Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Untuk mengetahui unsur yang terkandung dalam tanah tidak


mungkin dilakukan dengan pembongkaran terhadap tanah, karena akan
menghancurkan lapisan tanah itu sendiri, maka dalam hal ini perlu
menggunakan alat yang bagaimana bias mendeteksi (mengetahui keadaan
bawah tanah) maka digunakanlah alat yang bernama restivitimeter
(geolistrik), yang kegunaannya adalah untuk mengetahui karakteristik
lapisan batuan bawah permukaan sampai kedalaman 300 m.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Dalam pembuatan laporan ini ada pun maksud dan tujuan
daripembuatan laporan praktikum geolistrik ini, antara lain :
Agar membantu para pembaca untuk lebih

mudah memahami

tentangke geolistrikan.
Ingin memberikan wawasan kepada orang lain khususnya rekan rekan
sejawat dan sejurusan tentang geolistrik.

Memberikan

rangkuman

rangkuman

mengenai

geolistrik,

sehinggapembaca tidak kesulitan mencari lagi Informasi yang berkaitan


dengan
laporan ini.
1.3 METODEOLOGI
Dalam melakukan penelitian, metode yang digunakan adalah
metodelangsung yaitu dengan mengambil data dilapangan , praktek
langsung, danmengolah langsung data hasil praktek tersebut.

Laporan Praktikum Geolistrik

1.4 WAKTU DAN TEMPAT


Praktikum Geolistrik dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu
tanggal 7 8 Juni 2014 di halaman gedung F tepat didepan laboratorium
kimia, yang dibagi atas :
1. Tanggal 7 Juni 2014
Pembekalan praktikum dan pengambilan data dilapangan (jam
10.00 WIB - selesai )
2. Tanggal 8 Juni 2014
Pengolahan data data hasil dari lapangan di lab. (jam 10.00 WIB selesai )
1.5 PERALATAN
Peralatan yang digunakan pada peratikum kali ini adalah :
a) Restivitimeter ( 1 buah )

e). Kabel ( 4 buah @60 meter )

b) HT ( 5 buah )

f). Paku Kuningan besar ( 4 buah )

c) GPS ( 3 buah )

g). Aki Kering ( 1 buah )

d) Palu ( 4 buah )

h). Kertas ( 1 buah )


i). Bolpoin ( 1 buah )

Laporan Praktikum Geolistrik

BAB II
DASAR TEORI
2.1 RESTIVITIMETER (GEOLISTRIK)
Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika untuk
mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan di bawah permukaan
tanah dengan caramengalirkan arus listrik DC ( Direct Current) yang
mempunyai tegangan tinggi kedalam tanah.Injeksi arus listrik ini
menggunakan 2 buah Elektroda Arus A & Byang ditancapkan ke dalam
tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarakelektroda AB akan
menyebabkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuanlebih dalam.
Aliran arus listrik tersebut akan menimbulkan tegangan listrik dalam
tanah.Tegangan listrik yang terjadi dipermukaan tanah diukur dengan
menggunakanmultimeter yang terhubung melalui 2 buah

Elektroda

Tegangan M & N yangjaraknya lebih pendek dari pada jarak elektroda


AB. Bila posisi jarak elektrodaAB diubah menjadi lebih besar maka
tegangan listrik yang terjadi pada elektroda. MN ikut berubah sesuai
dengan informasi jenis batuan yang ikut terinjeksi aruslistrik pada
kedalaman yang lebih besar. Kombinasi dari jarak AB/ 2, jarak MN/
2besarnya arus listrik yang dialirkan serta tegangan listrik yang terjadi
akan didapat suatu Harga Tahanan Jenis Semu (Apparent Resistivity) yaitu
tahanan jenisyang terhitung merupakan gabungan dari banyak lapisan
batuan di bawahpermukaan yang dilalui arus listrik
2.2 KEGUNAAN ALAT
Untuk mengetahui karakteristik lapisan batuan bawah permukaan
sampaikedalaman

300

m,

sangat

berguna

untuk

mengetahui

kemungkinan adanyalapisan batuan yang dicari/ diinginkan ataupun


lapisan pembawa air, umumnya yang di cari adalah Confined Aquifer yaitu
lapisan Akuiver yang diapit olehlapisan batuan kedap air ( contohnya
lapisan lempung) pada bagian bawah tanah& bagian atas.Confined aktifer

Laporan Praktikum Geolistrik

ini mempunyai recharge yang relative jauh, sehingga ketersedianair tanah


dibawah titik bor tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca setempat.
2.3 APLIKASI ALAT
Alat ini biasa digunakan untuk eksplorasi groundwater ( air bawah
tanah ),investigasi geoteknik, studi lingkungan, survey geologi, mineral
prospecting,arkeologi, hidrologi, dll

