Anda di halaman 1dari 49

Untuk

KARYAWAN / KARYAWATI
RSU WILLIAM BOOTH SEMARANG
Tahun 2015

DAFTAR ISI

RSU WILLIAM BOOTH SEMARANG


Visi
.
..

1
Misi
.
.
1
Moto

..
2
Tujuan.
..
2
Mars

.
2
Hymne

3
AKREDITASI VERSI 2012 ( JCI KARS )
.. 4

Sasaran Keselamatan Pasien ( SKP )


8
Hak Pasien dan Keluarga ( HPK )
..23
Kualifikasi dan Pendidikan Staf ( KPS )
.26
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi ( PPI
)
29

DAFTAR GAMBAR DAN HAL


PENTING
Daftar Standar Akreditasi
.. 5
6 Sasaran Keselamatan Pasien
8

Kode Warna GELANG IDENTIFIKASI


.11
Teknik Komunikasi Efektif (SBAR &
TULBAKON)
..12
5 Moments for HAND HYGIENE ..

17
TEPUNG SELACI PUPUT
.19
Teknik Cuci Tangan dengan Sabun
dan Air Mengalir ( HANDWASH )
20
Teknik Cuci Tangan dengan Dettol
( HANDRUB )
....
21
ETIKA BATUK

32
Cara Menggunakan APAR
34
Basic Life Support (BLS),
Bantuan Hidup Dasar (BHD),
Panduan RJP (Resusitasi Jantung Paru)
.35

Daftar Alfabet FONETIK


..37
Tips Umum Akreditasi
38

RUMAH SAKIT UMUM


WILLIAM BOOTH SEMARANG
VISI :
Terciptanya suatu pelayanan kesehatan yang
optimal
untuk meningkatkan derajat kesehatan
bagi setiap orang,
berdasarkan kasih tanpa diskriminasi.

MISI :

KEMANUSIAAN
Kami mengoptimalkan KEtepatan,
kecepatan dan kualitas pelayanan.
Kami MAmpu melayani dengan
profesional sesuai kompetensi.
Kami genggam NUrani yang luhur penuh
bakti.
Kami SIap membantu penurunan angka
kesakitan, kematian dan kecacatan.
Kami senantiasa memegang erat Aturan
dan prosedur.
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 1

Kami senantiasa ANdalkan doa selain


usaha.

MOTTO :
Melayani dengan kasih
TUJUAN :
Menurunkan angka Kesakitan, Kematian, dan
Kecacatan
melalui berbagai upaya yang ada untuk semua
golongan.

MARS :
Brikanlah segala upaya, playanan kesehatan;
Andalkan doa, pedoman, slain usaha.
Optimal dan tanggap, tingkatkan mutu,
nurani penuh bakti.
Turunkan angka kesakitan, cacat dan kematian;
Cepat dalam pelayanan, itulah kami;
Aturan, prosedur dipedomani, layani dengan
kasih.
Reff.

Rumah Sakit Umum William Booth Semarang,


Hal. 2

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

bertekad meningkatkan derajat kesehatan


stiap orang dengan optimal,
berdasarkan kasih tanpa diskriminasi.

HYMNE :
Dengan ketulusan hati jiwa pada sesamaku
Nurani yang luhur & pnuh bakti bagi setiap
orang
Diskriminasi singkirkan membri kasih
pelayanan optimal
Dengan smangat pelayanan
Tingkatkanlah kesehatan semua
Andalkanlah doamu selain usahamu
Melayanilah dengan kasih Kristus

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 3

AKREDITASI VERSI 2012 ( JCI


KARS )
Apa itu Akreditasi ?
Akreditasi adalah suatu proses standarisasi /
pembakuan .

Akreditasi RS yang berlaku secara


resmi adalah ?
Akreditasi 2012 atau Akreditasi JCI KARS Versi
2012, akreditasi ini dilaksanakan oleh KARS
(Komite Akreditasi RS) yang mengadopsi
standar dari Joint Commission International
(JCI).

