Anda di halaman 1dari 32

Program Kerja Kepala SMA Muhammadiyah Bulukumba

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Tahun pelajaran yang lalu sudah dilewati dengan hasil yang cukup
menggembirakan. Hal ini dikarenakan SMA Muhammadiyah
Bulukumba yang tentu saja segala sesuatunya masih sangat
kekurangan baik tenaga pendidik maupun tanaga kependidikan
termasuk sarana dan prasarana lainnya.
Pada tahun pelajaran ini SMA Muhammadiyah Bulukumba berupaya
untuk mengatasi segala kekurangan tersebut dengan menyusun
rencana kerja / program kerja tahunan yang penekanannya pada
upaya peningkatan mutu pembelajaran dan peningkatan kedisiplinan
siswa.
Sesuai dengan Undang-undang sisdiknas Nomor : 20 Tahun 2003
mengamanatkan bahwa : Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar proses pembelajaran
agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki
kekuatan
spiritual
keagamaan,
pengendalian
diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara.
Berdasarkan kepentingan tersebut SMA Muhammadiyah Bulukumba
sebagai salah satu intansi yang terkait langsung dengan system
pendidikan nasional memandang perlu untuk melakukan perubahan
program pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan
sesuai dengan visi dan misi yang disepakati bersama.
Mengingat tanggung jawab pendidikan bukan hanya pada pemerintah
dan sekolah tetapi juga pada orang tua siswa, maka sewajarnyalah
pendanaan tersebut harus dipikul bersama oleh orang tua siswa
masyarakat dan pemerintah. Karena dana yang tersedia dari
pemerintah tidak mencukupi, apalagi kita selalu berorientasi pada
peningkatan mutu pendidilkan, yang menjadi masalah berapakah
ketentuan dana yang kita perlukan dari masyarakat, khususnya dari
orang tua siswa, agar pendidikan berjalan dengan baik. Disamping itu
perlu juga mempertimbangkan kemampuan orang tua siswa. Oleh
karena itu diperlukan program kerja yang mantap dan operasional
didukung oleh RKAS dan disetujui oleh orang tua siswa dan tidak
bertentangan dengan peraturan yang ada.

B. Dasar Hukum
1. Undang-undang Nomor : 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional
1

2. Peraturan pemerintah Nomor : 25 tahun 2000 tentang program


pengembangan pendidikan nasional.
3. Surat Keputusan Mentri Pendidikan Nasional Nomor : 087/U/2002
tentang penyusunan standar peningkatan mutu pendidikan
4. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 125/U/2002
tentang kalender pendidikan dan jumlah jam mengajar efektif.
5. Kurikulum SMA Muhammadiyah Bulukumba
C.

Maksud dan Tujuan.


Maksud disusunnya program kerja ini adalah :
1. Memberikan gambaran yang jelas tentang hasil-hasil yang telah
dicapai, program-program yang akan dilaksanakan serta masalahmasalah yang dihadapi sekolah untuk jangka pendek.
2. Sebagai pedoman kerja semua personil sekolah dalam
melaksanakan tugas mengajar, mengelola dan membina kegiatan
pembelajaran.
3. Untuk memberikan arahan bagi pelaksanaan seluruh kegiatan
sekolah, agar target yang telah ditetapkan dapat dicapai pada
waktu yang telah ditentukan.
Tujuan dari program kerja ini adalah sebagai berikut :
1. Memberikan landasan dan arah yang jelas dalam melaksanakan
tugas selama kegiatan berlangsung.
2. Sebagai alat control pelaksnaan kegiatan sekolah
3. Sebagai sumber data dan informasi bagi penentuan kebijakan dan
keputusan pimpinan.

D. Sasaran Program
Yang menjadi sasaran dalam program kerja ini adalah sebagai berikut :
1. Semua tenaga pendidik dan tenaga kependidikan SMA
Muhammadiyah Bulukumba sesuai dengan bidang tugas masingmasing.
2. Semua potensi yang dapat mendukung pelaksanaan pendidikan,
sehingga sekolah dapat berkembang mencapai target perluasan
pengetahuan dan peningkatan kemampuan siswa.

BAB II
PENGORGANISASIAN PERSONIL
A.

Struktur Organisasi
KOMITE
SEKOLAH

KEPALA
SEKOLAH

Drs. H.
ZAINUDDIN

Drs. HARDIWAN

KURIKULUM

KESISWAAN

KA TU

KEP. LAB. IPA

HASRAWATI,
S.Pd.

ANSAR, S.Pd.

NIRMAWATI,
S.Pd.

IRMAWATI, S.Pd.,
M.Pd.

SAPRA

HUMAS

KEP. PERPUS

SURIYANTI BORAHING,
S.Pd.

Dra. Hj.
HASWIDAH

Dra. NURWATI

KEP. LAB.
KOMP.
HANIA, S.Pd.

WALI KELAS

GURU

BP/BK

X / XI / XII

MATA
PELAJARAN

SYAMSUL BAHRI,
S.Pd.

PESERTA DIDIK
X / XI / XII

B.

Rincian Pembagian Tugas


1.
Kepala Sekolah
3

Tugas kepala sekolah terdiri dari tugas administrasi dan tugas


operatif, secara keseluruhan tugas tersebut mencakup :
a. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pengelolaan
sekolah menyangkut, kurikulum, kesiswaan, sarana dan
prasarana,
dan
hubungan
masyarakat,
administrasi
ketatausahaan, dll.
b.
Memimpin dan mengkoordinasikan semua unsur dilingkungan
sekolah dan memberikan bimbingan serta petunjuk dalam
pelaksanaan tugas semua personil.
c.
Membuat rencana / program kerja
d.
Mendelegasikan tugas-tugas tertentu kepada petugas yang
ditunjuk
e.
Melaksanakan supervisi akademik dan pengawasan kegiatan
belajar mengajar dan BP/BK
f. Mengadakan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan
program sekolah
g.
Melaksanakan
supervisi
dan
pengawasan
terhadap
perpustakaandan laboratorium
h. Melaksanakan supervisi dan pembinaan terhadap bendahara
sekolah dan bendahara komite sekolah.
i. Menyusun Program kerja
2. Kepala Tata Usaha
Kepala Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan
sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi
kegiatan-kegiatan berikut :
a. Penyusunan program kerja tata usaha
b. Pengurusan administrasi pegawai, guru, dan siswa
c. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha
d. Menyusun administrasi perlengkapan sekolah
e. Penyusunan data statistik sekolah
f.
Mengkoordinasikan dan melaksanakan 6 K
g. Penyusunan laporan pelaksanaan kegitan ketatausahaan secara
berkala.
3. Staf Tata Usaha
Membantu Kepala Tata Usaha dalam penyelesaian kegiatan
ketatausahaan meliputi :
a. Yang berhubungan dengan administrasi umum
Mencatat surat masuk dan surat keluar

Mendistribusikan surat-surat masuk / unit sesuai


disposisi kepala sekolah

Menghimpun dan mengirim laporan bulanan ke kantor


dinas pendidikan kabupaten Bulukumba
4

b.

Yang berhubungan dengan administrasi perlengkapan

Membuat daftar inventaris perlengkapan sekolah

Koordinasi dengan wakasek bidang sarana prasaran


dalam rangka pengadaan barang serta pendistribusiannya

Membuat laporan inventaris secara berkala berkordinasi


dengan wakasek sarana prasarana
c. Yang berhubungan dengan administrasi kesiswaan

Mengisi buku induk siswa

Menyusun dan merekap absen siswa

Memonitor jumlah kegiatan siswa setiap bulan

Mengadminstrasikan mutasi siswa

Membuat dan mengisi buku klaper siswa


d. Yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian

Menyusun daftar urut kepangkatan / DUK

Mengusulkan kenaikan gaji berkala

Menyiapkan DP 3 pegawai

Menyelenggarakan daftar hadir guru dan TU


e. Yang berhubungan dengan administrasi keuangan

Membantu kepala sekolah dalam menyusun RKAS

Menerima dan membukukan uang / dana yang


dipertanggung jawabkan sesuai dengan prosedur yang berlaku

Mengeluarkan uang atas perintah kepala sekolah dan


membuat SPJ atas pengeluaran / penggunaan dana tersebut

Membuat laporan secara berkala

Menyusun daftar gaji pegawai

Menyusun laporan pemasukan dan pengeluaran


keuangan sekolah
4.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan


a. Merencanakan dan melaksanakan penerimaan peserta didik baru
b.
Membina dan melaksanakan pelaksanaan kegiatan 5 K dalam
lingkungan sekolah
c. Menegakan tata tertib peserta didik.
d. Melaksanakan pemilihan peserta didik berprestasi
e. Membina kegiatan ekstrakurikuler bersama pembinanya
f. Pemantapan Wawasan Wiyata Mandala
g. Pembinaan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (PPUKS)
h. Pengelolaan OSIS
i. Pembentukan Pengurus Baru OSIS
j. Pelaksanaan kegiatan Upacara bendera dan hari besar lainnya
k. Kegiatan POPSI dan PORSENI Kabupaten/Propinsi
l. Menyusun program kerja

5. Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum


5

a. Penyusunan KTSP
b. Mengatur pembagian tugas mengajar
c.
Penyusunan Jadwal pelajaran
d.
Menyiapkan perangkat kurikulum khususnya tentang juklak
kurikulum
e.
Mengatur jadwal ulangan harian, ulangan tengah semester
dan ulangan akhir semester
f. Mengelola hasil penilaian
g. Menyususn kriteria kenaikan kelas dan kelas-kelas unggulan
h. Melaksanakan / membentuk Kegiatan MGMP sekolah
i. Pemantapan dan pelaksanaan ujian nasional
j. Pengelolaan Nilai UN dan US
6. Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana
a. Pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah
b. Pendayagunaan sarana dan prasarana termasuk mendistribusikan
Pengadaan dan penghapusan barang sekolah
c. Memelihara dan menyimpan barang inventaeis sekolah
d.
Mencatat dan membukukan barang inventaris sekolah
e. Menyusun program kerja
7. Wakil Kepala sekolah Urusan Humas
a.
Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan
orang tua / wali peserta didik
b.
Membina hubungan antar intansi, dunia usaha, dan lembaga
sosial lainya.
c.
Melaksanakan tugas pengawasan harian secara berkala
d. Mengadakan kordinasi dalam pelaksanaan tugas dengan semua
guru dan wali kelas
e. Pembentukan / pemilihan pengurus komite baru setiap akhir
jabatan setiap dua tahun.
f. Penyelenggaraan Rapat Komite Sekolah
g. Menyusun program kerja
8. Wali Kelas
a. Menyusun organisasi kelas
b. Melaksanakan dua belas langkah wali kelas
c. Membuat denah tempat duduk peserta didik
d. Membuat daftar inventaris kelas
e. Mengisi buku laporan hasil pendidikan setiap semester
f. Merekap absen siswa
g. Mengontrol perkembangan kepribadian siswa
h. Membuat catatan khusus terutama siswa yang mengalami
kesulitan dan memerlukan bantuan
6

i. Koordinasi dengan guru BP/BK berkenaan dengan siswa yang


memiliki kasus-kasus tertentu yang membahayakan
j. Melaporkan setiap permasalahan peserta didik kepada wakasek
urusan kesiswaan
9. Petugas BP/BK
a. Menyusun program dan pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan
b. Koordinasi dengan wali kelas dalam mengatasi masalah siswa
tentang kesulitan belajar.
c.
Memberikan layanan bimbingan penyuluhan agar lebih
berprestasi dalam kegiatan belajari siswa.
d. Menyusun statistik hasil penilaian BP/BK
e. Menyusun laporan pelaksanaan BP/BK secara berkala
f. Pemilihan dan pertimbangan penentuan jurusan bagi siswa
g. Memberikan saran dan pertimbangan bagi siswa dalam
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
10. Petugas Pengelola Laboratorium
a. Bertanggung jawab terhadap pengelolaan laboratorium
b. Menginventarisir ulang terhadap alat perlengkapan laboratorium
c.
Menyusun jadawal penggunaan laboratorium
d.
Menyusun kebutuhan alat-alat laboratorium
11. Piket Harian
a. Bertugas selaku piket pada jam pelajaran berlangsung
b. Mengumpulkan dan menyerahkan absen guru / pegawai kepada
kepala sekolah setiap akhir kegiatan
c.
Mencatat dan memberikan tugas kepada siswa yang
terlambat datang ke sekeolah
d.
Menggantikan dan / memberikan tugas kepada kelas yang
gurunya tidak / berhalangan hadir
12. Penjaga Sekolah
a. Membuka dan menutup jendela ruangan setiap hari
b. Membersihkan ruangan termasuk selasar dan halaman sekolah
setiap hari
c. Membersihkan WC guru dan siswa
d. Menaikan bendera merah putih setiap hari kecuali hari senin
e.
Melaksanakan tugas pengamanan sekolah setelah bubar
sekolah
f. Menurunkan bendera setiap sore pada pukul 18.00
g.
Melaporkan secara rutin kepada wakasek sarana keadaan
atau kejadian pada saat bertugas
h.
Membersihkan dan merapikan taman / halaman sekolah
7

i. Mengadakan penanaman / penghijauan halaman dengan tanaman


yang bermanfaat
j. Memelihara kesuburan / kelangsungan hidup tanaman

BAB III
SITUASI DAN KONDISI SEKOLAH

A.

Letak Geografis
Posisi SMA Muhammadiyah Bulukumba berada di lingkungan strategis
secara ekonomi, eksistensinya terletak dalam ring pemukiman
penduduk yang sedang berkembang secara pesat. Keberadaan SMA
Muhammadiyah Bulukumba sangat berpotensi dikembangkan secara
nyata dan optimal pada masa mendatang. Hal ini seiring dengan
denyut
nadi irama perkembangan lingkungan yang menjadi
penopangnya. Prospek berkembang pesat pada masa depan ditandai
dengan beberapa gejala dinamika yang terjadi pada lingkungan
sekitar sekolah, baik secara mikro maupun makro.
Melihat dari gejala prospek tersebut, sangat memungkinkan bahwa
bidang ekonomi pun niscaya akan berkembang pula mengiringi dan
seirama dengan segala perkembangan tersebut.
Permukiman penduduk yang baru pun telah dan akan bermunculan
sehingga akan semakin padat penduduk di sekitar sekolah yang
akan
cepat
atau lambat
mengakses
SMA Muhammadiyah
Bulukumba untuk menyekolahkan anak-anaknya. Dengan demikian
keberadaan SMA Muhammadiyah Bulukumba makain
dibutuhkan
8

oleh mereka. Di samping itu, beriringan dengan perkembangan


semakin bertambahnya hunian baru tersebut dengan semakin
bertambah padatnya penduduk akan berkembang pula pasar, tokotoko, layanan kesehatan serta lalu-lintas. Yang semua itu menjadi
fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh penduduk sekitar dalam
menentukan dan mencari penghasilan atau berinvestasi untuk masa
depan
demi kelangsungan
hidup keluarga
dan
kebutuhan
pendidikan anak-anaknya. Dengan kata lain bahwa perubahan
dan perkembangan lingkungan yang dinamis tersebut akan
membawa dampak besar dalam perputaran roda perekonomian.
Perkembangan penduduk di lingkungan SMA Muhammadiyah
Bulukumba yang semakin padat akan memunculkan berbagai
ragam interaksi antara mereka. Dari hubungan sosial tersebut
secara perlahan-lahan namun pasti akan timbul rasa kompetisi
yang sehat antara mereka sehingga secara dimensi sosial akan
makin
meningkatkan
geliat kualitas SMA Muhammadiyah
Bulukumba pada masa mendatang. Dengan kenyataan itu, maka
potensi SMA Muhammadiyah Bulukumba yang pada saat ini telah
memiliki
akses internet
akan
diperlukan oleh masyarakat
sehingga mereka akan senang menyekolahkan anak-anaknya.
Dan dari para orang tua yang berilmu pengetahuan dan
berteknologi yang cukup akan peduli dan melahirkan anak-anak
sekolah yang melek iptek sehingga terjadi simbiosis mutualisme
antara sekolah dan masyarakat dalam hal iptek. Yang pada akhirnya
SMA Muhammadiyah Bulukumba memiliki mobilitas tinggi dalam
iptek. Kemajemukan latar belakang budaya penduduk sekitar sekolah
dan para orang tua serta calon siswa
akan berpadu dengan
budaya yang telah terbina di SMA Muhammadiyah Bulukumba. Hal
ini tidak mustahil akan melahirkan budaya-budaya baru yang
telah teruji secara proses interaksi antar komponen tersebut
sehingga budaya baru yang terbentuk akan semakin baik karena
hasil dari perpaduan yang beraneka ragam tersebut.
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan
budaya negatif yang memerlukan penyeleksian secara cermat dan
hati-hati.
Itu
semua merupakan
tantangan ke depan SMA
Muhammadiyah Bulukumba dalam membentuk budaya yang sehat
dalam pembinaan anak-anak bangsa ke depan. Mengingat hal
tersebut SMA Muhammadiyah Bulukumba perlu membina diri
dengan memupuk daya tarik terhadap masyarakat yang akan
menyekolahkan anak-anaknya merasakan kebermanfaatan lembaga
pendidikan ini sehingga mereka tidak merasa terkendala antara
letak tempat tinggal dengan letak sekolah. Sebagaimana hukum
alam, dimana pun adanya jika butuh akan dihampiri dan dipercayai.
9

