Anda di halaman 1dari 19

PENDARAHAN

UTERUS
ABNORMAL
Venusya D.

Pendarahan

uterus abnormal (PUA)


adalah pendarahan uterus abnormal
yang didalam maupun diluar siklus haid.

Manifestasi

klinis dapat berupa


perdarahan banyak, sedikit, siklus haid
yang memanjang atau tidak beraturan.

PUA

PUA
akut

PUA
kronik

PUA
tenga
h

Pola dari PUA


Menorragia
Hipomenorea
Metrorragia
Polimenorea
Perdarahan

kontak
Menometroragia
Oligomenorea

Menorragia

Pendarahan uterus lebih dari 7 hari dengan jumlah


berlebihan (>80 ml) dengan interval teratur.

Mioma submukosa, komplikasi kehamilan,


adenomiosis, IUD, hyperplasia endometrium,
tumor ganas dan perdarahan disfungsional.

Hipomenorea
Perdarahan

menstruasi yang sedikit,


dan terkadang hanya berupa bercak
darah.

Obstruksi

seperti pada stenosis hymen


atau serviks , pasien yang menjalani
kontrasepsi oral.

Metrorragia
Pendarahan

yang terjadi pada waktuwaktu diantara periode menstruasi

Polip

endometrium, karsinoma
endometrium dan karsinoma serviks
(penyebab patologis)

Polimenorea
Interval

haid terlalu pendek ( <21 hari)


dengan interval teratur.

Hal

ini biasanya berhubungan dengan


anovulasi dan pemendekan fase luteal
pada siklus menstruasi

Menometroragia
Perdarahan

yang terjadi pada interval


yang irregular. Jumlah dan durasi
perdarahan juga bervariasi.

Onset

yang tiba-tiba dari episode


perdarahan dapat mengindikasikan
adanya keganasan.

Oligomenorea
Periode menstruasi yang terjadi lebih dari
35 hari. Volume perdarahan biasanya
berkurang.
Berhubungan dengan anovulasi, dari
faktor endokrin ( kehamilan, pituitaryhipotalamus) ataupun faktor sistemik
(penurunan berat badan yang terlalu
banyak )
Tumor yang mengekskresikan estrogen
menyebabkan oligomenorea terlebih
dahulu

Perdarahan kontak
Post

koitus

Penyebab

:
servikal eversi, polip serviks, infeksi serviks atau
vagina (trichomonas) atau atopik, vaginitis

Kontak

berdarah dpt juga berasal dari :


- Aktivitas seksual berlebihan pada pemakaian
IUD.
- Perlukaan atau keganasan pada genitalia
bagian bawah , vulva, vagina dan serviks

Penyebab Perdarahan Uterus


Abnormal
Kondisi
terkait
dengan
peristiwa
kehamilan

Iatrogenik

Penyakit
saluran
reproduksi

Patologi
servik

Patologi
uterus

Blood
Dyscrazia

Penyaki
t
sistemik
Sirosis
hepatis

Hipotiroidism
e

Diagnosis PUA
Anamnesis
Anamnesis

dilakukan untuk menilai


kemungkinan adanya faktor risiko kelainan
tiroid, penambahan dan penurunan BB
yang drastis, serta riwayat kelainan
hemostasis pada pasien dan keluarganya.
Perlu ditanyakan siklus haid sebelumnya
serta waktu mulai terjadinya perdarahan
uterus abnormal

Pemeriksaan Umum
Pemeriksaan fisik pertama kali dilakukan untuk
menilai stabilitas keadaan hemodinamik.
Pastikan bahwa perdarahan berasal dari kanalis
servikalis dan tidak berhubungan dengan
kehamilan.
Pemeriksaan indeks massa tubuh, tanda tanda
hiperandrogen, pembesaran kelenjar tiroid
atau manifestasi hipotiroid/hipertiroid, galaktorea
(hiperprolaktinemia), gangguan lapang pandang
(adenoma hipofisis), purpura dan ekimosis wajib
diperiksa.

Pemeriksaan ginekologi
Pemeriksaan

ginekologi yang teliti perlu


dilakukan termasuk pemeriksaan pap
smear.
Harus disingkirkan pula kemungkinan
adanya mioma uteri, polip, hiperplasia
endometrium atau keganasan.

Penilaian

Ovulasi
Penilaian Endometrium
Penilaian Kavum Uteri
Penilaian Miometrium

Penatalaksaan PUA

Penatalaksaan PUA kronik