Anda di halaman 1dari 25

ASKEP LUKA DEKUBITUS

DEFINISI
Berasal dari bahasa latin, yaitu cubitum

berarti siku, dihubungkan dgn kebiasaan


orang Romawi yg bertumpu pada siku
mereka saat berbaring.
Dekubitus adalah area setempat jaringan

dan nekrosis yg terjadi ketika jaringan


lunak tertekan diantara tonjolan tulang dan
permukaan eksternal dalam waktu lama.

Ulkus

dekubitus adalah kerusakan atau


kematian kulit sampai jaringan dari bawah
kulit bahkan menembus otot sampai
mengenai tulang, akibat adanya penekanan
pd suatu area secara terusmenerus shg
mengakibatkan ggn sirkulasi darah.
Ulkus dekubitus adalah ulkus yg ditimbulkan
karena tekanan yg kuat oleh berat badan pd
tempat tidur.
Luka dekubitus adalah nekrosis pada
jaringan
lunak
paling
umum
akibat
imobilisasi.

Etiologi

Tekanan
Pergesekan atau Pergeseran
Kelembaban
Usia
Nutrisi
Menurunnya persepsi sensori
Immobilisasi, danKeterbatasan Aktivitas

Bagan ; alur patofisiologi luka dekubitus


Tekanan yang
terlokalisir
Peningkatan tekanan
arteri kapiler pada kulit

Terhambatnya aliran
darah

Iskemik

Nekrosis

Manifestasi Klinis
Manifestasi

klinis pd dekubitus untuk


pertama kali ditandai dgn kulit eritema
atau kemerahan.
kulit mengalami edema, dan temperatur di
area tersebut meningkat atau bila diraba
akan merasa hangat.

Lanjut...
Dapat timbul rasa nyeri dan tanda2

sistemik peradangan, termasuk demam


dan peningkatan hitung sel darah putih.
Tanda pd luka dekubitus ini akan dpt
berkembang hingga sampai ke jaringan
otot dan tulang.
Dapat terjadi infeksi sebagai akibat dari
kelemahan dan perawatan di RS.

AREA RISKAN DIKUBITUS


Bagian tubuh yang sering mengalami

ulkus
dekubitus
adalah
bagian
dimana terdapat penonjolan tulang,
yaitu SIKU, TUMIT, PINGGUL, BAHU,
PUNGGUNG dan KEPALA bagian
belakang.

Gambar Area penonjolan


tulang

Tahap perkembangan
dekubitus
Tingkat/stadium I

Adanya eritma atau kemerahan pada kulit

setempat yg menetap, atau bila ditekan dgn


jari, tanda eritema atau kemerahan tidak
kembali.

Tingkat/stadium II
Adanya kerusakan lapisan epidermis dan,

atau dermis. Kemudian dpt ditandai dgn


adanya luka lecet, atau melepuh.

Tingkat/stadium III

Kerusakan pd semua lapisan kulit atau

sampai jaringan subkutan, dan mengalami


nekrosis dengan tanpa kapasitas yang
dalam.
Tingkat/stadium IV

Adanya kerusakan pada ketebalan kulit dan

nekrosis hingga sampai ke jaringan otot


bahkan tulang dgn kapasitas yg dalam.

Stadium dikubitus

Askep pasien dgn dekubitus


PENGKAJIAN
1. Wawancara
- biodata, Apakah pasien mengalami
immobilisasi yang lama, penyakit penyerta
(DM, stroke), usia, pola makan (status nutrisi),
perawatan sebelumnya.

Pengkajian luka (Carville1998)


1) Type luka
2) Kehilangan jaringan
3) Penampilan klinis
4) Lokasi
5) Ukuran Luka
6) Eksudasi
7) Kulit sekitar luka
8) Nyeri
9) Infeksi luka
10)Implikasi psikososial

Pemeriksaan fisik

-Aktivitas dan istirahat Menunjukkan


adanya gangguan tidur, kelemahan otot.
- Integritas Ego Perasaan tidak berdaya,
tidak ada harapan, ansietas, takut,
mudah tersinggung.

Lanjut...
-

Eliminasi
Penurunan
BAB/BAK
frekuensi
dikarenakan
kesulitan
mobilitas fisik.
- Makanan/cairan Penurunan BB karena
malnutrisi,
anoreksia,
nyeri
akut,
adanya turgor kulit yang kering.
- Nyeri/kenyamanan
Dirasakan bila
daerah luka digerakkan

Diagnosa keperawatan
Kerusakan integritas jaringan.
Nyeri
Kerusakan mobilitas fisik.

Risiko tinggi terhadap infeksi.


Kurang pengetahuan.
Dst

tergantung
penyerta

dari

penyakit

Intervensi dan Implementasi


Kerusakan integritas jaringan.

- Terapkan prinsip pencegahan luka dekubitus.


-Atur posisi pasien senyaman mungkin.
-Balut luka dgn balutan yg mempertahankan
kelembaban lingkungan diatas dasar luka.

Kaji nyeri (skala, frekuensi, lokasi)


Ajarkan teknik distraksi relaksasi
Kolaborasi pemberian analgetik

Kerusakan mobilitas fisik.


Dukungan mobilisasi ketingkat yg lebih
tinggi.
Bantu klien dlm melakukan aktivitas
libatkan keluarga dalam peningkatan
aktivitas klien

Risiko tinggi terhadap infeksi.


Gunakan tehnik yg tepat dlm
mengganti balutan.
Kaji adanya tanda infeksi
Ukur tanda tanda vital .
Gunakan sarung tangan steril setiap
mengganti balutan.
kolaborasi pemberikan obat antibiotic
sesuai indikasi.

Kurang pengetahuan.

Kaji tingkat pengetahuan klien dan keluarga


berikan informasi ttg penyakit baik terhadap
pasien maupun keluarga (definisi, etiologi dll)

Evaluasi
proses

keperawatan
yg
menyangkut
pengumpulan data subyetif dan obyektif
apakah tujuan pelaksanaan keperawatan sudah
tercapai atau belum.
Penilaian ini memberikan kemungkinan yaitu
masalah teratasi, masalah teratasi sebagian,
masalah belum teratasi, dan muncul masalah
baru. Ini bermanfaat untuk mengadakan
perubahan, perbaikan rencana keperawatan
sehingga
tindakan
keperawatan
dapat
dimodifikasi (Nursalam, 2001).

TUGAS
ASKEP LUKA BAKAR (COMBUSTIO) KEL 1 &

2
KONSEP INFEKSI INFEKSI NOSOKOMIAL KEL
3&4
KONSEP ASEPTIK DAN STERIL DAN SKORT
(BAJU OPERASI) Kel 5 & 6
Jilid kumpulkan di meja minggu depan dan
buat PPT, dan kirim soft copy di email
oment83@yahoo.co.id

TERIMA KASIH....