Anda di halaman 1dari 4

OPTIMALISASI KEBUTUHAN GIZI PADA MENU MAKANAN

PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN


METODE BRANCH AND BOUND
(Studi Kasus Rumah Sakit M. Yunus, Bengkulu)
Meicicho Mardiyah K, Marjono
Jurusan Matematika, F.MIPA, Universitas Brawijaya
Email: meicicho105@yahoo.com
Abstrak. Pengaturan menu makanan yang mengharuskan terpenuhinya kandungan gizi tertentu untuk pasien
diabetes mellitus dengan biaya seminimal mungkin merupakan suatu permasalahan di Rumah Sak it M. Yunus,
Bengkulu. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka digunakan metode branch and bound agar menghasilkan porsi
makanan yang berupa integer. Sebelum menggunakan branch and bound, dianalisis menggunakan pemrograman
linier. Dari hasil perhitungan menggunakan branch and bound didapatkan kandungan gizi optimal pada menu
bening labu siam, wortel ; sup buncis, wortel, kentang ; dan bening bayam, kecambah sebesar 7, 2 dan 12 porsi
bagi penderita diabetes melitus tanpa melakukan aktivitas olahraga dengan biaya Rp22851,91 dan dengan
melakukan olahraga didapatkan hasil kandungan gizi optimal pada menu tempe mendoan, tahu kecap, sup buncis ,
wortel, kentang ; dan bening bayam, kecambah sebesar 2, 2, 5, dan 11 porsi dengan biaya Rp24096,11. Menu
makanan bagi penderita diabetes melitus tanpa aktivitas olahraga lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan
penderita diabetes melitus dengan aktivitas olahraga lebih banyak kombinasi menu makanannya karena lebih
banyak membutuhkan kebutuhan energi sehingga biaya yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan dengan
penderita diabetes melitus tanpa aktivitas olahraga.
Kata Kunci: diabetes melitus, pemrograman linier, branch and bound.

1. PENDAHULUAN
Pola makan masyarakat saat ini cenderung serba instan sehingga tidak memperhatikan
kandungan gizi yang cukup dan kadar gula yang berlebih. Jika hal ini berlangsung setiap hari akan
mengakibatkan penumpukan glikogen yang disimpan dalam tubuh. Akibatnya banyak masyarakat
terjangkit penyakit Diabetes Melitus (DM).
(Sutomo, 2005) membahas tentang perencanaan menu makanan pasien diet DM dengan
menggunakan metode linier programing dan (Johnson, 1998) para ahli gizi mengatakan bahwa untuk
menurunkan berat badan dapat dilakukan dengan mengurangi kalori dari makanan yang dikonsumsi
atau dengan berolahraga atau mengkombinasikan diet dan berolahraga agar mendapatkan hasil yang
ideal. Pada penelitian ini akan membandingkan kebutuhan gizi penderita yang hanya melakukan diet
dengan penderita yang melakukan diet dan aktivitas olahraga. Dalam studi kasus ini diambil
permasalahan yang terjadi di Rumah Sakit M.Yunus, Bengkulu tentang pengaturan menu makanan
yang mengharuskan terpenuhinya kandungan gizi tertentu untuk penderita DM dengan biaya
seminimal mungkin. Untuk menyelesaikan masalah ini, maka digunakan metode branch and bound
agar menghasilkan porsi menu makanan yang berupa integer. Metode Branch and Bound merupakan
salah satu metode untuk menghasilkan penyelesaian optimal pemrograman linier yang menghasilkan
variabel-variabel keputusan bilangan bulat (Hillier dan Lieberman, 2001).
2. METODOLOGI
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah menu makanan pada Rumah Sakit M. Yunus,
Bengkulu selama tujuh hari. Fungsi kendala adalah kandungan gizi pada setiap menu makanan yang
dianalisis menggunakan software Nutri Survey for Windows. Fungsi tujuan adalah meminimalkan
biaya menu makanan yang diperoleh dari total biaya bahan makanan diperoleh berdasarkan survey di
Pasar Minggu, Bengkulu pada Desember 2012, biaya bahan bakar dan biaya tenaga kerja. Right Hand
Side diperoleh dari jumlah kalori dibutuhkan bagi penderita DM dengan menggunakan Berat Badan
Relatif (BBR) dan penderita yang melakukan aktivitas olahraga dengan metode Indeks Massa Tubuh
(IMT) dan Angka Metabolisme Bassal (AMB) (Almatsier, 2010). Membentuk formulasi pemrograman
linier yang menghasilkan solusi berupa pecahan kemudian dianalisis menggunakan branch and bound
dengan software QM for Windows. Hasil solusi yang optimal dibandingkan antara penderita yang
hanya melakukan diet dengan yang melakukan diet dan aktivitas olahraga.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


