Anda di halaman 1dari 10

1

KATA PENGANTAR
Puj syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat pada
waktunya.Makalah ini berisi tentang sediaan saturasi.
Tujuan dibuatnya makalah ini untuk menyelesaikan tugas mata kuliah teknologi
sediaan liquid dan semisolid.Selain itu makalah ini dibuat agar mahasiswa dapat memahami
langkah-langkah dalam pembuatan sediaan saturasi.
Mohon maaf apabila dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan masih kurang
sempurna.Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca
agar mengetahui tentang sediaan saturasi.Kami sangat mengharapkan kritik dan saran agar
suatu saat kami dapat memperbaiki kesalahan itu dengan lebih baik lagi.

Tegal, 5 Juni 2015


Hormat kami,

Tim Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i
Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii
BAB I : PENDAHULUAN
1
2
3

Latar Belakang. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Tujuan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB II : ISI
2.1

Pengertian saturasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2.2

Komponen saturasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2.3

Tujuan pemberian saturasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2.4

Formula saturasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2.5

Cara pembuatan saturasi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2.6

Uji evaluasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

2.6

Cara penyimpanan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
3.2. Saran. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Daftar Pustaka. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Saturasi adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas
yang terjadi dalam larutan adalah jenuh dengan gas (Anonim, 2008)
Saturasi merupakan obat cair yang pada prinsipnya larutan yang jenuh dengan CO2.
Saturasi tidak dapat disimpan dalam waktu lama kerna akan memeperlambat CO2 hilang,
sehinnga tidak memenuhi syarat saturasi lagi (Nanizar,2000)
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan saturasi ?
2. Bagaimana cara formulasi sediaan saturasi ?
3. Bagaimana cara membuat sediaan saturasi ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian saturasi
2. Untuk mengetahui cara formulasi dan pembuatan sediaan saturasi
3. Untuk mengetahui cara membuat sediaan saturasi

BAB II
3

ISI

2.1 Pengertian saturasi


Saturasi adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa
tetapi gas yang terjadi dalam larutan adalah jenuh dengan gas (Anonim, 2008)
Saturasi merupakan obat cair yang pada prinsipnya larutan yang jenuh dengan
CO2. Saturasi tidak dapat disimpan dalam waktu lama kerna akan memeperlambat
CO2 hilang, sehinnga tidak memenuhi syarat saturasi lagi (Nanizar,2000)
2.2 Komponen Saturasi
1. Asam
2. Basa
3. Zat tambahan, seperti : pemanis, pengawet, dsb
2.3 Tujuan Pemberian Saturasi
1. Untuk menutupi rasa garam yang tidak enak
2. Merangsang keluarnya getah pencernaan yang banyak
3. Untuk anti oksidant
4. Memberi efek psikologi bahwa obat tersebut kuat
2.4
Formula saturasi
Formula yang dibuat
Tiap 60 ml mengandung
No
1.
2.
3.
4.
5...
6.
7

Nama Bahan
Asam Sitrat
Gliserol
Sorbitol
Propilenglikol
Asam Benzoat
Na-Bikarbonat
Aquadest

Konsentrasi
1,5 g
10 %
10%
15 %
0,1 %
1,5 g
Ad 60 ml

Standar
0,1-0,2 %
<30 %
10-25 %
<30 %
0,01-0,1 %
10-40 %
-

Literatur
HB, Hal 210
HB, Hal 283
HB, Hal 708
HB, Hal 592
HB, Hal190
HB, Hal 659
-

Dibuat sebanyak 60 ml

2.5

Monografi zat
1. Asam Sitrat ( FI III Hal 50)
Sinonim
: Acidum Citricum
Pemerian : Hablur tidak berwarna/serbuk putih, tidak berbau, rasa sangat asam,
agak higroskopik, merapuh dalam kondisi panas dan kering.
4

Kelarutan :Larut dalam kurang dari 1 bagian air dan dalam 1,5 bagian etanol
(95%) dan sukar larut dalam eter.
Khasiat
: sebagai zat aktif
2. Gliserol (FI III Hal 271)
Sinonim
: Glycerolum
Pemerian : Jernih, tidak berwarna, tidak berbau, higroskopik.
Kelarutan : Dapat bercampur dengan air, dan etanol 95 %, tidak larut dalam
kloroform P dan eter.
Khasiat
: Sebagai zat pemanis
3. Sorbitol (FI III Hal 567)
Sinonim
: Sorbitolum
Pemerian : Cairan jernih, rasa manis, dan higroskopis
Kelarutan : mudah larut dalam air, sukar larut dalam metanol 95% dan
asamasetat.
Khasiat
: Sebagai zat pemanis
4. Propilenglikol (FI III Hal 534)
Sinonim
: Propylenglycolum
Pemerian : Cairan kental, jernih, putih, praktis tidak berbau, dan menyerap air
pada udara lembab.
Kelarutan : Dapat bercampur dengan air, kloroform tetapi tidak larut dalam
minyak berlemak.
Khasiat
: Sebagai zat pengawet
5. Asam Benzoat (FI III Hal 49)
Sinonim
: Acidum Benzoicum
Pemerian : Hablur halus dan ringan, tidak berwarna, dan tidak berbau.
Kelarutan : larut dalam kurang dari 350 bagian air, dalam lebih kurang dari 3
bagian etanol.
Khasiat
: Sebagai komponen basa
6. Na-Bikarbonat
Sinonim
: Natrii bicarbonas
Pemerian : Serbuk hablur, putih, stabil diudara kering, tetapi dalam udara lembab
Secara perlahan-lahan terurai. Larutan segar dalam air dingin, tanpa
dikocok, bersifat basa terhadap lakmus. Kebasaan bertambah bila
larutan dibiarkan, digoyang buat atau dipanaskan.
Kelarutan : larut dalam air, tidak larut dalam etanol.
Khasiat
: sebagai komponen basa
7. Aquadest
Sinonim
: air suling
Pemerian : cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai
rasa
Khasiat : Sebagai pelarut dan penambah volume.
2.6 Perhitungan penimbangan Obat
5