JCI KARS ?
JCI adalah singkatan dari Joint Commision
International. Suatu badan akreditasi nonprofit
yang berasal dari Amerika
yang
mengatur dan membuat standar untuk layanan
Hal. 4

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

kesehatan
dengan
area
kunci
seperti
keselamatan pasien, hak pasien, asesmen
pasien, terapi pasien dan kontrol infeksi. KARS
adalah Komisi Akreditasi Rumah Sakit di
Indonesia.
JCI KARS disebut juga Akreditasi Rumah
Sakit
versi
2012
yang
mengadopsi
standar JCI
untuk akreditasi RS di
Indonesia.

Bagaimana
standar
ini
membantu kita lebih baik?

dapat

Standar ini akan menolong kita untuk


meningkatkan
mutu
perawatan
pasien,
keselamatan pasien dan memperbaiki kualitas
pelayanan kesehatan secara umum dan terusmenerus.

Apa saja standar itu ?


1
2
3
4
5

SKP
HPK
PPK
PMK
P
MDG

Sasaran Keselamatan Pasien


Hak Pasien dan Keluarga
Pendidikan Pasien dan Keluarga
Peningkatan Mutu dan
Keselamatan Pasien
Millenium Development Goals

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 5

6
7
8
9
1
0
1
1
1
2
1
3
1
4
1
5

s
APK
AP
PP
PAB
MPO
MKI
KPS
PPI
TKK
P
MFK

Akses Pelayanan dan Kontinuitas


Pelayanan
Asesmen Pasien
Pelayanan Pasien
Pelayanan Anastesi dan Bedah
Managemen Penggunaan Obat
Manajemen Komunikasi dan
Informasi
Kualifikasi dan Pendidikan Staf
Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi
Tata Kelola Kepemimpinan dan
Pengarahan
Manajemen Fasilitas dan
Keamanan

Standar ini untuk membangun budaya


apa ?
Untuk melakukan yang benar, dengan cara
yang benar sejak awal, setiap waktu.

Pendekatan kita adalah dengan cara


apa ?
Hal. 6

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Menetapkan Indikator Mutu Mengumpulkan


data Mengevaluasi Membuat solusi
Melakukan tindak lanjut berdasarkan bukti
(evaluasi dan solusi).

Standar ini menunjukkan bahwa halhal berikut sangat penting, yaitu :


1. Asesmen harian oleh dokter.
2. Perawatan pasien yang mendapatkan
sedasi sedang dan berat.
3. Managemen nyeri.
4. Keselamatan pasien.
5. Program mutu tiap unit kerja untuk
pelayanan klinik.
6. Pelatihan
teknik
resusitasi
untuk
pegawai
7. Pengelolaan dokumen seperti Kebijakan,
Pedoman, Panduan dan Prosedur (SPO).
8. Proses dalam menolong pasien untuk
kebutuhan spiritual dan pelayanan
rohani
9. Pelayanan pasien pada tahap terminal.

Apa yang kita dapatkan


mengikuti standar ini ?

dengan

Mutu pelayanan lebih baik; Keselamatan Pasien


lebih baik mengurangi kesalahan obat;
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 7

meningkatkan hasil pelayanan kesehatan


(menurunkan angka mortalitas dan morbiditas).

SKP

Berapa
jumlah
standar?
jumlah elemen penilaian?

Berapa

Standar berjumlah 316 dengan 1.193 elemen


penilaian.

Hal. 8

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

SASARAN KESELAMATAN
PASIEN
International Patient Safety Goals (IPSG)
Ada berapa
Sasaran Keselamatan
Pasien? Apa saja ?
Dasar Hukum
Peraturan Menteri Kesehatan RI No.
1691/Menkes/Per/VIII/2011
tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.