Membuat model formulasi linier berdasarkan data tabel di bawah ini:
Tabel 1. Variabel keputusan, komposisi zat gizi menu makanan dan harga makanan
Jenis bahan makanan

Jumlah
dibutuhkan

Kalori
(kkal)

Protein
(gr)

Lemak
(gr)

Serat
(gr)

Kalsium
(gr)

Harga

9
9
11,1
14,4
9,5
11,1
11,9
13,5
7,5
13,5
15,1
14,7
4,5
10,1
7,7
5,5
0,5

Karbo
hidrat
(gr)
0
0,3
0,8
0
0,3
0,8
8,5
12,2
8,8
8
1
1,2
10,6
0,9
0,8
7,95
6,15

Daging empal
Semur daging
Ayam bumbu kuning
Ayam goreng
Ayam semur
Ayam opor
Tempe goreng
Tempe mendoan
Tempe bacem
Tempe saos asam manis
Telur ceplok
Telur dadar
Tahu kecap
Tahu goreng
Ikan goreng bumbu
Tumis buncis + wortel
Bening labu siam +
wortel
Tumis kapri + wortel
Tumis kacang
panjang+wortel

x1
x2
x3
x4
x5
x6
x7
x8
x9
x10
x11
x12
x13
x14
x15
x16
x17

134,5
137,5
160,2
185,6
145,5
160,2
168,5
198,8
118,5
178,6
191
187
137
103
97,8
78,6
28

12,4
13
13,6
13,4
14
13,6
9,5
9,2
5,4
8,6
12
11,5
13,7
3,7
6,7
1,4
0,9

0
0
0,4
0
0
0,4
0,7
0,8
0,5
0,7
0
0
0,4
0,6
0,4
2,1
1,2

2
3
7,3
6,5
7,5
7,3
46,5
42,9
39,5
42,4
48
51
34
47,5
4,8
45,5
36

6416,7
6800,04
3416,7
3033,36
3416,7
3416,7
783,34
591,67
1358,35
2458,35
2075,01
2075,01
1166,68
783,34
3016,7
1850,02
1125,01

