Anda di halaman 1dari 24

INDEKS HARGA ECERAN SEMBAKO NASIONAL

TAHUN 2013 2014

Disusun Oleh :
Trifena Meilisa Putri
4414040053
BK 3A S1 Terapan

Politeknik Negeri Jakarta


2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Indeks Harga Eceran
Sembako Nasional Tahun 2013-2014 ini sesuai dengan harapan dan tepat waktu.
Penulis menyusun makalah ini untuk mengetahui perbandingan indeks harga eceran
beberapa sembako nasional yang terjadi antara tahun 2013 dan 2014 di Indonesia.
Penulis ingin berterimakasih kepada dosen mata kuliah Statistika Bisnis yaitu Ibu
Rodiana Listiawati yang telah membimbing saya dalam memahami mata kuliah Statistika
Bisnis sehingga makalah ini dapat tersusun dengan baik.
Demikianlah makalah ini dibuat sebagaimana adanya. Penulis berharap pembaca
dapat memahami materi yang penulis coba sampaikan. Penulis menyadari bahwa penulisan
makalah ini belum sempurna sehingga kritik atau saran yang membangun dari dosen atau
mahasiswa/i sangatlah penulis harapkan.

Depok, 02 Desember 2015

Trifena Meilisa Putri

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

DAFTAR ISI

Table of Contents
BAB I ABSTRAK....................................................................................... 1
BAB II..................................................................................................... 2
PENDAHULUAN....................................................................................... 2
2.1 Latar Belakang................................................................................................... 2
2.2 Rumusan Masalah............................................................................................... 2
BAB III.................................................................................................... 4
TINJAUAN PUSTAKA................................................................................4
BAB IV.................................................................................................. 13
PEMBAHASAN....................................................................................... 13
BAB V................................................................................................... 16
KESIMPULAN & SARAN..........................................................................16

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

BAB I
ABSTRAK
Tujuan penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas akhir semester mata
kuliah Statistika Bisnis yang dibimbing oleh Ibu Rodiana Listiawati. Penyusunan makalah ini
dilatarbelakangi oleh masalah naik turunnya harga eceran sembako yang terjadi di Indonesia.
Penyusun mencoba mencari tahu perkembangan harga-harga eceran sembako yang ada
tersebut dengan melakukan penganalisaan indeks harga terhadap harga eceran sembako
nasional pada tahun 2013 2014.
Metode yang digunakan penyusun adalah metode deskriptif dan penelitian
kualitatif. Sumber yang digunakan penyusun dalam menyusun makalah ini bersumber dari
website resmi milik Badan Pusat Statistik. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan
penyusun adalah studi pustaka.
Berdasarkan data yang diperoleh, rata-rata beberapa harga eceran sembako
nasional mengalami kenaikan yang cukup pesat, namun beberapa sembako mengalami
penurunan harga eceran.

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

BAB II
PENDAHULUAN
2.1 Latar Belakang
Barang-barang sembilan bahan pokok merupakan barang-barang yang menjadi
kebutuhan sehari-orang orang banyak. Bisa dikatakan barang sembako adalah barang yang
cukup krusial dalam kehidupan masyarakat terutama di Indonesia.
Tanpa keberadaan barang sembako ini, kegiatan pangan banyak orang dapat
terganggu, terutama kalangan masyarakat menengah ke bawah yang mata pencahariannya
bergantung pada keberadaan barang sembilan bahan pokok ini.
Harga eceran barang-barang sembilan bahan pokok ini tentu sangat berpengaruh
terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Terutama jika harga eceran sembako
ini mengalami kenaikan atau penurunan yang drastis. Oleh karena itu penelitian terhadap
indeks harga sangatlah berpengaruh tertutama terhadap keberlangsungan perekonomian suatu
negara.
Hal hal tersebut memberi dorongan bagi statistisi dan ahli ekonomi guna
mengembangkan Angka Indeks sebagai teknik untuk mengukur perubahan harga harga dan
alat perbandingan tingkat harga dari suatu periode ke periode lainnya.

2.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan Angka Indeks?
2. Apa saja kegunaan Angka Indeks?
Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

3. Apa saja jenis-jenis Angka Indeks?


4. Bagaimana cara menghitung Angka Indeks?
5. Bagaimana menerapkan cara penghitungan Angka Indeks terhadap harga
eceran sembako nasional tahun 2013-2014?