Ada 6 Sasaran Keselamatan Pasien, yaitu :


1. Ketepatan Identifikasi Pasien.
Dengan menggunakan minimal 2 identitas,
dan tidak boleh memakai nomor / nama
kamar.
2. Peningkatan Komunikasi yang Efektif.
Menggunakan teknik SBAR dan teknik ,
writeback, readback, reconfirm.
3. Peningkatan Keamanan Obat yang
perlu diwaspadai.
Dengan cara tidak menyimpan obat
dengankonsentrat
tinggi
di
ruang
perawatan, tetapi harus di Farmasi.
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 9

4. Kepastian
Tepat
Lokasi,
Tepat
Prosedur, Tepat Pasien Operasi.
Dengan cara memberi tanda di tempat
operasi, mengunakan checklist pre-operasi
dan timeout.
5. Pengurangan Resiko Infeksi terkait
Pelayanan Kesehatan.
Dengan cara mengikuti panduan cuci
tangan (hand hygiene).
6. Pengurangan Resiko Pasien Jatuh.
Dengan menilai resiko jatuh pasien, dan
melakukan pencegahannya.

SASARAN 1
KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN
a. Setiap pasien yang masuk rawat inap
dipasangkan gelang identifikasi pasien.
b. Sedikitnya ada 2 identitas misalnya NAMA,
dan TANGGAL LAHIR atau NOMOR
REKAM MEDIS.
c. Nomor kamar atau lokasi pasien tidak bisa
digunakan untuk identifikasi.
Hal. 10

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Pengecualian
prosedur
identifikasi
dapat
dilakukan pada kondisi kegawatdaruratan
pasien di IGD, ICU dan IBS dengan tetap
memperhatikan data pada gelang identitas
pasien.

Kapan identifikasi dilakukan ?


Prosedur verifikasi Identitas pasien dilakukan
pada saat :
a. Sebelum pemberian obat,
b. Sebelum pemberian darah atau produk
darah,
c. Sebelum pengambilan darah dan sampel
lain untuk pemeriksaan klinis,
d. Sebelum memberikan pengobatan dan
tindakan lain,
e. Sebelum transfer pasien.

Bagaimana mengidentifikasi pasien?


Bagaimana cara melakukan Verifikasi
Identitas Pasien ?
(
Prosedur
/
Proses
Verifikasi
Identifikasi Pasien )
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 11

Verifikasi sebelum tindakan dilakukan secara


verbal (menanyakan nama), dan secara
visual (melihat gelang identitas).
Petugas yang akan memberikan layanan
mengkonfirmasi identitas dengan melihat
gelang pasien dan meminta pasien /
pendamping untuk menyebut ulang nama
pasien.
Bila pasien tidak dapat menyebut identitasnya
dapat ditanyakan kepada keluarga pasien /
penunggu.
Identifikasi pasien harus selalu dilakukan dan
dikonfirmasi ulang, caranya :
Meminta pasien / pendamping pasien
menyebut nama pasien bila akan menjalani
layanan dengan pertanyaan terbuka,
misal :
Tolong sebutkan nama bapak / ibu

Kode Warna Gelang Identifikasi :


Hal. 12

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

a. Gelang Identifikasi
Pasien Laki-laki
Pasien Perempuan

: BIRU MUDA
: MERAH MUDA

b. Gelang Pasien Resiko Jatuh


c. Gelang Alergi

: KUNING

: MERAH

d. Do Not Resuscitate (DNR) : UNGU

SASARAN 2
PENINGKATAN
EFEKTIF

KOMUNIKASI

YANG

Apa teknik komunikasi yang dipakai di


RS ?
a. SBAR

Situation

: kondisi terkini yang terjadi


pada pasien.

Background

: informasi penting apa yang


berhubungan
dengan
kondisi pasien terkini.

Assessment

: hasil pengkajian
pasien terkini.

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

kondisi
Hal. 13

Recommendation :

apa yang perlu


dilakukan untuk mengatasi
masalah pasien saat ini.

SBAR adalah teknik dalam melaporkan


kondisi
pasien
untuk
meningkatkan
efektifitas
komunikasi
antar
pemberi
layanan.
SBAR digunakan saat petugas melaporkan
kondisi pasien kepada dokter via telepon.
b. TULBAKON
Tulis
( write )
Tulis advis dokter di lembar RM 2.
Baca kembali ( read back )
Baca kembali advis dokter.
Konfirmasi ulang
( reconfirm )
Saat dokter visit, konfirmasikan dengan
tanda tangan dokter.

