Anda di halaman 1dari 9

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Geothermal Energi (Energi Panasbumi) adalah energi alternatif


yang menguntungkan juga terbarukan. Panasbumi yang
dihasilkan oleh bumi tidak dapat habis, karena panas yang
dihasilkan bumi konsisten, pembentukannya terus menerus.
Indonesiamerupakan salah satu negara terkaya akan energi panas
bumi. Hingga saat ini telah teridentifikasi 265 lokasi sumber
panas bumi Indonesia dengan potensi mencapai sekitar
28.112MWe atau setara dengan 12 milyar barel minyak bumi.
Dengan potensi panas bumi yang memadai Indonesia berupaya
untuk memosisikan Geothermal sebagai energi alternative
pengganti fossil-fuel. Geothermal Energi diprediksikan cocok
untuk mengatasi masalah di Indonesia. Kebutuhan energi
terbarukan dapat diatasi dengan potensi panas bumi yang
memadai, sedangkan efek yang yang ditimbulkan dapat
membantu Indonesiamengurangi masalah polusi udara yang
menjadi general-problem Indonesia. Efek globalisasi juga dapat
dikurangi dengan pemanfaatan panas bumi sebagai pengganti
batu bara. Dalam pemanfaatan dan pengembangan potensi
Geothermal Energi, ada tahapan demi tahapan yang dilakukan
untuk memastikan ketersediaan dan total potensi yang terdapat
dibawah permukaan. Adapun tahapan dalam mencari dan
mengetahui
potensi
dan
cadangan
Energi
Geothermal
diantaranya tahap Eksplorasi dan Eksploitasi.
Sangat penting bagi peneliti Geothermal untuk mengetahui besar
cadangan sumberdaya dan potensi listrik yang dapat
dibangkitkan sebelum dilakukan drilling produksi. Hal ini untuk
memperhitungkan besar manfaat yang dapat dioptimalkan dan
besar resiko kegagalan dalam pengeboran. Adapun dalam
perhitungan besarnya cadangan sumberdaya bawah permukaan
dan potensi listrik dapat dihitung dengan menggunakan metodemetode yang dalam bidang panasbumi lebih dikenal dengan
istilah metode untuk mengestimasi. Ada beberapa macam
metode dalam mengestimasi diantaranya metode perbandingan
yakni secara umum membandingkan dua lapangan panasbumi
yang memiliki kemiripan dan metode volumetric yang lebih rinci
dengan perhitungan matematis.

1.2 Tujuan Praktikum


Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

1
2
3

Mahasiswa dapat mengetahui metode untuk memperkirakan


besarnya sumberdaya, cadangan dan potensi listrik panasbumi.
Mahasiswa dapat menghitung sumberdaya, cadangan, dan potensi
panasbumi secara manual dan komputasi.
Mahasiswa dapat mengidentifikasi jenis panasbumi berdasarkan
potensinya.

I.

TEORI DASAR

Ada beberapa metode untuk memperkirakan besarnya sumberdaya (resources),


cadangan (recoverable reserve) dan potensi listrik panasbumi. Metode yang paling
umum digunakan adalah metode perbandingan dan metoda volumetrik..
A. Metode Volumetrik
.

Metoda yang umum digunakan untuk perhitungan sumberdaya panasbumi


(resources), banyaknya energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan pada
kenyataannya (cadangan) dan besarnya energi listrik yang dapat dihasilkannya
(potensi listrik tenaga panas bumi) telah diuraikan oleh OSullivan (1986).
Data yang diperlukan untuk perhitungan adalah: data luas daerah, ketebalan,
temperatur reservoir, porositas saturasi air dan uap, densitas batuan, daya
hantar panas batuan, densitas uap dan air energi dalam uap dan air. Perhitungan
dilakukan berdasarkan kandungan energi panas didalam batuan dan didalam
fluida (uap dan air) sebagai berikut:Panas yang tersimpan dalam batuan panas
yang terkandung di dalam batuan yang mempunyai massa (m), kapasitas panas
(c) dan temperatur (T).
B.Metode Perbandingan
Metode ini digunakan apabila penyelidikan ilmu kebumian yang dilakukan
baru sampai pada tahap penyelidikan penyebaran manifestasi permukaan dan
pelamparan struktur geologinya secara global.Pada tahap ini belum ada data
yang dapat dipergunakan untuk memperkirakan besarnya sumber daya dengan
menggunakan metode lain (secara matematis atau numerik). Oleh karena itu
potensi energi sumber daya panas bumi diperkirakan berdasarkan potensi
lapangan lain yang memiliki kemiripan kondisi geologi. Prinsip dasar metode
perbandingan adalah menyetarakan besar potensi energi suatu daerah panas
bumi baru (belum diketahui potensinya) dengan lapangan lain yang telah

diketahui potensinya dan memiliki kemiripan kondisi geologi. Persamaan yang


digunakan dalam perhitungan ini adalah sebagai berikut:
Hel = A x Qel
dimanaHel= Besarnya sumber daya (MWe), A= Luas daerah prospek panas
bumi (km2). Luas prospek pada tahapan ini dapat diperkirakan dari
penyebaran manifestasi permukaan dan pelamparan struktur geologinya secara
global.Qel= Daya listrik yang dapat dibangkitkan persatuan luas (MWe/km2).

