Anda di halaman 1dari 2

REVIEW JURNAL PERMUKIMAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN TINJAUAN

Judul
Jurnal
Volume
Tahun
Penulis
Tanggal
Tujuan Penelitian

Subjek Penelitian

Metode Penelitian
Hasil Penelitian

: PERMUKIMAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN


TINJAUAN
: Jurnal Sistem Teknik Industri
: Volume 6
: 2005
: Dwira N.Aulia
: 4 Oktober 2005
: Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memperoleh
pemahaman akan konsep-konsep dan strategi
untuk
menciptakan kawasan permukiman yang berwawasan
lingkungan. Serta dijelaskan juga dalam mewujudkan itu semua
akan dihadapi konflik-konflik yang perlu dicari solusinya
: Subjek Penelitian ini adalah bagaimana cara dan strategi agar
suatu permukiman menjadi suatu permukiman yang
berwawasan lingkungan seperti kampung Banjarsari di
Cilandak, Jakarta. Diamana pada awalnya kawasan ini
merupakan kawasan rawan banjir karena terleta bersebelahan
dengan sungai Pesanggrahan. Kemudia masyarakat nya
mempunyai inisiatif untuk mengelola limbah dan meningkatkan
penghijauan di kawasan ini. Kampung ini berhasl mendaur
ulang limbah dan menghasilkan kertas daur ulang dan pupuk
yang berguna untuk penghijauan. Sejak tahun 1996 Banjarsari
dijadikan model permukiman yang berwawasan lingkungan
oleh UNESCO
: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi
kepustakaan
: Secara keseluruhan penelitian ini memberikan informasi kepada
kita bahwa kondisi lingkungan pada saat sekarng ini sudah
sangat mengkhawatirkan dengan berbagi kerusakan lingkungan
yang terjadi, seperti: pemanasan global, perubahan iklim, dan
pencemaran lingkungan. Permasalahan lingkungan tersebut
melatarbelakangi diadakan KTT bumi dang menghasilkan
Agenda 21 yang dicanagkan di Rio de Janeiro tahun 1992.
Agenda ini menunjukkan betapa pentingnya pembangunan yang
berkelanjutan di sector permukiman.
Konsep konsep dari permukiman yang berwawasan lingkungan
adaalah(Budiharjo, Sutarto:1999):
1. Ekonomi (Kesejahteraan)
2. Ekologi (Lingkungan)
3. Equity (Pemerataan)

4. Engagement (Peranserta)
5. Energi.
Salahsatu daerah yang dapat dijadikan model permukiman
berwawasan lingkungan ini adalah kampung Banjarsari di
Cilandak, Jakarta. Diamana pada awalnya kawasan ini
merupakan kawasan rawan banjir karena terleta bersebelahan
dengan sungai Pesanggrahan. Kemudia masyarakat nya
mempunyai inisiatif untuk mengelola limbah dan meningkatkan
penghijauan di kawasan ini. Kampung ini berhasl mendaur
ulang limbah dan menghasilkan kertas daur ulang dan pupuk
yang berguna untuk penghijauan
Namun terdapat 3 konflik yang dapat terjadi dalam usaha
mencapai tujuan permukiman berwawasan lingkungan, yaitu:
1. Konflik Property
Terjadi antara perumbuhan ekonomi dan pemerataan
ekonomi. Konflik antar pemilik eumah dan penyewa, konflik
antar pengelola kawasan dan pekerja
2. Konflik Sumber Daya
Konflik tentang apa yang menjadi prirotas sumber alami. Dari
aspek bisnis sedapat mungking mengeksploitasi sumber
alami, namum disaat bersamaan dibutuhkan peraturan untuk
mengkonservasi sumber daya alam.
3. Konflik Pembangunan
Konflik tentang mempertahankan lingkungan yang alami
sedapt mungkin dengan melaksaanakan pembangunan
semaksimal mungkin.
Kekuatan Penelitian
Kelemahan Penelitian

: Kekuatan Penelitian ini adalah Studi literature yang didapat


peneliti cukup lengkap,
: Kelemahan penelitian ini adalah alangkah lebih bagusnya jika
penelitain didasarkan pada studi kasus, sehingga hasil yang
didapat lebih optimal