SASARAN 3
PENINGKATAN KEAMANAN OBAT YANG
PERLU DIWASPADAI ( HAM: HIGH
ALERT MEDICATION )
Hal. 14

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Obat-obatan yang perlu diwaspadai (high-alert


medication) adalah :
1. Obat yang presentasinya tinggi dalam
menyebabkan terjadi kesalahan/error,
dan/atau kejadian sentinel (sentinel
event).
2. Obat yang beresiko tinggi menyebabkan
dampak yang tidak diinginkan (adverse
outcome).
3. Obat-obat yang tampak mirip / ucapan
mirip (NORUM : Nama Obat, Rupa dan
Ucapan Mirip, atau LASA : Look Alike
Sound Alike)

Apa yang harus diperhatikan sebelum


perawat memberikan obat?

Apakah
Apakah
Apakah
Apakah
Apakah
Apakah

identitas pasiennya benar?


obatnya benar?
dosis nya benar?
waktu pemberiannya benar?
rute/cara benar?
indikasinya benar ?

Kemudian perawat harus menulis


apa ?
Dokumentasi / pencatatan di Rekam Medis.
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 15

SASARAN 4
KEPASTIAN TEPAT LOKASI, TEPAT
PROSEDUR, TEPAT PASIEN OPERASI
Maksud dari proses verifikasi praoperatif
adalah untuk :
a. Memverifikasi lokasi, prosedur, dan pasien
yang benar;
b. Memastikan bahwa semua dokumen, foto
(images), dan hasil pemeriksaan yang
relevan tersedia, diberi label dengan baik
dan dipampang;
c. Memverifikasi keberadaan peralatan khusus
dan/atau implant-implant yang dibutuhkan :
1) Orang yang bertanggung jawab untuk
membuat tanda pada pasien adalah
operator / orang yang akan melakukan
tindakan.
2) Penandaan titik yang akan dioperasi
dilakukan di ruang rawat inap. Pasien ikut
dilibatkan, terjaga dan sadar. Tanda
berupa lingkaran di titik yang akan
dioperasikan.
3) Tanda itu harus dibuat dengan pena atau
spidol permanen berwarna hitam dan jika
Hal. 16

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

memungkinkan, harus terlihat sampai


pasien disiapkan dan diselimuti.
4) Semua
penandaan
harus
dilakukan
bersamaan
saat pengecekkan
hasil
pencitraan pasien; misalnya sinar X, scan,
pencitraan elektronik atau hasil test
lainnya dan pastikan dengan catatan
medis pasien dan gelang identitas pasien.
5) Lokasi operasi ditandai pada semua kasus
termasuk sisi (laterality), struktur multipel
(jari tangan, jari kaki, lesi) atau multiple
level (tulang belakang).
Beberapa
prosedur
yang
tidak
memerlukan penandaan :
1. Kasus organ tunggal (misalnya operasi
jantung, operasi caesar).
2. Kasus intervensi seperti kateter jantung.
3. Kasus yang melibatkan gigi.
4. Prosedur yang melibatkan bayi prematur
dimana penandaan akan menyebabkan
tato permanen.
Prosedur
checklist
keselamatan
operasi
merupakan standar operasi yang meliputi
pembacaan dan pengisian formulir sign in
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 17

yang dilakukan sebelum pasien di anestesi di


ruang persiapan, time out yang dilakukan di
ruang operasi sesaat sebelum insisi pasien
operasi dan sign out setelah operasi selesai
(dapat dilakukan di recovery room).
Proses sign in, time out dan sign out
ini dipandu oleh perawat sirkulasi dan diikuti
oleh operator, dokter anestesi, perawat.

