Anda di halaman 1dari 3

Perusahaan yang sukses, harus menyadari manfaat dari teknologi informasi dan menggunakannya untuk

meningkatkan strategi bisnis. Oleh karena itu, perusahaan yang sukses cenderung melakukan manajemen TI
guna meningkatkan kesuksesan dan memberikan dampak positif terhadap keselarasan bisnisnya. Bentuk dari
manajemen TI yang baik dimulai dengan penerapan tata kelola TI (IT Governance). Penyelarasan
teknologi informasi terhadap bisnis atau yang lebih dikenal dengan istilah penyelarasan strategik telah
menjadi tantangan utama bagi manajemen teknologi informasi dan manajemen bisnis secara umum.
Penyelarasan strategik melalui harmonisasi SI/TI dengan bisnis dipandang sebagai salah satu kunci
keberhasilan bisnis karena akan memberikan nilai tambah berupa keuntungan kompetitif dalam persaingan
bisnis. Selain itu, dampak lain yang didapatkan antara lain :

1.

Relasi antara unit bisnis dan TI semakin erat.


Penyelerasan strategik SI/TI dengan bisnis membuat relasi antara unit bisnis dan TI semakin erat
karena dengan penyelarasan tersebut dapat meningkatkan komunikasi antar unit bisnis dan unit TI.

2.

Meningkatkan akuntabilitas atau tanggung jawab (mencakup bisnis dan TI).


Penyelarasan strategic SI/TI dengan bisnis meningkatkan akuntabilitas atau tanggung jawab yang
mencakup bisnis dan TI karena semakin berkembang manajemen IT suatu perusahaan maka
tanggung jawab terhadap keberhasilan perusahaan dari masing-masing anggota akan semakin besar.

Untuk mengukur tingkat kemapanan (maturity) dalam menyelaraskan strategi SI/TI dengan strategi bisnis
diperlukan model tingkat kemapanan (maturity model). Maturity model yang digunakan yaitu menurut
Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) versi 4.1 dari Information
Technology Governance Institute (ITGI). Tingkat kemapanan suatu proses pada model tersebut memiliki
nilai dari 0 (non-existent), 1 (ad-hoc), 2 (repeatable), 3 (defined), 4 (managed), hingga 5 (optimized).
Maturity model untuk pengendalian dalam proses IT berisi tentang pengembangan Metoda penilaian, sehingga
organisasi dapat memberi penilaian sendiri dari non-existent sampai optimised (dari 0-5).

Berikut ini merupakan gambar pemetaan dari tujuan bisnis ke proses teknologi informasi
Tabel 1 pemetaan dari tujuan bisnis ke proses teknologi informasi

CobiT appendix 1, menunjukkan sudut pandang komprehensif, tentang hubungan antara tujuan bisnis
dengan tujuan teknologi informasi, proses teknologi informasi dan kriteria informasi. Tabel appendix 1
menunjukkan bagaimana CobiT dapat mendukung kebutuhan bisnis CobiT 4.1 memberikan panduan
untuk me-metakan tujuan bisnis pada tujuan teknologi informasi dan untuk kemudian dipetakan lagi ke
masing masing proses teknologi informasi. Pemetaan CobiT 4.1 akan dijelaskan pada tabel 2 dan 3.
Tabel 2 Pemetaan tujuan teknologi informasi pada proses teknologi informasi

Tabel 3 Proses teknologi informasi yang digunakan di dalam penelitian ini

Daftar Pustaka
Adityawarman. Pengukuran Tingkat Kematangan Penyelarasan Strategi Teknologi Informasi Terhadap
Strategi Bisnis Analisis Menggunakan Framework COBIT 4.1. Universitas Diponegoro.
Vijaya, Annas dan Budi Yuwono. Mengukur Korelasi Antara Tingkat Kemapanan Tata Kelola Teknologi
Informasi dengan Produktivitas Perusahaan. Universitas Indonesia.
Marcel. Tata Kelola Teknologi Informasi Untuk Menggali Manfaat Strategi Teknologi Informasi bagi
Bisnis. Universitas Kristen Krida Wacana.