Formula yang dibuat


1. Asam sitrat
2. Gliserol 10%
3. Sorbitol 10%
4. Propilenglikol 15%
5. Asam Benzoat 0,1%=
6. Na-Nikarbonat
7. Aquadest ad 60 ml
8. Aquadest 30%
Aquadest 70%
2.7 Penimbangan Obat
1. Asam sitrat
2. Gliserol
3. Sorbitol
4. Propilenglikol
5. asam Benzoat
6. Na-Bikarbonat
7. Aquadest ad 60 ml
Aquadest 30%
Aquadest 70%

= 1,5 g
= 10/100 x 60 ml = 6 ml
= 10/100 x 60 ml = 6 ml
= 15/100 x 60 ml = 9 ml
0,1x60/100 = 0,06 ml (0,06 g)
= 1,5 g
= 60 ( 6+6+9) = 39 ml
= 30/100 x 39 ml = 11,7 ml
= 70/100 x 39 ml = 27,3 ml

= 1,5 g
= 6 ml
= 6 ml
= 9 ml
= 0,06 g
= 1,5 g
= 39 ml
= 11,7 ml
= 27,3 ml

2.6 Cara Pembuatan

amp.1 ke dalam camp.2 yg di dalam botol, dgn menggunakan pipet tetes melalui dind
Menutup dengan tutup gabus, dan lakukan uji evaluasi

Melarutkan
Menambahkan
Na. Bicarbonatzat
dengan
tambahan
aquadestcair
70%k

Menambahkan as. benzoat yang sdh dilarutkan ke dalam

2.7 Evaluasi
1. Uji PH
Uji PH bertujuan untuk mengetahui kadar asam atau basa yang terkandung dalam
sediaan.
2. Uji organoleptis
Uji organoleptis merupakan cara pengujian dengan menggunakan indera manusia
sebagai alat utama, untuk pengukuran gaya penerimaan terhadap sediaan. Pengujian
organoleptis meliputi : bentuk, rasa , aroma, warna.
3. Uji Viskositas
Kekentalan suatu cairan tersebut akan mempengaruhi pula gerakan turunannya
partikel yang terdapat didalamnya atau ketepatan aliran dalam cairan tersebut.
Makin kental cairan kecepatan alirnya makin turun (kecil) begitupun dengan
sebaliknya makin encer cairan, maka kecepatan alirnya makin naik.
4. Uji berat jenis
Uji berat jenis digunakan untuk uji identitas pada senyawa sediaan dalam bentuk
cair, serta diketahui tingkat kelarutan atau daya larut suatu zat
5. Volume terpindahkan
Uji volume terpindahkan dilakukan jaminan bahwa larutan oral yang dikemas dalam
dosis ganda, sehingga pada saat sediaan dipindahkan aslinya akan memberikan
volume yang seseuai dengan etiket yang tertera.
2.8 Cara Penyimpanan
1. Sediaan saturasi sebaiknya disimpan dalam botol yang kuat, kira-kira berisi 9/10
bagian dan tertutup kedap dengan tutup gabus atau karet yang rapat. Kemudian
diikat dengan sampagne knope.
2. Tidak boleh mengandung bahan obat yang tidak larut, karena tidak boleh dikocok.
Pengocokan membuat botol pecah, karena botol berisi gas dalam jumlah besar.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari makalah sediaan saturasi dapat disimpulkan bahwa :
1. Saturasi adalah obat minum yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan basa tetapi gas
yang terjadi dalam larutan adalah jenuh dengan gas (Anonim, 2008)
2. Saturasi merupakan obat cair yang pada prinsipnya larutan yang jenuh dengan CO2.
Saturasi tidak dapat disimpan dalam waktu lama kerna akan memeperlambat CO2 hilang,
sehinnga tidak memenuhi syarat saturasi lagi (Nanizar,2000)
3. Bahan-bahan yang digunakan dalam sediaan saturasi :
a. asam sitrat
b. gliserol
c.sorbitol
d. propilenglikol
e. Na-bikarbonat
f. asam benzoat
g. aquadest

3.2 Saran
1. Sebaiknya dalam praktikum dilakukan dengan hati-hati sebab sediaan saturasi jika selesai
langsung dikocok maka akan menimbulkan suara ledakan.
2. Dalam melarutkan bahan sebaiknya dilakukan sesuai dengan monografi
3. Dalam pencampurna bahan-bahan sebaiknya dilakukan dengan teliti supaya sediaan
saturasi dapat menimbulkan ledakan dan in yang menandakan sediaan saturasi berhasil.

10

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan . R.I. 1979. Farmakope Indonesia.Edisi III. Jakarta: DEPKES RI.
http://en.calameo.com/read/0024765176664bd4e3200 diakses tanggal 3
juni 2015
Anonim, 2008. Ilmu Resep Untuk Sekolah Menengah Farmasi Kelas X.
Yogyakarta: Depkes RI
Nanizar, 2000. http://Rizkaan.com/saturasi-dan-netralisasi/ diakses pada
tanggal 3 juni 2015

10