SASARAN 5
PENGURANGAN RESIKO INFEKSI
TERKAIT PELAYANAN KESEHATAN
Semua petugas di rumah sakit termasuk dokter
melakukan kebersihan tangan (hand
hygiene) pada 5 MOMEN :
1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum melakukan tindakan asepsis
3. Sesudah terkena cairan tubuh pasien
4. Sesudah kontak dengan pasien
5. Sesudah kontak dengan lingkungan
sekitar pasien

Hal. 18

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Sebelum kontak dengan pasien


WHY? Untuk melindungi pasien
dari kuman berbahaya yang
terdapat pada tangan Anda

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 19

Sebelum melakukan tindakan


asepsis
WHY? Untuk mencegah kuman
berbahaya, termasuk kuman dari
pasien sendiri, memasuki tubuh
pasien.
Sesudah terkena cairan tubuh
pasien
WHY? Untuk melindungi Anda dan
lingkungan dari kuman yang
berasal dari pasien.
Sesudah kontak dengan pasien
WHY? Untuk melindungi Anda dan
lingkungan dari kuman yang
berasal dari pasien.
Sesudah kontak dengan
lingkungan sekitar pasien
WHY? Untuk melindungi Anda dan
lingkungan dari kuman yang
berasal dari pasien.

6 AREA DALAM HANDWASH /


HANDRUB :
No
Hal. 20

Area

TEPUNG SELACI
PUPUT

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

2
3
4
5
6
7

Telapak tangan
Punggung
tangan
Sela-sela jari
Punggung jarijari
Sekeliling ibu
jari
Kuku dan ujung
jari

TElapak tangan
PUNGgung tangan
SELA-sela jari
mengunCI
PUtar ibu jari
PUTar-putar jari-jari

( lihat gambar Handwash / Handrub, sesuai


nomor )

CARA CUCI TANGAN :


Ada 2 cara Cuci Tangan, yaitu :
1. HANDWASH : dengan air mengalir
Waktunya : 40 - 60 detik.
Setiap langkah ( langkah 2 - 7 ) 15 - 20
detik atau sekitar 8 kali pengulangan.
2. HANDRUB : dengan gel berbasis alkohol
Waktunya : 20 - 30 detik.
Setiap langkah ( langkah 2 - 7 ) 3 - 5
detik atau sekitar 4 kali pengulangan.
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 21

Lakukan Handwash setelah 5 kali Handrub.

1. How
to
Handwash?
Teknik Cuci Tangan dengan Sabun dan
Air Mengalir

Hal. 22

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

2
.

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 23

SASARAN 6
PENGURANGAN RESIKO PASIEN JATUH
Penilaian risiko jatuh dilakukan saat pengkajian
awal dengan menggunakan metode pengkajian
risiko jatuh yang telah ditetapkan Rumah Sakit
William Booth Semarang. Penilaian risiko jatuh
pada pasien anak / pediatri menggunakan skor
HUMPTY DUMPTY, pada pasien dewasa
menggunakan skor MORSE. Skor asesmen
risiko jatuh Humpty Dumpty :
(Skor minimum 7, Skor Maksimum 23)
a. Skor 7 - 11 : risiko rendah
b. Skor 12 : risiko tinggi
Kategori Morse Fall Scale :
a. Risiko tinggi = 45
b. Risiko rendah = 0 - 45
Pengkajian tersebut dilakukan oleh perawat
dan kemudian dapat dijadikan dasar pemberian
reomendasi kepada dokter untuk tata laksana
lebih lanjut. Perawat memasang gelang risiko
Hal. 24

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

jatuh berwarna KUNING di tangan pasien dan


mengedukasi pasien dan atau keluarga maksud
pemasangan gelang tersebut.

HPK

HAK PASIEN DAN KELUARGA


Patient and Safety Rights ( PFR )
Dasar Hukum
Undang-undang RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit, pasal 32.

Apa saja hak pasien ?