B. Bidang Pendidikan
1. Umum
Upaya peningakatan pelaksanaan pendidikan pada tahun
sebelumnya
telah membuahkan hasil yang menggembirakan,
dalam bidang sarana dapat dilihat bangunan baru selain dari pada
itu diikuti pula dengan keberhasilan prestasi siswa serta minat
masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya setiap tahun
meningkat dan dapat dibuktikan dengan jumlah calon peserta didik
baru.
2. Kurikulum.
Intrakurikuler
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) belum dapat
dilaksanakansesuai aturan, mengingat jumlah ruang belajar yang
belum seimbangan dengan rombongan belajar serta tenaga
pendidik yang diperlukan belum memenuhi kebutuhan. Kegiatan
belajar mengajar menggunakan sistem satu shift dengan kondisi
kelas gemuk sebagai konsenkuensi ri kekurangan tersebut.
Penyusunan Administrasi KBM.
Dalam menunjang keberhasilan Kegiatan Belajar Mengajar setiap
guru menyusun perangkat administrasi rapan masing-masing mata
pelajaran dibawah pembinaan melalui MGMP tingkat Kabupaten
maupun dilingkungan sekolah sendiri.
Pemantauan usunan perangkat administrasi Kegiatan Belajar
Mengajar ini dilakukan pada tiap awal semester dengan
membubuhkan tanda tangan kepala sekolah pada setiap program
yang dikoordinir oleh wakil kepala sekolah urusan kurikulum.
Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Pelaksanaan penilaian Kegiatan Belajar Mengajar telah diupayakan
sesuai dengan petunjuk yang berlaku dan dilaksanakan sesuai
dengan
kebutuhan.
Prinsip
penilaian
yang
berencana,
berkesinambungan dan bermakna telah diupayakan seoptimal
mungkin untuk itu telah diupayakan pula pengendaliannya dengan
penandatanganan daftar nilai dan program penilaian tiap bulan.
3.
Ekstrakurikuler.
Kegiatan Ekstrakurikuler telah memberikan konstribusi terhadap
keberhasilan pendidikan baik bagi sekolah maupun bagi siswa itu
sendiri, kondisi ini dapat dicapai berkat adanya perencaaan dan
terkoordinir dari setiap jenis kegiatan. Namun demikian pengamatan
dan pelaporan kegiatan harus merupakan bagian yang perlu
ditingkatkan terutama yang dilaksanakan diluar lingkungan sekolah.
4. Kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK)

10

Pelayanan Kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK) telah


menunjukkan upaya untuk meningkatkan hasil yang optimal. Hal ini
berdasarkan keragaman pelayan yang diberikan oleh petugas
kepada para siswa. Namun yang harus mendapat perhatian dan
peningkatan yang serius adalah mekanisme kerja dan pengayaan
administrasi serta pengelolaan tata ruang.
C.

N
O
1
2

Data Pendidik dan Kependidikan


1. Tenaga Pendidik
Komposisi guru terdiri dari 1 orang Kepala Sekolah, 5 orang Guru
PNS/GTY, 19 orang Guru Tetap Yayasan, 3 Orang Guru Tidak Tetap,
dengan komposisi jumlah guru per mata pelajaran sebagai berikut:
STATUS

MATA PELAJARAN

KET

Sosiologi
Bahasa Indonesia

Induk
Induk

Kewarganegaraan

Induk

Bahasa Indonesia

Induk

Biologi

Induk

Matematika

Induk

Ekonomi
Fisika
Bahasa Inggris
TIK
Geograf
Mulok
PAI, Bahasa Arab
Sejarah
Geograf

Induk
Induk
Induk
Induk
Induk
Induk
Induk
Induk
Induk

16
17
18
19

GTY
PNS/GT
Y
Dra. Hj. HASWIDAH
PNS/GT
Y
HASRAWATI, S.Pd.
PNS/GT
Y
IRMAWATI, S.Pd., M.Pd.
PNS/GT
Y
SURIYANTI BORAHING, S.Pd.
PNS/GT
Y
Dra. NURWATI
GTY
A. NORMAWATI, S.Pd.
GTY
ANSAR, S.Pd.
GTY
HANIA, S.Pd.
GTY
ASMAWATI, S.Pd.
GTY
MARKANI, S.Pd.
GTY
MIHRA, S.Pd.
GTY
NIRMAWATI, S.Pd.
GTY
SOFIYANSAH
BIN
ABDUL
GTY
SALAM, S.Pd.
IRMAYANA, S.Pd.
GTY
SULFIANA, S.Pd.
GTY
SYAMSUL BAHRI, S.Pd.
GTY
ISMAIL, S.Pd.
GTY

20

MUH. HATTA, S.Pd.I.

GTT

Sejarah
Kimia
BP/BK
Sosiologi,
Budaya
PAI

21

SURAHMAN, S.Pd.

GTT

Penjaskes

3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

NAMA GURU
Drs. HARDIWAN
Hj. DAMSIAH, S.Pd.

Induk
Induk
Induk
Seni Induk
Nonindu
k
Nonindu
11

23
24

k
SITTI DINIAH, S.Pd.
GTT
Kimia
Nonindu
k
FAISAL, S.Pd.I.
GTT
Bahasa Arab
Nonindu
k
Dengan melihat keadaan dan jumlah guru, jika dibandiingkan
dengan kebutuhan setiap mata pelajaran sangat dirasakan masih
kurang. Upaya yang ditempuh selain mengajukan permohonan
penambahan tenaga guru kepada Kantor Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan dengan mengangkat tenaga Honor diupayakan pula
pemerataan jam mengajar berdasarkan rumpun mata pelajaran.
2. Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan SMA Muhammadiyah Bulukumba terdiri dari 1
orang Kepala Tata Usaha, 4 orang Tenaga Tata Usaha dengan Uraian
tugas sebagai berikut :

No
1
2
3
4
5

Nma
Nirmawati, S.Pd
Nilawati,S.Pd
Khaerul
Sofyansyah,S.Pd
Amiruddin,S.Pd

Status
Jabatan
PTY KA TU
PTY Bendaharan Komite
PTY Sarana
PTY Operator
PTY Pegawai

Ket

3. Pengelolaan Perpustakaan.
Untuk pengelolaan perpustakaan ditugaskan kepada petugas yang
telh ditunjuk disesuaikan dengan latar belakang pendidikannya.
Kepala sekolah menunjuk guru mata pelajaran B. Indonesia sebagai
koodinator, sedangkan untuk pelayanan sehari-hari diserahkan
kepada petugas yang ditunjuk tersebut sebagai tenaga honorer.
D. Sarana dan Prasarana
1. Tanah dan halaman
Tanah sekolah sepenuhnya milik Negara dengan luas total areal
4.968 m2. Keadaan tanah sekolah SMA Muhammadiyah Bulukumba:
Luas bangunan 541 m2, dan luas halaman 1170 m 2. Tanah yang
belum dibangun digunakan untuk sarana olahraga dan lapangan
upacara.
2. Gedung sekolah
Bangunan sekolah pada umumnya dalam kondisi baik .Jumlah ruang
kelas untuk menunjang kegiatan belajar belum memadai.
No
.
Jenis Gedung
Jumlah
Kondisi
12

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
0
11. 1
1
12. 1
2
13. 1
3
14. 1
4

Ruang Kepala Sekolah


Ruang TU
Ruang Dewan Guru
Ruang Kelas
Ruang Lab. IPA
Ruang Perpustakaan
Ruang BK
Lab. Komputer
Ruang UKS

1
1
1
9
1
1
1
1
1

Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik

Ruang Dapur

Baik

Ruang Osis

Baik

WC Siswa

Baik

WC Guru

Baik

Musshola

Baik

E. Kesiswaan
Keadaan jumlah siswa sampai dengan akhir
2015/2016 dapat diketahui pada tabel berikut:
Kelas X

Kelas XI

tahun

pelajaran

Kelas XII

Kela
Kelas
Kelas
s
Siswa
Siswa
Siswa
XXI -
XII -

L
P JML
L
P
JML
L
P
JML
1
09 15 24 IPA 11 10
21
IPA 25 03
28
2
IPS 18 08
26
IPS 19 08
27
3
JML
23
47
55
Ekstrakurikuler
Kegiatan ektrakurikuler dilakukan diluar jam pelajaran biasa dan pada
waktu libur sekolah, di sekolah atau di luar sekolah, secara berkala
atau hanya pada waktu-waktu tertentu. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri
dari kegiatan ekstrakurikuler akademik dan ekstrakurikuler non
akademik.
Kegiatan Ekstrakurikuler akademik meliputi :

Kelompok Ilmiah Remaja

Praktikum IPA
13

Kelompok Bahasa Inggris

Kegiatan Ekstrakurikuler non akademik meliputi :

Pembinaan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara

Pembinaan pendidikan pendahuluan bela negara

Pembinaan kepribadian dan budi pekerti luhur

Pembinaan
berorganisasi,
pendidikan
politik
dan
kepemimpinan

Pembinaan keterampilan kewirausahaan

Pembinaan kesegaran jasmani dan daya kreasi

Pembinaan persepsi, apresiasi dan kreasi seni.