2.3 Tujuan
Tujuan penulis menyusun makalah ini adalah agar pembaca dapat :
1. Menyelesaikan tugas akhir semester mata kuliah Statistika Bisnis
2. Mengetahui pengertian, jenis, dan kegunaan Angka Indeks
3. Mengetahui perhitungan Angka Indeks terhadap harga eceran sembako
nasional

2.4 Manfaat
Penyusunan makalah ini bermanfaat untuk mengetahui penggunaan Angka Indeks
sehingga dapat menambah pemahaman pembaca mengenai Angka Indeks serta metode dan
cara pengaplikasiannya terhadap kegiatan sehari-hari melalui metode statistika. Selain itu
pembaca juga dapat mengetahui tentang bagaimana perkembangan indeks harga eceran
sembako nasional pada tahun 2013 sampai tahun 2014.

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Statistika
Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan,
menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah
ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda
dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang
statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari
kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data;
ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika
mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara
lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam
(misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi),
maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan
dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu
prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah
prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum),
serta hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi,
statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

3.2 Pengertian Angka Indeks


Angka indeks adalah angka perbandingan yang dinyatakan dalam persentase untuk
mengukur perubahan relatif satu variabel atau lebih pada waktu tertentu atau tempat tertentu,
dibandingkan dengan variabel yang sama pada waktu atau tempat yang lainnya. Singkatnya,
angka indeks adalah angka perbandingan untuk mengukur perubahan variabel yang
dinyatakan dalam persentase.

Angka indeks digunakan untuk mengetahui perubahan-perubahan variabel yang


berkaitan dengan banyak aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, angka indeks digunakan
hampir di seluruh cabang ilmu pengetahuan. Kedokteran, ekonomi, fisika, geografi, dan
psikologi adalah contoh cabang ilmu pengetahuan yang menggunakan jasa angka indeks.

3.3 Kegunaan Angka Indeks


Angka indeks dapat dipergunakan untuk berbagai pengukuran, seperti: indeks
perdagangan, untuk mengukur hasil penjualan barang yang riil (nyata), indeks harga
konsumen untuk mengukur taraf hidup daripada penerima pendapatan tetap melalui
pengukuran pendapatn nyata, upah nyata dan juga untuk mengukur kekuatan beli uang.
Selain itu, angka indeks juga mempunyai beberapa kegunaan yang lain, misalnya:
1.

Memudahkan membandingkan dan menganalisis rangkaian dengan menetapkan suatu


periode dasar dan mencakup berbagai kumpulan angka.

2.

Merupakan cara yang mudah untuk mengekspresikan suatu perubahan jumlah dari
sekelompok bagian-bagian yang heterogen.
Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

3.

Mengubah data menjadi angka indeks juga memudahkan untuk membandingkan trend
dalam suatu rangkaian yang terdiri dari jumlah-jumlah yang sangat besar.

4. Angka indeks juga merupakan salah satu peralatan statistik yang ditunjuk guna
mengembangkan pengetahuan tentang aspek-aspek dari perekonomian.

3.4 Penentuan Tahun Dasar


Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih tahun dasar antara lain
sebagai berikut. :

1.

Pemilihan periode tahun dasar dilakukan dalam keadaan perekonomian


dianggap relatif stabil (normal).

2.

Periode dasar tidak terlalu pendek atau terlalu panjang, maksudnya jarang
sekali periode dasar yang menggunakan waktu seminggu lebih lama dari lima tahun.

3.

Pemilihan tahun dasar atau periode dasar dapat juga berdasarkan suatu
kejadian penting.

3.5 Pergeseran Tahun Dasar


Bila waktu dasar dari suatu angka indeks dianggap sudah tidak sesuai karena sudah
terlalu lama atau jauh ketinggalan maka perlu dilakukan perubahan waktu dasar. Pemilihan
waktu dasar harus dilakukan pada keadaan yang stabil sehingga bila waktu dasar terlalu lama
maka keadaan juka sudah berubah sehingga perlu perubahan waktu dasar. Namun perubahan
waktu dasar ini hanya bisa dilakukan untuk data berkala.
Syarat untuk melakukan pergeseran tahun dasar adalah:
o Stabilitas ekonomi
o Tidak terlalu jauh kebelakang
Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