1. Memperoleh informasi mengenai tata tertib
dan peraturan yang berlaku di Rumah
Sakit.
2. Memperoleh informasi tentang hak dan
kewajiban pasien.
3. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil,
jujur dan tanpa diskriminasi.
4. Memperoleh layanan kesehatan yang
bermutu sesuai dengan standar profesi dan
standar prosedur operasional.
5. Memperoleh layanan yang efektif dan
efisien sehingga pasien terhindar dari
kerugiaan fisik dan materi.
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 25

6. Mengajukan pengaduan atas kualitas


pelayanan yang didapatkan.
7. Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai
dengan keinginannya dan peraturan yang
berlaku di Rumah Sakit.
8. Meminta konsultasi tentang penyakit yang
dideritanya kepada dokter lain yang
mempunyai Surat Izin Praktek (SIP) baik di
dalam maupun di luar Rumah Sakit.
9. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan
penyakit yang diderita termasuk data
data medisnya.
10. Mendapat
informasi
yang
meliputi
diagnosis dan tata cara tindakan medis,
tujuan tindakan medis, alternatif tindakan,
risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi,
dan prognosis terhadap tindakan yang
dilakukan
serta
perkiraan
biaya
pengobatan.
11. Memberikan persetujuan atau meolak atas
tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga
kesehatan
terhadap
penyakit
yang
dideritanya.
12. Didampingi keluarga dalam keadaan kritis.
13. Menjalankan ibadah sesuai agama atau
kepercayaan yang dianutnya selama hal itu
tidak mengganggu pasien lainnya.
Hal. 26

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

14. Memperoleh keamanan dan keselamatan


dirinya selama dalam perawatan di Rumah
Sakit.
15. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas
perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya.
16. Menolak pelayanan bimbingan rohani yang
tidak
sesuai
dengan
agama
dan
kepercayaan yang dianutnya.
17. Menggugat dan / atau menuntut Rumah
Sakit
apabila
Rumah
Sakit
diduga
memberikan pelayanan yang tidak sesuai
dengan standar baik secara perdata
ataupun pidana.
18. Mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang
tidak sesuai dengan standar pelayanan
melalui media cetak dan elektronik sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang
undangan.

Apa saja tanggung jawab pasien ?


1. Menaati segala peraturan dan tata tertib
Rumah Sakit.
2. Mematuhi segala intstruksi dokter dan
perawat dalam pengobatannya.

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 27

3. Memberikan informasi dengan jujur dan


lengkap tentang penyakit yang diderita
kepada dokter.
4. Melunasi
semua
imbalan
atas
jasa
pelayanan Rumah Sakit / dokter.
5. Memenuhi hal-hal yang telah disepakati /
perjanjian yang telah dibuat.

KPS

KUALIFIKASI DAN PENDIDIKAN


STAF
Staff Qualification and Educations ( SQE )
Apa Tujuan Kualifikasi dan Pendidikan
Staf ?
Bahwa pasien akan mendapatkan / dilayani
oleh staf yang berkualitas, karena kompetensi
dan keterampilan yang dimiliki sesuai dengan
pendidikannya. Rumah Sakit mengembangkan
proses rekruitmen, penetapan, orientasi dan
penugasan.
Hal. 28

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Rumah
Sakit
William
Booth
Semarang
menyediakan proses yang efisien, terkoordinasi
atau terpusat untuk :
a. Penerimaan / rekrutmen individu untuk
posisi / jabatan yang tersedia;
b. Penilaian
/
evaluasi
/
pelatihan,
keterampilan dan pengetahuan para
calon / kandidat staf
c. Penetapan / appointing individu sebagai
staf rumah sakit

Kebijakan Personalia :
1. Ada
informasi
kepegawaian
yang
didokumentasikan untuk setiap staf;
2. Seluruh staf, baik klinis maupun non
klinis diberikan orientasi tentang rumah
sakit, instalasi / unit kerja atau unit
terkait dimana mereka ditugaskan dan
tentang tugas dan tanggung jawab
mereka yang spesifik saat mereka
diangkat sebagai staf.
3. Staf yang memberikan asuhan pasien
dan staf lain yang diidentifikasi oleh
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 29

