungan.
Metode ternak semut rangrang (Oecophylla smaragdina)
Dalam Berternak semut rangrang ada beberapa metode,namun sebagian besar pensuplay
Kroto masih menggunakan metode lama (tradisional) adapun metode-metode itu adalah :
1. Metode tradisional
Dalam metode ini hampir tidak ada campur tangan manusia secara langsung. Semut
dibiarkan berkembang biak sendiri dan manusia hanya mengambil hasilnya. Contohnya; yang
sekarang banyak dilakukan oleh pemetik kroto. Dia hanya mencari pohon yang ada sarang
semutnya dan mengambil kroto yang ada. Kadang dapat banyak tetapi sering hanya mendapat
sedikit hasil per sarang semut rangrang. Jika sarang sudah diambil maka dia harus mencari
sarang yang baru agar memperoleh kroto lagi.
2. Metode Semi Tradisional
Didalam metode ini sudah ada campur tangan manusia. Tetapi hanya sedikit, karena
hampir sebagian besar masih menggantungkan alam untuk kelestarian dari semut rangrang.
Biasanya yang menggunakan metode ini adalah para pekebun yang memanfaatkan semut untuk
menjaga pohonnya agar tidak diserang hama tanaman. Pekebun memberi jalan agar semut
pindah dan berkembang ditempat yang baru atau yang diinginkan pekebun. Selain itu pekebun
juga memberi makan semut dengan sisa-sisa dapur; seperti tulang ayam, isi perut kambing atau
sapi.
3. Metode Semi Modern
Metode semi modern ini campur tangan manusia sudah banyak. Mulai dari
penyediaan tempat hingga makanan untuk semut agar bisa hidup di lokasi yang baru. Contoh
untuk metode ini adalah memelihara semut rangrang di halaman rumah menggunakan kotak

kayu. Peternak semut sudah mengubah rumah semut dari berupa sarang daun menjadi bersarang
kotak. Peternak juga harus memberi makanan untuk semut. Karena hampir sebagian besar
makanan diperoleh semut dari pemberian manusia.
4. Metode Modern
Didalam metode ternak semut rangrang modern hampir tidak ada campur tangan dari
alam. Semut hampir 100% tergantung kepada manusia dalam hal memperoleh tempat tinggal dan
makanan. Bahkan semut beranak pinak sampai turun temurun, belum pernah melihat pohon.
Contoh metode ini adalah ternak semut rangrang yang menggunakan Media Transparan.