o Saat terjadi peristiwa penting


o Ketersediaan data
o Survey baru untuk menentukan komposisi barang
Dua cara melakukan pergeseran adalah:
o Apabila data asli masih tersedia, maka angka pada waktu atau tahun tertentu yang
akan dipakai sebagai tahun dasar yang baru tersebut diberi nilai 100%, sedangkan
angka-angka lainnya dibagi dengan angka dari waktu tersebut, kemudian dikalikan
100%.
o Apabila data asli tidak tersedia, maka angka pada waktu atau tahun tertentu yang akan
dipakai sebagai tahun dasar yang baru tersebut diberi nilai 100%, kemudian angka
indeks pada tahun-tahun lainnya dibagi dengan indeks dari tahun dasar baru, dan
mengkalikannya dengan 100%.
3.6 Jenis-jenis Angka Indeks
Jenis-jenis Angka Indeks dapat dibagi menjadi Angka Indeks menurut penggunaanya
dan menurut penentuannya
3.6.1 Menurut Penggunaanya
1. Angka indeks harga, yaitu angka perbandingan untuk mengukur perubahan
harga dari suatu periode ke periode lainnya.
2. Angka indeks jumlah (kuantitas), yaitu angka perbandingan untuk mengukur
perubahan jumlah dari suatu periode ke periode lainnya.

3. Angka indeks nilai (value), yaitu angka perbandingan untuk mengukur


perubahan nilai dari suatu periode ke periode lainnya. Nilai dihitung dengan cara mengalikan
harga dengan jumlah (kuantitas).
3.6.2 Menurut Penentuannya
Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

Berdasarkan cara penentuannya, di kenal tiga macam angka indeks, yaitu indeks tidak
tertimbang, indeks tertimbang, dan indeks rantai.
a.

Indeks tidak tertimbang

Indeks tidak tertimbang adalah angka indeks yang dalam pembuatannya tidak
memasukan factor-faktor yang mempengaruhi naik-turunnya angka indeks.
b.

Indeks tertimbang

Indeks tertimbang adalah angka indeks yang dalam pembuatannya memasukan faktorfaktor yang mempengaruhi ( penimbang ) naik-turunnya angka indeks.
c.

Indeks berantai

Indeks rantai adalah angka indeks yang disusun berdasarkan interval-interval waktu
yang berurutan atau angka indeks yang dipakai untuk membandingkan suatu waktu
tertentu dengan waktu kapan saja sebagai waktu dasar.

3.7 Penggolongan Angka Indeks


3.7.1 Angka Indeks Tidak Tertimbang
1) Angka Indeks Harga Relatif

I t,0 =

Pn
Po

x 100%

Keterangan :
It,0 = indeks harga pada periode t dengan periode dasar 0
Pn = harga yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar
2) Angka Indeks Harga Agregatif Sederhana
I t,0 =

Pn
Po

x 100

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

Keterangan :
It,0 = indeks harga pada periode t dengan periode dasar 0
Pn = harga yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar
3) Angka Indeks Harga Rata-rata Relatif Tidak Tertimbang
Bila rata-ratanya adalah rata-rata hitung :

I t,0 =

Pn
Po
k

x 100%

Keterangan :
It,0 = indeks harga pada periode t dengan periode dasar 0
Pn = harga yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar
K = banyaknya barang
Bila rata-ratanya adalah rata-rata ukur :
log
Log I t,0 =

Pn
Po

x 100%

Keterangan :
It,0 = indeks harga pada periode t dengan periode dasar 0
Pn = harga yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar
K = banyaknya barang

3.7.2 Angka Indeks Tertimbang


1) Metode agregatif sederhana

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

IA=

( Pn. W )
( Po. W )

x100

Keterangan :
IA = indeks harga yang ditimbang
Pn = nilai yang dihitung angka indeksnya
Po = harga pada tahun dasar
W = faktor penimbang
2) Metode Laspeyres
IL=

(Pn . Qo)
(Po . Qo)

x100

Keterangan :
IL = angka indeks Laspeyres
Pn = harga tahun yang dihitung angka indeksnya
Po = harga tahun dasar
Qo = quantitas pada tahun dasar
3) Metode Paasche
IL=

(Pn . Qn)
(Po . Qn)

x100

Keterangan :
IP = angka indeks Paasche
Pn = harga tahun yang dihitung angka indeksnya
Po = harga tahun dasar
Qn = quantitas pada tahun ke n
4) Metode Drowbisch & Bowley
ID=