Pembinaan tekhnologi informasi dan komunikasi (TIK)

Pembinaan komunikasi dalam bahasa Inggris


Dalam pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler non akademik di SMA
Muhammadiyah Bulukumba dilaksanakan melalui wadah OSIS,
Paskibra, KIR, PMR, Pramuka, Olah Raga, dan seni budaya.
Bidang Pembinaan Kesiswaan adalah :
Bidang Organisasi kesiswaan
Bidang Bina Prestasi
Bidang bina Olah Raga
Bidang Bina Seni
Bidang Ketertiban siswa (Tatib)
F. Pembiayaan
Pengelolaan keuangan dilaksanakan sesuai dengan peraturan
yang ditetapkan baik keuangan rutin maupun dana proyek serta
keuangan dari komite sekolah. Khusus pemasukan keuangan komite
tidak mencapai 100% namun tidak menghambat pelaksanaan
kegiatan sekolah. Disamping pembiayaan yang dialokasikan dalam
RKAS terdapat pada pembiayaan kegiatan yang tidak dialokasikan
dalam RKAS, misalnya pembangunan musholla dananya diperoleh dari
sumbangan siswa/I infak harian dan sumbangan dari orang tua.
G. Pengambangan Pegawai
Untuk meningkatkan pengelolaan sekolah pada umumnya diperlukan
tenaga yang handal dan terampil. Upaya yang telah ditempuh adalah
dengan mengikutsertakan Guru/TU dan pegawai mengikuti pelatihanpelatihan, penataran dan MGMP. Sedangkan untuk promosi jabatan
diajukan bagi guru yang telah memenuhi syarat.
Di lingkungan sekolah untuk menambah wawasan dan pengalaman
dalam pengelolaan sekolah diadakan rotasi Wakil Kepala Sekolah dan
pembantunya.
H. Supervisi dan Evaluasi
14

Pelaksanaan .supervisi ditujukan kepada tenaga guru dan karyawan


Tata Usaha. Pelaksanaan kegiatan supervisi dilakukan oleh Kepala
Sekolah juga dibantu oleh para urusan sesuai dengan bidangnya
masing-masing. Supervisi Tata Usaha meliputi bidang ketata-usahaan,
perkantoran, keuangan dan pelaksanaan 5 K dilaksanakan secara
berkala baik bulanan maupun triwulan serta insidental sesuai dengan
ketentuan dan kebutuhan.
Sedangkan Supervisi kepada Guru yang berupa kunjungan kelas
dilaksanakan setiap awal semester yang meliputi bidang Administrasi
KBM dan penyajian KBM di dalam kelas.

BAB IV
PROGRAM KEGIATAN TAHUNAN
A. Umum
Pengelolaan sekolah menurut adanya pengelolaan yang terpadu dan
terarah. Terpadu berarti berorientasi kepada pendayagunaan semua
sumber (tenaga dan dana serta sarana) secara tepat guna dan hasil
guna. Terarah berarti berorientasi kepada tujuan yaitu administrasi
sekolah menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Maka dari itu
mekanisme
pengelolaan
sekolah
meliputi
perencanaan,
pengorganisasian dan penilaian baik proses maupun hasil administrasi
sekolah harus dilakukan secara sistematis. Program kegiatan bidang
umum meliputi :
Pertama menetapkan struktur organisasi dan komposisi personalianya.
Hal ini dimaksudkan untuk memperjelas mekanisme kerja, sehingga
setiap personalia lebih memahami fungsi dan peranannya dalam
melaksanakan tugas masing-masing.
Kedua menghimpun dan menertibkan surat-surat keputusan dalam
melaksanakan kegiatan sekolah diperlukan landasan aturan
administrative.
Untuk itu diupayakan dapat terhimpun keputusan-keputusan
mengenai berbagai keputusan yang baik yang berhubungan dengan
kegiatan belajar mengajar berdasarkan kepada aturan-aturan yang
15

telah ditetapkan, maka diterbitkan surat keputusan


pembagian tugas tenaga edukatif dan non edukatif.

mengenai

B. Kurikulum
Program kegiatan bidang kurikulum ini meliputi sub.bidang :
o Pembagian tugas guru
o Penyusunan jadwal pelajaran
o Penyusunan jadwal ekstra-kurikuler
o Penyusunan program kegiatan belajar mengajar
o Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
o Penyusunan program evaluasi belajar
o Penyusunan hasil belajar siswa
o Penyusunan program bimbingan dan konseling
o Penyusunan program perpustakaan
1. Pembagian tugas guru
Secara kuantitatif ( ratio dengan jumlah kelas/rombongan belajar )
jumlah guru belum memadai demikian halnya secara kualitatif
( ratio dengan kelayakan mengajar) belum mencapai keadaan
proporsional. Namun demikian dalam pembagian tugas mengajar
diupayakan pemerataan jumlah jam mengajar setiap guru. Selain
dapat tugas mengajar para guru mendapat tugas tambahan sebagai
Wakil Kepala Sekolah sebagai pembantu urusan, Wali Kelas, BP/BK,
Pembina Siswa, Pembina Ekstra Kurikuler.

2. Penyusunan Jadwal Pelajaran.


Sejalan dengan pembagian tugas mengajar yang diberikan kepada
guru juga disampaikan kepada guru Jadwal pelajaran yang disusun
paling lambat satu minggu sebelum di mulai kegiatan belajar dan
mengajar.
3. Penyusunan Jadual Ekstra kurikuler
Kegiatan ekstra kurikuler sebagai kegiatan untuk pengembangan
wawasan dan penyaluran minat dan bakat siswa dan dilaksanakan
di luar jam pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler selain rekreatif
diupayakan pula sebagai kegiatan yang bersifat prestasi. Adapun
jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan adalah : Volley
Ball,Sepak bola, Pramuka, PMR, Seni budaya, dan PASKIBRA.
4. Penyusunan program kerja Kegiatan Belajar Mengajar
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar akan
dipengaruhi oleh pembuatan perencanaan. Maka dari itu setiap guru
dituntut untuk membuat perangkat administrasi kegiatanbelajar dan
mengajar yang terdiri :
16


Penyusunan Silabus

Program Tahunan

Program Semester

Analisis Materi Pelajaran

Penyusunan RPP
Dalam pembuatan dan pengembangan administrasi pengajaran
disesuaikan
dengan
hasil
kegiatan
PKG/MGMP.
Untuk
mengoptimalisasikan penyusunannya dikoordinir oleh seorang PJBA
untuk setiap mata pelajaran. Para awal Semester setiap guru
menyelesaikan program pengajarannya.
Adapun pembuatan satuan pelajaran/persiapan mengajar dibuat
berdasarkan kebutuhan sesuai dengan program pengajarannya.
5.
Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar
Selain keperluan administrasi keberhasilan kegiatan belajar
mengajar dipengaruhi pula oleh penampilan guru di dalam kelas,
tertib lonceng. Untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar
disusunlah tugas piket yang waktunya disesuaikan dengan hari
bebas guru.
Faktor lain yang menunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar
adalah pengadaan buku sumber, baik bagi guru maupun bagi siswa
dan pengadaan alat media serta alat pelajaran lainnya. Upaya lain
dalam rangka optimalisasi hasil kegiatan belajar mengajar dan
perluasan wawasan siswa dengan pelaksanaan kegiatan ko-kurikuler
sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan.
6.
Penyusunan Evaluasi Belajar Siswa
Untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar siswa mutlak
dilaksanakan kegiatan evaluasi belajar. Evaluasi belajar siswa dapat
dilaksanakan pada saat proses belajar maupun pada akhir kegiatan
belajar. Bentuk evaluasinya bias berupa kegiatan tes atau non tes.
Evaluasi non tes berupa pengamatan terhadap sikap dan perilaku
siswa diliungkungan sekolah maupun di luar sekolah. Sedangkan
evaluasi dalam bentuk tes diselenggarakan secara tertulis pada saat
:

Ulangan Harian

Ulangan Tengah Semester

Ulangan Akhir Semester

Ujian Kenaikan Kelas

UN/ US

Analisis Hasil Evaluasi Siswa.