Gb. Alat Resistivitimeter

2.4 TEORI RESISTIVITAS


Teori ini menjelaskan bahwa bila arus listrik searah dialirkan
melalui suatumedium maka perbandingan anrata perbedaan potensial( V )
yang terjadi denganarus ( I ) yang diberikan adalah tetap dan besaranya
tetapan ini tergantung darimedium tersebut. Tatapan ini disebut sebagai
tahanan ( R ), yang dinyatakandalam hubungan matemais sebagai berikut:

Laporan Praktikum Geolistrik

Dimana :
K : Konstanta Geometris
Wenner : K = 2pa
Schlumberger : K = p ((r2/b)-(b/4)

Laporan Praktikum Geolistrik

Gb. Kerja Teori Resistivitas

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 TAHAPAN PRAKTIKUM
Praktikum Geolistrik dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu
tanggal 24 25 April 2013 di lapangan ITATS, yang dibagi atas :
1. Tanggal 24 April 2013
Pembekalan praktikum dan pengambilan data dilapangan (jam 10.00 WIB
- selesai ).
2. Tanggal 25 April 2013
Pengolahan data data hasil dari lapangan di lab.(jam 10.00 WIB - selesai
).
3.2 PENGAMBILAN DATA
Dilapangan, digunakan konfigurasi 4 titik untuk mengukur
resistivitas tanah. Pada dua elektroda, dinamakan A dan B, diberikan
voltase yang telahditentukan. Dengan voltase ini, arus (I) dan medan
potensial diinduksikankedalam tanah. Menggunakan dua elektroda
lainnya, bernama M dan N, nilaivoltase diantara A dan B dapat diukur.
Melalui nilai arus (I), nilai voltase danpenyebaran dari elektroda

Laporan Praktikum Geolistrik

(tergantung metode), maka nilai resistivitas (semu) bawa permukaan dapat


diketahui. Menentukan sifat fisik batuan seperti bobot isiasli, bobot isi
kering, bobot isi jenih, berat jenis semu, berat jenis sejati, kadar airasin,
absorpsi,

derajat

kejenuhan,

porositas

dan

void

ratio.

Tetapi

untukmelakukan hal tersebut terlebih dahulu harus menyiapkan peralatan


peralatanseperti yang tercantum diatas dan penyusunan peralatan agar
semua bisa berjalanlancar.Setelah peralatan disiapkan pertama kita ambil
GPS untuk menentukanarah Utara, setelah arah utara sudah diketahui
ditariklah benang sepanjang 60 mke arah utara lurus dan jangan lupa catat
koordinat Latitude( Lintang ) &Longtidute ( Bujur ), dan ITATS sendiri
terletak di koordinat:
701721,7 S 11204646 E
Setelah ditarik benang dan mengukuran menunjukan 60m, tahap
selanjutnyaadalah setiap

3m di beri tanda ( pilok putih ) untuk

penancapan elektroda ( paku )sampai habis 60 m.Setelah semua ok, tahap


selanjutnya adalah pemasangan kabel di Resistivimeteryang akan di
sambungkan ke paku.

C2 = B

C1 = A

P1=M

I
P2=N

Penembak Arus
Fuse

Laporan Praktikum
Geolistrik
Pengenolan
pada potensial7

Laporan Praktikum Geolistrik

Setelah elektroda ( Paku ) tertancap


padaposisinya, disambungkan dengan
kabelyang berasal dari alat geolistrik
pusatuntuk diberi arus. Elekroda
yang

sudahtertanam

dan

disambungkan

dengankabel,

menunggu

diberi

untuk

arus

darioperator.Setelah semuanya siap,


alat resistivitimeter dinyalakan dan pertama kali angka pada potensial
harus dinol kan terlebih dahulu dengan pengatur nol (lihat gambar).Setelah
nol tembak/memberi arus pada elektroda tersebut dan di layar
potensialdan arus akan terlihat sederetan angka dan dicatat( tekan Fuse
agar angka tidakberubah dan gampang dalam pencatatan ).Setelah selesai
matikan resistivitimeter agar operator yang lain tidak tersengatlistrik,
pindah kan elektroda tersebut bergeser 3 m sesuai urutan, B pindah ke N,
Npindah ke M, M pindah ke A dan A pindah ke tempat baru dan begitu
seterusnyasampai 60 m. Setelah selesai ulangi langkah seperti diatas tetapi
spasi antarelektroda diganti bukan 3 m tetapi 6 m dan catat terus hasilnya.
Setelah selesaiubah spasi menjadi 9 m, 12 m,15 m dan terakhir 18 m
karena data yangdibutuhkan hanya sampai kedalaman 10 m saja. Setelah
semuanya selesai dandicatat pengambilan data pun selesai dan semua
peralatan diatas di kemasikembali.
3.3 PENGOLAHAN DATA
Setelah pengambilan data dilapangan tahap selanjutnya adalah
pengolahan data tersebut di atas meja.Dalam pengolahan data dapat
dijadikan 2D ataupun 3D,tetapi dalam kesempatan ini pengolahan data
dilakukan secara 2D.Dalam pengolahan data Geolistrik menggunakan
beberapa software untukmenampilkan data tersebut secara 2D, yaitu:
Microsoft Exel
Note Pad
Res 2D.