IL+ IP
2

Keterangan :
Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

10

ID = angka indeks Drobisch and Bowley


IL = angka indeks Laspeyres
IP = angka indeks Paasche
5) Metode Irving Fisher
IF= IL IP
Keterangan :
IF = angka indeks Irving Fisher
IL = angka indeks Laspeyres
IP = angka indeks Paasche
6) Metode Marshall
IM =

( Qo +Qn) Pn
x 100
( Qo+ Qn) Po

7) Metode Relatif Tertimbang


Jika menggunakan faktor penimbang nilai pada tahun sebenarnya

( PnPo ) PoQo

PnQn
Jika menggunakan faktor penimbang nilai pada tahun n
(

Pn
)( PnQn)
Po
PnQn

3.7.3 Angka Indeks Berantai


I t, t-1 =

Pt
Pt

x 100%

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

11

Keterangan :
It = indeks harga pada waktu t
Pt = harga pada waktu t

3.8 Peranan Angka Indeks Dalam Perekonomian


Kegunaan di dalam perekonomian sama saja dengan kegunaan pada indeks harga :
a. Sebagai Alat bagi pemerintah untuk menetapkan kebijaksanaan mengetahui kualitas
barang di masa yang akan datang.
b. Indeks kuantitas dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengetahui faktor-faktor yang
menyebabkan kemajuan dan kemunduran ekonomi.
c. Indeks kuantitas dapat dijdikan dasar perbandingan untuk mengukur tingkat,
kemajuan ekonomi masa sekarang dan sebelumnya.

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

12

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Analisis Kasus
Tabel Perkembangan Harga Eceran Beberapa Sembako Nasional Tahun 2013-2014
Harga Eceran
Jenis
Sembako

Nasional
2013(Po
)
12610.3

Minyak

2014(Pn)

Goreng

3
13722.08
12541.0

Gula Pasir
Tepung

Terigu

7441.75 7780.83
32510.5

Cabai Rawit

11782.75

35790.58

Data tersebut diambil dari website resmi Badan Pusat Statistik tahun 2013 dan 2014.
Dari data tersebut kita dapat melakukan perhitungan indeks harga eceran sembako nasional
tahun 2013-2014 menggunakan Metode Angka Indeks Tidak Tertimbang.
4.2 Perhitungan Angka Indeks Harga Eceran Sembako Nasional Tahun 2013-2014
Tabel Perkembangan Harga Eceran Beberapa Sembako Nasional Tahun 2013-2014
Harga Eceran
Jenis
Sembako

Nasional
2013(Po 2014(Pn
)

log
Pn/Po

Pn/Po

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

13

Minyak
Goreng

12610,33

Gula Pasir
Tepung

13722,08

1,0881618

0,036693

48

5
-

0,9395383

0,027085

12541

11782,75

14
1,0455645

5
0,019350

Terigu

7441,75

7780,83

51
1,1008929

85
0,041745

Cabai Rawit

32510,5

35790,58

42
4,1741576

09
0,070703

65103,58

69076,24

56

93

total

1) Angka Indeks Harga Relatif


Pn
I t,0 = Po x 100%
Minyak Goreng
13722.08

I 2014,2013
12610.33

x 100%

= 108,81%
Jadi, harga minyak goreng tahun 2014 telah mengalami kenaikan sebesar 8%
Gula Pasir
11782.75

I 2014,2013 12541.00 x 100%


= 93,95%
Jadi, harga gula pasir tahun 2014 telah mengalami penurunan sebesar 6,05%
Tepung Terigu

I 2014,2013

7780.83
7441.75

x 100%

= 104,55%
Jadi harga tepung terigu tahun 2014 telah mengalami kenaikan sebesar 4,55%
Cabai Rawit
Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

14

I 2014,2013

35790.58
32510.50

x 100%

= 110,08%
Jadi harga cabai rawit tahun 2014 telah mengalami kenaikan sebesar 10,08%
2) Angka Indeks Agregatif Sederhana

I 2014,2013 =

Pn
Po

I 2014,2013 =

69076,24

65103,58

x 100%

x 100%

I 2014,2013 = 106,10%
Jadi harga beberapa sembako tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,10%
3) Angka Indeks Rata-rata Relatif
Rata-rata hitung
Pn