Sebagai upaya tindak lanjut dari pelaksanaan evaluasi siswa, maka
hasil evaluasi siswa perlu dianalisa. Analisa hasil evaluasi ini
ditujukan kepada nilai yang diperoleh siswa maupun perangkat
tesnya.
Dari Analisa terhadap hasil yang dicapai siswa akan diperoleh :
17


Kedudukan siswa dalam kelompok dikelasnya

Tarap serap dan daya serap

Penentuan Proses Pengayaan dan Perbaikan


Sedangkan dari analisis terhadap perangkat tes (butir soal)
dimaksudkan untuk menentukan klasifkasi soal yakni : Tingkat
kesukaran,
Validitas
soal
:
diterima,
diperbaiki,
ditolak.Fungsionalisasi distructur ( pengecoh ). Dengan pelaksanaan
analisis terhadap hasil evaluasi belajar ini diharapkan professional
dalam mengajar belajar tuntas ( mastery learning )
7. Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling
Kegiatan Bimbingan dan Konseling merupaskan bagian integral dari
system pendidikan di sekolah. Kegiatan Bimbingan dan Konseling ini
ditujukan kepada siswa untuk menentukan potensi yang ada pada
dirinya serta mengarahkannya supaya menjadi teman infestasi
dalam keberhasilan belajar. Untuk menunjang kelancaran pelayanan
Bimbingan dan Konseling diperlukan data yang memadai, sumber
pengolahan data diperoleh dari buku catatan pribadi, buku laporan
pendidikan dan hasil wawancara. Untuuk mendapatkan informasi
yang optimal dilaksanakan layanan home visit dan pertemuan
dengan orang tua siswa perkelas. Mekanisme pelayanan Bimbingan
dan Konseling dilaksanakan oleh koordinator dengan stafnya yang
terdiri dari guru, wwali kelas. Untuk terciptanya pelayanan yang
tepat guna dan hasil guna, maka setiap p[ersonal BK diberikan
sasaran pelayanan berdasarkan jumlah siswa perkelas.Faktor lain
yang perlu diupayakan adalah penyediaan fasilitas ruangan yang
refresentatif dan visualisasi data.
8.
Penyusunan Program Perpustakaan
Perpustakaan sebagai sarana untuk menambah dan memperluas
keilmuan dan pengetahuan siswaperlu ditingkatkan fungsi dan
peranannya.
Kegiatan yang menunjang antara lain :
Penetapan personalia yang terdiri dari dari koordinator,
pengelola dan pembantu pelaksana.
Penataan administrasi
Pengelompokan pustaka sesuai dengan ketentuan
Penambahan buku-buku
Pemeliharaan sarana dan prasarana
C.

Ketenagaan
Bidang Ketenagaan ini meliputi sub bidang :
o Tenaga guru
o Tenaga Non Guru/Tata Usaha
o Tenaga Pembantu Pelaksana
o Tenaga Pengelola Perpustakaan
18

o Petugas Bimbingan dan Konseling


o Pembina/Pelatih kegiatan Ekstrakurikuler
1.
Tenaga Guru
Berdasarkan keadaan jumlah guru masih dirasakan kurang
jumlahnya, upaya yang ditempuh adalah dengan mengusulkan
penambahan atau dengan pemerataan. Disamping itu diupayakan
pula dengan mengangkat guru sukwan/honorer (GTT) sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan. Upaya peningkatan kemampuan guru
dilaksanakan dengan mengikutsertakan dalam kegiatan PKG/MGMP
maupun penyetaraan D3.
2.
Tenaga Tata Usaha
Kegiatan ketatausahaan merupakan sentral administrasi di sekolah,
baik administrasi pengajaran maupun administrasi perkantoran.
Guna memperlancar pengelolaannya diperlukan tenaga yang
memadai dan kualifd. Pembinaan dan pengarahan terhadap
kemampuan kerja diupayakan melalui penataran maupun
bimbingan langsung berdasarkan peraturan dan petunjuk
pelaksanaan yang berlaku.
3.
Tenaga Pembantu Pelaksana
Kebutuhan akan pembantu pelaksana masih dipenuhi sebagian
besar oleh tenaga honorer. Efektivitas pendayagunaan tenaga
pembantu pelaksana diarahkan kepada pelayanan kebutuhan
pelayanan pengajaran, administrasi perkantoran dan pemeliharaan
serta pengamanan sarana dan prasarana sekolah. Mengingat
tingkat pendidikan yang dimiliki oleh tenaga pembantu pelaksana
relatif rendah (rata-rata lulusan SD), maka dalam pembinaan dan
pengarahan.
4.
Tenaga pengelola Perpustakaan
Untuk meningkatkan fungsi perpustakaan terhadap keberhasilan
pendidikan disekolah diperlukan upaya pengelolaan yang
mencukupi dan berkemampuan yang professional. Sehubungan
dengan belum mempunyai tenaga pustakawan yang berkelayakan,
maka pengelola perpustakaan diserahkan kepada guru yang erat
hubungannya dengan mata pelajaran terutama Bahasa Indonesia.
5.
Tenaga Bimbingan dan Konseling (BK)
Sehubungan dengan pelayanan BK berkaitan dengan masalah
perkembangan para siswa dalam kegiatan belajar mengajar baik
siswa yang bermasalah maupun yang berpotensi. Mengingat tenaga
guru BK yang dimiliki sangat kurang, maka untuk membantu
kelancaran pelayanan BK dibantu oleh wali kelas dan guru mata
pelajaran. Untuk meningkatkan kemampuan tenaga BK selain
mengupayakan
buku-buku
pedoman
yang
mutahir
juga
diikutsertakan dalam kegiatan MGBK atau Pelatihan dan Penataran
yang relevan.
19

6.

D.

Tenaga Pembina / Pelatihan Ekstrakurikuler


Upaya
peningkatan
kegiatan
ekstrakurikuler
disamping
mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari guru pembina juga
diupayakan mendatangkan pelatih dari bidang kegiatan tertentu
yang tidak bias ditangani tenaga yang ada.

Bidang Sarana dan Prasarana


Bidang sarana dan prasarana ini meliputi sub bidang berikut ini :
Pemeliharaan Bangunan
Rehabilitasi Ruang Belajar
Pemeliharaan dan Penambahan alat pelajaran
Perbaikan dan penambahan meubelair
Penataan Lapangan olah raga
Penataan halaman
1. Pemeliharaan Bangunan
Pemeliharaan bangunan ini diawali dengan menginventarisir hal-hal
yang perlu mendapat perhatian. Inventarisasi ini dilakukan oleh para
wali kelas dan penanggung jawab ruangan yang dikoordinir oleh
urusan sarana dan prasarana. Pemeliharaan bangunan ini meliputi
perbaikan instalasi listrik, pelaburan dan rehabilitasi ruang
perpustakaan.
2.
Rehabilitasi ruangan belajar
Sesuai dengan master plan pengembangan sekolah, maka dalam
tahun pelajaran 2015/2016 diusulkan kepada pemerintah untuk
pembangunan ruang belajar. Hal ini dilakukan karena masih
kekurangan ruang belajar.
3. Pemeliharaan dan penambahan alat pelajaran.
Pemeliharaan alat pelajaran ini diawali dengan mengadakan
inventarisasi alat pelajaran untuk setiap mata pelajaran oleh
masing-masing guru. Hasil inventarisasi ini diketahui keadaannya
yang masih layak pakai atau yang perlu diperbaiki atau diganti /
dimusnahkan. Selain itu diupayakan pula untuk menambah
beberapa alat pelajaran termasuk buku-buku sumber ,pegangan
guru dan relevensi lainnya. Penambahan alat-alat pelajaran ini
diupayakan dengan mengajukan permohonan kepada Kanwil
Depdiknas dan pembelian dari sumber dana yang tersedia sesuai
dengan kemampuan berdasarkan skala prioritas.
4.
Perbaikan dan penambahan mebeler.
Mengingat bertambahnya jumlah penerimaan siswa baru, maka
konsekwensi yang harus diantisifasi antara lain penambahan tempat
duduk siswa. Untuk itu perlu dilaksanakan klasifkasi terhadap
barang yang layak pakai dan tidak layak pakai. Selain itu
20

diupayakan pula perbaikan perbaikan atau pengadaan mebeler


untuk ruangan guru antara lain meja, kursi dan almari.
5. Penataan Lapang Olah Raga.
Agar kondisi lapang olah raga dapat menunjang kelancaran proses
KBM, maka kondisi fsiknya perlu ditingkatkan dan di perbaiki.

6.

E.

Penataan Halaman.
Dalam rangka meningkatkan program 6K, diupayakan pemamfaatan
dan penataan halaman. Kegiatan ini meliputi penambahan pohon
hias dan pembuatan taman, pengadaan tempat sampah di setiap
kelas, pembuatan gerbang ( Gapura ) serta pendukung lainnya.
Bidang Kesiswaan

Bidang garapan kesiswaan ini terdiri dari sub bidang:

Penerimaan siswa baru ( PSB )

Peningkatan pengelolaan administrasi kesiswaan

Pembinaan Kesiswaan ( OSIS )

