Anda di halaman 1dari 8

A.

Konsep Misi
Seperti telah dikatakan di atas, misi adalah alasan mengapa kita ada; the
ground of being dari suatu organisasi. Berbeda dari visi yang merupakan impian
tentang apa yang mau dicapai ke depan, misi mempertanyakan untuk apa suatu
organisasi ber-ada; apa peranannya di dunia. Topik ini penting sekali. Dalam
beberapa dekade terakhir ini tampak bahwa hal ini telah menyita banyak waktu
dan dana banyak perusahaan untuk merancang berbagai visi, misi, nilai, aspirasi
dan sebagainya. Telah menjadi trend bagi banyak perusahaan untuk secara formal
merumuskan vision statement maupun mission statement-nya. Sayangnya, banyak
perusahaan memiliki mission statement, tapi tidak mempunyai a sense of mission.
Lagi-lagi pernyataan formal itu hanya tinggal propaganda. Mission yang didukung
oleh a sense of mission akan menimbulkan sense tentang arah yang menjadi
pedoman bagi perilaku karyawan.
Misi merupakan kegiatan-kegiatan yang digunakan untuk melaksanakan
visi yang telah disepakati. Gultom (1995), mengatakan misi merupakan tugas atau
kewajiban yang harus dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Oleh karena itu,
Nanus (1992), mengatakan dalam mewujudkan visi sebuah organisasi
memerlukan seorang pemimpin yang berindak sebagai juru bicara dan Change
agent bagi visi tersebut. Oleh karena itu seorang pemimpin harus mempunyai
Visionary Leadership di tengah masyarakat dan daerahnya. Dalam mewujudkan
visionary leadaeship Ihalauw (1998) mengatakan ada tiga syarat yang harus
dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu : 1). Mengkomunikasikan visinya agar
menjadi milik semua anggota dari organisasi. 2). Membangun jejaring baik
didalam maupun diluar organisasi dalam rangka menumbuhkan rasa percaya dan
konsensus terhadap visi tersebut. 3). Mempersonafikasikan visi dengan jalan
membuat semua indakan dan perilaku konsisten dengan visi tersebut. Dengan visi
dan misi yang kuat serta terarah menyebabkan organisasi tersebut dapat
melakukan perencanaan secara sistematis dan terpadu guna membangun kinerja
yang lebih baik dan dapat terarah.

B.

Pernyataan Misi
Pernyataan Misi :
1. Memberikan alasan keberadaan organisasi mengungkapkan siapa dan
apa yang dilakukan organisasi.
2. Memberikan informasi bagaimana visi akan diwujudkan
3. Menjelaskan kebutuhan dasar yang akan dipenuhi
4. Mengekspresikan nilai-nilai inti dari organisasi
5. Mesti ringkas dan padat
6. Mudah dipahami
7. Memuat kekhasan organisasi seperti mandat (TUSI) yang membedakannya
dari organisasi lain

C.

Perlengkapan Pernyataan Misi


Perumusan misi :

1.

Gambarkan tugas dan fungsi organisasi.


Maksud keberadaan organisasi saya adalah untuk......
contoh pernyataan misi:
a. Melakukan pengkajian, penelitian dan pengembangan dalam bidang
administrasi negara
b. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan aparatur Negara

2.

Gambarkan bagaimana organisasi melakukannya.


a. Memuat nilai pokok (core value) yang diberikan pada pemangku
kepentingan
b. Contoh nilai pokok:
Menghasilkan produk sesuai kebutuhan pemangku kepentingan
Menyediakan lulusan diklat yang memiliki kompetensi kepemimpinan
tinggi
Contoh pernyatan misi :
Melakukan pengkajian, penelitian dan pengembangan dalam bidang
administrasi negara yang sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan

Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan aparatur negara yang


menghasilkan lulusan dengan kompetensi kepemimpinan yang tinggi
3.