x18
x19

78,6
78,6

1,4
1,4

5,5
5,5

7,95
7,95

5,55
5,55

45,5
45,5

2500,02
1750,02

Sup kentang + jagung +


kapri + wortel

x20

68

1,85

0,7

15,67

2,4

24,55

2916,7

Sup buncis + wortel +


kentang

x21

143,4

4,02

0,29

32,9

3,67

52,9

2163,36

Bening kecambah
+jagung
Tumis labu siam +
kacang panjang

x22

84,5

4,9

2,3

15

1,6

18

1175,01

x23

70,6

1,4

5,3

6,1

2,3

36,5

1600,02

Bening bayam +
kecambah
Tumis jagung + wortel

x24

36,5

4,1

1,8

3,4

0,8

51

887,51

x25

72

1,65

0,9

16,55

1,9

23,5

1416,68

3.1 Kasus Penderita Diabetes Melitus Tanpa Aktivitas Olahraga


Dengan menggunakan teori BBR, suatu wanita penderita DM dengan berat badan 62 kg dan
tinggi badan 150 cm, maka didapatkan jumlah kebutuhan kalori sebesar 930 kkal/hari. Adapun jumlah
kebutuhan gizi yang diperlukan bagi penderita DM tanpa aktivitas olahraga adalah protein 46,5 gr,
lemak 20,67 gr, karbohidrat 139,5 gr, serat 25 gr, dan kalsium
. Jumlah kandungan gizi ini
belum termasuk kandungan pada nasi. Adapun kandungan gizi yang terdapat pada nasi adalah kalori
182,5 kkal, protein 3,565 gr, lemak 0,33 gr, karbohidrat 39,5 gr, serat 0,65 gr, dan kalsium 14 mg.
Sehingga kandungan gizi yang diperlukan bagi penderita tanpa melakukan olahraga adalah kalori 540
kkal, protein 39,3 gr, lemak 13,47 gr, karbohidrat 53,7 gr, serat 24,1 gr, dan kalsium 966 gr. Batasan
maksimal untuk jumlah karbohidrat dan lemak agar tidak terjadi komplikasi adalah karbohidrat
sebesar 162,75 gr dan lemak sebesar 25,83 gr. Maka diperoleh formulasi model matematika:
Fungsi tujuan:
Minimum: Z=6416,7 +6800,04 +3416,7 +3033,36 +3416,7 +3416,7 +783,34 +591,67 +1358,35
+2458,35 +2075,01 +2075,01 +1166,68 +783,34 +3016,7 +1850,02 +1125,01
+2500,02 +1750,02 +2916,7 +2163,36 +1175,01 +1600,02 +
+1416,68

69

Fungsi kendala:
1.
kebutuhan kalori:
+137,5 +160,2 +185,6 +145,5 +160,2 +168,5 +198,8 +118,5 +178,6 +191 +187 +
137 +103 +97,8 +78,6 +28 +78
+78
+68 +143,4 +84,5 +70,6 +36,5 +72
540

2.

kebutuhan protein:

12,4 +13 +13,6 +13,4 +14 +13,6 +9,5 +9,2 +5,4 +8,6
6,7 +1,4 +0,9 +1,4 +1,4 +1,85 +4,02 +4,9 +1,4

3.

+11,5
+1,65

+ 9,5 + 11,1 + 11,9


+ 0,5
+ 5,5
+ 5,5

+ 13,5 + 7,5
+0,7 +0,29

+0,8

7,95

0,7 +0,8 +0,5 +0,7 +0,4


+2,3 +0,8 +1,9
24,1

+0,6

+0,4

2,1

+1,2

+5,55

+5,55

+2,4

+51 +34 +47,5


+23,5 966

+4,8

kebutuhan kalsium:
+48
+51

jumlah maksimal kebutuhan lemak:

+9 +11,1 +14,4 +9,5 +11,1 +11,9 +13,5 +7,5 +13,5 +15,1 +14,7 +4,5
7,7 +5,5 +0,5 +5,5 +5,5 +0,7 +0,29
+2,3 +5,3 +1,8 +0,9 25,83

8.

+6,15

kebutuhan serat:

2 +3 +7,3 +6,5 +7,5 +7,3 +46,5 +42,9 +39,5 +42,4


45,5
+ 36 +45,5 +45,5 +24,55 +52,9 +18 +36,5

7.

kebutuhan karbohidrat:

0,4 +0,4
3,67 +1,6

6.

+ 37

+ 13,5
+ 15,1
+ 14,7
+ 4,5
+
+2,3 +5,3 +1,8 +0,9 13,47

0,3 +0,8 +0,3 +0,8 +8,5 +12,2 +8,8 +8 + +1,2 +10,6 +0,9
7,95 +7,95 +15,67 +32,96 +15 +6,1 +3,4 + 16,55 53,7

5.

+13,7
39,3

kebutuhan lemak:

+9 +11,1 +14,4
10,1
+ 7,7
+ 5,5

4.