Pembinaan Ekstra kurikuler

Peningkatan pelayanan Bimbingan dan Konseling


1. Penerimaan Siswa Baru
Dalam upaya mengantisipasi meningkatnya jumlah pendaftar dari
Sekolah Dasar dalam upaya mensukseskan Wajib Belajar
pendidikan 9 tahun, maka dalam tahun pelajaran 2015/2016 dan
sebelumnya telah disesuaikan dengan kapasitas yang ada 9 kelas
dengan jumlah siswa perkelas 32 orang. Rangkaian kegiatan
penerimaan siswa baru ini diikuti dengan kegiatan MOPD.
2. Peningkatan Pengelolaan Administrasi Kesiswaan
Pada umumnya pengelolaan administrasi kesiswaan telah
dilaksanakan dengan berpedoman kepada ketentuan yang berlaku.
Namun untuk mendapatkan hasil yang optimal masih diperlukan
upaya peningkatan terutama dalam hal akurasi data, pengarsipan
dan pelaporannya secara berkesinambungan.
3. Pembinaan Kegiatan OSIS
Pelaksanaan Kegiatan OSIS didasarkan kepada
petunjuk
pelaksanaan yang berlaku berdasarkan Surat Keputusan dari
Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Barat. Pelaksanaan teknis urusan
kesiswaan dilaksanakan oleh urusan kesiswaan yang dibantu oleh
staf pembina OSIS, pembinaan kegiatan OSIS meliputi pembinaan
keorganisasian
Administrasi
dan
pelaksanaan
program
kegiatannya,pembinaan
organisasi
meliputi
pembentukan
pengurus OSIS dan MPK serta penyusunan program kerjanya dalam
21

bidang administrasi meliputi pengadaan sarana dan prasarana


penertiban pengelolaan administrasi dan memberikan arahanarahan dalam pengelolaannya.Sedangkan dalam pelaksanaan
program pelaksanaan kegiatan meliputi pengarahan dan
pengawasan kegiatan serta evaluasi kegiatannya
4. Pembinaan kegiatan ekstrakurikuler
Pembinaan
ekstrakurikuler
selain
diarahkan
kepada
mempertahankan hasil yang telah dicapai pada tahun sebelumnya,
diupayakan pula untuk dapoat meningkatkan untuk itu sebagai
penanggungjawab dan kegiatan ekstrakrikuler dituntut untuk
memberi rencana program dengan demikian diharapkan tercapai
koordinasi dan integrasi dari seluruh bidang kegiatan. Selain itu
diupayakan pula bimbingan dan pengarahan terhadap pelaksanaan
program kegiatan serta penambahan dan perawatan terhadap alatalat dan fasilitas kegiatan ekstrakurikuler.
5. Pelayan Bimbingan dan Konseling
Dapat terarah dan terpadu maka para petugas dalam
melaksanakan
kegiatannya
harus
berdasarkan
rencana
kegiatan.Untuk itu koordinator Bimbingan dan Konseling diserahi
tugas untuk menyusun program berdasarkan ketentuan yang
berlaku. Untuk meningkatkan kegiatan tersebut meskipun belum
dapat memadai diupayakan pula semaksimal mungkin disediakan
bagi yang tersendiri upaya lain dalam meningkatkan pelayanan ini
adalah inventarisasi data dan penambahan sarana dan prasarana
antara lain : Almari Data,Papan Data (Visualisasi Data)
F. Hubungan Masyarakat (Humas)
Bidang Kegiatan Humas antara lain terdiri dari

Hubungan dengan orantua siswa

Hubungan dengan pengurus Komite Sekolah

Hubungan dengan instansi terkait baik instansi Vertikal maupun


Horizontal.

Hubungan dengan masyarakan sekitar

Hubungan dengan lembaga Pendidikan Luar Sekolah


1. Hubungan dengan orang tua siswa
Hubungan dengan orang tua siswa diupayakan seoptimal mungkin
secara timba balik dengan memanggil orang tua ke sekolah
maupun melakukan kunjungan ke rumah (home visit) secara formal
hubungan dengan orang tua siswa dilakukan kunjungan ke
rumah,dilakukan melalui rapat pada wal dan akhir tahun pelajaran
serta pada pembagian Laporan Pendidikan Siswa setiap akhir
semester. Untuk lebih meningkatkan hasil yang optimal proses
pertemuan dengan orang tua siswa maka dalam tahun pelajaran
22

yang akan dating diupayakan pertemuan perkelas melibatkan


unsure wali kelas dan BK, Kurikulum dan Urusan Kesiswaan
2. Hubungan dengan Pengurus Komite Sekolah
Komite Sekolah sebagai institusi yang mewakili masyarakat dalam
membantu
kelamcaran
kegiatan
pendidikan
di
sekolah
memegangh andil yang cukup besar dalam mencapai keberhasilan
pendidikan di sekolah. Peran serta pengurus Komite Sekolah tidak
hanya sebagai pembantu sarana pinansial saja juga dalam
masalah
lainnya
dapat
menunjang
sesuai
dengan
kewenangannya.
Berdasarkan kepada peraturan yang berlaku untuk mencapai
tujuan tersebut diatas diupayakan pula pertemuan dengan orang
tua (Pengurus Komite Sekolah) secara berkala maupun melalui
kunjungan insidental pengurus ke sekolah.
3. Hubungan dengan instansi terkait (Instansi Vertikal maupun
Horizontal).
Yang dimaksud dengan instansi tersebut diatas adalah Lembaga
departemental
dan organisasi profesi dan fungsionalisasi yaitu
kantor Disdik Provinsi, Pemerintah terkait, Kantor Disdik
Kabupaten. Hubungan dengan instansi Horizontal adalah lembaga
Departemen sejenis dan organisasi fungsional setingkat. Pola
hubungan instansi horizontal ini dalam upaya meningkatkan
hubungan koordinatif dan konsultatif.
4. Hubungan dengan masyarakat sekitar
Peran serta masyarakat sekitar akan membantu terwujudnya
ketahanan sekolah dan wawasan Wiyata Mandala. Maka dari itu
perlu ditingkatkan hubungan timbal balik antara piuhak sekolah
dengan masyarakat sekitar.
Upaya ini diupayakan antara lain dengan mengundang para tokoh
masyarakat dalam kegiatan yang diselenggarakan sekolah seperti
kegiatan perayaan kegiatan hari besar keagamaan. Disamping itu
pihak sekolah berusaha pula beriintegrasi dengan kegiatan sosial
kemasyarakan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar sekolah
seperti perayaan 6K atau perayaan hari besar Nasional dan
Agama. Dengan demikian diharapkan bahwa sekolah merupakan
kegiatan bagian yang terintegrasi dari kegiatan kemasyarakatan
khusunya masyarakat sekitar sekolah.
5. Hubungan dengan Lembaga Pendidikan Luar Sekolah
Pola hubungan sekolah dengan lembga pendidikan luar sekolah
bersifat komplementer dan dengan perjanjian yang tidak
memberatkan sekolah adapun rencana kerjasama dengan lembaga
pendidikan luar sekolah dengan lembaga pendidikan Komputer.
23

G. Bidang Ketatausahaan
Bidang Ketata-usahaan ini diupayakan untuk mengadakan pembinaan
dan peningkatan penngelolaan administrasi sekolah yang meliputi
sub.bidang :

Adminstrasi Kurikulum

Administrasi Kesiswaan

Administrasi Kepegawaian

Administrasi Keuangan

Administrasi Sarana/Prasarana

Administrasi Persuratan/Kearsipan

Administrasi Pelaporan/Statistik.
1. Administrasi Kurikulum (KBM)
Guna menunjang kelancaran dan keberhasilan kegiatan belajar
mengajar perlu ditunjang dengan penyediaan dan pelayanan
administrasi yang memadai, maka dengan ini setiap awal tahun
pelajaran tiap guru disediakan alat tulis untuk pembuatan
kelengkapan administrasi KBM antara lain Buku untuk membuat
Satpel,Program Tahunan, dan lain sebagainya. Selain itu
diupayakan pula peningkatan pengerjaan Program Urusan
Kurikulum yang meliputi : Penyusunan Jadual mengajar,
pelaksanaan tes, pelaksanaan UN/US yang terdiri dari penyusunan
program, pelaksanaan kegiatan , pelaporan dan pengarsipan.
2. Administrasi kesiswaan
Peningkatan pembinaan dan pengelolaan administrasi kesiswaan
ini meliputi :
o Administrasi Penerimaan Siswa Baru
o Administrasi Masa Orientasi Siswa (MOS)
o Pencatatan Buku Induk
o Pencatatan Buku Klapper
o Pencatatan Kumpulan Absen Siswa
o Pengelolaan Adm.Mutasi Siswa
o Penyediaan Absensi Siswa
o Pengelolaan Buku Legger
o Pengadministrasian Legalisir STTB/NEM/IJAZAH/STL.
o Membantu Ketata-laksanaan OSIS
3. Administrasi Kepegawaian
Dalam upaya peningkatan pengelolaan administrasi kepegawaian
diupayakan penyediaan dan pengerjaan seoptimal mungkin yang
berhubungan dengan :

Proses kenaikan pangkat / jabatan guru dengan system


angka kredit

Proses kenaikan Pangkat/Tingkat Karyawan

Proses Kenaikan Gaji Berkala


24

Pencatatan Data Kepegawaian


Pengarsipan salinan SK Kepegawaian dan Surat-surat
berharga

Penyusunan Daftar Urut Kepangkatan

Pencatatan Buku Induk Pegawai

Penjenjangan Karier Pegawai

Penyusunan Daftar R.7/R.8 dan DSO

Pencatatan Daftar Hadir Guru dan Karyawan

Pengusulan,pengangkatan Guru dan Karyawan

Pengelolaan Daftar Mutasi Kepangkatan

Pembuatan DP.3

Pembuatan Uraian Tugas

Pencatatan Papan Data


4.
Administrasi Keuangan
Pengelolaan Administrasi Keuangan dikerjakan oleh petugas yang
ditunjuk baik bendaharawan maupun pembantunya, meliputi :

Penyusunan RKAS

Pengarsipan Daftar Isian Kegiatan (DIK)

Pengerjaan Buku Pembantu/Buku Harian

Buku Register SPMU

Daftar Penerimaan Gaji/Uang Lembur

Daftar Penerimaan Kesejahteraan

Daftar Penerimaan Sumbangan

Buku Setoran ke Bank

Pengarsipan Buku Pengeluaran dan Pelaporan

Pengelolaan Buku Kas Umum

Pencatatan Buku Penerimaan Bea Siswa

Pelaporan Keuangan

Buku Setoran Wajib Pajak.