Beri alasan mengapa organisasi melakukan hal tersebut.


a. Contoh alasan:
Agar dihasilkan kebijakan pemerintah yang berkualitas
Agar terselenggara tata kepemerintahan yang baik
Contoh pernyataan misi :
Melakukan pengkajian, penelitian dan pengembangan dalam bidang
administrasi negara yang sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan
sehingga diperoleh kebijakan pemerintah yang berkualitas.
Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan aparatur negara yang
menghasilkan lulusan dengan kompetensi kepemimpinan yang tinggi dan
mendukung terwujudnya tata pemerintahan yang baik.
D. Menyiapkan sebuah pernyataan misi
Beberapa contoh misi; lihatlah apakah Anda memahami tujuan masingmasing bisnis dan dapat mengenali nasabah sasaran mereka.
a. Pengembang perangkat lunak akuntansi
Mengembangkan, menjual, dan memasang perangkat lunak akuntansi
yang disesuaikan dan mempunyai fitur lengkap untuk segala bisnis kecil
dan menengah dimana sistem siap pakai tak dapat memenuhi kebutuhan
mereka.
b. Konsultan bisnis
Menyediakan jasa perencanaan strategis yang meningkatkan kinerja dan
efisiensi dari usaha kecil yang baru berdiri dan meningkatkan peluang
mereka untuk mendapatkan pembiayaan yang layak.
c. Restoran baru
Menyajikan makanan masakan rumah yang sehat dan segar di sebuah kafe

lingkungan kuno bagi keluarga, turis, dan pebisnis di pusat kota Smallville
yang sedang berkembang.
d. Pembuat mainan edukatif
Menciptakan, menghasilkan, dan memasarkan mainan dan game edukatif
berkualitas tinggi untuk kenikmatan dan tantangan anak-anak, dan bernilai
tinggi bagi pembeli.

E.

Sasaran Organisasi
Sasaran organisasi merupakan bagian yang integral dalam proses
perencanaan strategis organisasi, sehingga harus disusun secara konsisten
konsisten dengan perumusan visi, misi, dan tujuan organisasi. Fokus utama
penentuan sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya organisasi dalam
kaitannya dengan pencapaian kinerja yang diinginkan. Sasaran merupakan hasil
yang akan dicapai dalam rumusan yang spesifik, terukur, dalam jangka waktu
tertentu secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan.
Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan, maka sasaran harus
menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai. Dengan demikian apabila seluruh
sasaran yang ditetapkan telah dicapai, diharapkan bahwa tujuan strategis terkait
juga telah dicapai.
JENIS SASARAN ORGANISASI :
a. Sasaran Resmi (Official Goal):
Kondisi yang secara resmi dinyatakan ingin dicapai oleh organisasi,
biasanya tertulis, abstrak (tidak jelas), tidak terukur, berisi: kegiatan,
alasan pembentukan, norma/nilai yang mendasari yang berguna untuk
pengakuan formal Misi organisasi.
b. Sasaran Sebenarnya (Actual Goal):
Sasaran yang sebenarnya diinginkan, merupakan sasaran yang secara
aktual dicoba dicapai oleh organisasi.

F.

Strategi dan Tujuan Organisasi


Tujuan-tujuan organisasi terumus dalam berbagai bentuk, dan tujuan yang
satu dapat bertentangan dengan tujuan yang lain. Tujuan-tujuan organisasi perlu
dikaji ulang dari waktu ke waktu, tetapi perubahan tujuan dapat menimbulkan
gangguan diseluruh organisasi.
Istilah tujuan digunakan untuk menyatakan rumusan yang luas da tidak
berbatas waktu tentang apa yang ingin dicapai organisasi, sedangkan sasaran
digunakan untuk menyatakan rumusan hasil akhir yang lebih spesifik, pencapaian
yang harus terwujud dalam batas waktu tertentu.
Tujuan mengetahui strategi dalam proses perencanaan strategi, sedangkan
sasaran digunakan dalam poses pengendalian manajemen untuk melaksanakan
strategi. baik tujuan maupun sasaran menyatakan hasil akhir yang ingin dicapai,
tetapi kedua istilah ini berbeda dari segi batas waktu dan tingkatan kerinciannya.
Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan sedangkan rencana-rencana yaang
lebih rinci digunakan untuk mencapai sasaran.
Secara umum tujuan organisasi merupakan keadaan atau tujuan yang ingin
diicapai oleh organisasi di waktu yang akan datang melalui kegiatan organisasi.
Untuk mencapai tujuan dalam organisasi, pelaku (orang) dalam dalam organisasi
diharapkan untuk mendesain atau me-manage organisasinya dengan matang agar
organisasi perlu diperhatikan beberapa prinsip organisasi Jati (dalam Permatasari,
2012), seperti berikut:
1.