rumah sakit untuk dilatih dalam cardiac


life support yang ditetapkan.
4. Rumah Sakit mempunyai tujuan yang
terstandar; prosedur berbasis bukti
untuk memberi wewenang kepada
semua anggota staf medis untuk
menerima pasien dan memberikan
pelayanan klinis lainnya sesuai dengan
kualifikasi.
5. Rumah Sakit mempunyai proses yang
efektif
untuk
mengumpulkan,
memverifikasi,
mengevaluasi
kredensial / bukti-bukti keahlian /
kelulusan
(izin/lisensi,
pendidikan,
pelatihan, kompetensi dan pengalaman)
dari staf medis, staf keperawatan dan
praktisi pelayanan kesehatan lainnya
serta non medis.
6. Rumah Sakit William Booth Semarang
menyediakan program kesehatan dan
keselamatan staf dengan tes kesehatan
pra kerja, tes kesehatan berkala, tes
kesehatan khusus, serta imunisasi bagi
petugas di tempat berisiko infeksi. Bagi
petugas di ruangan khusus (rawat
inapm IGD, IBS, Genset, incinerator,
Hal. 30

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

pertukangan) disediakan Alat Pelindung


Diri (APD) sesuai dengan bidang
kerjanya.

PPI

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN


INFEKSI Prevention and Control of
Infection ( PCI )
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 31

Apa Tujuan PPI ?


Mengidentifikasi dan menurunkan risiko infeksi
yang didapat dan ditularkan diantara pasien,
staf, tenaga profesional kesehatan, tenaga
kontrak, tenaga sukarela, mahasiswa dan
pengunjung.

Panitia Pencegahan dan Pengendalian


Infeksi Rumah Sakit (PPI RS) telah
menetapkan pemisahan sampah infeksius
dan non infeksius serta benda tajam.
Sampah Infeksius dibuang di tempat
sampah infeksius berkantung plastik
Kuning.
Sampah Non Infeksius dibuang di
tempat sampah non infeksius berkantung
plastik Hitam.
Sampah Benda Tajam dibuang di tempat
sampah khusus.
5 Moment for HAND HYGIENE ( lihat
hal. 17 )
Hal. 32

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Bagaimana 5 saat mencuci tangan ?


1. Sebelum kontak dengan pasien.
2. Sebelum tindakan bersih dan aseptik.
3. Setelah kontak pasien.
4. Setelah terpapar cairan tubuh pasien.
5. Setelah kontak dengan lingkungan
pasien.

Berapa lama waktu cuci tangan dgn


air mengalir ?
40 60 detik. ( lihat hal. 19 )

Berapa lama waktu cuci tangan dgn


hand rub ?
20 30 detik. ( lihat hal. 19 )
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
Jenis APD : Sarung tangan; masker harus
menutup hidung, mulut, bagian bawah dagu
dan rambut pada wajah (jenggot); alat
pelindung mata : kaca mata plastik bening,
kaca mata pengaman, pelindung wajah (Visor),
topi, gaun pelindung, pelindung kaki (sepatu
bot).

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 33

Prinsip Penggunaan APD :


1. Tangan
harus
selalu
dibersihkan
meskipun menggunakan APD.
2. Lepas
dan
ganti
segera
segala
perlengkapan
APD
setelah
anda
mengetahui
APD
tersebut
tidak
berfungsi optimal (rusak atau sobek)
3. Lepaskan semua APD sesegera mungkin
setelah selesai memberikan pelayanan
dan hindari kontaminasi terhadap;
lingkungan, para pasien atau pekerja
lain dan diri sendiri.
4. Buang semua APD dengan hati-hati dan
segera membersihkan tangan.
5. Perkirakan risiko terpapar cairan tubuh
atau area terkontaminasi sebelum
melakukan kegiatan perawatan.
6. Pilih APD sesuai dengan perkiraan risiko
terjadinya paparan.
7. Sarana APD harus selalu tersedia
termasuk dalam keadaan emergensi.
8. Gunakan APD yang sesuai pada saat :
a. Prosedur isolasi bagi pasien dengan
penyakit menular atau pasien dengan
penurunan daya tahan tubuh.
b. Penanganan pada jenazah terinfeksi
Hal. 34

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

ETIKA BATUK DAN BERSIN


1. Tutup hidung dan mulut dengan tisu,
sapu tangan atau kain, jika ada jangan
tutup menggunakan tangan melainkan
menggunakan lengan dalam baju atau
kerudung.
2. Segera buang tisu yang telah terpakai
ke dalam tempat sampah.
3. Cuci tangan dengan menggunakan
sabun atau pencuci tangan berbasis
alkohol.
4. Gunakan masker jika sedang sakit atau
ada yang sakit di sekitar anda.
5. Tidak sembarangan membuang dahak
atau ludah setelah batuk.

