Anda di halaman 1dari 23

GLAUKOMA

Kelainan mata glaucoma ditandai


dengan meningkatnya tekanan
bola mata, atrofi papil saraf optik,
dan menciutnya lapang pandang

ETIOOGI
Penyakit yang ditandai dengan
peninggian tekanan intraocular
ini disebabkan :
Bertambahnya produksi cairan
mata oleh badan siliar
Berkurang pengeluaran cairan
mata di daerah sudut bilik mata
atau di celah pupil (glaucoma
hambatan pupil ).

Klasifikasi Glaukoma
Glaucoma

primer
Glaucoma sudut terbuka
(glaucoma simpleks)
Glaucoma sudut sempit
Glaucoma congenital
Primer atau infantile
Menyertai kelainan congenital
lainnya

Glaucoma

sekunder
Perubahan lensa
Kelainan uvea
Trauma
Bedah
Rubeosis
Steroid dan lainnya
Glaucoma absolut

Dari pembagian diatas dapat dikenal


glaucoma dalam bentuk-bentuk :
Glaucoma sudut sempit primer dan
sekunder, (dengan blockade pupil atau
tanpa blockade pupil)
Glaucoma sudut terbuka primer dan
sekunder
Kelainan pertumbuhan, primer
(congenital, infantile, juvenile), sekunder
kelainan pertumbuhan lain pada mata.

Glaukoma primer
Glaucoma dengan etiologi tidak
pasti, dimana tidak didapatkan
kelainan
yang
merupakan
penyebab glaucoma

Glaucoma ini didapatkan pada orang yang


telah memiliki bakat bawaan glaucoma, seperti
:
Bakat

dapat berupa gangguan fasilitas


pengeluaran cairan mata atau susunan
anatomis bilik mata yang menyempit.

Disebabkan

kelainan pertumbuhan pada


sudut
bilik
mata
depan
(goniodisgenesis),
berupa
trabekulodisgenesis, iridodisgenesis dan
korneodisgenesis dan yang paling sering
berupa
trabekulodisgenesis
dan
goniodisgenesis.

Glaucoma simpleks
Glaucoma simpleks adalah glaucoma
yang penyebabnya tidak diketahui.
Merupakan suatu glaucoma primer
yang ditandai dengan sudut bilik mata
terbuka.
Glaucoma simpleks ini diagnosisnya
dibuat bila ditemukan glaucoma pada
kedua
mata
pada
pemeriksaan
pertama, tanpa ditemukan kelainan
yang dapat merupakan penyebab.

NEXT
Pada

FAKTOR RESIKO
Terdapat factor risiko pada
seseorang untuk mendapat
glaucoma seperti:
1) Diabetes mellitus
2) Hipertensi
3) Kulit berwarna dan miopia

MANIFESTASI KLINIS
Mulai timbulnya gejala glaucoma
simpleks ini agak lambat yang
kadang-kadang tidak disadari oleh
penderita sampai akhirnya berlanjut
dengan kebutaan.
Pada glaucoma simpleks tekanan bola
mata sehari-hari tinggi atau lebih dari
20 mmHg. Mata tidak merah atau
tidak terdapat keluhan.

ENDOFTALMITIS
Endoftalmitis merupakan peradangan
didalam bola mata, akibat infeksi
setelah trauma atau bedah, atau
endogen akibat sepsis. Berbentuk
radang supuratif didalam rongga mata
dan struktur didalamnya. Peradangan
supuratif didalam bola mata akan
memberikan abses didalam badan
kaca.

ETIOLOGI
Penyebab
endoftalmitis
supuratif adalah kuman dan
jamur yang masuk bersama
trauma tembus (eksogen) atau
sistemik
melalui
peredaran
darah (endogen).

PATOFISIOLOGI

MANIFESTASI KLINIS
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Rasa sakit pada mata


kelopak mata merah dan bengkak
Kelopak sukar dibuka
Konjungtiva kemotik dan merah
Kornea keruh
Bilik mata depan keruh
Selain itu dapat terjadi penurunan
tajam penglihaan dan fotofobia
(takut cahaya)

DIAGNOSA
Diagnose
ditegakan
berdasarkan gejala dan
hasil pemeriksaan fisik
pada mata.

PENATALAKSANAAN
Setelah
diagnosis
ditegakkan,
pengobatan
tergantung
pada
penyebab
yang
mendasari
endoftalmitis.
Tujuan dari terapi endoftalmitis adalah
mensterilkan
mata,
mengurangi
kerusakan jaringan dari produk bakteri
dan
peradangan
dan
mempertahankan penglihatan.

RETINOPATI DIABETIKUM
Retinopati diabetes adalah kelainan retina
(retinopati)
yang
ditemukan
pada
penderita diabetes militus. Retinopati
akibat diabetes melitus lama berupa
aneurisma, melebarnya vena, perdarahan
dan eksudat lemak.

Retinopati merupakan gejala diabetes melitus


utama pada mata, dimana ditemukan pada retina
:

Mikroaneurisma
Perdarahan

dapat dalam bentuk


titik, garis, dan bercak yang
biasanya terletak dekat
mikroaneurisma di polus
posterior
Dilatasi pembuluh darah balik
dengan lumennya irregular dan
berkelok kelok

NEXT
Soft

exudates yang sering


disebut cotton wool patches
Pembuluh darah baru pada retina
Edema retina
Hiperlipidemia
Back ground
Makulopati
Proliferasi

Klaisifikasi retinopati diabetic


menurut bagian mata fakultas
kedokteran universitas
Indonesia/Rumah Sakit Dr.Cipto
Mangunkusumo :
-Derajat I
-Derajat II
-Derajat III

KESIMPULAN

Anda mungkin juga menyukai