Kesulitan utama dalam menentukan besarnya sumberdaya (resources), cadangan


dan potensi listrik panas bumi adalah data tidak seluruhnya ada.Ketersediaan
data tergantung dari kegiatan/survei yang telah dilakukan di daerah
tersebut.Dengan meningkatnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi maka data
yang diperoleh semakin banyak dan semakin akurat sehingga hasil perhitungan
mempunyai tingkat kepastian semakin tinggi.Disamping data hasil survey, juga
banyak parameter yang tidak diketahui dengan pasti sehingga biasanya
diasumsikan.Ketidak pastian terutama pada saturasi air dan saturasi uap pada
keadaan akhir (Tfinal).Ketersediaan Data Pada Tahap Eksplorasi Awal
Pada tahap eksplorasi awal, survei biasanya dilakukan dengan menggunakan
peralatan yang sederhana dan mudah dibawa, sehingga data yang diperoleh masih
sangat terbatas.Oleh karenanya pada tahap ini besarnya sumberdaya sulit untuk
diperkirakan.Karena data masih sangat terbatas maka besarnya potensi listrik
belum dapat ditentukan dengan menggunakan metoda perhitungan seperti yang
dijelaskan di atas.Para ahli umumnya berspekulasi mengenai hal tersebut,
karenanya
potensi
listrik
biasanya
dikategorikan
kedalam
kelas
spekulatif.Pertamina, misalnya, mengasumsikan bahwa potensi listrik di daerah
prospek yang belum disurvei rinci adalah 12 MWe/km2 (Pertamina, 1995) dan
luas daerahnya adalah 20 km2.Karena sifatnya masih spekulatif tentunya tingkat
kepastiannya masih sangat rendah.Kegunaan Data Manifestasi Permukaan Untuk
Perkiraan Awal Manifestasi panas bumi di permukaan sangat penting untuk
mendapatkan perkiraan awal (pada tahap 1 dan 2) mengenai jenis sistim/reservoir
panas bumi yang terdapat di bawah permukaan. Data hasil analisa air dari sampel
yang diambil dari mata air panas, kolam air panas dan lain-lain, sangat berguna
untuk memperkirakan asal sumber air, jenis reservoir dan temperatur di bawah
permukaan, jenis fluida reservoir serta karakteristiknya.

II.

METODOLOGI PERCOBAAN

A. Waktu Praktikum
Adapun waktu percobaan dalam praktikum ini adalah
Hari dan Tanggal : Kamis, 21 Desember 2015
Tempat
: Gedung L Teknik Geofisika
B. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain sebagai
berikut:
1. Alat Tulis
2. Alat Hitung
3. Laptop
4. Software Microsoft Excel
5. Contoh Data
C. Langkah Kerja
Langkah kerja yang dilakukan dalam praktikum ini adalah:
1. Menetapkan asumsi yang umum digunakan dalam perhitungan.
2. Menghitung kandungan energi pada keadaan awal atau besarnya
sumberdaya panasbumi.
3. Menghitung kandungan energi pada keadaan akhir.
4. Menghitung energi maksimum yang dapat dimanfaatkan.
5. Menghitung energi panasbumi yang dimanfaatkan pada kenyataannya
(besarnya cadangan bila dinyatakan dalam kJ).
6. Menghitung besarnya cadangan yaitu panas yang dapat dimanfaatkan untuk
kurun waktu 1 tahun.
7. Menghitung besarnya potensi listrik yaitu energy listrik yang dapat
dibangkitkan untuk kurun waktu 1 tahun (MWe).

III.