Po
I 2014,2013 =
k

I 2014,2013 =

417,39
4

x 100%

x 100%

I 2014,2013 = 104,34
Jadi angka indeks rata-rata relatif barang sembako tersebut jika dihitung
menggunakan rata-rata hitung mengalami kenaikan sebesar 4,34%

Rata-rata ukur
log
Log I 2014,2013 =

Pn
Po

x 100%

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

15

Log I 2014,2013 =

0,01767598
4

x 100%

= 1,76%
Jadi, angka indeks rata-rata relatif barang sembako tersebut jika dihitung
menggunakan rata-rata ukur akan mengalami penuruan sebesar 98,23%

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

16

BAB V

KESIMPULAN & SARAN


5.1 Kesimpulan
Angka indeks adalah angka perbandingan yang dinyatakan dalam persentase untuk
mengukur perubahan relatif satu variabel atau lebih pada waktu tertentu atau tempat tertentu,
dibandingkan dengan variabel yang sama pada waktu atau tempat yang lainnya. Singkatnya,
angka indeks adalah angka perbandingan untuk mengukur perubahan variabel yang
dinyatakan dalam persentase.
Angka Indeks dapat memiliki dua jenis yang dibagi menurut penggunaan atau
pengurutannya. Dalam makalah ini penyusun membahas Angka Indeks yang dibagi menurut
pengurutannya dan digolongkan ke dalam Angka Indeks Tertimbag dan Angka Indeks Tidak
Tertimbang. Angka Indeks dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengetahui
perkembangan harga dari tahun ke tahun.
Dalam makalah ini penyusun menggunakan metode Angka Indeks Tidak Tertimbang
untuk mengetahui perkembangan harga eceran beberapa sembako nasional yang terjadi tahun
2013-2014. Sehingga melalui perhitungan Angka Indeks Rata-rata Relatif menurut Rata-rata
Hitung dalam makalah ini dapat diketahui perkembangan harga eceran sembako nasional
pada tahun 2014 telah mengalami kenaikan sebesar 4,34%
5.2 Saran
Melalui makalah ini pembaca dapat mengetahui perkembangan harga eceran sembako
nasional dari tahun 2013-2014 melalui perhitungan Angka Indeks dengan metode Angka
Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

17

Indeks Tidak Tertimbang. Penyusun mengetahui penyusunan makalah ini belum sempurna,
oleh karena itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Penyusun berharap perhitungan perkembangan harga eceran sembako nasional tahun
2013-2014 melalui metode Angka Indeks Tidak Tertimbang ini dapat membantu memberikan
saran penentuan harga eceran sembako nasional pada tahun selanjutnya.

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

18

DAFTAR PUSTAKA

Listiawati, Rodiana, dkk. 2008. Statistik Bisnis. Depok: Jurusan Akuntansi


Politeknik Negeri Jakarta
https://id.wikipedia.org/wiki/Statistika
http://sholikhudin-arif.blogspot.co.id/2013/03/cara-menghitung-indeksharga-dengan.html
http://www.bps.go.id

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

19

LAMPIRAN
Jenis Barang
(Harga Eceran)
Daging Ayam Ras (kg)
Daging Sapi (kg)
Susu Kental (kaleng
385ml)
Minyak Goreng (kg)
Gula Pasir (kg)
Tepung Terigu (kg)
Cabai Rawit (kg)
Cabai Merah (kg)
Telur Ayam Ras (kg)
Ikan Kembung (kg)
Minyak Tanah (liter)

Rata-rata Harga Eceran Nasional


Beberapa Jenis Barang
2011
2012
2013
2014
28639.4
30198.6
33458.0
34534.50
2
7
8
65902.9
72708.6
86962.6
93043.83
2
7
7
7687.92

7995.33

8291.75

12908.9
2
20818.5
0
7235.50
27693.1
7
22679.0
0
14697.5
0
21835.2
5
5957.42

13119.5
0
11961.4
2
7372.25
21549.2
5
21365.7
5
15773.0
8
23335.1
7
6060.75

12610.3
3
12541.0
0
7441.75
32510.5
0

7780.83
3579058.0
0

30462.75

17238.0
0
25803.7
5
6203.67

9444.08
13722.08
11782.75

17769.08
28333.42
-

Sumber : www.bps.go.id

Indeks Harga Eceran Sembako Nasional |

20