+12
+4,1

+10,1

jumlah maksimal kebutuhan karbohidrat:

0,3 +0,8 +0,3 +0,8 +8,5 +12,2 +8,8 +8 + +1,2 +10,6 +0,9
7,95 +7,95 +15,67 +32,69 +15 +6,1 +3,4 + 16,55 162,75

+0,8

7,95

+6,15

Dengan menggunakan software QM for Windows diperoleh


;
dan
dengan biaya minimum Rp22.465,27. Artinya, penderita DM tanpa aktivitas olahraga
dapat mengonsumsi bening labu siam + wortel 7,887 porsi, sup buncis + wortel + kentang 1,3856
porsi dan bening bayam + kecambah 11,9355 porsi. Dengan menggunakan metode pemrograman
linier di atas diperoleh hasil variabel keputusan yang berupa pecahan sehingga dianalisis kembali
menggunakan metode branch and bound untuk menghasilkan variabel keputusan yang integer.
Dengan menggunakan QM for Windows diperoleh
;
dan
dengan biaya
minimum Rp22.851,91. Hal ini menghasilkan solusi yang lebih optimal dibandingkan jika solusi
variabel dibulatkan ke atas, yaitu Rp23.976,92 sehingga biaya yang dikeluarkan lebih kecil.
3.2 Kasus Penderita Diabetes Melitus dengan Aktivitas Olahraga
Dengan menggunakan metode IMT dan AMB, seorang wanita yang menderita DM yang
mempunyai berat badan 62 kg, tinggi badan 150 cm dan melakukan aktivitas ringan, sehingga
diperoleh kebutuhan kalori sebanyak 2116,3 kkal. Adapun jumlah kebutuhan gizi yang diperlukan
adalah protein 105,8 gram, lemak 47,02 gram, karbohidrat 317,445 gram, serat 25 gram, dan kalsium
. Jumlah kandungan gizi ini belum termasuk kandungan pada nasi. Adapun kandungan gizi
yang terdapat pada nasi adalah kalori = 182,5 kkal, protein = 3,565 gram, lemak = 0,33 gram,
karbohidrat = 39,5 gram, serat = 0,65 gram, dan kalsium = 14 mg. Sehingga kandungan gizi yang
diperlukan bagi penderita tanpa melakukan olahraga adalah kalori sebesar 1762,3 kkal, protein 98,6
gram, lemak sebesar 46,42 gram, karbohidrat sebesar 231,645 gram, serat 24,1 gram, dan kalsium
sebesar 966 gram. Batasan maksimal untuk jumlah karbohidrat dan lemak agar tidak terjadi
komplikasi adalah karbohidrat sebesar 370,35 gram dan lemak sebesar 58,786 gram.
Sehingga diperoleh formulasi model matematika seperti berikut:
Fungsi Tujuan: Minimum:
Z=6416,7 +6800,04 +3416,7 +3033,36 +3416,7 +3416,7 +783,34 +591,67 +1358,35 +2458,35
+2075,01 +2075,01 +1166,68 +783,34 +3016,7 +1850,02 +1125,01 +2500,02 +1750,0
2 +2916,7 +2163,36 +1175,01 +1600,02 +
+1416,68

Fungsi kendala:
1.
kebutuhan kalori:
+137,5 +160,2 +185,6 +145,5 +160,2 +168,5 +198,8 +118,5 +178,6

+191

+187

70

137
72

+103 +97,8
1762,3

+78,6

2.

kebutuhan protein:

+28

+78

+78

+68

+ 143,4

12,4 +13 +13,6 +13,4 +14 +13,6 +9,5 +9,2 +5,4 +8,6
6,7 +1,4 +0,9 +1,4 +1,4 +1,85 +4,02 +4,9 +1,4

3.

+ 70,6

+11,5
+1,65

+13,7
98,6

+ 36,5

+3,7

kebutuhan lemak:

+9 +11,1 +14,4 +9,5 +11,1 +11,9 +13,5 +7,5 +13,5


10,1
+7,7 +5,5 +0,5 +5,5 +5,5 +0,7 +0,29
+2,3

4.