5. Administrasi Sarana / Prasarana
Upaya peningkatan pengelolaan Administrasi
Sarana dan
Prasarana meliputi :

Perencanaan (Perencanaan kebutuhan dan biaya )

Pengadaan Kebutuhan

Penyimpanan dan Penyaluran

Pemeliharaan

Penginventarisasian dan Penghapusan


Maka untuk menunjang kegiatan tersebut di atas diupayakan
pengelolaan administrasinya yang terdiri dari :

Daftar usulan kegiatan

Daftar Penerimaan dan Pengeluaran

Daftar Penerimaan dan Pemeriksaan Barang

Daftar Penyerahan Barang

Daftar Persediaan Barang


25


Daftar Permintaan /Pengeluaran Barang

Buku Pemeliharaan Barang

Buku Penerimaan Barang

Daftar Pemeliharaan Barang dan Perabot

Surat Perintah Kerja Perbaikan

Buku Induk Barang Inventaris

Buku Golongan Barang Inventaris

Buku Catatan Barang Non Inventaris

Daftar Pelaporan Keadaan Sekolah.


6. Administrasi Agenda dan Kearsipan
Pengelolaan Administrasi Agenda dan Kearsipan meliputi kegiatan :
Pengelolaan surat-surat
Mengagendakan surat-surat yang masuk
Mengagendakan surat-surat keluar
Mengekspedisi surat yang keluar
Pengelolaan Arsip:
Sistem penataan dan penyimpanan arsip dengan menggunakan
dasar penataan system masalah dan pengabjadan.
Pemeliharaan arsip in-aktif yang penting dan permanen antara
lain :
Akte tanah, Akte pendirian gedung, Akte status sekolah dan
surat-surat berharga lainnya.
Penyusutan/pemusnahan arsip yang tidak berguna/sudah usai
waktunya
Penyediaan Buku Notula Rapat Sekolah
Penyediaan Buku Tamu Dinas dan Tamu Umum
Penyediaan Buku Catatan Kedinasan Guru dan Karyawan
Penyediaan Buku Pembinaan.
7. Administrasi Laporan Statistik
Guna meningkatkan pelaksanaan pelayanan administrasi baik yang
berhubungan dengan laporan maupun dengan kegiatan belajar
mengajar maupun kegiatan sekolah pada umumnya dibuat
berdasarkan format yang telah ditentukan dan diselesaikan sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan. Data yang dilaporkan
berdasarkan klasifkasi sekolah diantaranya : Denah Sekolah, Grafk
Kegiatan Sekolah, Struktur Organisasi Sekolah, Rencana Kegiatan
Tahunan, Daftar Guru dan Pegawai, Daftar Pelajaran dan Papan
Statistik Siswa
H. Pembiayaan
Pembiayaan seluruh kegiatan di sekolah dananya bersumber dari
Pemerintah dan masyarakat (Komite Sekolah). Dana dari pemerintah
terdiri dari Dana Rutin.
26

Sedangkan dana dari masyarakat berupa iuran /sumbangan terdiri dari


UDT dan UDB serta dana insidental lainnya sesuai kebutuhan.
Seluruh dana yang diterima diupayakan dikelola sesuai dengan
kebutuhan yang berlaku dan berdasarkan skala prioritas. Pola
pendekatan penyusunan anggaran sekolah menggunakan Budgetting
Oriented Aproach yakni Penyusunan anggaran berdasar kepada
anggaran yang tersedia. Maka dari itu disusunlah skala prioritas
anggaran terutama terhadap mata anggaran kebutuhan harian.
Untuk peningkatan pengelolaan anggaran pembiayaan ini diupayakan
intensifkasi pemasukan dan pengguinaan dana yang meliputi :
Pembinaan pengelolaan administrasi keuangan dana rutin proyek
dan komite sekolah

Pembuatan anggaran sekolah berdasarkan skala prioritas


kebutuhan

Peningkatan pengelolaan laporan

Fungsionalisasi personalia keuangan.


I.

Pengawasan dan Evaluasi


Pelaksanaan pengawasan dan evaluasi merupakan kegiatan yang
strategis dari fungsi pengelolaan. Sebab dengan melakukan
pengawasan akan dapat diketahui apakah suatu program kegiatan itu
dapat dilaksanakan dengan baik atau tidak. Apakah pelaksanaan itu
sesuai atau tidak. Maka dari itu diupayakan pelaksanaan fungsi
pengawasan ini dengan pendekatan pengawasan fungsional dan
pengawasan melekat (Waskat).
Sedangkan pelaksanaan evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui
apakah hasil suatu program sesuai dengan rencana atau tidak. Selain
itu dengan evaluasi ini dimaksudkan pula untuk mengetahui sampai
sejauh mana tujuan program itu sudah tercapai. Maka untuk
mendapatkan criteria yang pasti terdapat kegiatan pengawasan dan
evaluasi ini disusunlah instrumennya. Hal ini dimaksudkan untuk
mendapatkan data yang obyektif,valied dan reliable.
Bidang garapan pengawasan dan evaluasi ini terdiri dari sub.bidang :

Pengawasan terhadap Ketata-usahaan

Pengawasan terhadap Pegawai Tata Usaha

Pengawasan terhadap Pembantu Pelaksana

Pengawasan terhadap Bendaharawan

Pengawasan terhadap Wakil Kepala Sekolah

Pengawasan terhadap Pembantu Urusan-urusan

Pengawasan terhadap Guru

Pengawasan terhadap petugas BK

Pengawsan terhadap Pengelola Perpustakaan

Pengawasan terhadap Pembina OSIS dan KOPSIS

Evaluasi terhadap Kegiatan Belajar dan Mengajar


27


Evaluasi terhadap Hasil Belajar

Evaluasi Program Kegiatan Tahunan.


1. Pengawasan terhadap Ketata-usahaan
Kegiatan Tata Usaha merupakan kegiatan yang paling utama dalam
administrasi sekolah, karena itu kegiatan administrasi akan
mempengaruhi terhadap kelancaran kegiatan belajar mengajar
(KBM). Untuk itu perlu diciptakan suatu kondisi yang favoriable
antara lain: Pengawasan terhadap kegiatan adfministrasi secara
dini. Hal ini dimaksudkan agar penyimpangan dan klesalahan
dapat diperbaiki secara professional. Pengawasan ini dapat
dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Secara
langsung dengan pemeriksaan terhadap proses dan hasil kegiatan,
sedangkan secara tidak langsung dengan melalui pengamatan
visual.
2. Pengawasan terhadap Tata-Usaha
Pengawasan terhadap pegawai Tata Usaha dilakukan secara
sektoral dan integral. Secara sektoral dimaksudkan pengawasan
terhadap
pegawai
berdasarkan
tugasnya
masing-masing.
Sedangkan secara integral dimaksudkan pengawasan yang
dilakukan secara keseluruhan melalui Kepala Tata Usaha.
Pendekatan yang melalui formal dan instrumen secara tertulis,
selain itu dilakukan pula secara informal dimana jika terdapat
penyimpangan terhadap pelaksanaan kegiatan, maka personal
yang bersangkutan diberikan pengarahan secara personal
persuasif.
3. Pengawasan terhadap Bendahara
Rendahnya tingkat pendidikan yang dimiliki oleh para pembantu
pelaksana akan mempengaruhi terhadap pola pikir dan pola
tindaknya
dalam
menyelesaikan
tugas
yang
menjadi
tanggungjawabnya. Maka dari itu dalam pemberian tugas demikian
jelas dan terperinci dan pengawasannya lebih diutamakan
terhadap proses pelaksanaannya agar hasil yang diperoleh sesuai
dengan yang diharapkan.
4. Pengawasan terhadap bendahara
Pengawasan terhadap Bendaharawan dilakukan terhadap aspek
administrasi
(pencatatan
transaksi)
dan
pengelolaan
uang( penyimpanan dan pembelajaran). Pengawasan administrasi
diupayakan dengan penandatanganan seluruh pembukuan
keuangan setiap akhir bulan dengan penyesuaian terhadap bukti
penerimaan dan pengeluaran. Secara berkala pula 3 (tiga) bulan
sekali diupayakan pemeriksaan dengan menggunakan Berita Acara
Pemeriksaan (BAP). Untuk terciptanya sirkulasi keuangan secara
terkontrol,maka digunakan buku pengendalian yang harus
diserahkan Bendaharawan setiap hari . Pengawasan terhadap
pengelolaan keuangan dimaksud untuk mengetahui apakah sesuai
dengan ketentuan dan program yang telah dibuatkan atau ada
28

penyimpangan. Jika terdapat penyimpangan maka dapat dilakukan


perbaikan secepatnya baik secara administrative maupun secara
operasional.