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 35

ANATOMI APAR
( ALAT PEMADAM API RINGAN )

Tua
s
Pin
Pengaman

Manometer
Handel

Selan
g
Tabung

Mulut
Selan
g

Hal. 36

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

CARA MENGGUNAKAN APAR


Cek Jarum Manometer (posisi
Hijau) berarti masih bisa
digunakan.
Angkat tabung dari
tempatnya.
Cabut PIN pengamannya.

Arahkan ke sumber api

Tekan tuasnya

Sapukan ke kanan kiri

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 37

BANTUAN HIDUP DASAR ( BHD )


Basic Life Support ( BLS )
1. Lakukan 3 A
Aman diri, Aman Lingkungan, Aman
pasien.
2. Periksa Kesadaran Penderita
Dengan cara menepuk pundak dan
memanggilnya.
3. Bila sadar, posisikan dalam posisi pulih (
recovery posistion ).
4. Bila tidak sadar, panggil bantuan
( Hubungi SPGDT / RS terdekat ).
Lakukan RJP ( CPR ).

PANDUAN MELAKUKAN
RESUSITASI JANTUNG PARU ( RJP )
Cardio-Pulmonary Resucitation ( CPR )
1. Periksa nadi karotis ( 5-10 detik ) jika
tidak
teraba
lakukan
RJP
(dengan
perbandingan 30:2 dengan kecepatan
kompresi / pijatan 100x/mnt (tiap 30
kompresi / pijatan dlm 18 detik/kurang,
lakukan RJP sampai ada respon atau
bantuan datang )
2. Jika nadi karotis ada buka jalan nafas
dengan head tilt chin lift/juw trust
Hal. 38

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

3. Periksa pernafasan (lihat,dengar,rasakan)


selama 5-10 detik, jika tidak ada lakukan
Rescue
Breathing
10-12x/mnt,
jika
penderita adekuat posisikan penderita
pada posisi pemulihan (Recovery Position)

Gambar RJP ( CPR )

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 39

DAFTAR ALFABET FONETIK

Alfa

Hur
uf
N

Nopember

Beta

Oscar

Charlie

Papa

Delta

Quebec

Echo

Romeo

Fanta

Sierra

Golf

Tango

Hotel

Ultra

India

Volvo

Jakarta

Whiskey

Kilo

Xerox

Lima

Yankee

Mama

Zulu

Huruf

Fonetik

Hal. 40

Fonetik

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

TIPS UMUM SAAT SURVEY AKREDITASI


1. Selalu siap untuk ditanya. Sambutlah
Surveyor dengan senyum.
2. Percaya diri, ramah dan tenang.
3. Jawablah hanya apa ditanya dan apa
yang Anda ketahui. Gunakan SPO yang
ada sebagai dasar untuk menjawab.
4. Cari konfirmasi kepada orang yang tepat
jika Anda tidak tahu.
5. Pastikan dokumen benar dan memadai.
6. Ingat bahwa Surveyor ada disini untuk
membantu kita.

Harga Sebuah Senyuman


Senyum itu tidak ada biayanya,
tapi manfaatnya luar biasa.
Senyum memperkaya orang yang
menerima,
tetapi tidak memiskinkan si pemberinya.
Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 41

Tersenyumlah Tuhan Memberkati !

Hal. 42

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Revisi 1, Juli 2015

Buku Saku Akreditasi RSUWB 2015

Hal. 43

Anda mungkin juga menyukai