Dll

Laporan Praktikum Geolistrik

MS. Excel
Langkah pertama adalah data data dilapangan di masukan kedalam
Ms. Exceluntuk perhitungan Kostanta Geometris ( K ),dan Rho.

Data data dari lapangan V & I dimasukan kedalam tabel V & I ( gambar
diatas )Untuk menghitung Kostanta Geometris ( K ) menggunakan rumus:

2 X p X P1P2
Dimana
P1P2: jarak spasi antar elektroda.
Dan untuk menghitung Rho (Ohm m ) menggunakan rumus:

(V/I) X K
Jangan lupa di save, dan ingat ingat namanya.

Laporan Praktikum Geolistrik

10

NOTEPAD

Rho
P1P2

Koordinat
Jangan lupa di save, dan
ingat ingat
namanya.

RES 2D
Di software inilah data data dari lapangan akan di visualisasikan menjadi
2D.Tahapan pertama adalah buka aplikasi Res 2D.

setelah itu buka File dan pilih Read data File

Laporan Praktikum Geolistrik

11

P ilih data note pad (.txt) tadi yang sudah di save dan open.

Setelah itu buka Inversion lalu Least-squares inversion

Laporan Praktikum Geolistrik

12

Dan ini hasinya.

Data dari
lapangan asli

Data dugaan sementara dari komputer

Data penggabungan dari


data diatas

skala 0 s/d 0.5 lempung


dapat disimpulkan bahwa warna biru diatas menunjukan bahwa disitu
terdapat lapisan lempung.

Laporan Praktikum Geolistrik

13

Lokasi pengambilan
data praktikum di
lapangan ITATS

Langkah langkah diatas merupakan cara cara kerja geolistrik dari


tahap awal/tahap pencarian data sampai tahap akhir/pengolahan data.Hasil
dari pengolahan data geolistrik juga dapat diaplikasikan/digabungkan
kedalam software SURFER untuk lebih teliti data data yang di gunakan,
danbiasaya dalam perusahaan tambang data data yang di kumpulkan dapat
mencapairibuan tergantung luas wilayah itu sendiri. Semakin banyak data
yang di carisemakin bagus/teliti hasil yang diperoleh.

Laporan Praktikum Geolistrik

14

Dibawah ini adalah peta-peta yang kami buat dengan software surfer 9 dari
data-data yang kami peroleh dari lapangan. Disini kami ambil dari 2 data,
yaitu data digitasi UTM dan data digitasi UTS.
1. Peta Kontur 3D Surface UTM

Peta ini dibuat dengan surface 9 dari data digitasi UTM

Laporan Praktikum Geolistrik

15

2. Peta Kontur UTM

Peta ini dibuat dengan surface 9 dari data digitasi UTM

3. Peta WireFrame UTM


Laporan Praktikum Geolistrik

16

Peta ini dibuat dengan surface 9 dari data digitasi UTM

4. Peta Kontur UTS


Laporan Praktikum Geolistrik

17

Peta ini dibuat dengan surface 9 dari data digitasi UTS

Laporan Praktikum Geolistrik

18

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Pemetaan dan sounding geolistrik adalah metode geofisika yang
digunakan untuk memperoleh gambaran resistivitas di bawah permukaan
dandilakukan tanpa bersifat merusak atau membongkar tanah dan batuan
yang akanditeliti. Resistivitas dari batuan dipengaruhi oleh kandungan
mineral, porositasbatuan (jumlah dan struktur), dan kandungan fluida
(jumlah dan resistivitas).Karena nilai resistivitas mempunyai hubungan
dengan fluida bawah permukaan,maka metode geolistrik ini dapat
digunakan juga untuk mencari informasi tentangmuka air tanah, pesebaran
kelembaban di dalam tanah, dan sebagainya.Pengambilan data semakin
banyak semakin akurat dan teliti dandibutuhkan kesabaran dan ketelitian
yang ekstra.Serta penguasaan beberapamacam software untuk mengolah
data data dari lapangan.
4.2 SARAN
Tiada gading yang tak retak, dalam pembuatan makalah ini
penulismenyadari masih banyak kekurangan- kekurangan yang harus
dilengkapi, untukitu penulis siap menerima kritik dan sarannya demi
penyempurnaan makalah ini agar menjadi lebih baik untuk kemudian hari.

Laporan Praktikum Geolistrik

19