5. Pengawasan terhadap Wakil Kepala Sekolah


Sehubungan dengan pelaksanaan sekolah menggunakan pola
belajar double shief, maka untuk membantu kelancaran kegiatan
belajar mengajar ditunjuk seorang Wakil Kepala Sekolah.
Mengingat jabatan Wakil Kepala Sekol;ah bukan jabatan structural
organic namun bersipat fungsional operatif, maka kewenangannya
merupakan wewenang dan tugas yang dilimpahkan oleh Kepala
Sekolah. Pola pengawasan yang diterapkan bersifat konsultatif dan
informative. Konsultatif dimaksudkan bahwa setiap kegiatan yang
dilakukan dikonsultasikan terlebih dahulu. Informatif dimaksudkan
bahwa selesai dilaksanakan tugas dilaporkan kepada Kepala
Sekolah. Selain Pengawasan yang bersifat konsultatif dilakukan
pula pengawasan secara langsung terhadap kegiatan yang
dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah.
6. Pengawasan terhadap Pembantu Urusan-urusan.
Para pembantu urusan merupakan tenaga pelaksana operasional
dari program dari program sekolah. Maka dari itu untuk
pengawasan kegiatannya dimulai dari pembuatan program kerja
masing-masing urusan. Hal ini dimaksud agar kegiatan sekolah
dapat dikoordinasikan secara integritif. Pengawas langsung
terhadap pembantu Kepala Urusan adalah dilakukan dengan
mengadakan briffing tiap bulan bersama Wakil Kepala Sekolah.
7. Pengawasan terhadap Guru
Pengawasan terhadap Guru ditujukan kepada kehadiran di sekolah,
dikelas dan kelengkapan administrasi kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak
langsung. Misalnya pemeriksaan terhadap daftar hadir guru dan
pemantauan setiap hari ke kelas secara insidental. Pengawasan
kelengkapan administrasi kegiatan belajar mengajar di mulai pada
awal semester setiap guru diwajibkan untuk memperlihatkan
kelengkapan administrasi kegiatan belajar mengajar sambil
ditanda-tangani Kepala Sekolah.
8. Pengawasan terhadap Petugas BK
Pengelolaan terhadap kegiatan BK secara organisasi langsung
kepada Kepala Sekolah dengan dipertanggung-jawabkan oleh
seorang Koordinator. Yang hasilnya dilaporkan kepada Kepala
Sekolah. Maka dari itu pengawasan pelaksanaan BK dilaksanakan
dengan
pemantauan
administrasi
personal.
Pengawasan
29

administrasi dan personal dimulai dengan pemantauan pembuatan


program dan kelengkapan serta visualisasi data. Sedangkan
pengawasan personal terhadap staf BK didelegirkan kepada
Koordinator sebagai pelaksana harian.
9.
Pengawasan terhadap Petugas Perpustakaan
Sebagaimana halnya pelaksanaan Bimbingan dan Konseling
pemgawasan terhadap petugas perpustakaan pengawasan
hariannya dilaksanakannya oleh Koordinator Perpustakaan.
Pengawasannya meliputi sarana dan prasarana, misalnya
kelengkapan administrasi,ketertiban dan penataan perpustakaan.
Acuan dasar pengawasan berpedoman kepada program kegiatan
yang dibuat , pengawasan langsung dilakukan melihat langsung
kegiatan di Perpustakaan. Sedangkan secara tidak langsung
berdasarkan informasi dan data yang ada dan disampaikan oleh
Koordinator.
10.
Pengawasan terhadap Pembina OSIS
Secara organisatoris pembinaan kegiatan OSIS langsung dibawah
pengawasan Kepala Sekolah sedangkan pelaksanaan harian
dilakukan oleh Urusan Siswa. Sasarannya pengawasan meliputi
pengelolaan administrasi dan pelaksanaan program kegiatan yang
termasuk kegiatan ekstra-kurikuler.
11.
Evaluasi terhadap Kegiatan Belajar Mengajar
Kegiatan tersebut diatas merupakan aktivitas di sekolah yang
merupakan kegiatan inti dan perlu mendapat dukungan dari
kegiatan lainnya, maka untuk mengetahui keberhasilan kegiatan
Belajar dan Mengajar dilaksanakan evaluasi yang terarah
,terencana dan berkesinambungan. Sasaran evaluasi kegiatan
belajar dan mengajar ini m eliputi aspek normative dan prilaku
siswa (intelektual). Aspek normative menyangkut siswa dalam
melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar baik dikelas maupun
dalam kegiatan lainnya diluar sekolah. Sedangkan Aspek
intelektual menyangkut tingkat kemampuan siswa menerima dan
mengaplikasikan pengetahuan yang dipelajari. Maka dari itu setiap
guru
menyusun
program
evaluasi
KBM
meliputi
Tes
Semester/Mid.semester
sedangkan
UN/US
dibuat
oleh
Kurikulum.Untuk mengetahui perkembangan KBM diupayakan
pertemuan secara berkala, baik melalui rapat bulanan maupun
briffing selain itu dilakukan pula pertemuan/rapat menjelang dan
sesudah pelaksanaan tes.
12.
Evaluasi terhadap Hasil Belajar
Evaluasi hasil belajar merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan
evaluasi KBM.Data yang diperoleh dari evaluasi KBM diolah untuk
menentukan langkah selanjutnya dalam memperlakukan perangkat
tes. Dan memperlakukan perangkat tes. Dan memperlakukan siswa
30

baik secara individual maupun secara kelompok. Maka dari itu


sasaran evaluasi hasil belajar ini meliputi pengolahan perangkat
tes (Analisis butir soal) dan pengolahan nilai yang diperoleh siswa
dalam kegiatan evaluasi belajar diupayakan mencapai ketuntasan
belajar sehingga diperoleh hasil belajar yang optimal.
13.
Evaluasi terhadap Program Tahunan Sekolah
Program Kegiatan Tahunan bukanlah merupakan program kegiatan
sekolah yang baku dalam arti tidak memungkinkan adanya
perubahan yang disebabkan adanya kebijaksanaan yang
menghendakinya. Maka dari itu Program Tahunan diupayakan
dibuat secara flexible konditional. Guna mencapai maksud tersebut
diatas perlu diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan program
tahunan ini. Evaluasi dimaksud untuk mengetahui sejauh mana
kegiatan ini di sekolah sesuai dengan rencana atau tidak. Dengan
demikian akan dapat diketahui apakah factor penghambat dan
penunjangnya bagaimana usaha untuk menanggulangi hambatan
dan mengembangkan factor penunjang yang ada.
Dengan demikian tidak menutup kemungkinan dalam pelaksanaan
program kegiatan ini mengalami perubahan sesuai dengan
tuntutan dan tujuan yang diharapkan.
BAB V
PENUTUP
Keberhasilan suatu program kegiatan akan lebih banyak ditentukan
oleh adanya dukungan manusianya dalam memahami dan melaksanakan
program serta memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada. Maka dari
itu diperlukan adanya suatu kerjasama yang professional dari semua
pihak yang terlibat dalam pengelolaan sekolah.
Upaya ini dapat ditempuh dengan menciptakan kondisi yang
favoriable seperti peningkatan kesejahteraan dan penyediaan sarana dan
prasarana yang diperlukan. Untuk mewujudkannya tidak hanya dapat
dilaksanaklan dan dicapai sekaligus tetapi harus bertahap dan
berkesinambungan.
Maka dari itu program kegiatan ini dibuat berdasarkan kepada
prinsif skala prioritas terhadap kebutuhan yang terasa sangat mendesak.
Mengingat system pengelolaan sekolah merupakan system yang
terbuka dan dinamis, tidak menutup kemungkinan dalam pelaksanaannya
menga;lami penyesuaian baik terhadap kondisi yang berkembang di
sekolah maupun akibat kebijaksanaan atasan. Namun demikian dengan
adanya program kegiatan ini diharapkan dapat meminimalkan
penyimpangan kegiatan dari tujuan yang diharapkan

31

Kami menyadari betapapun usaha kami telah optimal dalam


menyusun program ini, namun ketidak-sempurnaan baik penyusun materi
maupun redaksionalnya tentu ada.
Mudah-mudahan berdasarkan temuan dalam pelaksanaan program
kegiatan ini pada masa yang akan dating dapat dijadikan bahan
perbaikan. Amin.

32