+12
+4,1

+84,5

+15,1
+5,3

+14,7 +4,5 +
+1,8 +0,9 46,42

kebutuhan karbohidrat:

0,3 +0,8 +0,3 +0,8 +8,5 +12,2 +8,8 +8 + +1,2 +10,6 +0,9 +0,8
7,95 +6,15 +
7,95 +7,95 +15,67 +32,96 +15 +6,1 +3,4 +16,55 231,645
5.
kebutuhan serat:
0,4 +0,4
0,7 +0,8 +0,5 +0,7 +0,4 +0,6 +,4
2,1 +1,2 +5,55 +5,55 +2,4
+
3,67 +1,6 +2,3 +0,8 +1,9
24,1

6.

kebutuhan kalsium:

2 +3 +7,3 +6,5 +7,5 +7,3 +46,5 +42,9 +39,5 +42,4 +48 +51 +34 +47,5 +4,8
5,5 +36 +45,5 +45,5 +24,55 +52,98 +18 +36,5 +51 +23,5 966
7.
jumlah maksimal kebutuhan lemak:
+9 +11,1 +14,4 +9,5 +11,1 +11,9 +13,5 +7,5 +13,5 +15,1 +14,7 +4,5 +
10,1
+7,7 +5,5 +0,5 +5,5 +5,5 +0,7 +0,29
+2,3 +5,3 +1,8 +0,9 58,786

8.

jumlah maksimal kebutuhan karbohidrat:

0,3 +0,8 +0,3 +0,8 +8,5 +12,2 +8,8 +8


+7,95 +7,95 +15,67 +32,69 +15 +6,1

+ +1,2 +10,6 +0,9 +0,8


+3,4 +16,55
370,35

7,95

+6,15

Dengan menggunakan software QM for Windows diperoleh solusi optimum, yaitu


;
;
dan
dengan biaya minimum Rp23.384,31. Dengan
demikian dapat diartikan bahwa penderita diabetes melitus dengan aktivitas olahraga dapat
mengkonsumsi tempe mendoan sebanyak 1,9276 porsi, tahu kecap sebanyak 2,5582 porsi, sup
buncis+wortel+kentang sebanyak 4,3462 porsi dan bening bayam + kecambah sebanyak 11,1061
porsi. Dari metode pemrograman linier tersebut diperoleh hasil variabel keputusan yang berupa
pecahan sehingga dianalisis kembali menggunakan metode branch and bound untuk menghasilkan
variabel keputusan yang integer. Dengan menggunakan QM for Windows diperoleh
;
;
dan
dengan biaya minimum Rp24.096,11. Hal ini menghasilkan solusi yang lebih
optimal dibandingkan jika solusi variabel dibulatkan ke atas, yaitu Rp26.150,30 sehingga biaya yang
dikeluarkan lebih kecil.
4. KESIMPULAN
Menu makanan yang optimal dengan kandungan gizi bagi penderita DM tanpa melakukan
aktivitas olahraga adalah bening labu siam + wortel, sup buncis+ wortel + kentang, serta bening
bayam + kecambah masing-masing sebesar 7, 2 dan 12 porsi dengan minimum biaya yang dikeluarkan
sebesar Rp 22851,91 sedangkan untuk penderita diabetes mellitus dengan melakukan aktivitas
olahraga adalah tempe mendoan, tahu kecap, sup buncis + wortel + kentang, serta bening bayam +
kecambah masing-masing 2, 2, 5 dan 11 porsi dengan biaya Rp 24096,11.Penderita diabetes melitus
tanpa melakukan aktivitas olahraga lebih banyak mengkonsumsi sayuran sedangkan yang melakukan
aktivitas olahraga lebih banyak kombinasi menu makanan sehingga biaya yang dikeluarkan lebih
banyak.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, (2010), Penuntun Diet, Gramedia Pustaka, Jakarta.
Hillier, F.S. and Lieberman, G.J., (2001), Introduction To Operation. Research, Seventh Edition,
McGraw-Hill Companies, Inc. New York, hal 231.
Johnson, M, (1998), Diabetes Terapi dan Pencegahannya, Indonesia Publishing House, Bandung.
Sutomoi, (2005), Perencanaan Menu Makanan Pasien Diit Diabetes Melitus dengan Metode Linier
Programming, Jurnal Ilmiah Santina, 2, hal 239 248.

71