Perumusan tujuan yang jelas, sebab tujuan organisasi berfungsi untuk:


pedoman ke arah mana organisasi akan dibawa, landasan bagi organisasi
tersebut, menetukan macam aktifitas yang akan dilakukan, menentukan
program, prosedur, dan beberapa hal terkaait dengan koordinasi,
intergritas, simplikasi, sinkronisasi, dan mekanisme.

2.

Pembagian tugas dan pekerjaan (job Discription)

3.

Delegasi kekuasaan yang berarrti pemimpin organisasi itu dipilih secara


mufakat dan harus diikuti dengan adanya pertanggung jawaban.

4.

Kesatuan perintah (one of command) dan tanggung jawab.

5.

Prinsip kepemimpinan, dalam konteks kontemporal dari prinsip ini yang


paling mengemukakan ke permukaan adalah prinsip kebersamaan, mau
mendengarkan dan menyelaraskan diri dengan nila-nilai dari seluruh
komponen organisasi, khususnya pada kepengurusan organisasi.

6.

Tingkat pengawasan, dengan diadakan sebuah monitoring terhadap


kinerja pelaku organisasi atau lebih familiar dengan sebutan oposisi.

G.

Mengembangkan Strategi
4 langkah utama pengembangan organisasi :

1. Menganalisa keberadaan institusional, hubungan antar aktor dan


kemungkingan koordinasi serta kerja sama untuk mengembangkan
jaringan kerja. Menilai faktor-faktor yang mempengaruhi organisasi dan
intervensinya.

2. Melakukan analisis organisasi dan kapasitas yang dimiliki, dengan


menganalisa komponen-komponen internal organisasi seperti strategi,
struktur, sistem, kinerja staf, gaya manajemen dan budaya.

3. Mengembangkan pilihan-pilihan strategis untuk meningkatkan kinerja


organisasi dan melibatkan perasaan dan akal dalam mengambil keputusan
strategis.

4. Memahami bagaimana mengemudikan suatu proses perubahan organisasi.

H.

Faktor-faktor keberhasilan kritis

Unsur kegiatan organisasi yang merupakan pusat untuk kesuksesan masa


depan. Faktor penentu keberhasilan dapat berubah dari waktu ke waktu, dan dapat
mencakup item seperti kualitas produk, sikap karyawan, fleksibilitas manufaktur,
dan kesadaran merek. Hal ini dapat mengaktifkan analisis.
Salah satu aspek dari sebuah bisnis yang diidentifikasi sebagai target
penting bagi sukses yang akan dicapai dan dipelihara. Faktor-faktor keberhasilan
kritis biasanya diidentifikasi di daerah seperti proses produksi, keterampilan
karyawan dan organisasi, fungsi, teknik, dan teknologi. Identifikasi dan penguatan
faktor tersebut mungkin mirip.

Aspek utama factor keberhasilan sukses :


1. Industry
2. Kompetitif strategi
3. Factor lingkungan
4. Temporan factor
5. Posisi manajerial

I.

Perencanaan tindakan
Ciri-ciri pokok dari perencanaan umum mencakup serangkaian tindakan
berurutan yang ditujukan pada pemecahan persoalan-persoalan di masa datang
dan semua perencanaan mencakup suatu proses yang berurutan yang dapat di
wujudkan sebagai konsep dalam sejumlah tahapan.
Karena tindakannya berurutan, berarti ada tahapan yang dilalui dalam
perencanaan, antara lain :
1.Identifikasi Persoalan;

2.Perumusan tujuan umum dan sasaran khusus hingga target-target yang


kuantitatif;
3.Proyeksi keadaan di masa akan datang;
4.pencarian dan penilaian berbagai alternative;
5.penyusunan rencana terpilih.
Syarat-Syarat perencanaan yang baik :

Logis, masuk akal;

Realistik, nyata;

Sederhana;

Sistematik dan ilmiah;

Obyektif;

Fleksibel;

Manfaat;

Optimasi dan efisiensi.

Syarat-syarat perencanaan tersebut ada karena :

Limitasi dan kendala;

Motivasi dan dinamika;

Kepentingan bersama;

Norma-norma tertentu.

Faktor-faktor dasar perencanaan :

Sumber daya (alam, manusia, modal, teknologi);

Idiologi dan falsafah;

Sasaran dari tujuan pembangunan;

Dasar Kebijakan;

Data dan metode;

Kondisi lingkungan, sosial, politik dan budaya