DATA PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Data Pengamatan
Adapun data pengamatan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai
berikut:
Tabel 1. Asumsi Untuk Perhitungan Reservoir dalam Batuan Dolomit
No
Parameter
Keterangan
1 Luas Permukaan (A)
50 km
2 Ketebalan Reservoir
3 km
3 Saturasi Air
45%
4 Sarurasi uap
5%
5 Suhu awal
225
6 Suhu akhir
180
7 Faktor konversi listrik
10%
8 Waktu pemanfaatan
30 tahun
9 Waktu perolehan
25 tahun
10 Porositas
15%
11 Densitas batuan
2700 kg/m3
12 Kapasitas Panas batuan
1.01 J/kg
1. Hitung besarnya sumber panasbumi yang memiliki luas daerah 15 km
dengan daya listrik yan dapat dibangkitkan sebesar 9 MWe
2. Jika diketahui terdapat 3 manifestasi berupa warm ground. Serta 2
manifestasi berupa fumarol. Hitunglah berapa kira-kira panas nya

B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini membahas tentang estimasi sumberdaya, cadangan dan
potensi listrik panasbumi. Kita ketahui bahwa untuk mengetahui atau
memperkirakan sumber daya, cadangan dan potensi listrik dari potensi
panasbumi dapat dilakukan dengan cara menghitung dari beberapa asumsi
yang telah diketahui terlebih dahulu seperti tabel diatas. Hitung besarnya
sumber panasbumi yang memiliki luas daerah 15 km dengan daya listrik yang

dapat dibangkitkan sebesar 9 Mwe. Jika diketahui terdapat 3 manifestasi


berupa warm ground. Serta 2 manifestasi berupa fumarol. Hitunglah berapa
kira-kira panasnya
Untuk menghitung besarnya sumber panasbumi yang memiliki luas daerah 15
km dengan daya listrik yang dapat dibangkitkan sebesar 9 Mwe dapat dihitung
dengan metode perbandingan, yaitu:
Ee = A x Qe
= 15 x 9 = 135 MWe
Sedangkan untuk soal nomor 2 mengenai perhitungan panas jika terdapat 3
manifestasi berupa warm ground, serta 2 manifestasi berupa fumarol. Diketahui
bahwa asumsi diatas untuk menghitung panas jika batuan dalam reservoirnya
adalah Dolomit, maka densitas batuannya adalah 2700 kg/m 3, saturasi air jika
pada suhu 1800 adalah 1.127, densitas air adalah 1000 dan energy dalam air adalah
762.1, saturasiuap 0.194, energy dalam uap 2584 dan energy dalam uap adalah
500. Sedangkan untuk suhu 2250 saturasi air yang didapatkan adalah 1.1995,
densitas air adalah 1000, energy dalam air adalah 963.75, sedangkan satu
rasiuapdidapatkan 0.079, densitas uap 500 dan energy dalam uap adalah 2603.
Maka perhitungan yang dilakukanya ini dengan menggunakan rumus-rumus
dibawah ini:
Hei = A .H {(1-) r.Cr. Ti + (L.UL.SL + V.UV. SV)}
= 50000 . 3000 {(1-0.15) 2700 x 0.0001 x 225 + 0.15 (1,1995 x
1000 x 963,75 + 0,079 x 500 x 2603)}
= 7745813825.49kJ
Hef = A .H{(1-) r . Cr .Tf + (L.UL.SL + V.UV. SV)}
= 50 . 3{(1-0.15) 2700 x 1,01 x 180 + 0.15 (1,127 x 1000 x
762.1 + 0.194 x 500 x 2584)}
= 6196664795.50kJ
Hth = Hei Hef
= 7745813825.49 - 6196664795.50
= 1549149030kJ
Hde
= Rf x Hth
= 0.25 x 1549149030
= 387287258kJ
Hre = Hde / 3600.24.365. t
=387287258 / 3600.24.365.30

= 28271969834MWeth
Hel = Hde.
=28271969834 x 10
= 282719698340.00MWe

Dari perhitungan diatas didapatkan bahwa besarnya potensi listrik yang


dibangkitkan dalam kurun waktu 30 tahun adalah sebesar 282719698340.00
MWe. Sedangkan energy panasbumi dalam panasbumi adalah sebesar 135 MWe.

IV.

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:


1. Perhitungan dengan metode perbandingan digunakan jika besar potensi
energy listrik disuatu prospek panas bumi belum diketahui.
2. Perhitungan dengan metode volumetric besarnya potensi energi sumber
daya atau cadangan diperkirakan berdasarkan kandungan energi panas di
dalam reservoar.
3. Besar potensi energy listrik yang didapatkan dengan menggunakan metode
perbandingan didapatkan sebesar 135 MWe sedangkan besar energy panas
yang digunakan dalam kurun waktu 30 tahun didapatkan sebesar 5622
MWe.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional.Metode Estimasi Potensi Energi Listrik Panasbumi. SNI


13-6171-1999, ICS 73.020.

Syarifudin, 2000.Metode Estimasi Energi Geothermal.Paper ke-2 Eksplorasi Geothermal. ITB