Anda di halaman 1dari 1

DAFTAR OBJEK PAJAK, DPP, DAN TARIF PPH PASAL 26 TAHUN 2014

NO.

OBYEK PAJAK

TARIF

PKP/DPP

SIFAT

DASAR HUKUM

1.

Dividen

20% (P3B)

Jumlah Bruto

Final

 
 

Bunga, termasuk Premium, Diskonto, Premi Swap,

     

2.

dan Imbalan Sehubungan dengan Jaminan Pengembalian Utang.

20% (P3B)

Jumlah Bruto

Final

3.

Royalti, Sewa, dan Penghasilan Lain Sehubungan dengan Penggunaan Harta.

20% (P3B)

Jumlah Bruto

Final

Pasal 26 (1) UU No. 36 Thn 2008

4.

Hadiah dan Penghargaan.

20% (P3B)

Jumlah Bruto

Final

5.

Pensiunan dan Pembayaran Berkala Lainnya.

20% (P3B)

Jumlah Bruto

Final

 

Penghasilan dari Penjualan Harta di Indonesia yang

       

6.

Diterima Wajib Pajak Luar Negeri Selain BUT di Indonesia

20% (P3B)

25% x Harga Jual

Final

82/PMK.03/2009

Penjualan atau pengalihan harta adalah harta berupa perhiasan mewah, berlian, emas, intan, jam tangan mewah, barang antik, lukisan, mobil, motor, kapal pesiar, dan/atau pesawat terbang ringan. Dikecualikan dari pemotongan PPh Pasal 26 atas penjualan atau pengalihan harta yang besarnya tidak melebihi Rp 10 Juta untuk setiap

7.

Premi Asuransi termasuk Premi Reasuransi :

   
 

Dibayarkan Tertanggung kepada Perusahaan

       

a. Asuransi di LN baik Secara Langsung maupun Melalui Pialang

20% (P3B)

50% x Jumlah Premi

 

b. Dibayarkan Perusahaan Asuransi di Indonesia kepada Perusahaan Asuransi di LN

20% (P3B)

10% x Jumlah Premi

Final

624/KMK.04/1994

 

Dibayarkan Perusahaan Reasuransi di Indonesia

c. kepada Perusahaan Asuransi di LN

20% (P3B)

5% x Jumlah Premi

 

Penghasilan dari Penjualan Saham yang Diperoleh

       

8.

Wajib Pajak Luar Negeri Selain BUT (Eks Pasal 18 ayat

20% (P3B)

25% x Harga Jual

Final

258/PMK.03/2008

(3c))

9.

Laba Setelah Pajak BUT, Kecuali Laba Setelah Pajak Tersebut Ditanamkan Kembali di Indonesia

20% (P3B)

Laba BUT - PPh BUT di Indonesia

Final

14/PMK.03/2011

 

Keterangan:

Terhadap Wajib Pajak Luar Negeri yang berkedudukan di negara-negara yang telah mempunyai P3B dengan Indonesia, pemotongan pajak hanya dilakukan apabila berdasarkan P3B yang berlaku, hak pemajakannya ada pada pihak Indonesia.

Pemotongan pajak sebagaimana seperti tersebut di atas bersifat final, kecuali:

 

Penghasilan kantor pusat dari usaha atau kegiatan, penjualan barang, atau pemberian jasa di Indonesia yang sejenis dengan yang

a. dijalankan atau yang dilakukan oleh BUT di Indonesia. Penghasilan diterima atau diperoleh kantor pusat, sepanjang terdapat hubungan efektif antara BUT dengan harta atau kegiatan

b. yang memberikan penghasilan dimaksud. Pemotongan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan luar negeri yang berubah status menjadi

c. Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap (BUT).

 

budi.pajak2@gmail.com